Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Do'a Alisa


__ADS_3

Tett tett!


Suara klakson angkot membuat kepala Kayla terangkat. la dan Adit lantas beranjak untuk naik ke angkot.


"Langganan Mang Ucup kan neng?" tanya sang supir angkot.


"lya. Eh, bukan Mang Ucup ya." bingung Kayla setelah menengok pria yang duduk di kursi kemudi. Dia bukan supir angkot yang biasanya.


"lya neng. Mang Ucup anaknya lagi sakit, jadi hari ini saya yang gantiin."


"Oh." Kayla tersenyum kemudian naik.


Kayla duduk di sebelah seorang perempuan yang sedang memangku bayinya. Sedangkan Adit duduk di samping Kayla, tepat di dekat pintu. Ketika Kayla menoleh ke arah perempuan disampingnya, perempuan itu pun menoleh kearahnya.


"Kayla!"


"Alisa!"


Tentu saja mereka berdua senang bisa bertemu kembali setelah dua bulan yang lalu. Kayla beralih memandang wajah mungil bayi Alisa yang sekarang terlihat lebih gembul.


"Ya Tuhan.. anak kamu makin cantik aja Lis, sehat kan?"


"Alhamdulillah. Ini aku abis dari klinik, bawa Alika buat diimunisasi. Agak rewel sih tadi, tapi sekarang udah tidur dia." Alisa mengelus pipi gembul putrinya yang terlelap pulas.


"Apa kabar Lis?"


"Alhamdulilah banget Kay, semenjak kamu sama Alex nolong aku, aku ngerasa hidupku sekarang tenang. Dan sekarang juga keluarga aku udah mau nerima aku lagi. Baru beberapa hari ini sih aku tinggal di rumah orang tuaku lagi. Kehadiran Alika bikin keluarga kita hangat lagi. Aku bersyukur banget."


"Alhamdulillah.. aku ikut senang dengarnya." ucap Kayla sumringah.


Alisa menengok ke arah Adit, Adit pun tersenyum ramah. Tadinya Alisa ia pikir itu Alex.


"Eh Lis, kenalin ini temanku, Adit. Dit, ini Alisa."


Adit dan Alisa saling mengangguk ramah. "Tadinya aku pikir kamu sama Alex." kata Alisa.


Kayla tertawa kecil, "Alex bawa mobil sendiri, gak naik angkot."


"Kay, kalo aku boleh tau.. Alex itu pengusaha ya?"


"lya" jawab Kayla singkat.


Alisa tersenyum, "Kay, makasih banyak ya. Rasanya cuman ucapan terima kasih aja gak bakal cukup deh buat ngebalas semua kebaikan kamu sama Alex. Aku juga belum ngucapin terima kasih lagi sama Alex, bahkan aku belum ngehubungin dia sampe sekarang"


"Ya ampun Lis, gak usah sungkan. Lagian waktu itu kamu juga udah bilang makasih berkali-kali kok"


"Eh tunggu, apa maksud kamu ngehubungin Alex?"


"lya, abis dia ngasih cek sama kartu nama, aku sama sekali belum ngehubungin dia. Bilang makasih juga belum, jadi gak enak deh. Aku mau nelpon takutnya dia sibuk, mau nyamperin juga gak tau kemana enaknya biar bisa ketemu langsung. Untungnya ketemu kamu disini, mau kan Kay ajak aku ketemu Alex?"


Kayla agak bingung, "Oh, iya. Tentu. Tapi Lis, aku gak ngerti maksud kamu cek sama kartu nama apa sih?"


"Loh emang kamu gak tau ya, Waktu itu Alex ngasih cek 10 juta sama kartu nama dia."


"Hah? Masa! Aku gak tau." kaget Kayla.


"Jadi.. dia gak ngomong ya sama kamu."


