
"Kamu pura-pura tidur yah?" tanya Putri. Arya menggeleng kan kepala nya. Terlihat kalau Arya terkejut merasakan Putri mau pergi.
"Kamu jangan pergi, temanin aku di sini, aku ingin bersama kamu." ucap Arya menutup mata nya lagi.
"Mau sedang sakit, atau tidak dia selalu berbicara ngasal." ucap Putri.
"Arya lepasin aku, aku mau ke kamar mandi." ucap Putri. Arya tidak sadar lagi, Putri berusaha untuk melepaskan tangan Arya dan pergi ke kamar mandi..
Setelah keluar dari kamar mandi dia terkejut melihat Arya duduk di depan pintu membuat nya sangat terkejut sekali.
"Kenapa kamu pergi? Kamu membangun ku." ucap Arya.. Putri menghela nafas panjang. Mereka kembali ke tempat tidur..
Putri melihat Arya tidur dia juga akhirnya ikut tidur.
Tidak terasa waktu nya pulang sekolah Anisa keluar dari kelas nya buru-buru karena dia yakin Dika menunggu di luar.
Dari jauh dia melihat mobil nya di parkiran.
"Huff nyesal aku mengijinkan dia tinggal di rumah ku, kalau seperti aku jadi merasa bersalah membuat dia kelelahan menunggu ku." ucap Anisa dalam hati.
"Tapi berkat dia juga aku tidak pernah kesepian lagi, aku tidak ketakutan tidak ada yang perlu aku khawatir kan." ucap Anisa.
"Sayang..." Ucap Anisa masuk ke dalam mobil namun ternyata Dika tidur. "Ya ampun lagi kerja malah tidur." ucap Anisa mengambil laptop dan menyimpan nya.
Anisa tersenyum menatap wajah Dika yang tidur kelihatan nya baru saja tidur.
Dia mengelus rambut Dika mencium pipi nya dan tiba-tiba Dika bangun.
"Kamu sudah pulang?" tanya Dika, Anisa menganguk.
"Kakak kenapa tidur di sini? Kenapa tidak pulang saja?" tanya Anisa.
Dika menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak mau pulang karena saya mau mengajak kamu ke sesuatu tempat." ucap Dika.
"Mau kemana?" tanya Anisa. "Ke Panti asuhan. Berhubung kamu saptu dan Minggu libur jadi kita bisa menginap di sana." ucap Dika.
"Tapi Sore ini kak Marsel datang ke rumah, dia juga mau tidur di rumah." ucap Anisa.
"Loh kok kamu gak ngomong sebelum nya? Saya sudah membooking penginapan." ucap Dika..
"Lagian kakak gak nanya-nanya dulu sih, aku gak tau rencana kakak hari libur seperti itu." ucap Anisa.
Dika menghela nafas panjang. "Ya udah deh besok saja kita ke sana setelah kak Marsel pergi." ucap Anisa.
"Humm ide bagus. Saya takut kalau kak Marsel tau dia tidak mengijinkan kamu ikut." ucap Dika.
"Tidak mungkin kak, walaupun kak Marsel terkadang ngeselin tapi dia baik kok." ucap Anisa.
Dika menganguk dia membenarkan Kursi nya. "Nih aku bawain minum untuk kakak." ucap Anisa. Dika mengambil nya dan meminum nya.
__ADS_1
Setelah itu mereka meninggalkan sekolah itu.
Di tempat lain...
Tri baru saja bangun dari tidur nya. Sesampainya di apartemen dia langsung tidur tanpa menukar pakaian nya.
Dia melihat jam sudah sore.
"Sudah sore ternyata." ucap nya dia kelaparan mau mencari makan di dapur nya namun dia kaget melihat Marsel di ruang tamu nya.
"Loh itu pak Marsel, kok dia masih di sini?" tanya Tri bingung.
Tri mendekati Marsel.
"Pak! kenapa bapak masih di sini?" tanya Tri. Marsel menoleh ke arah Tri.
"Kenapa? Apa saya tidak boleh tinggal di sini? Ini apartemen saya." ucap Marsel.
