Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Tatapan Mata


__ADS_3

Dengan tangan yang terkepal kuat dan rahang mengeras, Alex melangkah kasar ke arah Kayla seraya membentaknya. "Gue kemaren diam ya pas lu ngehina gue, ngata-ngatain gue, tapi hari ini lu berani ngata-ngatain cewek gue!?"


"Aku nggak ngatain cewek kamu. Eh tunggu, yang aku dengar kamu sama si Miss Kissable itu belum jadian kan? Kok kamu nyebut dia cewek kamu?"


"Ya ampun Kayla... kenapa sih kamu senang banget nyari masalah sama Alex?!" batin Adit gemas.


Alex yang sudah berdiri di depan Kayla berdecak kesal sambil berkacak pinggang dan mengalihkan pandangannya. Alex tidak mau bertemu pandang lagi dengan Kayla, atau ia bisa melupakan amarahnya seperti kemarin. Apalagi saat ini Alex bisa mencium aroma strawberry fresh lagi dari Kayla.


"Masalah lu apa, heh?! Elu gak tau apapun soal cewek gue, jadi jangan coba-coba sebut dia. Apalagi ngatain!"


"Masalah kamu sendiri apa? Kamu tersinggung aku bilang kasian sama cewek kamu? Ngaca dong Al, dimana-mana cewek pasti pengen dapet cowok yang baik dan sopan, bukan brandal yang cuman modal genteng doang!"


Alex melotot geram. Bukan hanya Alex, tapi Bima, Sandi, dan Vicky pun menunjukkan reaksi yang sama. Bahkan Adit, Annisa, dan Nia juga ikut melotot kaget mendengar kata-kata setajam itu bisa dengan begitu mudah keluar dari mulut Kayla.


"Cewek sialan!! Elu gak tau apa-apa soal gue sama Miss Kissable, jadi jangan sembarangan ngomong!" bentaknya geram seraya memegang kedua bahu Kayla erat.


Dan kali ini Alex tidak bisa lagi menahan matanya untuk tidak menatap Kayla dengan tatapannya yang tajam itu.


"Oke, aku mungkin gak tau soal kamu sama Miss Kissable, tapi apa kamu mikirin perasaan dia kalo dia tau kelakuan cowoknya kayak gini? Bukannya kamu udah mulai berubah ya kemarin, itu karena dia kan?"


Alex sempat terdiam di tengah kemarahannya, kemudian ia melanjutkan. "Mau lu apa? Masalah lu apa, heh?! Gak usah ikut campur soal gue sama Miss Kissable!"


"Masalah aku adalah masalah satu sekolah. Yaitu kamu! Bisa gak kamu hidup tenang tanpa ngebully orang, gak sok berkuasa, Miss Kissable pasti bangga sama kamu." kali ini nada bicara Kayla agak rendah dan tenang, ia menekankan setiap kata-katanya.


"Udah gue bilang jangan sebut Miss Kissable, jangan bawa-bawa dia dalam masalah ini!" bentaknya lagi sambil menggoyang-goyangkan dan mencengkeram bahu Kayla geram.


Bukannya menunjukkan rasa sakitnya, Kayla malah tertawa setelah melirik tangan Alex yang sedang mencengkeram bahunya semakin erat. Kayla tertawa sambil menggeleng-geleng dan menatap remeh kearah Alex. Namun hati kecilnya sendiri merasa mencelos.


Bima, Sandi dan Vicky semakin kesal melihatnya dan mereka mulai beranjak, bermaksud akan ikut memarahi Kayla karena kata-katanya yang menyulut amarah itu. Adit, Annisa, dan Nia menatap khawatir pada Kayla. Terutama Adit, ia takut kalau Alex akan berbuat nekat lagi seperti waktu itu.


"Miss Kissable pasti kecewa sama kamu! Dia pasti kecewa kalo dia tau.. kamu bisa main tangan dan kasar sama cewek." ucap Kayla setelah menghentikan tawanya.


