
Krikk krikk...
Hanya suara jangkrik yang sesekali terdengar memecah keheningan malam ini, di tengah hutan yang lebat, dua insan berbeda gender itu tengah duduk terdiam menghadap api unggun. Sejak tangisan Kayla mereda setengah jam yang lalu, Alex berinisiatif membuat api unggun untuk menghangatkan mereka berdua, sekaligus untuk penerangan juga, karena senter Alex semakin meredup dan baterainya hampir habis.
Kayla merasa canggung saat ini, begitu juga Alex. Pertemuan mereka berdua ditengah malam ini, begitu terasa dramatis dan keduanya menjadi emosional. Kayla merasa malu karena dengan lancangnya ia menggenggam tangan Alex dan menangis lepas dihadapan pria arogan itu. Dan Alex pun merasa demikian karena tadi ia begitu terbawa perasaan sehingga tanpa berpikir ia langsung saja menarik Kayla ke dalam dekapannya, saat gadis itu mengencangkan tangisnya dan memegang tangan Alex dengan tangan pucatnya yang gemetaran
Keduanya duduk berseberangan dengan api unggun yang menyala menerangi dan menghangatkan di antara mereka berdua. Sesekali Alex mencuri pandang pada Kayla yang wajahnya tertekuk.
Kayla mengulurkan kedua tangannya kearah api unggun, membiarkan sensasi hangat itu menjalar ke seluruh tubuhnya lewat kedua tangannya. Setidaknya perasaannya lebih tenang sekarang karena ia tidak lagi sendirian dan tidak lagi kedinginan. Ditengah kerapuhannya, Alex datang dan memberi rasa aman untuknya, bagaikan tanah gersang yang disirami hujan. Alex tidak mengatakan apapun sejak dia datang selain seruan pertamanya tadi, entah apa yang dia pikirkan. Dia tidak terlihat seperti Alex yang arogan dan pemarah, tapi seperti Mr Strawberry yang lembut dan memiliki kasih sayang.
Kayla tidak menyangka Alex yang akan datang. Ia memang mengharapkan ada yang datang untuk menolongnya dan menjemputnya, tapi tidak terpikir olehnya jika Alex lah orangnya. Kayla pikir Alex tidak peduli dengan hal-hal seperti ini, mengingat dia adalah seorang Alex, penguasa sekolah yang kejam, arogan dan suka membully. Tapi Kayla lupa, bahwa pria yang duduk berseberangan dengannya ini juga Mr Strawberry.
Mr Strawberry yang hanya Kayla yang mengenalnya.
"Terima kasih." ucap Kayla canggung.
"Hm." hanya itu jawaban Alex yang Kayla dengar.
Hening.
Nampaknya keduanya masih merasa canggung untuk berbicara ataupun hanya saling melirik.
"Udah enakan?" tanya Alex ragu.
"Iya." Kayla mengangguk seraya tersenyum tipis.
Alex menghela nafas panjang, "Ngapain disini? Gak tau apa semua orang panik nyariin? Doyan amat nyari masalah!" ujar Alex ketus.
Kayla menaikkan alisnya heran, apa sekarang Mr Strawberry sudah kembali menjadi Alex?Kayla mengerucutkan dagunya seraya mengalihkan pandangan, menunjukkan seolah dia merajuk.
"Lagian pake nangis, tengah malam lagi, kayak hantu aja!" kata Alex lagi.
"Tapi kamu bisa nemuin aku karena denger tangisanku kan? Kalo emang hantu yang nangis kenapa kamu samperin?" sahut Kayla, membuat Alex meringis kesal.
"Ngerepotin. Tau nggak, ini tuh jauh banget dari camp ground kita! Jalannya terjal, hutannya lebat, susah tau buat nyampe sini, kenapa juga lu bisa sampe disini? Heran." omel Alex lagi.
"Mana aku tau, orang aku nyasar. Tapi aku lebih heran, kok kamu bisa sampe sini? Kenapa kamu repot-repot nyariin aku?"
Alex terkekeh, "Semua orang repot nyariin lu! Gue sih cuman ngebantu." dalih Alex gengsi, sekaligus mencoba menyembunyikan kekhawatirannya.
"Trus mana yang lain?"
"Mana gue tau, udah pada pulang kali. Siapa juga yang mau jalan di hutan tengah malam lama-lama, gelap, banyak nyamuk, sama ada angin kencang lagi?!"
"Kamu."
