
"I Love You"
Kayla tertegun seraya sedikit mengernyitkan keningnya mendengar kalimat itu dari mulut Kenzo. Bukan ia tidak pernah mendengarnya, Kayla sering mendengar Kenzo mengucapkan kalimat itu untuk merayu para gadis. Tapi kali ini, Kenzo mengatakan itu padanya. Terdengar geli dan lucu untuk Kayla, tapi tadi Kenzo bilang dia ingin berbicara serius dan meminta Kayla untuk tidak menertawakannya. Jadi, Kayla harus bereaksi seperti apa? Sedangkan tidak mungkin kan Kenzo mengungkapkan itu dari hatinya.
"Kamu ngomong apa sih Ken?"
"Gue cinta sama elu, Kay."
Kayla menarik sudut bibirnya, kemudian ia menutup mulutnya. Tidak, apa Kenzo akan tersinggung jika Kayla tertawa sekarang.
"Kay, gue gak bercanda. Gue udah lama suka sama lu. Dari kita kecil, gue udah suka sama lu. Cuman gue gak siap buat ngomong jujur, gue takut nyakitin elu. Tapi sekarang, gue serius Kay. Gue gak mau main-main lagi sama cewek. Udah saatnya kan gue serius ngejalanin hidup gue. Udah saatnya gue buka lembaran baru, dan lupain semua drama cinta gue yang penuh kepalsuan itu"
Kayla bingung harus menanggapi seperti apa. la hanya terus menatap Kenzo, mencoba mencari celah gurauan dari ucapannya itu. Tapi kenapa saat ini ia tidak yakin kalau Kenzo sedang bergurau!
"Maafin gue Kay, selama ini gue pacaran sama banyak cewek cuman buat nguji diri gue. Buat seneng-seneng dan kepuasan gue semata. Gue ngelakuin itu karena gue gak mau sampe nyakitin elu. Gue cuman cinta sama elu, karena itu gue gak pernah bisa ngejalin hubungan serius sama cewek manapun. Gue milih macarin mereka dibandingin elu, karena elu cuman nganggep gue sahabat kan. Gue gak mau persahabatan kita rusak gara-gara gue yang plin plan ini, gue gak mau sampe nyakitin perasaan elu nantinya kalo gue nyatain perasaan gue terlalu awal"
"Tapi sekarang gue udah siap. Gue udah siap buat ngejalanin hubungan yang serius, dan itu cuman sama elu Kay. Gue cuman pengen elu yang jadi masa depan gue."
Degg
"Ken, apa-apaan ini? Kenapa kamu ngomong kayak gini?!" tanya Kayla dalam hati.
Kayla begitu terkejut dengan pengakuan Kenzo, tidak tahu harus berkata apa. la memalingkan wajahnya dari Kenzo, kemudian melirik Kenzo lagi. Berharap senyuman jahil Kenzo tercetak di wajah konyolnya itu. Tapi tidak, ekspresi wajahnya tetap serius seperti tadi, tidak seperti biasanya yang Kayla lihat. Kayla tidak percaya bahwa ini kenyataan. Entah kenapa, rasanya Kayla ingin menangis saat ini juga. la tidak menyangka Kenzo akan mengungkapkan isi hatinya, bahkan ia tidak menyangka kalau ternyata Kenzo mencintainya sejak lama.
Tidak! Kayla tidak boleh langsung percaya begitu saja. Kayla merasa kesal ditatap Kenzo seperti ini, dan jantungnya berdegup semakin liar. Seakan-akan Kayla merasa seperti bukan HeroKenzo nya yang ada dihadapannya saat ini melainkan orang lain. Kayla memasang raut cemberut pada Kenzo, ia lalu mencolek ujung hidung Kenzo dengan telunjuknya. Kenzo hanya bereaksi kecil, dengan tersenyum tipis, namun tatapannya masih tidak berubah. Dia tersenyum tipis, senyuman yang jarang sekali ia perlihatkan pada Kayla.
"lih.. manis banget sih!" gerutu Kayla kesal dalam hati. "Astaga, aku kenapa?!" rutuknya kemudian.
"Ken, bercanda kamu keterlaluan. Kamu bilang kamu gak mau nyakitin aku. Apa kamu gak mikir kalo dengan kamu ngomong semua itu tadi, aku bakal sakit hati?" tanya Kayla dengan ekspresi ngambek.
"Gue gak lagi bercanda, Kay. Apa gue salah ngomong, kok sakit hati sih?"