Nada ucapan terakhir Kayla terdengar lirih tapi tajam, membuat Alex tercekat. Alex menatap dalam ke mata Kayla, dan Kayla membalasnya.


Bima, Sandi dan Vicky yang awalnya akan ikut bicara, kini malah bingung dan ragu untuk angkat suara, karena Alex tidak bereaksi. Sedangkan Adit, Annisa, dan Nia masih menatap khawatir.


Cukup lama Alex dan Kayla saling tatap. Entah kenapa Kayla malah terpaku dan tidak bisa memutuskan tatapan itu, sementara Alex menatapnya semakin dalam. Alex juga tidak mengerti, kenapa kata-kata Kayla tadi bisa sampai menyentuh hatinya dan membuatnya hanya bisa terdiam. Setiap mendengar nama Miss Kissable disebut, setiap kali juga Alex merasa jatuh cinta. Tapi ia tidak suka saat Kayla menyebutnya dan mempertanyakannya pada Alex.


Dan saat ini, menatap mata Kayla membuat Alex merasakan dilema yang aneh. la benci gadis dihadapannya ini, tapi ia juga merasakan hatinya terpaut saat menatap matanya. Ditambah lagi, aroma sejuk penenangnya itu, parfum stroberi yang dipakai Kayla membuatnya semakin terpaku. Perlahan tanpa ia sadari, cengkeramannya pada bahu Kayla melemah. Tangannya masih dibahu Kayla, tapi ia tidak menyakiti Kayla lagi. Alex tidak bisa menyakitinya, karena ia merasa sedang berhadapan dengan Miss Kissable, bukan dengan Kayla si gadis cupu yang menjengkelkan.


Dan Kayla, semakin lama ia menatap Alex, semakin ia merasakan kehangatan Mr Strawberry. Jantungnya berdetak bekali-kali lebih cepat dari biasanya, sampai ia merasakan pernafasannya terganggu. Kayla merasa pria kasar yang dihadapannya telah berubah menjadi sosok pria hangat yang pernah ia impikan. Dia Mr Strawberry, bukan Alex.


Kayla mengerjap pelan, dan Alex pun mengerjap seolah mengikuti irama mata Kayla. Ketika Alex mengerjap lagi, Kayla pun melakukan hal yang sama.


Degg


Degg


Sampai keduanya merasakan gelenyar aneh di dalam dada masing-masing, dan di detik berikutnya keduanya sama-sama tersentak dan reflek mundur satu langkah.


Aksi mengejutkan dari Alex dan Kayla yang serentak itu membuat mereka yang sejak tadi memperhatikan pun ikut terkejut.


Kayla langsung berbalik saat ia tersadar, dan lantas pergi dari sana. Adit, Annisa, dan Nia bingung melihatnya, akhirnya mereka menyusul Kayla. Sedangkan Alex masih terdiam, seolah masih dalam proses mengembalikan jiwanya yang sempat terasa terbang bersama bayangan Miss Kissable.


... _______________...


Tiga hari berlalu setelah kejadian di depan markas P-four yang diawali dengan masalah tas itu. Sejak hari itu, Kayla dan Alex sama-sama menghindar dari tatapan masing-masing. Beberapa kali berpapasan, keduanya memilih mengalihkan pandangan daripada harus merasa canggung. Aneh sekali rasanya, Alex tidak mengerti dengan dirinya sendiri.


Berkali-kali Bima, Sandi dan Vicky bertanya apa yang terjadi, namun Alex tidak bisa menjelaskan apapun, karena ia memang tidak mengerti. Bahkan Alex sering kesal dan emosi saat ketiga temannya membahas masalah itu. Alex jadi banyak diam sejak hari itu, membuat ketiga temannya semakin bingung dan penasaran.


"Kita masih penasaran nih bro.." ucap Sandi.


"Hhh..." Alex mendesah geram. "Udah gue bilang gak ada apa-apa! Stop ngebahas itu!"


