
"Apa kabar, bro?" seru Vicky.
Alex tersenyum melihat kedatangan ketiga temannya, yang masih memakai seragam sekolah itu.
"Bentar lagi juga gue bisa sekolah. Besok gips gue udah bisa dilepas."
"Bagus dong!" seru Bima.
"Dan besoknya lu udah sekolah?" tanya Sandi.
"Mudah-mudahan." sahut Alex.
Bima, Sandi dan Vicky kemudian duduk di dekat Alex yang sedang menonton TV. Sepulang sekolah mereka bertiga langsung menuju rumah Alex.
"Bagus kalo lu bisa cepet-cepet ke sekolah, ada yang baru loh Al di sekolah!" ujar Vicky semangat.
"Cihuyy bro..!" komentar Sandi antusias.
"Murid baru? Cewek?" tebak Alex.
"Bukan murid baru, tapi guru baru. "Cantik, bohay, muda lagi!" kata Bima.
"Dan udah kita kasih sambutan! Lumayan sih, walaupun gak ada elu." timpal Vicky.
"Iya, lumayan malunya dia! Hahaha..." lakar Sandi.
Ketiganya lantas tertawa mengingat kejadian pagi ini di sekolah, mereka mengerjai guru baru itu. Dan Alex tentu mengerti maksud sambutan mereka itu. Setiap ada orang baru di sekolah, mereka pasti mengerjainya, sebagai sambutan katanya. Biasanya Alex yang akan membuat rencana, dan ketiga temannya ini yang mengerjakannya. Tapi kali ini ia tidak terlibat karena ia masih sakit, dan karena satu alasan lagi.
Alex sedikit merasa was-was, apa Kayla akan benar-benar membongkar tentang Mr Strawberry ya kalau dia tahu hari ini terjadi pembullyan di sekolah? Sebelumnya kan Alex dan Kayla telah membuat kesepakatan, jika Kayla tidak akan mengatakan apapun tentang Mr Strawberry selama Alex tidak membully siapapun.
"Dia waktu itu cuman ngancem doang kan? Bisa gawat kalo beneran." gumam Alex dalam hati.
"Sambutan apa?" tanya Alex.
Mereka kembali tertawa sebelum Sandi menjelaskan. "Pas tuh guru cantik baru masuk kelas, trus dia ngenalin diri.. eh siapa namanya?"
"Felisha apa gitu, gue juga lupa." sahut Vicky.
"lya, abis itu kan dia mau duduk tuh." mereka tertawa lagi.
"Pas mau duduk... brakk!" ujar Sandi membuat Vicky dan Bima tidak bisa mengentikan tawanya.
"Kursinya patah. Hahaha.. kursinya kita patahin bro! Hahaha....." ujar Sandi lagi.
"Trus kejungkal deh! Hahaha...." sambung Bima.
"Kejungkalnya itu loh yang bikin ngakak abis." timpal Vicky.
"Ho'oh, sayang aja dia pake rok ketat. Coba dia pake roknya longgar, jadi pas kejungkal kan auto mekar semua! Hahaha..." timpal Bima, membuat Sandi dan Vicky memegangi perutnya sambil tertawa.
Alex pun ikut tertawa, walaupun ada sebersit rasa cemas dibenaknya. Tapi terlalu menyenangkan untuk melewatkan momen ini. Apalagi jika ia menyaksikan langsung, membayangkan tentang guru perempuan, bohay dan muda seperti yang dikatakan Bima tadi saja Alex sudah merasa geli dan ilfil, pasti sangat menyenangkan jika melihat langsung kejadian yang yang diceritakan teman-temannya itu.
Tidak lama kemudian, seorang asisten rumah tangga datang menghampiri Alex. "Permisi, Den. Makan siangnya udah siap."
"Oke, makasih Bik!"
"Yuk bro!" ajak Alex pada teman-temannya.
