Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 106


__ADS_3

"Aku yakin Dika pasti sudah mempunyai kekasih hati, dia tidak pernah mau ikut kumpul dengan kami lagi." ucap Teman nya.


"Jujur saja kamu Dika, siapa perempuan itu? Atau jangan-jangan anak paman kamu itu?" ucap Teman nya lagi. Dika hanya tersenyum-senyum.


"Apa kamu tidak ingin menanyakan hubungan ku dengan Anisa bagaimana?" tanya Candra.


"Bagaimana?" tanya Dika dengan nada yang sangat dingin.


"Awal nya Anisa sangat marah kepada ku, kamu tau sendiri kalau aku melakukan kesalahan, aku tidak memberikannya kabar kepada dia selama beberapa bulan." ucap Candra.


Dika hanya diam saja. "Tapi itu tidak lah berlangsung lama, aku dengan Anisa langsung berbaikan. Kamu saling mencintai mana mungkin berpisah semudah itu." ucap Candra.


Dika tersenyum. "Bagus deh Kalau begitu." ucap Dika. "Kamu kenapa kelihatan nya ada masalah? coba ceritakan ke aku kalau memiliki masalah, wajah kamu sangat suram sekali." ucap Candra kepada Dika.


"Hanya masalah pekerjaan saja kok, pekerjaan kamu bagaimana? lancar?" tanya Dika mencoba untuk mengalih kan pembahasan mereka.


"Semua nya berjalan lancar, hanya saja tentang orang tua tidak begitu baik, aku memiliki masalah dengan orang tua ku." ucap Candra.


"Masalah apa?" tanya teman nya langsung.


"Mereka tidak akan pernah merestui hubungan ku dengan Anisa." ucap Candra.


"Kenapa?" tanya teman nya lagi.


"Karena Anisa masih sekolah, mereka sudah mencari jodoh untuk ku, namun aku menolaknya dan memilih untuk kembali ke sini beberapa hari." ucap Candra.


Dika menatap Candra.


"Kamu serius dengan Anisa?" tanya Andre kepada Candra. "Aku sangat lah serius terhadap Anisa, aku mencintai Nya." ucap Candra.


"Lalu bagaimana dengan selama ini? kamu selalu saja bermain perempuan di belakang dia, kamu selalu menghianati dia." ucap Dika.


"Aku melakukan itu hanya untuk kesenangan saja, aku tidak ingin memperlakukan Anisa seperti itu karena aku tidak ingin menghancurkan masa depan nya." ucap Candra.


"Aku bahkan tidak pernah berciuman dengan Anisa karena aku takut itu akan membuat dia menjadi tidak baik, aku harus menahan diri, mengerti dia lebih banyak." ucap Candra.


Dika seketika langsung terdiam, dia kagum dengan penjelasan Candra, hanya saja dia merasa dirinya menjadi penghancur Masa depan Anisa.


Dia yang mengambil ciuman pertama Anisa, melihat tubuh Anisa, tidur bersama, dan Untung nya saja Dika Masih bisa menahan diri agar tidak mengambil keperawanan Anisa.


Tapi sebenernya dia melakukan itu bukan tidak cinta atau tidak tulus, itu dia lakukan karena dia sangat mencintai Anisa..Dia ingin menikahi Anisa, namun tidak bisa karena masih sekolah.

__ADS_1


Sekarang ujian untuk hubungan nya dengan Anisa sangat banyak. .


Keesokan harinya...


"Ting nong!! Ting nong!! Bunyi bel rumah Anisa.


"Huff siapa sih?" ucap Anisa dengan kesal, dia sedang menonton di ruang tamu sendiri an.


"Siapa?" tanya Anisa sambil membuka pintu.


Dan ternyata itu adalah Dika.


"Loh kak Dika, kok gak ngomong mau ke sini?" tanya Anisa.


Dika menatap Anisa.


"Biasa nya saya harus ijin dulu yah?" tanya Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Bukan seperti itu maksud aku. Aku sedang berpakaian seperti ini." ucap Anisa.


Dika mendorong Anisa masuk dan menutup pintu. Mereka duduk di ruang tamu sama-sama


"Ada apa sayang, kenapa kakak terlihat cemberut seperti itu?" tanya Anisa memeluk Dika yang duduk di samping nya.