Alex terkesiap, ia sontak mengangkat kepala melihat Kayla. "lya mungkin mereka semua pulang, tapi kamu enggak. Kamu tetap ngelanjutin jalan kamu kan walaupun gelap, banyak nyamuk sama ada angin kencang?"
Alex segera mengalihkan pandangannya karena merasa salah tingkah. Benar juga kata Kayla, disaat semua orang menyerah dengan kondisi cuaca, Alex tetap bertahan dan berjuang. Tidak memikirkan hal lain selain keadaan Kayla, bahkan ia tidak memikirkan dirinya sendiri. Pilihannya itu tidak sia-sia, pencariannya membuahkan hasil.
"Sejak kapan kalian sadar kalo aku gak ada?" tanya Kayla.
"Sejak sore, pas teman-teman lu pulang bawa kabar buruk" jawab Alex datar.
Kayla tersenyum kecut, ia kembali teringat saat mereka hampir diserang seekor ular. Teman-temannya pasti khawatir saat menyadari Kayla tidak ada.
"Aku nyasar.." lirih Kayla.
"Trus nangis? Elu pikir dengan nangis bisa nunjukin jalan lu pulang? Elu sendirian ditengah hutan, bahaya..! Pak Erwin bilang di hutan ini banyak binatang buas, apa aja bisa terjadi sama lu! Apalagi lu sempat ketemu ular kan?" sungut Alex.
Kayla tertegun. Kemudian ia tersenyum tipis, hati kecilnya merasa senang melihat kecemasan Alex.
"Aku baik-baik aja kok sekarang." sahut Kayla tenang.
"lya sekarang, ini juga kondisi lu gak baik-baik amat!" ketusnya lagi.
"Aku gak papa Al..."
"Apanya yang gak papa? Elu sendirian disini, gelap, nangis ketakutan! Itu yang lu bilang baik-baik aja?" sungutnya lagi.
"lya, tapi sekarang aku udah gak sendirian lagi kan? Udah ada kamu, udah gak gelap lagi, sama gak nangis lagi. Terima kasih Al.."
Alex meringis sembari menahan air matanya. Alex beruntung bisa menemukan Kayla malam ini juga, bagaimana jadinya kalau dia tidak bisa menemukan Kayla? Alex pasti akan sangat merasa tak berguna, atau menyesal. Tadi saja kondisi Kayla cukup memprihatinkan, tidak bisa dibilang baik-baik saja menurut Alex, Alex merasa terluka melihatnya. Entah apa yang terjadi jika Kayla dicekam ketakutan dan kegelapan selama semalaman?
"Terima kasih udah mau repot-repot nyari aku, udah peduli sama aku, dan udah nenangin aku. Aku beneran baik-baik aja sekarang AI."
"Tapi tetap aja, aku khawatir-.." Alex terhenti karena merasa malu mengatakannya.
"M-maksud aku-.."
Kayla tersenyum tipis, "Ayolah Mr Strawberry.. aku tau ini kamu, kamu gak mungkin biarin Miss Kissable dalam masalah kan?"
__ADS_1
Hati Alex menghangat saat Kayla menyebut Mr Strawberry, tapi ia juga salah tingkah. "Kamu bilang mau ngelupain Mr Strawberry, kenapa sebut-sebut lagi?"
"Orang baik itu susah dilupain, kayaknya aku mendingan ngelupain Alex deh daripada ngelupain Mr Strawberry"
Alex tertawa kecil, Kayla pun ikut tertawa. "Kenapa mau ngelupain Alex, benci ya?" tanya Alex.
"Emm... gimana ya, Alex itu kan..." Kayla terdiam, membuat Alex bingung.
"Apa, kok diem?"
"Aku hampir lupa, sekarang kan aku lagi di tengah hutan, malam-malam, trus cuman berdua lagi sama kamu. Kalo aku ngomong yang jelek-jelek soal Alex, ntar kamu marah. Kalo sampe kamu marah.. gak ada yang bisa nyelamatin aku dari kemarahan kamu dong." kata Kayla, membuat Alex tersenyum misterius.
"Oh bener juga, kita cuman berdua ya disini. Jadi aku bisa lakuin apa aja sama kamu, hmm..." Alex beranjak dan mendekati Kayla.
Kayla menelan salivanya was-was, "Aku juga hampir lupa, kalo aku pasti aman selama Mr Strawberry ada disini" Kata Kayla mencoba menyingkirkan rasa was-wasnya.
Alex tertawa kecil, "Kamu mikir apa sih? Udah deh, mendingan kamu makan dulu." Alex duduk di samping Kayla dan menyodorkan sebungkus roti padanya, yang ia ambil dari saku jaketnya.
