Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Alex Berubah


__ADS_3

Kayla memalingkan wajahnya seraya mengangkat sebelah tangannya untuk menutupi wajahnya dengan punggung tangannya itu, sebelah tangan lainnya mendorong dada Alex, karena pria bermata tajam itu terus mendekatinya.


"Al, jangan gila kamu!" bentak Kayla.


Kemarahan dalam diri Alex mulai menipis saat melihat raut ketakutan dari wajah Kayla. la tidak sanggup melihat Miss Kissable nya merasa terancam dan ketakutan, karena ia selalu ingin melindungi Miss Kissable dan menjaganya. Tapi apa yang ia lakukan sekarang?


Alex tidak mungkin lupa kalau Kayla adalah Miss Kissable. Waktu itu saat ia melihat air mata Kayla ia merasa sakit kan? Kenapa, padahal saat itu ia belum tahu kalau Kayla adalah Miss Kissable, ia hanya berpikir itu efek perasaannya pada Miss Kissable, jadi hatinya melembut dan tidak tega melihat Kayla dibully. Tapi sekarang ia sudah tahu kebenarannya, gadis dibawah kungkungannya ini adalah Miss Kissable nya, dan tetap saja ia mencoba menyakitinya? Apa kemarahannya pada Kayla lebih besar dibandingkan rasa cintanya pada Miss Kissable?


Alex mendengus nafas panjang seraya menutup matanya, mendengarnya Kayla pun mengintip Alex dari balik tangannya. Alex kemudian membuka matanya seraya menjauh dari Kayla, membuat Kayla terpana sekaligus lega.


"Jangan pake parfum ini lagi! Atau gue bakal bener-bener lakuin hal gila!" gertaknya datar tanpa melihat Kayla.


Kayla mengernyit bingung, "Parfum?Maksudnya?"


"Elu pake parfum apa?"


"Strawberry fresh mint." jawab Kayla dalam kebingungannya.


"Elu tau gue suka stroberi, dan gue gak tahan kalo nyium bau itu!" ketus Alex.


"What?! Jadi.. karena itu.." batin Kayla, ia lantas menunduk menilik pakaiannya.


Kayla terdiam mengernyit, kata-kata Alex barusan terngiang kembali di benaknya.


"Jangan pake parfum ini lagi! Atau gue bener-bener lakuin hal gila!"


"Astaga, jadi Alex gak tahan sama.. stroberi?! Jangan-jangan waktu itu..." batin Kayla.


Ia sontak terbayang insiden ciuman paksa yang lakukan padanya beberapa waktu lalu. Terbersit dalam hati Kayla, mungkinkah itu salahnya karena memakai parfum kesukaan Alex? Sehingga Alex sampai melakukan hal gila karena tidak tahan dengan aromanya? Tapi... perlakuan brutalnya itu sangat keterlaluan kan, mana bisa Kayla memakluminya!


"Kalo gitu.. jangan dekat-dekat aku! Kenapa kamu harus ngelarang aku pake parfum itu? Aku kan juga suka itu" sahut Kayla cuek.


Alex berdecak kesal seraya beranjak menuju pintu dan hendak membukanya. Sebelum itu ia menoleh sekali lagi dan berbalik.


"Kita bikin kesepakatan. Elu gak bakal sebut-sebut apapun soal gue, atau Mr Strawberry!"


"Dan kamu gak akan ngebully siapa pun lagi!" imbuh Kayla.


Alex mendelik sinis, ia paling tidak suka diatur, dan apa yang Kayla katakan barusan? Bagi Alex, kata-kata Kayla itu sama saja menekan Alex untuk mengikuti kemauannya, dan Alex benci itu.


Ini bukan dirinya, Alex tidak menuruti perintah ataupun aturan, tapi dia lah yang memerintah dan mengatur. Sekarang apa, seorang gadis cupu yang sok berani dan paling menjengkelkan di sekolahnya mencoba membuat Alex menurutinya? Jika Alex tidak menurutinya, maka hal pertama yang Alex waspadai.. bisa terjadi kapan saja. Secara, gadis dihadapannya ini kan bisa saja berbuat nekat, dan benar-benar membongkar rahasia Alex tentang stroberi.


"Gimana? Kalo kamu gak setuju, aku juga gak akan setuju!" tanya Kayla.


