Kisah Anisa Di Sekolah

Kisah Anisa Di Sekolah
Episode 30


__ADS_3

"Apa? Lain kali? Itu artinya mereka akan Makan malam bersama lagi?" ucap Dika dalam hati.. Anisa mau mundur namun tidak sadar di keinjak kaki Dika. Dia kaget sehingga hampir jatuh ke lantai untung saja Dika dengan cepat menahan nya.


Mereka berdua jadi pusat perhatian.


"Kamu lagi? Kamu benar-benar selalu membawa sial Untuk anak saya!" ucap mamah nya Dika langsung mengawas kan Anisa dari Dika.


Anisa di perlakukan cukup kasar sampai Dika memasang wajah khawatir.


"Ayo pergi saja." ucap Mamah Dika.


"Aku belum membayar nya Mah." ucap Dika.


"Biar asisten Mamah saja yang membayar nya. Mamah tidak mau melihat perempuan yang aneh ini di sini." ucap mamah nya.


Dika mengikuti Mamah nya pergi.


"Anisa kamu gak apa-apa kan?" tanya Arya. Anisa menggeleng kan kepala nya.


"Kita langsung pulang saja." ucap Anisa.


Sesampainya di rumah Anisa duduk di pinggir tempat tidur nya.


"Aku melakukan kesalahan apa sih kepada orang tua nya pak Dika? Hanya kejadian beberapa Minggu yang lalu membuat dia mengingat wajah ku dan tidak suka kepada ku." ucap Anisa.


"Sangat aneh sekali..." ucap Anisa. Dia melihat boneka besar yang di kasih Candra.


"Candra... Kamu lagi apa? Kenapa kamu sama sekali tidak menghubungi aku?" tanya Anisa.


Memeluk boneka itu mencium aroma wangi nya dan setelah itu tertidur sangat pulas sekali.


"Akhir-akhir ini mamah sering melihat perempuan itu di sekitar kamu. Ada hubungan apa kamu dengan dia?" tanya mamah nya kepada Dika.


"Gak ada hubungan apa-apa Mah. Hanya tidak sengaja saja." ucap Dika. Mamah nya menghela nafas panjang.


"Mamah yakin dia pasti Anak yang tidak baik." ucap Mamah nya lagi.


Dika hanya bisa diam.


"Lalu bagaimana kamu dengan Gisel? Apa kamu akan meninggalkan kekasih mu?" tanya Mamah nya.


"Huff berapa kali aku harus mengatakan kalau aku tidak memiliki kekasih mah, aku hanya berteman baik dengan wanita-wanita yang di anggap orang lain pacar ku." ucap Dika.


"Tapi Kamu harus mendapatkan pendamping hidup lagi." ucap mamah nya.


"Untuk sekarang aku tidak ingin membahas itu dulu mah, aku lebih fokus kepada pekerja an ku." ucap Dika.


"Aku harus kembali ke apartemen ku sekarang juga mah." ucap Dika setelah mengantar kan mamah nya pulang bersama papah nya.

__ADS_1


"Kamu tidak berencana untuk menginap di sini?" tanya Mamah nya. "Maafin aku yah mah, bukan nya aku tidak mau, aku harus berangkat pagi besok." ucap Dika.


"Baiklah kalau begitu..Kamu hati-hati yah nak."


Dika akhirnya pulang ke apartemen nya.


Sesampainya di apartemen nya dia menelpon Anisa namun tidak di jawab.. Menelpon lagi dan mengirim kan pesan dia tidak membalas.


"Dia pasti sangat marah karena mamah tadi." batin Dika.


"Mamah kenapa harus kasar sih kepada Dia?" ucap Dika mengusap wajah nya dengan sangat kasar.


Di pagi hari nya... Dika siap-siap Lebih awal agar bisa menjemput Anisa.


"Loh Motor ku di mana?" tanya Dika. Dia mencoba mengingat lagi dan ternyata motor nya ada di rumah orang tua nya. Karena tadi malam dia menggunakan mobil.


"Ah sudahlah. Sebaiknya aku pakai ini saja." ucap Dika.


Sampai di depan rumah Anisa yang menyambut dia adalah Bu Lala.