"Eh, Al! Emang bener ya si cupu pernah ngelindungin lu dari bola basket?" tanya Vicky.


Alex mengedikkan bahunya acuh, membuat ketiga temannya itu semakin penasaran saja.


"Bener gak sih, bro?" tanya Bima.


"Gue juga denger anak-anak ngomongin itu kemarin." kata Sandi.


"Kenapa gak tanya mereka aja langsung." sahut Alex malas.


"Jadi itu bener?"


Alex menatap kesal pada ketiga temannya. "Tau" jawabnya cuek sambil mengedikkan bahu.


"Kok kita bisa gak tau. Cerita dong bro, kepo nih.." ujar Bima.


"Banyak yang ngomongin kan, kenapa gak tanya mereka. Males gue bahas tuh cewek mulu!"

__ADS_1


"Ya kita mau tau dari lu langsung dong. Kalo dari gosip-gosip mah banyak editannya." kata Sandi.


Alex memutar bola matanya malas. "Jadi gini..." Bima, Sandi dan Vicky pun tersenyum karena Alex akhirnya mau bercerita.


"Waktu itu kan kalian ngejalanin rencana kalian tuh, gue sendirian jalan mau ke toilet-.."


"Owh... waktu itu! Pantes kita gak tau." Sergah Vicky yang diangguki oleh Bima dan Sandi.


"Tiba-tiba cewek-cewek teriak gak jelas, berisik, ya bodo amat sih gue. Tau-tau tuh cewek cupu nabrak gue, gak tau datenganya dari mana sama masalahnya apa. Udah."


"Trus, si cupu ketimpuk bola?"


"Kata anak-anak sih gitu, ya mana gue tau, gue cuman ngerasain badan gue sakit pas dia tabrak. Abis itu gue marah, mana sempat gue mikirin atau liat bola." sahut Alex cuek.


Bima, Sandi dan Vicky terdiam saling melirik.


"Kenapa?" tanya Alex bingung.


"Yang lempar bola.. katanya si Adit?" ujar Bima.


"Hm, katanya sih gitu."


Vicky terkekeh, "Jangan-jangan.. salah kaprah."


"Maksud lu?" tanya Alex.


"Jangan-jangan si cupu bukannya ngelindungin elu, tapi ngecegah bola yang dilempar Adit biar gak kena elu."


"'Sama aja Vick" sahut Sandi.


"Maksud gue, si cupu nyelamatin Adit dari kemarahan Alex, San!"


Alex menaikkan alisnya, "Masuk akal sih." gumamnya dalam hati.


"Oh..." Sandi mengangguk, Bima pun ikut mengangguk.


"Bodo amat lah." ujar Alex cuek.


"Ekhemm!" Jessica berdehem sambil berjalan mendekati mereka.


"Gue mau ngundang kalian, dateng ke kelas gue ya abis pelajaran terakhir" ucap Jessica sambil menatap satu persatu Bima, Sandi, dan Vicky, kecuali Alex.


"Dalam rangka apa nih?" tanya Bima.


"Ada pertunjukan. Jangan lupa yah..pertunjukannya bakalan lebih seru kalo kalian hadir."


Bima, Sandi dan Vicky saling melirik. "Boleh juga, tapi pertunjukan apa?"


"Seru lah pokoknya, kalian pasti suka. Makanya kalian harus liat."


"Oke. Jangan mulai pertunjukannya sebelum kita dateng!" kata Vicky.


"Sip!" setelahnya Jessica beranjak.


"Jes?"


"Ya, San?"


"Elu nggak ngundang Alex?" tanya Sandi, membuat senyuman Jessica luntur.


"Terserah dia mau dateng apa enggak." Sahut Jessica datar sebelum pergi.


Bima, Sandi dan Vicky terkikik geli. "Masih ngambek aja dia, Al" ujar Sandi.


Alex tak berminat menanggapinya.


... ....


... ....


... ....