Huh, menyebalkan sekali, Alex tidak pernah menyangka akan ada hari ini dalam hidupnya. Dimana dia harus menuruti kemauan seorang gadis yang bahkan pernah menjadi korban bullyingnya sendiri, dan harus menyetujui kesepakatan yang sebenarnya ia yang membuatnya, tapi malah dimanfaatkan oleh gadis itu. Sial!


Alex mengangguk samar, membuat Kayla tersenyum tipis. "Tapi inget, jangan ngomong apapun! Awas aja kalo lu berani!" ancam Alex.


"Hm" Kayla memutar bola matanya malas.


Alex berbalik dan membuka pintu yang sebelumnya ia kunci. la menoleh sekali lagi ke arah Kayla sebelum keluar, dengan tatapan tajamnya yang terlihat sangat kesal.


Ketika pintu terbuka, Alex melihat banyak sekali orang berdiri di depan pintu toilet. Dan dibarisan terdepan, ada ketiga temannya yang menatap penuh tanya pada Alex.


Alex menelan salivanya, "Mereka nggak nguping kan?" gumamnya dalam hati.


"AI?" tanya Bima seraya menaikkan dagunya sekali. Alex mengabaikannya dan berlalu meninggalkan mereka semua.


Setelahnya barulah Kayla keluar dari toilet, membuat semua mata tertuju padanya. Mereka memandang Kayla dari ujung kaki sampai ujung kepala, membuat Kayla merasa kikuk dan bingung.


"Kay, kamu gak papa?" tanya Adit cemas, Kayla mengangguk.


"Kamu gak diapa-apain kan sama Alex?" Nia pun ikut nimbrung.


"I'am fine! Diapa-apain gimana sih Ni?" Kayla terkekeh.


"Jangan bercanda Kay, jelas-jelas Alex marah banget sama lu. Dia datang pagi-pagi banget cuman buat ngehukum elu!" kata salah satu siswa yang bersama mereka.


"lya bener, tapi dia cuman marah doang kok."


"Jangan ditutup-tutupin Kay, apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana?" tanya siswi lainnya.


"Kamu beneran gak diapa-apain?" tanya Adit lagi.


Kayla terkekeh geli, "Serius aku gak papa, liat sendiri kan?"


Mereka semua terdiam memandangi Kayla, dengan pandangan bingung.


"Alex gak nyentuh aku sama sekali kok"


"Hah? Gak disentuh gimana, jelas-jelas tadi kita liat dia dorong kamu." timpal siswa lainnya.


"lya cuman itu, gak terjadi apa-apa di dalam. Dia gak nyentuh aku sedikit pun. Lagian kalo pun dia mau.. dia tetap gak akan lakuin!" ucap Kayla dengan percaya diri seraya tersenyum pada Adit, dan sekarang Adit mengerti maksudnya.


"Maksud Iu?"


"Alex itu udah berubah kok, dia gak sejahat dulu lagi. Liat kan, semarah-marahnya dia sama aku dia cuman ngomong kasar doang, gak ngapa-ngapain." ujar Kayla serius, membuat mereka semua terdiam.


Mereka takjub mendengarnya, Alex berubah?Memang terdengar mengejutkan bagi mereka, tapi ini kabar baik kan. Adit juga merasa lega setelahnya, karena itu berarti rencana Kayla sudah mulai berjalan baik dan kedepannya pasti akan lebih baik. Cepat atau lambat, jika hal seperti ini terus berlangsung maka perubahan pasti akan terlihat.


Namun, masih ada saja diantara mereka yang nampak tak suka dengan Kayla, apalagi yang Kayla katakan barusan. Mereka itu yang memang tidak menyukai Kayla, sejak Kayla menantang Alex. Termasuk Bima, Sandi, dan Vicky tentunya.


Kayla menoleh ke arah Bima, Sandi dan Vicky yang menatap sengit ke arahnya. Nampaknya mereka juga heran melihat Kayla tidak lecet sedikitpun, apalagi setelah Kayla mengatakan kalau Alex tidak melakukan apapun padanya, mereka nampak tak terima. Padahal jelas sekali Alex begitu marah padanya, bahkan sampai stres semalam.


