Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Alex Or Mr Strawberry


__ADS_3

Sepanjang pelajaran kedua berlangsung sampai waktu istirahat habis pun pikiran Kayla masih seputar Alex dan kalimat "Minggu depan, disini" yang Kayla ucapkan pada Mr Strawberry kemarin.


Sembari menunggu Bu Weni masuk kelas di pelajaran terakhir, para siswa dan siswi berbincang-bincang seperti biasa, untuk mengalihkan kejenuhan mereka.


"Ngeselin! Hari ini tuh Alex terus ngomongin Miss Kissable.. Miss Kissable.. Miss.Kissable mulu! Huh!!" Jessica terdengar mengomel kesal.


"lya, gue jadi penasaran siapa sih tuh Miss Kissable?" timpal Luna.


"Menurut lu kenapa mereka ngomongin dia?Apa jangan-jangan Miss Kissable itu cewek yang Alex taksir?"


Perkataan Erin lantas membuat Jessica menyelis kesal. "Maksud lu?"


"Ya siapa tau kan. Elu liat tadi ekspresi muka Alex pas nyebut Miss Kissable itu? Dia kayaknya seneng banget."


"Gue setuju sih sama Erin. Seumur-umur gue baru pernah liat senyum Alex yang begitu, gila sih sweet banget itu. Keliatan banget tau Jes dia senangnya."


"Diem lu!" Bentak Jessica kesal.


Kayla hanya menghela nafas gusar mendengarnya. Alex terus membicarakan Miss Kissable dengan teman-temannya, bahkan Alex juga memberi tahu bahwa ia akan bertemu Miss Kissable malam minggu ini. Sekarang, nama Miss Kissable sudah menjadi rahasia umum di sekolah. Cepat sekali menyebarnya pembicaraan mereka itu, sudah seperti virus saja.


Kayla bingung dan merasa dilema juga. la dilema memikirkan apakah nanti ia akan menemui Alex atau tidak, bagaimana jika nanti saat Kayla menemui Alex, Alex mengajak ketiga temannya yang tak kalah menyebalkan darinya itu. Bukan tak mungkin kan jika mereka mengenali Kayla. Dan kalau Kayla tidak menemui Alex, berarti ia mengingkari janjinya pada Mr Strawberry. Tapi opsi kedua mungkin tidak buruk, pikir Kayla.


Lagipula jika Kayla menemui Alex, Kayla pasti bingung akan bicara apa nantinya dihadapan Alex. Sedangkan Alex pasti masih menunggu jawaban Kayla, dan ingin Kayla mengutarakan perasaannya juga. Tapi bagaimana dengan perasaan Kayla sendiri?


Kayla tidak mengerti, Mr Strawberry adalah pria yang baik dan sopan, tapi Alex sebaliknya, sedangkan Mr Strawberry dan Alex adalah orang yang sama. Mustahil jika Kayla menerima Alex, tapi untuk Mr Strawberry... Kayla merasa tidak tega menolaknya.


Sebenarnya jika Kayla hanya memandangnya sebagai Mr Strawberry saja, tidak ada alasan bagi Kayla untuk menolaknya. Kayla tidak bisa membohongi hatinya kalau ia memang menyukai sikap manis dan perhatian yang pria itu tunjukkan, bahkan diam-diam ternyata pria itu juga memimpikannya. Kayla merasa tersanjung mengetahui itu, tapi...mungkin saja Kayla hanya terlalu percaya diri. Apapun itu, Kayla tetap tidak akan mau berpacaran meski jika itu adalah dengan Mr Strawberry.


Lagipula Kayla tidak mungkin lupa, dia adalah Alex. Alex si brengsek yang arogan dan pemarah. Sampai saat ini saja Kayla masih heran, bagaimana bisa Alex tidak mengenali Miss Kissable sebagai Kayla, siswi cupu yang pernah ia lecehkan??


Kayla mendengus sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan mata terpejam.


"Kamu kenapa Kay?" tanya Nia yang bingung melihat Kayla.


"Oh, enggak." dalih Kayla sambil mengubah mimik wajahnya yang sebelumnya terlihat kusut.


"Kamu kayak banyak pikiran gitu Kay? Aku liat dari tadi kamu ngelamun mulu."