"Bukan seperti itu Pak, tapi Bapak di sini sudah dari tadi?" tanya Tri karena dia tidak sadar kalau Marsel ikut dengan nya ke dalam apartemen nya.
"Menurut kamu?" tanya Marsel. "Saya tidak tau Pak, saya pulang-pulang langsung tiduran sehingga tidak sadar." ucap Tri.
Marsel mau tertawa mendengar kata-kata Tri.
"Kamu ketiduran di dalam mobil saya, dan saya lah yang membawa kamu ke kamar." ucap Marsel.
Tri terdiam kaget.
"kenapa tidak membangun kan ku saja Pak?" tanya Tri.
"Asal kamu tau, kamu tidur seperti orang mati yang mustahil bangun." ucap Marsel.
Tri sangat segan dia malu.
"Saya sangat lapar. Saya melihat di dapur banyak bahan masakan. Cepat lah masak!" ucap Marsel.
"Bapak yakin mau makan masakan saya?" tanya Tri.
"Humm apa yang salah? Apa masakan kamu harus saya beli?" tanya Marsel.
"Baiklah pak saya akan masak sebentar." ucap Tri. Marsel melihat Tri berjalan ke arah dapur.
Marsel mau mengikuti ke dapur namun handphone nya berbunyi telpon dari adik nya Anisa.
"Halo kak, kakak ada di mana? aku pikir kakak sudah di rumah." ucap Anisa. "Kakak masih di toko." ucap Marsel.
"Di toko? berarti ada Tri dong, aku mau ngomong sama Tri kak." ucap Anisa.
"Nanti saja." ucap Marsel.
__ADS_1
"Aku mau sekarang kak." ucap Anisa. Akhirnya Marsel memberikan kepada Tri.
"siapa pak?" tanya Tri.
"Anisa, dia mau berbicara dengan kamu." ucap Marsel.
Tri langsung berbicara dengan Anisa. Anisa sengaja langsung mengalihkan ke panggilan video.
"Halo Tri, kamu sedang apa?" tanya Anisa.
"Nih lagi masak." ucap Tri.
"masak? Bukan nya lagi di toko? Tapi kelihatannya sedang di apartemen." ucap Anisa.
"Iyah aku lagi di apartemen." ucap Tri.
"kamu di apartemen sama kak Marsel?" tanya Anisa..Tri menganguk.
Anisa terdiam sejenak.
"Humm kak Marsel nanti mau ke sini, kamu ikut yah, aku mau ngajakin kamu makan-makan di sini sama kak Dika juga." ucap Anisa.
"Tidak bisa Anisa." ucap Tri.
"Kenapa tidak bisa? Bukan nya kamu meminta libur Besok? jadi kamu harus ikut." ucap Marsel.
"Nah ikut saja, lagian kamu gak pengen lihat aku sama Kak Dika?" ucap Anisa menunjukkan Dika yang tidur di pangkuan nya.
Marsel melihat nya, Dika kaget dia langsung duduk melihat tatapan tajam Marsel.
"Ya udah deh aku ikut." ucap Tri.
"Nah gitu dong, sampai jumpa Besok. lanjut masak saja, kasihan yang di belakang pasti sudah sangat lapar. Ingat dia tidak suka makanan yang pedas." ucap Anisa.
Tri menoleh ke arah Marsel. Telpon langsung mati.
"Kenapa kamu menatap saya seperti itu?" tanya Marsel. Tri menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.
"Cepat lah masak." ucap Marsel.
"Aku merasa ada yang aneh dengan kak Marsel dan Tri." ucap Anisa. Dia menoleh ke arah Dika yang duduk diam.
"Kakak kenapa diam saja?" tanya Anisa.
Dika menggeleng kan kepala nya. "Kok kakak diam sih? Ada Masalah?" tanya Anisa.
Dika menggeleng kan kepala nya.
"Tentang kak Marsel?" tanya Anisa. Dika langsung mengangguk.
__ADS_1
"Seharusnya kamu tidak menunjukkan kamera nya ke arah saya, dia akan ke sini dan siap untuk memarahi saya." ucap Dika.
Anisa tertawa kecil mendengar itu.