
Kayla duduk di depan meja riasnya, ia tersenyum memandangi pantulan dirinya di cermin. Ia sudah selesai berdandan, lalu mengambil kacamatanya dan hendak memakainya.
Mata Kayla memang sudah minus sejak ia masih kecil. Bahkan kini minusnya sudah mencapai angka 500 , karena itulah Kayla tidak bisa terpisah dari kacamatanya.
"Eitts.. sayang..! Tunggu dulu" Mami menghentikan Kayla yang hendak memakai
kacamatanya, membuat Kayla mengernyit heran
"Kenapa Mi?"
Mami menunjukkan sebuah benda kecil berbentuk bulat ke hadapan Kayla.
"Pakai ini" kata mami seraya tersenyum.
"Softlens ??" Kayla menaikkan alisnya menatap benda ditangan maminya itu.
"Enggak mau Mi, kan Mami tahu Lily nggak pernah pake begituan.. lagian Lily udah biasa pake kacamata Mi, jadi nggak perlu softlens." tolak Kayla halus.
Ini sudah kesekian kalinya mami meminta Kayla untuk mencoba memakai softlens khusus mata minus, tapi Kayla selalu menolak. Pernah sekali Kayla mencobanya, tapi rasanya mata Kayla sangat perih. Bukannya membantu, pakai softlens itu malah tambah merepotkan menurut Kayla. Lagipula malam ini mami meminta Kayla untuk menggerai saja rambut panjangnya , padahal Kayla lebih nyaman dengan rambut beranyamnya. Ya, Kayla turuti sajalah kemauan maminya itu, tapi untuk softlens Kayla tetap enggan.
"Lily sayang.. party nya Riana ini kan kita harus pake topeng, gimana nanti kamu pake topengnya kalo pake kacamata juga ? Bakalan dilepas juga kan kacamatanya ? Jadi mending kamu pake softlens." bujuk mami.
Kayla menatap dirinya dicermin. Melirik mami yang sejak tadi tidak sabar untuk memakaikannya softlens.
Mami memang lebih suka memanggil putri kesayangannya itu dengan nama Lily, nama lengkapnya Kayla Aurelly.
"Dicoba dulu ya sayang.." bujuk mami lagi sambil membuka tutup softlens nya.
"Sini.. melekin dulu matanya" pinta mami sambil memegang wajah Kayla.
Dengan cemberut Kayla akhirnya menurut juga.
"Uffft.. Miii....!!" rengek Kayla sambil mengipaskan tangannya ke mata setelah mami selesai memakaikan softlens dimatanya. Kayla mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan sesuatu yang aneh ini dimatanya.
"Tuh kan sayang, kamu jadi lebih cantik pake softlens." puji mami seraya memandangi wajah Kayla di cermin.
"Gimana?" mami meminta pendapat Kayla.
Kayla menghela nafasnya, "Masih perih sih Mi, sedikit."
"Enggak papa, sebentar lagi juga hilang kok perihnya." mami beranjak dan meraih tasnya.
"Yuk, sayang! Kita berangkat"
Kayla pun beranjak mengikuti mami.
... ______________...
Keduanya sudah sampai di rumah Om Iwan, lokasi party ultahnya Riana -sepupu Kayla- anak Om Iwan. Ini ulang tahun Riana yang ke 20 , dia lebih tua 3 tahun beberapa bulan dari Kayla. Dia seorang mahasiswi di salah satu Universitas di Jakarta.
Setelah menerima topeng party yang disediakan, Kayla dan mami memakainya dan masuk ke tempat acara. Disana sudah ada Om Iwan dan Tante Vina -istrinya- yang tengah sibuk menyambut tamu tentunya sebagai tuan rumah. Melihat kedatangan ading kesayangan dan keponakannya, Om Iwan segera menghampiri keduanya dengan semangat. Om Iwan membentangkan kedua tangannya mendekati mami Kayla, tentu mami Kayla pun menerima sambutan kakaknya itu.
"Nad!" sapa Om Iwan sambil memeluk adik kesayangannya.
"Mas." balas mami Kayla. Cukup lama mereka berpelukan, melepaskan rindu karena lama tidak bertemu.
"Nadia, Kayla!" Tante Vina datang menyapa.
Om Iwan dan mami Kayla melepaskan pelukan mereka, mami Kayla beralih memeluk kakak iparnya. Kayla meraih tangan Om Iwan untuk diciumnya, dan melakukan hal yang sama pada Tante Vina. Tante Vina mengelus kepala Kayla seraya tersenyum.
