
Kayla membulatkan matanya seketika, tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
"Mami bilang apa tadi?"
"Ayo! Temuin Alex, kamu udah janji kan sama dia. Mami gak mau anak mami jadi pembohong atau ingkar janji."
"Mami izinin Lily buat ketemu Alex? Sekarang Mi?"
Mami mengangguk, "Tapi kali ini aja, dan harus sama mami keluarnya. Gak boleh sendiri."
Kayla masih tidak percaya, "Mami serius? Enggak ketemu Alex juga gak papa kok Mi Lily."
"Bukan masalah harus ketemu atau enggaknya sayang, kalo kamu ketemuan sama Alex siang hari mami gak masalah, ini kenapa harus janjiannya malam sih? Udah jam sembilan lagi, gimana kalo Alex nungguin kamu lama?"
"Kalo pun Alex nunggu, sekarang pasti dia udah pulang. Mana mau dia nunggu lama, Mi. Jadi lupain aja deh ya! Lily gak akan keluar malam kok."
"Keluarnya sama mami, temuin dia! Tepatin janji kamu, dan jangan ulangi kayak gini lagi. Jangan janji-janji lagi!"
Kayla bingung. la benar-benar akan menemui Alex malam ini? Dan ditemani mami? Kayla bahkan tidak menyiapkan kata-kata atau jawaban yang akan ia ucapkan pada Alex. Kayla tidak memikirkan itu, sejak tadi Kayla hanya memikirkan rasa bersalahnya pada Alex karena tidak datang padahal Kayla tahu, Alex pasti menunggunya. Kayla memikirkan mungkin Alex kecewa padanya, dan hal ini bisa saja mempengaruhi konsentrasi Alex dalam ujiannya nanti.
"Lily? Kok ngelamun lagi? Udah, ayo siap-siap! Ntar keburu malam banget, ini masih jam sembilan kok, restorannya Alex juga pasti masih buka."
"Tapi Mi, Mami yakin Lily harus nemuin Alex?"
Mami mendengus seraya tersenyum, "Mami tanya sama kamu, dari tadi kamu mikirin ini kan? Kamu ngerasa bersalah kan karena udah janji tapi gak ditepatin?" Kayla mengangguk.
"Kamu gak bakalan bisa tenang sebelum ketemu Alex." Kayla terbelalak mendengarnya.
"Mami gak mau ujian kamu nanti terganggu gara-gara mikirin ini, jadi ayo temuin Alex!" ucap mami lagi, sambil menepuk pundak Kayla.
Kayla akhirnya beranjak menuju kamarnya untuk bersiap-siap. Kayla harus cepat, karena hari sudah semakin malam. Alex pasti sudah lama menunggunya, tapi.. apa dia akan menunggu selama ini? Mungkin saja kan dia sudah pulang karena terlalu lama menunggu?
Sekarang Kayla berdiri menilik baju-bajunya yang tersusun di lemari, ia bingung harus memakai baju apa. Kayla menggaruk kepalanya frustasi.
"Apa aku beneran harus dateng? Pake baju apa ya? Duuuh... Udah jam segini lagi, kayaknya gak mungkin deh Alex masih nunggu."
Akhirnya Kayla mengambil bajunya random saja, pakai apapun yang penting datang kan. Toh belum tentu juga Alex masih di sana saat Kayla datang nanti, setidaknya Kayla menepati janjinya, meskipun terlambat.
Malam ini Kayla memakai baju atasan tunik yang dipadukan dengan celana jeans. Rambutnya ditata terurai tanpa poni, ia memakai bando kain bandana headband dikepalanya. Ditambah dengan tas selempang kecil sebagai aksesorisnya.
Setelah Kayla selesai memakai lip glossnya, ia kembali mengecek riasannya. Cukup make up yang natural saja, bedak yang tipis, celak mata dan maskara, juga pewarna bibir yang alami. Jika nanti Alex mengenalinya setelah melihatnya, biarkan saja. Kayla akan memikirkan soal itu nanti, yang penting Miss Kissable datang untuk menepati janji temunya dengan Mr Strawberry.
