
Kayla keluar dari kamar mandi setelah bersih-bersih, ia menilik jam dinding yang terpajang di dinding kamarnya. Pukul 22.10. Kayla menggeleng kecil seraya terkekeh sendiri.
"Gak nyangka selama itu ternyata. Aku pikir baru jam sembilan" gumamnya.
Menghabiskan waktu bersama sahabat terbaik memang tidak akan cukup waktu sebanyak apapun. Karena selalu saja ada yang dibahas, selalu merasa kurang puas berbincang ataupun bermain. Sejak kecil selalu begitu, dan sampai sekarang pun Kayla dan Kenzo tidak berubah. Jika saja tidak memikirkan mami yang akan khawatir jika Kayla pulang larut malam, mungkin dua sahabat itu masih nongkrong di pameran yang ramai dan menyenangkan malam ini.
Kayla membaringkan badannya ke kasur, rasanya nyaman sekali setelah seharian di luar rumah. la lalu meraih ponselnya yang berada di atas nakas. Kayla benar-benar mengabaikan ponselnya seharian ini. Alangkah baiknya ia mengecek ponselnya dulu sebelum tidur, siapa tahu ada yang penting kan.
Ada banyak notifikasi yang tertera di layar ponselnya. Tiga chat dan 24 foto yang dikirim oleh Kenzo, ada satu chat dan 3 panggilan tak terjawab dari Alex, sisanya adalah grup chat yang selalu ramai.
Kayla mengernyit, "Alex nelpon tiga kali?" herannya.
Jika kiriman foto dari Kenzo sudah jelas itu adalah foto-foto mereka saat di pameran dan festival kuliner tadi. Lalu Alex, kenapa dia sampai menelpon Kayla tiga kali. Dari rincian panggilan itu menunjukkan Alex menghubungi Kayla hampir satu jam yang lalu. Kayla pun segera membuka satu chat yang Alex kirimkan padanya.
π±
"Miss Kissable, ntar kalo kamu udah liat chat aku, kabarin ya.."
"Ada apa ya?" gumam Kayla bingung. la pun membalas chat itu.
π±
"Al, sorry ya aku baru buka hp. Tadi hp ku ketinggalan di rumah. Ada apa, kok kamu nelpon aku sampe tiga kali?"
Kayla menunggu balasan dari Alex, tapi setelah hampir sepuluh menit tidak juga ada pesan balasannya. Kayla pun berpikir mungkin Alex sudah tidur. la beralih dari chat Alex ke foto-foto yang dikirim oleh Kenzo. Senyuman Kayla pun melebar, sesekali ia tertawa karena ekspresi mereka di foto itu. Tidak lama kemudian satu chat masuk, dari Alex. Kayla langsung membukanya.
π±
"Kamu belum tidur? Tadinya sih aku pengen ngomong sesuatu tapi nanti aja deh kalo kita ketemu. Kamu emang gak di rumah ya tadi? Kok hp nya bisa ketinggalan?"
π±
"Oh iya Al, maaf ya.. apa kamu nungguin aku? Tadi aku keluar, baru aja pulang"
π±
"Kamu keluar malam? Ada acara ya?"
π±
"Gak ada acara kok, cuman have fun aja bareng Kenzo. Kebetulan dia ulang tahun hari ini, jadi kita happy happy aja ke pameran deket komplek sini. Kebetulan ada festival kuliner juga. Hehehe..."
Alex tidak langsung membalas chat Kayla kali ini. Kayla pun kembali ke foto-fotonya bersama Kenzo.
Sementara disisi lain, Alex terlihat kesal setelah membaca pesan yang baru saja Kayla kirim padanya. Wajahnya sampai memerah, ia menggenggam ponselnya dengan geram.
"Kamu jalan sama Kenzo? Malam-malam? Dan jam segini baru pulang? Kalian ngapain aja, dari kapan kalian jalan? Kenapa? Kamu sengaja bikin aku cemburu, Miss Kissable?" ucapnya geram, namun suaranya lirih.
la kemudian membalas chat Kayla.
π±
"Kamu keluar malam, apa boleh sama mami kamu?"
π±
"lya, kalo sama Kenzo mamiku percaya. Soalnya kita kan udah terbiasa bareng dari kecil. Kebetulan juga lokasi pamerannya gak jauh dari rumah aku.
