Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Minta Maaf


__ADS_3

"What??" Alex terbelalak.


"Kalo salah ya harus minta maaf!"


"Miss Kissable, kamu pengen aku minta maaf?"


Kayla mengangguk, "Apa salahnya minta maaf, kamu kan emang bersalah?"


"lya aku tau, tapi.. masa' aku minta maaf ke Bu Feli?"


"Al, kamu masih inget kan apa yang terjadi hari itu abis kamu bikin kesalahan sama Bu Feli?"


Alex mengangguk lesu. Tentu saja Alex ingat. Kayla marah pada Alex karena Kayla melihat aksi pembullyan mereka. Bahkan setelahnya, ketiga temannya mengetahui rahasianya dengan diam-diam. Setelah kejadian itu, Alex kehilangan teman-temannya, ia sampai kalut dan frustasi sendiri.


Hari itu ia dan ketiga temannya bukan hanya mengerjai Bu Feli, tapi juga mempermalukan dan melecehkan Bu Feli. Ya meski tidak fatal, perilaku buruk mereka berempat seharusnya mendapat hukuman atau setidaknya teguran.Tapi tidak, memangnya siapa yang berani mencari masalah dengan Alex?


... ....


... ....


... ....


Disisi lain, Bu Felisha adalah orang baru, dan malangnya hanya dalam beberapa hari ia mengajar di sekolah baru, ia sudah mendapat perlakuan buruk dan tidak pantas dari muridnya sendiri. Kejadian yang dialami Bu Felisha hari itu bukan tidak diketahui oleh guru-guru yang lain, mereka terpaksa diam demi menghindari Alex dan juga masalah-masalah lainnya yang akan Alex ciptakan.


Meski mengalami ketidak adilan, Bu Felisha tetap merasa penasaran dengan sosok Alex. Terlebih saat beberapa hari yang lalu Alex memukuli seorang siswa junior tanpa alasan. Ketika itu tidak ada yang berani melerai aksi ngamuk Alex yang memukul siswa itu tanpa ampun, hanya Bu Feli dan Pak Bayu yang turun tangan untuk mencoba menghentikannya. Tapi sia-sia. Sampai seorang siswi berkacamata datang dan dengan tegas menegur Alex. Hanya satu kata yang keluar dari mulutnya, tapi dia berhasil membuat Alex langsung menghentikan aksinya.


Bu Felisha penasaran akan siswi itu, siapa dia dan bagaimana dia bisa menghentikan Alex hanya dengan sekali teguran saja? Dari gelagat yang diperhatikan Bu Feli, Alex sepertinya langsung mengenali suara siswi itu saat dia menegurnya, karena itulah Alex langsung menghentikan pukulannya. Tapi siapa siswi itu, dia tidak menyapa Alex, setelah menegur Alex dia tidak mengatakan sepatah kata pun dan langsung pergi. Alex menjadi jinak seketika saat dia datang. Sependek pengetahuan Bu Feli tentang Alex, anak itu terkenal sombong dan keras kepala, tidak ada yang berani mencampuri masalahnya apalagi mencari masalah dengannya. Tapi sepertinya, siswi yang satu itu adalah pengecualian.


"Bu Feli!"


Bu Feli tersadar dari lamunannya saat Pak Bayu memanggilnya. Ah, sungguh payah dirinya, disaat sedang rapat guru pun ia tidak bisa berhenti memikirkan tentang dua anak yang tidak biasa itu. Bahkan rapat sudah berakhir, ia masih melamun. Sampai Pak Bayu memanggilnya ia baru sadar bahwa ia ketinggalan berita dan kehilangan topik pembahasan rapat nya. Guru-guru lainnya satu-persatu keluar ruangan, tersisa lah ia dan Pak Bayu.


"Masih mikirin yang kemarin ya?" tebak Pak Bayu, membuat Bu Feli mendengus seraya tersenyum masam.


Pak Bayu tahu, sejak beberapa hari ini Bu Feli banyak melamun, selain banyak bertanya tentang Alex dan Kayla pada Pak Bayu, juga pada guru-guru lainnya. Entah kenapa Bu Feli sangat penasaran dengan dua anak itu. Meski Pak Bayu menjelaskannya dan menceritakan tentang mereka berkali-kali pada Bu Feli, tetap saja Bu Feli nampak kepikiran.


"Mereka pacaran ya Pak?" tanya Bu Feli, membuat Pak Bayu menaikkan alisnya.