"Wah sayang, tumben kamu..."
"Tumben apa Mi?" Kayla jadi salah tingkah ketika mami memperhatikan penampilannya.
"Kamu udah bisa pake softlens sendiri? Kamu mau keluar tanpa kacamata kamu dan.. penampilan ini?"
"Emm.. terlalu berlebihan ya Mi?"
"Enggak, bagus kok. Yuk!"
Kayla dan mami berangkat dengan mengendarai motor mereka yang baru dibeli minggu lalu. Setelah sampai di restoran Alex, Kayla mulai gugup.
"Mi..."
"Ayo sana, mami tunggu."
Mami duduk di salah satu tempat makan direstoran itu dan bersantai sambil mengemil, sembari menunggu Kayla.
"Alex masih nunggu nggak ya..?" gumam Kayla kecil sembari bejalan.
Kayla melangkah mantap menuju taman restoran, dengan perasaan yang gugup. Kini Kayla berdiri di depan pintu taman, ia lihat Alex sedang duduk di gazebo kayu yang berada di tengah taman. Nampaknya Alex belum menyadari kedatangan Kayla.
"Alex ngapain ya, keliatannya... dia lagi ngelukis." gumam Kayla sambil memperhatikan Alex.
Posisi duduk Alex menghadap ke pintu, di depannya berdiri sebuah kanvas yang menghalangi penglihatan Kayla dari Alex.
Perlahan Kayla masuk, tapi sepertinya Alex masih belum menyadari kedatangannya, karena tidak ada reaksi yang Kayla lihat dari Alex. Kelihatannya dia sangat fokus dengan kanvasnya.
"Alex gak tau aku dateng, atau dia tau tapi sengaja diam? Apa dia marah ya aku telat?" batin Kayla sambil terus melangkah gontai mendekati Alex.
Ketika langkah Kayla hampir sampai di gazebo, Alex mengangkat kepalanya dan dia nampak terkesiap melihat Kayla, sampai-sampai dia menumpahkan cat lukisnya ke kanvas dan mengenai celananya sendiri tanpa sengaja. "Ops.."
"Mr Strawberry!"
"Miss Kissable!" balasnya semangat, seraya berdiri.
Kayla naik ke gazebo dan mendekat, melihat cat lukis Alex yang berceceran di lantai, kanvas dan sampai ke celana Alex.
"Kamu..."
"Gak papa, cuman kaget aja tadi." kata Alex seraya tetawa kecil.
"Aku ngagetin kamu ya? Sorry..."
"Gak papa, aku emang nunggu kamu kok, saking senengnya aku liat kamu sampai kayak gini deh." katanya terkekeh seraya memainkan alisnya, membuat Kayla tersenyum kikuk.
Alex begitu senang melihat Miss Kissable sudah ada dihadapannya, gadis nya yang ia tunggu-tunggu kedatangannya selama berjam-jam duduk disini, akhirnya datang juga. Seandainya boleh, Alex ingin sekali memeluk Miss Kissable saat ini juga, karena ia begitu senang dan merindukan Miss Kissable.
Melihat Miss Kissable merasa canggung. Alex menghentikan tatapannya. la lalu mengambil tisu dan membersihkan tangannya juga celananya yang terkena cat.
"Sebentar ya aku cuci tangan dulu" katanya seraya beranjak turun dari gazebo.
Sepeninggal Alex, Kayla melangkah menghadap kanvas seraya menunduk, menatap hasil lukisan Alex yang sepertinya hampir selesai tapi sudah berantakan gara-gara ketumpahan cat. Kayla tersenyum melihat lukisan itu, Alex melukis langit malam dengan bulan dan bintang yang bersinar terang.
"Bagus banget." gumam Kayla kagum.
"Makasih."
Kayla terkesiap ketika mendengar suara Alex yang ternyata sudah kembali ke taman dan sedang berjalan ke arahnya.