Benarkah itu? Alex memberikan cek sebesar 10 juta pada Alisa, dan dia memberikan kartu nama juga. Padahal sebelumnya, biaya persalinan dan perawatan Alisa pun sudah ditanggung Alex seluruhnya.


"Dia gak ngasih secara langsung sih, wajar kalo kamu gak tau. Tapi aku pikir dia ngomong sama kamu"


"Gak ngasih secara langsung maksudnya gimana Lis?"


"Cek sama kartu nama itu ada di bawah bantal bayi aku. Ada note nya juga. Di sana dia nulis..


'Buat keperluan elu sama Alika. Atau mungkin bisa lu jadiin modal usaha kecil-kecilan juga. Semoga bermanfaat! Hubungin gue kalo butuh sesuatu"


Kayla terpukau mendengarnya. Ternyata Alex sepeduli itu pada Alisa. Alisa memang sangat membutuhkan uang untuk biaya hidupnya, selama masa kehamilan ia menjalani kehidupan yang sulit, terusir dan sendirian. Dengan uang cek yang diberikan Alex itu pasti sangat membantu kehidupannya sekarang. Bahkan Alex juga memberikannya kartu nama, yang artinya dia siap membantu Alisa lagi kapanpun Alisa memerlukan bantuan. Kayla tidak menyangka Alex akan membantu Alisa sampai sejauh itu, baik sekali. Kayla tidak tahu menahu soal ini, rupanya Alex melakukannya diam-diam tanpa sepengetahuan Kayla.


"Aku baru tau. Ternyata Alex sebegitunya bantu kamu" Kayla tersenyum tipis, agak tertegun.


"lya aku bersyukur banget. Sebelumnya aku tuh stres banget mikirin gimana nanti aku sama anakku bisa bertahan hidup, sedangkan semenjak hamil besar aku udah gak bisa kerja lagi. Trus juga aku sendirian, pastinya abis lahiran juga gak mungkin aku bisa kerja langsung. Tapi ternyata Tuhan baik banget sama aku, Dia ngirim kalian berdua buat aku"


Kayla terenyuh. "Dari uang cek itu, aku beraniin mulai usaha keci-kecilan Kay. Aku jualan online, kebetulan aku bisa bikin kue kering gitu. Baru dua minggu ini sih aku jalanin, soalnya kan aku baru jadi ibu ya, jadi ngerasain banget gitu gimana repotnya ngurus bayi sendirian. Setelah mulai terbiasa baru aku bisa sedikit rileks dan bisa mulai usaha."


Senyuman Alisa semakin berbinar, "Dan kamu tau Kay, dari jualan online itu orang tua aku ternyata simpati, dan akhirnya mau nerima aku lagi. Aku bahagia banget, aku benar-benar ngerasa hidupku sempurna sekarang. Walaupun tanpa ayahnya Alika, itu gak masalah sama sekali"


"Masya Allah.. Lis, kamu hebat. Kamu bisa ngelewatin semua cobaan itu, dan sekarang kamu semangat lagi. Aku senang dengernya, aku bangga bisa kenal sama perempuan sehebat kamu."


"Aku yang bangga Kay, bisa kenal orang semulia kamu dan Alex. Aku bisa lewatin cobaan itu juga berkat kalian. Terima kasih ya!"


Adit yang sejak tadi menyimak pun ikut terharu mendengarnya. Satu fakta lagi yang Adit tahu, ternyata Alex sudah berubah banyak, sepertinya The ruler of school itu semakin memantaskan dirinya untuk Kayla, dia membuktikan bahwa dia benar-benar telah berubah. Adit jadi iri, dan kagum juga tentunya atas kesungguhan Alex. Pantaskah Adit bersaing dengan Alex untuk mendapatkan hati Kayla?!


"Sekarang aku ngerasa insecure sama Alex." batin Adit, ia tersenyum kecut.


"Kamu beruntung Kay, dapat cowok kayak Alex." ujar Alisa. "Jangan dilepas ya!"


