Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Penganiayaan


__ADS_3

Aura serta suasana yang meliputi Kayla dan Alex saat ini membuat keduanya tegang, kaku sekaligus gelisah. Bagaimana tidak, didepan keduanya para anak buah King bersiap untuk mengeksekusi keduanya. Mereka anak buah King itu terlihat sibuk, dua diantara mereka menggotong sebuah kasur kingsize kemudian meletakkannya di depan bos mereka. Yang lainnya ada yang membawa masuk beberapa benda, yang Alex simpulkan.. benda-benda itu akan mereka gunakan sebagai alat menganiaya dirinya dan Kayla. Sementara King sendiri duduk santai di kursi khusus miliknya yang terletak di tengah ruangan, tepatnya diantara Kayla dan Alex. King tersenyum lebar, ia menenggak minumannya dari botol yang ia pegang sejak tadi. Sesekali ia tertawa keras saking senangnya melihat pemandangan disekelilingnya.


Setelah para anak buahnya menyelesaikan tugas, mereka berdiri berjejer dibelakang King. King berdiri seraya menyeringai menatap Kayla, ia menenggak minumannya lagi tanpa mengalihkan tatapannya pada Kayla, kemudian ia melepas topi dan jaketnya. Kayla mulai gemetar ketakutan, Kayla lirikkan pandangannya kepada Alex dengan raut takut dan memelasnya. Tentu saja Alex memahami situasi buruk ini, dan Alex sangat tertekan karena tidak bisa lepas dari belenggunya demi menghentikan King.


"Heh brengsek!! Mundur lu!" Bentak Alex saat melihat King melangkah ke arah Kayla.


"Cuman pecundang rendahan yang akan manfaatin situasi nyerang musuhnya disaat musuh nggak berdaya. Dan cuman binatang tercela yang bisa ngelakuin hal menjijikan, bahkan disaat korbannya nggak bisa ngelawan."


"Hahahaha..........." King tertawa lepas segelaknya, diikuti oleh para anak buahnya yang turut mencibir Alex.


"Tenang..! Gue nggak sekejam itu. Kalian berdua pasti gue lepasin, tapi gantian ya, jangan pada ngiri deh. Jadi mau siapa dulu nih, elu apa dia?" Ledek King seraya pura-pura berpikir.


"Hahahahaa... Ssst..." setelah tertawa King mendesis panjang seraya menatap Kayla liar, membuat Kayla semakin takut dan merasa jijik.


King lalu memanggil dua anak buahnya dan meminta mereka melepaskan belenggu Kayla. Tapi Alex tahu maksud King melepaskan Kayla bukan untuk membebaskannya melainkan memulai aksi menjijikkannya. Jangan kira Alex bisa diam, ia mengumpat marah mengancam King, yang hanya ditanggapi sepele oleh orang-orang jahat itu.


"Jauh-jauh lu! Jangan berani sentuh Kayla!! Kalo elu berani nyentuh dia seujung jari aja, gue abisin kalian semua!!"


"Hahahaa..... bisa apa emang lu, liat dong berdiri aja nggak bisa gimana mau abisin gue? Jangankan cuman seujung jari, setiap senti tubuhnya pun bisa gue sentuh, dan elu.. nggak bisa ngapa-ngapain. Hahahahaaa...."


"Bang**t!! Dasar baj****n busuk!!" Alex mengumpat murka, bahkan sumpah serapah pun ia lontarkan saking murkanya.


"Heh brengsek! Stop, berani maju gue bunuh lu!!" bentak Alex lagi, melihat anak buah King terus melangkah ke arah Kayla. Sedangkan Kayla sudah menangis ketakutan.


"Kalo kalian ngerasa laki-laki, hadepin gue! Jangan jadi pengecut yang bisanya nindas cewek! Cuih!" Alex berdecih sadis.


King mulai terpancing oleh lontaran penghinaan dan bentakan Alex, ia menghentikan anak buahnya yang sedang melepaskan rantai Kayla. Lantas ia meminta mereka semua menghajar Alex.


"Kayaknya dia lebih nggak sabaran ya, huh." King menyeringai, "Hajar dia, jangan kasih ampun! Biar dia tau berhadapan sama siapa."


