
Sejak lulus SMA dan masuk ke Universitas Negeri Jakarta, Kayla dan Adit jadi lebih dekat. Selain karena mereka satu jurusan, Arsya adik tiri Kayla juga akrab dengan Adit. Arsya membutuhkan orang cerdas seperti Adit untuk memberinya les privat, karena nilai ujian Arsya di kelas 8 cukup buruk. Jadi untuk bisa lulus SMP dengan nilai baik, Arsya dianjurkan les privat. Ia tidak mau menerima kakaknya sendiri sebagai guru privat, dan Kayla pun enggan karena Arsya terlalu cerewet. Jadilah Adit yang Kayla minta memberi les untuk adiknya itu. Selain itu Arsya punya maksud terselubung meminta kakaknya membujuk Adit agar mau menjadi guru les nya, Arsya senang dengan pemuda cerdas yang memiliki lesung pipi itu, ia ingin menjodohkan Adit dengan Kayla.
Karena seringnya Adit berkunjung ke rumah untuk membeli les privat, Adit juga jadi dekat dengan keluarga Kayla. Terlebih setelah Zhea lahir, Adit dan Kayla sering momong bayi itu bersama-sama. Ketika Zhea berusia diatas 6 bulan dan Mami mulai bekerja lagi, maka Kayla lah yang merawatnya. Kebetulan juga Kayla masuk kuliah siang, jadi ia bisa menghabiskan waktu paginya dengan santai sambil merawat Zhea. Sebenarnya ada baby sitter, tapi Kayla sendiri ingin lebih dekat adik kecilnya itu. Ya, Hazhea Putri Diavella adalah adik Kayla dan Arsya, buah dari pernikahan Mami Kayla dengan Ayah Arsya.
Tapi karena Zhea lebih dekat dengan Kayla beberapa bulan terakhir, ia jadi merasa kalau dirinya sudah seperti ibu kedua bagi Zhea. Bahkan teman-temannya pun bilang begitu, ketika melihat seringnya Kayla memposting kebersamaan dirinya dengan bayi mungil itu di akun sosial media miliknya.
"*Kay, ini adik kamu apa anak sih?"
"Udah cocok jadi Mami nih..."
"Makin lama makin mirip aja kalian, udah kayak ibu sama anak."
"Like mother like daughter. Eh.. sister ya.. haha*.."
Tidak sedikit komentar semacam itu di bawah foto yang Kayla upload, Kayla pun senang teman-temannya menganggap dirinya dan Zhea sedekat dan semirip itu, bahkan mereka bilang Kayla sudah pantas jadi ibu. Tapi yang menjengkelkan adalah godaan dari Arsya dan Adit. Kayla cukup heran, Adit sekarang jadi lebih humoris dan punya kepercayaan diri tinggi yang terkesan menggelikan. Karena pengaruh dan dukungan dari Arsya, Adit jadi berani bercanda didepan orang tua Kayla.. menyebut kalau dirinya adalah calon suami Kayla.
Bahkan ketika Kayla menyebut dirinya sebagai Lilmom bagi Zhea, Adit pun ikut-ikutan menyebut dirinya sendiri sebagai Lildad bagi Zhea. Katanya biar serasi layaknya orang tua sungguhan bagi bayi mungil itu. Sekarang Kayla mengganti sebutan dirinya sebagai Mimi Zhea, ternyata Adit pun ikutan menyebut dirinya sendiri sebagai Pipi Zhea. Menyebalkan, tapi juga menggemaskan.
"Kak!" panggil Annisa, membuat Kayla terkesiap karena sejak tadi pikirannya berkenala jauh sembari menatap penuh kehangatan pada Zhea yang kini terlelap didalam kereta bayinya.
Kayla menegakkan kepalanya ketika Annisa memanggil, kembali duduk tegak seperti semula. "Apa Nis?"