"Masih disini? Nggak mau nyusulin bos kalian yang lagi galau itu?" sindir Kayla, membuat amarah mereka tersulut.


"Galau?"


"Hah, galau?"

__ADS_1


Suara para siswa dan siswi disana bergumam pelan bersahutan setelah mendengar yang baru saja dikatakan Kayla. Sedikit ricuh namun mereka tetap menjaga agar tidak terjadi keributan mengingat Bima, Sandi, dan Vicky masih disana.


Vicky berdecak kesal seraya memutar bola matanya jengah, melihat Kayla berbicara dengan santai dan bangga seperti itu membuatnya muak. Bagaimana Alex bisa menahan amarahnya saat berhadapan dengan gadis kurang ajar ini? Saat tadi Alex keluar, mimik wajahnya sudah berubah, tak tegang dan merah padam lagi seperti semalam, juga tidak gelisah seperti pagi ini sebelum dia bertemu Kayla.


"Sialan lu!" umpat Sandi.


"Licik lu ya! Alex mungkin bisa sabar atau maafin lu, tapi kita enggak! Kalo pun Alex udah bikin perhitungan sama lu, kita belum! Awas aja lu!" ancam Bima geram seraya melotot dan menunjuk Kayla.


Ketiganya pun beranjak pergi dengan membawa kekesalan dan banyak pertanyaan yang membingungkan, mereka harus segera menginterogasi Alex terkait hal aneh ini.


... ....


... ....


... ....


Alex duduk di markasnya sambil membuat ukiran sesuatu di pohon. Setidaknya mengerjakan ini membuat pikirannya sedikit relaks, meskipun saat ini pikirannya dan perasaannya masih saja berkecamuk.


la masih marah dan belum menuntaskan kekesalannya, tapi ia tidak tega membuat Miss Kissable nya merasa terganggu, dan ia tidak mau Miss Kissable marah padanya juga, apalagi sampai membencinya. Meski ia tahu Kayla pasti membencinya. Bagaimanapun juga, Kayla adalah gadis yang pernah teraniaya olehnya. Alex sendiri masih tidak mengerti dengan perasaannya saat ini, juga jalan pikirannya. Karena fakta mengejutkan tentang identitas Miss Kissable pun masih sulit ia terima.


Alex terkesiap saat mendengar ocehan dan umpatan kasar dari ketiga temannya. Ketiganya berjalan mendekati markas, mereka terlihat kesal dan saling berdebat. Sampai mereka duduk di sisi Alex pun, mereka masih saja berdebat.


"AI, lu harus jelasin!" ujar Sandi kesal, seraya menepuk bahu Alex.


"Jelasin apa?" tanya Alex datar, tanpa menoleh.


Alex masih memfokuskan tatapannya pada permukaan pohon yang diukirnya, sambil mendengarkan ocehan teman-temannya.


"Apa yang terjadi di toilet tadi? Kenapa gak ngajak-ngajak kita?"


"lya nih, nutup pintu depan muka gue!" sungut Bima.


"Gak ada. Dia ngadu ke Miss Kissable, sekarang Miss Kissable tau siapa gue disekolah. Mau ditaro dimana muka gue?!" jawab Alex kesal.


"Jadi beneran lu cuman marah-marah doang?" tanya Vicky.


"Elu kenapa sih Al? Jangan cuman gara-gara dia ngadu ke Miss Kissable, lu jadi ciut gini!" ujar Bima.


"lya nih Al, gue gak rela liat si cupu ngerasa menang kayak tadi!" Sandi menimpali.


"Gue gondok banget tau gak sama tuh cewek! Apalagi pas tadi dia ngomong dengan bangganya di depan kita semua-.."


"Dia ngomong apa Vick?" sergah Alex cepat.


"Dia bilang elu gak ngapa-ngapain dia!Bukannya elu buru-buru pengen ketemu dia buat kasih perhitungan?"


Alex pikir Kayla akan bicara tentang Mr Strawberry atau rahasia Alex di depan mereka semua, tapi ternyata itu tidak terjadi. Alex lega mendengarnya.


"Dia juga bilang elu udah berubah! Apaan tuh Al? Kalo lu berubahnya dari jomblo jadi bucin sama Miss Kissable sih.. kita gak keberatan, ya nggak bro?" kesal Bima.


