
Menejer Rina akhirnya keluar. Dia melewati Anisa dan menyenggol nya.
"Saya sudah mengantar kan Anisa ke sini, saya akan kembali bekerja pak." ucap Sekkretaris.
"Baik. Terimakasih sudah menemani kekasih saya." ucap Dika.
"Bapak dengan Anisa sudah sangat cocok. sebaik nya Bapak menikah saja dengan Anisa." ucap sekretaris nya.
"hus kamu ngomong apa?" ucap Dika.
Sekkretaris nya tersenyum. "Saya hanya bercanda Pak. Kalau begitu saya mohon diri." ucap sekretaris nya langsung keluar dari ruangan Dika.
Anisa berdiri melihat ruangan Dika yang begitu luas dan sangat rapi.
"Wahh bagus banget." ucap Anisa, Dika tersenyum.
"Kalau aku sudah bekerja nanti, aku ingin memiliki perusahaan yang seperti ini." ucap Anisa.
"Aminn.." ucap Dika. Anisa mendekati Dika.
"Boleh kah aku bekerja di sini? Aku ingin bekerja. Kalau aku sudah lulus nanti aku bingung mau bekerja di Mana." ucap Anisa.
Dika tertawa kecil. "Apa yang kamu katakan Anisa?" tanya Dika.
"Aku mempunyai nilai yang cukup buruk, perusahaan mana yang ingin aku bekerja di kantor nya. Mereka akan mempertimbangkan lagi, kalau ini kan perusahaan kakak sendiri, aku bisa masuk tanpa tes apapun kan?" ucap Anisa.
Dika menahan tawa. "Kenapa kakak tertawa? Apakah ini lucu? aku serius, aku ingin bekerja dan menghasilkan uang sendiri." ucap Anisa.
"Tidak hanya bekerja di perusahaan ini, tapi kamu akan bekerja di rumah untuk saya dan anak-anak kita nanti." ucap Dika.
Anisa menatap Dika. "maksud kakak apa? kakak mau menjadi kan aku pembantaian?" tanya Anisa. Dika menghela nafas panjang dia memegang kening nya.
"Bukan seperti itu Anisa." ucap Dika.
"Lalu?" tanya Anisa.
"Kamu tidak perlu bekerja. Kalau kamu sudah lulus saya akan menikahi kamu dan tugas kamu hanya merawat dan mengurus saya, setelah memiliki anak tugas kamu hanya mengurus anak. Masalah uang biar saya yang mencari, karena uang saya adalah uang kamu." ucap Dika.
"Kakak yakin mau menikah dengan perempuan seperti ku? Aku rasa kakak harus berfikir beberapa kali agar tidak salah pilih." ucap Anisa.
Dika menghela nafas panjang. "Saya sudah memilih kamu, tidak ada keraguan meskipun kamu meminta saya menunggu, saya akan menunggu kamu." ucap Dika.
"Ah sudahlah aku tidak mau membahas ini, sebaik nya kakak menjawab dulu apakah aku boleh bekerja di sini?" tanya Anisa.
__ADS_1
Dika Menganguk. Anisa tersenyum.
"Hanya menjadi asisten pribadi Saya." ucap Dika langsung.
"Asisten pribadi? Apa saja pekerjaan nya?" tanya Anisa.
"Menemani saya bekerja, memberikan saya semangat, mengambil kan saya minum atau menemani saya Makan, Serta memanjakan saya." ucap Dika.
Anisa memukul Dika.
"Jangan bercanda. Aku sedang serius." ucap Anisa..Dik tertawa.
"Sebaik nya kamu sekolah baik-baik dulu, mendapatkan nilai yang baik, nanti dari nilai kamu dengan mudah kamu bisa mendapatkan pekerjaan." ucap Dika.
"Kakak adalah pacar ku, apa sulit untuk mengijinkan aku bekerja di sini?" ucap Anisa.
"Semua yang bekerja di sini melalui tes, melihat nilai dan kinerja mereka." ucap Dika.
"Sudah lah, tidak ada yang memaksa kamu bekerja bukan? Kalau uang kamu kurang saya akan menambah nya." ucap Dika.
Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak akan pernah mengambil uang kakak." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang.
"Kamu selalu menolak uang dari saya." ucap Dika.