Sembari makan siang bersama, mereka berbincang-bincang tentang keseruan di sekolah. Bima, Sandi dan Vicky mengaku sejak masuk kembali ke sekolah mereka malas membully karena tidak ada Alex, meskipun tangan mereka gatal untuk menjahili orang. Hanya sesekali saja mereka menjahili orang dan itu pun hanya yang iseng-iseng saja, tidak ada yang serius atau jadi masalah besar.
Dan hari ini mereka begitu senang ketika ada orang baru di sekolah, mereka tidak peduli itu murid atau guru, yang pasti siapapun yang datang ke sekolah mereka harus mendapat sambutan. Apalagi ini gurunya terlihat sangat muda, menurut Bima dia lebih cocok jadi senior kelas mereka saja atau bahkan teman sekelas.
Tiba-tiba ponsel Alex berdering sekali, menandakan sebuah chat masuk. Alex mengeceknya dan senyumnya lantas melebar, membuat Bima, Sandi, dan Vicky saling pandang sambil memainkan mata mereka.
"Ehemm, siapa tuh?" sindir Sandi.
"Tebak!" ujar Alex.
"Miss Kissable?" tebak Vicky.
Alex hanya tersenyum. "Miss Kissable bukan sih?" tanya Bima ngegas.
"lya lah. Siapa lagi." jawab Alex senang.
"Apa katanya? Nanyain udah makan apa belum lagi?" tebak Bima, membuat Alex terkekeh.
"Girang amat lu Al! Emangnya dia serius perhatian sama lu, apa basa-basi doang sih?" ujar Sandi.
Alex menyelis kesal, "Maksud lu?"
"Dari awal dia tau kan kalo lu sakit, tapi kenapa sampe sekarang dia gak pernah jenguk lu?" tanya Sandi.
Benar juga, Bima dan Vicky setuju. Alex pun tidak bisa mengelak, karena memang Miss Kissable tidak pernah menjenguknya, tapi dia tidak pernah absen untuk menanyakan keadaannya setiap hari.
Alex juga penasaran kenapa Miss Kissable tidak menjenguknya juga padahal Alex sudah beberapa kali memintanya, juga memberikan alamatnya. Bahkan Alex menawarkan supir untuk mengantar jemputnya, tapi gadis itu tetap menolak dengan berbagai alasan. Alex mempercayainya dan bisa memahaminya. Tapi Bima, Vicky, apalagi Sandi, mereka tidak bisa memahaminya dan terus saja mempertanyakannya.
... ______________...
Kayla duduk di sofa depan tv, sambil memegang ponselnya dan juga sebuah cenderamata. Setelah membaca chat balasan dari Alex, ia menutup ponselnya tanpa membalas chat itu. Kayla mendengus nafas panjang, lagi-lagi Alex bilang di chatnya bahwa dia merindukan Kayla dan ingin bertemu dengannya. Alex sudah beberapa kali meminta Kayla untuk menjenguknya bahkan menawarkan supir, tapi Kayla menolak. Ketika Alex mencoba melakukan video call pun Kayla tidak mengangkatnya. Bukan karena Kayla tidak ingin melihatnya atau menemuinya, tapi entah kenapa Kayla merasa belum siap.
Kayla senang mengetahui Alex akan segera sembuh, dia juga bilang bahwa besok gips dikakinya akan dilepas. Menurut Kayla, selama mereka chattingan, Alex cukup merasa senang dan bersemangat. Mereka membahas banyak hal lewat chat, bahkan mereka tidak sungkan membagi apa saja yang mereka pikirkan lewat chat itu. Keakraban kian terjalin diantara keduanya selama sebulan ini, meski hanya lewat chattingan saja. Jadi Kayla pikir untuk apa bertemu, jika nanti mereka akan merasa canggung?
