
Kayla nampaknya sudah tertidur, tapi tidurnya tidak nyenyak. la sesekali mengusap tangannya dan juga lehernya. Apa dia kedinginan? Atau nyamuk mengganggunya?
Alex beranjak seraya melepas jaketnya yang ia pakai, ia lalu meletakkan jaket itu di tubuh Kayla agar dapat sedikit melindungi Kayla dari rasa dingin atau gangguan nyamuk. Sekali ia meletakkannya, jaketnya merosot karena Alex tidak melakukannya dengan benar. la lalu membetulkannya, sembari bertekuk lutut di depan Kayla.
Tiba-tiba Kayla membuka matanya dan menjerit kaget, membuat Alex terkesiap. Kayla menatap Alex dengan ekspresi kaku dan gugup, apa Alex membuatnya takut?
"K..kamu.. mau apa?" tanya Kayla, dan dari suaranya Alex bisa mengerti kalau Kayla merasa takut.
Alex tersenyum jahil, "Mau makan elu!"
Kayla membulatkan matanya dan dengan cepat mendorong dada Alex sehingga Alex terduduk.
"Jangan gila Al!" bentaknya.
Alex mendengus kesal, "Gue cuman ngasih lu jaket! Elu kenyamukan, apa kedinginan?" balas Alex ketus.
Kayla pun menunduk, dan mendapati jaket yang menutupi tubuh bagian atasnya. la lalu menghela nafas panjang, lega rupanya. Alex beranjak dan kembali ke tempat ia duduk semula.
"Apa liat-liat? Elu pikir gue mau ngapain?" tanya Alex ketus.
"Kamu nakut-nakutin aku Al."
Alex terkekeh, "Siapa yang nakut-nakutin, elu aja yang su'udzhon sama gue."
Kayla menunduk malu, ia merutuki kebodohannya sendiri, kenapa ia sampai berpikiran buruk tentang Alex. Padahal Alex telah menyelamatkannya dari ketakutan dan kegelapan, bahkan sekarang ia memberikan jaketnya agar Kayla tidur dengan nyaman, padahal dia sendiri juga membutuhkan jaket untuk melindungi tubuhnya dari dingin hawa malam.
"Maaf Al.. dan terima kasih juga, tapi kamu kan juga butuh jaket ini. Aku gak papa, aku pake kaos lengan panjang kok. Sedangkan kamu pake lengan pendek, jadi kamu lebih butuh ini" ucap Kayla seraya beranjak dan bermaksud mengembalikan jaket Alex.
Alex menyelis kesal dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Jangan nolak! Tidur sana!"
Tapi Kayla tetap berjalan mendekati Alex, membuat Alex berdecak kesal. "Gak usah ngeyel deh, pake tuh jaket dan tidur! Gue udah biasa kok sama hawa dingin gini."
"Jangan ngeles Al, ini bukan dingin AC kamar kamu, kamu bisa masuk angin kalo kedinginan" Kayla menunduk untuk menyerahkan jaket itu pada Alex.
Alex terdiam sambil mendongak melirik jaketnya dan wajah Kayla bergantian. Kemudian ia tersenyum smirk.
Grepp
Alex menarik tangan Kayla tiba-tiba, membuat Kayla terjatuh ke pangkuannya. Kayla membulatkan matanya seketika, jantungnya berdetak lebih kencang dan ia menelan salivanya berat. la mencoba melepaskan tangannya dari Alex, tapi Alex malah menariknya lagi untuk mendekat. Kayla menahan tubuhnya dengan sebelah tangannya yang ia tempatkan di bahu Alex, agar ia tidak sampai mendekat lagi, karena jarak mereka sudah sangat dekat.
Alex menatapnya datar, "Al. apa-apaan kamu?!" lirih Kayla takut-takut.
"Jangan nguji kesabaran gue ya, elu tau gue kan? Apa yang lu bilang, kalo gue marah gak ada yang bisa nyelamatin lu dari gue. lya? Tapi masih aja lu bikin gue kesel." ucapnya datar.
Kayla semakin takut, ia mendorong bahu Alex, mencoba menjauhkan tubuhnya dari Alex, tapi sia-sia. "Sorry Al.."
