Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Epilog


__ADS_3

Seorang pria yang tidak asing mengulurkan tangannya ke depan Kayla, membuat gadis cantik itu mendengus senyum. Eh, tapi tunggu dulu! Kayla mengamati pria itu dari atas ke bawah, dia berganti kostum?


"Miss Kissable, kita dansa juga yuk!" ajaknya.


Kayla mengernyit kecil seraya tersenyum jahil. Ia edarkan pandangan ke sekeliling, beberapa pasangan memang sedang berdansa. Mereka masih berada di pesta pernikahan Feli dan Rey, awalnya para hadirin hanya menyaksikan sepasang pengantin itu berdansa, kemudian sang pengantin ingin kedua orang tua mereka ikut berdansa bersama pasangan masing-masing. Lalu para hadirin pun dipersilahkan berdansa bagi yang tertarik meramaikan pesta. Kayla sangat menikmati acara meriah ini, yang dimulai dari jam 2 siang hingga malam hari masih ramai tamu undangan. Mungkin sesi dansa ini adalah penutup rangkaian acara.


Kembali pada pria yang masih menunggu sambutan tangan Kayla untuk mau berdansa. "Kamu ngapain sih?" tanya Kayla seraya berdiri dari duduknya.


Maksud Kayla adalah kenapa Alex berganti kostum, tadinya pria yang telah resmi melamarnya ini memakai setelan jas dan celana biru navy serta kemeja putih, lalu sekarang dia malah memakai jas hitam dengan kemeja merah. Bahkan dia memakai topeng yang menutupi sebagian wajahnya. Kayla tertawa kecil, "Emangnya ini pesta topeng?"


Bukannya langsung menjawab, Alex malah mengeluarkan sesuatu dari saku bagian dalam jas nya. Sebuah topeng yang kemudian ia pakaikan pada Kayla. Sebelum Kayla memprotesnya, Alex langsung menjelaskan.


"Kita pertama kali ketemu di pesta topeng kan. Kita sama-sama pake baju hitam, hampir persis kayak sekarang ini, dan kita cuman saling natap kayak gini."


Kayla jadi speechless. "Walaupun dengan topeng yang ngehalangin, dan kita sempat saling nggak ngenalin pas ketemu setelah itu... nyatanya kamu bikin aku langsung jatuh cinta, selalu rindu ketemu kamu, dan nggak bisa lupain senyuman pertama kamu ke aku." lanjut Alex.


"Waktu kamu nyamperin aku pertama kali, aku udah bilang kalo aku nggak bisa dansa. Dan sekarang pun aku masih nggak bisa dansa, Mr Strawberry."


"Aku juga. Kita coba aja, sama-sama belajar."


"Ntar malah malu-maluin..."


"Enggak.., kita ikutin naluri aja, ya!" bujuk Alex, dan Kayla akhirnya mengangguk.


Memperhatikan posisi dan gerakan orang-orang disekitar mereka yang berdansa, Kayla dan Alex pun mencoba mempraktekkan seperti yang orang-orang lakukan. Alex meletakkan tangan kanan Kayla dipermukaan dada bagian kirinya, kemudian Alex menggenggam tangan kiri Kayla. Sementara tangan kiri Alex sendiri memegang pinggang Kayla. Kayla sempat membulatkan matanya kaget saat tangan Alex menyentuh pinggangnya, Alex pun jadi merasa salah tingkah tapi kemudian ia tersenyum, wajah Kayla merona merah dan akhirnya gadis itu juga tersenyum. Sebagaimana pasangan dansa lainnya, Kayla dan Alex mulai menggerakkan kaki mereka mengiringi irama satu sama lain. Awalnya terasa lucu dan canggung, tapi kemudian mereka menikmatinya.


"Mr Strawberry, aku ngerasa mimpiku jadi kenyataan." ucap Kayla, mengingat dulu sebelum menghadiri pesta topeng sepupunya.. ia pernah bermimpi berdansa dengan seorang pria tampan yang memakai topeng.