"Yoi..!" sahut Sandi dan Vicky, membuat Alex terdiam sekaligus lega.


"Tapi kalo lu berubah jadi cemen, kita gak terima!" lanjut Bima.


"lya, gak banget Al! Jangan sampe tuh cewek manfaatin Miss Kissable buat bikin lu lemah, apalagi sampe ngerendahin harga diri lu!" timpal Vicky.


"Gue jadi kepikiran sama ancaman dia tempo hari deh, apa jangan-jangan waktu itu dia udah ngadu ke Miss Kissable ya, makanya dia berani ngancem lu?!" kata Sandi.


"Ancaman?" monolog Alex.


(Flashback On)


"Cewek sialan! Masih nekat lu nyebut cewek gue?" Alex menyentak dan melepaskan cengkeramannya kasar, membuat Kayla terhuyung dan hampir jatuh.


"Ikat dia juga!" bentak Alex, membuat ketiga temannya dengan sigap mendekat ke arah Kayla dan mencoba menyeretnya.


Tapi emosi dalam diri Kayla memberinya kekuatan lebih sehingga ia bisa menyentak pegangan ketiga pria itu.


"Brengsek!! Kalian semua brengsek!" jerit Kayla seraya menyentak Sandi, Bima dan Vicky.


Mereka dibuat terperangah dengan berontakan Kayla yang mengejutkan. Kayla menghadap Alex lagi dan berkata dengan tegas seraya menunjuk wajahnya.


"Alexander Smith William! Kamu dalang dari semua kezaliman ini. Aku pastiin hidup kamu bakalan berubah, dalam hitungan hari!"


Duaarrrr........


Kayla menjentikkan jarinya tiga kali didepan wajah Alex saat menekankan kalimat terakhirnya. Alex melotot berang mendengarnya, begitu juga Bima, Sandi ,dan Vicky yang amarahnya tersulut.


(Flashback Off)


"Dia sempet ngamuk kan waktu itu, trus ngancem lu." lanjut Sandi.


"Mungkin juga dia ngadu sama Miss Kissable abis itu." Vicky pun ikut menebak-nebak.


"Elu gak khawatirin itu kan Al, secara.. waktu itu elu sempet diem abis dia ngancem? Jangan sampe ancaman itu jadi kenyataan, elu berubah dan reputasi lu bisa ancur!" ujar Bima."


"Sinting lu! Gue gak berubah, dan gak bakal takut sama ancaman kecoa gitu doang!" sewot Alex.


"Bagus lah, jangan sampe reputasi lu dihancurin cuman gara-gara ancaman itu, meskipun Miss Kissable tau semua kelakuan lu!" lanjut Bima.


"Ya gak bakal gue biarin lah!" sahut Alex.


Alex terdiam, mengingat-ingat kejadian itu, juga kejadian-kejadian sebelumnya, dimana ia dan Kayla beberapa kali berhadapan. Bagaimana ia menunjukkan kemarahannya dan tatapan membunuhnya pada Kayla. Bahkan ia tidak segan-segan menyakiti Kayla dengan tangannya sendiri waktu itu.


Alex mendengus panjang, membuat ketiga temannya menangkap raut kegelisahan dari wajahnya.


"Apa yang lu pikirin AI? Elu jangan ngalah gini dong sama Si cupu, ini bukan elu banget tau!" ujar Bima.


"lya bro! Lakuin sesuatu dong, seenggaknya kalo lu takut, kasih aja tugas ke kita!"

__ADS_1


"Gue gak takut, San! Gue cuman mikirin Miss Kissable!" bantah Alex.


"AI, jangan jadiin Miss Kissable kelemahan lu! Elu boleh jatuh cinta sama dia, perjuangin dia, tapi jangan biarin si cupu itu ngeganggu hubungan lu sama dia" kata Vicky menenangkan.


Bima terkekeh, "Gue paling gak terima pas tadi Si cupu bilang elu galau, tapi ternyata yang dia bilang itu bener. Bisa-bisanya elu galau gara-gara Si cupu itu!"


"Galau?" Alex terkekeh sadis, "Trus menurut lu gue harus gimana? Gara-gara dia, Miss Kissable jadi berjarak sama gue?!"


