
"Yang menggaji dia adalah Saya, bukan kalian. Saya kecewa kepada kalian semua saya akan memotong gaji kalian." ucap Marsel.
"Pak jangan pak, jangan pak kami mau makan apa kalau seperti ini." ucap anggota lain nya.
"Ini adalah resiko karena sudah memperlakukan orang yang sangat penting bagi saya seperti ini." ucap Marsel.
Tiba-tiba Tri masuk, dia Heran melihat semua orang terdiam menunduk kan kepala nya.
"Pak, pak Marsel ada apa ini?" tanya Tri.
"Tidak ada apa-apa." ucap Marsel mengambil lap, mengambil ember dan juga membuka celemek Tri.
Tri kebingungan. Setelah itu Marsel menarik tangan nya keluar.
"Kenapa pak? Aku mau di bawa kemana?" tanya Marsel.
Marsel tidak menjawab. Mereka duduk di Cafe yang tidak jauh dari Toko.
"Kenapa bapak membawa ku ke sini? Ini masih jam kerja." ucap Tri. Marsel menggeleng kan kepala nya.
"Tidak apa-apa!" ucap Marsel.
Tri kebingungan melihat Marsel.
"Ada apa sih dengan dia." batin Tri.
"Mau pesan apa Pak?" tanya mbak-mbak datang sambil menawarkan menu.
Marsel memesan dua minuman dingin.
"Kenapa kamu hanya diam saja? Biasa nya kamu tidak berhenti berbicara." ucap Marsel.
Tri menatap wajah Marsel dengan sangat serius.
"Apa daya boleh mengatakan sesuatu pak?" tanya Tri.
"Humm silahkan! Tidak ada yang melarang nya." ucap Tri.
"Saya mau Libur untuk satu hari saja." ucap Tri.
"Kenapa? Apa kamu tidak betah di toko atau ada urusan lain?" tanya Marsel.
"Bukan seperti itu pak, saya hanya mau cuti satu hari." ucap Tri.
"Baiklah kalau begitu. Kalau kamu mau gaji kamu di potong." ucap Marsel. Tri mengangguk. "Baik pak saya akan menerima berapa persen di potong gaji saya." ucap Tri.
Marsel menganguk mengerti.
"Saya tidak bisa lama-lama di sini pak, saya harus pamit ke Toko untuk bekerja." ucap Tri.
__ADS_1
"Minuman saja belum datang kenapa kamu langsung pergi? Apa kamu tidak mau menemani saya Minum di sini?" tanya Marsel.
Tri duduk lagi. Minuman datang.
"Untuk hari ini kamu bisa pula terlebih dahulu karena saya tau yang lelah bekerja hari ini adalah kamu, tidak ada yang bisa kamu kerjakan di toko karena sudah selesai semua." ucap Marsel.
"Tapi pak."
"Saya akan mengantar kan kamu pulang.' ucap Marsel. Tri terdiam sejenak.
"Akhirnya aku bisa pulang, aku tidak sabar ingin rebahan. Kembali ke toko akan membuat aku di marahin oleh mereka." ucap Tri dalam hati.
setelah selesai minum Marsel mengantarkan Tri pulang ke apartemen nya.
Sementara di tempat lain Putri terbangun dia melihat jam sudah jam satu lewat.
"Humm aku kok jadi ketiduran disini sih?" ucap nya dia melihat Arya tidur. Putri mendekati nya dia memeriksa suhu badan Arya ternyata sudah kembali normal.
"Sudah normal, bagus deh kalau begitu." ucap Putri merasa lega.
Namun tiba-tiba tangan nya di tahan peluru Arya.
"Kamu sudah bangun?" tanya Putri. Arya menganguk sambil tersenyum.
"Aku akan mengambil makan siang untuk kamu. Tunggu lah sebentar." ucap Putri.
Tidak beberapa lama kembali membawa makan siang untuk Arya.
"Lain kali jaga kesehatan, jangan sakit lagi karena dua hari sakit badan kamu sudah sangat kurus." ucap Putri.
Arya tersenyum.
"Malah senyum." ucap Putri. "Ternyata cerewet kamu melebihi mamah ku, dia tidak pernah marah seperti itu kepada ku." ucap Arya.
