Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Pewaris Tunggal


__ADS_3

Alex berdiri di depan cermin sambil mengenakan pakaiannya.


Tok tok tokk


Alex menoleh saat mendengar ketukan pintu, ternyata papanya sudah berdiri di ambang pintu. Papa Alex yang sudah rapi dengan setelan jas mewahnya, kini tersenyum melihat putranya yang hari ini terlihat lebih tampan dan menawan dibandingkan biasanya. Alex memakai kemeja putih dan setelan jas berwarna merah maroon, dihiasi dasi kupu-kupu yang juga berwarna maroon.


"Pa?"


"Sudah siap?"


"Hm, sebentar lagi!" sahut Alex sambil membetulkan letak dasinya.


"Papa boleh masuk?"


"Hm."


Papa mulai melangkah masuk, mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar Alex.


"Udah lama ya papa gak masuk ke kamar kamu. Eh, apa nih? AI.. kan papa udah bilang jangan ngelukis di kamar!"


Langkah papa terhenti saat melihat sebuah kanvas yang masih terpasang di papan penjepitnya. Papa mendekati kanvas itu yang terletak di samping kasur Alex, menghadap ke jendela dan membelakangi papa. Kemudian papa mengitarinya untuk melihat lukisan di kanvas itu. Saat papa melihatnya, papa agak terkesiap, kemudian menatap Alex dengan tersenyum jahil.


"Hmm.. siapa dia Al?"


Alex hanya tersenyum menanggapinya sambil berjalan ke arah papa.


"Selama ini kamu gak pernah ngelukis wajah seseorang, kamu suka pemandangan alam dan lukisan ukiran klasikmu itu, tapi ini.. cewek ini pasti istimewa sampai kamu ngelukis wajahnya." Papa berdecak kagum sambil memandangi lukisan wajah seorang gadis di atas kanvas itu.


Alex berdiri di samping papa dengan melipat satu tangannya dan meletakkan tangan yangsatunya lagi di bawah dagunya.


"Gimana menurut papa?"


"Cantik, kayaknya kamu ngelukisnya sangat detail ya, siapa dia?" Papa penasaran.


Alex tersenyum memandangi lukisannya, "Al bakal kenalin dia ke papa kalo Al bisa ketemu dia lagi."


Papa mengernyit bingung, "Apa maksudnya kalo kamu ketemu dia lagi?"


"Kita cuman pernah ketemu sekali pa, dan Al berharap bisa ketemu dia lagi." Alex menoleh ke arah papanya sebelum melanjutkan kata-katanya, "Apa dia bakal hadir di acara ntar malam, pa?"


"Ya mana papa tau, apa dia teman bisnis papa? Atau karyawan papa? Apa kamu ngundang dia?"


Alex tersenyum lesu, "Semoga aja, Al berharap ada keajaiban.. Al pengen banget liat dia lagi." gumamnya.


Papa tertawa kecil sambil menepuk-nepuk pundak Alex. "Jadi, anak papa ini udah jatuh cinta?!"


... ________________...


Kayla dan mami turun dari mobil, setelah memarkirkan mobilnya Om lwan pun turun dan mereka memasuki lokasi acara bersama-sama.


Acara penyerahan aset sekaligus peresmian beberapa proyek yang di adakan oleh Bos besar itu berlokasi di sebuah restoran yang cukup besar, restoran ini milik pribadi Bos itu, yang katanya baru selesai pembangunannya bulan ini dan akan segera dibuka.


Ketika Kayla, mami dan Om lwan masuk, mereka dibuat takjub dengan dekorasi ruangannya yang begitu elegan memukau. Ini tidak terlihat seperti restoran, karena restoran ini telah disulap menjadi sebuah istana yang megah.


"Kok rasanya kayak jadi tamu kerajaan ya mi?" bisik Kayla, membuat mami tertawa kecil.


Bagaimana tidak, selain pemandangan didalam ruangan ini seperti istana, mereka juga disambut dengan hangat oleh para pelayan yang bertugas di acara itu.


Mami dan Om lwan kini disibukkan dengan sapa-menyapa rekan bisnisnya, sedangkan Kayla hanya berdiri di samping mami dan ikut tersenyum saja saat melihat interaksi mami dengan teman-temannya.