Ya, Kayla yakin jika mereka bertemu akan ada kecanggungan diantara mereka berdua. Beda halnya jika mereka bertemu di sekolah, karena itu sudah terbiasa. Sedangkan jika Kayla datang ke rumah Alex dan menjenguknya sendirian.. Ah, Kayla tidak bisa melakukan itu.
Kayla tahu ia tidak melakukan hal yang benar dengan menolak Alex. Apa salahnya jika ia datang sekali saja untuk menjenguk Alex? Alex kan sakit disebabkan menolong Kayla, dia sampai tidak masuk sekolah selama hampir sebulan demi kesembuhan kakinya. Dia seperti itu karena melindungi Kayla, dan Kayla tidak menjenguknya sekali pun?
Kayla menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa, ia mengangkat tangannya yang memegang cenderamata yang diberikan Alex waktu itu di hutan, dan memandangi cenderamata itu. Cenderamata yang terbuat dari batang kayu, yang terukir nama Mr Strawberry disana.
"Maafin aku Mr Strawberry." gumamnya lirih.
Ngomong-ngomong soal Mr Strawberry, Kayla jadi teringat saat Nia dan Adit mempertanyakannya. Kayla kaget dan bingung waktu itu, bagaimana Nia dan Adit tahu tentang Mr Strawberry?
__ADS_1
(Flashback On)
Di hari pertama masuk sekolah setelah liburan akhir tahun.
"Kay, apa kabar..?" seru Nia seraya menyambut Kayla dengan pelukan dan ciumannya di pipi kanan dan kiri Kayla.
"Baik Ni, Alhamdulillah... Akhirnya kita ketemu lagi" balas Kayla.
Setelah meletakkan tasnya, Kayla pun duduk di tempat duduknya, di samping Nia.
"Kay, ada yang mau aku tanyain ke kamu."
"lya, apa?"
"Mr Strawberry itu siapa sih?"
Kayla terkesiap mendengar Pertanyaan Nia. Adit yang mendengarnya pun lantas mendekat dan ikut nimbrung.
"Itu dia! Aku juga penasaran, siapa Mr Strawberry itu?" ujar Adit.
"Mr Strawberry?" monolog Kayla. Kedua temannya mengangguk.
"Mereka tau soal Mr Strawberry dari mana ya?" gumam Kayla dalam hati.
"Mr Strawberry? Gimana aku tau, siapa sih yang kalian omongin?" dalih Kayla seraya mendengus senyum.
"Jangan ngeles ah Kay! Gak mungkin kamu gak tau." kata Nia.
"Nama yang waktu itu kamu sebut di dekat danau, Kay." Adit mengingatkan.
Kayla menaikkan alisnya kaget, "A-..aku nyebut nama dia? Kapan?"
"Pas kamu hampir tenggelam di danau itu Kay! Kejadian itu kan lumayan aneh, kita tau kamu gak bisa berenang tapi gimana kamu bisa ada di tepian coba? Dan kamu yang waktu itu lemes banget, kamu Nyebut Mr Strawberry. Apa dia yang bawa kamu ke tepian?" Nia mengingatkan.
"Astaga... jadi waktu itu aku nyebut nama Mr Strawberry? Kok aku gak sadar ya kalo aku nyebut Mr Strawberry, padahal kan aku gak pingsan." gumam Kayla dalam hati.
Kayla mengingat-ingat kembali kejadian itu, jadi yang menolongnya waktu itu memang Alex? Waktu itu Kayla memang mendengarnya menyebut Miss Kissable, dan dia memeluk Kayla. Kayla ingat itu, walaupun Kayla tidak bisa melihat wajahnya. Tapi Kayla tidak ingat kalau ia menyebut nama Mr Strawberry waktu itu.
"Kay, kok ngelamun?" tanya Adit, membuyarkan lamunan Kayla.
"Eh, apa?" bingung Kayla.
"Hayoo.. siapa Mr Strawberry? Eh tapi, Mr.. Kay? Cowok dong?"
"Emm..." Kayla bingung.