"Huuuy... gaes... happy banget gue. Gak sabar deh." ujar Jessica menjerit manja pada Erin dan Luna, sambil memegang sebuah botol kecil di tangannya.


"Elu udah coba, Jes? Beneran super gak?"


"Ya iyalah, Rin. Gak rugi gue nunggu seminggu lebih, gue udah uji coba kemarin. Dan hari ini..." Jessica menjeda kata-katanya sambil melirik Kayla sekilas, "..pasti berhasil. Makanya gue gak sabar banget...!" jeritnya lagi.


"Wah.. gue juga jadi gak sabar nih, penasaran banget." timpal Luna.


Ketiganya melirik Kayla yang sedang mengobrol dengan Nia di tempat duduknya.

__ADS_1


"Kay, apa sih itu? Dari tadi Jessica keliatannya girang banget liatin ituuu terus."


"Gak tau. Gak penting juga lah, Ni."


"Tapi dia mereka ngelirik-lirik kamu loh."


"Mereka kan emang suka gitu, udah lah ngapain dipikirin."


Setelah bel istirahat berbunyi, Jessica, Luna dan Erin tersenyum lebar dan menyeringai. Satu persatu teman-teman sekelasnya keluar, menyisakan mereka bertiga.


"Let's begin!" ucap Jessica seraya tersenyum smirk.


... ....


... ....


... ....


Sepanjang pelajaran terakhir, Kayla duduk dengan gelisah. Kayla merasa ada sesuatu yang aneh di bagian bawahnya, padahal ia tidak sedang datang bulan. Lagipula Kayla ingat-ingat ini bukan periode bulanannya. Entah ada apa, tapi Kayla merasa terganggu dan tidak fokus dalam mengikuti pelajaran. Sampai Kayla menyadari bahwa sesuatu yang terasa aneh dan menganggu itu bukanlah berasal dari bagian bawahnya, tapi dari rok yang Kayla pakai, atau mungkin ada sesuatu di tempat duduk Kayla.


Sesekali Nia meliriknya, dan bertanya tanpa bersuara. Tapi Kayla juga tidak mengerti ada apa. Hingga pelajaran terakhir selesai, dan Bu Weni keluar kelas.


"Aku duluan ya!" ucap Adit seraya berlalu, karena tadi Bu Weni meminta Adit untuk membawakan buku-buku yang menumpuk dimeja guru ke ruangannya.


Kayla dan Nia mengangguk. Jessica, Luna dan Erin langsung berbalik menghadap ke arah Kayla dengan senyuman lebarnya, membuat Kayla dan Nia mengernyit bingung.


Satu-persatu teman sekelasnya keluar, tapi Kayla heran melihat satu persatu juga yang masuk ke kelas. Mereka bukan dari kelas XI IPS. Setelah Kayla dan Nia menilik wajah mereka barulah keduanya mengerti kenapa Jessica nampak senang, dan mereka semua berdiri mengelilinginya. Mereka adalah segerombolan para fans Jessica dan Alex.


"Welcome.. tamu-tamu gue..!" ucap Jessica sambil merentangkan kedua tangannya mempersilahkan mereka masuk.


"Apa-apaan nih Jes? Ini ulah kamu kan, kamu kasih apa disini?" tanya Kayla sambil menunjuk bangkunya yang terasa begitu lengket sehingga membuat Kayla tidak bisa beranjak.


"Pertanyaan bagus." Jessica tertawa meledek. Ia lalu mengeluarkan sesuatu dari kolong mejanya.


"Ini." singkat Jessica seraya memperlihatkan botol kecil, yang sebelumnya ia pandangi dan ia banggakan beberapa saat lalu.


"Apa tuh?" tanya Nia.


Jessica mengabaikannya. Ia mengalihkan pandangannya ke teman-temannya, sambil sesekali menilik ke arah pintu. Tidak lama setelah mereka, orang-orang yang ditunggu Jessica pun masuk. Alex, Bima, Sandi, dan Vicky.


"Sebenarnya ada apa sih, perasaan aku gak enak." gumam Nia dalam hati.