Kayla turun dari gazebo, dan berdiri di depan Alex. "Maaf ya Mr Strawberry."
"Gak papa, cuman cat lukis doang kok, udah biasa."
"Bukan, aku minta maaf karena baru bisa dateng."
Alex tersenyum manis, entah kenapa Kayla merasakan sesuatu dihatinya saat melihat Alex seperti ini.
"Gak masalah, mau kamu dateng jam dua belas malam juga aku pasti tungguin kok."
Kayla terkekeh, "Ada-ada aja. Emangnya kamu masih nunggu aku?"
"lya dong, kamu pikir ngapain aku disini, ngelukis gak jelas."
"Gak jelas? Lukisan kamu bagus, kamu suka ngelukis ya?"
"Suka sih, tapi sebenarnya aku ngelukis kalo lagi gabut aja. Ayo sini!"
Alex mengajak Kayla duduk di tempat yang sudah ia sediakan, meja bundar dengan dua kursi yang berhadapan. Kayla merasa canggung dengan hiasan meja di depannya ini. Ada lilin besar yang berbentuk hati, juga ada kelopak bunga mawar yang bertaburan di sekeliling lilin itu.
"Miss Kissable, waktu kamu baru dateng tadi, apa yang pertama kamu liat?"
__ADS_1
"Kamu."
Alex mengernyit seraya mendengus senyum, "Aku?"
"lya. Ada apa?"
"Emm... aku pikir kamu bakal liat ini" ujar Alex sambil mengedarkan tangannya menunjukkan hiasan yang mengelilingi taman dan juga meja bundar didepan mereka.
Kayla memandang takjub ke sekelilingnya, "Wow... apa ini sengaja didekor?"
"Hm, kamu suka?"
"lya, suka. Tapi kenapa?"
"Karena kamu mau dateng, harus ada sambutan dong buat orang yang spesial" ujar Alex, membuat Kayla tersipu.
"Makasih ya, Miss Kissable!" Alex menyalakan lilinnya.
"Hah?" bingung Kayla.
"Makasih kamu udah dateng"
Kayla tersenyum, "Apa kamu udah lama nunggu aku?"
"Aku udah stand by dari jam tujuh sih"
Kayla terbelalak, ia merasa tidak enak karena membuat Mr Strawberry menunggu selama itu. Ini sudah pukul 21.40, jadi Alex sudah menunggunya lebih dari dua jam.
"Maafin aku ya.. Mr Strawberry, sebenarnya aku sempat lupa."
Kayla tidak bohong kan, ia memang sempat lupa setelah berjanji minggu lalu, kemudian di sekolah Alex menyebut tentang Miss Kissable dan minggu depan. Barulah Kayla mengingatnya.
Alex tersenyum, "Gak papa."
"Kamu nggak marah?"
"Loh, kenapa marah?"
"Kamu nunggu aku selama berjam-jam, dan ternyata aku malah lupain janji aku. Masa' kamu gak marah atau ngerasa kesel? Atau kamu pasti bosen."
Alex tertawa kecil, "Enggak Miss Kissable, aku gak marah, gak kesel, sama gak bosen juga. Aku cuman gelisah, makanya tadi aku bawa ngelukis biar relaks."
Kayla melongo tak percaya, bagaimana Alex bisa setenang ini menunggunya berjam-jam?Dia bahkan bilang kalau dia tidak bosan, apa benar begitu?
"Kenapa, gak percaya ya?"
"Kenapa kamu gak marah, gak kesel, sama gak bosen nunggu aku? Kenapa kamu gelisah?"
"Karena aku lagi nunggu orang yang spesial, dan aku yakin kamu pasti dateng"
Lagi-lagi Kayla melongo mendengarnya.
"Aku gelisah karena aku gak sabar buat ketemu kamu, bukan karena aku takut kamu gak dateng. Liat kan, kamu dateng!"
"Kamu seyakin itu?"
Alex mengangguk. "Gimana kalo aku gak dateng?"