"Kamu bahagia?"


Kayla mengangguk, "Iya, aku bahagia. Makasih buat semua ini.."


Saling memandang pada posisi sedekat ini, dengan cinta, rasanya sangat membahagiakan. Alex jadi tidak sabar ingin segera memiliki Kayla seutuhnya, apa Kayla akan keberatan jika Alex ingin pernikahan mereka disegerakan?


Ah, dasar cowok! Kenapa rasanya berpikir seperti itu seolah ia tidak bersyukur, bukankah dengan resminya Kayla menerima lamarannya berarti ia tidak perlu takut kehilangan Kayla kan.


Dulu, saat pertama kali mereka berada pada posisi sedekat ini Alex langsung bisa menghirup wangi favoritnya dari tubuh Kayla. Tapi kali ini, indera penciuman Alex menghirup aroma wangi yang lain. Rupanya Kayla mengganti parfum favoritnya.


"Kamu.. udah nggak pake parfum strawberry fresh mint atau strawberry lemon lagi?"


"Udah lama enggak."


"Kenapa, enggak suka lagi ya?"


"Suka. Tapi sejak aku mutusin buat move on dari kamu.. aku nggak pake parfum favorit kamu itu lagi."


"Takut nggak bisa lupain aku ya?"


"Hmm... gimana ya, kayaknya lebih ke.. takut kamu yang nggak bisa lupain aku deh.." goda Kayla, membuat Alex tertawa kecil.


"Kenapa? Enggak suka ya sama parfum yang aku pake?" tanya Kayla.


"Bukan gitu. Cuman kangen aja sama wangi strawberry dari kamu."


"Kamu bukannya punya parfum itu juga?"


"Ya tapi beda dong kalo kamu yang pake."


Kayla tertawa kecil, "Karena kamu jatuh cinta sama aku gara-gara parfum stroberi?"


"Hey.. salah. Masa' aku jatuh cinta cuman gara-gara parfum stroberi, yang pake parfum kayak gitu bukan cuman kamu kok. Lagian konyol banget kalo aku tertarik sama kamu cuman gara-gara parfum stroberi, aku punya banyak koleksi parfum kayak gitu di rumah."


"Trus?"


Alex terus tersenyum memandang Kayla, membuat Kayla salah tingkah dan menepuk pundak pria itu gemas. "Apaan sih..." rengek Kayla gregetan.


"Senyum kamu."


"Maksudnya?"


"Waktu pertama kali aku liat kamu.. itu kamu tersenyum maniiis banget. Jantung aku langsung bereaksi tau nggak, hati aku kesentuh pas mataku ini mandang kamu untuk yang pertama kalinya. Aku bahkan cuman bisa diam kayak patung liat kamu deketin aku."


"Hah?" Kayla merasa geli mendengarnya, ia tertawa kecil. "Kapan itu? Perasaan nggak ada deh, ada juga kamu yang deketin aku duluan."


"Kapan pertama kali kamu liat aku?"


Kayla cemberut gemas, karena Alex malah balik bertanya padanya. "Pas aku hampir jatoh gara-gara grogi abis mecahin gelas. Haha.. waktu itu kan aku nggak sengaja nabrak kamu ya." ujarnya diiringi tawa.


"Kalo aku.. itu kali keduanya aku liat kamu. Pertama kali aku liat kamu, pas kamu ngambil minuman di meja hidangan. Kamu mungkin nggak ngeh kalo ada cowok ganteng yang merhatiin kamu waktu itu." Kayla mengernyit mendengarnya.


"Kalo kamu lupa, aku ingetin.. kejadiannya sebelum kamu nabrak si pelayan yang gelasnya kamu pecahin itu."


"Oh ya..?" Kayla terkekeh geli sambil mengingat-ingat kejadian memalukan waktu itu.


"Apa itu alasannya kamu manggil aku Miss Kissable?"


Alex mengangguk. "Jadi bukan karena waktu itu aku pake lipstik stroberi?"