"Hedeeeh.. Al.. Al, belum juga jadian lu sama Miss Kissable, udah rumit aja kisah asmara lu." kata Sandi seraya menggeleng.


"Kasih tau dong gue harus ngapain, gue harus gimana, bantuin gue mikir, kasih saran kek! Ini pertama kalinya gue jatuh cinta, masa' gue harus ngelupain cinta pertama gue sih?!" rengek Alex.


"Eh gila lu, mikir lu sampe kesitu? Kalo lu beneran suka sama Miss Kissable, ya lu perjuangin dong! Kenapa lu gampang nyerah gini sih, sampe mikir buat ngelupain gitu aja?" kesal Vicky.


"Seorang Alex.. yang gak kenal kata nyerah apalagi kalah, masa' keok sih sama cewek cupu itu? Mana diri lu yang dulu AI?" kesal Sandi.


"Ngomong apa lu, San? Sialan! Cuman gara-gara gue gak ngapa-ngapain dia di toilet tadi, lu mikir gue keok, kalah sama dia?!" Alex berdecih kesal.


"Gue setuju sih sama Sandi, sejak lu jatuh cinta, elu emang udah keliatan berubah. Kita sih gak masalah sama itu, tapi kalo sampe elu jadi gak tegas lagi, banyak ngalah, apalagi gak peduliin kekurang ajaran kayak yang dilakuin si cupu.. itu artinya lu kalah dong, lu dianggap keok dong? Itu bukan elu banget kan?" ujar Bima.


"Dan kita gak mau sampe reputasi lu rusak gara-gara itu, Al! Elu ngerti itu kan?" sambung Vicky.


"Oke gue ngerti, thanks buat kalian. Tapi gue tanya, apa cewek-cewek kalian suka atau ngedukung kalian selama ini? Mereka setuju kalo kalian jadi kaki tangan gue ngebully anak-anak? Pernah gak mereka marah sekali aja, pas mereka tau kalian ngelakuin hal yang gak bener?"


Pertanyaan Alex membuat Bima, Sandi dan Vicky terbungkam dan hanya bisa saling lempar pandangan.


"Emm.. gini deh Al, mendingan lu ngomong baik-baik sama Miss Kissable, lu jelasin gimana kek, biar dia gak percaya sama si cupu. Biar hubungan lu sama dia jadi membaik juga." ujar Bima.


"He'eh, bohong dikit juga gak papa lah, yang penting kalian baikan." timpal Sandi.


"Kalo bohong gak mungkin! Lagian gue bisa jelasin apa, dia tau semuanya!" sahut Alex.


"Ya bohong dikit bisa lah.. kan demi kebaikan Al" kata Sandi lagi.


"Gak bisa." sahut Alex frustasi.


"Kalo aja Kayla bukan bukan Miss Kissable, pasti gue bisa ngeles. Tapi ini.. gak mungkin gue bisa bohong sama Miss Kissable sendiri." sambungnya dalam hati.


"Kalo gue jadi lu juga mungkin gue gak tega bohongin cewek gue." ujar Vicky.


"AI, kalo pun Miss Kissable tau soal kelakuan lu di sekolah, gak semuanya juga kan dia tau? Elu bisa kasih tau dia kalo si cupu itu murid baru, dan gak tau banyak soal elu. Jadi si cupu gak bisa dipercaya. Ya bisa lah elu ngeles-ngeles dikit!" timpal Bima.


"Kayla emang belum lama sekolah disini, tapi kan dia korban bullying gue bro, udah jelas gimana buruknya gue dimata dia. Dan Miss Kissable..." Alex hanya menggeleng lesu tanpa meneruskan kata-katanya.


Alex menghela nafas gusar. Bima, Sandi, dan Vicky tidak tahu saja kalau Kayla lah Miss Kissable nya. Dan Miss Kissable sebenarnya adalah Kayla, si cupu yang tengah mereka bicarakan. Bagaimana Alex bisa bicara baik-baik dengan Miss Kissable dan membujuknya? Miss Kissable tidak bisa dibohongi, bukan karena Alex tidak mau atau tidak tega membohonginya, tapi dia kan memang tahu semuanya tentang kelakuan Alex di sekolah.