"Siap Bos."


Tiga diantara anak buah King mulai menghajar Alex dengan tangan mereka sendiri. Dua orang lainnya mengambil cambuk dan ikut menyerang Alex. Sementara dua lainnya memegangi tangan Alex setelah mereka melepaskan belenggunya.


"Enggak...! Jangan, jangan pukul dia, aku mohon..!!" Sejak mereka mulai mendekati Alex Kayla terus menjerit dan memohon agar mereka berhenti, tapi bagi mereka suara Kayla hanya bagaikan sound ruangan yang menghiasi aksi pengaiayaan itu.


"Lepasin dia.. aku mohon..." Jerit Kayla dengan berurai air mata.


Kayla tidak tahu harus apa agar mereka berhenti menyiksa Alex, Kayla tidak sanggup melihat Alex diperlakukan sekeji itu. Mereka menyerang Alex keroyokan sementara pergerakan Alex mereka kekang. Wajahnya sudah babak belur, pelipis dan ujung bibirnya berdarah. Dia kesakitan dicambuk berulang kali oleh dua orang sekaligus, salah seorang dari mereka menendang kaki kanan Alex berulang kali sampai Alex tersungkur. Dia mengerang sesaat setelah tersungkur, pasti sakit sekali, apalagi kaki kanannya dulu pernah cedera, ketika ia menyelamatkan Kayla dari pohon yang tumbang di hutan. Bagaimana jika sekarang kaki kanannya terluka lagi, Kayla takut terjadi sesuatu yang fatal pada Alex. Kayla hanya bisa menangis dan menjerit, menyaksikan penganiayaan itu tanpa bisa berbuat apa-apa.


"Stop aku bilang.. Stop..!!"jerit Kayla frustasi.


"Kalian salah, kalian dendam sama papiku tapi kalian nyerang orang lain?! Dia nggak tau apa-apa, dia bukan siapa-siapa. Penganiayaan yang kalian lakuin ini nggak bakal berpengaruh buat papi, kalian dengar??" Pekik Kayla sekuat yang ia bisa, hingga King mulai berpikir.


King memicing dan lantas mendekat pada Kayla. Ia meminta anak buahnya menjeda serangan mereka pada Alex untuk mendengar dengan jelas ucapan Kayla. "Apa lu bilang?"


"Kalian nyiksa orang yang salah. Alex nggak tau apa-apa, dan dia bukan siapa-siapa. Aku udah nggak ada hubungan apapun sama dia, yang kalian lakuin ini sia-sia, papiku nggak akan terpengaruh dengan penyiksaan ini. Liat itu!" Ucap Kayla mencoba tegas, ia mengarahkan pandangan King ke monitor CCTV dimana Arman bisa menyaksikan penyiksaan mereka disini.


King melihat seksama gelagat Arman dari layar monitor CCTV itu, Arman duduk diam dengan dua orang anak buah King yang mengawasinya di sana. Arman terlihat diam dengan ekspresi marah, membuat King ragu mempercayai ucapan Kayla.


"Oh ya? Jadi dia bukan siapa-siapa elu lagi, bukan calon mantu Arman juga?" King terkekeh remeh lalu melihat Alex.

__ADS_1


"Kalo kalian nggak ada hubungan apa-apa lagi.. ngapain elu marah gue mau nyentuh cewek ini?" ujarnya pada Alex, ia lalu mencolek dagu Kayla.


"Singkirin tangan busuk lu dari dia!!" hardik Alex muak.


King memperhatikan raut wajah Kayla, "Kayaknya dia masih sayang sama elu ya? Dia nggak rela tuh kalo gue yang nyicipin elu duluan."


Kayla bergedik ngeri, jijik sekali dengan ucapan dan tatapan King. Sementara Alex kembali membentak dan mengumpat marah.


"Kalo dia bukan siapa-siapa lu, ngapain juga elu nangisin dia? Dia penting buat lu, heh?" Tanya King mengintimidasi Kayla.


"Dia penting buat orang banyak." jawab Kayla. Alex hanya memperhatikan interaksi itu dengan tatapan lemahnya yang kelelahan dan kesakitan.


