Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Pesta Kejutan


__ADS_3

Kayla dan maminya berdiri di depan meja rias, menatap pantulan diri mereka di cermin. Malam ini mami mengajak Kayla ikut ke sebuah acara yang disebut Om Iwan.. Dinner party.


Kemarin malam mami mengobrol dengan Om Iwan, lama sekali. Entah apa yang mereka bahas, yang jelas mami tidak mengizinkan Kayla mendengarkan obrolan mereka berdua. Kesimpulannya, malam ini Om lwan, Nadia mami Kayla, dan Kayla sendiri akan menghadiri acara itu. Kayla tidak tahu acara seperti apa yang nanti akan ia hadiri, karena sang mami enggan memberitahunya. Mami hanya bilang, 'ntar juga tau'.


"Perfect." ucap Nadia setelah selesai mendandani putri kesayangannya.


Kayla dipakaikan gaun pesta yang terbilang elegan, roknya motif payung lebar yang hampir menjuntai ke lantai, dengan bagian lengan ketat sepanjang siku. Rambut Kayla digulung ke atas, dengan beberapa anak rambut yang dibentuk rollhair, tersampir di kedua sisi wajahnya, ditambah bando mutiara yang menambah kesan elegan pada penampilannya kali ini. Tentu tidak lupa Nadia memakaikan softlens di manik hazel Kayla, dan juga make'up yang berbeda dari biasanya kali ini.


Kayla merasa tidak percaya diri melihat penampilannya yang ia rasa terkesan wah dan terlalu berlebihan. Bukankah hanya menghadiri sebuah acara, sebagai tamu undangan Kayla rasa penampilan ini terlalu mencolok, terutama bagian wajahnya yang dipoles make' up art yang agak berlebihan oleh mami.


"Harus ya mi Lily dandan kayak gini? Kita kan cuman ngehadirin acara orang, Lily juga nggak tau acara apaan, yang ngundang siapa, trus kenapa dari siang tuh mami kayak sibuk banget gitu nyiapin Lily."


"Eh..sayang, ini bukan acara sembarangan. Ntar kalo kamu nyampe sana pasti tau itu acara apa dan yang ngundang siapa. Yaudah yuk. Om Iwan udah di depan tuh."


Ketiganya pun berangkat menaiki mobil Om Iwan, kemudian berhenti di depan sebuah hotel bintang lima yang cukup terkenal. Dilihat dari luar, seperti tidak ada tanda-tanda bahwa di dalam sedang ada acara khusus. Setelah masuk melewati lobby pun masih tidak ada tanda-tanda bahwa ada acara di hotel ini.


"Assalamu'alaikum.. Tante, Om!"


Kayla menoleh ke asal suara, Alex. Dia sini? Dengan penampilan yang rapi dan mewah, apa Alex disini juga untuk menghadiri acara yang sama yang akan dihadiri Kayla?


"Nak Alex!" seru Nadia senang.


Alex menyalami tangan Tante Nadia dan Om Iwan. Kemudian memandangi Kayla dengan ekspresi takjub, membuat Kayla tersipu malu.


"Boleh saya pinjem Lily nya Tante, Om?"


Kayla terkesiap ketika Alex meminta izin seperti itu. Dan tak disangka, mami dan Om lwan langsung mengiyakannya. Jujur saja, Kayla senang tapi ia juga gugup. Entah kenapa setelah ia mengungkapkan cintanya pada Alex dua hari yang lalu, ia selalu gugup berada di dekat Alex. Sekarang.. Alex mau apa, kenapa dia meminta izin mami dan Om lwan untuk membawanya?


"Loh.. Mi, Om, bukannya tadi kita buru-buru ya? Kita harus ke acaranya kan, sekarang?"


"lya. Alex juga disini buat tujuan yang sama, ya kan Al?" kata Om lwan.


Alex mengangguk, tersenyum menatap Kayla. Kayla cukup heran dengan sikap Om lwan pada Alex, padahal kejadian yang membuatnya marah besar pada Alex belum lama berlalu. Sepertinya Om Iwan sudah memahami Alex, Kayla bersyukur. Mami juga sudah tidak marah lagi pada Alex.


"Yaudah, Mami sama Om duluan ya! Kalian nyusul." kata Nadia kemudian berlalu lebih dulu bersama sang kakak, meninggalkan Kayla bersama Alex.