Kayla memejamkan matanya frustasi. Kenapa? Kenapa begini? Belum selesai urusannya dengan Alex, sekarang Kenzo. Kayla pusing, lama-lama ia benci kata 'serius'. Kenapa begitu mudah bagi pria mengatakan kalimat keseriusan?! Apa mereka pikir menjalani hubungan serius itu mudah?
Dan Kenzo. Kenapa dia yang mengungkapkan isi hatinya pada Kayla, kenapa harus dia? Dia adalah sahabat Kayla, bahkan Kayla menganggapnya seperti saudara. lya, saudara. Beberapa kali itulah yang Kayla tekankan pada hatinya.
Sampai akhirnya, air mata yang ia tahan sejak tadi tumpah juga. Kayla menangis dihadapan Kenzo, tapi kali ini sedikit berbeda. Jika biasanya ia tidak sungkan menunjukkan mata basahnya pada Kenzo, ia akan menangis bebas mengeluarkan suara isakannya dengan lepas. Tapi kali ini, ia menangis dalam diam. Hanya suara isapan hidung dan sedikit getaran, tanpa menimbulkan bunyi tangisannya. Tapi bukan berarti Kenzo tidak menyadari itu.
"Kay, kok nangis?" tanya Kenzo merasa bersalah.
Kenzo menarik dagu Kayla agar gadis itu mendongak ke arahnya, tapi Kayla menepis tangan Kenzo. Kayla enggan mengangkat kepalanya, ia enggan memperlihatkan air matanya kali ini.
"Sorry kalo gue terkesan egois. Iya gue emang egois, harusnya gue mikirin perasaan lu. Tapi beneran deh Kay, gue serius, gue gak mau kehilangan elu." suara Kenzo kali ini terdengar agak parau.
Dengan marah Kayla berdiri dan membentak Kenzo. "Kita itu sahabat Ken, aku sama kamu itu sahabat. Bahkan udah kayak saudara kan! Hubungan persahabatan dan persaudaraan itu harusnya cukup, kita gak akan pernah ngerasain kehilangan satu sama lain! Kita sahabat, dari kecil, dan selamanya. Gak akan berubah! Kamu ngerti??"
Kenzo terperangah kaget Kayla memarahinya, bahkan diringi isak tangis dari gadis itu.
"Kamu ngerti gak? He'?! Trus kenapa kamu mau yang lain? Kamu mau hubungan kita berubah, apa jadi saudaraku itu gak cukup buat kamu, Ken?"
Setelah mengeluarkan uneg-uneg nya, Kayla berbalik membelakangi Kenzo. la berusaha menghentikan tangisannya. Sedangkan Kenzo masih tertegun mematung dibelakang Kayla.
Beberapa saat kemudian, Kenzo berdiri dan mendekati Kayla. la mengulurkan tangannya pada Kayla, dengan ekspresi wajah yang datar. Kayla yang bingung hanya mengernyit melirik tangan Kenzo, tanpa menyambutnya. Karena Kayla diam saja, Kenzo lantas berinisiatif meraih tangan Kayla. Seolah mereka sedang saling berjabat tangan.
"Selamat! Selamat, anda kena prank. Anda berhasil membuat saya puas!"
Setelah mengatakan itu, Kenzo tertawa terbahak-bahak. Sontak perlakuan Kenzo itu membuat Kayla jadi geram. la menatap sengit ke arah Kenzo yang masih tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya.
"Keterlaluan! Jahat kamu Ken! Bisa-bisanya kamu mainin aku kayak gini, kamu pikir ini lucu?! lya, ini lawakan paling lucu sedunia!" bentak Kayla geram.
"Elu gak mau kasih 'selamat' balik gitu ke gue? ujar Kenzo disela-sela tawanya.
"Selamat apa?! Selamat prank anda berhasil, gitu?" sungut Kayla.
"Enggak, gue gak mau denger yang itu" Kenzo terengah-engah sambil memegangi perutnya, ia kelelahan karena tertawa terlalu kencang.
"Trus? Selamat anda sudah membuat saya menangis, gitu?"
Kenzo terdiam sesaat, menatap wajah Kayla yang merah padam dan matanya yang masih basah. Kenzo kemudian berdecak malas.
"Ah, jahat lu Kay. Masa' elu lupa ini hari apa?"
Kayla mengernyit bingung. "Hari apa emang?" tanyanya acuh.