"Buat lu?"


"Enggak." Jawab Kayla sembari menekan sesuatu dalam hatinya.


"Kalo gitu.. ngapain elu peduliin dia? Biarin aja dia mampus. Kalo dia penting buat orang banyak karena kekayaan dan bisnis suksesnya itu.. gue juga bisa ngambil alih itu. Simpel kan?" kata King seenaknya, diiringi dengan tawa memuakkan.


Kayla marah, "Licik! Kalo kamu mau balas dendam, balas dendam sama orangnya langsung! Target kalian aku kan, kalo gitu siksa aja aku, kenapa harus Alex?! Kalian nggak bakal dapetin apa-apa dengan nyiksa Alex, sedangkan aku..." Kayla menjeda kalimatnya, ia melirik Alex kemudian melirik papinya lewat monitor CCTV "...kalo kalian nyiksa aku, balas dendam kalian pasti tercapai."


"NO!! Miss Kissable, ngomong apa kamu?" sergah Alex marah.


"Kamu nggak seharusnya ada disini Al, aku nggak akan ngorbanin kamu buat balas dendam mereka ke papi aku." sahut Kayla tegas, meski hatinya begitu terluka dan gentar.


"Aku nggak papa. Aku nggak akan ngebiarin orang-orang be**t ini nyentuh kamu apalagi nyiksa kamu." timpal Alex.


"Ooh... So sweet juga ya" cibir King. "Ck ck ck... Kalian kira gue peduli sama hubungan kalian? Balas dendam gue emang sama Arman, tapi kalian berdua kan target emas gue. Denger ya, gak penting dia siapa elu, yang jelas dia udah ngehancurin bisnis besar gue. Dia.. bakal mampus ditangan gue." ujar King pada Kayla.


Kayla menggeleng-geleng takut. "Enggak, kalian nggak akan nyiksa dia lagi. Udah cukup..!"


"Bang**t!! Setan!! Langkahin dulu mayat gue kalo elu berani!" Pekik Alex berang, urat-uratnya menyembul tegang, wajahnya merah dan matanya berkaca-kaca.


"Oh oke. Dengan senang hati gue turutin permintaan terakhir lu. Kalo elu minta waktu buat pamitan sama Kayla juga gue kasih kok, silahkan aja!" sahut King dengan entengnya.


"Liat tuh jagoan lu, udah minta mati sendiri dia. Trus nasib lu gimana? Tetap aja kan elu harus puasin balas dendam gue, dia hidup ataupun mati.. nggak bakal elu bisa lepas dari gue." King memandangi Kayla penuh nafsu, sambil memainkan telunjuknya dipermukaan lengan Kayla.


Kayla menghindari sentuhan King namun tetap saja tidak bisa menjauh karena rantai yang membelenggunya. Alex mendengus berat, ia menyesal karena mengatakan siap mati demi Kayla. Harusnya ia bertahan demi Kayla, karena jika Alex mati sekarang.. mereka tetap akan menyiksa dan melecehkan Kayla. Itu lebih mengerikan.


Kayla muak dan lelah dengan situasi ini, ia tidak tahan dengan tatapan King. Harapannya untuk selamat dari tangan orang menjijikan ini pun terasa kecil, bahkan mungkin mustahil. "Bunuh aku sekarang, tapi lepasin Alex! Aku mohon jangan siksa dia lagi, dia nggak seharusnya ada disini." sungutnya frustasi.


"Enggak Miss Kissable, kamu nggak boleh putus asa kamu harus bertahan. Aku nggak papa, dan aku nggak akan biarin mereka nyakitin kamu."


"Apa yang bisa elu lakuin? Liat, elu berdiri aja nggak bisa gimana mau ngehalangin gue? Hahahaha..... Jangan-jangan kaki kanan lu itu udah lumpuh, buktinya elu nggak bisa bangun. Hahahaha...." Cibir King.


Alex kesal pada dirinya sendiri, kenapa ia begitu lemah saat ini. Benar jika kaki kanannya terasa sangat sakit, bahkan kebas. Ia tak bisa menggerakkan kaki kanannya meski telah berusaha sekuat tenaga, dan orang-orang kejam disekelilingnya ini menertawakannya dengan puas.