Mami terlihat sangat senang saat keinginannya terkabul, keinginan akan memperkenalkan Kayla pada teman-temannya. Kayla jadi merasa canggung melihat mami begitu antusias dan berbicara banyak tentang Kayla, mami terlihat bangga memperkenalkan anak gadisnya pada teman-temannya.


Sampai saat acara akan di mulai, para tamu undangan dipersilahkan duduk di tempat yang telah disediakan. MC acara tersebut naik ke atas panggung dan memulai acara, disampingnya berdiri seorang pria paruh baya yang penampilannya terlihat seperti bangsawan, berwibawa dan elegan.


MC mengenalkannya sebagai Founder sekaligus Direktur Utama PT SWill Grup, dan CEO beberapa perusahaan dan pabrik ternama, yang mempunyai banyak cabang di berbagai kota di Indonesia.


MC mengumumkan rangkaian acaranya. "Pertama: Sambutan dari Bapak Elfattar Smith William selaku tuan rumah.


Kedua: Pengabsahan legalisasi proyek baru, oleh beberapa pimpinan perusahaan dan Bapak Willian sendiri.


Ketiga: Peresmian restoran baru ini yang telah diberi nama 'AWS Food'


Keempat: Penyerahan 50% aset perusahaan kepada pewaris tunggal PT SWill Group. kelima: Tasyakuran ulang tahun putra tunggal Pak William, yang ke 17"


Kemudian MC mempersilahkan sang Big Bos untuk berbicara, sang Bos pun berjalan ke tengah panggung dan mulai memberikan sambutan. Ternyata acara ini bukan hanya sekedar pertemuan bisnis atau penyerahan aset saja, sang Bos juga mempublikasikan tentang restoran baru ini, yang akan beroperasi mulai besok dan grand opening nya pun malam ini. Yang terakhir, ulang tahun putra tunggalnya yang akan dirayakan malam ini juga. Wah, acara-acara penting semua itu dilaksanakan dalam satu malam ini. Pantas saja tamu undangan yang hadir banyak, dan sepertinya kebanyakan dari kalangan kelas atas.


Setelah selesai acara kedua dan akan memasuki acar ketiga, dengan sedikit berbasa-basi, beliau akhirnya memperkenalkan putra tunggalnya yang menjadi alasan acara mewah ini dibuat.


"Baik, kita akan masuk ke inti acara. Dengan bangga saya perkenalkan putra tunggal saya, Alexander Smith William!"


Tepuk tangan riuh menggema di seluruh ruangan. Para tamu yang sejak tadi menunggu kehadiran sang pewaris tunggal kini nampak gaduh melihat sosok yang sedang melangkah menaiki panggung kemudian berdiri di samping sang papa.


"Masya Allah... ganteng banget." puji salah seorang tamu.


"Sebelas dua belas ya sama Pak William."


"lya lah sebelas dua belas, kan ayah dan anak. Tapi lebih ganteng anaknya sih"


"Udah hebat ganteng lagi!"

__ADS_1


"Keliatannya dia sangat berwibawa ya, cocok jadi pewaris perusahaan besar kayak SWill Gruop. Baru 17 tahun loh, tapi aura kepemimpinannya udah keliatan."


"Namanya Alexander, keren gak tuh.. sesuai sama orangnya dan jabatannya!"


Kayla penasaran, ia ikut menelengkan kepalanya untuk bisa menjangkau penglihatan ke atas panggung yang sekarang tertutupi oleh banyaknya orang yang melihat ke arah sejurus.


"Alexander? Apa Alex si brengsek disekolah? Kayaknya gak mungkin deh, kan nama Alex banyak" gumam Kayla pelan.


Ketika pandangan Kayla dapat menjangkau sosok yang berdiri di samping Pak William itu, Kayla lantas terbelalak kaget. Berbeda dengan tatapan orang-orang yang terlihat mengagumi sosok itu.


"Ya Tuhan! Beneran dia? Alex? Ah gak mungkin, aku pasti salah liat" batin Kayla syok.


Kayla hampir tidak percaya dengan penglihatannya, ia sampai mengucek matanya untuk memastikan.


"Eh sayang, jangan dikucek matanya, nanti rusak loh.. itu kamu lagi pake softlens!" Sergah Mami.


