Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
P-four Bubar


__ADS_3

"Nia, kamu yakin Alex bawa Kayla ke arah sini?"


"lya Dit, aku liat kok."


"Tapi kemana mereka, kok gak keliatan?"


Nia dan Adit terus mencari Kayla yang dibawa Alex entah kemana. Kemudian Adit terpikir mungkin Alex membawa Kayla ke belakang sekolah, ia pun mengajak Nia kesana.


"Kesini Dit? Kamu yakin mereka-.. Hah? itu dia!"


Nia sebelumnya celingak-celinguk kemudian ia melihat Kayla bersama Alex sedang berada di markas P-four.


Adit cukup bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Alex membawa Kayla ke markasnya? Bukankah selama ini tidak seorangpun yang Alex izinkan untuk datang ke markasnya, Alex tidak suka markasnya dimasuki oleh siapapun selain dirinya dan ketiga temannya. Tapi hari ini, dia sendiri yang membawa seorang siswi kesana.


"Alex bawa Kayla kesini? Ada apa ya?" gumam Adit.


Nia dan Adit bersembunyi di belakang pohon yang jaraknya tidak terlalu jauh dari markas Alex. Mereka tidak berani mendekat sebelum tahu permasalahannya, karena yang mereka hadapi Adalah Alex.


"Hah!" Kaget Nia yang langsung menutup  mulutnya ketika melihat Alex akan mencium Kayla.


Adit terbelalak, ia mengepalkan kedua tangannya dan hendak menghampiri Kayla dan Alex untuk menghentikan kekurang ajaran ítu. Baru selangkah Adit maju, ia terhenti karena kembali dibuat kaget saat Kayla menampar Alex. Nia pun kembali terperangah kaget.


"Dit.." cicit Nia cemas


"Kalo kamu percaya, kenapa kamu minta aku jauhin kamu?"


Nia dan Adit mengernyit bingung, mereka tidak mengerti maksud dari pertanyaan Alex itu. Merekapun kembali menyimak.


"Kenapa kamu manggil aku Miss Kissable?"


"Hah? Miss Kissable?" ulang Adit dan Nia yang terkejut mendengarnya.


Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka dengar ini. Bukankah Miss Kissable itu nama gadis yang membuat Alex jatuh cinta? Jadi maksudnya.. Alex jatuh cinta pada Kayla, begitu? Sungguh, Adit dan Nia syok mendengarnya.


"..kalo gitu jauhin aku!"


"Dit, kok Kayla minta Alex jauhin dia? Aku gak ngerti deh."


"Mereka emang punya hubungan ya? Kalo enggak, Kayla gak akan ngomong gitu kan?" gumam Adit dalam hati, ia jadi merasa minder.


"Dit, Alex marah." ujar Nia saat melihat Alex menarik tangan Kayla dengan kasar dan memegang bahunya.


"Tenang Ni, Kayla pasti bisa ngendaliin  situasinya ini" kata Adit.


Kayla dan Alex nampak berbicara serius, mereka saling menatap dari jarak dekat. Nia dan Adit semakin menajamkan pendengarannya, karena Kayla dan Alex berbicara pelan, Nia dan Adit tidak bisa mendengarnya dengan jelas.


"Mereka ngomong apa ya?" Adit penasaran.


"Gak kedengeran, Dit."


Melihat Alex menyentuh wajah Kayla dan menghapus air matanya, Nia dan Adit kembali terperangah. Hati kecil Adit merasa tidak rela melihatnya.


"Ya ampun.. serius itu Alex? So sweet banget.." kata Nia.


"Kenapa Mr Strawberry lebih penting, kenapa juga kamu peduliin semua orang, selain aku? Kamu pengen aku berubah, aku gak bisa! Ini diriku, Miss Kissable.."


"Mr Strawberry? Alex nyebut Mr Strawberry, Ni?!"


"lya Dit. Trus Alex juga ngomongnya pake aku-kamu loh sama Kayla."


Sungguh mereka berdua tidak mengerti ada apa diantara Alex dan Kayla. Mereka lagi-lagi dibuat geleng-geleng kepala dengan fakta ini, ternyata Kayla diam-diam dekat dengan Alex? Lalu siapa Mr Strawberry, dan apa yang membuat Alex marah pada Kayla? Tapi meskipun marah dia tetap bicara dengan lembut? Sulit dipercaya.


"Stop Al, gak ada lagi Miss Kissable! Miss Kissable cuman buat Mr Strawberry."


"Apa, apa? Aku gak ngerti Dit, Miss Kissable cuman buat Mr Strawberry, maksudnya apa?"


Adit semakin tegang menyimak obrolan mereka, Adit menyimpulkan bahwa Kayla menyukai Mr Strawberry, dan Alex cemburu. Adit juga merasa cemburu, tapi ia sadar diri kalau ia hanyalah teman bagi Kayla.