"Ah, enggak kayaknya. Kan saya udah bilang kalo Kayla gak suka sama Alex, dan Alex juga benci cewek."


"Tapi mungkin aja abis mereka bareng di hutan waktu itu, mereka jadi saling suka kan"


Pak Bayu terkekeh, "Bu Feli nih kenapa sih, sebenarnya Bu Feli penasaran sama karakter mereka apa hubungan mereka sih?"


Bu Feli tertawa cengengesan, "Udahlah Pak, lupain aja pertanyaan saya."


"Tapi ada bagusnya loh Pak kalo mereka deket" ujar Bu Feli kemudian.


"Maksudnya?"


"lya. Kalo Alex bisa jinak sama Kayla, artinya bukan gak mungkin kan Kayla bisa ngerubah kelakuan Alex? Kita bisa manfaatin itu buat kebaikan kita semua loh.. kalo kelakuan Alex berubah jadi lebih baik, seenggaknya dia sadar kalo yang dia lakuin selama ini gak bener, kan keadaan di sekolah ini juga bakal berubah jadi lebih baik. Iya kan Pak Bayu?"


Pak Bayu mengangguk sambil berpikir. Tapi Pak Bayu kurang setuju jika Alex harus berdekatan dengan Kayla. Panas rasanya ulu hati Pak Bayu melihatnya. Meski Kayla adalah muridnya, perasaannya pada Kayla tidak bisa ia bohongi. Bahkan Pak Bayu pernah menyatakan perasaannya pada Kayla, tapi Kayla menolaknya dengan halus. Pak Bayu tahu diri, mereka adalah guru dan murid, jadi ia harus menerima keadaan dan posisinya yang tidak bisa selalu berdekatan dengan Kayla. Tentang Alex dan Kayla yang diusulkan oleh Bu Felisha, Pak Bayu bingung. Disatu sisi Bu Feli benar, dan tidak ada alasan untuk tidak menyetujuinya, tapi disisi lain perasaan Pak Bayu menentangnya.


"Benar Bu Feli, tapi emangnya Kayla setuju? Kalo menurut saya, meskipun Kayla berani ngehadapin Alex.. dia tetap perempuan yang pernah ngalamin trauma gara-gara Alex. Buat mereka berdua berdekatan itu rasanya kok saya gak yakin ya."


"Biar saya coba ngomong sama Kayla!" kata Bu Feli mantap.


"Kita harus bicarain ini sama guru-guru yang lain dulu Bu!" ujar Pak Bayu yang diangguki oleh Bu Feli.


... ....


... ....


... ....


Bel istirahat berbunyi, Nia mengajak Kayla makan di kantin seperti biasanya. Baru mereka berdua beranjak dari tempat duduk mereka, seorang siswa senior datang menghampiri Kayla.


"Kayla, elu dipanggil Bu Feli ke ruangannya!"


"Oh, iya Kak, terima kasih!" jawab Kayla.


Siswa itu pun pergi setelah menyampaikan pesan Bu Felisha. Teman-teman sekelasnya yang masih berada disana dan mendengarnya pun terlihat menatap tanya pada Kayla. Kayla sendiri juga tidak mengerti kenapa Bu Felisha memanggilnya, ia bahkan belum pernah bertegur sapa sekali pun dengan Bu Feli.


"Ada apa Kay?" tanya Adit.


"Aku gak tau. Yaudah, aku duluan ya!" kata Kayla pada Nia dan Adit.


Sesampai Kayla di ruangan Bu Feli, Bu Feli memintanya masuk dan duduk di depannya. Senyuman manis Bu Feli terpatri di bibir mungilnya yang merah. Bu Feli mengadakan rapat dadakan satu jam yang lalu bersama semua guru, kecuali Pak Rahmat kepala sekolah. Karena beliau memang tidak datang ke sekolah hari ini.


Mengadakan rapat dadakan tidak sulit bagi Bu Feli, karena Bu Feli adalah salah satu orang terpandang dan dekat dengan Pak William, meski dia adalah guru baru di sekolah ini. Usulan Bu Feli tentu saja disambut dukungan oleh para guru, hanya beberapa guru yang terlihat keberatan karena mengkhawatirkan masalah yang bisa saja terjadi di kemudian hari akibat usulan ini. Namun, suara terbanyak lah yang menang. Sehingga saat ini Bu Feli bisa merealisasikan usulannya itu dan berbicara langsung dengan Kayla.


"Ada yang mau lbu omongin sama kamu."