Mami terkikik geli melihat reaksi Kayla saat melihat anak Bos itu, "lya sayang, dia emang ganteng tapi gak segitunya juga lah kamu liatnya"


Kayla langsung mengalihkan pandangannya dan menatap geli mami, "Apaan sih Mi!"


"Wah sayang anak perempuanku udah nikah, coba kalo belum, mau banget aku besanan sama Pak William." seseorang di dekat Kayla terdengar memuji Alex.


"lya ya jeng, mantu idaman banget kayak begitu." timpal temannya.


Kayla mengedikkan bahunya merasa ilfil dengan yang ia dengar barusan. "Kalo tante itu tau kelakuan Alex yang sebenarnya, pasti nyesel bilang mantu idaman." batin Kayla.


"Alex? Anak tunggalnya Pak William? Pewaris satu-satunya semua aset dan perusahaan besar itu? Astaga.. kok bisa? Gak cocok banget sama image dia di sekolah! Tapi..." Kayla terus bergumam dalam hati saking tak menyangkanya.


"..tapi dia keliatan beda ya disini?! Ah, ya iya lah beda, ini kan acara besar dan formal, mana mungkin penampilannya sembarangan. Senyumannya juga beda, gak nyeremin kayak biasanya. Ah, apaan sih aku!" Kayla menggelengkan kepalanya sendiri, menampik pikiran-pikiran positifnya tentang Alex.


"Sekali brengsek tetap aja brengsek! Ini didepan rekan-rekan bisnis papanya jelas lah dia ja'im, huh!" gerutu Kayla dalam hati.


Lihat dan dengar saja, sekarang pun gaya bicaranya sangat sopan dan formal, pembawaannya terlihat bersahaja dan bagus. Sangat jauh berbeda dengan dirinya saat di sekolah.


Kayla tidak menyangka sama sekali kalau malam ini ia akan menghadiri acara Alex. Kayla mengingat-ingat kembali saat ia membaca undangannya minggu lalu, didalam undangan itu memang tak ada nama Alex, di sana hanya tercantum nama papanya. Lagipula Kayla tidak tahu nama lengkap Alex dan ia juga tidak menduga-duga kalau Pak William adalah papanya Alex, atau Alex adalah anak Pak William. Dan meskipun di sekolah semua orang tahu Alex adalah anak pemilik sekolah dan pengusaha terpandang.


Setelah Alex menyelesaikan pidatonya, menanda tangani beberapa berkas dan memotong pita sebagai peresmian restoran yang termasuk dalam aset yang diberikan oleh Pak William kepadanya, kini acara selanjutnya adalah tasyakuran ulang tahun Alex. Seorang Habib hadir disini untuk membacakan do'a selamat dan tanda syukur keluarga Alex atas kelancaran dan kesuksesan bisnis mereka serta untuk perayaan ulang tahun Alex.


Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng sesuai adat dan tradisi di negeri ini, sebagai rasa syukur semua orang. Kemudian para tamu dipersilahkan menikmati hidangan yang tersedia.


"Uh, kalo aku tau ini acaranya Alex, apalagi ulang tahunnya.. ogah banget hadir!" gerutu Kayla pelan.


"Eh apa sayang? Mami gak dengar?"


"Enggak mi, Lily gak ngomong apa-apa kok." dalih Kayla.


"Loh, kok pulang Kay? Acaranya baru aja selesai, makan dulu! Om juga mau ngobro-ngobrol sama teman Om." sahut Om lwan.


Jangankan makan, Kayla bahkan tidak berminat untuk berada di tempat ini lebih lama. Awalnya Kayla memang menikmati pesta ini, tapi setelah melihat Alex, mood nya langsung berubah. Apalagi ini pesta Alex, Kayla rasanya tidak sudi untuk berada disini. Kayla mendengus malas.


"Alex gak boleh tau aku ada disini, dia gak boleh liat aku! Gimana kalo jahilnya kumat? Atau paling enggak.. dia pasti ngejek aku karena penampilanku ini" gumam Kayla dalam hati.


Om Iwan dan mami mulai memilih makanan yang akan mereka santap, Kayla pun mau tak mau ikut mengambil piring tapi ia bingung mau mengambil apa. Di acara besar seperti ini tentu banyak menu makanan yang menggoda di lidah, mulai dari makanan ringan sampai makanan berat. Segala jenis minuman dan kue pun menghiasi meja hidangan. Semua menu yang tersedia disini nantinya akan jadi menu tetap di restoran ini yang akan buka mulai besok.