"Aku bakal nunggu kamu sampe kamu dateng, kan tadi aku bilang meskipun kamu dateng jam dua belas malam, pasti aku tungguin."
Kayla pikir itu hanya bercanda. "Gimana kalo aku gak pernah dateng?"
Alex menatap mata Kayla intens dan berkata "Kalo gitu aku akan cari kamu kayak yang sebelumnya aku lakuin. Aku akan cari kamu sampe ketemu."
Perasaan macam apa ini yang Kayla rasakan, kenapa jantungnya berdetak kencang dan hati kecilnya begitu senang saat Alex berkata seperti itu, menatapnya seperti itu, dan dengan senyuman indahnya itu. Perlahan tanpa Kayla sadari, senyuman tipis terbit dari bibir kissable nya.
Alex suka momen ini, memandang Miss Kissable seperti ini, dalam suasana yang tenang ini. Alex merasa sangat bahagia, hatinya serasa berbunga-bunga.
"Miss Kissable...?"
"lya?" Kayla sedikit terkesiap.
Alex meraih sebuah remote kecil yang tadi terletak di meja, ia memencet satu-satunya tombol yang ada di remote itu. Kayla tidak mengerti apa yang Alex lakukan.
"Minggu lalu kamu udah dengerin aku ngomong banyak, sekarang aku yang akan dengerin kamu ngomong."
"Hah?" Kayla gelagapan dan gugup, akan berbicara apa ia sekarang?
"Permisi mas Alex!" Seorang pelayan datang dan menyodorkan buku menu kehadapan Alex. Ternyata remote yang tadi Alex pencet adalah untuk memanggil pelayan.
"Miss Kissable, kamu mau minum apa?" tanya Alex seraya membukakan buku menu dan menggesernya kehadapan Kayla.
"Emm.." Kayla hanya melihat buku menu itu, ia tidak bisa memilih dengan benar, jangankan milih menu, ia bahkan tidak bisa memikirkan apa-apa sekarang, saking gugupnya.
"Terserah kamu aja." akhirnya itu yang keluar dari mulut Kayla.
Alex mendengus senyum, "Terserah itu maksudnya apa? Aku gak ngerti." katanya seraya mengedikkan bahu.
Kayla menggigit bibir bawahnya gugup, tentu saja pergerakannya itu tidak luput dari pandangan Alex.
"Cokelat panas aja" ujarnya kemudian.
"Oke. Makannya?"
"Hah?"
"Makannya apa? Pilih aja yang kamu suka!"
Kayla menarik nafas panjang setelah melihat Alex cengar-cengir, Kayla merasa konyol sekali, Alex pasti bisa melihat kegugupannya saat ini.
Setelah menghela nafasnya, kegugupannya mulai bisa ia kendalikan. "Aku nyemil aja ya, soalnya tadi udah makan di rumah."
"Oh, oke. Pilih aja cemilannya."
Kayla memilih cemilan pisang siram milo. Kemudian Alex memilih menunya sendiri, lemon tea dan mie goreng seafood. Selain itu Alex juga meminta dibawakan menu lain sebagai menu santai dan cuci mulut, seperti dessert dan jus stroberi kesukaannya.
Kayla masih bingung akan berbicara apa, ia mencoba mencari topik yang tidak berhubungan dengan obrolan minggu lalu, lebih tepatnya obrolan tentang perasaan mereka. Tapi tentang apa ya yang bisa Kayla bicarakan dengan Alex, tidak mungkin kan tentang sekolah. Secara, Alex tidak tahu kalau Miss Kissable satu sekolah dengannya.
Oh iya, tentang mamanya Alex! Ya, Kayla memang ingin tahu tentang hubungan Alex dengan mamanya kan. Sejak Kayla melihat Alex membentak mamanya di mall waktu itu, Kayla jadi penarasan.
"Ya, aku tanya-tanya aja soal mamanya.Tapi mau mulai dari mana ya..?" gumamnya dalam hati.
"Mr Strawberry"
"Ya?" jawab Alex semangat.