"Eh?" Kayla mau menghentikan Maminya dan Om nya yang meninggalkannya begitu saja tanpa alasan yang jelas, tapi tidak enak dengan Alex.


"Miss Kissable, kamu cantik banget malam ini."


Kayla tersenyum kikuk, "Makasih, Mr Strawberry"


Kayla jadi lebih sering memanggil Alex dengan panggilan Mr Strawberry sejak ungkapan cintanya yang secara tidak langsung dua hari yang lalu. Dan Alex senang, sangat senang karena akhirnya Kayla membalas cintanya.. Meski sejak dua hari ini mereka saling canggung satu sama lain.


"Ikut aku yuk!" ajak Alex.


Alex mengulurkan tangan kanannya dan membuka telapak tangannya ke hadapan Kayla, meminta tangan Kayla.


Degg


"Ya Tuhan... kok tambah gugup aja sih.." gumam Kayla dalam hati. "Tenang Kayla..tenang.. Dia Alex, Alex yang selama ini akrab sama kamu.. ngapain grogi sih.." gumamnya lagi.


Malu, tapi mau. Kayla mengangkat tangannya perlahan, dan menautkannya pada tangan Alex, membuat senyum manis Alex semakin merekah.


... ....


... ....


... ....


Langkah mereka berdua pun sampai di sebuah ruangan yang luas, yang sudah tertata rapi dengan dekorasi pesta dan puluhan meja bundar yang disertai empat kursi masing-masing. Sebuah panggung sederhana yang dihiasi berbagai bunga dan pernak-pernik vendor pesta terletak diujung depan ruangan ini, yang juga tersedia karpet merah untuk jalan khusus menuju panggung itu. Di atas panggung setinggi seperempat kaki itu, juga terdapat tiga buah kursi sepanjang muatan dua orang masing-masing, yang membuat panggung itu lebih terlihat seperti pelaminan pengantin. Indah sekali.


Kayla pikir ini lokasi acaranya, tapi yang membuat Kayla heran dan ragu adalah tidak ada seorangpun di tempat ini.


"Ini tempat acaranya bukan sih?" tanya Kayla sambil terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


"Menurut kamu?" tanya Alex balik.


"Bukan. Kalo iya.. pasti banyak orang dong disini, Mami sama Om lwan juga pasti ada disini"


Alex mendengus senyum.


"Kok nggak dijawab?"


"Kita kesana!" Alex menunjuk panggung di depan sana, yang sejak tadi menarik perhatian Kayla.


Kayla mengernyit bingung, "Ngapain? Lagian ini sebenarnya tempat apa sih? Kamu ngapain bawa aku kesini, bukannya ke Dinner party itu"


"Dinner party ya? Emangnya tempat ini nggak keliatan kayak tempat party?"


"Ya... kalo iya kenapa nggak ada satu orangpun disini?"


"Ada kok. Ada kita berdua disini" jawab Alex, membuat Kayla terkekeh.

__ADS_1


Dan langkah merekapun sampai di tengah panggung itu.


"Kamu suka tempat ini?" tanya Alex.


Kayla mengernyit, lalu tersenyum. "lya. Dekorasinya bagus. Tapi kamu belum jawab pertanyaan aku, ngapain kamu bawa aku kesini, tempat apa ini?"


Alex mengubah posisi berdirinya, menghadap Kayla. Dengan kedua tangannya yang ia tautkan ke tangan Kayla.


"Miss Kissable, aku cinta sama kamu."


Degg


Degg


Ini memang bukan pertama kalinya Alex mengucapkan kalimat itu, tapi kenapa yang kali ini rasanya berbeda. Kayla begitu gugup tapi juga senang.


"Makasih udah ngebalas cintaku. Aku beruntung, aku bersyukur banget bisa kenal kamu dan ditakdirin mencintai kamu."


Kayla terpaku. la senang mendengar kalimat-kalimat yang Alex ucapkan dengan nada lembut, dan Kayla semakin tersipu malu karena Alex menatapnya terus-menerus.


"Maaf..."


Wajah Alex sedikit berubah sesaat setelah satu kata itu keluar dari mulut Kayla.