"Lepasin aku.." Kayla menunduk mencoba menghalangi pandangan Alex.
"Inget, kalo lu gak mau hal yang lu takutin terjadi, jangan coba-coba bikin gue kesel lagi! Nurut aja, kenapa sih?!"
Kayla mengangguk dan Alex melepaskan tangan Kayla. Kayla pun segera beranjak dan kembali ke tempat semula ia tidur tadi. Alex melempar jaket yang Kayla lepaskan tadi, kembali ke arah Kayla. Dan Kayla pun mengenakan jaket itu, ia mulai menutup matanya, meskipun perasaannya tidak tenang.
Kayla mengintip Alex dari balik kelopak matanya yang ia buka sedikit, ternyata Alex masih memandanginya. Ya ampun.. bagaimana Kayla bisa tidur dalam keadaan dan perasaan seperti ini?!
"Pliss Al.. jangan liatin aku terus! Kamu bikin aku takut." gumamnya dalam hati.
Kayla tidak bisa tenang, ia membuka matanya dan membetulkan posisi duduknya. la melirik Alex sekilas, nampaknya pria menyebalkan itu tak membiarkan sedikitpun aktivitas Kayla luput dari pandangannya.
"Kenapa? Gak bisa tidur?"
"Kalo kamu liatin aku terus kayak gitu, gimana aku bisa tidur? Jangan bikin aku parno, Al!"
Kayla tidak peduli jika Alex kesal dengan perkataannya, ia merasa terganggu dan ia tidak bisa menutupinya.
"Apa dia takut gara-gara tadi? Astaga.. apa yang gue lakuin, bukannya bikin dia nyaman gue malah ganggu dia." batin Alex.
"Kamu sendiri kenapa gak tidur?" tanya Kayla.
"Ini juga gue mau tidur kok" dalih Alex.
Alex menyandarkan punggungnya dipohon dan memejamkan matanya. la sebenarnya belum mengantuk meski tubuhnya lelah. la ingin memastikan Miss Kissable bisa istirahat dengan tenang dan tidur dengan nyaman, baru ia akan tidur. Tapi ternyata ia malah membuat Miss Kissable nya itu merasa terganggu. Jadi biarlah ia memejamkan mata dulu untuk meyakinkan Miss Kissable bahwa ia tidak akan mengganggunya, atau mendekatinya. Biarkan Miss Kissable merasa aman dulu sehingga dia bisa tertidur, barulah Alex bisa tenang.
Alex ingin melindunginya dan menjaganya, juga memastikan kenyamanannya. Jika Alex harus bergadang pun tidak masalah, ia akan menjaga api unggun agar tetap menyala dan tetap menghangatkan Miss Kissable. Lagipula hutan ini cukup mencekam kan, ada binatang buas yang menghuninya. Alex harus memastikan tidak ada satu hewan pun yang akan mengganggu Miss Kissable nya.
Setelah lama memejamkan mata, Alex mencoba mengintip Kayla dengan sedikit membuka matanya. Gadis itu sudah terpejam, semoga dia tidur dengan nyaman. Alex tersenyum tipis melihatnya.
... ....
... ....
... ....
Paginya, Kayla terbangun karena mendengar suara Alex.
Hoeekk
Hoek...
Hoeekk!
Kayla melihat Alex sedang berdiri di dekat rerumputan liar yang tumbuh setinggi pinggang, di dekat pohon tempatnya tidur. Alex terlihat memegangi perutnya dan menundukkan badannya.
__ADS_1
Hoeek..
Alex mengusap bibir dan dagunya. "Huhh....."
ia mengatur nafasnya sembari terpejam dan menegakkan badannya.
"Al, kamu masuk angin ya?"
Alex terkesiap melihat Kayla sudah berdiri disampingnya. "Eng..enggak, cuman kayak gak enak aja kok dikit. Efek perut kosong doang" dalih Alex.
Kayla melirik ke arah muntahan Alex, membuat Alex merasa malu dan kikuk. "Ngapain diliatin sih?"
Alex berbalik dan kembali duduk, Kayla pun mengikutinya. "Kamu itu masuk angin Al, pasti gara-gara kedinginan ya?"
