Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 100


__ADS_3

"Kalau tidak di depan Boni?" tanya Dika. Anisa tersenyum. Dika meletakkan Sendok goreng nya dia memegang pinggang Anisa dan mendekat kan kepada dirinya.


Anisa menatap mata Dika.


"Apa sekarang saya boleh mencium dan memeluk kamu?" tanya Dika..Anisa langsung mencium Dika terlebih dahulu.


Dika menahan ciuman Anisa dan membalas ciuman nya balik. Kedua nya sampai lupa kalau lagi menggoreng Ikan.


"Bau apa ini?" ucap Anisa melepaskan ciumannya, padahal wajah Dika sudah kesal.


Ternyata Ikan yang di goreng oleh Dika sudah gosong sembelah.


"Ikan nya sudah gosong." ucap Anisa. Dika langsung mematok kompor.


"Yahh gosong." ucap Dika. Anisa tertawa melihat ikan itu hitam.


Dika menatap Anisa.


"Kamu menertawakan saya." ucap Dika. Anisa tersenyum.


"Goreng yang baru lagi, lagian kakak sendiri sudah tau lagi masak malah mau mencium ku." ucap Anisa. Dika mendekati Anisa.


"Saya belum puas." ucap Dika dia mau melanjutkan ciuman nya namun tiba-tiba handphone Anisa berdering. Dika menghela nafas panjang.


"Tunggu sebentar. Ini putri menelpon ku." ucap Anisa.


"Iyah halo Putri." ucap Anisa.


"Kamu lagi sama Pak Dika yah? Lama banget jawab telpon dari aku." ucap Putri.


"Iyahh, kenapa kamu menelpon ku?" tanya Anisa.


"Sudah jelas kamu tau saya lagi bersama Anisa kenapa kamu masih menganggu kami?" tanya Dika.


"Maaf pak, saya sebelumnya tidak tau." ucap Putri.


"Kalau begitu kamu jangan mengganggu." ucap Dika. Panggilan telepon langsung di matikan oleh Dika.


Anisa menatap wajah Dika. "Kakak seperti kehausan kasih sayang saja. padahal sebelumnya kakak memiliki banyak kekasih yang lebih perhatian dari pada aku." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang.


"Saya tidak suka kamu membahas masa Lalu, itu sudah masa lalu, untuk apa lagi di ingat?" ucap Dika.


"Baiklah-baiklah aku minta maaf. Sekarang aku sudah lapar aku mohon lanjut masak dulu." ucap Anisa.


Dika menganguk dia mengambil ikan baru dan langsung menggoreng nya.


Setelah selesai Masak mereka Makan berdua. Saling suap-menyuap mereka berdua.


Tiba-tiba saja pintu ada yang mengetuk.

__ADS_1


"Siapa yang datang?" tanya Dika.


"Aku akan membuka nya, kakak lanjut sajaa makan." ucap Anisa. Dika menggeleng kan kepala nya.


"Kamu dari tadi sangat lapar, sebaik nya kamu lanjut makan saja saya akan membuka nya." ucap Dika.


Anisa menganguk. Dika berjalan ke arah pintu.


"Iyahh tunggu sebentar." ucap Dika membuka pintu.


"Selamat sore Adik kakak..." ucap Marsel sambil membawa bunga dan ternyata yang membuka pintu adalah Dika. Marsel seketika langsung terdiam dia melihat ke arah dalam.


"Kenapa Bapak bisa di sini? Anisa mana?" tanya Marsel.


"Kak." ucap Dika menyalim Tangan Marsel.


"Kak Marsel." ucap Anisa kaget melihat Dika datang bersama Marsel oe meja makan.


"Sebenarnya hubungan kamu dengan guru kamu ini apa?" tanya Marsel. Dika hanya diam saja. Sebenarnya dia sudah sangat ingin jujur Tapi dia takut Anisa tidak setuju dengan keputusan nya itu.


"Pak Dika di sini karena undangan ku, aku Selama ini dengan pak Dika sudah sangat dekat itu sebabnya aku mengundang dia makan di sini." ucap Anisa.


Marsel menatap Anisa.


"Sejak Kapan kamu pandai berbohong seperti ini kepada kakak?" tanya Marsel.


"Aku tidak bohong kak, aku serius, kakak bisa tanya sendiri kepada pak Dika." ucap Anisa.


