Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 91


__ADS_3

"Ya udah kalau begitu deh, tapi aku boleh gabung dengan kalian untuk nonton sama-sama yah." ucap Putri. "silahkan saja, sekali an ajak teman kamu juga." ucap Dika.


putri tersenyum, Anisa hanya bisa menghela nafas panjang beberapa kali. "Untung saja kamu adalah sahabat ku, kalau tidak kamu akan habis oleh ku." ucap Putri.


"Kenapa? Kamu merasa Kesal karena waktu berdua kalian di ganggu oleh kami?" tanya Putri.."Yah gak gitu juga, hanya saja teman kamu pasti tidak nyaman." ucap Anisa.


"Ah kamu tidak perlu memikirkan dia, dia orang nya seru kok, kami boleh ikut bergabung yah." ucap Putri memohon. Anisa menoleh ke arah Dika.


"Ya udah deh iyah." ucap Anisa.


"Sebenarnya pria yang kamu bawa itu Siapa sih? Aku merasa tidak asing dengan wajah nya." ucap Anisa kepada Putri berjalan lebih dulu.


"Teman pak Dika, pak Dika mengenalkan nya kepada ku. sekarang kami sudah cukup dekat." ucap Putri. "Huff pantesan saja." ucap Anisa.


"Memang nya kenapa? seperti nya kamu takut sekali." ucap Putri. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Enggak apa-apa kok." ucap Anisa..


Mereka menonton Film sama-sama. Dika Duduk di samping Anisah, begitu juga dengan putri yang duduk di samping teman nya namun tidak sama barisan Kursi nya dengan Anisa.


Dika memegang tangan Anisa, namun Anisa menepis nya.


"Ini bukan di rumah!" ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang. "Humm baiklah." ucap Dika. Mereka fokus pada layar yang ada di depan mereka.


Flim di depan semakin serius, Dika mengambil kesempatan untuk memegang tangan Putri. Mereka langsung berpegangan tangan.


Dika senyum-senyum karena genggaman tangan nya langsung di balas oleh Anisa.


Setelah selesai menonton Anisa langsung berpamitan untuk pergi ke supermarket kepada Putri.


"Putri aku sama pak Dika pergi dulu yah, sampai jumpa besok." ucap Anisa. putri tersenyum sambil mengangguk.


"Huff akhirnya bisa pergi juga dari Putri." ucap Anisa.


"Kamu malu yah pacaran di depan putri?" tanya Dika..Anisa berhenti dia menoleh ke arah Dika.


"Bukan malu, hanya saja aku tidak ingin orang lain berpikir yang tidak-tidak tentang kita." ucap Anisa.


Dika menghela nafas panjang. "Humm.."


Anisa menatap Dika. "Ayo buruan masuk ke dalam mobil." ucap Dika.


Anisa mendekati Dika. Dia mencium bibir nya dengan singkat.


"Bukan aku tidak menghargai atau tidak mau mengakui kamu, hanya saja sekarang kita harus menutupi hubungan kita dulu." ucap Anisa.

__ADS_1


Dika yang di cium langsung kembali mood baik nya.


"Kapan kita akan menjadi pasangan seperti pada umumnya?" tanya Dika..


"Ada saat nya kok. Untuk sekarang belum Bisa." ucap Anisa.


Mereka berangkat ke supermarket. Dika membantu mendorong troli. "Kamu beli saja apa yang kamu mau, saya akan membayar nya. Kamu hanya cukup memberikan hati kamu kepada saya." ucap Dika.


Anisa yang sedang memilih barang-barang mendengar itu hanya bisa tersenyum.


"Kamu pasti membutuhkan ini." ucap Dika mengambil pembalut tiga yang besar untuk Anisa. Anisa menganguk Dika meletakkan di troli.


Setelah selesai belanja mereka makan dulu dan setelah itu pulang ke rumah.


"Kakak tunggu di sini saja, aku bisa menyusun ini semua sendiri." ucap Anisa..Dika Menganguk.


Dika di ruang tamu main game nya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Anisa.


"Tok!! Tok!! Tok!!" ketukan pintu.


"Anisa ada tamu yang datang." ucap Dika.


