Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Jangan Sebut Mr Strawberry!


__ADS_3

Derrrtt...Derrrtt....


Jessica meraba-raba kasurnya saat mendengar ponselnya berdering, dengan mata yang masih terpejam dan enggan untuk bangun, ia mengintip sedikit ke layar ponselnya yang menyala, mencari tahu siapa yang menelpon.


"Alex??" gumamnya tak percaya.


Jessica membuka matanya lebar-lebar dan langsung bangun, memastikan penglihatannya pada layar ponselnya.


"Ini gue mimpi apa ya? Alex nelpon gue? Jam segini?"


Jessica melirik jam dinding di kamarnya, pukul 22.45. la terkejut sekaligus heran, pasalnya Alex tidak pernah sekali pun menelponnya. Selama ini selalu Jessica yang berinisiatif menelepon Alex jika ada perlu, tapi kali ini Alex menelponnya? Malam-malam begini? Tentu ini jadi pertanyaan besar bagi Jessica.


"Ada apa ya? Tumben banget, apa dia udah sadar dan ngerasa bersalah sama gue?"Jessica menduga-duga.


Daripada penasaran, ia pun menggeser tombol hijau di layar ponselnya seraya berdehem, bersiap untuk mendengarkan Alex dan juga menyapanya. la tersenyum tipis dan dengan semangat menempelkan ponselnya ke telinga.


"Jes?" Sapa Alex langsung sebelum Jessica.


"Halo Al, selamat mal-.."


"Elu punya nomernya Kayla?" kata Alex cepat.


"Hah?" Bingung Jessica.


"Elu punya nomernya Kayla gak?" ulang Alex.


"Apa??" Histeris Jessica. "Al, lu sehat kan? Elu nanya apa tadi, nomernya Kayla?"


"Ada gak?" tanya Alex tak sabar.


Jessica terbelalak kaget, apa-apaan Alex! Dia menelpon Jessica tiba-tiba, di jam tidur seperti ini, hanya untuk menanyakan nomer hp Kayla? Si gadis cupu yang menjengkelkan itu.


"Al, lu gak waras apa? Nelpon gue malam-malam cuman nanyain nomer si cupu itu?" bentak Jessica.


"Ada atau enggak??" tanya Alex memekik.


Jessica sampai berjengkit dan reflek menjauhkan ponselnya dari telinga karena mendengar suara kencang Alex.


"Gak ada! Penting amat gue punya nomer dia!!" kesal Jessica.


Tutt... tut.. tut..


Alex mematikan sambungan telepon mereka, membuat Jessica terperangah dan bertambah kesal. Jessica melempar ponselnya ke kasur dengan geram, dan menggerutu sendiri.


"Gila ya, kenapa si cupu itu sih?!" Jessica menggeleng-geleng tak percaya.


"Apa sih yang Alex pikirin, sampe dia nyari nomer cewek sialan itu, di jam segini lagi?!"


"Tau gitu mending gak gue angkat, gangguin gue tidur aja! Heh!!"


Jessica hendak merebahkan tubuhnya kembali, tapi kemudian ponselnya berdering lagi sehingga ia mengurungkan niatnya dan meraih ponselnya kembali.


"Alex lagi? Apaan lagi nih? Awas aja kalo masih nanyain cewek sialan itu!" gerutu Jessica sebelum mengangkat telepon dari Alex.


"Ya?" ujar Jessica datar.


"Kalo nomer Adit, ada?"


Jessica berdecak kesal mendengarnya. Tadi Kayla, sekarang Adit? Gak jauh-jauh dari si Cupu sialan itu.


"Sebenarnya lu perlu apa sih sama mereka?Kenapa nyari nomernya malam-malam gini?Temuin aja besok di sekolah, bisa kan?!" sungut Jessica kesal.


"Bukan urusan lu gue perlu apa. Gue nanya elu karena lu sekelas sama mereka, kalo lu punya nomer Adit, buruan bagi ke gue!" kata Alex ketus.


"Hhh... iya ada." sahutnya malas.