Kayla semakin iba melihat Alex yang terus memaksakan dirinya untuk bangkit padahal jelas-jelas ia kesakitan dan letih. Alex terlihat sangat marah, tatapan tajamnya menghunus sengit pada King dan anak buahnya. Alex pasti ingin sekali membalas perbuatan mereka sedangkan keadaannya saat ini tidak memungkinkan, namun ia tidak mau pasrah menerima kekalahan. Kayla takut keadaan Alex akan semakin buruk jika ia tetap menentang King, Kayla tidak akan sanggup melihatnya lebih menderita dari ini.


"Plis Al, berhenti berkorban buat aku! Jangan sia-siain hidup kamu cuman buat aku, aku nggak papa kalo harus jadi target balas dendam mereka ke papiku. Kalo pun aku hancur dan nyesel, biarin aja. Tapi kalo aku ngebiarin kamu ngorbanin diri buat aku.. itu bakal bikin aku lebih nyesel Al." Ucap Kayla lirih.


Alex terbelalak, "Miss Kissable, kamu ngomong apa? Kamu nggak pantes nerima penderitaan apapun, kamu nggak salah apa-apa. Apapun yang terjadi, aku nggak akan biarin mereka ngehancurin kamu." sungut Alex kesal.

__ADS_1


King hanya tertawa menyaksikan interaksi Kayla dan Alex, kemudian ia merasa jengah karena terlalu banyak membuang waktu. Tapi setelah melihat Arman dari monitor CCTV nya, King kembali menyeringai menampakkan dendam dari sorot matanya.


"Heh, ngapain kalian diem aja? Hajar dia, liat kan dia masih berani nantang. Kasih dia pelajaran gimana harus bersikap sama King!" Titah King pada anak buahnya, yang tentu saja langsung dituruti oleh para anak buahnya.


Penganiayaan itu kembali berlangsung selama beberapa saat, membuat Kayla semakin takut dan hilang harapan. Tenggorokan Kayla sakit dan suaranya parau karena banyak berteriak, ia lemas melihat kondisi Alex yang memprihatinkan. Sementara King menyaksikan penganiyaan terhadap pemuda malang itu dengan santai sambil menenggak minumannya, King lebih memperhatikan gelagat Arman daripada memperdulikan permohonan Kayla.


Arman terlihat memberontak dari belenggunya sambil mengomeli anak buah King, dia memaksa lepas dari belenggu meski tahu itu tidak mungkin, pikir King. King menatapnya sepele dan terus menyoroti Arman yang dianggapnya pecundang tak berguna. Namun tanpa sepengetahuan King, Arman telah menyusun rencananya sendiri, dia hanya menunggu King lengah saja untuk memulai aksinya.


Sementara King merasa yakin kalau Arman sudah tertekan dan frustasi melihat kondisi Alex, dan Arman pasti sangat khawatir dengan putrinya yang terus menangis itu. Karena nasib putrinya akan lebih buruk dari Alex, tidak lama lagi. King kembali menyeringai sadis.


"Cukup!" komandonya pada anak buahnya.


Mereka menghentikan penganiayaan pada Alex, karena Alex sudah terlihat tak berdaya. Matanya memang masih terbuka namun sorotnya sangat redup dan penglihatannya buram. Nafasnya sudah sangat terengah-engah tak beraturan, tubuhnya juga sulit digerakkan. Tubuh dan wajahnya penuh dengan luka pukulan dan cambukan yang ia terima bertubi-tubi, kemeja dan celana yang dikenakannya sampai sobek-sobek akibat penganiayaan itu. Meski ia melawan, ia tetap kalah dengan tenaga tujuh orang pria yang lebih besar darinya, yang menyerangnya keroyokan.


Tapi walaupun sudah sangat lemah, Alex tidak bersedia menyerah. Didepan sana, setelah orang-orang jahat itu mencampakkannya yang tergeletak di lantai, mereka mulai mendekati Kayla. Air mata Alex mengalir membasahi pelipisnya yang lebam dan berdarah, Alex menyesal saat ini tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan orang-orang jahat itu mendekati Kayla. Mereka melepaskan rantai belenggu Kayla dan melempar tubuh gadis itu ke atas kasur kingsize yang sebelumnya mereka letakkan di tengah ruangan. Kayla terdengar berteriak dan memohon dilepaskan, namun mereka malah tertawa menjijikan dan menatap gadis malang itu dengan penuh nafsu.