"Kakak bukain saja, pasti itu kurir." ucap Anisa dari dapur.


"Iyahh.. Siapa yah?" tanya Dika saat membuka pintu.


Ternyata itu adalah Marsel.


Marsel melihat Dika dari atas sampai ke bawah.


"Permisi.. Anda mencari siapa?" tanya Dika lagi.


"Saya mencari Anisa, apa Anisa nya ada?" tanya Marsel.


"Kak Marsel!" ucap Anisa yang kebetulan menyusul ke pintu.


Anisa langsung memeluk Marsel.


Dika melihat itu kaget, dia bingung sekaligus dia juga sangat cemburu.


"Ini siapa Anisa?" tanya Dika.


"Kenapa Kaka baru datang ke sini? Aku sudah menunggu kakak dari Kemarin." ucap Anisa tidak menghiraukan pertanyaan Dika.


Anisa membawa Marsel masuk ke dalam.

__ADS_1


"Kakak membawa ini untuk kamu." ucap Marsel memberikan boneka dua kepada Anisa.


"Wahh bagus banget kak, aku suka..Kakak tidak pernah membawa boneka yang tidak aku suka, semua nya aku suka." ucap Anisa.


Marsel tersenyum. "Bagus deh kalau kamu suka. Kakak datang ke sini karena tau kalau kamu Besok ujian, jadi kakak menyempatkan diri untuk datang ke sini." ucap Marsel.


Anisa tersenyum. "Kamu bilang kamu di sini sendirian, lalu ini siapa?" tanya Marsel kepada Anisa. Dika yang di abaikan dari tadi sudah sangat kesal.


"Oohh ini pak Dika, dia adalah Guru ku di sekolah sekaligu guru private ku." ucap Anisa.


"Oohh begitu. Senang berkenalan dengan Pak Dika..Saya adalah Marsel." ucap Marsel menyalim Tangan Dika.


"Ini sudah jam berapa?" tanya Marsel. "Kenapa kak?" tanya Anisa. "Kakak tidak bisa lama-lama di sini, kakak harus pergi." ucap Marsel.


"Kakak baru saja datang namun sudah mau pergi lagi, kakak benar-benar sangat jahat! Tidak mau memikirkan aku." ucap Anisa.


"Bukan seperti itu Anisa." ucap Marsel. Dika melihat Anisa begitu manja kepada Marsel membuat nya semakin Cemburu.


Dika pamit ke kamar mandi terlebih dahulu untuk melepaskan amarah nya di sana.. Namun tetap saja Anisa tidak perduli. Dika semakin cemburu dan juga Kesal.


Satu jam Marsel duduk di sana, akhirnya dia pamit untuk pergi. "Sampai jumpa lagi yah kak, aku pasti sangat merindukan Kakak." ucap Anisa.


Marsel memeluk Anisa. ..


"Kamu belajar yang rajin yah." ucap Marsel setelah itu dia pun pergi.


"Saya juga seperti nya harus pergi." ucap Dika.


"Loh kenapa? bukan nya kakak bilang akan menginap di sini?" tanya Anisa menahan tangan Dika.


"Karena saya tidak penting lagi, kamu sudah memiliki pria baru yang kamu panggil kak Marsel itu dan tidak memperdulikan saya!" ucap Dika.


"Kakak ngomong soal apa sih?" ucap Anisa.


"Saya tidak membicarakan apa pun, saya permisi Dulu mau pulang." ucap Dika.


Anisa menahan tangan Dika. "Kamu cemburu kepada kak Marsel?" tanya Anisa, Dika melepaskan tangan Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Saya tidak cemburu. Saya marah karena kamu merespon pria itu berlebihan bahkan memeluk nya, bermanja-manja dan tidak mengijinkan nya pulang." ucap Dika.


"Wajar saja aku seperti itu Kak, kak Marsel itu adalah kakak ku. Saudara ku." ucap Anisa. Dika terdiam sejenak.


"maksud kamu apa?" tanya Dika.


"Iyah.. Kak Marsel itu adalah anak papah ku dari istri pertama nya, kami sangat dekat sekali, hanya saja umur nya jauh lebih tua dari pada aku." ucap Anisa.

__ADS_1


__ADS_2