"Enggak ada apa-apa Nia." dalih Kayla lagi.


"Assalamualaikum..." Bu Weni berjalan gontai memasuki kelas.


"Wa'alaikum salam, Bu"


... ....


... ....


... ....


... ...


Setelah pelajaran terakhir selesai, seperti biasa Kayla dan Nia berjalan bersama sampai ke halte untuk menunggu angkot mereka masing-masing. Keduanya saat ini masih berjalan di koridor sekolah, saling berpapasan dengan siswa-siswi lainnya.


Kayla mendengus malas, sepanjang hari ini, sejak pagi semua orang membicarakan Alex. Ya meski sebelumnya Alex selalu jadi topik utama pembicaraan di sekolah, tapi hari ini berbeda. Mereka heboh membicarakan tentang Alex yang terlihat banyak berubah, dari ekspresi wajahnya sampai nada bicaranya. Bahkan hari ini Alex tidak membuat masalah atau mengganggu siapapun, ia juga tidak terlihat marah atau kesal sedikit pun.


Disamping itu, meski pembicaraan tentang Alex tengah mengudara, ada satu topik lagi yang membuat mereka heboh, yaitu Miss Kissable. Bagaimana tidak, selama ini Alex tidak pernah membahas tentang perempuan, bahkan semua orang tahu kalau Alex tidak menyukai perempuan. Namun hari ini, untuk pertama kalinya Alex bicara tentang seorang perempuan, dan Alex sangat senang.


"Huufffft"


"Kenapa Kay?


"Eh, nggak papa."


Nia mengernyit bingung, ia tebak pasti Kayla punya masalah yang terus ia pikirkan sehingga membuat wajah Kayla terlihat kusut.


"Jangan bohong, Kay"


"Apa sih, aku beneran gak papa."


Didalam kepala Kayla masih berputar tentang Alex, juga Mr Strawbery. Sekarang ditambah lagi, orang-orang disekelilingnya juga membicarakan pria menyebalkan itu, bahkan dirinya juga, Miss Kissable yang membuat mereka penasaran akan sosok itu.


"Jadi elu liat cewek yang namanya Miss Kissable itu?"


Degg


Langkah Kayla lantas terhenti mendengar seseorang mengatakan kalimat itu, tapi kemudian ia melanjutkan langkahnya agar Nia yang berjalan bersamanya tidak curiga atau bertanya-tanya lagi.


Kayla melangkah dengan lambat agar ia bisa mendengar obrolan para siswi yang berjalan di depannya. Kayla tidak kenal siapa siswi yang sedang bicara ini, yang Kayla tau dia adalah siswi senior di sekolah ini.


"Feeling gue sih emang dia orangnya."


"Tapi kok bisa sih lu dateng ke acara itu?" tanya teman siswi itu lagi.


"Iya. Bokap gue bilang itu acara resmi dan Alex gak ngundang siapa pun, semua yang diundang itu rekan bisnis sama karyawan papanya, iya kan?" tanya teman yang lainnya.


"Emang bener, tapi kakak gue kan juga rekan bisnisnya Pak William. Karena kakak gue jomblo dan gak punya patner buat diajak ke pesta, jadi ya kakak gue ngajak gue deh."


"Owh..."


"Jadi dia hadir di pesta itu juga? Dia liat aku?" gumam Kayla dalam hati.


"Tapi lu yakin cewek yang lu liat sama Alex itu Miss Kissable?"


"Mana gue tau. Cuman dia sih yang keliatan sama Alex malam itu. Trus gue juga liat Alex kayaknya ngenalin cewek itu ke papanya, Pak William. Jadi feeling gue dia emang Miss Kissable."


"Kayak gimana orangnya?"

__ADS_1


"Kemarin itu Alex sama tuh cewek pake baju couple tau. Alex pake jas maroon, trus ceweknya pake gaun warna maroon juga."


"Cantik nggak?"


"Ya pasti cantik lah. Tapi gue liatnya gak jelas sih, soalnya cuman liat dari samping. Gue liatnya pas Alex sama tuh cewek lewat depan gue, itu juga jaraknya jauh."


Kayla merasa sedikit lega mendengarnya.


"Yaaah... gimana sih lu."