Alex menggeleng, "Bukan." Kayla lantas mengangguk-angguk, ia jadi malu sendiri ternyata selama ini ia salah paham.

__ADS_1


"Kan waktu itu aku udah bilang alasannya, aku suka senyum kamu."


"Tapi kamu suka stroberi, jadi aku pikir kamu tertarik sama aku gara-gara stroberi."


"Stroberi emang favoritku, tapi bukan alasan cintaku. Bahkan dulu aku nggak punya alasan yang pasti kenapa aku suka stroberi. Tapi setelah ketemu kamu yang kebetulan waktu itu wangi stroberi.. aku jadi punya alasan kuat, kenapa aku nggak bisa pisah sama stroberi. Itu karena kamu Miss Kissable."


Degg


Kayla tersenyum manis, membuat garis bibir kissable nya semakin indah. Alex pun tak bisa mengalihkan pandangannya dari anugerah Tuhan yang mempesona satu ini.


"Maafin aku ya, karena aku sempat ngira kalo kamu nggak akan suka aku lagi kalo aku udah nggak ada stroberi-stroberinya. Hehe.."


"Cintaku nggak sedangkal itu, Miss Kissable. Miris banget kalo aku beneran begitu, masa' hidupku ini cuman antara aku sama stroberi doang. Cintaku juga nggak selemah itu sampe aku ninggalin kamu cuman gara-gara stroberi. Cintaku ini tulus, walaupun awal kisahnya sangat menyedihkan. I love you Miss Kissable."


Tatapan Alex yang intens membuat Kayla semakin tersanjung dan berdebar-debar. Ia menunduk malu sambil membalas perkataan Alex, "i love you to." suaranya pelan tapi Alex tetap bisa mendengarnya.


"Ada kerennya juga ya aku suka stroberi, aku jadi ketemu jodohku lewat buah mungil yang feminim itu." ujar Alex kemudian, membuat Kayla kembali tertawa.


"Iya, makanya panggilan Mr Strawberry itu cocok banget buat kamu." Alex pun ikut tertawa.


Bahagia sekali rasanya, dianugerahi cinta yang indah, keluarga yang penuh kasih, dan teman-teman yang setia mensupport. Hari ini, di pesta pernikahan Feli semua orang terlihat bahagia dan menikmati kebersamaan. Siapa sangka, Feli yang awalnya dikira hanya figuran dalam kisah cinta Miss Kissable dan Mr Strawberry, bahkan kehadirannya sempat menjadi penghalang cinta mereka, ternyata gadis baik itu malah menjadi perantara bersatunya Miss Kissable dan Mr Strawberry.


...____________________...


Enam bulan setelah hari bahagia itu, hadirlah hari istimewa yang menyempurnakan kebahagiaan Miss Kissable dan Mr Strawberry. Tepatnya di akhir semester ganjil tahun ketiga mereka kuliah, pernikahan yang dinanti-nanti itu pun terlaksana.


Dihadiri seluruh keluarga, kerabat, kolega, sampai teman-teman SMA dari kelas X, XI, XII pun hadir. Alex mengundang mereka semua, yang mengenal Alex dan Kayla di tahun mereka berdua mengenyam pendidikan di SMA itu, yang tentunya mereka semua yang menjadi saksi kisah cinta Miss Kissable dan Mr Strawberry.


Arman ayah kandung Kayla yang masih dalam masa hukuman pun hadir, sebagai wali nikah putri semata wayangnya. Selain itu, akhir-akhir ini Vanessa dan Elfatt sering terlihat lebih dekat. Jika biasanya kedua orang tua Alex itu akur hanya karena kompromi tentang putra tunggal mereka, maka berbeda dengan sekarang. Sita dan Fita jadi berharap bahwa mereka akan kembali memilik ayah, dan Alex pun senang jika memang kedua orang tuanya itu ingin memberi kesempatan lagi untuk sebuah hubungan yang dulu pernah hancur. Anak mana yang tidak ingin memiliki keluarga yang utuh. Rasanya, dihari pernikahan Alex dan Kayla ini.. lengkap sudah kebahagiaan mereka.