"ehkh.. Aku salah lagi yah? aku minta maaf." ucap Putri menutup mulutnya. Arya menggeleng kan kepala nya sambil menurun kan tangan putri memegang nya.
"aku senang kalau kamu cerewet seperti itu kepada saya karena itu demi kebaikan ku sendiri." ucap Arya. Putri gugup karena Arya memegang tangan nya.
"Ya udah kalau begitu lanjut makan." ucap Putri langsung menarik tangan nya dan menyuapi Arya.
Setelah selesai makan Arya minum obat.
"Aku rasa keadaan kamu sudah cukup baik, aku pulang yah." ucap Putri.
"Ssstthh.... Awwwhhhhh." Tiba-tiba Arya menjerit sambil memegang kepala nya.
"Kenapa Arya? ada apa?" tanya Putri kaget.
"Kepala ku tiba-tiba sakit." ucap Arya. Putri langsung memijit-mijit nya.
__ADS_1
"Bagaimana, sudah mendingan?" tanya Putri. Arya menggeleng kan. "Aku mohon kamu jangan pulang dulu. Kalau aku membutuhkan sesuatu bagaimana? Orang tua ku belum pulang." ucap Arya.
"Ya udah kamu rebahan saja." ucap Putri.
Arya menginyakan.
Putri melihat sekeliling rumah Arya yang sangat ramai dengan hiasan tembok, dan juga banyak piala, banyak juga penghargaan.
"Ternyata kamu banyak mendapatkan penghargaan dari event yang lain yah." ucap Putri sambil membaca penghargaan nya.
"Humm." jawab Arya.
"Kamu juga harus melihat penghargaan lomba puisi ku." ucap Arya berdiri mau menunjukkan nya.
"Kamu belum sembuh, jangan berdiri, kamu rebahan saja." ucap Putri mendorong Arya ke tempat tidur lagi.
Namun Arya ngotot mau menunjukkan nya kepada Putri.
"Kamu harus melihat nya, kamu juga harus membaca puisinya." ucap Arya.
"Aku bisa mencari nya sendiri, kamu tidur lagi." ucap Putri, namun tidak sengaja saat di dorong ke tempat tidur Arya menarik pinggang Putri dan kedua nya jatuh di tempat tidur.
Bibir Arya dan Bibir Putri bersentuhan.
Putri mau berdiri namun di tahan oleh Arya.
"Aku tidak akan tidur kalau kamu tidak menemani aku di sini." ucap Arya.
Putri hanya diam saja, Arya membenarkan tidur mereka dan Putri tidur di lengan Arya.
"Kenapa aku malah mau sih? Dan kenapa ini sangat nyaman sekali." batin Putri.
Tidak beberapa lama Arya tidur lagi mungkin karena pengaruh obat.
Putri menatap wajah Arya. Dia juga melihat bibir Arya yang dia cium baru saja. Putri menyentuh bibir nya.
"Kenapa aku tidak marah? Kenapa aku tidak keberatan?" ucap Putri.
Dia mau pergi diam-diam namun Arya menahan nya. Arya menatap wajah Putri.
"Kamu pura-pura tidur yah?" tanya Putri. Arya menggeleng kan kepala nya. Terlihat kalau Arya terkejut merasakan Putri mau pergi.
"Kamu jangan pergi, temanin aku di sini, aku ingin bersama kamu." ucap Arya menutup mata nya lagi.
"Mau sedang sakit, atau tidak dia selalu berbicara ngasal." ucap Putri.
"Arya lepasin aku, aku mau ke kamar mandi." ucap Putri. Arya tidak sadar lagi, Putri berusaha untuk melepaskan tangan Arya dan pergi ke kamar mandi..
Setelah keluar dari kamar mandi dia terkejut melihat Arya duduk di depan pintu membuat nya sangat terkejut sekali.
__ADS_1
"Kenapa kamu pergi? Kamu membangun ku." ucap Arya.. Putri menghela nafas panjang. Mereka kembali ke tempat tidur..
Putri melihat Arya tidur dia juga akhirnya ikut tidur.