
"Huff bagus deh kalau begitu, aku sangat lega mendengar nya." ucap Candra.
"Apa ada masalah?" tanya Dika. Candra mengganguk.
"Aku merasa Anisa memiliki pasangan yang lain, sekarang dia sudah dia sudah sangat berubah sekali." ucap Candra.
"Berubah bagaimana?" tanya Dika. N
"Dulu Anisa selalu memiliki waktu untuk ku, namun sekarang sama sekali tidak, kalau ketemu aku harus memaksa nya terlebih dahulu." ucap Candra.
"Mungkin sekarang Anisa sedang sibuk. Kamu jangan berfikir yang tidak-tidak." ucap Dika.
"Aku sangat takut kalau Anisa sampai memiliki kekasih baru." ucap Candra.
"Kenapa kamu takut? walaupun dia sudah memiliki pasangan baru mungkin itu hanya pelampiasan saja, karena yang lama adalah pemenang nya." ucap Dika.
"Humm kamu benar juga." ucap Candra. Dika tersenyum. "Sudah tidak perlu memikirkan itu lagi, sebaiknya kita minum." ucap Dika.
Di meja lain ternyata Anisa mengikuti Dika.
"Mereka membicarakan apa sih? Kenapa kelihatan nya sangat serius sekali." Batin Anisa.
"Semoga saja tidak menceritakan tentang ku." ucap nya.
"Permisi mbak, meja ini sudah di pesan oleh orang lain." ucap waiters. Anisa langsung berdiri.
"Huff aku harus duduk di Mana?" tanya Anisa.
"Anisa!!!" Panggil teman Anisa. Dika Dan Candra melihat ke arah pandangan perempuan yang memanggil Anisa.
"Loh Anisa di sini? Kok dia tidak bilang?" ucap Candra dia langsung berdiri dan menyusul Anisa.
"Saya kok kamu di sini? kamu gak bilang apa-apa sama aku." ucap Candra.
"Maafin aku, aku lupa ngabarin kamu, aku takut kamu khawatir." ucap Anisa. Dia melihat ke arah Dika yang berdiri di samping Candra.
"Mati lah aku, kak Dika pasti akan sangat marah, dia pasti sudah tau kalau aku membohongi dia."
"Ini teman-teman ku, kenalin juga semua nya ini adalah Candra, kalian pasti sudah tau, dan ini Teman nya." ucap Anisa.
"Kenalin nama aku Puput." ucap teman Anisa kepada Dika. Dika menjabat tangan Puput.
"Kenalin juga nama saya Dika, Teman baik Candra." ucap Dika.
"Kalau tidak salah, wajah dan nama kamu tidak asing sekali." ucap Puput.
"Dika adalah pemilik perusahaan XXX, berteman dengan dia sangat lah menguntungkan, dia sudah banyak membantu ku juga." ucap Candra.
Puput semakin tertarik sekali, sementara Anisa yang melihat itu sudah membulatkan matanya dia ingin menjauh duduk Puput dengan Dika.
__ADS_1
"Sayang kenapa kamu diam saja?" tanya Dika. Anisa menggeleng kan kepala nya.
"Tidak apa-apa kok." ucap Anisa.
"Oh iya apa aku boleh Minta Instragram kamu?" tanya Puput. Dika dengan senang hati memberikan nya.
"Dasar si Puput, paling tidak bisa melihat pria tampan." batin Anisa. Dia langsung minum.
"Sayang.." ucap Candra kaget.
"Aku ingin minum malam ini yang banyak. Kamu juga minum lah." ucap Anisa. Anisa memaksa Candra minum, begitu juga dengan dia.
Semakin dia melihat Dika dan Puput asik tertawa. Dia semakin cemburu dan tambah minum.
"Sudah Anisa, sudah! Saya sudah sangat pusing." ucap Candra.
Dika memerhatikan Anisa dengan Candra, hanya dia dan Puput yang tidak mabuk.
"Seperti ini lah yang saya rasakan sekarang Anisa, kamu harus Merasakan apa yang saya rasakan." batin Dika.
Setelah beberapa lama akhirnya mereka semua mabuk. Anisa sudah tertidur di atas meja, Candra dan yang lainnya.
"seperti nya kita harus pulang." ucap Puput.