"Tapi kok belakangnya strawberry? Aku pikir tadinya Miss Strawberry, hehe janggal aja gitu dengernya Mr Strawberry." ujar Adit.
Kayla menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bagaimana menjelaskannya ya? Tidak mungkin ia memberi tahu kalau Mr Strawberry adalah Alex, dan Kayla kan juga sudah setuju dengan kesepakatan yang ditawarkan Alex waktu itu, kalau ia tidak akan bicara apapun tentang Mr Strawberry di sekolah.
"Dia... aku juga gak tau pasti sih yang nolongin aku waktu itu dia apa bukan. Aku Kayaknya setengah sadar gitu deh, aku juga gak tau loh kalo aku nyebut nama dia."
"Tapi dia itu siapa Kay? Mr Strawberry itu siapa?" tanya Nia lagi.
"Kok gitu sih Kay, gak jelas banget!" gerutu Nia.
"Ya emang waktu itu aku gak liat mukanya, Nia. Siapa yang nolongin aku, aku gak tau. Aku cuman denger suara dia doang."
(Flashback Off)
Kayla tersenyum sambil memandangi cenderamata nya. Sejak hari itu sampai sekarang Kayla selalu membawa cenderamata pemberian Alex ini ke sekolah. Suasana di sekolah tanpa Alex lumayan terasa berbeda. Tidak sedikit dari para siswa dan siswi merindukannya, khususnya siswi-siswi fans Alex.
Dan tidak sedikit juga yang bergosip tentang Alex dan Kayla di hutan bulan lalu. Mereka menyalahkan Kayla atas sakitnya Alex, Kayla hanya diam dan tidak menanggapi mereka, karena yang mereka katakan memang benar. Meskipun mereka tidak tahu semua kebenarannya. Kayla tidak bisa memungkiri jika Alex sakit adalah gara-gara dirinya. Sampai sekarang pun Kayla masih merasa bersalah, tapi entah kenapa hatinya masih enggan dan terasa berat untuk menjenguk pria yang telah menyelamatkan berkali-kali itu. Sejak awal Alex sakit sampai sekarang, sebenarnya Kayla gelisah karena ia seolah tak peduli pada Alex, seperti tak tahu terima kasih.
Melihat cenderamata ini, Kayla jadi teringat soal beberapa hari yang lalu. Saat Adit kembali menanyakan tentang Mr Strawberry.
(Flashback On)
Bel istirahat berbunyi, menandakan pelajaran pertama telah usai. Kayla membereskan buku-bukunya dan memasukkannya ke dalam tas.
"Kay, tolong ya!" ujar Nia seraya berdiri menunjuk bukunya di atas meja.
"Kamu kenapa Ni?" tanya Kayla pada Nia yang terlihat gelisah, Nia lalu bergegas keluar kelas.
"Kebelet." sahutnya tanpa menoleh.
Setelah Kayla memasukkan buku-bukunya ke dalam tas, dan akan meunutup tasnya, ia kembali memeriksa isi tasnya. Dan ia menyadari sesuatu tidak ada di dalam tasnya.
"Mr Strawberry?" batinnya.
Kayla lalu berbalik dan melihat Adit yang sejak tadi memperhatikannya. Adit duduk di bangku yang berada di depan Kayla, ia tersenyum.
"Kehilangan sesuatu?" tanyanya, membuat Kayla sedikit terkesiap.
Apa Adit tahu Kayla kehilangan cenderamata nya? Tapi bagaimana dia tahu, Kayla kan tidak pernah memperlihatkan cenderamata itu pada siapapun.
Adit mengangkat tangannya sejajar dengan wajah mereka berdua, ia memegang cenderamata Kayla ditangannya itu. Kayla sedikit kikuk, cenderamata itu ada di tangan Adit?!
"Mr Strawberry" gumam Adit sambil meletakkan cenderamata itu di meja Kayla.
