Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 47


__ADS_3

"Saya jarang di sekali di temanin oleh wanita ketika belanja seperti ini. namun sekarang saya di temanin oleh wanita." ucap Dika. Amisa menoleh ke arah Dika.


"Jarang? Kalau jarang itu artinya pernah. Pasti Bapak pernah membawa kekasih-kekasih Bapak itu berbelanja seperti ini kan?" ucap Anisa.


"Kekasih-kekasih yang kamu maksud seperti apa? Kalau orang lain mendengar nya mereka Akan salah paham." ucap Dika.


"Humm bukan kah itu benar? Bapak memiliki kekasih sangat banyak. Pasti Bapak berpura-pura kaya kepada mereka, sehingga wanita-wanita cantik itu tertarik kepada Bapak." ucap Anisa.


"Sebaik nya kamu diam karena kamu tidak tau apa-apa!" ucap Dika. "Aku tau, aku melihat Bapak bertemu dengan kekasih bapak berpakaian mahal dan juga di restoran mahal." ucap Anisa.


"Kalau kamu Terus berbicara saya akan membungkam mulut kamu dengan ciuman." ucap Dika.


Anisa langsung menutup mulutnya.


"Bapak jangan macem-macem!" ucap Anisa. Dika lanjut bekerja.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai.


"Makan ini dulu agar bisa memganjel perut kamu." ucap Dika memberikan roti.


"Saya tidak mau itu, saya mau ini." ucap Anisa menunjuk dua eskrim di tangan nya. Dika menghela nafas panjang.


"Badan dan umur saja yang sudah dewasa, kelakuan dan sifat Masih seperti anak kecil." ucap Dika.


Dika membayar semua belanjaan mereka dan keluar dari supermarket.


Dika meletakkan barang-barang di belakang mobil sementara Anisa sudah di dalam mobil. Dia masuk dan melihat Anisa yang memakan eskrim dua sekaligus.


"Bapak mau?" ucap Anisa menyodorkan ke arah Dika. Dika menggeleng kan kepala nya.


"Ya sudah kalau tidak mau." ucap Anisa. Dia lanjut untuk makan eskrim.


Dika senyum-senyum melihat itu. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Kamu duduk saja di sini, saya akan memasak sendiri." ucap Dika. "Aku juga ingin belajar masak." ucap Anisa..Dika menatap Anisa.


"Kamu akan membuat kekacauan. sebaiknya kamu duduk di sini kalau tidak istirahat di kamar." ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak mau sendiri an , kalau aku sendirian aku akan mengingat tentang orang tua ku dan membuat ku sedih lagi." ucap Anisa.


Akhirnya Anisa membantu Dika sedikit-sedikit. Dika mengajari memotong ikan, bawang, menggoreng ikan.


"Aaa.." tidak sengaja minyak melompat dari kuali. Anisa langsung berbalik memeluk badan Dika agar tidak kena minyak.


Dika senyum-senyum ketika Anisa memeluk nya. Setelah beberapa lama akhirnya makanan sudah tersaji di meja Makan.

__ADS_1


"Aku jadi sangat lapar sekali." ucap Anisa.


Mereka Makan bersama. Dika senang melihat Anisa yang sangat suka dengan masakan nya.


"Kamu makan seperti anak kecil." ucap Dika. Dia membersihkan bibir Anisa..


Anisa menatap wajah Dika. "Ya ampun pak Dika ganteng banget sih, dia benar-benar sangat sempurna sekali. kenapa aku sangat nyaman sekali ketika bisa bersama nya seperti ini?" ucap Anisa dalam hati.


"Bapak coba ini." ucap Anisa menyuapi Dika jelly yang sempat dia buat sebentar.


Dika mencobanya. "Enak gak?" tanya Anisa. Dika kembali menyuapi Anisa.


"Aaaa... Kurang enak.." ucap Anisa. Dika tersenyum.


"Oh iya ini sudah hampir jam sepuluh malam, Bapak yakin mau pulang?" tanya Anisa.


Dika menaikkan Alis nya menatap Anisa.