Annisa menunjuk dengan dagunya ke arah depan yang tak lain adalah panggung musik. Kayla tahu, di sana Alex sedang bernyanyi, Kayla sengaja mengalihkan pikirannya dengan memandangi Zhea. Karena Kayla tidak mau terpengaruh dengan lagu yang Alex bawakan itu, terlebih lagi dengan tatapan pria itu yang lurus tertuju kepadanya. Kayla tidak berani menyimpulkan bahwa Alex menyanyikan lagu itu untuknya, meski hatinya berkata demikian. Hari ini ataupun di masa lalu, ketika Alex menyanyikan lagu itu sambil memetik gitar dan menatap Kayla, yang Kayla pikirkan hanya satu.. yaitu ia tidak mau terpengaruh. Kayla tidak mau mengakuinya, padahal hati kecilnya sudah begitu tersentuh bahkan senang dengan yang Alex lakukan saat ini.
"Kayak dejavu nggak sih Kak?" goda Annisa.
"Maksud kamu?" tanya Kayla pura-pura tak sadar.
"Ah masa' Kak Kayla nggak nyadar sih kalo lagu ini kan pernah Kak Alex bawain waktu camping SMA dulu. Dan hari ini Kak Alex bawain lagu yang sama dan... buat orang yang sama juga deh kayaknya."
Kayla menoleh menatap Annisa. "Buat aku maksudnya?"
"Ya iyalah Kak, buat Miss Kissable."
"Miss Kissable." gumam Kayla terkekeh kecil.
Rasanya panggilan Miss Kissable sudah tak akrab lagi di telinga Kayla. Karena selama 2 tahun sejak Alex menemuinya terakhir kali di rumah sakit dan memberi buket bunga, Alex tidak pernah menyapanya sekali pun. Alex dan Kayla memang kuliah di Universitas yang sama tapi beda jurusan, mereka jarang sekali bertemu. Kalaupun bertemu, maka keduanya hanya akan saling melemparkan pandangan, itupun dari jarak jauh. Alex benar-benar menjaga jarak dengan Kayla, seperti yang pernah pria itu katakan padanya 2 tahun yang lalu. Bahwa Alex tidak akan menemui Kayla lagi, dan tidak akan mengganggunya.
Namun situasi dulu dan sekarang berbeda, dulu Alex adalah calon suami orang lain, karena itu mereka sepakat untuk membuat jarak. Tapi sejak pernikahan Alex dan Feli dibatalkan hingga sekarang, ternyata Alex masih enggan menyapa Kayla. Entah apa alasannya, meski sempat penasaran.. Kayla tidak pernah sekali pun mempertanyakan itu. Ia rasa keadaan seperti itu saja sudah cukup, karena Kayla takut akan menaruh harap lagi pada pria itu jika mereka sampai kembali dekat. Sejak 2 tahun hingga hari ini, Kayla tidak berteman dengan Alex, tapi juga tidak bermusuhan. Mereka hanya berjarak, layaknya dua orang yang hanya saling mengenal lewat pendengaran dan penglihatan, tidak lewat interaksi. Seperti halnya dua orang mahasiswa yang kuliah di universitas yang sama tapi hanya saling melirik dan berpapasan, seolah asing jika harus saling menyapa.
Jika Kayla dan Alex tidak pernah bertegur sapa lagi sejak 2 tahun, kenapa Alex akan mempersembahkan lagu yang ia bawakan saat ini.. untuk Kayla?
"Enggak ada amazed nya gitu Kak denger lagu yang dibawain Kak Alex?" goda Annisa seraya menebak. Karena tidak ada ekspresi berlebihan yang wajah Kayla tunjukan.
"Sampai kau jadi milikku." Alex mengakhiri lagunya dengan kalimat terakhir pada bait lagu, yang penyanyi aslinya adalah Judika.
Tepuk tangan riuh dan siulan serta sorakan ramai menjadi penghargaan untuk lagu yang baru selesai dibawakan Alex. Tapi bukan itu yang membuat Alex tersenyum lebar, ia melirik ke arah Feli dan Rey, meminta keduanya mengambil alih lagi untuk menyapa para tamu dari atas panggung. Alex tetap di sana, hanya bergeser sedikit dari tempatnya berpijak tadi, karena acara inti yang menjadi tujuan Alex belum terwujud.
"Lagu yang baru dibawakan oleh Alex tadi.. mungkin terdengar baisa aja ditelinga sebagian orang, tapi sebenarnya ada sejarah indah terukir dalam hidup Alex yang salah satunya lewat lagu itu." ucap Feli kemudian melirik Alex. "Kisah asmara yang terjeda, cinta yang sempat terdedikasikan kemudian terpendam lagi."