Kayla mengangguk. "Kebetulan Bu, Ada yang mau saya omongin juga sama lbu"


Bu Feli mengernyit penasaran. "Oh ya? Apa itu? tanya Bu Feli.


"Ibu dulu aja, Bu. Silahkan!" ujar Kayla sopan.

__ADS_1


"Baik. Begini Kayla.." Bu Felisha mengutarakan maksudnya. Meminta Kayla agar mau membimbing Alex, dan agar membuat Alex mau merubah kelakuannya. Kayla cukup takjub dengan yang diutarakan Bu Feli, Kayla tidak menyangka jika ia dan Bu Feli sepemikiran.


"Gimana Kayla, apa kamu keberatan?" tanya Bu Feli setelah menyelesaikan apa yang ingin ia sampaikan.


Kayla tersenyum, "Sama sekali enggak Bu. Saya setuju" ucap Kayla mantap.


Bu Feli tidak menyangka Kayla akan langsung setuju, tapi ini melegakan. "Kayla, kamu bisa mikir dulu kalo menurut kamu ini berat. Ini mungkin beresiko buat kamu"


"Saya tau ini pasti beresiko Bu, tapi saya udah yakin." Bu Feli terdiam takjub mendengarnya.


"Kalo boleh saya bilang.. saya udah ngerencanain ini sendiri dari beberapa bulan yang lalu. Jadi saya gak kaget pas Bu Feli minta saya, saya siap Bu."


"Apa? Kamu sendiri udah berencana buat ngerubah Alex?"


"Lebih tepatnya saya gak mau ada ketidak adilan lagi di sekolah ini, karena saya sendiri adalah korban ketidak adilan itu. Jadi saya berencana buat bikin perubahan, dan saya mulai itu dari Alex."


Bu Feli terperangah takjub. Wah.. Bu Feli tertinggal langkah di belakang Kayla. Anak ini lebih dulu memiliki pemikiran seperti ini daripada dirinya. Dan dia bahkan sudah memulai perubahan yang baru direncanakan Bu Feli.


"Good Kayla! Sekolah ini beruntung punya murid seperti kamu." ucap Bu Feli.


Kayla tersenyum, "Saya cuman nyoba Bu. Saya yang beruntung karena lbu dan guru-guru lainnya ngedukung saya, dan juga dukung Alex."


"Tentu. Semuanya pengen perubahan yang lebih baik, semuanya pengen keadilan dan rasa aman. Maaf kalo lbu terkesan memanfaatkan kamu!"


"Enggak Bu, ini juga udah keputusan saya. Lebih banyak yang support, Alex pasti juga akan lebih semangat. lya kan Bu!"


Bu Feli mengangguk. "Oh iya Kayla, kalo boleh lbu tau, kamu sama Alex.. pacaran ya?"


Kayla terkesiap. "Enggak Bu!" jawabnya cepat. "Kita.. cuman teman kok."


Bu Feli mengangguk-angguk.


"Oh iya, ada yang mau saya omongin juga sama Ibu.


"Oh, silahkan!" Bu Feli menyimak.


"Saya minta maaf Bu, beberapa hari yang lalu Alex sama teman-temannya..." Bu Feli mengubah mimik wajahnya seketika, membuat Kayla ragu untuk melanjutkan kata-katanya.


"lya Kayla, lanjutin aja!" kata Bu Feli datar.


"Alex mau minta maaf sama Bu Feli!" ucap Kayla, membuat Bu Feli terkejut.


"Alex mau minta maaf?" ulang Bu Feli tak yakin.


Kayla mengangguk. "lya Bu. Boleh saya permisi buat manggil Alex?" izin Kayla.


Kayla pun pamit meninggalkan ruangan Bu Feli, bermaksud memanggil Alex dan akan mengajaknya untuk menyampaikan permintaan maaf pada Bu Felisha, yang telah ia permalukan.


... ....


... ....


... ....


Alex duduk di sebuah tempat duduk kantin sekolah, menikmati makanannya sendirian. Ini cukup terasa menyedihkan bagi Alex yang biasa makan bersama teman-temannya. Dan anak-anak yang melihatnya pun nampak menatap iba pada Alex, namun tidak ada diantara mereka yang berani mendekatinya. Meski sikapnya terlihat sedikit berubah dari sebelumnya, tetap saja anak-anak tidak berani mendekatinya. Hanya beberapa orang yang lalu lalang menyapanya, meski sangat malas menanggapi mereka, Alex tetap mencoba bersikap ramah.