"Maaf aku baru bisa ngebalas cinta kamu sekarang, setelah kamu banyak ngelakuin sesuatu buat aku, setelah aku berkali-kali nyakitin kamu, dan setelah kamu perjuangin aku sampe dititik ini"


Alex kembali tersenyum. "Bisa kamu ralat sedikit kata-kata kamu tadi?"


Kayla mengernyit menatap tanya. "Kamu nggak pernah nyakitin aku, akulah yang sering nyakitin kamu. Apa kamu bisa maafin semua kesalahanku?" lanjut Alex.


"Tentu. Kalo kamu bisa mencintaiku dan mempercayaiku sepenuh hati kamu, kenapa aku nggak bisa cuman buat sekedar maafin kamu!"


"Mr Strawberry. lupain masa lalu yang nyakitin itu, lupain semua kesalahan itu, kita udah ngambil pelajarannya dari semua pengalaman itu. Aku lebih suka ngomongin masa lalu kita dari sisi sukanya, bukan lukanya."


Letupan kebahagiaan didalam hati Alex semakin meriah, dan itu tercetak jelas dari tatapan dan ekspresinya. Namun rasa gugupnya juga tak kalah kentara, Alex menelan salivanya dan menghela nafas panjang.


la melepaskan tautan tangan mereka, lalu melakukan sesuatu yang sangat mengejutkan Kayla. Alex berlutut dihadapan Kayla, ia mendongak dan menunjukkan sebuah kotak kecil yang ia pegang, kehadapan Kayla.


"Miss Kissable, will you marry me?"


Degg


Degg


Degg


Sekarang bagaimana? Kayla harus apa, ia tidak menyangka Alex akan melamarnya seperti ini, dan hari ini.


Alex membuka kotak kecil yang ia pegang itu. Kotak terbuka, menampilkan sebuah cincin berlian yang indah. Namun keindahan cincin itu tak lantas membuat Kayla kagum, ia lebih terkesima pada sang empunya yang tengah berlutut dihadapannya ini.


"Miss Kissable, apa kamu mau jadi istriku? Apa kamu mau ngedampingin aku sepanjang hidup, ngejalanin suka duka sama-sama, ngebangun rumah tangga dan ngehadapin semua lika-likunya sama-sama?"


"Aku bukan cowok yang sempurna, aku juga nggak ngasih kamu janji-janji. Tapi kamu tau, aku serius dan tulus, aku sangat mencintai kamu, aku selalu berusaha dan belajar biar pantes buat jadi pendamping kamu. Aku mau kamu yang jadi pendampingku, jadi masa depanku, dan jadi ibu dari anak-anakku"


Nafas Kayla tak beraturan, ia meremas gaunnya dengan kedua tangan yang ia sembunyikan dari tangkapan mata Alex. la mengerjap pelan beberapa kali sambil menatap kesungguhan dari mata Alex. Tidak bisa ia gambarkan perasaannya sekarang, terharu, senang, takut, gugup, kagum, dan malu berkecamuk menjadi satu namun tak beraturan.


"Miss Kissable..."


Kayla memejamkan matanya. la berpikir dan mempertimbangkan seserius mungkin. la harus menjawab Alex, sekarang.


"Maaf. aku belum siap."


Alex tercekat, terkejut, dan mematung seketika. Beberapa detik kemudian barulah kesadarannya kembali sepenuhnya. Perlahan tangannya yang terangkat memegang kotak cincin itu turun, wajahnya tertunduk. Urat-urat tubuhnya terasa kian melemah perlahan-lahan.


"Aku udah nyiapin diri aku buat semua ini, aku juga udah mantapin hati aku buat bisa nerima apapun keputusan kamu, tapi.. tetap aja berat" lirihnya pelan.


Kayla menghela nafas panjang. "Mr Strawberry, sebelumnya kamu selalu bilang kalo kamu bisa nunggu sampe aku siap."


Alex mendongak, "Ya. Aku selalu nunggu kamu. Setelah ini pun aku akan tetap nunggu kamu, aku nggak berminat buat nyerah. Kalo hari ini kamu belum bisa terima aku, aku masih punya kesempatan buat ngelamar kamu lagi kan nanti. Dan lain kali kamu nggak akan nolak."


"Siapa bilang aku nolak kamu? Aku nggak ngomong gitu."


Alex menatap tanya pada Kayla, Kayla hanya mengulum bibirnya.