"Kalau Anisa tidak akan jujur kali ini, aku bisa memastikan kalau Anisa tidak ingin memiliki hubungan yang serius dengan saya." batin Dika.


"Iyahh kak, aku dengan kak Dika pacaran. Tapi aku bukan bermaksud membuat semua nya kacau, aku hanya memiliki rasa cinta kepada kak Dika." ucap Anisa.


Marsel Menghela nafas panjang dia memegang kepala nya..Dika yang mendengar Anisa langsung terkejut dia menatap Anisa cukup lama.


"Aku mohon maafin aku kak, aku tidak bermaksud untuk membuat kakak kecewa, namun aku ingin memilih sesuatu yang membuat ku bahagia." ucap Dika.


"Terserah kamu saja." ucap Marsel.


"Kak aku mohon... Aku mohon jangan marah dulu." ucap Anisa.


Marsel menatap Dika.


"Apa kamu tidak ingin mengatakan apapun?" tanya Marsel kepada Dika.


Dika berdiri.


"Sebelum nya saya minta maaf kepada kak Marsel, hanya saja saya pikir pacaran adalah hal yang umum. Tidak ada salahnya jika kita pacaran." ucap Dika.


"Berani-beraninya kamu berkata seperti itu kepada saya!" ucap Marsel.


"Saya akan menjaga Anisa Kak, saya akan melindungi dia dan juga mengajarkan dia hal yang baik semampu saya..Saya Sangat serius mencintai Anisa kak." ucap Dika.

__ADS_1


"Saya mohon kakak memberikan Restu kepada kami berdua untuk menjalin hubungan ini." ucap Dika. Marsel berdiri.


Dia menampar pipi Dika. "Kak Marsel.. Jangan.." ucap Anisa langsung melindungi Dika yang sudah di tampar sekali.


"Anisa baru kelas dua SMA, sementara kamu sudah dewasa sekali..Kamu hanya menjadikan Adik saya pelampiasan kan? saya tidak ingin Adik saya sakit hati karena pria." ucap Marsel.


"Kak aku mohon jangan mengatakan hal seperti itu, kak Dika orang yang baik." ucap Anisa.


"Kamu belum tau sifat asli nya." ucap Marsel.


"Saya berjanji tidak akan pernah menyakiti hati Anisa." ucap Dika.


"Sudah lah.. Pria sekarang tidak ada yang bisa di percayai." ucap Marsel.


"Tapi kak Dika tidak sama seperti kakak yang tega menyakiti hati perempuan, menghancurkan perempuan dan meninggalkan perempuan." ucap Anisa langsung.


Marsel langsung terdiam.


"Kak aku dan kak Dika saling mencintai, apa salah nya jika kakak mendukung hubungan kita berdua?" tanya Anisa.


"Saya mohon kak, berikan Restu kepada kami berdua, saya tidak akan pernah menyakiti hati nya, membuat nya sedih." ucap Dika.


Marsel tidak bisa mengatakan apapun dia akhirnya memilih untuk pergi saja dari sana.


"Kak! Kak Marsel. Kak." panggil Anisa. Dika menahan Anisa.


"Sudah.. Biarkan saja kak Marsel sendiri, dia lagi butuh waktu sendiri." ucap Anisa.


Anisa melihat bibir Dika yang bengkak.


"Aku akan mengobati nya." ucap Marsel, namun Dika menggeleng kan kepala nya.


"Sebaik nya kamu siap-siap, teman-teman kamu sudah menunggu." ucap Dika.


"Aku tidak perlu pergi, aku ingin menemani kakak di sini." ucap Anisa.


Dika menggeleng kan kepala nya.


"Tidak apa-apa Anisa, kamu pergi lah, saya baik-baik saja sekarang." ucap Dika.


Anisa menghela nafas panjang.


"Baiklah kalau begitu, aku siap-siap Dulu." ucap Anisa. Dika menganguk.


Setelah Anisa masuk ke kamar. Dika bersandar di sofa.


"Huff ini benar-benar sangat sakit sekali. seperti nya kak


Marsel tidak menyukai aku dekat dengan Anisa." batin Dika dalam hati.


Dia mengobati luka nya sendiri. Tidak beberapa lama Anisa Turun ke bawah dia melihat Dika berbaring di sofa.

__ADS_1


"Kak aku pergi dulu yah." ucap Anisa.


__ADS_2