Sementara Kayla sudah mengerti saat ia menyadari sesuatu yang mengganggunya sejak tadi seperti tak membiarkannya untuk beranjak, ini pasti ulah Jessica. Bahkan Jessica mengundang mereka-mereka yang hari itu menyaksikan insiden memalukan dan pelecehan yang Kayla alami. Kayla baru ingat, beberapa hari yang lalu Jessica mengancamnya, dan sepertinya inilah yang dimaksud Jessica. Kayla tahu ini akan merugikannya, tapi Kayla tidak menduga kalau ini akan sangat buruk.


"Oke, bagus kalian semua disini. Pertunjukan bisa kita mulai, ini bakalan seru" ucap Jessica memulai.


Jessica berjalan mendekati Kayla dan Nia yang masih duduk. la memegang botol kecil yang sejak tadi ia elus-elus.


"Apa-apaan nih Jes?" Kayla bertanya lagi.


Jessica tersenyum, "Ini akibatnya karena lu udah bikin gue murka, dan gara-gara lu juga gue jadi dipermaluin, sama KECEWA." Jessica menekankan kata terakhirnya seraya melirik Alex sekilas.


"Itu salah aku? Hari itu kamu ngebully aku, semua drama yang terjadi hari itu..kamu yang mulai Jes. Sekarang kamu ngelampiasin rasa kecewa kamu itu ke aku??" ujar Kayla sengit.


"Emang gara-gara elu!" bentak Jessica sambil menggeprak meja Kayla.


"Ini sebenarnya kamu mau nunjukin apa sih, Jes? Kalo cuman lu debat sama dia doang, gue udah gedeg sama mulut cabe' nya sicupu ini" kata Bima.


"Kalian liat ini?!" Jessica menunjukkan botol kecil di tangannya.


"Ini adalah lem super amazing yang aku pesan langsung dari pabriknya, dari Jerman. Ini lem paling luar biasa kuatnya. Kalian liat ini!" Jessica kemudian menyodorkan hp nya dan memperlihatkan sebuah video dari sana.


Mereka melihatnya bergantian, dan terakhir Jessica memperlihatkan video itu pada Kayla dan Nia. Kayla dan Nia terbelalak melihatnya.


Di dalam video itu, terlihat sebuah kayu yang di olesi dengan lem super amazing yang sama dengan milik Jessica. Kemudian diletakkan dua lembar kain diatas kayu yangsudah diberi lem itu. Setelahnya diletakkan sepotong keju dan kue di atas kain itu. Tidak lama setelahnya, seekor tikus datang dan memakan keju serta kue itu. Namun, si tikus tidak bisa menghabiskan keju dan kuenya, sedikit keju dan kuenya menempel pada kain itu, bahkan si tikus pun juga menempel dan tidak bisa bergerak dari sana. Beberapa saat kemudian seorang pria datang untuk mencoba melepaskan tikus dari sana, berbagai cara dia lakukan untuk bisa melepaskan si tikus, tapi tidak berhasil. Akhirnya pria itu memotong kain yang ditempati oleh si tikus,melepaskan si tikus beserta kainnya. Jika tidak, si tikus bisa mati di tempat. Itupun si tikus yang sempat terjebak mengalami luka dibagian tubuhnya yang sebelumnya menempel kuat paka kain yang diberi lem itu.


"Keterlaluan kamu, Jes!! Kamu mau bikin aku kayak gini?!" ucap Kayla geram.


"Yes! Betul banget!" Jessica bertepuk tangan ria. "Nasib lu bakalan sama kayak tikus itu." sahut Jessica, yang disambut tepuk tangan riuh dan tertawaan oleh teman-temannya.


Kayla panik, ia tidak menyangka Jessica akan setega ini. Kayla terjebak, ia tidak mau dipermalukan seperti ini, ia harus mencari cara agar bisa terbebas dari jebakan licik Jessica ini.


... ....


... ....


... ....


... ....


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2