Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 186


__ADS_3

"Bagaimana? Apa kata nya?" tanya teman Putri.


"Dia akan segera ke sini." ucap Putri.. "Bagus deh kalau begitu, dia pasti akan membayar semua tagihan ku " ucap teman Putri.


"Kamu sungguh teman yang tidak baik." ucap Arya kepada teman nya.


Tidak beberapa lama Anisa mau berangkat. Dia melihat rumah nya masih sangat gelap. Dia merasa sepi sekali.


"Huff kak Dika kemana sih? Kenapa dia tidak kunjung mengabari aku?" ucap Anisa.


"Kenapa tidak ada kabar dari dia?" ucap Anisa. Di dalam mobil dia mencoba menelpon Dika namun tidak aktif. "Membuat ku semakin khawatir dan kefikiran saja." ucap Dika.


"Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan selain bersabar, aku tidak tau apa yang terjadi di rumah nya sehingga kak Dika tidak bisa mengabari aku." ucap Anisa.


Dia berusaha untuk berfikir positif agar tidak menjadi beban fikiran untuk dia.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di Cafe itu.


"Anisa!" panggil Arya. Anisa melihat mereka langsung ikut bergabung.


"Akhirnya kamu sampai Juga." ucap Arya.


Anisa tersenyum dia duduk di samping Putri.


"Kok jadi ramai sih? aku pikir hanya kamu sendiri saja tadi." ucap Anisa.


"Kamu tidak mau bersama kami lagi yah?" tanya Arya.


"Bukan seperti itu, biasa nya tidak pernah bersama." ucap Anisa.


"Sudah jangan membahas itu lagi, ayo pesan makanan yang kamu mau." ucap Arya.


Anisa mengangguk dia langsung memakan apa yang dia mau.


Mereka nongkrong di sana sampai Jam sepuluh malam. Satu persatu mereka pulang ke rumah nya tinggal hanya Anisa, Putri dan juga Arya.


"Kamu kenapa sih terlihat lebih banyak diam dari tadi, apa yang salah?" tanya Arya kepada Anisa.


"Enggak kok, itu hanya perasaan kamu saja." ucap Anisa.


"Aku bisa merasakan nya Anisa.. Kamu ada masalah yah?" tanya Putri. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Tidak ada kok, kamu jangan khawatir." ucap Anisa.


"Ya udah deh kalau kamu belum mau cerita, aku mengerti kok." ucap Anisa.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka memilih untuk pulang saja ke rumah masing-masing.


"Putri kamu pulang sama aku saja yah." ucap Arya.


Putri mengangguk.

__ADS_1


"Anisa kamu hati-hati di jalan yah." ucap Arya.


"Iyah." ucap Anisa langsung masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan Putri dan Arya.


"Sebaik nya kita pulang juga." ucap Arya, Putri mengangguk dia masuk ke dalam mobil nya.


"Kenapa kamu hanya diam saja?" tanya Arya kepada Putri. Putri menoleh ke arah Arya.


"Aku tidak tau harus mengatakan apa." ucap Putri.. Arya tersenyum.


"Jadi sangat canggung yah, seharusnya aku tidak boleh terlalu berlebihan menaruh perasaan kepada kamu." ucap Arya.


Putri menoleh ke arah Arya.


"Apa kamu masih ingin bertanya kepada ku?" tanya Putri.


"Maksud nya?" tanya Arya. Putri terdiam sejenak dia menatap wajah Arya.


"Sudah lupakan saja, aku tidak mau mengingat nya." ucap Adel.


Arya berfikir sejenak apa yang di maksud oleh Putri.


Dia langsung mengerti dia menoleh ke arah Putri dan menghentikan mobilnya.


"Apa yang kamu maksud tentang hubungan kita?" tanya Arya. Putri terdiam.


"Apa kamu masih ingin bertanya?" tanya Putri. Arya tersenyum dia menoleh ke arah Putri.


"Apakah kamu mau menjadi pacar ku?" tanya Arya.


"Iyah aku mau." ucap Putri menjawab nya dengan malu-malu. Tidak beberapa lama akhirnya dia langsung memberikan pelukan kepada Putri.