"lya, katanya cantik. Tau dari mana lu kalo dia cantik, lu liatnya dari samping doang, jauh lagi."


"Logika lah... cewek cantik sekelas Jessica aja ditolak sama Alex, artinya kan si Miss Kissable itu levelnya di atas Jessica. Gak mungkin lah Alex naksir cewek sembarangan." Teman-temannya mengangguk setuju dan terdengar ber Oh ria.


Kayla menghela nafas, "Alhamdulillah dia gak liat aku dengan jelas, semoga aja dia gak ngenalin aku." batin Kayla.


"Tuh kan Kay, kamu ngelamun lagi?!" ujar Nia.


Kayla tersenyum, "Udah yuk, pulang!"


Saat keduanya sampai di depan gerbang sekolah, Jessica dan kedua temannya menghentikan mereka.


"Ada apa?" tanya Kayla.


Jessica tersenyum miring, "Jangan lu pikir kita gak tau. Hari Jum'at kemarin elu nongkrong di markas P-four kan sama Adit? Abis lu keluar dari ruangan kepala sekolah, abis lu ngelaporin Alex, berani-beraninya lu masuk ke area terlarang itu!" bentak Jessica.


"Ya ampun... perkara lama dibahas juga? Aku pikir gak ada yang tau soal itu." batin Kayla.


"Emangnya kenapa? Ngelawan Alex langsung aja aku berani, kalo cuman masuk ke markas Alex doang mah kenapa harus takut." sahut Kayla lempeng.


Jessica, Luna dan Erin terperangah kesal mendengarnya. "Awas ya! Tunggu aja sampe aku lapor ini ke mereka. Gak bakal ada ampun buat lu besok!" ancam Jessica geram.


Kayla hanya menanggapinya dengan santai, tapi berbeda dengan Nia yang terlihat berjengkit takut. Apalagi setelah Jessica, Luna dan Erin berlalu dari hadapan mereka, Alex dan ketiga temannya muncul.


"Yuk!" ajak Kayla, tapi Nia buru-buru menahan tangannya.


"Kenapa?"


"Liat!"


Nia menunjuk dengan dagunya ke arah empat pria yang biasa disebut P-four itu. Kayla menoleh ke arah sejurus, "Trus? Udahlah Nia, cuekin aja. Yuk!"


Sebelum benar-benar berlalu, Kayla menoleh sekali lagi ke arah Alex dan teman-temannya. Entah kenapa kali ini Kayla merasa sedang menatap Mr Strawberry, dan bukan Alex.


Sejak kapan tatapan itu berubah, Kayla merasa kesal dengan dirinya sendiri. "Dia Alex! Bukan Mr Strawberry! Mr Strawberry itu gak ada, Kayla. Anggap aja dia gak ada. Alex tetaplah Alex, Mr Strawberry cuman topeng!!" sungut Kayla dalam hati dengan geram.


Pikiran tentang seorang pria yang sama dengan dua karakter yang berbeda itu membuat Kayla pusing. Apa mungkin seorang seperti Alex bisa memliki sisi lain yang bertolak belakang dengan jati dirinya yang selalu ia tunjukkan sehari-hari? Pasti itu hanya topeng. Alex pasti punya maksud terselubung dari sikap manisnya pada Kayla saat mereka bertemu sebagai Miss Kissable dan Mr Strawberry, pikir Kayla.


Anggap saja Kayla su'udzon padanya, tapi Kayla harus tetap waspada kan? Orang yang dia tantang sebelumnya adalah Alex, si penguasa sekolah yang bisa melakukan apapun. Kayla rasa, tidak mustahil jika Alex bersandiwara sebagai Mr Strawberry, yang berpura-pura tidak mengenalinya, yang entah apa tujuannya, dan kemudian menjebak Kayla atau mempermalukannya lagi.


Hal seperti itu memang terpikir di benak Kayla, meski dari lubuk hatinya ia menolak dugaan buruk semacam itu.


"Gue serius nanya ini, hubungan lu sama si Miss Kissable itu gimana? Elu digantung atau ditolak?" sungut Sandi.


Tiba-tiba Alex tersenyum tipis membuat ketiga temannya lantas bingung dan saling melemparkan pandangan.


"Gue pasti dapetin jawabannya malam minggu ini." ucap Alex mantap.