"Hm?" bingung Kayla.
Alex juga memberikan sebotol air mineral pada Kayla. la memang sengaja membawa bekal kecil sebelum pergi menelusuri hutan untuk mencari Kayla. Kayla sebenarnya sungkan untuk menerimanya, tapi ia memang lapar dan lemas.
"Ambil, aku tau kamu pasti laper, makan segini mungkin ga akan bikin kenyang, tapi seenggaknya bisa ngeganjel perut kan." ujar Alex lembut.
Kayla menerimanya dengan ragu. "Kamu?" tanya Kayla sambil membuka bungkus rotinya.
"Aku udah makan kok"
"Kapan? tadi siang? Kalo gitu aku juga udah makan."
Kayla membagi rotinya menjadi dua bagian dan ia memberikan salah satunya pada Alex.
"Ck, enggak! Elu makan aja, pasti laper kan abis nangis tenaga lu kekuras. Itu juga, muka lu pucet banget." sungut Alex lagi.
"Al, masa' aku biarin kamu kelaparan? Kamu udah bela-belain masuk hutan malam-malam gini buat nyari aku, dari sore sampe sekarang kamu belum makan kan? Ayo makan bareng!"
"Gak usah ge'er ya, gue cuman ngebantu yang lain doang kok ikut nyari lu! Lagian hilangnya elu itu tanggung jawab sekolah, yang artinya tanggung jawab gue juga" ketus Alex.
Kayla mendengus senyum, "Segala ngomongin tanggung jawab.." gumamnya pelan.
"Apa lu bilang?"
"Aku bilang.. kalo laper gak usah gengsi! Lagian rotinya juga punya kamu, nih ambil!"
Dan Kayla menyadari itu dari ekspresi wajah Alex, "Mau aku suapin?"
Alex membulatkan matanya, membuat Kayla tertawa terbahak-bahak.
"Sialan, dia ngerjain gue?!" gerutu Alex dalam hati.
Alex merebut rotinya dari tangan Kayla dan memakannya dengan sadis. Kayla pun memakan roti bagiannya sambil cengar-cengir.
"Btw, kapan kita pulang?" tanya Kayla.
"Emang kapan gue bilang mau ngajak lu pulang?" sahut Alex ketus.
"Al..?" tegur Kayla.
"Gak aman kalo jalan malam-malam gini, nunggu pagi lah! Lagian senter gue juga baterainya udah abis, istirahat aja dulu!"
"Beneran nginep disini, tidur disini..?" gumam Kayla pelan seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling tanpa menggerakkan kepalanya. Tadinya saat ia ketakutan dan sendirian ia benar-benar berpikir kalau ia akan menghabiskan malam ini disini. Dalam kegelapan, ketakutan dan ancaman binatang buas. Tapi setelah ada Alex bersamanya Kayla pikir ia bisa segera pulang dan keluar dari hutan yang menyeramkan ini.
Alex menselonjorkan kakinya dan merentangkan tubuhnya melonggarkan otot-otot badannya juga, yang terasa pegal. Melihatnya Kayla mengerti, Alex pasti lelah setelah berjam-jam berjalan jauh menelusuri hutan untuk mencarinya. Dia butuh istirahat, Kayla juga kan? Kayla hanya takut dan tidak nyaman berada disini, tapi Alex sepertinya tidak masalah jika harus tidur di tanah dan tanpa selimut meski hawa malam semakin dingin menusuk ke tulang-tulang.
"Al, makasih ya.."
"Hm, perasaan udah bilang deh tadi" Alex terkekeh. "Btw, lu gak sempat digigit ular kan? tanya Alex.
"Alhamdulillah enggak. Aku sempet syok sih, makanya aku lari gak pake mikir, gak sadar kalo aku nyasar."
"Gak ada binatang buas yang lain juga kan?" tanya Alex lagi.
"Enggak, tapi aku sempet denger suara kayak singa gitu sih."
"Apa? Trus?" kaget Alex.
"Enggak papa Al, mungkin aku salah denger, gak ada singanya kok."
Alex mendengus kesal, dan mengeraskan rahangnya. "****!"
"Apa yang kamu pikirin? Kamu marah?" tanya Kayla.
__ADS_1
"Kenapa mereka gak nyusulin lu, harusnya kan kalo mereka tau lu gak ada, mereka cariin dong? Jadi lu gak perlu ngalamin yang kayak gini!" sungut Alex.