"Apa pekerjaan kakak sudah selesai?" tanya Anisa. Dika Menganguk.
"Aku sudah tidak sabar mau bertemu dengan Boni, ayo kita berangkat." ucap Anisa.
Dika menganguk. Mereka pun keluar dari perusahaan itu.
Menejer Rina melihat Anisa dan Dika pergi.
"Aku yang selalu berjuang mendapatkan hati pak Dika, namun perempuan itu yang berhasil memiliki nya." Rina dengan sangat jengkel sekali.
Sebelum ke panti asuhan mereka seperti biasa membeli banyak makanan dan juga buku-buku untuk mereka.
. Setelah sampai di panti asuhan mereka di sambut dengan sangat hangat dan juga sangat baik sekali.
"Kak dari tadi aku tidak melihat Boni, dia kemana yah?" ucap Anisa. Dika melihat ke semua anak-anak namun Boni tidak ada.
"Permisi Bu, kalau boleh tau Boni kemana yah?" tanya Dika.
__ADS_1
"Oohh Boni lagi jalan-jalan keluar sama Calon orang tua baru nya." ucap ibu yayasan.
"Orang tua baru?" ucap Anisa.
"Iyahh, beberapa hari lagi Boni akan sah di angkat menjadi anak angkat dari orang kaya yang lumayan terkenal di kota ini." ucap ibu Yayasan.
"Kenapa di berikan buk? Kenapa tidak bilang dulu kepada saya?" tanya Dika.
Anisa terkejut karena Dika berteriak.
"Memang nya kenapa pak? Bukan nya bagus kalau Boni di angkat oleh orang yang mampu, saya yakin hidup nya menjadi lebih baik." ucap ibu yayasan.
"Saya tidak ingin Boni di asuh oleh oleh orang lain, saya akan segera menikah dan mengambil Boni." ucap Dika.
ibu yayasan dan semua pengurus terdiam. Anisa juga diam.
"Mau bagaimana lagi pak, semua data-data sudah masuk." ucap yayasan.
"Berapa kerugian nya? Saya Akan membayar semua nya, saya tidak ingin Boni di ambil oleh orang lain." ucap Dika.
Setelah di pembicaraan mereka. Akhirnya adopsi di batal kan. Dika adalah donatur terbesar dia juga orang yang sangat baik kepada anak-anak, mereka harus menghormati Dika karena kebaikan nya selama ini.
"Kak minum Dulu." ucap Anisa memberikan minum dingin kepada Dika.
Dika menoleh ke arah Anisa sambil menghapus air mata nya.
"Hak adopsi sudah di batal kan kok, Boni sudah di bawa pulang ke sini. Mereka lagi di perjalanan." ucap Anisa sambil mengelus punggung Dika.
"Sebenarnya Kak Dika dengan Boni ada hubungan apa? Kenapa kak Dika sangat marah ketika Boni di adopsi oleh orang lain? Kenapa juga kak Dika terlihat sangat sedih sekali." ucap Anisa dalam hati.
Dika bersandar ke bahu Anisa. "Saya sangat menyanyangi Boni sama seperti adik saya sendiri. Saya sudah pernah ingin mengadopsi dia, namun tidak bisa karena saya tidak memiliki istri." ucap Dika.
"Kalau begitu kakak menikah lah, kalau dengan cara itu kakak bisa mengambil Boni." ucap Anisa. Dika menatap Anisa.
"Apa kamu mau menikah dengan saya?" tanya Dika. Anisa terdiam sejenak.
"Saya tidak ingin menikah dengan orang lain, saya hanya mau menikah dengan kamu." ucap Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Menikah tidak semudah itu kak, apalagi aku belum cukup Umur." ucap Anisa.
Dika menunduk kan kepala nya.."Kalau begitu saya akan menunggu umur kamu 19." ucap Dika. Anisa tersenyum.
Dika memeluk Anisa. "Saya menyanyangi kamu dan juga Boni. Saya tidak ingin kehilangan Kalian." ucap Dika..Anisa tersenyum.
__ADS_1
"Aku juga sangat mencintai Kakak." ucap Anisa.
"Om Dika..." Ucap Boni yang baru saja datang.. Dika melepaskan pelukannya, dia mengejar Boni dan langsung memeluk nya.