Kayla datang dan duduk di depan Alex.  Tentu itu tak luput dari pandangan para pengunjung kantin, termasuk Bima, Sandi, dan Vicky. Juga para siswi yang terutama merupakan fans Alex.


"Aku udah ngomong sama Bu Feli." ucap Kayla membuat Alex tersedak.


Alex segera minum dan berdehem, ia menatap kesal ke arah Kayla. Kayla menyengir was-was, membuat Alex mendengus mengalah.


"Ayo ikut!" ajak Alex seraya beranjak dan menarik tangan Kayla.


"Sst.. kemana tuh mereka?" ujar Sandi penasaran.


"Au ah, peduli amat!" sahut Vicky malas.


"Gue juga penasaran bro, pasti ada sesuatu. Soalnya tadi pas Si cupu ngomong, Alex langsung kaget gitu."


"Kalo gitu kenapa kita gak cari tau aja." usul Sandi.


Mereke bertiga akhirnya memutuskan untuk mengikuti Alex dan Kayla. Setelah Alex menghentikan langkahnya di taman kecil samping sekolah, barulah ia melepaskan tangan Kayla. Bima, Sandi, dan Vicky bersembunyi di dekat pohon, mereka bersiap memasang telinga mereka.


"Ada apa Al, aku udah bilang ini dari kemarin. Kenapa kamu kaget?"


"Kamu tau kan aku belum siap. Aku pasti minta maaf kok tapi gak sekarang!"


"Seharusnya kamu mulai persiapin diri pas aku bilang kemarin Al!"


"Bisa lupain aja gak? Bu Feli pasti juga maafin kok"


"Loh, enak aja lupain. Kamu bukan cuman bikin salah Al, tapi juga kurang ajar sama Bu Feli, jadi harus minta maaf dong. Urusan Bu Feli udah maafin apa belum, mana tau kan kalo belum minta maaf!"


"Tapi itu bukan kesalahan aku doang loh, Bima, Sandi, sama Vicky juga salah. Malah mereka yang ngusulin pembullyan itu."


"Tapi kamu dalangnya kan, jadi kamu dong yang harus tanggung jawab! lya mereka bertiga juga harusnya minta maaf, tapi emang kamu bisa bujuk mereka buat minta maaf sama-sama ke Bu Feli?"


Bima, Sandi dan Vicky terperangah mendengarnya, mereka saling melirik dengan ekspresi tak suka.

__ADS_1


"Gila! Si cupu nyuruh Alex minta maaf ke Bu Feli, trus Alex cuman ngerengek gitu doang, apa susahnya sih nolak?!"


"lya tuh, pake bawa-bawa kita segala lagi!"


"Gue tebak dia setuju." ujar Vicky membuat Bima dan Sandi menyelis ke arahnya.


"Kenapa lu mikir gitu?" tanya Sandi.


"Karena dia udah bucin sama si cupu"


"Kalo emang dia setuju, fix gue makin kecewa." timpal Bima.


Alex terdiam. la mematutkan wajahnya sambil sesekali melirik Kayla yang tersenyum padanya, senyuman itu memberinya keberanian dan semangat, bagaimana Alex bisa menolaknya.


"Jadi aku minta maafnya sendirian, trus mintain maaf atas nama mereka juga?"


Kayla menaikkan alisnya, "Wah AI, kamu mikir gitu? Aku cuman pengen kamu minta maaf loh, tapi bagus kalo kamu mau minta maaf atas nama teman-teman kamu juga. Toh mereka salah juga gara-gara nurutin kamu kan."


Alex mendengus, "lya. emang aku yang salah, aku dalangnya, aku yang ngerencanain. Tapi yang terjadi gak semuanya sesuai rencana kita kok, kita cuman ngerencanain nyiram Bu Feli doang. Sama... ngejek juga sih, dikit."


Kayla melotot. "Tapi cuman itu, yang terjadi setelahnya bener-bener gak direncanain." tambah Alex.


Kayla mengangguk, "Tapi yang udah terjadi itu bikin Bu Feli dipermaluin Al, bahkan kalian sempet ngelecehin juga."


"A-apa maksud kamu ngelecehin?"


"lya, yang terakhir kalian lakuin waktu itu apa, kalian nunjukin apa ke Bu Feli? Apa itu bukan pelecehan?"


