
Handphone nya sudah di antar ke servis handphone.
"Mungkin kak Dika masih sibuk, sebaik nya aku ke kamar saja." ucap Anisa.
Di sekolah Arya baru saja masuk ke dalam mobil nya dan keluar dari gerbang sekolah, namun dia melihat Putri yang sedang menunggu jemputan.
Arya mau berhenti namun tidak jadi karena hubungan nya dengan Putri tidak baik, dia langsung melewati Putri karena percuma saja dia menawarkan tetap saja akan di tolak.
Putri melihat mobil Arya melewati dan a begitu saja.
"Seperti nya Arya benar-benar marah kepada ku." ucap Putri. Tidak beberapa lama Ayah nya datang.
"Tumben banget kamu minta di jemput, biasa nya sama Arya." ucap Ayah nya.
"Maafin aku Ayah merepotkan ayah." ucap Putri.
"Tidak apa-apa." ucap ayah nya.
"Kemana Arya? Kenapa dia tidak kelihatan? Apa dia tidak masuk sekolah?" tanya Ayah nya.
"Sudah pulang duluan ayah." ucap Putri sambil naik ke atas motor Ayah nya.
"Suruh dia datang ke rumah karena Ibu kamu ulang tahun, malam ini Ayah mau ngadain acara makan-makan hanya kita-kita saja. Biar tambah ramai ajak saja Arya." ucap ayah nya.
"Tapi sepertinya nya Arya sangat sibuk Ayah, mungkin dia tidak akan bisa datang." ucap Putri.
"Ini permintaan ibu kamu, bujuk saja dia datang. Tidak mungkin dia tidak datang kelihatan nya kalian sangat dekat kok " ucap Ayah nya.
"Baiklah ayah, aku akan mencoba nya nanti." ucap Arya.
Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.
"Ibu selamat ulang tahun yah." ucap Putri datang langsung mengeluarkan hadiah yang sudah dia siap kan dari lama.
"Ya ampun nak, terimakasih banyak sayang." ucap Ibu nya langsung memeluk Putri.
"Semoga ibu panjang umur sehat selalu, Terimakasih sudah selalu ada untuk ku, adik dan juga Ayah." ucap Putri.
"Iyah nak." ucap ibu nya. Mereka berpelukan.
Ayahnya juga memberikan hadiah kepada istri nya itu.
Tidak lupa juga meniup lilin yang ada pad kue ulang tahun ibu nya itu.
Namun tiba-tiba ada Tamu.
"Assalamualaikum Bu, Pak." ucap Anisa yang baru saja datang.
__ADS_1
"Anisa... Kamu datang juga?" ucap Putri.
"Iyah dong, aku ke sini mau mengucapkan selamat ulang tahun yah Bu, aku membawa ini untuk ibu. Semoga panjang umur sehat selalu." ucap Anisa.
"Terimakasih banyak Anisa." ucap Ibu nya putri.
"Kalau begitu Ayo makan kue nya." ucap ibu Putri.
"Oh iya malam ini kamu sibuk gak?" tanya Putri kepada Anisa.
"Enggak kok, kenapa?" tanya Anisa.
"Aku mau kamu ikut makan-makan bersama kami di sini." ucap Putri.
"Oohh aku mau kok." ucap Anisa.
"Tapi aku boleh minta bantuan kamu gak?" tanya Putri.
"Bantuan apa?" tanya Anisa.
"Aku mau kamu ngomong sama Arya kalau dia di undang ibu malam ini ke sini." ucap Putri.
"Emangnya kalau kamu yang ngomong sendiri kenapa?" tanya Anisa. Putri menggeleng kan kepala nya.
"Ini kan urusan pribadi kamu sama keluarga kamu, aku di sini hanya tamu, sebaik nya kamu berbicara langsung saja kepada Arya." ucap Anisa.
"Tapi aku takut Arya menolak nya, karena sebelumnya aku tidak mau ikut dia untuk merayakan ulang tahun orang tua nya." ucap Putri.
Akhirnya Putri memutuskan untuk berbicara langsung kepada Arya melalui handphone nya.