"Malam minggu?" monolog Bima.


"Hm, kemarin dia bilang... minggu depan bakal nemuin gue!"


Kayla yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka lantas terkesiap mendengar kalimat terakhir yang Alex ucapkan.


"Minggu depan?" gumam Kayla sambil mengingat-ingat kata-kata terakhirnya ketika akan pulang dari pesta Alex kemarin.


"Hah??" desah Kayla berat saat ia berhasil mengingatnya. Ya, waktu itu Kayla sempat bilang.. "Minggu depan, disini"


Ya Tuhan.. Kayla melupakan itu. Kayla sungguh tak ingat jika ia telah mengatakan itu pada Alex saat ia buru-buru ingin pulang kemarin, kalau saja ia tidak mendengar pembicaraan Alex dan teman-temannya. Sekarang bagaimana? Apa Kayla harus menemui Alex malam minggu ini?


"Owh... jadi janjian nih, malam mingguan gitu?" celetuk Vicky.


Tiba-tiba Bima tertawa terbahak-bahak.


"Apa sih, Bim? Gak ada yang lucu juga!" sergah Alex sewot.


"Serius? Elu mau nunggu jawaban dia? Udah sebulan AI elu uring-uringan... sekarang malah disuruh nunggu lagi sama tuh cewek. Trus lu mau aja gitu? Sejak kapan lu nurut sama cewek? Gak percaya gue!" ujar Bima sambil sesekali tertawa geli dan menggeleng-geleng.


Sekarang Sandi dan Vicky pun ikut tertawa.


"Ngeledek gue lu pada!" kesal Alex.


"Sorry Al, gak gitu kok. Kita cuman masih gak nyangka aja lu bisa kayak gini" sahut Sandi masih tertawa.


"Bucin!" timpal Vicky, disambut tawa kencang dari Sandi dan Bima.


"Terserah lu pada mau ngomong apa. Gue bucin kek, gila kek, no problem! Yang penting gue serius sama Miss Kissable."


Bima, Sandi, dan Vicky pun mulai menghentikan tawa mereka. Sambil memegangi perut mereka masing-masing, Bima dan Vicky terbatuk-batuk, sedangkan Sandi tersandar lemas saking kencangnya tertawa.


"Puas lu ngetawain gue?! Ketawa aja terus, happy kok gue liat lu pada gini" Alex terkekeh geli.


"Al, ntar kalo lu ketemuan sama Miss Kissable, jangan lupa kenalin ke kita!" kata Bima


"Setuju! Gue juga penasaran sama Miss Kissable lu itu" imbuh Sandi.


"Ketemuannya dimana Al? Ntar kita samperin, malam minggu ini kan?"

__ADS_1


"Enggak!"


Ketiganya serentak menaikkan satu alisnya bingung.


"Enak aja kalian mau ganggu. Gue cuman mau berdua sama Miss Kissable. Ntar kalo udah jadian pasti gue kenalin kok sama kalian."


"Gimana kalo dia nolak lu?"


"Hussh!!" sergah Vicky sambil menepuk lutut Bima.


"Ya.. gue bakal pastiin kalo dia nerima gue. Kalo dia gak suka sama gue, ya gue usaha dong biar dia suka."


"Uwiidiih... cakep bro!" Vicky mengacungkan dua jempolnya.


"Serius?" Sandi terkekeh, "Gue penasaran gimana caranya lu bikin dia suka sama lu."


"Gue ngelakuin sesuatu ngikutin alur hati gue aja. Simpel kok." sahut Alex santai.


"Ffffttt...." Sandi menutup mulutnya menahan tawa. "Ngikutin alur hati? Bahasa lu bro, belajar dari mana tuh?!"


"Maksud lu? Secara.. hampir semua cewek di sekolah takut sama yang lu lakuin. Emang lu udah ngapain aja kemarin sama Miss Kissable?" selidik Bima.


"Jangan sembarangan lu! Miss Kissable itu beda sama cewek manapun. Dia spesial, gue gak merlakuin dia kayak anak-anak sini. Gak bakal lah gue bikin takut, yang ada gue bikin dia takluk." ucap Alex dengan pede' nya.