__ADS_1
"Yuk..!" ajak Om Iwan kepada Kayla dan maminya. Mereka menyapa Riana yang sedang berulang tahun sebelum acara dimulai.
"Meriah banget yah Mi, acaranya" ujar Kayla riang.
Mata Kayla berbinar-binar melihat kemeriahan acara ini, dekorasi indah yg mengelilingi ruangan, dan tamu-tamu yang banyak menghadiri acara ini semuanya memakai topeng.
"Iya sayang, selain teman-teman kampus Riana, pasti juga banyak rekan bisnis Om Iwan dan teman-teman Tante Vina juga yang hadir" jawab mami.
Mami senang melihat Kayla tersenyum disini, meskipun mereka baru di kota ini dan belum memiliki kenalan disini selain keluarga Om Iwan.
... ....
... ....
... ....
Beberapa orang pria muda menghampiri Riana, mereka adalah Bima adik dari Reno pacar Riana, bersama teman-temannya.
"Happy birthday kak Riana.." sapa mereka seraya menjabat tangan Riana bergantian.
"Makasih ya.. Bima, Alex, Vicky, Sandi." balas Riana.
Acara ulang tahun Riana berjalan lancar hingga selesai. Acara ditutup dengan masing-masing tamu undangan yang berpasangan berdansa bersama, setelah itu para tamu dipersilahkan menikmati hidangan.
"Dansa?!!" mata Kayla berbinar-binar takjub mendengarnya. Mami yg memperhatikan Kayla pun mengernyit heran karena setahu maminya sebelumnya putrinya ini tidak pernah tertarik dengan dansa ataupun tarian semacam itu.
"Kamu tertarik, sayang?" tanya mami
Kayla terkesiap dengan pertanyaan maminya, ia jadi gelagapan sendiri.
"E..enggak kok mi, Lily kan nggak bisa dansa." jawab Kayla sekenanya.
"Lihat deh bro!" kata Bima sambil menepuk bahu Sandi, sontak ketiga temannya itu mengikuti arah pandangan Bima.
Disana, di arah yang ditunjuk Bima, ada beberapa gadis berjalan cantik ke tengah ruangan, mereka adalah teman-teman kampus Riana. Bima memainkan alisnya sambil melirik teman-temannya satu persatu, teman-temannya pun melakukan hal yang sama seraya tersenyum jahil. Kecuali Alex, yang nampak tidak tertarik sama sekali dengan apa yang dihadapannya itu.
Bima, Vicky, dan Sandi menghampiri gadis-gadis itu, mereka bertiga mengulurkan tangan kepada gadis-gadis itu. Gadis-gadis itu merasa heran dengan tingkah pria-pria muda dihadapan mereka.
"Elu adiknya Reno bukan, sih?" tanya salah satu gadis pada Bima, Bima menjawabnya dengan anggukan. Mereka para gadis itu saling melirik dan menahan tawa.
"Gaess... brondong nih, ngajakin dansa??" ucap salah satu gadis yang membuat teman-temannya tidak bisa lagi menahan tawa.
Sedangkan Bima memberikan isyarat mata pada kedua temannya, tanpa basa-basi lagi mereka meraih tangan gadis didepan mereka masing-masing. Sontak saja para gadis itu menghentikan tawa mereka karena kaget atas perlakuan tiga brondong dihadapan mereka.
"Bro..!! Ayok..!" Bima memekik memanggil Alex yang masih berdiri di tempat, Alex hanya mngedikkan bahu menanggapi ajakan Bima, kemudian berlalu meninggalkan teman-temannya. Sementara teman-temannya berdansa dengan pasangan baru mereka masing-masing. Hahaa...
Daripada berdansa, Alex lebih tertarik dengan kue stroberi yang ada meja hidangan.
Alex duduk di salah satu kursi dekat meja hidangan sambil menikmati kue soes stroberi dan puding stroberi. Pandangannya menyapu ke sekeliling dan terhenti pada satu objek. Ia terpaku pada satu objek ini, sampai-sampai ia menutup mulutnya kembali mengurungkan niatnya untuk memasukkan kue yang ada ditangannya. Seorang gadis berjalan mendekat ke arah Alex, gadis itu memakai longdress berwarna hitam dengan bagian lengan yang terbuka, dia tersenyum.
