Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 129


__ADS_3

"Den Dika pasti ada masalah datang ke sini kan?" tanya Mamang. Dika mengangguk.


"Saya memiliki kekasih yang bernama Anisa, dia adalah murid saya di sekolah, saya sudah lama mengincar dia namun beberapa bulan kami baru bersama." ucap Dika.


"Lalu?" tanya Mamang.


"Dia memiliki kekasih yang tak lain adalah sahabat ku sendiri. Kekasih nya pergi bekerja ke luar negeri dan itu adalah kesempatan saya untuk mendapatkan Anisa." ucap Dika.


"Dan saya berusaha mendekati Anisa sampai kami bersama, namun tidak beberapa lama kemudian kekasih nya itu kembali." ucap Dika.


"Dia sangat marah ketika melihat saya dengan Anisa. saya juga salah karena sudah mengambil kekasih nya." ucap Dika.


"Kekasih nya membongkar semua masa Lalu saya di depan Anisa." ucap Dika.


"Apa sebelum nya Anisa tidak tau sedikit pun tentang masa lalu mu?" tanya Mamang.


Dika menggeleng kan kepala nya. "Dia masih kelas tiga SMA Mang, saya takut dia tidak bisa menerima saya, saya sangat mencintai dia, saya tidak ingin dia pergi meninggalkan saya." ucap Dika.


Mamang menepuk pundak Dika.


"Ujian untuk bersama itu memang lah sangat banyak, selagi kamu bisa menyakinkan Anisa dia pasti akan memilih bertahan dengan kamu." ucap Mamang.


Dika diam. "Jangan terlalu bersedih lagi den, sedih tidak lah ada guna nya, lebih baik den bersenang senang terlebih dahulu selagi masih ada di sini." ucap Mamang.


"Lupakan semua nya. Jangan lupa juga untuk menghubungi Anisa agar dia tidak berfikir yang aneh-aneh tentang den Dika." ucap Mamang.


"Dia tidak tau saya ke sini Mang, saya juga tidak mengabari dia semenjak kejadian semalam." ucap Dika.


"Sebaiknya segera di hubungi, biasa nya perempuan itu akan marah Hanya karena tidak di kabarin." ucap Mamang.


Dika mengangguk. "Saya akan mencoba nya nanti Mang. saya takut dia juga marah kepada saya." ucap Dika.


"Perempuan itu sangat cepat luluh, kalau den berikan perhatian saja dia sudah di luluh." ucap Mamang.


Dika tersenyum. "Ya udah kalau begitu Mamang lanjut kumpul sama teman-teman Mamang dulu." ucap Mamang, Dika mengangguk.


Setelah sore sekali dia masuk ke rumah. Dia juga meminta Mamang menemani nya tidur di rumah nya.


"Den ayo makan." ucap Mamang. Dika yang baru saja mandi melihat makanan sudah tersaji di atas meja membuat perut nya semakin lapar.


"Walaupun banyak pikiran tapi jangan lupa untuk mengisi Perut, ini sangat lah penting." ucap Mamang. Dika tersenyum.


"Oh iya Mamang belum sempat bertanya bagaimana kabar orang tua kamu?" tanya Mamang.

__ADS_1


"Baik mang, namun aku sudah jarang bertemu mereka, aku membeli apartemen sendiri agar bisa menghindari mereka." ucap Dika.


"Oohh begitu, baiklah Mamang mengerti kok." ucap Mamang. Mereka pun makan berdua di meja makan sambil bercerita.


Sudah waktunya tidur. Dika memandangi handphone nya. Dia ragu antara mau menelpon Anisa atau tidak.


"Kalau mau nelpon Anisa telpon saja den, jangan ragu-ragu seperti itu." ucap Mamang yang melewati Ruang tamu.


"Mamang, Mamang belum Tidur?" tanya Dika. Mamang menggeleng kan kepala nya.


"Nih Mamang mau ke rumah Mamang sebentar."


Dika membiarkan Mamang pergi.


Di rumah Anisa, dia sedang berbaring di tempat tidur nya.


"Apa sampai di sini saja kak Dika dengan ku? Apa dia tidak ingin menjelaskan bagaimana sebenarnya tentang masa lalu nya?" ucap Anisa.