"Kenapa kamu tidak membalas pesan saya? Kenapa kamu tidak menjawab telepon dari saya?" tanya Dika.


"Oohh itu. Maafin aku Baby.. Kakak tau sendiri kalau aku lagi males pegang handphone, sekarang saja aku tidak tau di mana letak handphone ku." ucap Anisa.


"Aku tidak sengaja melakukan nya, maafin aku yah, aku juga sangat merindukan kakak." ucap Anisa mencintai pipi Dika.


Dika menoleh ke arah Anisa. "Satu hari satu malam saya tidak bertemu dengan kamu, tapi rasanya sudah satu bulan." ucap Dika.


Anisa tersenyum. Anisa melihat penampilan Dika.


"Aku tidak ingin mengganggu pekerjaan kakak, maafin aku yah. Sini.." ucap Anisa membawa Dika ke dalam pelukannya.


Dika membalas pelukan Anisa.


"Aku tidak ingin kehilangan pelukan yang hangat, nyaman ini. Aku tidak ingin kehilangan perempuan ini." batin Dika.


"Kakak pasti belum mandi, sebaiknya kakak mandi dulu. Aku akan membeli makanan dulu." ucap Anisa.

__ADS_1


"Tapi saya tidak memiliki baju ganti, semua nya sudah kamu antar ke apartemen saya." ucap Dika.


"Aku masih menyisakan beberapa pasangan lagi kok." ucap Anisa sambil tersenyum. Dika menatap wajah Anisa yang sangat enak di pandang ketika lagi tersenyum.


Anisa mengantarkan baju Dika dan setelah itu memesan makanan. Kali ini Anisa tidak meminta Dika masak karena Dika kecapean.


Kapan lagi dia membalas kebaikan Dika selama ini kepada dia.


Tidak beberapa lama Dika turun. Dia melihat Anisa di ruang tamu masih menonton. Anisa memanggil Dika sambil tersenyum.


"Sini.. Aku bantu kering kan rambut nya." ucap Anisa. Dika mengangguk.


"Kakak tidak ada tersenyum kepada ku, apa kakak masih marah?" tanya Anisa.


Dika menggeleng kan kepala nya. "Tidak kok." ucap Dika sambil tersenyum.


Dia menatap wajah Anisa. Dia hendak mencium Anisa namun tidak jadi karena teringat kata-kata Candra yang tidak pernah mencium kekasih yang sudah bersama nya bertahun-tahun.


"Kenapa tidak jadi kak?" tanya Anisa, Dika menggeleng kan kepala nya.


"Kalau saya memiliki kesalahan kepada kamu, tolong maafin yah." ucap Dika.


Anisa menggeleng kan kepala nya. "Aneh banget deh, ayo makan, aku juga sudah sangat lapar sekali." ucap Anisa.


Mereka makan berdua di meja makan. Setelah selesai Dika terlebih dahulu ke meja ruang tamu. Sementara Anisa bersih-bersih agar tidak berantakan, kalau ada Dika semua nya harus bersih.


Setelah semua nya bersih dia membuat jus kepada Dika. "Ada apa sih dengan kak Dika? Apa dia sudah tau kalau aku bertemu dengan Candra?" ucap Anisa.


"Ah sudahlah aku tidak makan memikirkan itu, aku ingin memiliki waktu bersama kak Dika." ucap nya.


"Kak minum dulu jus nya." ucap Anisa meletakkan di depan Dika.


Dika menoleh ke arah Anisa. "Terimakasih cantik." ucap Dika mengelus pipi Anisa.


Anisa tersenyum. Dika mencicipi nya. Dia tiba-tiba berbaring di paha Anisa.


"Apa yang kakak lakukan? aku menggunakan celana pendek, aku tidak nyaman." ucap Anisa.


"Tapi saya sangat nyaman, saya belum tidur dari kemarin, saya ingin di manja oleh kamu." ucap Dika.


Anisa menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum. "Ya udah kalau begitu istirahat lah di kamar." ucap Anisa, namun Dika menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


__ADS_2