"Pak Dika sudah datang saja pagi-pagi, Anisa baru saja bangun." ucap Bu Lala.


"Oohh, kalau begitu saya akan menunggu di luar." ucap Dika.


"Di dalam saja, saya akan membuat kan Kopi." ucap Bu Lala..Dika sudah menolak namun Bu Lala tetap mau membuat.


"Bu Lala Sangat ramah, baik dan juga lembut. Sementara Anisa sangat jauh berbeda." batin Dika.


Dika menggeleng kan kepala nya.


"Apa tidak ada niatan untuk mencari pasangan?" tanya Bu Lala lagi..


"Saya ingin lebih fokus ke pekerjaan saya dulu Bu." ucap Dika.


"Jangan panggil ibu lah, saya Masih muda. Dulu umur 18 saya sudah menikah." ucap Bu Lala.


"Kelihatan nya juga masih muda." ucap Dika. Bu Lala tersenyum.


"Apa kamu sudah memiliki pacar?" tanya Bu Lala..


"Ekhem-Ekhem..." akhirnya Anisa turun juga. Bu Lala menghela nafas panjang ketika anak nya datang tidak tepat waktu.


"Ngapain bapak pagi-pagi di sini?" tanya Anisa.


"Pak Dika mau menjemput kamu, mulai hari ini pak Dika akan lebih sering mengantarkan kamu pulang dan juga ke sekolah." ucap mamah nya.


"Baiklah mah kalau begitu." ucap Anisa hanya bisa pasrah.

__ADS_1


Anisa masuk ke dalam mobil.


"Berapa mamah ku menghabis kan uang untuk menyewa mobil ini untuk Bapak?" ucap Anisa.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Dika.


"Mobil ini tidak mungkin Milik bapak." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang.


"Kita berangkat ." ucap Mobil pun di jalan kan.


"Kamu tidak terluka kan tentang tadi malam?" tanya Dika. Anisa menoleh ke arah Dika.


"Orang tua Bapak memang tidak memiliki akal sehat! Aku tidak melakukan kesalahan apapun tapi dia memperlakukan ku dengan sangat kasar!" ucap Anisa.


"Kamu jangan berbicara kasar seperti itu tentang orang tua saya." ucap Dika.


"Orang tua bapak yang memulai terlebih dahulu. Aku tidak ingin bertemu dengan nya lagi." ucap Anisa.


"Saya minta maaf Atas nama orang tua saya. Mungkin karena sudah tua dia jadi sedikit sensitif." ucap Dika.


"Minta maaf? Orang tua bapak mengata-ngatai aku, orang tua ku saja tidak pernah seperti itu." ucap Anisa. Dika menghela nafas panjang lagi dan lagi.


"Saya tua mamah saya salah. Dia orang tua, kamu harus lebih banyak mengalah." ucap Dika.


"Males banget aku harus mengalah, sementara aku gak Salah apa-apa!" ucap Anisa.


"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Dika.


Anisa Diam. Dika menarik tangan Anisa yang sempat terkena kuku Mamah nya saat menarik Anisa dari Dika dan mendorong nya.


"Apa sih Pak pegang-pegang!" ucap Anisa menarik tangan nya dengan kesel.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan sekolah.


"Aku turun di sini saja." ucap Anisa. Dika langsung mengunci pintu karena Anisa nekat mau keluar dari dalam mobil.


"Aku tidak mau masuk bersama Bapak." ucap Anisa..Dika hanya diam. Anisa minta Dika berhenti namun dika tidak Mau.


Sampai di parkiran Anisa memerhatikan Suasana dulu. Melihat Arya dia langsung Menunduk. Setelah Arya masuk dia baru keluar.


"Hayy Arya..." Sapa Anisa kepada Arya yang sudah di dalam kelas.


Arya tersenyum.


"Nanti pulang bareng aku yah." ucap Arya.


"Iyahh..." ucap Anisa sambil tersenyum.

__ADS_1


Dia duduk di kursi nya di samping Putri.


"Kamu sama Dika akhir-akhir ini semakin dekat saja yah." ucap Putri kepada Anisa. Anisa senyum.


__ADS_2