Kenzo melarikan pandangannya dari tatapan sengit Kayla. la menyandarkan punggungnya ke kursi, sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan melipat sebelah kakinya. la mengedarkan pandangannya melihat sekeliling dan sesekali ke atas pohon, tanpa melirik Kayla sedikitpun.
"Kenapa sih nih anak?! Kelakuannya ya... duhh ampun deh!" Kayla memutar bola matanya jengah.
"Tepat di hari ini, setahun yang lalu, elu sama Tante Nadia tiba-tiba hilang tanpa kabar. Elu gak tau gimana kacaunya gue waktu itu. Gue sampe nangis-nangis, apalagi abis liat rumah lu berantakan kayak abis dirampok. Gue khawatir Kay, gue takut elu sama Tante Nadia kenapa-napa" ujar Kenzo datar.
"Ck, bener-bener hadiah terburuk yang pernah gue dapetin." katanya seraya menggeleng-geleng.
"Hadiah?" ulang Kayla.
Kenzo menaikkan alisnya, "Masih gak ngerti juga, astaga..." gerutunya dalam hati.
"Jadi.. gak jahat kan kalo gue nagih balasannya sekarang. Dulu elu yang bikin gue nangis, sekarang-.."
__ADS_1
"Ken! Jadi kamu balas dendam?!" sela Kayla kesal.
"Terserah elu nyebutnya apa! Gue cuman ngambil hadiah gue kok, salah elu sendiri lupain gue." balas Kenzo kesal.
Kayla mengernyit dalam, memikirkan kenapa Kenzo menyebut 'hadiah' sejak tadi. Memangnya ada apa dengan hari ini?
Kayla kemudian terperangah, ia menatap Kenzo dengan tanda tanya. Sedangkan Kenzo yang mengerti maksud tatapan Kayla, menunjukkan wajah cemberutnya.
"Ini hari ulang tahun kamu, Ken?!"
Kenzo mengedikkan bahunya acuh, lebih tepatnya kesal.
"Ken, Ya Tuhan... kok bisa sih aku lupa. Ini kan hari ulang tahun kamu, Ken!" ucap Kayla antusias.
"Huuffttth... akhirnya inget juga." ujar Kenzo dengan nada malas.
"Hmm.. maaf ya Ken!" Kayla memegang tangan Kenzo seraya mengerucutkan bibirnya. Berharap Kenzo tidak marah padanya.
"Telat! Gue udah ngambek duluan!" sahut Kenzo kesal.
Tapi Kayla tahu Kenzo kesalnya tidak sungguhan, karena itu dia menggodanya. "Ayolah... HeroKenzo ku... ini kan hari ulang tahun kamu. Kamu mau hadiah apa, atau kamu.. mau traktir aku?"
"Eh, gak salah tuh! Elu minta ditraktir?" Kayla mengangguk cepat.
"Heh tunggu, ini kok jadi kamu sih yang ngambek, kan aku yang dibohongin!" ujar Kayla mulai cemberut, membuat Kenzo terkekeh.
"Ken, bisa-bisanya ya kamu bohongin aku kayak tadi! Aku juga bego banget sih, udah jelas kamu anaknya gak bisa serius masih juga aku percaya."
"Jadi, tadi elu percaya kalo gue cinta sama lu?" tanya Kenzo.
"lya. liih.. nyebelin! Nyebeliin....!" Kayla memukul-mukul dada Kenzo gemas, sedangkan Kenzo hanya bisa tertawa.
"Geli banget tau! Udah gak waras ya kamu!"
"Untung aja gak beneran! Bisa-bisanya kamu mikir mau nempatin aku di situasi kayak gitu" sungut Kayla.
"Kenapa gak gue terusin aja tadi ya, biar gue jadiin aja gitu. Selama ini kan elu selalu ilfil sama gue, gue jadi penasaran.. apa jangan-jangan elu malah diem-diem suka sama gue ya?!"
Kayla terhenti dari aksinya memukul dada Kenzo, saat mendengar Kenzo mengatakan itu. Mereka saling menatap. Kenzo mencoba menelisik tatapan Kayla, dan Kayla malah terpaku dengan tatapan Kenzo.
Degg
Di posisi sedekat ini, Kenzo merasa degup jantungnya semakin kencang, mungkin tangan Kayla yang sekarang masih menempel di dadanya akan merasakan degupan liar itu. Bagaimana tidak, Kayla yang sejak tadi terus memukul dada Kenzo membuat posisi duduk Kenzo lebih condong ke belakang. Sehingga terlihat Kenzo seperti setengah berbaring, sedangkan Kayla berada di atasnya. Entah apa yang gadis ini rasakan, ia terpaku tanpa mengedipkan matanya.
