Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
See You


__ADS_3

..."I LOVE YOU"...


*Degg


Degg


Degg*


Kayla mematung.


Setelah menuturkan kalimat itu yang ketiga kalinya, Mr Strawberry memundurkan kembali tubuhnya ke posisi semula, tanpa melepaskan tautan tangan mereka. Menatap seksama wajah cantik gadis nya, Miss Kissable nya yang membuatnya tidak bisa berhenti memikirkannya sejak pertama kali melihatnya.


Setelah sebelumnya lebih tiga puluh menit Alex duduk di mobilnya, akhirnya gadis yang dinantinya pun muncul. Firasatnya ternyata tidak salah, hatinya mengatakan gadis itu masih disini, Miss Kissable nya belum meninggalkan tempat pertemuan pertama mereka tersebut.


Meski berkali-kali teman-temannya meyakinkannya untuk tidak menunggu gadis itu dan membujuknya untuk pulang, tapi hatinya enggan menerima itu. Ia tetap optimis akan bertemu gadis itu sekali lagi. Tidak masalah jika harus menunggu ber jam-jam, tekadnya.


Kalau saja tadi ia mengikuti teman-temannya pulang, ia pasti menyesal. Beruntung ia mengikuti kata hatinya. Benar kan, ia bisa menemui Miss Kissable nya lagi.


Bahkan lebih dari itu, ia mendapat kesempatan mengungkapkan perasaannya pada gadis itu, ia benar-benar mengutarakannya barusan. Meski hanya tiga kata satu kalimat itu yang dapat keluar dari mulutnya, itu pun sudah membuatnya lega.


Sebelumnya ia memang mempersiapkan dirinya untuk itu, meski sebenarnya banyak hal yang ingin ia katakan, banyak kata yang sudah ia rangkai dalam benaknya untuk ia sampaikan pada gadis nya itu, meskipun tidak tahu apakah ia akan bertemu dengannya lagi atau tidak.


Dalam kesunyian ia merenung, berfikir dalam dan bertarung dengan ego nya sendiri, akhirnya ia bisa menerima dan mempercayai apa yang dirasakan oleh hatinya.


Setelah memikirkan tentang pendapat teman-temannya terkait perasaannya yang tidak ia mengerti sebelumnya, akhirnya ia mendapat pencerahan. Teman-temannya benar, bahwa ia telah jatuh cinta.


Iya, jatuh cinta pada pandangan pertama, dengan gadis cantik pemilik bibir kissable itu. Ia sendiri sebenarnya tidak terlalu paham, apa yang membuatnya bisa jatuh cinta pada gadis itu, dalam hitungan detik saja. Apakah benar karena bibir kissable nya atau karena hal lain. Tapi ia merasa yakin, kalau ia memang jatuh cinta.


Dan disini lah ia kini, dihadapan gadis nya, di malam yang sama, beberapa jam setelah pertemuan pertama mereka, ia mengungkapkan isi hatinya pada Miss Kissable nya itu.


"Bu?" Si sopir taksi buka suara, menoleh ke kursi penumpangnya lalu ke arah samping, ke tempat dua orang remaja tengah berdiri disamping taksinya.


"Oh iya, pak. Maaf ya. Sebentar" sahut mami Kayla, merasa tidak enak pada si sopir, karena terlalu lama menunggu putrinya yang masih berdiri diluar dan belum juga ada tanda-tanda beranjak.


"Nak.. ayo sayang." mami memperingatkan dengan isyarat matanya.


Alex menoleh ke arah taksi, seorang perempuan di dalamnya lagi-lagi menyergah. Tentu saja, yang Alex lakukan ini mungkin mengganggu. Menghentikan seorang gadis yang akan masuk ke dalam taksi sehingga membuat taksinya lama menunggu, dan perempuan yang di dalam ini..


"Dia maminya Miss Kissable?" gumam Alex dalam hati.


Mendengar panggilan ibunya, Si Miss Kissable nampak tersentak dan reflek melepaskan tautan tangan mereka. Ia buru-buru masuk ke dalam taksi. Si sopir pun menyalakan mesin mobilnya.