"Miss Kissable, jangan tinggalin aku.."


Nia dan Adit hanya bisa melongo tak habis pikir mendengarnya. Alex tidak ingin Kayla meninggalkannya? Mengetahui fakta bahwa Miss Kissable yang Alex cintai adalah Kayla saja sudah membuat kedua teman Kayla ini tak habis pikir, sekarang mereka melihat dan mendengar langsung Alex memohon pada Kayla agar tidak meninggalkannya. Apa seserius itu perasaan Alex pada Kayla?


"Mr Strawberry butuh kamu, Miss Kissable."


"Tapi kamu gak butuh aku."


Nia dan Adit saling melirik, mereka mencoba memahami satu hal. Mr Strawberry adalah Alex, benarkah itu?


"Aku mohon.. jangan lakuin ini ke aku! Aku cinta sama kamu."


Nia dan Adit sama-sama tak menyangka Alex akan mengatakan secara langsung pada Kayla bahwa ia mencintainya. Bahkan Alex yang terkenal angkuh dan selalu jaim itu rela merendahkan dirinya di depan Kayla saat ini, tanpa sungkan ia memohon agar Kayla tidak meninggalkannya. Sebesar itukah cintanya pada Kayla?


Tapi Kayla terlihat tak peduli dengan permohonan Alex, ia tetap meminta Alex menjauhinya meski Alex terus menolak, dan ia tetap pergi meski Alex berkali-kali mencegahnya.

__ADS_1


Setelah Kayla pergi, Nia dan Adit pun pergi dari sana. Keduanya berjalan sambil melamun, banyak hal yang baru mereka ketahui, yang Kayla sembunyikan dari mereka. Dan juga fakta yang mengejutkan mereka tentang hubungan antara Kayla dengan Alex. Sejak kapan Kayla dan Alex dekat, sejak kapan Alex jatuh cinta pada Kayla yang ia sebut sebagai Miss Kissable? Dan Kayla.. dia menyembunyikan ini dari Nia dan Adit.


Nia dan Adit duduk di taman sekolah, keduanya menghela nafas panjang.


"Aku gak nyangka, Ni." ujar Adit.


"Aku juga. Tega banget Kayla nyembunyiin ini dari kita, kenapa dia gak cerita, apa dia gak nganggep kita ini temannya?" Nia merasa sedih dan tersinggung.


Adit melirik Nia dan tersenyum kecut, ia setuju dengan yang Nia katakan, kenapa Kayla tega melakukan ini pada mereka? Kayla selalu terlihat membenci Alex dan menentangnya, tapi ternyata diam-diam dia malah menjalin hubungan dengannya? Adit kesal, bagaimana Kayla bisa seperti itu. Bahkan Nia yang teman sebangkunya dan terdekatnya pun tidak tahu tentang hal ini sebelumnya.


"Dit!" seru Nia tiba-tiba, mengagetkan Adit.


Nia berdiri, "Aku marah sama Kayla! Mana dia, dia harus jelasin ke kita yang sebenarnya. Aku gak terima kayak gini, aku harus ngomong sama dia, dia harus jawab semua pertanyaan aku!" sungutnya menggebu-gebu.


"Sabar dulu Ni!"' sergah Adit, ia pun berdiri.


"Kita liat dulu reaksi Kayla setelah ini, dia abis berdebat kan tadi sama Alex. Kalo dia nunjukin gelagat yang aneh, kita bisa langsung tanyain dia. Tapi kalo dia nunjukin sikap yang biasa aja, kita cari waktu lain yang tepat buat ngomongin ini."


"Kok gitu?" protes Nia.


"Aku pengen tau, seberapa berpengaruh kejadian tadi sama dia. Kalo dia emang ngehargain kita sebagai temannya, dia pasti nunjukin ekspresi bersalahnya. Tapi kalo emang dia niat bohongin kita, dia pasti cuek-cuek aja dan bersikap seolah gak terjadi apa-apa. Lagian kita juga harus hargain privasi dia kan?"


Nia berpikir beberapa saat, kemudian mengangguk.


"Dan aku juga pengen tau, seberapa berpengaruh kata-kata Alex buat kamu Kay! Apa kamu juga suka sama dia?" batin Adit.


... ....


... ....


... ....


Alex menegang, ketiga temannya yang selalu membuatnya tertawa ini sekarang tengah menatap sinis ke arahnya. Mereka terlihat sangat marah, karena mereka sekarang sudah tahu hubungannya dengan Kayla. Mereka sudah tahu bahwa Miss Kissable adalah Kayla, dan Alex adalah Mr Strawberry. Tentu Alex mengerti kemarahan mereka, Alex telah melukai perasaan mereka, karena telah berbohong dan merahasiakan hal sebesar ini dari ketiga temannya yang selalu mendukungnya itu.