"Good! Send it now!"


Tutt.. tut.. tut..


"Ck, nyebelin banget sih! Gitu doang, dia nelpon gue malam-malam gini?! liisshhh...." Jessica mencengkeram ponselnya gregetan.


.......


.......


.......


Adit sedang duduk bersandar di kasurnya sambil main game di ponselnya. Tiba-tiba ada chat masuk, tapi dia mengabaikannya karena terlalu asyik pada game nya. Tidak lama kemudian, ada panggilan masuk membuat permainan game Adit terjeda.


"Siapa nih?" bingung Adit saat melihat nomer yang tertera di layar ponselnya, tanpa nama.


Adit pun mengangkatnya. "Halo?" ucap Adit.


"Elu tau alamat rumah Kayla?" Adit bingung, siapa yang menelpon dan tiba-tiba menanyakan alamat rumah Kayla?


"Siapa ya?"


"Alex." singkat seseorang di seberang sana.


Adit kaget dan reflek menegakkan punggungnya, ia lantas menjauhkan ponsel dari telinganya. Menatap layar ponselnya yang masih terhubung panggilan dengan Alex.


"Alex? Kok dia tiba-tiba-.." gumaman Adit terhenti saat mendengar seruan Alex dari seberang sana.


"Ya? A-..apa tadi?" sahut Adit.


"Elu tau alamat rumah Kayla kan? Buruan kasih tau gue!" desak Alex.


Adit jadi bingung, kenapa Alex tiba-tiba menelponnya dan menanyakan alamat rumah Kayla, masalah apa lagi ini? Adit tidak mungkin kan memberi tahu Alex alamat rumah Kayla begitu saja, bagaimana jika Alex melakukan hal yang nekat? Apalagi ini sudah malam, dan dia terdengar mendesak.


"Ada masalah apa emangnya? Kok tiba-tiba kamu nanya alamat rumah Kayla?" tanya Adit hati-hati.


"Masalah gue sama dia. Kalo elu gak mau kena masalah, gak usah ikut campur. Kasih tau gue buruan!"


"Sorry, aku gak bisa ngasih tau gitu aja kalo gak tau alasannya. Apalagi kalo bakal bikin Kayla kena masalah."


"****! Gak guna!" Alex terdengar mengumpat pelan diseberang sana.


"Oke, kalo lu gak mau ngasih tau alamatnya, kasih gue nomer hp nya! Buruan!!" gertak Alex memekik.

__ADS_1


Adit sempat mengernyit berpikir sebelum menjawab, "Oke."


"Buruan kirim!"


Tut.. tut.. tut...


Alex mematikan sambungan teleponnya. Adit masih berpikir, apakah ia melakukan kesalahan dengan menyetujui Alex kalau ia akan memberikan nomer Kayla? Adit segera mencari kontak Kayla di ponselnya kemudian menelponnya.


"Angkat dong Kay. apa kamu udah tidur?" gumamnya sendiri.


Tidak lama kemudian panggilan pun tersambung, terdengar sebuah deheman kecil dan suara khas bangun tidur dari seberang sana.


"Kay, apa aku ganggu kamu?"


"Ada apa, Dit? Kamu kok nelpon jam segini?"


"Sorry Kay, Kamu udah tidur ya?"


"Ya sekarang udah bangun, ada apa?" tanya Kayla lagi.


"Aku gak tau ya ada masalah apa lagi kamu sama Alex, tapi barusan Alex nelpon aku, trus dia nanyain kamu."


"Dia nanya soal apa, Dit?" tanya Kayla terdengar kaget.


"Dia nanya alamat rumah kamu."


"Trus?"


"Ya aku gak kasih, aku takutnya dia nekat nyamperin ke rumah kamu. Dia kayaknya lagi marah gitu"


Kayla terdengar tertawa kecil diseberang sana, "Bagus Dit, kamu nolak dia. Soal dia marah aku sih gak kaget, kan dia udah tau kalo aku megang rahasia dia."


"Apa Kay? Dia tau, pantesan marah! Jadi rencana kamu udah berjalan baik nih?"