"Humm bapak jangan berfikir yang tidak-tidak, aku hanya perduli kepada bapak karena sudah membantu ku, menemani ku juga." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang. "Kalau kamu ingin saya tidur di sini, tidak ada salah nya kalau kamu jujur." ucap Dika


"Siapa yang mau Bapak tidur di sini? aku tidak mengatakan itu." ucap Anisa.


"Baiklah kalau begitu, saya akan pulang." ucap Dika. "Tunggu Dulu pak." ucap Anisa menahan tangan Dika. Dika menatap tangan nya.. Anisa langsung melepaskan nya.


Dika menghela nafas panjang. "Kalau kamu mau saya di sini, kamu jujur saja, jangan menjadikan hal lain, atau kata-kata lain tempat kamu bersembunyi." ucap Dika.


Anisa menghela nafas panjang. "Aku ingin Bapak menginap di sini." ucap Anisa. Dika tersenyum.


"Kamu yakin kamu ingin saya tidur di sini setelah kejadian tadi?" tanya Dika. Anisa langsung berdiri.


"Bapak jangan berfikir yang tidak-tidak, aku ingin bapak Di sini karena aku tidak memiliki teman." ucap Anisa.


"Baiklah saya akan tidur di sini." ucap Dika.


Mereka merapikan meja makan dan setelah itu istirahat.


Anisa turun membawa selimut dan juga bantal untuk Dika.


"Bapak tidur lah, aku akan ke kamar." ucap Anisa.


"Anisa!" panggil Dika.


Anisa yang hendak pergi menoleh ke arah Dika.

__ADS_1


"Ada apa pak?" tanya Anisa.


"Selamat malam." ucap Dika. Anisa menganguk.


"Selamat malam juga untuk bapak." ucap Anisa.


Anisa Pun naik ke atas.


"Anisa." panggil dika lagi. Anisa yang sudah di tanggal menoleh ke arah Dika.


"Jangan takut atau Sedih, saya akan di sini menemani kamu dan mimpi indah." ucap Dika. Anisa sangat terharu dengan kata-kata Dika. Tampa mengatakan apapun dia langsung masuk ke kamar nya.


"Ini tidak mungkin! Ini tidak mungkin." ucap Anisa sambil memegang dada nya. jantung nya tidak berhenti berdetak dari tadi sampai pipi nya memerah.


Anisa tidur di kasur. Dan tidak beberapa lama akhirnya dia tidur.


Keesokan harinya...


"Selamat pagi Pak..." Ucap Anisa turun ke bawah.


Namun tidak ada jawaban.. Anisa melihat Dika masih tidur di sofa.


Anisa mendekati nya.


"Tumben banget pak Dika bangun telat." ucap Anisa. Dia mengambil air putih untuk di minum.


"Kamu sudah bangun?" ucap Dika.. Anisa balik dari dapur namun sudah melihat Dika berdiri di ruang tamu dengan wajah yang masih sembab, rambut yang berantakan.


"Kenapa kamu menatap saya seperti itu?" tanya Dika. Anisa menunjuk ke arah bawah Dika..Dika penasaran dia menoleh ke bawah nya dia sangat terkejut dan langsung menutup di Jony nya yang ikut terbangun.


Dia langsung berlari ke kamar mandi..Anisa hanya bisa tertawa. "selain membuat takut dan ngeselin dia lucu juga." ucap Anisa.


Anisa mau Merapikan sofa sebelum Dika marah-marah, namun tidak sengaja dia fokus kepada pesan masuk di layar ponsel Dika yang hidup.


"Selamat pagi Dika.."


"Kamu jangan lupa sarapan sebelum berangkat bekerja."'


"nanti Malam makan malam yok." isi pesan. Anisa dengan iseng menghapus pesan yang masuk dari Gisel.


"Pak Dika sibuk, jadi dia tidak akan memiliki waktu untuk makan malam dengan perempuan mana pun." ucap Anisa dalam hati..Dia langsung kembali ke kamar.


Tidak beberapa lama kedua nya sudah rapi. Mereka siap untuk berangkat ke sekolah.


Kali ini Dika naik mobil Anisa.

__ADS_1


"Apa Candra sudah mengabari kamu?" tanya Dika. Anisa menoleh ke arah Dika.


"Seperti nya dia sudah melupakan ku." ucap Anisa.


__ADS_2