
"Huff aku tidak perduli, mereka hanya bisa memberikan uang kepada ku, jadi tidak ada salah nya aku menghabiskan uang." ucap Anisa.
Dika menghela nafas panjang. "Kamu harus berfikir dewasa Anisa." ucap Dika. Anisa Menghela nafas panjang.
"Aku sudah lama menginginkan ponsel ini, kenapa Bapak harus protes lagi Sih?" ucap Anisa.
Dika menatap Anisa.
"Untuk kali ini saya memaklumi nya, tapi kedepannya kamu harus bersifat dewasa." ucap Dika menatap Anisa.
"Humm..." jawab Anisa.
Anisa sudah fokus dengan handphone nya membalas pesan dari Arya.
"Kamu membalas pesan siapa? Kamu baru saja memilih handphone tapi sudah membalas pesan." ucap Dika. "Bapak kenapa Kepo banget Sih!?" ucap Anisa dengan kesal.
"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat saja. Saya juga mau istirahat." ucap Dika. Dika mau pergi namun di kejar oleh Anisa.
"Tunggu dulu pak. Apa Bapak sudah minum obat?" tanya Anisa. Dika mengambil obat dari Tangan Anisa. Namun belum ada minum, Anisa dengan cepat mengambil nya.
Setelah selesai Makan Oba dia pun langsung pergi meninggalkan Anisa.
"Bisa-bisa nya dia tega membiarkan aku tidur di luar, sementara dia tidur di kamar." ucap Anisa.
Sementara di rumah Anisa. Bu Lala dari tadi sudah menunggu Anisa pulang.
"Anisa kemana? Kenapa sudah tengah malam tidak pulang? Apa sekarang ia masih mabuk-mabukan di luar sana." ucap Bu Lala.
Keesokan harinya...Dika sudah bangun dan langsung mencari Anisa keluar.
Dika menghela nafas panjang melihat Anisa yang masih tidur lelap.
"Huff ini sudah jam berapa?" ucap Dika.
"Anisa bangun Anisa..." Ucap Dika menepuk-nepuk kaki Anisa..
"Heii kamu bangun..." ucap Dika membangun kan Anisa. Anisa hanya bergeliat saja namun tidak bangun.
"Kalau kamu tidak bangun saya akan menghukum kamu." ucap Dika, namun Anisa langsung bangun dan membuka mata nya begitu lebar.
"Aku sudah bangun, aku sudah bangun." ucap Anisa langsung. Melihat wajah Anisa membuat Dika tersenyum.
"Ternyata kamu sangat takut saya cium." ucap Dika. "Bapak jangan macem-macem yah kepada ku!" ancam Anisa. Dika tersenyum.
__ADS_1
"Hummm baiklah-baiklah." ucap Dika. Mereka siap-siap ke sekolah.
"Ayo Pak aku sudah siap." ucap Anisa yang sudah rapi dengan seragam sekolah nya. Namun ternyata Dika sedang memasak di dapur.
"Bapak lagi Masak apa sih?" tanya Anisa mendekati Dika.
"Saya harus sarapan sebelum berangkat ke sekolah." ucap Dika.
"Oohh begitu, kalau begitu aku akan berangkat ke sekolah terlebih dahulu." ucap Anisa.
"Tunggu dulu, kamu harus sarapan juga." ucap Dika kepada Anisa.
"Aku akan sarapan di kantin saja." ucap Anisa. Dika menarik tangan Anisa Duduk di Meja makan.
"Tidak ada penolakan, kalau kamu pergi tidak sarapan kamu akan tau hukuman nya." ucap Dika.
Anisa Menghela nafas panjang. "Baiklah.." ucap Anisa.
Setelah selesai beberapa lama akhirnya mereka sama-sama berangkat ke sekolah.
"Pak Dika..." ucap Rida menyapa Dika yang baru saja datang. Anisa yang datang bersama Dika membuat Rida Dan teman-teman nya semakin bertanya-tanya kenapa bisa bersama.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Rida kepada Anisa.
"Kenapa kamu bisa bersama pak Dika?" tanya Rida.
"Apa kamu harus tau kenapa aku bisa bersama pak Dika?" tanya Anisa Balik. "Aku bertanya serius, kamu jangan membuat aku kesal." ucap Rida.