"Saya terima nikah dan kawinnya Kayla Aurelly binti Arman Rizwansyah dengan maharnya berlian 2,5 karat dan seperangkat alat sholat dibayar tunai."


SAH


SAH


SAH


"Alhamdulillahi Robbil 'alamin...."


"Barakallahu lakuma wa baraka alaikuma wa jama'a bainakuma fii khoir....."


Doa yang dipanjatkan usai akad nikah yang sakral dan hikmat itu diaminkan begitu khusyu' oleh kedua mempelai. Rasa haru, bahagia, dan syukur yang teramat besar mereka tumpahkan lewat untaian doa, dan juga tetes air mata yang tanpa sadar telah menghiasi netra mereka yang berbinar. Satu kecupan lembut yang Alex berikan dikening Kayla yang telah sah menjadi istrinya, dibalas oleh Kayla dengan ciuman penuh hormat dan cinta dipunggung tangan kanannya.


Selanjutnya kedua mempelai melakukan prosesi sungkeman kepada kedua orang tua mereka bergantian, sebagaimana dilaksanakan oleh pengantin pada umumnya. Pertama-tama Vanessa dan Elfatt yang duduk di pelaminan sementara Alex dan Kayla bersimpuh didepan dan mencium tangan keduanya. Kemudian dilanjutkan oleh Nadia dan Tio. Terakhir Alex dan Kayla bersimpuh dihadapan Arman yang duduk sendirian di kursi samping pelaminan.


"Al, titip Kayla ya. Papi nggak bisa jadi orang tua yang baik buat Kayla, tapi papi yakin kamu bisa jadi suami yang baik." Alex mengangguk seraya tersenyum tulus.


Untuk beberapa saat, ayah dan anak itu saling menyalurkan kasih sayang dan kerinduan lewat sebuah pelukan hangat dan tangis bahagia. Tidak lama kemudian dua orang polisi yang ditugaskan mengawal Arman memberitahu bahwa waktu izin yang diberikan untuk berada di luar penjara, sudah habis. Kayla jadi sedikit meraung karena tak siap berpisah lagi dengan papinya, Alex segera merangkul istrinya itu dan menenangkannya.


"Papi bisa serahin aku tanggung jawab penuh buat jaga Kayla. Aku mencintai istriku ini, dan akan selalu membuat dia bahagia."


Arman tersenyum seraya mengerjap beberapa kali agar air matanya tidak kembali jatuh. Ia mengecup kening anak dan menantunya bergantian kemudian pamit.


"Enggak papa sayang, ini udah sangat cukup buat papi. Hari ini papi udah menunaikan kewajiban papi terhadap anak papi satu-satunya, papi bahagia liat kamu bahagia, papi lega melepas kamu bersama laki-laki pilihan kamu sendiri. Papi percaya sama Alex." Kayla masih tak mau melepaskan tangan papinya.


"Papi cuman harus nyelesain hukuman sebagai tanggung jawab papi, kamu nggak perlu khawatir. Papi akan jalanin ini dengan tenang sayang, enggak ada apapun lagi yang ngeberatin papi." Arman menghapus air mata putrinya. "Udah dong nangisnya, riasannya jadi rusak nih.. ini kan hari pernikahan kamu, tunjukin dong ke semua orang kalo kamu bahagia."


Kayla akhirnya tersenyum haru, ia berhenti menangis dan berusaha mengikhlaskan papinya pergi. Papi hanya harus menyelesaikan tanggung jawab menjalani hukuman, setelah itu papi akan bebas dan bisa bersama Kayla lagi. Begitulah Alex meyakinkan istrinya agar berlapang dada dan tidak terlalu terbawa perasaan. Setelahnya Kayla kembali bisa menikmati hari bahagianya.