"Kamu gak tau gimana paniknya kita waktu itu, Al. Mereka pasti juga sama kayak aku, syok dan gak bisa mikir apa-apa selain lari sejauh mungkin dari ular itu"
"Tapi seenggaknya mereka cariin elu kan, pasti waktu itu lu belum jauh. Elu gak perlu ngeringkuk sendirian disini malam-malam, tempat ini bahaya!"
"Kok kamu marah-marah sih? Jangan nyalahin teman-teman aku! Udah lah Al, aku baik-baik aja sekarang." Alex mendengus kesal.
"Oke, gak papa. Kalo kamu kesel.. kamu marah. keluarin aja semua. Marahin aja aku! Tapi nanti kamu gak akan marah-marah sama teman-teman aku ya!"
"Mereka salah, dan pantes dihukum! Jangan belain mereka!"
"Enggak ada yang salah, Al. Waktu itu bukan cuman aku yang dalam bahaya, mereka juga. Itu musibah, lupain aja semua itu ya!" ucap Kayla tenang.
Alex menggeleng-geleng kesal, "Kamu ingat kan Al, kamu pernah ngebully orang dengan alasan yang mengatas namakan Miss Kissable. Kamu tau, aku gak suka itu. Dan kalo sampe kamu ngulangin hal yang sama, aku kecewa." ujar Kayla agak lirih.
Alex mengubah mimik wajahnya, tentu ia ingat kejadian hari itu. Gara-gara kemarahannya, ia sampai melukai Miss Kissable tanpa sengaja dan bekas luka itu tidak hilang begitu saja, jika Alex melihatnya Alex kembali menyesal dan merasa bersalah.
"Pliss.. lupain kejadian hari itu! Aku.. a-..aku minta maaf!" sesal Alex.
"Alex minta maaf..?" gumam Kayla dalam hati.
Alex merasa bodoh setelah mengatakan itu, "Sial! Kenapa gue ngomong gini sih, dia pasti ngetawain gue. Seorang Alex gak pernah salah, apalagi ngakuin kesalahan. Gimana gue bisa lupa, dia cewek kurang ajar yang sombong dan berani nantang gue. Dia licik!" umpat Alex dalam hati.
"Belajar buat ngendaliin amarah kamu, AI!"
Alex menyelis tak terima, "Bisa-bisanya dia nasehatin gue?!" batin Alex.
Kayla merasakan aura tidak baik dari ekspresi Alex itu, sepertinya kata-kata Kayla tadi membuatnya terganggu. Jadi Kayla mencoba mengalihkan pembicaraan, agar Alex tidak benar-benar marah.
"Kamu istirahat aja Al, pasti kamu capek kan? Besok kita harus pulang, aku juga mau istirahat."
Alex mendengus, kekesalannya ini tidak berguna. Kayla benar, Alex harus beristirahat karena besok akan menempuh perjalanan jauh lagi, untuk pulang ke camp ground. Lagipula saat ini Alex memang merasa sangat lelah, seluruh badannya pegal. Aneh, saat ia berjalan mencari Kayla tadi ia tidak merasa sepenat ini, padahal perjalanan yang ia tempuh sangat jauh bahkan terjal, yang membuatnya beberapa kali terjatuh dan kakinya sempat terluka. Mungkin semangatnya demi menemukan Miss Kissable lah yang membuatnya kuat dan bisa mengabaikan rasa lelahnya, pikir Alex.
Alex melirik Kayla sekali lagi dan itu kembali membuatnya merasa kesal. la berdecak kesal sembari berdiri, kembali duduk diseberang api unggun dan membiarkan Kayla beristirahat. Kayla duduk bersandar di pohon, dan Alex melakukan hal yang sama. Tapi meski sudah lama saling diam, mata mereka tak lantas terpejam.
"Gimana aku bisa tidur kayak gini, Alex ada di depan aku. Dia ngeliatin aku terus lagi, dia gak akan ngelakuin yang aneh-aneh kan?" batin Kayla was-was.
Sedangkan Alex terdiam mengingat momen-momennya di sekolah dengan Kayla. Saat dulu ia hanya mengenalnya sebagai Kayla, siswi cupu yang selalu jadi bahan tertawaannya bersama ketiga temannya. Saat pertama kali ia membully Kayla, saat mereka pertama kali bertemu, saat Kayla mulai memberontak dan menentangnya, sampai saat Kayla mengobarkan amarahnya hingga ia kehilangan akalnya.