Degg
__ADS_1
Kayla tanpa sadar menyentuh dadanya sendiri yang berdebar-debar. Adit dan Annisa yang berada didekatnya melirik serentak ke arah Kayla, namun Kayla hanya terpaku dengan tatapan lurus.
"Dua tahun lalu, saya membuat sebuah keputusan.. saya membuat satu impian.. atas dasar tanggung jawab dan juga penghargaan saya terhadap cinta itu. Saya ingin menyatukan dua orang yang saling mencintai. Tapi waktu itu Tuhan belum mengizinkan impian saya terwujud."
"Dan hari ini.. saya bahagia sekali. Disamping pernikahan impian saya terwujud, saya juga diberi kesempatan mewujudkan impian saya yang lain. Disini, hari ini, dihadapan kalian semua.. kalau impian saya untuk menyatukan dua orang yang saling mencintai itu bisa terwujud, saya akan merasa sangat beruntung."
Feli menatap suaminya dengan mata yang berbinar tapi juga berkaca-kaca. Sang suami langsung merangkulnya mesra dan memberikan senyuman yang mendukung penuh.
Kemudian Feli dan Rey menoleh ke arah Alex, sebagai isyarat sebuah izin untuk memulai sesuatu yang sudah Alex nanti-nantikan.
"Terima kasih buat kalian semua atas perhatiannya. Saya yang sebenarnya merasa beruntung, berada ditengah-tengah kebahagiaan ini. Dan saya juga merasa beruntung karena.. cewek cantik yang menjadi cinta pertama saya hadir disini."
Degg
Annisa memegang tangan Kayla yang mulai gemetar, wajahnya menegang gugup. Apalagi saat ini, Alex berbicara sambil melangkah turun dari panggung, dan netra indah pria itu terus tertuju pada Kayla.
"Cinta pertama saya, yang membuat hidup kelam saya menjadi bercahaya. Dia mengendalikan diri saya, hati saya, dan hidup saya tanpa dia sadari. Dia mengubah seorang yang keras kepala dan bengis.. menjadi lembut dan jinak. Dia membuat seorang yang awalnya dibenci menjadi seorang yang dihormati. Dia mengubah cara pandang saya terhadap segala hal yang ada disekitar saya. Dan dia.. menyentuh hati saya begitu dalam, sampai saya nggak bisa berhenti mencintai dia. Bahkan saya tidak sudi untuk berhenti mencintai cewek hebat ini." Alex terus melangkah sambil bertutur kata dari hatinya.
"Berawal dari pertemuan yang misterius, kemudian berubah menjadi permusuhan. Dia kemudian menjadi teman yang setia mendampingi saya berproses, sampai akhirnya cinta yang sudah tumbuh dihati saya untuknya itu.. terbalas."
"Tapi takdir membuat saya dan dia terpisah. Meninggalkan banyak pelajaran dan pengalaman yang mendewasakan kami. Tragedi yang menguatkan kami. Dan berbagai pergulatan hati yang menguji cinta kami."
Langkah Alex semakin dekat ke arah Kayla. Sementara Kayla hanya duduk mematung dengan perasaan tak karuan.
"Perjuangan cinta yang panjang itu belum berakhir, saya masih terus melangkah maju dan nggak berniat menyerah sedikitpun. Jika Tuhan menghendaki, maka cewek spesial ini pun akan mengiringi langkah saya, menyambut saya, dan membuat perjuangan saya menjadi kemenangan yang saya impikan." Alex sudah berdiri didepan Kayla, ia menghentikan langkahnya di sana.
Degg
Degg
Degg
Kayla masih terpaku, terkesima, dan tak bisa berpikir saat ini. Ia melongo kecil, menatap pria didepannya dengan degup jantungnya yang semakin tak terkendali.
"Miss Kissable, dibawah naungan restu Allah, restu orang tua kamu dan orang tuaku.. aku meminta kamu lagi. Will you merry me?"
Hoowww........
Swiit suiiiit......