"Terbiasa?! Apa kamu juga nyaman sama dia?" tanya Alex sendiri, sambil menatap ponselnya.
Alex menutup ponselnya dengan kesal, ia malas membalas pesan itu. Tapi sebelum ia meletakkan ponselnya, satu pesan masuk dari Kayla.
π±
"Kamu mau ngomong apa Al? Kalo mau ngomong sekarang juga bisa kok, mumpung aku belum ngantuk. Hehee..."
π±
"Soal malam Minggu nanti. Maksud aku, papa nanyain.. apa kamu keberatan kalo kita dateng ke rumah kamu malam Minggu nanti." balas Alex langsung.
Tiga menit, lima menΓt, tujuh menΓt berlalu. Alex sudah menduga kalau Kayla tidak akan langsung membalasnya jika Alex menanyakan tentang itu. Karena itulah tadi ia ingin bicara lewat telpon dengan Kayla.
Alex menghela nafas panjang. la kembali mengirim pesan pada Kayla.
π±
"Miss Kissable, kamu masih belum ngantuk? Apa gak papa aku telpon sekarang?"
π±
"Emm... mami udah nyuruh aku tidur nih. Kita omongin nanti aja ya! Soal itu aku pasti pertimbangin Al, mami aku juga udah bilang kan ke kamu.. dateng aja!"
Alex tersenyum kecut, "Kamu masih ngehindarin aku, Miss Kissable?! Aku mau persetujuan kamu, bukan mami kamu. Apa kamu ngerasa tertekan sama persoalan ini, hm?" gumamnya sendiri.
π±
"Oke, thanks. Good night Miss Kissable.."
la kemudian beralih, mengecek akun-akun sosmed nya. Barangkali ada konten-konten lucu yang bisa membuatnya terhibur, saat ini mood nya begitu buruk. la membuka akun instagramnya, ternyata yang pertama muncul diberanda adalah postingan terbaru Kayla. Bukannya memperbaiki mood nya, melihat foto-foto yang di upload Kayla beberapa menit yang lalu itu malah membuat moodnya semakin kacau.
Bagaimana tidak, Kayla meng'upload sebuah video dan beberapa foto kebersamaannya dengan Kenzo ketika berada di pameran, dan juga di sebuah stand festival kuliner malam ini. Mereka terlihat begitu senang di foto itu, wajah yang sumringah dan kedekatan yang membuat orang iri melihatnya. Tawa renyah mereka di dalam video berdurasi satu menit itu pun berhasil membuat raut wajah Alex gusar seketika.
Alex mengacak rambutnya frustasi, ia lalu membanting ponselnya ke kasur dengan kesal. Alex bukannya marah pada mereka apalagi membenci mereka berdua. Tapi ia cemburu, ia sedih dan juga kesal melihat Kayla semakin dekat dengan Kenzo. Alex tahu mereka memang bersahabat, tapi kedekatan mereka membuat Alex terusik. la semakin takut akan kehilangan gadis yang ia cintai itu. la juga semakin ragu Kayla akan mau menerima lamarannya.
...__________________...
Di kantin sekolah, jam istirahat pertama biasanya digunakan para murid untuk makan. Tentu saja di jam seperti ini kantin penuh, suasananya ramai. Kayla dan Kenzo yang sedang makan bakso itu terlihat ribut berebut bakso dari mangkuk mereka masing-masing. Sebenarnya Kenzo yang memulai, tingkah isengnya itu membuat Kayla tidak bisa mengabaikannya.
Kenzo menyomot satu bakso dari mangkuk Kayla, tentu saja Kayla protes. la pun merebut kembali bakso yang hampir saja masuk ke mulut Kenzo, akhirnya bakso itu jatuh ke lantai.
"Ken.. tuh kan jatuh!" kesal Kayla.
Kenzo menyengir. Tidak berhenti sampai disitu, ia kembali menusukkan garpunya ke bakso lain yang ada di mangkuk Kayla. Tapi Kayla menahannya dengan menusukkan garpunya ke bakso yang sama. Mata Kayla menilik sengit, sedangkan Kenzo tidak berhenti tertawa jahil.
__ADS_1
"Hei, kalo kalian gitu terus yang ada isi mangkuknya bisa tumpah semua. Ngalah aja napa sih Ken!" Adit nimbrung.