Alex menutup matanya serta mengerutkan wajahnya, ia sungguh merutuki kesalahan besar yang telah ia lakukan. Hal yang ia takutkan sekarang ada dihadapannya.


"Hebat! Lu udah begoin kita, akting lu bagus Al" cibir Bima.


"Gue bahkan gak pernah mikir lu bisa bohongin kita Al! Heh, gak nyangka." ucap Vicky.


"Perfect AI, lu ngecewain kita!" ucap Sandi geram.


"Tunggu, gue bisa jelasin-.."


Alex mendengus berat, "Gue minta maaf, tolong dengerin gue dulu!"


Mereka terkekeh, "Dengerin apa, dengerin lu bohong lagi? Sejak kapan lu kayak gini Al, lu bukan Alex yang kita kenal." ujar Vicky ketus.


Alex semakin kalut, belum selesai masalahnya dengan Miss Kissable, masalah baru muncul dan ini membuatnya frustasi. Hati Alex rasanya sakit mendapat perlakuan iní dari teman-teman akrabnya sendiri.


"Kalian harus dengerin gue, tolong ngertiin gue buat saat ini! Gue sama Miss.."


"Ck, Miss Kissable? Si cupu itu Miss Kissable? Elu gila ya?!" kesal Bima.


Sandi dan Vicky memutar bola matanya malas mendengar Alex menyebut Miss Kissable.


"Gue sekarang jadi geli denger lu ngomong, apaan tuh Miss Kissable, Mr Strawberry." cibir Sandi.


"Kenapa kalian jadi gini sih, gue butuh support kalian!" kata Alex frustasi.


"Kapan kita gak support lu Al? Kita selalu ada buat lu, selalu support lu, selalu iya'in apa mau lu. Tapi apa yang lu lakuin, lu bohongin kita, lu ngerahasian hal sebesar ini dari kita! Gimana kita gak kecewa?!" kata Bima dalam.


"Lu bilang apa, Kayla ngaduin elu ke Miss Kissable? Tapi nyatanya Kayla sendiri Miss Kissable nya. Wow cerita yang keren!" Sandi bertepuk tangan. "Elu ngebodohin kita sama cerita palsu lu itu, lu pikir kita gak sakit?!"


Alex mengacak rambutnya frustasi, "Gue tau gue salah, makanya gue minta maaf..!"


"Minta maaf mah gampang, maafinnya yang susah." gerutu Vicky.


"Bro, jangan gini dong! Gue udah kalut, pliss jangan bikin gue tambah drop. Gue butuh kalian!"


Mereka menertawakan Alex, "Heh, apa lu bilang? Butuh kita? Elu cuman butuh Miss Kissable, iya kan?! Buktinya lu rela ngerendahin harga diri lu sendiri di depan cewek sialan itu. Elu lebih milih ngelakuin itu daripada jujur ke kita."


Alex mendengus frustasi. "Kalian tau kan gue sayang banget sama Miss Kissable, tapi gue juga butuh kalian. Kalian teman-teman terbaik gue!"


"Teman? Teman mana yang tega ngebodohin temannya demi seorang cewek? Cewek itu Al, dia.. yang kurang ajar itu, kenapa harus dia sih?!" sungut Sandi semakin geregetan.


"Dia gak pantes buat lu, tinggalin dia! Masih banyak cewek lain yang lebih baik, lebih cantik, dan lebih ngertiin lu!" tegas Vicky.


"Tapi gue cinta sama dia." lirih Alex.


Sandi berdecih, "Cinta." gumamnya sadis.


"Elu udah buta ya. Elu tau dia, tapi lu tetap bilang cinta? Pake logika Al, cara lu ini udah nunjukin kalo elu lebih mentingin dia daripada kita. Jadi.. lu udah gak butuh kita lagi!" ujar Bima.

__ADS_1


"Kalian ataupun Miss Kissable sama pentingnya buat gue." ucap Alex serius.


"Oh gitu? Jadi kita yang udah nemenin lu selama ini, sama cewek sialan yang baru lu kenal beberapa bulan itu.. SAMA pentingnya buat lu? Bisa-bisanya lu banding-bandingin gitu!" geram Vicky.


Alex menggeleng-geleng frustasi, lagi-lagi ia salah bicara?


"Sorry Al, tapi gue udah gak mau temenan sama pembohong kayak lu lagi" ujar Sandi seraya mengangkat kedua tangannya.


"Yap! Gue juga. Mulai sekarang P-four bubar!"


"Apa-apan lu Bim, gak bisa gitu dong?! P-four gak bisa bubar!" bantah Alex keras.