****Prak**** prak prak...
Semarak para hadirin yang menyaksikan itu membuat Kayla yang tegang sejak tadi kini menarik nafas meski pernafasannya sudah tercekat, ia menghembuskan nafas panjang berharap kegugupannya berkurang. Kayla syok, tapi sesungguhnya hatinya bahagia. Alex melamarnya, lagi. Kali ini Alex melakukannya didepan orang banyak. Kenapa Alex suka sekali membuat Kayla tersanjung sekaligus malu seperti ini?! Sekarang Kayla harus apa, bagaimana ia akan menjawab Alex? Saat ini para hadirin yang menyaksikan nampak tak sabar menantikan jawaban dari Kayla.
Kayla edarkan pandanganya ke wajah-wajah orang terdekatnya. Mami, Ayah, Arsya, Om William, Tante Vanessa, bahkan Adit dan Annisa pun tersenyum penuh harap padanya. Kerjapan mata dan anggukan kecil dari kedua orang tuanya, dan semua orang yang ia kenal termasuk sepasang mempelai pengantin hari ini, mereka semua seolah merestuinya. Bima, Sandi, dan Vicky pun mengisyarat anggukan agar Kayla segera menerima Alex. Bagaimana bisa mereka semua langsung setuju begitu saja? Kayla bahkan tidak tahu bahwa ia akan dilamar hari ini, dan dijadikan objek perhatian tiba-tiba di pesta pernikahan gurunya. Semua orang tersenyum menunggunya mengucapkan kata, tidak terlihat satupun diantara mereka semua yang keberatan akan perlakuan Alex, ataupun jawaban Kayla jika ia menerima lamaran Alex.
"Miss Kissable, aku sangat mencintai kamu. Sama seperti dulu aku pernah melamar kamu.. perasaanku nggak berubah. Bahkan sekarang aku semakin mencintai kamu, dan aku yakin kalo cinta ini akan terus bertambah.. setelah kamu bersedia jadi pendamping hidupku."
Kayla menarik nafas kemudian menghelanya perlahan. Ia merasa lebih relaks sekarang, dan siap untuk menjawab Alex.
"Bisa-bisanya kamu ngelamar aku lagi."
__ADS_1
Degg
Satu bait kalimat yang keluar dari mulut Kayla diiringi ekspresi datarnya itu membuat Alex tersentil kecil tapi tak lantas membuat senyumnya pudar. Dan semua orang yang menyaksikan jadi heran.
"Udah berapa kali kamu lakuin ini ke aku, apa nggak kapok ditolak?"
"Lily.." lirih Nadia pelan, mulai khawatir.
"Enggak. Sama sekali enggak. Jawaban aku masih sama kayak dulu, kalo kamu nolak aku hari ini.. maka aku akan terus berjuang. Kalo kamu nggak bisa nerima aku hari ini, maka aku masih punya kesempatan buat ngelamar kamu lagi kan nanti."
Degg
Kayla terperangah takjub, ia tak kuasa untuk tidak tersenyum. Melihatnya, senyuman Alex pun melebar. Ketika netra keduanya bertemu, Kayla langsung menunduk, wajahnya memerah.
"Kamu mau bikin aku terlihat jahat, atau egois ya dengan cara kayak gini? Apa ada peluang buat aku nolak kamu, dengan cara kamu ngelamar aku kayak gini? Kamu bikin orang tuaku setuju, orang tua kamu setuju, dan mereka semua setuju sama kamu?" Alex terus mengangguk pelan tanpa memudarkan senyumannya, atas berbagai pertanyaan Kayla yang terdengar memprotes.
"Karena aku tau.. kamu nggak akan ngelakuin sesuatu ataupun ngambil keputusan atas dasar paksaan. Dan kamu nggak akan pernah nolak orang tua kamu." ucap Alex, membuat Kayla melirik Mami dan Ayahnya.
"Terakhir, karena aku tau.. kamu percaya sama cintaku."
Kayla menghembuskan nafas, membuat semua yang mengganjal dihatinya dan sesak di dadanya menguar bebas begitu saja. Ia tersenyum manis, kemudian mengalihkan pandangan dari wajah Alex ke cincin yang terpampang indah didepannya, yang menjadi jarak antara dirinya dengan pria yang masih setia berlutut itu.