Otak jahil Kenzo pun beraksi, ia melingkarkan tangannya ke pinggang Kayla dan mencoba menarik Kayla ke pelukannya. Tapi Kayla buru-buru tersadar dan reflek menjauhkan tubuhnya dari Kenzo.
"Apa-apaan sih kamu" la kembali ke posisi duduknya seperti semula.
"Lagian elu ngapain liatin gue kayak gitu. Gue cowok normal Kay, jangan salahin gue kalo gue khilaf" sahut Kenzo lempeng.
"Ih, makin rese' aja ya! Udah mulai ngeres lagi tuh otaknya." Kenzo hanya tertawa menanggapinya.
"Udah ah, aku kesel sama kamu. Aku mau pulang aja. Ayo anterin aku pulang!" Kayla berdiri dari duduknya dan berjalan mendahului Kenzo.
"Gue gak mau nganter lu pulang" ujar Kenzo saat sudah sampai di samping motornya.
Kayla yang sedang mengenakan helm lantas terhenti, dan menyelis malas ke arah Kenzo.
"Yaudah aku pulang sendiri aja kalo gitu." Kayla melepaskan kembali helm nya.
"Eh sejak kapan sih Kay elu jadi ngambekan gini? Pake lagi helm nya!"
"Sejak kamu bikin aku nangis tadi. Kamu gak tau Ken akhir-akhir ini tuh aku lagi galau, aku pusing. Kamu malah nambahin masalah aku. lya, kamu bercanda. Tapi bercanda kayak gitu tuh bikin aku terlanjur kebawa perasaan tau gak!"
"Emang perasaan elu gimana?" tanya Kenzo tanpa pikir.
"Au ah! Males aku sama kamu." Kayla berlalu meninggalkan Kenzo.
"Eeh.. kok gini sih Kay. Ini hari ulang tahun gue tau, masa' lu giniin gue." Kenzo menyusul.
"Salah kamu, mood aku udah terlanjur buruk."
"Emang elu ada masalah apa sih? Sejak kapan elu belajar nyembunyiin masalah dari gue? Ayo cerita!"
"Gak ah, ntar kamu ledekin."
Kenzo terkekeh, "Oh itu dah pasti!"
Malah jawaban mengesalkan itu yang keluar dari mulut Kenzo, membuat Kayla semakin kesal saja.
"Ngapain kamu ngintilin aku? Sana!" Kayla mendorong pelan bahu Kenzo.
"Yaelah Kay.. udahan dong ngambeknya. Ini hari ulang tahun gue loh, gak mau gitu elu kasih gue apa kek. Tahun lalu elu udah sia-sia'in ulang tahun gue, jangan lah hari ini.." rengek Kenzo.
Kayla mendengus kesal.
"Kay..." Kenzo menarik tangan Kayla agar gadis itu menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Ayolah Kay... jalan sama gue ya, biar gak badmood lagi!"
"Ini udah jalan. Mau apa lagi?" sahut Kayla cuek.
"Hari ini elu harus ngabisin waktu bareng gue, sampe malam. Anggap aja sebagai hadiah ulang tahun."
Kayla tak menyangka Kenzo akan menjawab seperti itu. Langkahnya sontak terhenti. "Bareng kamu, sampe malam?"
"Hm. Tenang.. gue gak minta traktiran kok."
"Kamu kan tau Ken, mami gak bakal ngizinin aku keluar malam."
"Kita keluarnya kan siang, pulangnya aja ntar malam."
"Ih kamu tuh ya!" gemas Kayla.
"Gue udah izin sama Tante Nadia. Aman kok."
"Apa? Kapan kamu izin sama mami?"
"Tadi pagi. Niatnya sih gue mau jemput elu tadi pagi, eh.. keburu elu nya naik angkot duluan. Jadi gue cuman ketemu sama Tante Nadia, ya sekalian aja gue izin." ujarnya sambil menaik turunkan alisnya.
Menjengkelkan. Tapi Kayla masih kesal pada Kenzo, ia ingin Kenzo minta maaf dengan benar. Jadi Kayla akan tetap menolak Kenzo, mau itu diajak jalan-jalan, ditraktir, atau dibelikan barang sekalipun Kayla harus menolak. Kenzo harus mengerti dirinya, itu yang Kayla inginkan.