Adit merasa jengah dengan tingkah dua sahabat yang berisik di depan matanya ini. Sejak tadi ia dan Nia hanya menonton kekonyolan mereka saja sambil makan.
Kenzo terkekeh menanggapi Adit, "Sorry, seorang Kenzo pantang nyerah."
"Bukan pantang nyerah. Kamu itu keras kepala Ken" timpal Kayla.
Nia hanya melongo sambil mengunyah makanannya. Mangkuk bakso Kayla sudah bergeser-geser ke kanan dan ke kiri sejak tadi. Mungkin dugaan Adit benar, mangkuk itu sebentar lagi akan tumpah. Entah siapa yang lebih dulu akan terkena tumpahan kuah bakso itu, pikir Nia.
Kayla melepaskan tangannya tiba-tiba dari garpu yang sejak tadi ia pegang erat, membuat mangkuknya oleng ke arah Kenzo, dan...
"Upss.."
Yah, kuah baksonya tumpah mengenai tangan Kenzo. Mangkuknya tidak sampai terbalik, hanya menumpahkan sebagian isinya saja ke tangan Kenzo. Alhasil Kenzo menyelis cemberut ke arah Kayla. Dan Kayla tertawa menang.
"Emang enak senjata makan tuan. Haha..." ledek Kayla.
Tapi bukan Kenzo namanya jika keisengannya hanya sebatas itu. "Hmm... elu kangen ya Kay nyiram-nyiram gue?!" godanya.
"Ke kolam aja sekalian, biar airnya lebih banyak. Ini mah.. yang basah cuman tangan gue doang" lanjutnya.
"Apa? Kangen nyiram kamu? Enggak tuh. Bahkan aku gak kangen kamu sama sekali kok selama ini." balas Kayla.
"Ah bohong..."
"lya kan Nia, Dit. Aku gak pernah kan ngomong soal dia sama kalian? Hm, sama mereka yang deket aku aja gak pernah tuh cerita-cerita soal kamu. Blee..." Kayla menjulurkan lidahnya meledek Kenzo.
"Masa'! lya Ni?" tanya Kenzo pada Nia.
"Eh, mmm..." Nia malah salah tingkah.
"Ah gue gak percaya. Kemarin aja elu happy banget sama gue"
"Emang. Itu karena aku udah lama gak ke tempat-tempat seru gitu. Bukan karena kangen sama kamu." Kayla mengedikkan bahunya.
"Tapi kayaknya mata kamu gak bisa bohong deh.." Kenzo menaik turunkan alisnya.
Kayla terkekeh. "Lagian ya Ken, posisi kamu tuh udah ada yang gantiin. Jadi aku gak perlu repot-repot kangen sama kamu." ujar Kayla asal, tapi itu mampu menyentil hati Kenzo.
Dengan ekspresi kesal Kenzo bertanya. "Oh ya? Siapa? Siapa yang berani gantiin posisi gue di hidup elu? Alex?"
"Bukan."
"Trus?"
Kayla tersenyum seraya menunjuk dengan dagunya ke arah seseorang yang duduk didepannya.
"Adit?!"
Adit langsung tersedak makanan yang baru saja masuk ke tenggorokannya. la tak menyangka Kayla akan melibatkan dirinya, bahkan menyebutnya sebagai pengganti Kenzo.
"Aku?" tanya Adit memastikan.
"Dit, aku sering kan curhat sama kamu?" tanya Kayla sambil bertekan dagu menatap Adit.
"lya."
"Kita juga sering belajar bareng kan. Trus pulang bareng naik motor boncengan, trus juga kamu sering belain aku kan waktu ada yang gangguin aku?" Adit mengangguk sambil berpikir.
"Trus kamu juga suka ngehibur aku kalo aku lagi sedih." Adit kembali mengangguk, ia melirik Kenzo yang nampaknya tidak suka mendengar kata-kata Kayla, juga anggukan Adit.
"Hm? Kamu denger Ken, aku gak bohong."
Kenzo mengerucutkan bibirnya, "Jahat lu!" Kayla tertawa renyah, lucu sekali ekspresi wajah Kenzo yang merajuk itu.
Semua interaksi mereka tidak luput sedikitpun dari perhatian Alex. Melihat urat-urat leher Alex yang menegang dan tatapannya yang kosong, ketiga temannya paham kalau saat ini Alex sedang menahan emosinya. Dia cemburu, tapi dia hanya diam saja.