Terlihat seorang balita berusia 15 bulan yang baru bisa berjalan itu berceloteh riang, ia berjalan dengan berpegangan tangan pada kedua kakak kembar yang memakai gaun yang sama dengannya. Kemudian balita lain yang usianya 1,5 tahun lebih tua darinya datang menyapa bersama sang ibu. Layaknya anak-anak pada umumnya, mereka bermain bersama ditengah keramaian. Tak lama kemudian seorang balita lainnya yang berusia sekitar 3,5 tahun ikut bergabung bersama mereka. Mereka bercanda gurau khas nya anak-anak, berlarian dan berebut makanan. Sehingga ketika anak-anak itu berlarian, seorang balita yang satu-satunya laki-laki diantara mereka berlima tanpa sengaja menabrak seseorang, ia jatuh terduduk dan seseorang yang ditabraknya lantas terkejut.


"Ya ampun sayang, hati-hati..." lerai pria yang bersama seseorang yang barusan tertabrak balita itu.


Keduanya berjongkok untuk melihat balita yang tak bersuara setelah terduduk itu. Sang balita laki-laki itu terdiam bingung karena barusan ia juga terkejut. Lantas perempuan yang tertabrak olehnya tadi membantunya bangkit.


"Aduh.. maaf ya dek.." ucap perempuan itu, lalu celingak-celinguk. "Ini orang tuanya mana sih, kok anaknya dibiarin lari-larian gini." gumam si perempuan.


"Hey, jagoan papa kenapa nih.." seru pria yang kemudian ikut jongkok bersama mereka.


"Maaf mas, saya nggak seng-.." perempuan itu terdiam seketika melihat ayah dari balita.


"Papa.." panggil sang balita yang beberapa bulan lagi usianya genap 3 tahun itu, kemudian memeluk sang papa.


Ketika sang papa dan perempuan yang tertabrak oleh balita itu saling melihat, keduanya nampak terperangah kecil.


"Kenzo?"


"Jessica?"


Mereka berdiri serentak. Jessica tidak salah lihat, pria yang tersenyum didepannya ini adalah Kenzo. Kenzo mantan pacarnya saat SMA yang meninggalkannya tanpa asalan yang jelas, dan hanya pamit lewat surat. Jessica mengernyit berpikir melihat Kenzo menggendong balita yang menabraknya tadi. Dan balita laki-laki itu memanggil Kenzo.. papa?


"Hai Jes, apa kabar?"


"Hah, eh.. gue baik." sahut Jessica agak canggung. Ia kemudian melirik pria disampingnya.


"Jangan marahin tante nya ya pa, Evan yang nabrak kok." ujar balita yang digendong Kenzo itu. "Tante, maaf ya.." ujarnya kemudian pada Jessica.


Jessica menyengir memaklumi, "Anak lu, Ken?" tanyanya hampir tak percaya.

__ADS_1


"Iya, ini Evan anak gue." Kenzo beralih menatap sang putra, "Nah jagoan, tante ini namanya tante Jessica, teman papa waktu sekolah dulu." balita itu lantas mengangguk.


"Oh iya, kenalin.. ini Caesar, cowok gue." kata Jessica memperkenalkan pria yang bersamanya.


Pria bernama Caesar itu mengulurkan tangan, dan Kenzo menjabatnya. "Kenzo."


"Evan...!" sepasang anak kembar memanggil putra Kenzo, sehingga balita itu minta diturunkan dari gendongan sang papa.


"Hai Bang Kenzo..." sapa sepasang anak kembar yang tak lain adalah Sita dan Fita.


"Hai adik cantik..." balas Kenzo seraya mengedipkan mata kepada Sita dan Fita. Kedua anak kembar itu nampak tersenyum lucu mendapat kedipan mata dari Kenzo, kemudian mengajak Evan pergi bersama mereka.


"Itu.. serius anak lu?" tanya Jessica lagi.


Kenzo mengangguk, "Iya."