"Ya Allah.. tolong jangan biarin Kayla ternoda, dia cewek baik, dia nggak bersalah, tolong jangan buat dia menderita.." jerit Alex dalam hati.


Kayla yang sudah berada ditengah kasur itu meringkuk memeluk lututnya, ia sangat takut saat ini dan ia tidak tahu harus bagaimana selain hanya menangis. Ia melirik takut pada semua orang yang berdiri mengelilingi kasur, mereka tertawa dan memandanginya bagai binatang yang menemukan mangsa segar dan siap mereka perebutkan. King maju, membuat Kayla reflek mundur dan berteriak. Kayla memejamkan matanya, lantas ia merasakan kedua pergelangan kakinya dipegang, membuatnya melotot seketika. Lalu ia merasa kakinya ditarik kasar sampai kakinya terulur dan tubuhnya terseret maju.


"AAAAAAARGHH.......!!!" jeritnya histeris.


Seketika bayangan dirinya diseret malam itu muncul tiba-tiba, membuat traumanya bangkit. Kayla ingat sekali ketika malam itu ia hampir dilecehkan oleh baj****n yang membeli dirinya dari papinya. Kayla diseret dan ditatap mengerikan seperti King menatapnya saat ini.


Dan sontak jeritan histeris Kayla yang terdengar menyakitkan ditelinga Alex itu, membuat gelora dalam jiwa Alex bangkit. Alex merasa seolah jeritan Kayla menjadi energi ajaib yang tiba-tiba merasuki tubuhnya, membuat tubuh Alex yang lemah tak berdaya kini memiliki kekuatan. Perlahan anggota tubuhnya bergerak mencoba bangkit, ia terus berdoa dalam hati agar Tuhan memberinya kekuatan untuk bisa menolong Kayla.


"Miss Kissable...!!" pekik Alex sembari bangun dan membangkitkan energi tubuhnya.


Sontak saja suara Alex membuat King dan anak buahnya kaget, mereka lantas terhenti dan serentak menoleh ke arahnya. Mereka terkejut melihat Alex yang sudah berdiri tegak seraya menatap garang ke arah mereka.


"Al..." gumam Kayla dalam, ia pun mulai memiliki harapan lagi.


"Heh, ngapain diam aja? Urus dia!" gertak King pada anak buahnya.


"Baik, Bos." jawab mereka kemudian beranjak.


King kembali pada Kayla, membuat Kayla semakin waspada. Kayla memiliki kesempatan untuk berdiri dan menjauh dari jangkauan King. Meski Kayla tahu tidak akan bisa terus menghindari King sementara ia tidak bisa keluar dari ruangan ini. Kayla terus berusaha melangkah, berlari dan berkelit dari jangkauan monster dihadapannya itu. Ketakutan sekaligus keberaniannya berbaur campur aduk dalam dada Kayla, kemudian ia melihat Alex kembali tersungkur setelah dikeroyok oleh anak buah King, membuat hatinya kembali berdesir hancur. Sekarang keberanian dalam dirinya mulai pupus, bagaimana ia bisa bertahan sementara Alex tumbang.


Jika tadi ia sempat berhenti menangis, hanya karena Alex bangkit untuk menguatkannya. Tapi sekarang kekuatannya hilang seiring Alex jatuh lagi dan lagi, apa lagi yang bisa Kayla lakukan selain menangis. Tubuh Kayla pun mulai letih, dan King berhasil menjangkaunya. King kembali melempar Kayla ke kasur laknat itu, dan nampak tidak mau membuang-buang waktu lagi.


Tapi tiba-tiba....


"Aahk...!!"


Erangan kesakitan yang tiba-tiba terdengar dari suara berat itu, membuat semua orang yang berada di sana terbelalak dan terpaku kaget.


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... ....


... Bersambung...


__ADS_2