"Apa dia mau pergi gitu aja? Enggak ngasih respon dikit aja gitu? Atau mau ngomong apa gitu ke gue?" Batin Alex bertanya-tanya.


Ia mendekat ke arah jendela taksi dimana Miss Kissable duduk di dalamnya. Taksi hampir melaju, dan Alex masih menunggu, masih berharap agar gadis itu setidaknya memberi sedikit saja responnya.


Maminya Miss Kissable menoleh ke arah Alex dan tersenyum padanya, Alex pun membalas senyumannya.


"See you, Tante" ucap Alex, membuat Miss Kissable terkesiap dan menoleh ke arahnya.


Rupanya sejak tadi gadis itu melamun ya? Sepertinya ia masih kaget dengan perlakuan Alex tadi.


"See you to." sahut Maminya Miss Kissable


Alex kembali menatap Miss Kisaable nya, untuk terakhir kalinya, mungkin. Karena setelah ini tidak tahu apakah takdir akan mempertemukan mereka lagi atau tidak.


Alex berdiri tidak tenang, Miss Kissable nya akan pergi tanpa memberikan respon apapun, dan ia bingung harus apa? Ia tidak siap ditinggalkan oleh gadis itu, tapi tidak mungkin kan ia menghentikannya. Ingin mengatakan sesuatu tapi lidahnya terasa kelu.


Ia meletakkan satu tangannya di sisi badan mobil dekat jendela. Memberikan senyuman tulusnya pada Miss Kissable nya. Dan akhirnya...


Gadis itu membalas senyumannya, dia bergumam pelan, mungkin agar maminya tidak mendengar, tapi Alex bisa mendengarnya dengan jelas.


"See you again, Mr Strawberry."


Dan mobil taxi itu pun melaju.


Meninggalkan Alex sendirian bersama hatinya yang bagaikan bunga bermekaran.


"See you again, My Miss Kissable."


..._______________...


"Yang tadi itu siapa?" tanya mami, setelah mereka sampai di rumah.


Kayla terkesiap, Apa mami nanya soal Mr Strawberry? Apa mami dengar kata-kata dia tadi? pikir Kayla, ia agak gelagapan.


"Ss..siapa, Mi?" sahut Kayla, pura-pura tak mengerti

__ADS_1


"Cowok yang tadi ngomong sama kamu."


"Itu...itu... Lily nggak tau." mami mengernyit heran ke arah Kayla.


"Nggak tau? Tapi kayaknya dia tau kamu?!"


"Iya, Mi. Kita baru ketemu di party tadi kok." jawab Kayla cengengesan.


"Oh.. jadi dia kenalan baru kamu." mami menaikkan kedua alisnya seraya mengangguk.


"Siapa namanya?" tanya mami lagi.


Kayla hanya menggeleng sebagai jawaban, membuat mami mengernyitkan dahinya lagi.


"Udah lah mi, istirahat yuk!" Kayla mengalihkan pembicaraan, sebelum ia ketahuan salah tingkah kalau terus membahas pria itu.


Ia lalu beranjak menuju kamarnya dan begitu pun dengan mami.


Entah kenapa, setelah Mr Strawberry mengatakan kalimat itu, perasaan Kayla jadi tidak tenang. Ia terus memikirkannya, bahkan ketika di dalam mobil taksi tadi ia hanya melamun, diajak bicara oleh maminya pun tak nyambung.


Kayla sudah berbaring di kasurnya, tapi bayangan si Mr Strawberry itu masih saja berputar-putar dalam benaknya, apalagi kalimat I love you yang diucapkan pria itu, bukan hanya sekali tapi tiga kali.


"Apa maksudnya? Dia ngungkapin perasaanya ke aku? Dia serius atau bercanda sih? Enggak mungkin kan dia cinta sama aku? Kita baru aja ketemu, dan dia bilang i love you??" pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi kepalanya.


Rasanya sulit untuk memejamkan matanya malam ini, ia merubah posisi baringnya beberapa kali tapi tak juga tertidur.