"Kok bisa ada di kamu, Dit?"
"Tadi pas pelajaran mau mulai, kan kamu ngambil buku di tas, trus gak sengaja ini jatuh ke dekat meja aku. Jadi aku ambil deh, pas aku liat tulisannya Mr Strawberry.. aku pikir nanti aja balikinnya ke kamu. Aku masih penasaran sama Mr Strawberry!" tutur Adit jujur.
Kayla menelan salivanya, ia mengambil cenderamata itu dan cengar-cengir melihat Adit.
"Ada apa, Kay? Pasti ada sesuatu yang kamu sembunyiin kan?"
"Kan aku udah bilang Dit, Mr Strawberry itu cowok yang aku liat dalam mimpi aku."
"Trus benda ini?" tanya Adit, membuat Kayla bingung mencari alasan untuk menjawabnya.
__ADS_1
"Ini.. ini cenderamata. lya, ini cenderamata, aku suka jadi aku bawa ke sekolah" sahut Kayla sekenanya.
"Dan cenderamata ini penting buat kamu." kata Adit.
Kayla mengernyit bingung, bagaimana Adit bisa berpendapat seperti itu?
"Kamu langsung nyadar pas gak ada ini di dalem tas kamu. lya kan Kay?"
"lya." sahut Kayla bingung.
"Jadi, siapa sebenarnya Mr Strawberry ini? Masa' kamu cuman liat dia di mimpi kamu, apa kamu sebenarnya juga udah kenal sama dia? Gak mungkin kan waktu itu dia tiba-tiba datang trus nolongin kamu pas tenggelam di danau?"
Astaga.. banyak sekali pertanyaan Adit! Tidak ada satupun yang bisa Kayla jawab. Kayla tidak bisa mengatakan apapun tentang Mr Strawberry.
"Oke.. karena kamu terus nanyain dia, aku akan jawab. Tapi Dit, apa sih yang bikin kamu penasaran sama dia?"
"Ya penasaran lah Kay, kamu kan teman aku. Masa' aku gak tau siapa orang yang udah nolongin temen aku, dan juga penting buat kamu itu? Aku heran aja, Nia bilang waktu itu gak ada siapapun di dekat danau, trus tiba-tiba aja kamu udah di tepian. Dan Mr Strawberry itu kan yang nolongin kamu? Trus ini, kamu punya cenderamata yang ada tulisan namanya."
"Nah itu dia! Aku juga heran." ujar Nia nimbrung.
"Eh Nia." sapa Adit pada Nia yang baru masuk ke kelas.
Nia duduk di bangkunya dan ikut menunggu jawaban Kayla.
"Hayoo Kay, kamu selalu aja ngelak kalo ditanyain soal Mr Strawberry. Siapa sih dia, pangeran impian kamu ya?" celetuk Nia, membuat Kayla mendengus senyum, dan Adit nampak kaku.
"Aku harus bilang apa, aku gak tau gimana jelasin soal dia ke kalian!" Kayla tertawa kecil.
Melihat ekspresinya, Adit merasa dugaan Nia tadi benar. Apa iya Mr Strawberry itu pangeran impian Kayla? Kenapa perasaan Adit jadi terganggu ya saat Nia mengatakan itu?
"Ayo dong Kay, cerita..!" rengek Nia.
"Oke! Dia itu..." Kayla terdiam, membayangkan pertemuan pertamanya dengan Mr Strawberry. Kemudian pertemuan berikutnya, meski setelah Kayla tahu dia adalah Alex, sikap manis dan lembutnya tetap membuat Kayla kagum. Bahkan setelah Alex tahu Miss Kissable adalah Kayla, dia tetap bersikap seperti sebelumnya. Dia baik, perhatian, dan lembut.
"Kay! Ih, kok ngelamun?" rajuk Nia, sementara Adit mulai tegang menunggu Kayla bicara.
"Eh sorry..!"