"Kamu belum siap. lya, aku ngerti. Izinin aku buat nunggu sampe kamu siap"


Kayla tersenyum tipis, "Kalo gitu.... aku mau."


"Hah?" Apa yang Alex dengar ini, apa yang dikatakan Kayla barusan, bisakah Kayla mengulanginya agar Alex tidak salah paham?


Kayla mengangguk malu, "Kalo kamu masih mau nunggu aku.. aku mau. Karena saat ini aku belum siap buat jadi istri kamu, apalagi jadi ibu dari anak-anak kamu. Aku juga belum siap ngebangun rumah tangga, dan punya suami yang harus aku prioritasin. Tapi aku.. nggak berniat buat nolak kamu kok."


Alex terperangah senang, "Jadi...?"

__ADS_1


"Yes, i do" ucap Kayla pelan.


Kayla begitu malu mengucapkan itu, wajahnya saja sampai memerah, ia menunduk dan hanya menatap Alex sekilas saja.


Alex bangkit dengan tenaga yang pulih sempurna, semangatnya dan kebahagiaannya kembali. la ingin bertanya sekali lagi pada Kayla, bukan ia tidak percaya tapi ia ingin mendengar kata penerimaan itu sekali lagi, karena ia sangat bahagia.


"Jadi.. kamu terima aku?"


Kayla menunjukkan ekspresi merajuknya, agak kesal dengan pertanyaan Alex. "Sejak kapan sih kamu jadi lelet gini, apa kata-kataku terlalu rumit buat dimengerti? lya, aku terima."


"Alhamdulillah... Alhamdulillah.. Ya Allah terima kasih... Miss Kissable.. thank you.. i love you so much..." ucap Alex mengalir begitu saja saking bahagianya.


Alex menautkan kedua tangannya ke tangan Kayla, dan menggenggamnya. Luapan kebahagiaan yang memenuhi dadanya terasa meledak meriah begitu saja, saking besarnya perasaan yang Alex rasakan saat ini. Sungguh jika boleh Alex ingin sekali memeluk Kayla dan menciumnya sekarang juga. Tapi..


"Yheee... yee yee yee yee.. selamat Kakak cantik.. selamat Bang Alex..."


Dua gadis kecil berlarian ke arah Alex dan Kayla sambil bersorak riang dan bertepuk tangan.


"Fita, Sita?" Kayla bingung sekaligus senang melihat adik kembar Alex.


Dari mana datangnya dua bocah ini? Mereka berdua juga baru saja mengucapkan selamat pada Kayla dan Alex, memangnya mereka mendengar dan mengerti apa yang dibicarakan Kayla dengan Alex? Kayla jadi curiga, ia lalu mengalihkan pandangannya ke wajah Alex yang begitu terlihat bahagia.


"All this for you, Miss Kissable.."


"Hah?" bingung Kayla.


Sesaat setelah Fita dan Sita sampai ke atas panggung, tiba-tiba tepuk tangan yang meriah menggema begitu saja. Puluhan, bahkan mungkin ratusan orang beriringan masuk ke ruangan ini. Keterkejutan Kayla tidak berhenti sampai disitu, ia mendongak saat melihat ke atap ruangan yang tiba-tiba terbuka bagai bunga yang bergerak memekarkan kuncupnya. Seketika kembang api meluap dan meletup dengan semarak di langit tempat mereka berpijak. Tepuk tangan dan sorakan meriah pun semakin memenuhi ruangan.


Kayla terkagum-kagum menyaksikan semuanya, apa Alex sengaja mempersiapkan semua kejutan ini untuknya? Kayla menatap Alex, dan Alex tersenyum merekah seraya mengangguk sekali. Kayla senang sekali, ia merasa begitu disanjung dengan semua yang Alex berikan ini.


"Sekarang kamu ngerti kan, acara apa ini dan ngapain aku bawa kamu kesini. Ini dinner party kita, Miss Kissable."


Kayla hampir menangis saking bahagianya, ia sampai menutup mulutnya karena terharu. Tapi ia juga merasa canggung saat ini karena tiba-tiba saja ia jadi pusat perhatian.


"Kamu..? Kamu nyiapin ini semua tanpa ngasih tau aku? Aku harus apa sekarang, liat.. semua orang merhartiin kita." cicit Kayla malu.