Putri menelpon nomor Arya namun yang menjawab adalah orang tua Arya ternyata Arya sedang keluar bersama teman nya lupa untuk membawa handphone nya.
Putri tidak berani mengatakan kepada orang tua Arya akhirnya dia meminta ibu Arya untuk meminta Arya menelpon nya lagi nanti.
Panggilan pun mati.
"Bagaimana Putri?" tanya Anisa yang sedang bermain dengan adik Putri.
"Arya tidak di rumah, dia sedang keluar dengan teman nya." ucap Putri dengan sangat lesu.
"Kamu kenapa sih tidak menerima Arya menjadi pacar kamu?" tanya Anisa.
Putri terdiam. "Aku tau kalau Arya sangat menyukai kamu, jangan menyia-nyiakan pria seperti Arya." ucap Anisa.
"Aku menolak dia bukan karena tidak suka kepada nya, aku sudah memiliki perasaan kepada dia, namun karena.."
"Karena apa lagi? Kurang baik? Kurang keren? Kurang pintar atau kurang kaya?! Semua nya sudah ada pada dia." ucap Anisa.
__ADS_1
Putri menggeleng kan kepala nya. "Bukan tentang itu. Aku hanya tidak ingin nanti dia menyesal bersama ku. Aku bukan lah perempuan yang sempurna." ucap Putri.
"Aku tau kamu trauma dengan masa lalu Putri, tapi Arya berbeda. Dia sudah tau latar belakang kamu seperti apa, dia berjuang untuk mendapatkan kamu kenapa kamu menyamakan dia dengan mantan kamu?" ucap Anisa.
Putri terdiam. "Kak Arya." ucap adik Putri berlari ke pada Arya yang di depan pintu.
Anisa dan putri kaget melihat Arya di balik pintu itu.
"Loh Arya Sejak kapan kamu di sini?" tanya Anisa.
"Tidak lama kok." ucap Arya.
"Kenapa kamu tidak langsung masuk saja?" tanya Anisa.
"Kelihatan nya kalian sangat fokus berbicara, aku tidak ingin mengganggu nya." ucap Arya.
"Kamu mendengar percakapan Kita tadi?" tanya Putri sudah sangat khawatir.
"Enggak kok, aku baru saja datang. Aku tidak mendengar nya." ucap Arya. Putri menghela nafas lega.
"Bagus deh kalau begitu." ucap Putri dalam hati.
"Kata orang tua kamu tadi, kamu lagi pergi sama teman kamu, kok tiba-tiba sudah di sini?" tanya Putri.
"Aku keluar hanya mencari kado bersama teman ku, aku mau bertemu dengan ibu kamu." ucap Arya.
"Loh ada tamu ternyata? Kok gak di suruh masuk sih? Ayo masuk nak Arya." ucap ibu dan ayah Putri.
"Orang tua kamu sudah sangat suka kepada Arya, kamu tidak boleh memberikan harapan palsu." ucap Anisa kepada Putri.
"Ssttt, kamu membicarakan apa sih?" ucap Putri kesal.
Anisa tertawa kecil.
"Ibu dan Bapak berfikir kamu tidak akan mau datang ke sini dan sama sekali tidak mengingat hari ulang tahun Ibu " ucap ibu nya putri.
"Tentu ingat dong Bu, sebelum nya mamah saya Ulang tahun sudah di Masakin kue, dia memberikan ini untuk ibu dan ini dari saya, semoga ibu suka yah." ucap Arya.
"Terimakasih banyak nak," ucap ibu Putri.
Anisa senyum-senyum melihat nya.
"Seandainya saja aku dengan keluarga ku utuh, aku pasti sangat senang melihat Kak Dika di senangi oleh mamah dan papah." batin Anisa.
Dia melihat handphone nya pesan masuk.
"Maaf yah sayang aku tidak pulang hari ini, aku akan menginap di rumah orang tua ku." isi pesan dari Dika.
__ADS_1
"Humm mungkin orang tua nya sangat merindukan kak Dika." ucap Anisa.
"Baiklah." balas Anisa singkat.