"Jadi... si Alex The ruler of school yang benci cewek, sekarang udah bisa ngerayu cewek?!" lakar Vicky.


"Ngerayu cewek kan keahlian lu Vick, gue sih apa adanya aja. Ya biar pun masih minim, gue bisa bikin Miss Kissable senyum aja udah happy banget." Alex terkekeh salah tingkah.


Ketiga temannya pun ikut terkekeh melihat ekspresi Alex yang langka ini.


"Elu pura-pura baik Al sama dia? Biar lu bisa dapetin dia?!"


Kayla yang mendengarnya lantas mengangkat alisnya, "Pura-pura?" gumamnya.


Alex menimpuk kepala Sandi dengan buku karena kesal. "Gue gak pura-pura!"


"Udah gue bilang, gue serius sama Miss Kissable. Semua yang gue lakuin ataupun gue ucapin ke dia, itu tulus. Murni dari hati gue, gak ada pura-pura. Jahat amat!" sewot Alex.


Mimik wajah Kayla kembali seperti sebelumnya. "Bisa dipercaya gak sih omongannya? Dia kan cowok licik." batin Kayla.


Vicky berdecak kagum, sedangkan Bima dan Sandi merasa aneh dengan kalimat yang Alex katakan barusan.


"Kok aneh ya denger lu ngomong tulus." gumam Bima.


"Ini elu kan Al? Kok kayak bukan elu ya? Gue curiga lu baik sama Miss Kissable cuman buat dapetin dia doang, bukan tulus. Elu kan gak pernah baik sama cewek." ujar Sandi gamblang, membuat Alex menatapnya memicing.


"Eh, sorry! Maksud gue-.." ralat Sandi, tapi sebelum ia menyelesaikan kata-katanya, Alex tersenyum miring.


"Elu gak marah?"


"Marah kenapa? Wajar kok lu curiga. Gue sendiri aja ngerasa aneh pas nyadar soal sikap gue ke Miss Kissable. Vicky bilang itu efek jatuh cinta."


Degg


Kayla reflek memegang dadanya saat mendengar Alex mengatakannya, "efek jatuh cinta?" ulang Kayla.


"Naluri manusia kan emang gitu, kalo kita gak suka sama seseorang... hati sama tubuh kita bisa nunjukin kalo kita gak suka. Sebaliknya juga gitu kan, kalo suka... hati sama tubuh kita pasti nunjukin rasa suka itu. Jadi.. apa yang Alex lakuin ke Miss Kissable sama ke cewek-cewek lain ya jelas beda lah, kan Alex cuman suka sama Miss Kissable." jelas Vicky sok tahu.


Bima dan Sandi mencibir melihat gaya Vicky saat menjelaskan itu, sedangkan Alex hanya tersenyum.


"Kayla?"


Kayla terkesiap saat menyadari Bu Weni berdiri di depannya. "Ngapain kamu disini?"


Kayla gelagapan dan tidak bisa berkata apa-apa.


"Ayo masuk kelas!"


"I-..iya Bu, Maaf." Kayla mengangguk gugup.


(Flashback Off)


Nia memegang lengan Kayla erat, membuat Kayla terkesiap dan menoleh me arahnya.


"Itu..!" gumam Nia pelan sambil menunjuk dengan matanya ke arah depan.


Kayla pun mengarahkan pandangannya ke depan, ternyata Alex dan ketiga temannya sudah berdiri di depan Kayla dan Nia. Entah sejak kapan, Kayla tidak menyadarinya.


Kayla tersenyum ke arah Nia, mengerjap sekali, mengisyarat agar Nia tidak perlu takut. Ketika Kayla melihat Alex, Kayla sedikit was-was. Alex menatapnya? Ekspresi wajahnya terlihat serius dengan matanya yang menyipit dan kening bertaut.


"Kok Alex ngeliat aku gitu banget ya, apa dia ngenalin aku?" batin Kayla gugup.


Kayla menelan salivanya berat sembari membalas tatapan Alex.


"Gawat! Gimana kalo dia ngenalin aku? Enggak, enggak sekarang." gumam Kayla didalam hati.


Kayla jadi merasa cemas dan gugup sendiri.


... ....


... ....


... ....


... ....


... ...

__ADS_1


... Bersambung...


__ADS_2