"Sebenarnya hari minggu kemarin, aku kesini loh, trus aku ketemu mama kamu disini."
"Oh iya, aku juga penasaran soal itu. Jadi kamu kesini, dan gak nyamperin aku?"
Kayla tertawa kecil, "Aku kesini sama teman aku, dia yang ngajak. Awalnya sih aku gak tau kalo dia mau ngajak aku makan kesini. Pas sampe disini, aku sempat mikir buat nyamperin kamu kok, tapi malah ketemu sama mama kamu."
"Teman kamu... cewek apa cowok?"
__ADS_1
"Hm?" Kayla menaikkan alisnya heran, Kayla pikir Alex akan merespon soal pertemuan Kayla dengan mamanya.
"Kenapa malah ini yang ditanyain?" gumam Kayla dalam hati, Kayla lihat ekspresi wajah Alex agak tegang.
"Cewek" singkat Kayla, membuat Alex menghela nafas lega.
"Ada apa?"
"Oh, nggak papa." Alex kemudian tersenyum misterius, membuat Kayla mengernyit bingung. "Thanks ya Miss Kissable."
"Thanks buat..?"
"Suratnya."
"Oh..surat itu." Bagus, sekarang Kayla bisa mulai bertanya tentang mamanya Alex. "Jadi gimana?"
"Aku suka tulisan kamu dalam surat itu, suratnya juga masih aku simpan kok."
"Maksud aku, kamu makan kuenya nggak?"
"Oh, iya dong. Sesuai keinginan kamu, Miss Kissable" sahutnya lembut.
"Mama kamu pasti seneng banget liat kamu makan kuenya."
Alex tersenyum masam. "Dia ngomong apa aja sama kamu?"
Kayla mengernyit, "Dia?"
"Em.. maksudnya kamu ngomongin apa aja sama mama aku?"
"Ngomongin kamu." singkat Kayla, membuat mimik wajah Alex berubah seketika.
Alex merasa mulai kesal, dugaan-dugaan buruk terlintas dibenaknya. Bagaimana jika mama memberitahu Miss Kissable tentang perilaku buruknya pada Miss Kissable? Bagaimanajika mama curhat tentang hubungan buruk mereka? Bagaimana jika Miss Kissable tahu tentang watak Alex yang sebenarnya?
"Mr Strawberry, ada yang mau aku tanyain sama kamu."
"lya?"
"Kalo aku nanya soal mama kamu, apa kamu keberatan?"
Kayla lihat ekspresi wajah Alex berubah, apa dia tidak suka Kayla membicarakan tentang mamanya? Apa sejak tadi dia sengaja menghindar dari topik ini? pikir Kayla.
Alex menggeleng seraya tersenyum tapi agaknya senyumnya itu dipaksakan. Karena matanya seperti menunjukkan ketidak sukaan. "Hm, silahkan" jawabnya agak datar.
"Waktu itu, aku liat kamu ngobrol sama mama kamu. Setelah kamu pergi mama kamu nangis, katanya kamu bilang.. kalo kamu udah gak suka stroberi. Kenapa?"
Alex berdecak kesal dalam hati, ternyata mamanya memberi tahu soal itu. Sekarang bagaimana Alex bisa menjawab pertanyaan Miss Kissable ini?!
"Kamu gak bermaksud nolak kuenya kan? Aku yakin kamu gak akan lakuin itu."
"Apa lagi yang mamaku omongin sama kamu?" tanya Alex.
Kayla menggeleng, "Aku kan udah bilang, waktu itu aku buru-buru, makanya aku cuman ngirim surat buat kamu kan, gak nyamperin. Jadi aku sama mama kamu juga gak sempet ngobrol banyak"
Alex mendongak menatap Miss Kissable, karena sebelumnya, sejak Miss Kissable membahas tentang mamanya tadi, Alex menunduk menyembunyikan wajahnya dan tatapannya agar Miss Kissable tidak melihat kekesalan yang ia rasakan.
"Ada apa Mr Strawberry?"