"Hah? Hahaha..." Kayla geli mendengarnya.


"Kamu ngomong apa sih Lis, kayaknya kamu salah paham deh."


Alisa bingung dengan reaksi Kayla. "Aku sama Alex itu.. cuman teman kok"


"Hah! Masa? Ah jangan bohong kamu Kay, aku bisa liat cara kalian saling natap."


"Beneran Lis..."


"Jadi dia bukan pacar kamu?" Kayla menggeleng.


"OMG, aku pikir kalian pacaran. Tapi.. sebenarnya kalian saling suka kan?" goda Alisa.


Kayla hanya tertawa kecil sambil menggeleng. "Apa keliatannya gitu? Kenapa sih orang-orang selalu ngira kalo aku sama Alex tuh pacaran, emangnya kita keliatan kayak orang pacaran ya?"


"Hm. Kalian cocok loh, buat aku sih.. couple goals banget." Alisa terkekeh, "Sorry ya Kay, aku malah sering do'ain loh kalo hubungan kamu sama Alex itu langgeng sampe ke pelaminan"


"A-apa??" Kayla terperangah kaget, ia reflek menutup mulutnya.


"Langgeng sampe ke pelaminan..?" monolog Kayla dalam hati.


"Haha.. ngaco kamu Lis." timpal Kayla yang sudah salting.


"Kalo aku jadi kamu aku gak bakalan sia-siain cowok kayak dia dalam hidup aku. Zaman sekarang tuh cowok ganteng, kaya, tapi gak sombong, itu udah menipis banget stok nya Kay. Jadi aku harap kamu gak akan lepasin Alex."

__ADS_1


Kayla mengernyit salah tingkah, ia mengulum bibirnya seraya melarikan pandangan dari Alisa yang semakin gencar menggodanya. Adit yang berada di samping Kayla hanya bisa terdiam dan tersenyum lirih.


... ____________________...


Seharian ini Alex banyak merenung. Bahkan saat ini, PR yang ia kerjakan pun tak kunjung selesai padahal ia sudah duduk di meja belajar selama lebih dari satu jam. Bukan karena PR nya susah, tapi pikirannya lah yang tidak bisa berkonsentrasi.


Alex menghela nafas berat seraya memejamkan matanya. la kemudian meraih ponselnya, ingin sekali ia menghubungi Kayla tapi ia takut Kayla akan mengabaikannya. Alex bisa merasakan bahwa Kayla akhir-akhir ini nampak menghindarinya, dan itu membuatnya sedih. Hatinya nyeri dan jantungnya berdenyut ngilu saat ia menyadari Kayla menghindarinya. Alex rasa itu bukan karena kehadiran Kenzo, karena sebelum Kenzo datang pun Kayla sudah seperti menjaga jarak dengannya. Dan sekarang setelah kehadiran Kenzo, Alex merasa Miss Kissable nya semakin jauh darinya.


Alex cemburu, dadanya memanas menyaksikan kedekatan Kayla dan Kenzo. Namun ia hanya diam. Bukan berarti ia rela ataupun tidak bisa melakukan apa-apa, ia diam karena ia tidak mau sampai salah langkah, yang memungkinkan hubungannya dengan Kayla memburuk. Karena bagaimanapun juga, Kenzo adalah sahabat Kayla.


Lama Alex memandangi ponselnya, hatinya sangat ingin menghubungi Kayla tapi jari jemarinya tertahan karena takut mengganggu gadis itu. Tiba-tiba satu notifikasi masuk ke ponsel Alex, membuatnya terperangah berbinar saking girangnya.


"Miss Kissable." gumamnya sambil membuka chat yang baru saja dikirim oleh Kayla.


📱


"Selamat malam Al."


Saking senangnya jemari Alex sampai gemetar dan bingung mau menulis apa untuk membalas chat Kayla. Padahal isi chat Kayla hanya ucapan selamat malam saja.