Alex mengalihkan pandangannya dari Kayla sambil menggigit bibir bawahnya malu. Mau ditaroh dimana mukanya, ternyata Kayla memperhatikan itu juga. Pantas saja dia sangat marah waktu itu.


"Itu.. itu kita cuman-.."


"Cuman iseng? Iseng kalian keterlaluan!" sela Kayla kesal.


"Oke oke, aku pasti minta maaf kok. Tapi sekarang.." Alex menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Jangan sekarang ya Miss Kissable..!" rayunya.


Kayla diam, memperhatikan Alex. Kayla melihat kerutan di keningnya, ekspresi wajahnya juga tidak setenang biasanya. Apa ia merasa terbebani dengan permintaan Kayla ini? Alex memang harus meminta maaf pada Bu Felisha atas kesalahannya dan kekurang ajarannya, tapi jika ia belum siap saat ini Kayla tidak boleh memaksanya kan? Toh Alex baru belajar untuk banyak hal baru, dan perihal meminta maaf bukan sikap dirinya sebelumnya, jadi wajar jika itu berat baginya.


"Aku ngerti, kalo kamu belum siap sekarang gak papa. Aku bisa bilang ke Bu Feli kalo kamu nya belum siap, yaudah aku duluan ya!"


"Tunggu!" sergah Alex.


"Kamu mau ke Bu Feli?" Kayla mengangguk. "Kamu seriusan mau bilang kalo aku belum siap minta maaf?" Kayla kembali mengangguk.


"No! Mau ditaro dimana muka aku?" protes Alex.


"Trus?" bingung Kayla.


Alex menghela nafas panjang. "Oke, aku minta maaf sekarang, tapi ada syaratnya ya!"


"AI, kalo kamu ngerasa berat buat ngelakuin ini gak papa. Aku ngerti kok, Bu Feli juga pasti ngerti. Lagian salah aku sih, aku buru-buru ngomong sama Bu Feli duluan sebelum mastiin kamu siap apa enggak"


"Miss Kissable, minta maaf emang berat buat aku. Apalagi sama cewek kayak Bu Feli, aku bukan cuman berat ngelakuinnya, tapi juga ogah"


"Tadi katanya mau, tapi cuman belum siap. Kok sekarang bilangnya ogah? Trus apa maksud kamu cewek kayak Bu Feli?"


"Cewek kayak Bu Feli yang ganjen, sok cantik, kalo aku nunduk di depan dia ntar dia bisa ngelunjak"


"Al, bisa-bisanya kamu ngomong kayak gitu! Bu Feli itu guru!" kesal Kayla.


"Ck, iya guru. Tapi dia tetap cewek kan, sama aja kayak cewek-cewek yang lain." Alex bergidik geli.


Kayla cemberut, "Aku tersinggung loh kamu ngomong gitu, aku kan juga cewek."


"Kalo kamu beda Miss Kissable.. kamu satu-satunya cewek yang beda dari mereka semua. Kamu itu spesial."


"Oh ya, tapi kamu juga merlakuin aku sama kayak mereka. Bahkan lebih buruk dari Bu Feli"


"Miss Kissable pliss lah.. jangan ungkit-ungkit itu!" rengek Alex.


"Oke maaf! Tapi aku juga gak mau kamu ngomong jelek kayak tadi lagi soal Bu Feli ya! Atau soal cewek manapun!" Alex mengangguk mengalah.


"Al, kalo kamu ngerasa belum siap buat minta maaf gak papa." Alex menunduk.


"Gak boleh ada paksaan kan dalam minta maaf? Aku cuman ngingetin, bukan cuman minta maaf yang susah, tapi ngasih maaf ke orang yang bikin kesalahan besar itu juga susah, gak mudah Al. Karena sejatinya.. memberi maaf itu adalah melupakan kesalahan, sedangkan kesalahan yang besar gak mungkin mudah dilupain." ucap Kayla serius.


Alex tersentuh. Ya, Alex mengerti sekarang, kenapa Bima, Sandi, dan Vicky belum memaafkannya. Mereka belum bisa melupakan kesalahan Alex, karena kesalahan itu bukan hanya sebuah kesalahan biasa, tapi itu mempengaruhi kepercayaan dan melibatkan perasaan mereka juga.


Lalu Kayla, bagaimana dengannya? Kesalahan yang Alex buat padanya juga besar, pasti sulit baginya untuk melupakan itu. Sudahkah dia memaafkan Alex, atau belum?


... ....


... ....


... ....


... ....


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2