Kayla suka makanan apa pun kecuali udang galah dan udang-udang lain yang berukuran besar sejenisnya, Kayla alergi dengan itu. Dan masalah Kayla sekarang bukanlah bingung ingin makan apa, tapi ia tak ***** makan.


"Harusnya aku lapar sih liat makanan-makanan kayak gini, tapi moodku keburu ambyar gara-gara ada Alex." Kayla kembali membatin, sambil menilik-nilik berbagai macam makanan di hadapannya yang membuat Kayla tergiur.


"Kamu mau apa sayang? tawar mami.


"Emm... Salad buah aja deh, Lily gak laper" sahut Kayla sambil meletakkan kembali piringnya yang masih kosong dan menggantinya dengan mangkuk kecil untuk ia isi dengan salad buah.


"Yakin gak mau makan? Nasi atau mie, atau yang lain?" Tanya mami.


Kayla menggeleng mantap sambil tersenyum dan mulai mengambil salad buah. "Enggak mi, Lily mau ini aja."


... ....


... ....


... ....


Alex mendengus malas sambil melirik satu-persatu wajah pria yang duduk bersamanya. Sejak tadi papanya sibuk memperkenalkan Alex pada rekan-rekannya. Yang membuat Alex kesal adalah karena beberapa teman papanya berlaku sok akrab dengannya dan malah dengan pede'nya memperkenalkan anak gadis mereka pada Alex.


Jangankan senang, Alex bahkan merasa muak dengan perlakuan mereka yang dengan senang hati menyodorkan anak gadisnya itu. Alex hanya terpaksa menerima jabatan tangan mereka, untuk menjaga nama baiknya dan nama baik papanya selaku rekan bisnis sekaligus tuan rumah.


Sebenarnya sejak Alex berdiri di panggung tadi, manik tajamnya itu sudah menjelajahi seisi ruangan. Mencari sosok yang ia rindukan, barangkali gadis nya itu hadir diacara ini. Meskipun sejauh ini Alex belum menemukan jejaknya di kota ini, ia tetap optimis bahwa ia akan bertemu kembali dengan Miss Kissable nya itu.


Saat ini pun, matanya terus masih ia edarkan untuk mencari gadisnya itu. Dan ia mulai tidak sabar untuk beranjak dari duduknya dan mencari sosok yang dirindukannya itu di tempat ini.


"Pa, Al kesana dulu ya!" ucapnya akhirnya.


"Oh, iya." jawab papanya singkat sebelum kembali melanjutkan obrolannya dengan rekan-rekannya, yang Alex yakini obrolan mereka masih lama.


Lagipula sudah setengah jam bapak-bapak di sekelilingnya ini mengobrol tentang perkembangan bisnis mereka, dan Alex hanya jadi pendengar saja. Daripada buang-buang waktu, lebih baik Alex pergi saja kan.


"Eah...! Papa ngapain sih undang orang sebanyak ini, gue kan jadi susah ngeliat muka mereka satu-satu! Gimana caranya gue bisa nyari Miss Kissable kalo kayak gini!" gerutunya sendiri sambil berjalan gontai.


Alex terus mengedarkan pandangannya sampai ekor matanya menangkap sosok yang ia cari, manik tajamnya sontak terhenti pada satu objek itu. Ya, Alex yakin dialah orangnya. la tidak mungkin salah mengenali wajah gadis itu, meskipun belum pernah melihatnya dengan sempurna.

__ADS_1


Degg


Degg


Rasanya, bunga-bunga di hati Alex mulai bermekaran. Matanya tidak berkedip saking bahagianya, bukan saja tidak bisa tapi Alex tidak akan sudi mengedipkan matanya jika itu akan membuat pandangannya terhalang dari sosok yang dilihatnya itu, meski sedetik saja. Tanpa ia sadari, air mata telah menggenang di pelupuk matanya, nafasnya mulai bergetar, dan senyuman terbit dari bibirnya.


"Miss Kissable..." gumaman kecil itu lolos begitu saja dari mulutnya tanpa ia minta.


... ....


... ....


... ....


"Hai Nad? sapa seorang perempuan yang kini berdiri di samping mami Kayla.


"Oh, hai Lin!" balas mami saat menyadari teman sekantornya menyapa.