📱


"Selamat malam Miss Kissable."


Akhirnya hanya kalimat itu yang ia kirim, padahal tadinya ia banyak menulis kata-kata tapi kemudian ia ragu, lebih tepatnya bingung saking senangnya.


📱


"Al, kamu masih ingat Alisa?"


"Alisa?" monolog Alex, kenapa tiba-tiba Kayla membahas Alisa, pikirnya.


📱


"Alisa yang waktu itu kita temenin lahiran kan? lya aku ingat."


📱


"Tadi siang aku ketemu dia loh, dia keliatan bahagia dan semangat. Aku senang. Oh iya, dia kirim salam juga sama kamu."


📱


"Oh ya? Wah Alhamdulillah kalo gitu. Eh dia masih inget aku?"


📱


"Mana mungkin Alisa bisa lupain kamu Al, apalagi semua kebaikan kamu. Makasih ya..!"


📱


"Makasih buat apa?"


📱


"Kamu baik banget. Terima kasih ya Al, kamu mau sepeduli itu sama Alisa, padahal kalian gak saling kenal."


📱


"Kenal kok, kan kamu yang ngenalin. Lagian kita berbuat baik gak harus sama orang yang kita kenal aja kan, bisa sama siapa aja, bahkan sama orang yang jahat sama kita sekalipun. Aku belajar itu dari kamu."


📱


Senyuman Alex pun mengembang. Sungguh, rasanya kengundahan yang ia rasakan seharian ini hilang begitu saja sekarang.


📱


"Miss Kissable, boleh kan kalo aku kangen sama kamu?"


📱


"Tumben nanya dulu, biasanya langsung bilang aja."


📱


"Aku takut kamu ngerasa terganggu."


Cukup lama Alex fokus pada ponselnya, menunggu chat balasan dari Kayla. Entah apa yang menyebabkan Miss Kissable nya itu lama tak membalas chat nya.


📱


"Maafin aku ya, Al!"


📱


"Loh kenapa?"


📱


"Mungkin sikap aku akhir-akhir ini agak cuek sama kamu. Aku gak berniat buat jauhin kamu kok, aku cuman agak syok aja sama keputusan kamu yang mau ngelamar aku dalam waktu dekat. Maaf ya Al kalo aku bikin kamu gak nyaman."


Hati Alex menghangat seketika, ia tersenyum haru. "Miss Kissable.. aku sayang sama kamu." gumamnya sendiri.


📱


"Nggak papa Miss Kissable, aku ngerti kok. Aku minta maaf juga ya! Mungkin aku terkesan egois, tapi aku sayang banget sama kamu. Aku harap aku gak bikin kamu tertekan."


📱


"Aku harap aku gak ngecewain kamu, Al."


Senyuman Alex tidak memudar sedikit pun, ia bahagia malam ini. la sangat berharap bahwa hubungannya dengan Kayla akan membaik, hingga niat baiknya untuk melamar Kayla terealisasikan.


Sementara disisi lain, Kayla juga tersenyum, ia merasa lega dan lebih rileks. la membaca ulang chattingan nya dengan Alex tadi, sampai wajahnya tersipu dan memerah sendiri.


"Makasih udah sayang sama aku Al, makasih atas ketulusan kamu, makasih.. karena kamu udah hadir dalam hidup aku." gumamnya dalam, ia memandangi ponselnya seolah ia berbicara langsung dengan Alex.


Kayla terkekeh geli saat ia teringat obrolannya dengan Alisa tadi siang. Bisa-bisanya Alisa mendo'akan kalau hubungan Kayla dan Alex akan langgeng sampai ke pelaminan. Konyolnya, Kayla malah membayangkan do'a Alisa terwujud.


"Astaga.. apaan sih!" rutuknya kemudian sambil menepuk pelan kepalanya.


Kayla menggeleng-geleng sendiri, salting. "Aku juga sayang sama kamu" gumamnya kemudian sambil menatap ponselnya.