"Bismillahirrahmanirrahiiim..." gumam Kayla pelan seraya menutup mata sejenak. Setelah ia membuka matanya, ia tersenyum lagi dan kali ini mengangguk dengan mantap. "Ya, aku terima kamu, Mr Strawberry."
Sorakan gembira dan tepuk tangan riuh menjadi respon tercepat atas jawaban Kayla, mendahului Alex sendiri yang malah terpaku saking senangnya. Alex malah ambruk terduduk dengan kedua tangan yang menjamak lantai di samping tubuhnya, senyumannya merekah sampai mulutnya terbuka, dan matanya tak teralihkan sedikitpun dari wajah cantik Kayla. Alex begitu bahagia hingga ia hanya bisa terdiam ditempat sambil menatap Kayla penuh cinta. Kayla terkekeh lucu melihat Alex yang seperti orang bingung, menatap ke atas seolah dia membayangkan dirinya terbang di langit.
Kayla turun dari kursinya, ia jongkok didepan Alex. "Mana cincinku?" tagihnya seraya memandang Alex gemas.
Alex tersadar, ia segera berdiri bersama Kayla. Nadia, Tio, Elfatt, dan Vanessa menghampiri keduanya. Kedua calon besan itu saling mengucapkan selamat dan memeluk anak-anak mereka. Kemudian Alex menyematkan cincin berlian ke jari manis Kayla. Cincin itu memang cincin yang sama, yang dulu pernah Alex pakaikan dijari manis Kayla saat mereka bertunangan. Cinta Alex terbalas untuk pertama kalinya kala itu, dengan cincin berlian ini sebagai saksinya. Bagi Alex cincin ini sangat berharga dan tak tergantikan, seperti Miss Kissable dalam hatinya.
Kayla tidak tahu saja, ternyata satu bulan sebelum hari ini Alex bersama kedua orang tuanya telah melamar dirinya secara resmi dihadapan Nadia dan Tio. Bahkan sebelum itu Alex juga meminta izin kepada Arman yang berada di penjara, Alex menghormatinya sebagai ayah kandung Kayla. Selain itu, Kayla juga tidak tahu kalau selama ini Alex sering menanyakan kabar Kayla kepada Adit dan annisa, yang notabenenya sangat dekat dengan Kayla. Kayla baru tahu ternyata Alex dan Adit berteman sedekat itu dibelakangnya. Mereka bilang.. mereka bersaing secara sehat sekaligus berteman juga, Kayla tak berhenti dibuat terkejut dan takjub akan kenyataan yang selama ini tidak ia ketahui. Pantas saja, akhir-akhir ini Arsya tidak pernah lagi menggoda Kayla dan Adit, rupanya bocah menyebalkan itu juga tahu kalau Kayla sudah dilamar oleh Alex. Bahkan Mami dan Ayah telah menerima lamaran Alex satu bulan sebelum Kayla menerima Alex hari ini.
Rasanya Kayla ingin mengomel dan merajuk karena baru diberitahu semua itu, tapi hari ini ia sungguh bahagia. Ya, Kayla bahagia cinta yang lama ia pendam dan bahkan pernah ia kubur didalam lubuk hatinya itu kini bersemi. Dibawah naungan restu Tuhan dan kedua orang tua, Alex mempersunting Kayla untuk yang kesekian kalinya, dengan cara yang membuat Kayla tersanjung. Setelah perjalanan panjang kisah cintanya, yang dihiasi senyum dan juga air mata, akhirnya cinta itu berlabuh. Kayla akan benar-benar menikah dengan orang yang ia cintai. Orang yang telah mengukir tempat didalam hatinya sejak bertahun-tahun lalu. Atas izin Allah, setelah Kayla dan Alex menjalani takdir cinta mereka dengan ikhlas, kini Allah memberikan takdir yang indah untuk cinta mereka.
Dibawah naungan Tuhan dan kedua orang tua, juga.. (sang author tentunya, hihii) akhirnya Miss Kissable dan Mr Strawberry bersatu.
.......
.......
.......
.......
...Selesai...
Kalian yang berkenan baca sampai habis author mohon like nya atau komen ya..🙏
Gak minta tips, vote, atau apalah, setidaknya dengan ada like atau komen author dah happy😊
Terima kasih
__ADS_1