Degg
Tiba-tiba Alex merasa ada yang aneh dengan jantungnya. Gadis itu menghentikan langkahnya tepat di depan Alex.
Degg
Gadis itu tidak datang untuk menyapa Alex, ia hanya mengambil segelas jus yang kebetulan berada dekat Alex duduk, kemudian ia berlalu begitu saja. Sedangkan Alex masih terpaku.
... ....
__ADS_1
... ....
Kayla berjalan dengan membawa segelas jus ditangan kanannya, sambil menyapu pandangan mencari sosok maminya. Tiba-tiba...
Srakk... Ckrakk ckrakk...
Bunyi dentingan gelas yang saling berpantukan dan berjatuhan mengejutkan Kayla, beberapa gelas itu pecah dan berhamburan di lantai, didepan Kayla. Ternyata Kayla tidak sengaja menyenggol seorang pelayan yang sedang membawa nampan berisi beberaba gelas ditangannya. Kayla terbelalak dan menutup mulutnya.
"Mm..maaf mbak.. saya nggak sengaja." ucap Kayla dengan tatapan merasa bersalah kepada si pelayan.
"Nggak papa non.. saya yang kurang hati-hati" sahut si pelayan.
Kayla mulai berjongkok untuk membersihkan pecahan gelas yang berhamburan tapi si pelayan menahan lengan Kayla dan tidak membiarkannya melakukan itu. Setengah memaksa, akhirnya Kayla menuruti pelayan itu, memundurkan langkahnya menjauhi pecahan gelas yang berhamburan itu.
Karena masih tidak fokus berjalan sambil beberapa kali melirik ke arah pelayan yang masih membersihkan pecahan gelas tadi, Kayla tanpa sengaja menabrak seseorang. Ya ampun...
Brukk!!
Kayla jatuh menimpa seorang pria, dengan posisi berhadapan, kening Kayla terpantuk bahu pria itu dan kedua tangannya reflek memegangi kedua lengan pria itu. Sedangkan si pria reflek memegangi pinggang Kayla, dan punggungnya menghantam dinding karena kebetulan si pria berdiri di dekat dinding saat Kayla menabraknya.
*Degg
Degg*
Si pria merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Bagaimana tidak, posisi mereka yang seperti sedang berpelukan ini membuatnya dapat menghirup aroma parfum favoritnya dari gadis yang sedang menempel padanya ini. Terlebih ketika si gadis mendongak, si pria bisa mencium aroma manis yang paling disukainya. Ia menghirup dan menikmati aroma manis ini sampai memejamkankan matanya, hingga tanpa sadar ia bergumam kecil dan lembut
"Strawberry...."
Kayla tersentak merasakan sapuan nafas halus dan mendengar kalimat lembut yang ia dengar dari pria di hadapannya ini dan dengan cepat ia menjauhkan tubuhnya. Mereka bedua berdiri berhadapan dengan canggung.
"Maaf.." Kayla membuka suara memecahkan kecanggungan di antara mereka. Kayla jadi salah tingkah melihat pria dihadapannya ini tidak berhenti tersenyum ke arahnya, akhirnya Kayla memilih berlalu dari hadapan pria itu.
... ....
... ....
... ...
Kayla menghela nafasnya perlahan, menggeleng-geleng sendiri mengingat kejadian beberapa menit yang lalu, ia menyenggol seorang pelayan sampai gelas-gelas pecah berhamburan, dan juga menabrak seorang pria. Ia memejamkan mata dan mengusap wajahnya. Ketika ia membuka mata, seorang pria telah berdiri dihadapannya, Kayla agak terkesiap melihat sosok didepannya ini.
Dia... mirip pria yang ada didalam mimpi Kayla, memakai setelan jas dan kemeja merah di dalamnya. Dia memiliki tatapan mata yang tajam, rahang yang tegas, hidung mancung dan rambut hitam yang dibiarkan menjulur kedepan hingga menutupi keningnya, senyumnya juga manis. Sebenarnya Kayla tidak terlalu ingat dengan wajah pria didalam mimpinya, karena juga memakai topeng. Bahkan topeng yang dipakai pria ini juga mirip dengan yang ada didalam mimpi Kayla, Kayla jadi terkagum-kagum sendiri.
Apa ini?
Kenapa dia seperti yang ada didalam mimpiku??
Apa mimpiku menjadi kenyataan??
Kayla terpaku.
... ....
... ....
... ....
... ....
... Bersambung...
__ADS_1