Jessica merasa heran sekaligus lucu. Ia berpikir apakah Kenzo langsung menikah setelah lulus SMA, atau mungkin sebelum itu? Kenyataannya dia memiliki anak sebesar Evan, yang kalau dilihat dari postur tubuh dan keaktifannya.. anak itu pasti berusia lebih dari dua tahun. Jessica menduga-duga sesuatu, tapi yang jelas disini adalah alasan yang Kenzo tulis dalam surat perpisahan mereka dulu.. benar adanya. Kenzo ternyata meninggalkan Jessica memang untuk gadis yang dia sebut sebagai jodohnya itu.


"Jadi.. ibunya..."


"Ya, dia cewek yang sebelum elu sekaligus sesudah elu. Cuman dia." jawab Kenzo yang langsung paham maksud pertanyaan Jessica.


"Gimana gimana?" bingung Caesar, kekasih Jessica yang sejak tadi hanya jadi penyimak. "Sayang, dia.. mantan kamu?"


Jessica menyengir, Kenzo yang menjawab. "Iya. Mantan terakhir gue, sesudah gue putus sama ibunya Evan, sekaligus sebelum gue nikahin dia." Caesar mengangguk-angguk pelan seraya melirik Kenzo dan Jessica bergantian.


Lega Jessica rasakan setelah bertemu Kenzo lagi. Dulu ia pikir jika suatu hari ia dan Kenzo bertemu lagi maka akan terjadi ketegangan atau perseteruan diantara mereka, tapi dugaannya salah besar. Karena kini, baik ia maupun Kenzo sudah sama-sama bahagia dengan pasangan masing-masing. Selain itu, dulu Jessica juga sempat berpikir kalau nasibnya akan sangat menyedihkan jika suatu hari Alex benar-benar akan menikahi Kayla, karena dulu Jessica sempat sangat memimpikan Alex. Namun hari ini, ia malah senang bisa menghadiri pernikahan dua sejoli yang dulu sempat membuatnya stres. Kehadiran Caesar dalam hidup Jessica, mengubah semua dugaan buruknya tentang masa depan menjadi kelegaan yang membahagiakan.


Untuk Kayla dan Alex yang berbahagia sebagai pengantin hari ini, kehadiran beberapa orang membuat kebahagiaan mereka terasa sempurna. Diantara, Nia sahabat Kayla yang selama 2,5 tahun tinggal di Singapura datang demi menghadiri pernikahan sahabatnya dengan pria tampan yang sempat menjadi idamannya dulu. Kemudian Kenzo sahabat kecil Kayla yang sudah seperti saudara itu pun hadir bersama anak dan istrinya. Kayla bahagia sekali akhirnya bisa bertemu Kenzo junior, nama lengkapnya Ervano Kenzo Putra. Kemudian ada Alisa bersama putrinya, Alika yang kini sudah berusia 3,5 tahun dan menginjak 4 tahun. Alisa yang kehadirannya didalam kisah cinta Miss Kissable dan Mr Strawberry.. sebagai motivasi, alasan bagi sebuah kesadaran, dan satu bagian dari petunjuk cinta kedua insan itu.


Satu lagi yang membuat kebahagiaan pernikahan mereka terasa lengkap, yaitu kehadiran Feli dan Rey. Pasangan suami istri yang baru menjalani biduk rumah tangga selama 6 bulan itu datang membawa kabar gembira, bahwa kini Feli tengah hamil anak pertama. Rasa syukur tak henti terucap, ketenangan hati dan kebahagiaan meliputi mereka, seluruh keluarga, terutama Kayla dan Alex yang telah resmi menjadi suami istri hari ini.


Sesi foto sebagai tanda kenangan bersama orang-orang yang berarti dalam hidup mereka itu pun tak mau mereka lewatkan. Para bocah dalam keluarga mereka juga tak mau kalah, mereka berebut untuk berfoto dengan sang pengantin. Akhirnya Kayla dan Alex memboyong mereka semua untuk mengambil foto dalam satu frame. Sita dan Fita masing-masing berdiri disamping kanan dan kiri sepasang pengantin itu. Kemudian Alika berdiri didepan, tepat ditengah dan memegang buket bunga pengantin. Sementara Zhea dipangku oleh Alex, dan terakhir Evan yang satu-satunya laki-laki diantara bocah itu dipangku oleh Kayla.