"Hhuuuufth..." Kayla menghela nafas berat.


"kenapa kepikiran dia mulu sih." gerutunya.


Ia kembali mengingat insiden pertama kali mereka bertemu, itu memalukan bagi Kayla. Kemudian obrolan mereka di taman, Kayla tersenyum-senyum sendiri mengingatnya. Ia terus mengingat moment singkat yang ia lalui bersama Mr Strawberry, sampai akhirnya ia tertidur.


.......


.......


.......


Pagi hari, ibu dan anak ini sudah bersiap untuk sarapan. Mami sudah rapi memakai setelan kerjanya, karena hari ini mami akan pergi untuk interview.


"Mami jadi interview nya hari ini?"


"Kita kan baru pindah kemarin, Mi. Apa mami nggak capek, kenapa nggak besok aja interview nya, hari ini kita nyantai-nyantai dulu." tawar Kayla


"Enggak bisa sayang, jadwal interview mami hari ini. Om Iwan udah bikin janji sama bosnya, ini kesempatan Mami banget. Kamu do'ain aja yah."


"Pasti Mi, Lily do'ain semoga Mami diterima kerja dan dapat posisi yang bagus." ucap Kayla semangat


"Aamiin...."


Tidak lama setelah itu, Om Iwan datang menjemput mami Kayla dan menemaninya ke sebuah perusahaan untuk interview. Sedangkan Kayla hari ini hanya di rumah. Kata Om Iwan, hari ini setelah mami interview, ia akan mengajak mami Kayla ke sebuah SMA untuk mendaftarkan Kayla disana, Riana juga dulu sekolah disana. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari rumahnya.


Mumpung lagi free, Kayla memanfaatkannya dengan membersihkan halaman rumah yang baru dihuni sehari ini.


..._______________...


Triing.. Trirririiiing....


Bel istrirahat berbunyi. Siswa-siswi sebuah SMAN berbondong-bondong keluar kelas masing-masing. Ada yang menuju kantin, lapangan, perpustakaan, ada juga yang buru-buru ke toilet karena menahan kebeletnya sepanjang pelajaran, dan aja juga yang masih betah duduk di kursinya.


Empat sekawan yang biasa disebut P-Four alias empat pangeran oleh para siswi itu berjalan melenggang di lorong kelas. Seperti sebutannya, mereka berparas tampan bak pangeran. Siapa lagi kalau bukan Alex dan teman-temannya. Jika Bima, Sandi, dan Vicky berjalan bertiga saja, itu terlihat biasa dimata para siswi. Mereka tampan, tapi kalau ada Alex ditengah-tengah mereka, seolah aura ketampanan mereka bertiga bertambah, berkat kesempurnaan wajah Alex yang bak malaikat itu. Kata para siswi sih begitu.


Mereka berempat berjalan menjauhi keramaian. Seperti biasanya, kalau lagi capek di uber-uber para siswi, mereka nongkrong di belakang sekolah. Ada sebuah pohon besar disana, sekelilingnya dipagari dengan semen bata setinggi lutut orang dewasa. Sebenarnya susunan semen bata itu bukan hanya pagar sih, itu lebih tebal dan luas dari sebuah pagar, luasnya sekitar tiga meter, sehingga bisa digunakan untuk bersantai di bawah pohon rindang itu, buat tiduran juga nyaman.


Tempat inilah yang biasa digunakan Alex dan teman-temannya untuk bersantai, mendiskusikan obrolan pribadi mereka dengan aman dan nyaman tanpa diganggu oleh siapa pun. Terkadang mereka juga membolos dan merokok ke tempat ini. Tempatnya memang terbuka tapi lokasinya yang di ujung perbatasan sekolah lah yang membuat tempat ini tertutup. Mereka lebih suka menyebutnya Markas Pribadi.


Memang tidak ada yang datang ke tempat ini selain mereka, karena sudah diwanti-wanti oleh Alex sebelumnya. Siapa pun yang berani datang ke markas pribadi milik Alex ini, berarti dia berani menantang Alex. Mereka yang mengenal Alex pasti tidak ada yang berani melanggarnya.