Alex mengusap tengkuknya, mungkin Kayla benar. Sejak bangun tidur tadi Alex memang merasa tidak enak badan, ia rasa ia meriang, atau masuk angin. Karena ia memang kedinginan semalam.
"Biasa aja kok" dalih Alex lagi.
Kayla melepaskan jaket dan mengembalikannya pada Alex. "Ayo pake!"
Alex memutar bola matanya malas. "Jangan nolak Al, kamu bikin aku ngerasa bersalah gara-gara ngebiarin kamu kedinginan, sampe sakit gini" lirih Kayla.
"Apaan sih, gue gak sakit kok."
Kayla menempelkan punggung tangannya ke kening Alex, membuat Alex terkesiap. "Apa tadi, gak sakit? Kamu demam Al!"
"Sini!" Kayla membuat Alex mengenakan jaketnya, ia membantunya memasangkan jaket itu ke badan Alex.
Perlakuan Kayla ini membuat Alex menghangat. Bukan karena badannya yang sekarang terselimuti jaket, tapi karena perhatian yang ditunjukkan Kayla padanya. Semoga saja wajahnya tidak berubah memerah karena terlalu ge'er.
"Mau kemana?" tanya Alex saat Kayla berjalan menjauh.
"Liat deh, ternyata disini ada pohon singkong. Semalam gak keliatan ya, gelap sih." ucap Kayla seraya mendekati beberapa pohon singkong yang tidak jauh dari tempat mereka menyalakan api unggun semalam.
"Kalo tau dari semalam, kita pasti udah kenyang" Kayla tertawa kecil.
"Emang ada singkongnya?" tanya Alex.
"Ya. kita coba liat aja dulu" ujar Kayla semangat.
Kayla mengambil ranting Kayu kering didekatnya dan mulai menggali ke bawah pohon singkong. Dan ternyata memang ada singkongnya, masih kecil-kecil dan muda sih tapi lumayan lah untuk mengganjal perut mereka berdua. Alex memperhatikannya dari jauh, ia lalu beranjak.
"Al, mau ngapain? Kamu istirahat aja!"
"Emang singkongnya mau dimakan langsung gitu? Gue nyalain api unggunnya, buat bakar tuh singkong"
Kayla tersenyum dan dengan semangat membawa beberapa singkongnya pada Alex. Mereka berdua pun membakar singkong yang diperoleh Kayla tadi, sesekali Kayla menelan salivanya sambil menunggu singkongnya matang. Alex tersenyum memperhatikannya, ada rasa bahagia di hati Alex. Ternyata momen sesederhana ini bisa membuat hatinya bahagia, bisa menghabiskan waktu bersama gadis yang dicintainya, walaupun dalam keadaan seperti ini.
"Pelan-pelan dong, udah tau panas juga."
Alex kesal karena Kayla mencoba mengambil singkong yang masih berada di dekat api. la langsung merasa cemas melihat Kayla mendekatkan tangannya ke api. Diraihnya tangan Kayla untuk melihat lukanya tapi Kayla buru-buru menyentaknya.
"Enggak papa Al, cuman kaget aja tadi, gak sempat luka atau melepuh kok."
Alex lalu mengeluarkan semua singkong dari dalam api dengan sebatang kayu.
"Biarin bentar dulu, sampe agak dingin baru dipegang!"
"lya." jawab Kayla.
Tak pernah mereka duga, bahwa ada saat-saat seperti ini dalam hidup mereka. Kelaparan di tengah hutan dan tersesat, harus makan dengan hasil usaha tangan mereka sendiri, mengambil singkong dan membakarnya bersama. Bahkan tanpa ada air untuk minum, karena air mineral botol yang Alex bawa kemarin sudah habis tadi malam.
"Uhk..uhuk.."
Alex batuk, membuat Kayla mencoba mencarikan air untuknya. Tapi ketika Kayla mengambil botolnya, botol itu telah kosong, dan ia baru ingat bahwa ia menghabiskannya semalam. Keduanya menatap kecut pada botol kosong itu.
"Gak papa, udah enakan kok." kata Alex seraya berdehem untuk menstabilkan tenggorokannya.
... ....
... ....
... ....
"Hati-hati!" seru kata Alex saat Kayla berjalan cepat mendahuluinya dan hampir tergelincir.