"Hm, do'ain aja."


"Pasti! Eh trus tadi dia minta nomer kamu juga Kay! Gimana nih menurut kamu?"


Kayla sempat terdiam sebelum menjawab, "Kasih aja!"


"Serius?"


"Hm, kasih aja Dit, gak papa."


"Kamu yakin Kay?"


"lya, ini urusan aku sama dia. Aku bisa tanganin kok, kamu gak usah khawatir!"


Adit terkekeh, "Sampe sekarang aku masih heran, kamu kok gak ada takut-takutnya ya sama Alex?"


Kayla tertawa kecil menanggapinya, tiba-tiba satu chat masuk ke hp Adit. Itu dari Alex.


"Eh Kay, udah dulu ya! Ini Alex ngechat lagi, pasti gak sabar banget dia minta dikasih nomer kamu."


"Oke, Dit! Selamat malam."


Setelah Adit memutuskan sambungan teleponnya, ia mengecek chat masuk. Ternyata sebelumnya Alex juga mengirim chat ke nomer Adit, sebelum dia menelpon Adit tadi. Isinya sama dengan pertanyaannya saat di telepon. Adit pun segera mengirim kontak Kayla ke nomer Alex, sebelum Alex marah lagi.


..._______________...


Alex datang pagi-pagi sekali ke sekolah, tujuannya hanya satu, yaitu membuat perhitungan dengan Kayla. la geram sekali karena tadi malam Kayla tidak mengangkat teleponnya. la sampai menelpon Adit lagi untuk mengklarifikasi nomer yang Adit berikan itu benar atau tidak. Meski nomernya benar, tetap saja Kayla tidak mengangkat teleponnya. Karenanya ia tidak bisa tidur semalaman, memikirkan apa yang akan Kayla lakukan di sekolah hari ini. la harus memastikan gadis sok berani itu tidak akan benar-benar membongkar rahasianya.


Hari ini, meski ulangan sudah berakhir, sekolah belum diliburkan. Mengingat besok dan dua hari kedepan mereka akan mengadakan camping, jadi hari ini para siswa tetap diminta masuk sekolah walaupun tidak ada jam belajar. Hanya untuk pemberitahuan beberapa hal penting, termasuk camping yang akan diadakan mulai besok.


Alex berdiri di depan kelas Kayla, rasanya ia sudah tidak sabar untuk memarahi dan memperingatkan gadis itu. Jangan sampai dia bicara kepada siapapun tentang Mr Strawberry.


Bima, Sandi dan Vicky pun tetap setia mendampingi Alex, berdiri di dekatnya sambil bercengkerama dan sesekali menggoda para siswi yang lewat. Sampai akhirnya gadis menjengkelkan yang mereka tunggu menampakkan batang hidungnya juga.


Tapi yang mereka lihat, Kayla melepaskan ranselnya dan menyerahkannya pada Nia. Setelahnya Kayla berbalik entah mau kemana, sedangkan Nia melanjutkan langkahnya menuju kelas. Alex segera menyusul Kayla dengan langkah memburu, dikuti oleh Bima, Sandi, dan Vicky.


Alex terlambat, Kayla masuk ke toilet sebelum Alex sempat mencegatnya. "Ck, sialan! Awas aja lu!" gumam Alex jengkel.


Alex menunggu, berdiri di depan toilet siswi dengan menyilangkan kedua tangannya ke dada dan menatap sinis ke arah pintu toilet. Sehingga beberapa siswi yang ingin ke toilet sontak mengurungkan niatnya karena melihat Alex. Dan beberapa siswi yang baru membuka pintu toilet saat hendak keluar pun dibuat kaget olehnya.


"Buruan keluar!" bentak Alex.


Sampai Kayla yang membuka pintu, artinya tidak ada orang lagi di dalam toilet selain Kayla, karena tadi Kayla lah yang terakhir memasuki toilet. Alex mendorong bahu Kayla tiba-tiba, dan masuk ke dalam toilet serta mengunci pintunya.