"Yakin gak mau nyamperin mereka?" ujar Bima seraya menepuk pundak Alex.
Dia hanya diam, tak menggubris sama sekali.
"Mau sampe kapan bro elu cuman diam dalam cemburu gini?" timpal Sandi.
"Bukan diam dalam cemburu San, tapi cemburu dalam diam." ralat Vicky.
"Ah sama aja. Intinya dia cemburu, tapi cuman diam doang." sahut Sandi.
... ....
... ....
... ....
"Hero kamu udah nungguin tuh Kay" ujar Nia yang melihat Kenzo berdiri di depan pintu kelas mereka.
Kayla tersenyum ke arah Kenzo, dan segera membereskan tasnya, bersiap untuk pulang. Kenzo melambaikan tangan, tapi sebelum Kayla sempat membalas lambaian tangannya gadis yang duduk dua baris didepan Kayla lebih dulu membalas lambaian tangan Kenzo. Eh tunggu, memangnya Kenzo melambaikan tangan kepada siapa?
"Jessica?" monolog Kayla dan Nia bingung.
Jessica menoleh ke belakang, ia berdiri seraya tersenyum pada Kayla dan Nia. "Gue duluan ya..!"
Dan benar saja, ternyata Kenzo barusan menyapa Jessica. Kini mereka berdua berdiri berhadapan di depan pintu, sedikit mengobrol nampaknya. Kemudian mereka berdua menoleh ke arah Kayla seraya tersenyum dan Kenzo melambaikan tangannya pada Kayla.
"Daaah..." dengan bangganya ia meledek Kayla.
Nia menggerutu kesal, "Sombong amat sih Jessica, mentang-mentang udah ngegandeng cowok ganteng lagi."
Kayla pun bingung melihat mereka berdua. "Sejak kapan Kenzo jalan sama Jessica?"
"Kebalik Kay, sejak kapan Jessica jalan sama Kenzo?" ralat Nia, membuat Kayla melirik teman sebangkunya yang tengah kesal itu.
"Beberapa hari ini aku emang liat mereka deket sih. Eh sekarang udah pulang bareng aja!" ujar Nia.
__ADS_1
"Masa'? Kok aku gak tau mereka dekat." timpal Kayla.
Kayla mendengus seraya menggeleng-geleng. "Dasar Kenzo, katanya aja tobat, mau hidup serius, tapi kumat lagi tuh. Belum juga dua minggu sekolah disini, udah nyari mangsa lagi!"
"Eh Kay, emang se'playboy apa sih Kenzo? Mantannya banyak ya?" tanya Nia kepo.
Kayla terkekeh geli. "Kamu liat sebanyak apa gelang karet item di tangan kirinya? Itu jumlah mantannya. Setiap kali dia putus sama pacarnya, dia tambah tuh gelang ditangannya."
"Gitu?" Nia jadi berpikir tentang gelang karet di tangan kiri Kenzo.
"Udah yuk pulang, ngapain sih ngomongin mantannya Kenzo."
Seperti biasa Kayla dan Nia berjalan menuju halte untuk menunggu angkot.
"Kay, Ni, bareng ya!" Adit menyusul mereka.
"Loh Dit, kamu gak bawa motor?" tanya Nia.
"Enggak."
"Trus Annisa?"
"Itu dia alasannya kenapa aku gak bawa motor. Kemarin itu Annisa pake motor trus jatuh, keserempet orang. Jadi Annisa nya gak masuk hari ini, trus motornya juga ringsek"
"Keserempet? Trus keadaan Annisa gimana, gak parah kan?" tanya Kayla.
"Alhamdulillah sih gak parah, lecet dikit tangannya sama kakinya keseleo. Udah diurut juga, aman kok."
"Owh.. syukur deh."
Sesampainya mereka di halte, angkot Nia sudah ada di sana. Jadilah Nia langsung naik dan pulang lebih dulu. Sedangkan Kayla dan Adit duduk menunggu bersama siswa-siswi lainnya.
"Kay?"
"Ya?"
"Yang tadi itu.. kamu gak serius kan?"
"Yang di kantin?" Adit mengangguk mengiyakan.
Kayla tertawa kecil. "Bercandain Kenzo aja sih, tapi beneran kok."