Alex menggeleng seraya tersenyum.
"Kamu belum jawab pertanyaan aku."
"Emm..?" Alex tau yang dimaksud Miss Kissable, tapi ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
Alex terkekeh, "Ngapain sih ngebahas itu, emangnya penting?"
"lya, penting buat ngejawab rasa penasaran aku. Kamu itu Mr Strawberry, tapi kamu bilang sama mama kamu kalo kamu gak suka stroberi. Ya kan aku bingung"
Alex mengalihkan pandangannya, menghindari tatapan mata Miss Kissable yang terasa mengintimidasinya.
"Mr Strawberry, gak papa kalo kamu gak mau jawab. Maaf ya kalo aku bikin kamu gak nyaman sama pertanyaan itu."
"Miss Kissable, ayo dimakan dulu makanannya!" kata Alex mengalihkan, seraya mengambil minumannya dan menyeruputnya perlahan.
Karena larut dalam obrolan, mereka jadi mengabaikan makanan dan minuman yang sudah sejak tadi diantar oleh pelayan. Setelah Alex menawarkannya makanan, Kayla pun mulai menyantap cemilannya.
"Apa aku ngerusak mood kamu?" tanya Kayla, karena sejak tadi Alex hanya diam.
Alex yang baru menganga dan akan menyuap mie nya, lantas mengurungkannya. Dia mendengus senyum seraya memandang Kayla.
"Miss Kissable, tolong jangan ngerasa kayak gitu. Sorry kalo aku yang bikin kamu gak nyaman."
"Aku tau, bukan itu yang mau kamu dengar dari aku. Aku malah ngebahas hal yang lain. Apa kamu kesal?"
"Bukan gitu, Miss Kissable."
"Apa aku boleh tau sesuatu dulu, sebelum aku ngomongin topik utama yang kamu tunggu-tunggu?"
Alex senang mendengarnya, akhirnya Miss Kissable mau membahas tentang sesuatu yang Alex tunggu-tunggu. Tentang isi hatinya, dan jawaban yang Alex ingin dengar. Tapi kenapa Miss Kissable bilang ingin tahu sesuatu dulu? Sesuatu apa yang dia maksud? Semoga saja ini tidak ada hubungannya dengan mama, pikir Alex.
"Tentu" jawabnya mantap.
"Kamu masih ingat isi surat yang waktu itu aku kasih?"
"Ingat dong" jawab Alex langsung dengan percaya dirinya.
"Apa aja isinya?"
"Soal birthday cake kan?!" Entah kenapa Alex merasa bukan itu jawaban yang Miss Kissable inginkan.
"lya, itu tujuan awalnya. Tapi ada bagian yang lain lagi kan?" tanyanya lagi.
Alex bingung, apa maksud Miss Kissable bertanya seperti ini. Dan jawaban apa yang ingin ia dengar dari Alex, bukankah isi suratnya memang tentang birthday cake?
"Mr Strawberry, aku gak nulis suratnya ngasal loh. Meskipun waktu itu aku agak buru-buru, tapi aku nulisnya serius. Yang aku tulis itu semuanya dari hati aku. Apa kamu ngerasain sesuatu dihati kamu pas kamu baca suratnya?"
Alex terperangah, "Dia nulis dari hati?" batin Alex takjub.
"Mr Strawberry, kalo kamu ngerasain sesuatu dihati kamu pas baca surat itu, perasaan apapun itu, tolong kasih tau aku?"
"Perasaan?! Apa maksudnya? Sebenarnya apa sih yang Miss Kissable mau tau, kenapa ada hubungannya sama surat itu??" gumam Alex dalam hati.
Alex mengingat-ingat kembali tentang keseluruhan isi surat itu, dan ia mengingat-ingat perasaan apa yang ia rasakan saat membaca surat itu. Meski ia masih tidak mengerti, apa yang sebenarnya ingin diketahui Miss Kissable.
... ....
... ....
... ....
... ....
... ...
__ADS_1
... Bersambung...