Kayla mendelik tajam ke arah Alex, karena Alex tiba-tiba menyerangnya dan menguncinya di dalam toilet bersama dengannya. Tidak ada orang lain selain mereka berdua di sana, bahkan Alex menutup pintu di depan wajah Bima tadi saat ketiga temannya itu hendak ikut masuk.


"Apa-apan nih Al?"


"Elu yang apa-apaan ?! Kenapa gak ngangkat telepon gue?" tanyanya ketus seraya melangkah maju mendekati Kayla, sehingga membuat Kayla melangkah mundur.


"Telepon kamu? Kapan kamu nelepon aku?" tanya Kayla pura-pura tak tahu.


"Gak usah pura-pura bego! Gue nelponin elu berkali-kali kemarin, sengaja lu ya ngehindar dari gue?"


"Oh.. jadi itu nomer kamu. Aku biasa matiin nada dering hp ku sebelum tidur, jadi aku gak denger ada panggilan masuk." dalih Kayla.


Kayla tersenyum miring seraya menyembunyikan wajahnya dari tatapan Alex, ia memang sengaja mematikan nada dering ponselnya setelah diberi tahu Adit bahwa Alex meminta nomer hp nya. la juga sengaja mengabaikan panggilan masuk dari Alex.


Alex memutar bola matanya malas mendengar alasan Kayla. "Alasan! Elu jangan macam-macam ya sama gue!!"


"Aku gak ngerti deh, mau kamu apa sih, ngapain kamu ngejebak aku di toilet gini?" kesal Kayla.


Saat ini langkah Kayla sudah mentok di dinding dan tidak bisa mundur lagi, tapi Alex terus saja maju.


"Salah lu, ngapain lu ke toilet? Kita harus ngomong."


"Ngomong baik-baik bisa kan? Gak harus di toilet juga kali!"


"Gak usah ngatur-ngatur! Gue harus ngomong empat mata sama lu!"


Alex mendesak Kayla yang punggungnya sudah menempel di dinding. Alex menumpu kedua tangannya di dinding, tepat di samping kiri dan kanan kepala Kayla sehingga mengunci pergerakan Kayla.


Kayla mendengus kesal, "Yaudah ngomong sekarang!"


"Elu udah ngomong apa aja soal gue, siapa aja yang udah lu kasih tau? Heh?!"

__ADS_1


Alex menundukkan kepalanya untuk menatap Kayla yang bertubuh lebih kecil darinya.


"Kamu ngomong apa sih Al? Kasih tau apa?"


"Jangan pura-pura! Elu mau ngebongkar aib gue kan ke semua orang? Elu udah ngomong ke siapa aja?" bentaknya kesal.


Kayla terkekeh, "Jadi itu yang bikin kamu sampe nelpon aku puluhan kali di tengah malam?"


"Ck, jawab!"


"Kamu gak percaya banget ya sama aku. Kan aku udah bilang, aku nantang kamu tuh bukan buat itu! Jadi gak penting lah aku ngebongkar semua itu."


"Gak usah ngeles! Jangan lu pikir bisa nipu gue lagi! Elu gak bakal bisa keluar dari sini kalo sampai lu berani ngebongkar semua itu!" gertaknya.


Kayla mendengus kesal, "Mr Strawberry..." ucapnya halus, membuat Alex meradang.


"Jangan sebut itu! Jangan berani lu sebut itu di sekolah!"


"Oke, selama kamu gak nyebut-nyebut Miss Kissable di sekolah, aku juga gak akan ngomong apapun soal Mr Strawberry!"


Kali ini Alex yang mendengus kesal. "Itu terserah gue. Gue gak bakal ngikutin apa yang lu mau! Lagian.. lu pikir gue percaya gitu aja kalo elu Miss Kissable?!"


Kayla menaikkan alisnya, menatap Alex remeh. "Kalo kamu nggak percaya, kamu nggak akan repot-repot nelponin aku berkali-kali tengah malam Al. Dan kamu juga nggak akan ngurung aku kayak gini. Jelas, kamu sekarang tuh nggak tenang." batinnya.