"Satu.. dua.... tiga!" instruksi sang fotografer


Trakk!


Foto itu kemudian dipajang oleh Alex di rumah baru yang ia tempati bersama Kayla. Di dinding ruang keluarga terdapat bingkai foto paling besar, yaitu foto kedua mempelai bersama seluruh keluarga. Kemudian foto mereka bertiga bersama Arman, sang papi. Terakhir adalah foto mereka bersama lima anak kecil yang lucu-lucu itu.


"Aku nggak tau kalo kamu ngebingkai foto ini juga." Kayla terkekeh kecil, lalu tersenyum bahagia sambil memandangi foto itu.


"Lucu ya." ujar Alex yang juga memandang foto yang sama.


"He'em." jawab Kayla tanpa kata.


"Anggap aja ini gambaran keluarga kecil kita 10 tahun yang akan datang." ucap Alex, membayangkan bahwa itu adalah fotonya bersama istri dan anak-anaknya.


Kayla langsung menoleh ke arah Alex, ia merasa geli. "Kamu mau punya 5 anak?"


"Hmm...., 5 cukup kan? 4 anak perempuan, 1 anak laki-laki."


Kayla menyengir, "Cukup kan kamu bilang? 5 itu banyak loh sayang.."


"Oh, aku pikir kamu mau punya anak lebih banyak." Alex tertawa setelahnya, membuat Kayla menepuk lengannya gemas.


"Apaan sih kamu. Baru juga nikah, udah mikir mau punya banyak anak aja.." Kayla tak berhenti memukul-mukul lengan Alex, karena ia merasa kesal sekaligus malu. Gemas melihat tingkah istrinya, Alex menahan tangan Kayla secara mendadak, sehingga Kayla terdiam dan mereka saling menatap.


"Iya ya sayang, baru juga kita nikah. Praktek bikin anak nya aja baru dicoba, udah bener apa belum ya..." goda Alex seraya menatap Kayla intens. "Gimana kalo kita coba lagi?"


Degg


"Apaan sih kamu." wajah Kayla merona merah, ia menunduk malu. Alex jadi semakin gemas, dan semakin gencar menggoda istrinya itu.


Mereka memang suka bersenda gurau tentang lucunya memiliki anak, tapi mereka sepakat untuk menunda memiliki momongan sampai lulus kuliah. Layaknya sepasang kekasih yang dimabuk asmara, keduanya menjalani hari-hari seperti orang pacaran jika diluar rumah. Kuliah bareng, kerja bareng, jalan bareng, seperti orang pacaran pada umumnya. Tapi jika di rumah mereka menjalankan peran sebagai suami istri dengan baik, seperti mengurus rumah bersama dan tidur bersama, layaknya suami istri pada umumnya.


Layaknya rumah tangga pada umumnya, mereka pun tak melulu tertawa bahagia, kadang ada problematika yang membuat keduanya teruji. Agar alur kehidupan tetap seimbang, mesti ada susah senangnya, tangis tawanya, dan problem lainnya yang umum terjadi dalam rumah tangga. Sehingga setelah kesabaran dan kepercayaan keduanya teruji, maka cinta yang keduanya miliki semakin besar dan kokoh.


... ....


... ....


... ....


... ....


... End...


Terima kasih buat seluruh pembaca Miss Kissable & Mr Strawberry, *semoga kalian juga berbahagia.


...Segala masalah dalam hidup ...


...adalah untuk menguji dan menempa diri...


...menjadi lebih baik dan lebih bijak,...


...tapi itu hanya terjadi jika kita menghadapi masalahnya, berusaha menemukan solusi, dan tentunya juga bersabar serta tawakkal kepada Allah SWT*....


^^^Wassalam: ^^^

__ADS_1


^^^Relung Awan ^^^


__ADS_2