"Mereka semua tamu kita, mereka disini buat jadi saksi cinta kita."


"Kita, atau kamu? Kamu ngejebak aku..!" sewot Kayla.


Alex tertawa kecil, "Maaf sayang.. tapi makasih loh, nggak sia-sia aku nyiapin dan ngadain dinner ini."


Kayla tersipu malu. "Tapi.. aku nggak ngerti, mereka semua kok muncul gitu aja? Dan tempat ini emang lokasi acaranya?"


"Nggak muncul gitu aja kok, mereka tadinya diarahin ke ruangan sebelah. Mereka nonton kita dari layar kaca di sana, maaf.. aku lakuin ini diam-diam."


Alex mengarahkan pandangan Kayla ke sebuah kamera kecil yang terpasang di atas hiasan panggung.


"Apa?? Jadi mereka tau semua yang kita omongin tadi?" syok Kayla, dan Alex malah mengangguk santai.


Ingin marah, tentu saja. Malu, apalagi. Bisa-bisanya Alex merekam semua kejadian saat mereka berdua tadi, dan bahkan ditonton langsung oleh semua orang yang ada disini. Terpaksa Kayla harus tebal muka dan mengumbar senyum di depan mereka semua, meski rasanya sangat canggung.


"Selamat ya nak.." Vanessa naik ke panggung dan memeluk Alex dan Kayla bergantian.


Pak William, Om Iwan, dan Mami Kayla pun mengikuti di belakang Vanessa. Kayla melihat Orang tuanya dan orang tua Alex tersenyum bahagia, masing-masing mereka mengucapkan selamat dan Kayla menangis haru dalam pelukan mami.


"Eeh.. udah, ntar rusak loh make'up nya." Nadia menghapus air mata Kayla dan mengusap wajahnya.


"Acara intinya belum dimulai, kamu harus tetap cantik. Nggak boleh mewek gini." kata Nadia lagi sambil memeriksa penampilan Kayla.


"Acara inti?" bingung Kayla, ia melirik mami dan Alex bergantian, lalu mengedarkan pandangan ke wajah semua orang yang seperti menunggu sesuatu.


"Our Engagement" kata Alex seraya menunjukkan kotak cincin ditangannya.


Kayla kembali terperangah, kaget sekali.


"Mi? Apaan sih ini.. kok mendadak gini..?" cicit Kayla panik.


"Maaf sayang.. mami udah terlanjur setuju sama rencana Alex, yang mau bikin pesta kejutan buat kamu." kata mami begitu saja.


Kayla mendengus pasrah. Perasaannya semakin tak karuan, keringat dinginnya juga jangan ditanya lagi, bagian sisi wajah dan lehernya sudah dibasahi keringat kegugupan sejak tadi.


"Maaf ya nak, Om juga ikut ngibulin kamu. Kita kesini bukan buat ngehadirin acara orang, tapi acara kita sendiri. Ini acara lamaran sekaligus pertunangan kamu." terang Om lwan.


Kayla menelan salivanya. Sungguh ia benar-benar terkejut, tidak bisa dijelaskan bagaimana perasaannya saat ini, campur aduk. la mengedarkan pandangan ke sekeliling, tempat pesta yang begitu indah dekorasinya dan wajah-wajah ceria orang-orang. Mami bahagia, Om Iwan juga, Bahkan Om William dan Tante Vanessa juga terus tersenyum bahagia, belum lagi dua gadis kecil yang pertama kali mengucapkan selamat pada Kayla. Kalau tentang Alex.. jangan ditanya lagi, dia sudah pasti sangat bahagia, karena pesta kejutan yang dia rancang telah berhasil, dan tinggal satu langkah lagi maka rencana acaranya ini akan sukses.


Pertunangan. Satu kalimat yang baru saja membuat Kayla menciut dan gugup tak terkira saat ini. Jika saja baru sebuah rencana, maka Kayla mungkin bisa lebih rileks dan mempersiapkan dirinya, setidaknya ia bisa menikmati acaranya. Tapi ini...pertunangannya akan dilaksanakan malam ini juga. Apa yang bisa Kayla lakukan, selain mengikuti rancangan acara yang sudah dipersiapkan untuknya ini!


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... ....


... Bersambung...


__ADS_2