Insiden memalukannya yang brutal itu yang paling tidak bisa Alex lupakan. Saat itu Alex terbawa emosi dan tidak bisa mengontrol dirinya, ia hanya berpikir untuk menghukum Kayla tanpa ia sadari bahwa ia sebenarnya menghukum dirinya sendiri juga. Alex menyesali perbuatannya, meski ia adalah pria yang arogan dan jahat, ia tidak pernah menjadi sebrengsek hari itu. Saat itu ia belum tahu bahwa Kayla adalah Miss Kissable, dan setelah ia mengetahuinya rasa bersalah itu semakin menjadi-jadi dan menghantuinya.
Betapa bodohnya ia, ia sampai melecehkan gadis pujaannya sendiri dan ia tetap tidak mengenalinya. Meski saat itu Alex sadar kalau Miss Kissable nya dan Kayla memiliki beberapa kemiripan, tetap saja amarahnya mengalahkan logika dan hatinya.
la bilang ia mencintai Miss Kissable, merindukannya dan tidak pernah melupakannya? Tapi ia gagal mengenalinya bahkan saat ia dan Miss Kissable itu sendiri sering berhadapan dan bertatap muka? la tidak merasakan sesuatu dihatinya selain kemarahan, padahal ia sendiri menganggap hatinya adalah milik Miss Kissable.
la pantas ditertawakan, Kayla pantas membencinya, dan Miss Kissable.. mungkin juga akan melupakannya.
Bukankah selama ini Alex bisa melakukan segalanya, apapun yang ia inginkan selalu bisa ia wujudkan? Tidak peduli itu baik atau tidak, jika ia menyukainya maka itulah yang akan terjadi. Tapi dalam hal ini, apa ia masih bisa memastikan bahwa yang terjadi haruslah sesuai keinginannya? Bagaimanapun juga, dimata Miss Kissable image buruk dirinya lah yang terlihat jelas.
Meski setelah Alex mengetahui jati diri Miss Kissable yang sebenarnya, perasaannya tidak berubah. Jika ia melihatnya sebagai Kayla, mungkin Alex masih bisa marah tapi tetap saja ia tidak bisa melupakan bahwa Kayla adalah Miss Kissable. Alex tidak bisa membohongi hatinya sendiri, kalau ia masih memiliki perasaan yang sama pada gadis itu. Ketika Kayla menunjukkan bahwa dirinya adalah Miss Kissable, hal yang paling Alex takutkan adalah ia kehilangan Miss Kissable nya. la tidak mau kehilangan cinta pertamanya, tidak peduli gadis itu Kayla atau siapapun, Alex tidak akan melepaskan cinta pertamanya begitu saja.
Setelah Alex merenungi ini selama berhari-hari, ia memutuskan akan memperjuangkan cinta pertamanya. Meskipun Kayla tidak menyukainya atau mungkin membencinya, Alex akan tetap mencintainya. Alex akan tetap menjadi Mr Strawberry untuk Miss Kissable. Seperti niatnya, tekadnya, dan janjinya, Mr Strawberry ingin selalu melihat Miss Kissable bahagia dan merasa nyaman berada di dekatnya. Ingin selalu menjaganya dan tidak membiarkannya terkena masalah. la ingin menjadi pelindung Miss Kissable dan kekuatannya.
Meski setelah semua yang terjadi, kemungkinan terbesarnya adalah Miss Kissable tidak akan mau menerimanya.
Apapun itu, Alex akan selalu berusaha agar ia tidak kehilangan Miss Kissable. Tentang Miss Kissable mau menerimanya atau tidak, biarlah waktu dan takdir yang memutuskan.
... ....
... ....
... ....
Rasa kantuk Kayla mengalahkan rasa cemasnya. la pun tertidur meski sebelumnya merasa risih dan was-was karena Alex terus melihatnya. Sesekali Kayla bergerak dalam tidurnya, merasa kesal karena nyamuk mengganggu tidurnya. Tiba-tiba Kayla merasakan sesuatu menyentuh tubuhnya, ia penasaran lalu membuka matanya.
"Akh....!!" Kayla reflek menutup mulutnya dan berjengkit kaget.
Betapa kagetnya Kayla melihat Alex berada tepat di depannya. Sangat dekat, dan Alex tadi.. menyentuh pundaknya?
Manik tajamnya itu menatap lurus ke mata Kayla. Diposisi sedekat ini, apa yang Alex lakukan? Bukankah tadi dia duduk diseberang sana, di dekat pohon yang jaraknya beberapa meter dari Kayla. Lalu sejak kapan dia disini?
"K-..kamu.. mau apa?" tanya Kayla was-was.
"Mau makan elu!"
... ....
... ....
... ....
__ADS_1
... ....
... Bersambung...