Adit mengernyit bingung. "Bener kan sejauh ini kita emang cukup deket kayak yang aku bilang di kantin tadi. Tapi bukan berarti aku lupain Kenzo. Mana mungkin aku gak kangen sama dia."
Adit mengerti. "Apa kamu tersinggung Dit?" tanya Kayla.
"Oh, enggak kok. Kenapa aku harus tersinggung"
"Syukur deh."
Kayla terdiam beberapa saat kemudian melanjutkan kata-katanya. "Kamu, sama Kenzo, punya posisi masing-masing dalam hidup aku. Selama gak ada dia di samping aku, kamulah yang ada buat aku. Jujur.. terkadang kalo aku lagi sama kamu tuh aku jadi keinget Kenzo. Gak tau kenapa aku ngerasa kamu sama Kenzo tuh punya sisi yang sama gitu, sama-sama bikin aku nyaman dan tenang berada di dekat kalian. Terkadang aku ngerasa bahagia sekaligus sedih saat aku keinget Kenzo padahal aku lagi sama kamu. Mungkin karena selama setahun ini aku jauh jauh dari dia dan aku selalu kangen sama dia."
"Maaf ya, Dit"
Adit tersenyum simpul, "Ngapain minta maaf sih. Kamu gak salah kok. Aku senang kamu bisa ngerasa nyaman dan tenang di dekat aku. Walaupun aku gak mungkin gantiin Kenzo di hati kamu, aku cukup ngerasa beruntung kok punya bagian dalam hidup kamu, juga bisa jadi penyebab senyum kamu."
"Makasih ya, Dit!"
Keduanya tersenyum. Beberapa saat hening, mereka berdua terdiam dengan pikiran masing-masing. Entah kenapa Kayla ingin sekali curhat tentang persoalannya dan Alex yang akhir-akhir ini memenuhi dadanya.
"Dit!"
"Ya?"
"Emm.. kamu.." Kayla ragu, ia menggigit bibir bawahnya.
"Jangan sungkan, Kay"
Kayla tersenyum tipis. "Kamu pernah gak, kepikiran mau nikah muda?" akhirnya pertanyaan itu keluar juga.
"Hah?!" Adit terkesiap.
"N-..nikah muda?" Kayla mengangguk, sedangkan Adit bingung kenapa tiba-tiba Kayla bertanya seperti itu.
"Kok? Eh, ini bukan kode kan.." batin Adit.
Adit terkekeh, "Kok nanya itu? Emangnya kamu kepikiran mau nikah muda?"
"Ih..aku tuh pengen tau pendapat kamu." Kayla mengerucutkan bibirnya.
"Aku? Jujur sih aku gak berani nikah muda. Lulus SMA aja belum. Lagian kalo aku ya, sebelum jadi sarjana atau paling enggak udah bisa kerja sendiri, aku gak akan nikah."
"Nikah itu kan gak main-main. Gak mungkin dong kita minta anak gadis orang buat hidup sama kita, ngurus kita sama ngurus rumah tangga, tapi kitanya gak mampu nafkahin dia. Lagian di usia ini.. kita masih butuh banyak belajar kan, belum juga dewasa, jadi buat aku.. mending fokus ke pendidikan aja dulu"
Kayla mengangguk paham. Tapi ia tidak puas dengan jawaban Adit. "Emmm... misalnya kamu udah punya kerjaan saat ini, walaupun belum lulus sekolah, apa kamu berani nikah muda?"
Adit mengernyit, agak aneh kedengarannya pertanyaan Kayla itu. "Aku belum ngerasa dewasa buat bisa ngebangun rumah tangga, Kay. Kalo pun aku udah punya penghasilan, tetap aja kan nikah itu butuh banyak kesiapan, juga keseriusan. Bukan cuman soal seorang cowok dan seorang cewek yang mau nikah doang, tapi keluarga dari kedua pihak juga harus dilibatin kan. Ribet sih kalo buru-buru mikir kesana"
Kayla terdiam. "Bener juga. Tapi.. pemikiran Adit sama Alex kok beda ya. Padahal mereka berdua kan sama-sama cerdas, sama-sama bijak juga." gumam Kayla dalam hati.
Adit tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Kayla yang serius, "Ada apa sih Kay? Kamu ada masalah ya?"
"Cerita gak ya..?" batin Kayla bimbang.
... ....
... ....
... ....
... ....
... Bersambung...
__ADS_1