"Terserah, kamu percaya atau enggak. Tapi aku kasih tau ya, kalo kamu gak percaya sama aku dan tetap berharap sama Miss Kissable, harapan kamu itu sia-sia! Tapi kalo kamu percaya, trus ngelupain Miss Kissable, itu lebih baik!" ucap Kayla santai.


Alex merasa tidak terima dengan ucapan Kayla barusan, ia jadi emosional dan menatap dalam ke mata Kayla. Seolah-olah mencari kejujuran dari ucapannya tadi. Alex tidak bisa melupakan Miss Kissable begitu saja, meski sulit baginya menerima kenyataan bahwa ternyata Miss Kissable adalah Kayla.


Alex merasakan nyeri di dalam dadanya, ia mendesis kesal karena Kayla bisa berkata seperti itu dengan mudah, apa dia benar-benar tidak menganggap Mr Strawberry itu penting? Atau dia memang hanya menganggapnya seorang Alex saja, bukan Mr Strawberry?


Tangan Alex bergerak dan bergeser untuk menyentuh wajah Kayla, tapi Kayla menghalanginya dengan tangannya sendiri.


"Mau apa kamu?" tanya Kayla ketus.


"Kenapa sih kamu suka ngomong kayak gitu? Heh? Emang gak penting sama sekali ya buat kamu, soal Miss Kissable? Atau perasaan Mr Strawberry?" tanyanya agak halus dan lirih.


Mendengar pertanyaan Alex, raut wajah jutek Kayla yang berubah tenang. "Kamu ngerasa terganggu sama kata-kata aku? Kalo gitu aku minta maaf! Gini ya Al, aku.. sama Miss Kissable itu cuman beda penampilan, gaya ngomong kita sama kok. Karena aku emang cewek yang sama yang kamu panggil Miss Kissable! Tapi kamu sama Mr Strawberry.. gaya ngomong kalian yang beda, beda banget. sedangkan penampilan enggak kan? Kita juga udah sering berdebat kan, trus apa hubungannya sama perasaan?"


"Kenapa kamu gak ngerti sih, Miss Kissable?Kamu tau kan aku tuh suka sama kamu, kok kamu ngomong gini sih?" gumam Alex dalam hati, yang keluar dari mulutnya hanya suara ringisannya.


"Ck, lu gak bakal ngerti!" bentak Alex kembali meradang.


"Mau leu Miss Kissable atau bukan, lu punya perasaan atau enggak, lupain aja semuanya! Yang jelas elu gak boleh sebut-sebut Mr Strawberry lagi, atau ngomong apapun soal gue! Kalo lu berani buka mulut, satu sekolah bakalan tau elu siapa."


Kayla mengedikkan bahunya, "Aku sih gak masalah kalo orang-orang tau aku Miss Kissable, silahkan aja kamu umumin! Toh mereka taunya Miss Kissable itu cewek kamu kan, gimana, siapa yang bakal malu? Dan kamu.. gimana kalo mereka tau kamu itu Mr Strawberry?"


"Gue bilang jangan sebut itu! Jangan berani ngomong apapun!" bentak Alex memekik seraya menggeprak dinding.


"Gak usah bentak-bentak bisa gak?! Cuman ngingetin aku soal itu doang kamu sampe ngurung aku gini, ngancem aku? Gak bisa apa ngomong baik-baik, lagian aku juga gak peduli soal Mr Strawberry!" balas Kayla kesal.


Entah kenapa saat Kayla mengatakan tidak peduli pada Mr Strawberry, hati Alex merasa sakit dan sedih.


"Apa maksudnya kamu gak peduli soal Mr Strawberry?" tanya Alex lirih.


"Apanya? Kamu juga gak peduli kan soal Miss Kissable?"


"Siapa bilang aku gak peduli?"


"Kalo kamu peduli, kamu gak akan bentak aku dan mengintimidasi aku kayak gini!"