Satu persatu dari mereka melompat duduk di bawah pohon, tidak sabar untuk mendengarkan curhatan Alex tentang kemarin malam. Iya, saat datang ke sekolah tadi pagi Alex memberitahukan teman-temannya bahwa kemarin malam ia bertemu lagi dengan gadis yang membuatnya jatuh hati itu.


"Gimana gimana..?" kata Sandi ngegas, di angguki oleh Bima dan Vicky yang juga sudah sangat penasaran.


"Agak lama sih setelah lu pada pulang, dia keluar dari rumah itu, bener kan firasat gue."


"Trus?" desak Sandi


"Ya gue samperin lah. Untung gue nggak ikut kalian pulang" sahut Alex sambil menggeleng kecil.

__ADS_1


Ia tidak bisa membayangkan jika ia ikut pulang kemarin, betapa menyesalnya ia tidak bertemu Miss Kissable lagi.


"Trus?"


"Gue udah ngungkapin perasaan gue ke dia."


"Hahh?!" sahut ketiga temannya setengah berteriak.


"Serius??" tanya Vicky tak percaya. Alex hanya tersenyum menanggapinya


"Trus trus?" Sandi makin penasaran, begitu juga dengan Bima dan Vicky yang menyimak dengan wajah cengo sejak tadi.


Plakk


"Trus trus mulu, lu" sergah Alex sambil menggeplak kepala Sandi, membuat Sandi meringis. Bima dan Vicky mengdengus malas.


"Gimana? Dia terima dong.." Bima menunjukkan ketidak sabarannya juga, di angguki oleh Vicky yang juga semakin penasaran.


Kali ini Alex yang mendengus, datar.


Alex menyandarkan punggungnya di pohon, menyilang kedua tangannya di dada, dan menatap ke atas menerawang.


"Bro, ini pertama kali kan lu nembak cewek. Jadi gimana?"


"Jangan bilang kalo lu ditolak."


"Ada gitu yang berani nolak seorang Alex?"


Perkataan ketiga temannya membuat Alex kembali mendengus, kali ini ia tersenyum.


"Enggak." jawabnya singkat.


Gantung. Tentu membuat ketiga temannya kembali bertanya.


"Maksudnya?" tanya Vicky mewakili pertanyaan Bima dan Sandi juga tentunya.


"Belum dijawab, dia nya keburu pulang."


"Yaaah...." jawab mereka lesu.


"Kenapa dibiarin pulang..." protes Bima.


"Harusnya lu tunggu dia jawab dulu, baru lu kasih pulang." tambah Sandi.


"Menurut gue sih, dia belum jawab karena bingung, kan? Secara, kalian baru kenal dan lu langsung nembak dia" tanya Vicky serius.


"Iya juga ya..." kata Bima dan Sandi bersamaan.


"Gak masalah..." jawab Alex santai.


"Lagian gue cuman ngomong I love you" lanjutnya. "Ya dia pasti bingung lah mau jawab."


"Gitu doang?" protes Bima lagi.


"Itu mah namanya lu cuman ngungkapin perasaan lu, bukannya nembak" sergah Sandi nge gas, membuat Alex tertawa.


"Kapan gue bilang nembak?!" sahut Alex dengan nada mengejek. "Kalian aja yang nge gas dari tadi, kan gue bilang gue ngungkapin perasaan gue ke dia. Bukan gue nembak dia."


Ketiga temannya itu pun hanya bisa mendengus kesal.


"Lagian.. yang penting kan dia tau gue suka sama dia." kata Alex sambil tersenyum membayangkan wajah cantik Miss Kissable nya.


Tiba-tiba saja mereka mendengar suara memekik seseorang yang semakin lama semakin jelas terdengar, karena memang orang itu tengah berlari ke arah mereka.


"ALEX.....!!!"


"ALEX........!!!"


"ALEX...........!!!"


Siapa yang berani datang ke markas pribadi The ruler of school ???


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


...Bersambung...


__ADS_2