... ____________________...

__ADS_1


Pukul 06.08 Kayla keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah mandinya, dan handuk yang melilit rapi rambutnya.


Kayla terperanjat kaget saat melihat seseorang berbaring santai di tengah ranjangnya. Orang itu berbaring menyamping dengan menegakkan kepalanya dan menumpu kepalanya menggunakan sebelah tangannya. la memandang Kayla seraya bersiul kecil dan memainkan alisnya. Kayla mendengus kesal, siapa lagi yang bisa membuatnya kesal sepagi ini selain sahabat konyolnya, Kenzo!


"Kesiangan ya..?" goda Kenzo.


"Ih ya enggak lah! Sorry ya..." balas Kayla mencibir.


"Trus kenapa baru mandi, hmm... gue tebak lu belum sholat subuh!"


"Aku lagi gak sholat."


"Owh..."


"Ngapain kamu disini?"


"Mau jemput elu." jawabnya santai.


Kayla terkekeh, "Jemput kemana, hari ini kan libur Ken, tanggal merah tuh liat gak?!"


Kenzo tertawa geli, "Emangnya kalo jemput mau ke sekolah doang. Liat.. gue gak pake seragam tuh!"


Kayla jadi jengkel sendiri, malu juga sih. la mengira Kenzo akan menjemputnya untuk berangkat sekolah bareng, tapi ternyata dugaannya salah. Kenzo memakai kaos sport dengan celana selutut, memangnya dia mau mengajak Kayla kemana?


"Joging yuk!"


Oh.. jadi Kenzo mau mengajak Kayla joging. Hahaa... Kayla senang sekali.


"Hmm....oke deh." sahut Kayla setelah pura-pura berpikir. Gengsi lah langsung bilang iya, Kenzo kan tukang ledek.


"Udah sana, keluar!" ujar Kayla kemudian, karena Kenzo tak beranjak juga dari ranjangnya.


"Eh kok ngusir?" protes Kenzo.


"Aku mau pake baju, Ken!"


"Owh..." barulah Kenzo bangun dan turun dari ranjang Kayla.


"Eh Kay, darimana elu dapetin lukisan sekeren itu?"


Kenzo menunjuk sebuah lukisan yang terpajang cantik di dinding kamar Kayla, letaknya bertepatan di depan ranjang Kayla. Jadi ketika berbaring di ranjang lukisan itu akan tampak jelas di depan mata, bahkan jika bangun tidur sekalipun saat membuka mata maka lukisan itu akan langsung terlihat.


Kenzo terpukau saat pertama kali melihat lukisan itu. Ya, sebelum ia mengedarkan pandangannya ke seluruh isi kamar Kayla, matanya langsung tertuju pada lukisan indah itu.


"Itu dari Alex." jawab Kayla singkat.


"Dari Alex?" ulang Kenzo.


"Hm. Itu hadiah ulang tahunku kemarin, Ken. Bagus kan?"


"Keren parah sih, kira-kira Alex dapetin lukisan kayak gini dimana ya?" pikir Kenzo.


Kayla tertawa mendengarnya. "Ken, itu lukisan Alex sendiri"


"Hah?"


"lya, Alex itu emang suka ngelukis, dan ini hasil karya dia sendiri"


"What?? Seriously?!" Kenzo berdecak kagum.


"Eh btw, itu elu kan?" tanya Kenzo setelah menilik seksama lukisan itu.


"Itu?" Kayla terkikik sebelum menjawab Kenzo, "Itu Miss Kissable nya Mr Strawberry"


Kenzo menarik sudut bibirnya ke bawah, meremehkan Kayla. "He'?! Bangga.."


"Udah ah Ken, sana kamu keluar!"


"Bentar bentar! Kalo ini.. dari Alex juga?"