"Jelasin baik-baik, kalo pun lu gak bisa bohongin dia, ya lu rayu-rayu kek biar dia gak ngambek lagi. Bilang kalo lu bener-bener suka sama dia, tunjukin kalo lu emang serius. Gue yakin, dia pasti ngerti. Urusan lu diterima atau enggak.. itu belakangan dulu lah, yang penting kan usaha" kata Vicky panjang lebar.


"Iya, ide bagus tuh!" ujar Bima. Sandi pun mengangguk.


Alex mengernyit, "Yakali gue ngerayu Kayla?" batinnya.


"Lagian gue heran ya, Si cupu itu tuh rese'nya gak ketulungan, udah suka ngerusuhin urusan kita di sekolah, eh sekarang dia ngerusuhin hubungan lu sama Miss Kissable juga?!" ujar Vicky.


"He'eh parah tuh! Segala berani ngancem juga lagi! Fix dia balas dendam ini!" ujar Bima seraya menautkan alisnya.


"Balas dendam? Feeling gue kok malah sebaliknya ya?" Ketiganya pun lantas melirik Sandi saat ia mengatakan itu.


"Maksud lu?" tanya Alex.


"Feeling gue, Si cupu itu suka sama lu Al!Makanya dia ngerecokin lu mulu, nyari-nyari perhatian lu! Makanya dia juga ngerusuhin hubungan lu sama Miss Kissable, tempo hari juga dia ngebahas Miss Kissable kan, ngata-ngatain lagi!" sahut Sandi.


"Oh.. gue kok gak kepikiran kesana ya, masuk akal sih, San" ujar Vicky.


Alex hanya bisa mendengus kesal seraya menggeleng mendengarnya, "Kalo dia bukan Miss Kissable, gue mungkin juga sependapat sama lu, San! Tapi nyatanya, dia ngebahas Miss Kissable tempo hari karena dia gak suka kita ngehukum siswi itu mengatas namakan dia!" gerutu Alex dalam hati.


"Menurut gue sih dia balas dendam, kita kan sering ngebully dia. Dan Alex yang paling parah, sampe nyium dia segitu nafsunya!" Alex melotot tajam ke arah Bima, tapi Bima masih melanjutkan kata-katanya.


"Hari itu kan paling parah bullyan yang dia terima, menurut gue, kalo dia malu atau trauma pasti dia gak bakal mau masuk sekolah lagi. Tapi apa, dia malah makin nantang, sampe berani ngelapor ke KepSek! Apa namanya kalo bukan balas dendam?"


"Sekarang.. dia ngelibatin Miss Kissable juga buat balas dendamnya ke elu Al! Makanya elu mesti ngomong baik-baik sama Miss Kissable, jangan sampe dia terpengaruh sama Si cupu itu!"


Alex menyandarkan punggungnya di pohon, "Dia balas dendam kek, nyari perhatian kek, itu gak penting! Sekarang yang gue pikirin, gimana caranya nutup mulut dia? Dia bisa ngehancurin hidup gue kapan aja. Sekarang aja dia bikin Miss Kissable ngejauhin gue."


Alex mendengus lesu. "Ya nggak sampe hancur juga lah Al hidup lu, Miss Kissable tau semua tentang lu ada bagusnya juga loh! Jadi gak ada ditutup-tutupin, bagus lagi sih kalo lu jujur dari awal" ujar Bima.


"Ah, emang dia siapanya Miss Kissable sih, sok berani ngehasut Miss Kissable sama ngancem lu gitu?! Sombong banget keliatannya." ujar Vicky jengkel.


Alex mendesah kesal, "Berantakan!! Mungkin dalam waktu dekat ini, Miss Kissable gak bakal mau nemuin gue dulu. Menurut kalian.. apa Miss Kissable bisa nerima gue?"


... ....


... ....


... ....


... ....


... Bersambung...


*Hallo readers tersayang Miss Kissable & Mr Strawberry....!


Maaf ya kemarin cuman bisa update satu episode, ada kendala soalnya. Dan...


mungkin beberapa hari ke depan selama bulan ini juga aku nggak bisa se'aktif sebelumnya 😓🙁


Tapi aku usahain kok biar tetap update dua episode perhari nya. Semoga kalian tetap suka ceritanya yah...🤗


Jangan lupa ya guys, abis baca di like juga ❤️ biar aku tambah semangat...😍

__ADS_1


__ADS_2