Kayla semangat sekali berjalan menyusuri hutan karena ia ingin sekali pulang. Sebenarnya Alex kesal sekaligus khawatir melihatnya, jalan yang mereka lalui ini cukup berliku dan terjal, Kayla malah berjalan dengan cepat tanpa ragu, tanpa memikirkan bisa saja ia terjatuh atau tergelincir. Melihat semangat Kayla, Alex jadi tidak tega memarahinya.
Setelah berjalan cukup jauh, Kayla terhenti. la menoleh ke kanan dan ke kiri, seperti orang yang akan menyeberang jalan saja. Alex mengerti, Kayla pasti bingung akan mengambil jalur yang mana.
"Kesini!" kata Alex seraya berjalan mendahului Kayla, Kayla pun mengikutinya.
Hari mulai terik, Alex melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 09.30 pagi. Kepala Alex mulai pusing, mungkin ini efek suhu badannya yang tidak normal, pikir Alex. la menutupi kepalanya dengan topi jaketnya, untuk mengurangi panas matahari yang cukup mengganggunya. Langkahnya gontai, memang sejak memulai perjalanan tadi Alex tidak bisa berjalan cepat, karena ia merasa tidak enak badan. Apalagi sekarang perutnya mulai lapar, karena pagi ini ia hanya makan tiga biji singkong yang ukurannya sebesar jempol kaki saja. Matanya terasa mulai berkunang-kunang, ia menghentikan langkahnya sebentar dan menjamakkan sebelah tangannya ke pohon.
la lihat Kayla berjalan semakin jauh, ia tidak bisa membiarkan Kayla hilang dari pandangannya dan kehilangan jejaknya. la pun akhirnya melanjutkan langkahnya sembari berusaha mengabaikan rasa pusingnya dan juga letih badannya.
Setelah berjalan jauh dan berjam-jam, Alex lihat Kayla masih tak mengurangi kecepatan langkahnya. la sesenang itu akan segera pulang? Tapi Alex merasa sangat letih.
"Miss Kissable..!"
"lya?" Kayla menoleh ke belakang, ia lihat Alex duduk di sebuah batang pohon besar yang telah tumbang.
__ADS_1
"Oke, istirahat dulu." gumam Kayla kemudian berbalik menyusul Alex.
Kayla duduk di samping Alex, ia menyeka keringatnya. "Haus..." rengek Kayla dalam hati seraya menelan salivanya.
la menoleh ke arah Alex yang wajahnya tertekuk, ia perhatikan sepertinya Alex tidak berkeringat. Kayla pun merasa bingung, berjalan sejauh dan seterik ini, Alex tidak berkeringat?
"AI?" Alex menoleh, dan Kayla bisa melihat wajahnya yang pucat dan matanya yang sayu.
Astaga.. Kayla lupa, Alex kan tadi sakit!
Kayla segera menempelkan punggung tangannya di kening Alex, dan ia cukup terperangah karena suhu badan Alex semakin panas dibandingkan pagi tadi.
"Al.. maaf! Seharusnya kamu istirahat, tapi aku-.."
"Gak papa! Gue cuman capek doang kok."
"Badan kamu panas Al, apa kamu meriang juga? Pusing?"
Alex mendengus lemah, "Istirahat sebentar, abis ini kita lanjutin jalan!"
"Kamu harus istirahat yang cukup, sampe badan kamu enakan. Tiduran aja dulu Al!"
Alex mengernyit tak suka, "Tiduran? Buang-buang waktu. Kita harus sampe ke camp ground sebelum tengah hari!"
"Tapi Al, kamu sakit. Kalo kamu udah minum obat demam aku pasti setuju kita lanjutin jalan, tapi kita gak punya obat. Tadi pagi juga makannya dikit kan, gak minum sama sekali lagi. Pokoknya istirahat dulu!"
Alex menghela nafas panjang. "Ini hari terakhir camping, jam satu siang ini rombongan bakalan pulang. Mau ketinggalan? Trus ntar mau tidur malam di hutan gelap ini lagi?"
"Mereka gak mungkin pulang tanpa kita. Mereka pasti nyariin kita juga kok sampe ketemu. Lagian juga ini kayaknya hampir tengah hari, kita masih jauh kan, gak bakal keburu juga kalo kita tetap jalan."