Kenzo mengambil boneka Teddy Bear yang terletak di ranjang Kayla. Sedari tadi boneka Teddy Bear itu juga menarik perhatian Kenzo, karena boneka itu sama persis dengan yang pernah ia berikan pada Kayla di hari ulang tahunnya yang ke 15. Namun Kenzo yakin boneka yang kini ia pegang bukanlah pemberiannya dulu, karena boneka itu tertinggal di Bandung. Saat itu Kayla dan maminya buru-buru berkemas untuk pindah dari rumah mereka, sebab papi Kayla selalu mengintai dan mengancam keduanya. Sehingga banyak barang-barang mereka berdua yang masih tertinggal di rumah itu.


"Bukan. Kalo itu dari Adit." Kenzo menaikkan alisnya.


"Kamu tau Ken, disaat aku kangen banget sama kamu.. tau-tau Teddy Bear ini dateng. Aku benar-benar speechless banget waktu Adit ngasih ini. Bisa sama banget gitu loh sama yang kamu kasih, trus dia juga ngomong soal ketenangan hati gitu. Kata-katanya persis sama yang pernah kamu bilang" Kenzo melongo mendengarnya, agak heran.


"Heran sih. Gimana aku gak tambah kangen coba sama kamu, sayangnya kamu gak ada." Kayla mengerucutkan bibirnya.


"Salah sendiri pergi gak bilang-bilang!" Kenzo balas merajuk.


"Oh.. oh.. sekarang gue ngerti. Elu bilang Adit udah gantiin posisi gue, jadi Teddy Bear ini alasannya..?" Kenzo lalu tertawa terbahak-bahak.


"Isshh... udah ah Ken, kapan aku siap nya kalo kayak gini?! Sana, keluar! Aku udah laper nih mau sarapan. Mending kamu ke dapur gih bantuin mami nyiapin sarapan!" sungut Kayla sambil mendorong punggung Kenzo agar keluar dari kamarnya.


"lya iya gue keluar. Tapi gak ke dapur juga kali"


Baru sampai di ambang pintu, Kenzo berbalik. "Bentar, ada yang ketinggalan." ujarnya seraya tersenyum jahil.


Kenzo pun menyelonong masuk lagi, ia meraih ponsel yang teronggok di atas meja rias Kayla, kemudian melenggang keluar kamar dengan gaya jalannya yang menyebalkan.


"Eh itu kan hp aku?!" protes Kayla.


Kenzo menyengir sambil menutup pintu kamar Kayla setelah ia keluar.


"Pinjem!" pekiknya saat pintu sudah tertutup.


"lissh... dasar Kenzo!" gerutu Kayla.


Kenzo duduk di sofa sambil membuka ponsel Kayla. Niatnya ia mau main game, namun sebelum itu satu notifikasi masuk ke ponsel Kayla. Kenzo yang sudah dasarnya kepo alias kepengen tau urusan orang, ia penasaran akan isi chat yang sempat terbaca olehnya beberapa kata di awalnya. Karena tidak tahan akan rasa penasarannya itu, ia pun dengan lancang membuka chat itu dan benar-benar membacanya.


Kenzo mengernyit sembari fokus ke layar ponsel Kayla. Tadinya ia pikir setelah membaca satu chat itu rasa penasarannya akan hilang, tapi tidak. Rasa penasarannya malah semakin bertambah dan membuatnya enggan mengalihkan perhatiannya dari sana. la tertunduk dengan ekspresi serius menatap layar ponsel Kayla, keningnya bahkan saling bertaut saking fokusnya tatapan itu. Sementara jemarinya sesekali bergerak menggeser dari atas ke bawah, di layar ponsel Kayla.


Beberapa menit kemudian...


Kenzo mengangkat kepalanya, raut wajahnya berubah seketika. la menelan salivanya berat, saking tegangnya ia tanpa sadar menjatuhkan ponsel Kayla.


... ....


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... Bersambung...


__ADS_2