Alex merasa tersindir dengan kata-kata Kayla barusan. Benar, Mr Strawberry selalu memperlakukan Miss Kissable dengan baik kan? Mr Strawberry punya tutur kata yang lembut dan tidak pemaksa, bertolak belakang dengan cara bicara Alex.


"Al, aku gak serius waktu aku bilang bakal ngebongkar soal Mr Strawberry ke semua orang, jadi kamu gak perlu takut!"


"Gue gak takut!" bantahnya kasar.


"Trus kenapa kamu sampe kayak gini? Kamu denger gak itu grasak-grusuk diluar? Mereka diluar sana pasti mikirnya kamu ngapa-ngapain aku, kamu tuh keliatan banget tau gak marahnya." ujar Kayla mencoba tenang.


Alex mengalihkan pandangannya dari Kayla seraya mengubah mimik wajahnya. Ia menghela nafas meredakan emosinya.


"Enggak. Gue kesel aja, elu ngancem gue kemarin, elu berani main-main sama gue. Gue gak tau apa mau lu, sampe lu bisa nipu gue." kata Alex datar.


"Al, soal aku gak langsung jujur, itu kan udah aku kasih tau alasannya. Soal aku ngancem kamu, aku gak bermaksud kayak gitu kok sebenarnya, aku cuman kesel sama kamu kemarin, soalnya kamu gak percaya sama aku."


"Ck, cewek kayak lu mana bisa dipercaya!"


Alex melepaskan tangannya dari dinding dan memberi jarak diantara mereka, Alex berdiri dengan menyilangkan kedua tangannya ke dada sembari menghadap wastafel dan menatap pantulan dirinya dan Kayla lewat cermin.


"Aku gak minta kamu percaya sama aku, itu hak kamu Al. Aku cuman mau jujur, udah itu aja."


"Tanpa mikirin perasaan aku?" tanya Alex.


"Perasaan? Udah lah Al, kamu bukan Mr Strawberry, lagian Mr Strawberry itu cuman topeng kamu kan?" Alex menyelis protes kearah Kayla.


"Oke, mungkin waktu itu kamu serius, tapi sekarang kamu udah tau kan kalo Miss Kissable itu aku. Jadi lupain aja soal perasaan, aku juga gak ngelibatin perasaanku kok. Sorry kalo aku bikin kamu kecewa!" Kayla berjalan menuju pintu keluar.


"Sialan! Bisa-bisanya dia ngomong gitu ke gue, dia pikir dia siapa? Miss Kissable gak mungkin nolak gue mentah-mentah begini! Gue gak terima diginiin, dia gak bisa ngerendahin harga diri gue!!" geram Alex.


Alex menarik tangan Kayla tiba-tiba, membuatnya berbalik menghadapnya, Alex menatap tajam ke mata Kayla dari jarak dekat.


"Cewek licik!" gumamnya. "Lu pikir lu bisa lepas dari gue gitu aja, setelah lu ngomong semau lu dan ngeremehin gue! Elu tau gue, gue gak bisa terima diginin! Elu nantang gue kan, lu gak takut kan, sekarang lu liat gue bisa apa!" ancamnya seraya mendesak tubuh Kayla kearah kaca wastafel.


Kayla tersentak saat punggungnya sudah menyentuh wastafel, ia tidak bisa menghindar lagi karena Alex mengurungnya dengan kedua lengan kokohnya yang ia tumpu kan di permukaan wastafel. Alex semakin mencondongkan tubuhnya mendekati Kayla, sehingga Kayla tidak punya pilihan lain selain mundur dan mencondongkan tubuhnya ke belakang sampai menyentuh kaca.


Kayla mendorong dada Alex kesal, "Al?Kamu jangan kurang ajar ya!"


Alex mengabaikannya dan terus mendekat.


Kayla mulai merasa gentar, jantungnya berdetak semakin cepat, deru nafasnya pun mulai tak beraturan. Apalagi saat ini manik tajam Alex terus menghunus tajam ke matanya, dan mulai turun ke bibirnya.


... ....


... ....


... ....


... ....


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2