"Oh."
Hanya itu tanggapan Kayla, ia melanjutkan langkahnya meninggalkan Kenzo.
"Eh Kay, kok oh doang. Mau kan jalan sama gue?"
"Males ah, kamu udah bikin aku nangis hari ini, aku marah, aku kesel sama kamu. Kamu juga isengin aku, megang-megang aku segala. Aku gak mood mau kemana-mana, aku mau pulang aja."
"Kay.. ayolah..." bujuk Kenzo.
Kenzo lalu tersenyum. la menemukan cara untuk membujuk Kayla. Sejak kecil, jika Kayla sedih atau sedang merajuk padanya maka Kenzo akan melakukan ini untuk mengembalikan senyuman Kayla. Dan cara ini selalu berhasil, semoga kali ini juga.
"Kay.. Kay.. Kaylily.. lily.. lily.. lily..."
Kenzo bersenandung kecil sambil memainkan kepang rambut Kayla. Seperti lagu anak yang populer, yang berjudul 'Burung Kutilang'. Kenzo mengubah kecil lirik Tri li li.. li li li li li lii..., menjadi Kaylily lily lily lily.
Dia mengulangi lirik itu sambil terus memainkan kepang rambut Kayla, sampai akhirnya Kayla menghentikan langkahnya dan menoleh lalu tersenyum.
Kayla tertawa kecil sambil menepuk bahu Kenzo, "Kamu masih inget aja Ken."
"Inget dong! Itu kan cara terampuh buat balikin mood elu" sahut Kenzo lega.
"Minggu ini ada pameran loh Ken dekat komplek perumahan aku. Pasti banyak wahana nya, aku belum pernah kesana sih, tapi kata anak tetanggaku gitu. Asyik kayaknya. Denger-denger sekalian festival kuliner gitu juga deh."
Kenzo tersenyum lebar. "Fix, kita kesana. Kita main sampe puas. Jajan semua kuliner. Lagian deket juga sama rumah lu, Tante Nadia gak masalah dong kalo kita pulangnya malam.."
"Emm... semoga aja." jawab Kayla ragu.
"Udah gak ngambek lagi kan..?"
Benar-benar menyebalkan. Saat Kayla sudah mau tertawa dan sudah melupakan kekesalannya, Kenzo malah membahasnya lagi. Alhasil itu membuat Kayla jengkel.
"Siapa bilang?! Kalo kamu belum minta maaf, kita gak jadi jalan"
"lya iya gue minta maaf deh..."
"Gitu cara kamu minta maaf?" kesal Kayla.
Kenzo mendengus tawa, ia kemudian mengubah mimik wajahnya dan berucap. "Kaylily gue yang manis, maafin gue ya! lya deh gue ngaku, gue bercandanya kelewatan. Maaf udah bikin elu sedih, sampe lu nangis juga. Maaf ya..."
Kayla menahan tawanya melihat perlakuan menggemaskan Kenzo, benar-benar seperti anak kecil yang takut akan dimarahi orangtuanya.
"Hmm.. gimana ya.." pikir Kayla.
"Jangan kelamaan mikirnya, ntar gue meleleh nih.. panas tau cuacanya."
Sontak Kayla pun tertawa. "Kamu ini terbuat dari apa sih, kok bisa meleleh?" ledek Kayla, membuat Kenzo cemberut, tambah menggemaskan saja.
"lya iya aku maafin. Yaudah yuk!"
"Eh, balik dulu. Ngambil motor gue!" ujar Kenzo kemudian kembali ke taman.
Akhirnya mereka akur lagi seperti biasanya. Kenzo membawa Kayla ke kontrakannya, setelah Kenzo berganti pakaian ia lalu mengantar Kayla pulang. Hanya untuk mengganti pakaian saja, kemudian mereka pergi ke pameran dan festival kuliner yang lokasinya tidak terlalu jauh dari komplek perumahan tempat Kayla tinggal.
Semua keseruan di tempat permainan itu mereka nikmati bersama. Sudah lama rasanya tidak menghabiskan waktu bermain bersama seperti ini. Terakhir mereka bermain wahana dan makan jajanan seperti ini, kalau tidak salah ketika mereka masih SMP. Ah itu sudah lama sekali. Dan kebersamaan kali ini tentu sangat mengesankan bagi dua sahabat ini.
... ....
... ....
... ....
... ....
__ADS_1
... Bersambung...