Namun Putri Tidak membalas nya dia langsung diam memasang wajah kaget.


"Maaf-maaf." ucap Arya melepaskan pelukannya.


"Tidak apa-apa kok." ucap Putri langsung menutup wajahnya karena sudah sangat malu.


"Jadi sekarang kita sudah resmi berpacaran?" tanya Arya.


Putri mengangguk. Arya tersenyum, dia tidak bisa berhenti tersenyum karena sudah sangat senang sekali.


"Aku minta maaf yah karena sudah membuat kamu lama menunggu, aku benar-benar minta maaf." ucap Putri.


"Tidak apa-apa kok, aku mengerti. Kalau aku jadi kamu, pasti aku juga akan melakukan hal yang sama." ucap Arya.


Putri tersenyum. "Tapi aku sangat merasa bersalah, aku benar-benar tidak tau harus bagaimana meminta maaf. Mungkin Tampa aku sadari banyak sifat dan kata-kata ku yang membuat kamu sakit hati." ucap Putri.


"Sudah jangan membahas itu lagi, aku sudah melupakan semua nya itu. Aku tidak sia-sia berjuang terus mendapatkan kamu." ucap Arya.


Putri tersenyum.

__ADS_1


"Sebaiknya kita pulang saja." ucap Putri..


"Baiklah kalau begitu, aku takut nanti orang tua kamu marah." ucap Arya. Putri mengangguk.


tidak ada percakapan di dalam mobil. Mereka berdua masih senyum-senyum sendiri, sibuk dengan pikiran masing-masing dan pasti nya akan terasa sangat canggung sekali."


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga. "Sudah sampai, aku turun dulu yah." ucap Putri.


Arya mengangguk.


"Hati-hati yah, sampai jumpa Besok." ucap Putri.


Arya tersenyum dia menggeleng kan kepala nya.


Putri masuk ke rumah sambil senyum-senyum. Arya juga begitu.


Dia langsung mengirimi pesan kepada Anisa.


"Aku sudah berhasil Anisa, terimakasih atas bantuan kamu juga." ucap Arya kepada Anisa.


Anisa duduk di sofa sambil menonton melihat pesan masuk dia langsung Membuka nya.


"Bagus deh kalau begitu, aku jadi ikut senang." ucap Anisa. Dia juga senyum.


"Hufff..." Dia menghela nafas panjang ketika melihat pesan nya tidak kunjung di baca oleh Dika.


"Apa yang harus aku lakukan? Kenapa rasanya nya sangat hampa sehingga aku tidak berselera mau melakukan apa saja." ucap Anisa.


Dia mematikan TV dan berjalan ke kamar nya.


"Hari yang sangat melelahkan hari yang begitu membosankan." ucap Anisa sambil menutup pintu dan menghidupkan lampu.


Namun dia sangat terkejut melihat Dika di tempat tidur.


"Kak Dika." ucap Anisa. Dika tersenyum berbaring di tempat tidur.


"Kenapa kakak bisa di sini? Kenapa aku tidak melihat mobil kakak di depan?" tanya Anisa.


"Kejutan.." ucap Dika. Anisa tersenyum dia langsung memeluk Dika.


"Aku sangat merindukan kakak, Kakak kemana saja? Kenapa kakak tidak memberikan aku kabar?" tanya Anisa.


"Maafin saya, saya sangat sibuk." ucap Dika.


"Kakak baik-baik aja kan? aku tidak bisa berhenti memikirkan kakak." ucap Anisa.


"Semua nya baik-baik saja, saya juga sangat merindukan kamu sayang." ucap Dika mencium kening Anisa.


Anisa tersenyum. "Kamu dari mana jam segini baru pulang?" tanya Dika.


"Aku sangat bosan di rumah saja, terasa sangat sepi sekali itu sebabnya aku nongkrong bersama Arya dan Putri di luar." ucap Anisa.

__ADS_1


"Kamu sangat nakal kalau tidak ada saya di sini, ini sudah jam sepuluh lewat kamu baru pulang." ucap Dika.


Anisa tersenyum. "Aku sudah mengatakan kalau aku sangat bosan di rumah saja." ucap Anisa.


__ADS_2