Alex berdecak kesal, sepertinya gadis disampingnya ini tidak akan diam ataupun mengalah jika Alex tidak menurutinya.
"Tapi gue gak sakit." kata Alex datar.
"Gak sakit, tapi masuk angin, badan panas, meriang, pusing, trus lemes? lya kan?"
"Kok malah ngomelin gue sih?" gumam Alex dalam hati.
"Oke, gue istirahat."
Alex turun dari tempat duduknya dan duduk di tanah dengan punggung dan kepala yang ia sandarkan dibatang pohon tadi.
Alex menoleh dan mendongak ke arah Kayla, "Elu?"
"Aku disini kok, gak mungkin aku pulang sendirian."
"Takut nyasar lagi?"
"Emm...bukan."
"Oh ya? Emang gak takut nyasar lagi?"
Kayla tertawa kecil, "Kalo aku nyasar lagi, ntar kamu repot lagi dong nyarin aku."
"Kalo kali ini lu nyasar lagi, gue gak mau nyariin lu! Bodo amat kalo lu nangis ketakutan."
"Ih kamu! Aku disini buat nemenin kamu lah, masa' kamu sakit aku tinggalin?! Ini juga kamu sakit gara-gara aku kan. Apa yang bisa aku lakuin buat kamu?"
Alex terdiam, "Thank you Miss Kissable.." ucapnya dalam hati. Gengsinya terlalu tinggi untuk menunjukkan kalau ia senang Kayla melakukan ini.
"Elu nyuruh gue istirahat kan? Yaudah jangan ganggu gue, gue mau tiduran!" sahutnya seraya memejamkan mata.
Kayla tersenyum tipis, ia memandangi Alex yang sedang tiduran. Wajahnya pucat, dia pasti kelelahan berjalan terlalu lama dengan kondisi kesehatannya yang tidak stabil. Kayla jadi merasa bersalah, tapi apa yang bisa Kayla lakukan untuknya? Kayla bingung harus apa, masa' ia biarkan saja orang yang sedang sakit ini? Mau mengompres, tidak ada air. Mau memberi obat pun tidak ada obatnya. Apa Kayla pijat saja ya? Tapi sepertinya dia akan terganggu jika Kayla menyentuhnya karena dia sedang tidur.
Kayla beranjak, berinisiatif untuk mencari sesuatu di dekat sini. Siapa tahu ada buah atau makanan lainnya yang bisa dimakan.
la berjalan sambil mengedarkan pandangannya dan mendongak ke atas pohon. Kayla lihat beberapa pohon tumbang, sebagiannya ada yang posisinya sudah miring dan mungkin akan segera tumbang juga. Sepertinya ini akibat angin kencang semalam, pikir Kayla.
la terus melangkah maju sambil sesekali menoleh ke belakang, melihat Alex dari jauh, memastikan dia benar-benar istirahat. Tidak lama kemudian, di melihat sebuah pohon mangga, mata Kayla berbinar melihat ada buah mangga yang masih hijau di atas sana. la pun mencari kayu panjang atau sesuatu sejenisnya yang bisa ia gunakan untuk memetik mangga dari bawah, karena tidak mungkin Kayla memanjat pohonnya. Hehe...
Tiba-tiba pohon yang miring di belakang Kayla nampak bergerak-gerak dan akan segera roboh, Kayla tidak menyadarinya karena posisinya membelakangi pohon itu dan ia fokus pada mangga yang berusaha ia raih menggunakan bambu panjang.
"Miss Kissable...!" pekik Alex tiba-tiba, membuat Kayla berjengkit kaget dan bambu panjang di tangannya langsung terlepas. Alex berlari panik ke arah Kayla, tapi Kayla tidak mengerti ada apa.
"Al?"
"Minggir!" pekiknya sambil berlari dan melambaikan tangannya ke arah Kayla, tapi pandangannya tertuju pada sebuah pohon. Kayla pun mendongak dan seketika melihat pohon itu akan roboh menimpanya.
"Aaaaa...."
"Aaaakkhh...."
"ALEEEX...!!"
... ....
... ....
... ....
... ....
__ADS_1
... Bersambung...