"Kamu bawa lah teman-teman mu." ucap Dika. Puput mengangguk.
"Oh iya Put, aku mau meluruskan pembicaraan kita tadi, sebenarnya aku sudah memiliki pacar, aku minta maaf sudah berbohong." ucap Dika.
Dika tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu yah, aku titip Anisa dengan Candra." ucap Puput. Dia memaksa teman-teman nya pulang.
Sementara Dika menelpon supir nya. Tidak beberapa lama akhirnya datang juga.
"Apa yang bisa saya bantu Pak?" tanya supir nya.
"Tolong bawa Candra kembali ke penginapan nya dengan selamat!" ucap Dika.
"Baik pak." ucap supir. Candra di bopong keluar dari Sana.
Dika melihat Anisa. Dia menghabiskan minuman yang ada di dalam gelas nya.
"Anisa ayo kita pulang." ucap Dika. Anisa membuka mata nya dia melihat Dika.
"Jangan sentuh aku! Aku membenci kakak, aku bisa pulang sendiri." ucap Anisa.
"Kamu sudah mabuk! Jangan membantah!" ucap Dika.
"Aku tidak mau! Sebaiknya kakak pergi mengantarkan Puput pulang." ucap Anisa mendorong Dika.
__ADS_1
"Kamu cemburu terhadap Puput?" tanya Dika.
"Enggak! ngapain aku cemburu? Kalau kakak memilih Puput aku akan sama Candra." ucap Anisa.
"Tidak! Saya tidak ingin kamu bersama Candra." ucap Dika langsung.
Anisa diam. "Kenapa kamu harus membohongi saya Anisa? Saya sangat kecewa dan marah kepada kamu." ucap Dika.
Namun Anisa sudah terlanjur pingsan. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah, Dika harus menggendong Anisa ke kamar.
"Anisa... Kamu sebaik nya tukar baju dulu, baju mu sangat bau sekali." ucap Dika.
Namun Anisa tidak bangun, akhirnya Dika memberanikan diri untuk membuka baju Anisa. Dia menutup mata nya agar tidak menjadi jebakan untuk nya.
Setelah selesai dia berbaring di samping Anisa.
"Hahhh!!!" dia menghela nafas panjang.
"Kenapa Harus seperti ini?" ucap Dika menatap wajah Anisa. Dia membuka bajunya agar lebih enakan.
Anisa langsung memeluk Dika.
Keesokan harinya..
Anisa bangun terlebih dahulu dari Dika, dia melihat Dika di pelukan nya sedang bertelanjang dada.
Dia tidak terkejut lagi karena sudah hal biasa baginya.
"Selamat pagi..." Ucap Anisa mencium pipi Dika. Dika membuka mata nya dia melihat Anisa sambil tersenyum.
"Pagi..." ucap Anisa.
"Siapa yang membawa ku pulang? Dan siapa yang menukar baju ku?" tanya Anisa.
"Siapa lagi kalau bukan saya?" ucap Dika. Anisa tersenyum.
"Makasih yah." ucap Anisa. Dika tersenyum.
"Oh iya Candra bagaimana? dia dengan siapa pulang? Apa dia tau kakak membawa ku pulang?" tanya Anisa.
"Supir mengantarkan nya pulang karena sudah mabuk juga." ucap Dika dengan nada yang sangat tidak enak di dengar.
"Puput? apa kakak mengantarkan nya pulang juga?" ucap Anisa, Dika menghela nafas panjang. "Saya masih sangat mengantuk, sebaiknya ijinkan saya istirahat terlebih dahulu." ucap Dika.
Anisa menarik selimut Dika.
"Kakak suka sama Puput kan?" tanya Anisa, diam menatap Anisa.
"Bagaimana bisa aku berfikir saya suka sama Puput sementara saya baru bertemu dia, saya juga sudah memiliki kekasih yang sangat saya cintai, tidak ada ruang untuk orang lain!" ucap Dika.
__ADS_1
Anisa menatap mata Dika, "aku melihat kakak tertawa bahagia dengan Puput, selain sama ku kakak tidak pernah sedekat itu, namun tiba-tiba ke Puput kakak seperti nya langsung akrab." ucap Anisa dengan wajah cemberut.