"Jadi, dia itu..?" tanya Nia.
"Kalo waktunya udah tepat aku pasti kasih tau kalian tentang semuanya." ujar Kayla mantap.
"Yah.. kok gitu?" protes Nia.
"Semuanya? Apa maksud kamu Kay?" tanya Adit.
"lya, pada saatnya nanti kalian pasti tau tentang dia. Buat sekarang, aku cuman bisa bilang.. Mr Strawberry itu cowok yang baik dan.. dia bisa lakuin apa aja buat aku."
Adit merasa berkecil hati mendengar penuturan Kayla. Mr Strawberry itu ternyata orang yang berarti untuk Kayla. Padahal selama ini, Adit ingin dirinya lah yang menjadi orang yang berarti untuk Kayla, yang selalu menemaninya dan mendukungnya, juga selalu ada untuknya. Kayla mengernyit melihat Adit mematutkan wajahnya, Kayla tentu tidak tahu apa yang sedang Adit pikirkan.
"Jadi dia cowok yang spesial buat kamu?" tanya Nia berbinar-binar.
Kayla mengernyit seraya tersenyum ambigu, "Mungkin."
"Kok mungkin?" bingung Nia.
"Ya.. gimana ya, aku jadi pengen ketawa sendiri deh. Yaudah lah gak usah dibahas lagi. Yang penting kan kalian udah tau, kalo Mr Strawberry itu nyata. Dia ada, bukan cuman dalam mimpi aku, dan dia.. juga bakalan ada buat semua orang."
"Ah, udah kayak superhero aja yang selalu ada buat nolongin semua orang" celetuk Nia membuat Kayla tertawa.
(Flashback Off)
Kayla mendengus senyum mengingat obrolannya dengan Nia dan Adit beberapa hari yang lalu.Tiba-tiba ponsel Kayla berdering, ada panggilan masuk.
"Alex?" gumamnya bingung.
Kenapa Alex tiba-tiba menelponnya, Kayla jadi ragu untuk mengangkatnya. Sebelumnya Kayla hanya pernah satu kali berbicara lewat telepon dengan Alex. Bagaimana jika kali ini Alex mendesaknya agar Kayla mau mengunjunginya? Apa yang harus Kayla katakan, Kayla bingung.
Tapi jika dia Mr Strawberry, bukankah Mr Strawberry tidak pernah memaksa Miss Kissable nya? Lagipula tidak benar juga kan jika Kayla tidak mengangkat teleponnya?
Kayla pun mengangkatnya, ia menempelkan ponselnya ke telinga kanannya. Satu detik, dua detik, tiga detik, tidak ada suara dari seberang sana. Kayla menilik kembali ponselnya, tersambung sih tapi kenapa Alex tidak bicara?
"Halo, Al?" sapa Kayla.
Terdengar seperti suara berbisik dari seberang sana, Kayla tidak mengerti ada apa.
"Mr Strawberry?"
Kali ini suara dari seberang sana membuat Kayla was-was. Yang berbisik di sana ternyata bukan satu orang, melainkan lebih dari satu.
"Apa katanya?" bisik salah seorang.
"Mr Strawberry. Siapa tuh?" sahut yang lainnya.
"Ah masa'? Emangnya siapa Mr Strawberry?" sahut suara lainnya yang tak kalah pelan.
"Lu yakin ini Miss Kissable?"
"lya lah! Tuh liat kontaknya, Miss Kissable kan?"
"Tapi kenapa dia manggil Mr Strawberry?"
"Apa jangan-jangan yang dia panggil Mr Strawberry itu... Alex??"
Kayla menjauhkan ponselnya dari telinganya, siapa yang berbisik-bisik di seberang sana? Apa itu Bima, Sandi, dan Vicky? Dan mereka mendengar Kayla menyebut.. Mr Strawberry!
... ....
... ....
... ....
__ADS_1
... ....
... Bersambung...