Tiba-tiba ketukan pintu membuat nya terkejut.


Marsel masuk dan melihat Anisa Belum tidur.


"Kakak pikir kamu sudah tidur." ucap Marsel, Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Aku belum bisa tidur kak. Aku tidak bisa berhenti memikirkan kemana kak Dika." ucap Anisa.


Marsel mendekati Anisa.


"Sudah lah dek, mungkin Dika bukan lah jodoh kamu, hubungan kalian sampai di sini saja." ucap Marsel.


Anisa menghela nafas panjang.


"Aku hanya ingin denger penjelasan dari dia sendiri. Apa benar dia sudah menikah? Dan Boni itu benar anak nya?" ucap Anisa.


Marsel menghela nafas panjang.


"Mau dia sudah pernah menikah, atau sudah memiliki anak itu bukan lah urusan kita, sebaiknya kamu berhenti mengharap pria seperti dia!" ucap Marsel.


"Kak aku mohon jangan berbicara seperti itu, kakak tau sendiri kalau aku mencintai laki-laki tidak lah mudah, begitu juga melupakan Nya." ucap Anisa.


"Lalu bagaimana dengan Candra? kenapa kamu begitu muda move on dari dia? Bahkan kamu tidak pernah mencarinya lagi." ucap Marsel.


"Karena aku sudah ada kak Dika, Candra akhir-akhir itu sudah sangat cuek kepada ku, dan aku juga tau sifat dia di belakang seperti apa." ucap Anisa.

__ADS_1


Marsel mengelus rambut Anisa.


"Kamu adik kakak yang sangat cantik, kamu jangan bodoh Hanya karena cinta. Sekarang kamu harus tidur karena besok sekolah, ayo tidur!" ucap Marsel.


"Kak..."


"Cepat tidur! Kalau kamu tidak tidur kakak akan melarang kamu bersama Dika." ucap Marsel.


"Baiklah kalau begitu kak, selamat malam." ucap Anisa. Marsel menyelimuti Anisa dan mematikan Lampu.


Marsel keluar dari kamar Anisa dia duduk di sofa.


"Cinta Anisa kepada Dika sudah sangat kuat, namun kenapa semua nya harus seperti ini? Seharusnya Dika harus memberi tau dari awal kepada Anisa." ucap Marsel.


Keesokan harinya...


"Huff pak Dika kemana sih? Ini pekerjaan nya bagaimana?" tanya sekretaris nya.


"Pak Dika sudah bilang kalau satu Minggu ini dia tidak Akan masuk, kamu sebagai sekretaris nya harus bisa mengatur nya." ucap Menejer.


Sekretaris nya menghela nafas panjang.


"Huff mau bagaimana lagi, aku harus mengerjakan semua ini." ucap sekretaris.


Dika bangun dia langsung lapar. Dia bingung harus memakan apa. Dia mencari jualan terdekat.


Setelah dapat dia kembali masak ke rumah nya. "Mamang pasti belum bangun." ucap Dika.


Setelah Memasak yang dia mau. Dia akhirnya membangun kan Mamang. Dika tadi nya mau makan sendiri namun dia tidak betah akhirnya membangun kan Mamang.


"Mang ayo bangun, saya sudah selesai masak." ucap Dika. Setelah selesai makan Mamang Pergi bekerja. Dika duduk di rumah nya sendiri.


Dia bosan, akhirnya dia memutuskan untuk membuka Laptop nya akhirnya dia membantu Sekretaris nya mengerjakan kerjaan kantor.


"Anisa!!! Anisa!!! bangun dek, kamu harus pergi ke sekolah." ucap Marsel membangun kan Anisa.


"Kasih waktu lima menit lagi kak, aku masih sangat mengantuk." ucap Anisa.


"Ini sudah telat! Kamu bangun." ucap Marsel.


"Bisa gak kak hari ini aku gak sekolah? Aku males banget ngadepin orang-orang." ucap Anisa.


Marsel menarik tangan Anisa. "Sudah kakak bilang jangan bodoh karena cinta." ucap Marsel. Anisa menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Kak aku sangat males sekali." ucap Anisa.


__ADS_2