"Udah selesai makannya? Ikut yuk! Gabung sama yang lain" ajaknya sambil menunjuk segerombolan ibu-ibu yang sedang asyik mengobrol.


"Udah nih. Eh, kenalin dulu ini anak aku Kayla. Dan sayang, kenalin ini teman sekantor mami, namanya tante Linda."


"Hai Kayla, kamu cantik banget! Mami kamu kalah deh." ujarnya antusias sambil mengulurkan tangan.


"Makasih tante!" ucap Kayla sambil menerima jabatan tangan tante Linda.


"Sayang, mami kesana dulu ya! Gak papa kan sendirian?"


"lya mi, gak papa lah. Disini kan rame."


Akhirnya setelah Om lwan pergi bergabung dengan teman-teman kerjanya, mami pun beranjak meninggalkan Kayla duduk sendirian, yang masih menyantap salad buahnya dengan malas. Kayla mengedarkan pandangannya random, setidaknya agar iatidak terlalu bosan duduk sendirian sambil makan meskipun malas.


Tiba-tiba Kayla tersentak kaget, matanya terbelalak melihat seseorang tersenyum padanya. Kayla langsung tersedak dan batuk saking kagetnya. Kayla melihatnya sekali lagi untuk memastikan apakah orang itu benar tersenyum padanya atau pada orang lain? Tapi lagi-lagi Kayla dibuat kaget karena orang itu memang benar tersenyum padanya, bahkan sekarang orang itu berjalan ke arahnya.


"Alex???"


"Gak mungkin! Alex senyum ke aku? Enggak, aku pasti salah!"


"Eh, kok? Dia mau kesini beneran? Gak mungkin kan dia nyamperin aku?" Batin Kayla rusuh.


Kayla melirik-lirik ke sekelilingnya terlebih ke belakang, barangkali Alex bukan berjalan ke arahnya melainkan ke orang lain. Dan Kayla semakin dibuat gelisah dengan penglihatannya, karena sekarang ia yakin kalau Alex benar-benar berjalan ke arahnya.


"Duuuh... gimana nih, aku harus apa? Aku gak mau berhadapan sama dia! Kenapa juga dia kesini, senyum lagi, dia pasti mau ngejek aku!"


Setelah membatin sendiri, tanpa berpikir panjang Kayla beranjak dan bergegas pergi.


Kayla melangkah dengan terburu-buru tanpa menoleh ke belakang, ia melangkah tanpa tujuan akan bersembunyi kemana. Kemana saja, asal tidak melihat dan dilihat oleh Alex.


Kayla menghentikan langkahnya di balik tiang besar. Mengatur deru nafasnya yang masih tak karuan sambil menyeka keringat yang membasahi kening dan lehernya.


"Ehemm!"


Tiba-tiba suara deheman mengejutkan Kayla sehingga dengan reflek Kayla berbalik.


Duaaaarr.....


Sekarang Kayla hanya bisa menghela nafas dan menelan salivanya. Sejak tadi ia berjalan cepat setengah berlari untuk menghindari Alex, tapi sekarang Alex telah berada dihadapannya.


"Miss Kissable?"


Duaaaaaarr


Kayla terperangah kaget mendengar kalimat yang baru saja Alex keluar dari mulut Alex.


"A ..apa?? A..aku pasti salah dengar! Gak mungkin." batin Kayla gugup.


"Miss Kissable?" ulang Alex.


Kayla semakin terperangah, bahkan kini mulutnya sampai terbuka saking kagetnya.


"Gak mungkin! Gak ada satu orang pun yang tau panggilan itu! Gak ada!! Bahkan mami gak tau, gimana bisa Alex....?"


"Miss Kissable?" ulangnya lagi.


Degg


Jantung Kayla rasanya hampir berhenti berdetak mendengar Alex mengulangi kalimat Miss Kissable untuk yang ketiga kalinya. Entah kenapa sekarang bulu kuduk Kayla menegang dan urat-uratnya melemas, sampai-sampai ia menahan tubuhnya dengan bertumpu pada tiang di sampingnya. Kayla tersandar di tiang sembari menatap kaget sekaligus heran pada Alex.


Alex sendiri dibuat bingung dengan reaksi gadis cantik di hadapannya itu.


... ....


... ....


... ....


... ....


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2