"Apa sih yang kalian ribut kan? Saya bisa bersama Anisa karena dia belajar dengan saya. Saya guru les nya dan tadi malam dia tidur di apartemen saya." ucap Dika langsung.
Mendengar itu Rida semakin Kesal. Dia juga sangat cemburu sekali.
"Apa kamu sudah mendengar nya dengan jelas?" tanya Anisa. "Ah sudahlah aku bodoh amat, hanya sebatas guru, mana mungkin pak Dika mau sama Anisa." ucap Rida dalam hati.
"Pak ini sarapan untuk Bapak." ucap Rida.
"Kamu makan sendiri aja yah, pak Dika sudah sarapan dengan ku pagi tadi. Jadi kamu sia-sia membawa makanan untuk nya." ucap Anisa.
Rida terdiam. Namun Dika tidak enak untuk menolak nya.
"Saya akan memakan nya kalau lapar, terimakasih sudah membawa nya untuk saya. Terimakasih banyak." ucap Dika langsung pergi meninggalkan Anisa dan juga Rida.
Rida tersenyum menang kepada Anisa. "Pak Dika tidak mungkin menolak makanan ku karena masakan ku sangat enak." ucap Rida. Anisa menatap dengan kesal.
__ADS_1
Rida akhirnya pergi meninggalkan Anisa dengan wajah sombong.
"Anisa..." Panggil Putri.
Mereka duduk bersama sebelum jam masuk.
"Tadi Orang tua kamu datang ke rumah ku." ucap Putri.
"Orang tua ku? ke rumah kamu? Ngapain?" tanya Anisa.
"Mamah kamu bertanya kamu kemana, dia berfikir kalau kamu tidur di rumah ku." ucap Putri.
Anisa terdiam. "Kok kamu Diam sih? Kamu tidur di mana tadi Malam? Dan kenapa nomor kamu tidak aktif, kenapa kamu tidak memberikan kabar kepada mamah mu?" tanya Putri.
"Sudah lah jangan membahas nya, aku tidak mau membahas itu." ucap Anisah. "Loh kok gitu sih? kamu jawab Dulu kamu tidur di mana tadi Malam?" tanya Putri.
"Aku tidur di rumah pak Dika." ucap Anisa.
"Rumah pak Dika? kenapa kamu bisa di sana?" tanya Putri.
"Cerita nya panjang." ucap Anisa.
"Kamu ada masalah kan sama orang tua kamu." ucap Putri. Anisa terdiam.
"Kamu jujur saja, ada apa sebenarnya." ucap Putri.
"Aku sudah tidak ingin membahas itu, kamu mengerti tidak? Kalau aku membahas itu lagi pasti ke kefikiran dan sedih." ucap Anisa.
"Baiklah aku mengerti, tapi apapun ceritanya aku harus tau, kamu tidak boleh menyembunyikan apapun dari ku." ucap Putri.
Anisa tersenyum. "Kamu sudah sangat berubah akhir-akhir ini tau! kamu sadar gak?" ucap Putri.
"Berubah? Mana mungkin." ucap Anisa.
"Biasanya kalau kamu memiliki masalah sedikit saja kamu pasti cerita kepada ku, namun sekarang kamu sama sekali tidak mengeluh apapun kepada ku." ucap Putri.
"Bukan kah kamu sendiri yang mengatakan kalau aku harus bersifat dewasa, aku harus bisa menyelesaikan masalah ku sendiri Tampa menyusahkan orang lain?" tanya Anisa.
"Iyah Tapi bukan aku maksud kamu tidak boleh curhat kepada ku." ucap Putri.
"Tapi aku senang juga semenjak Pak Dika keras kepada kamu sekarang kamu sudah mulai berubah menjadi lebih baik, disiplin." ucap Putri.
"Aku harus fokus belajar sekarang agar aku tidak menyusahkan banyak orang, aku juga sudah malu, aku sudah tidak ingin aku di kucil kan oleh anak-anak yang lain termasuk Rida dan teman-teman nya." ucap Anisa.
__ADS_1
"Nah gitu dong baru sahabat ku, aku akan membantu kamu, apapun itu aku akan membantu. Kamu pasti bisa, kamu akan mengalah kan semua orang yang sudah merendah kan kamu dan juga membuktikan kamu bisa." ucap Putri.