"Apa lagi, lu udah ngehancurin persatuan kita! Elu bukan cuman bohong Al, elu juga bikin kita kayak orang bego karena percaya sama cerita bohong lu itu! Kita kecewa!" jawab Vicky.


"Vick, lu paling ngerti gue kan? Elu ngerti perasaan gue ke Miss Kissable kan, elu pasti ngerti juga situasi gue sekarang. Kita gak bisa bubar dong!"


"Gue ngerti perasaan lu, tapi gue gak ngerti cara lu. Cara lu ini Al yang bikin kita ngerasa gak dihargain, kalo elu nganggep kita teman lu nganggep kita penting, lu gak akan giniin kita! Gue bisa ngerti apa yang lu rasain, tapi lu gak bisa ngerti apa yang kita rasain Al!"


"Ternyata benar kata orang. Yang paling kita percaya suatu saat bisa jadi orang yang paling nyakitin kita." gumam Bima seraya mematutkan wajahnya.


"Enggak. Gue gak bermaksud nyakitin kalian! Gue cuman belum siap ceritain yang sebenarnya ke kalian-.."


"Dan lu bikin cerita palsu? Elu ngerekayasa keadaan yang cuman nguntungin diri lu sendiri, lu bikin kita percaya kalo lu benci sama Kayla dan cuman manfaatin dia. Tapi nyatanya.. lu cinta sama dia. Diam-diam lu khianatin kepercayaan kita!" ucap Vicky geram.


Alex kembali mengacak rambutnya dan menggeleng-geleng, ia tidak tahu lagi bagaimana caranya membuat teman-temannya ini mengerti dan mau memahaminya.


"Maafin gue.. pliss jangan bubarin P-four. persahabatan kita gak bisa hancur gini dong?!"


"Persahabatan gue, Sandi, sama Vicky gak bakal hancur, karena kita bukan pengkhianat kayak lu! P-four bubar cuman karena lu bukan teman kita lagi. Kita bertiga, bukan empat. Jadi gak ada lagi P-four!"


Duaaaarr......


Bagai tersambar petir, rasanya menyakitkan ketika Bima mengatakan bahwa Alex bukan teman mereka lagi. Mata Alex sudah memerah dan berkaca-kaca, sekali saja ia mengedip maka cairan bening yang menggenang di pelupuk matanya itu pasti membasahi pipinya.


"Kalian mau ninggalin gue?" lirihnya bergetar.


Bima, Sandi, dan Vicky mengalihkan pandangannya dari Alex. Bima lalu terkekeh sadis, "Ini keputusan lu Al! Elu yang udah milih, elu khianatin kita artinya lu siap kehilangan kita. Elu gak mau kan kehilangan cewek itu? Jadi.. lupain kalo kita adalah temen lu!"


"Enggak Bim.." sergah Alex. Bima berbalik, membelakangi Alex.


"San.." Sandi pun berbalik.


"Vick.." Ketiganya beranjak pergi meninggalkan Alex.


Hati Alex mencelos, apa ketiga temannya ini akan benar-benar meninggalkannya? Tubuh Alex mulai gemetar, urat-urat kakinya mulai melemas, dan nafasnya tercekat. Bima, Sandi dan Vicky berjalan membelakangi dirinya, dan semakin menjauh.


"Bro!" seru Alex, mereka mengabaikannya.


"Kalian gak mungkin bisa ninggalin gue! Ini bercanda kan?" Alex tertawa kecil.


Mereka masih mengabaikan Alex dan terus melangkah tanpa menoleh sekali pun.


"Hey.. come on!" seru Alex.


"Ini gak lucu, Bim!" Alex kembali tertawa untuk meyakinkan dirinya jika teman-temannya tidak serius akan meninggalkannya.


"San, gue tau lu gak pernah serius!" Sandi pun sama sekali tidak menanggapinya.


"Vick, gue tau hati lu gak bakal biarin lu lakuin ini ke gue!"


Alex terdiam dan tercekat, ia sudah berusaha menghentikan mereka tapi mereka tetap mengabaikannya. Mereka terus melangkah menjauh dari Alex, apa mereka sungguh tidak peduli lagi dengannya?


Tanpa Alex tahu, Bima, Sandi dan Vicky tengah menekan perasaan mereka. Tangan mereka terkepal kuat dan rahang merekapun mengeras, meski langkah mereka terasa berat, mereka tetap maju. Rasa kecewa merekalah yang memberi mereka kekuatan untuk tetap melangkah maju dan meninggalkan Alex. Tentu mereka tidak ingin persahabatan mereka hancur, tapi perbuatan Alex sendirilah yang telah menghancurkannya.


"Balik!" bentak Alex tiba-tiba, membuat langkah Bima, Sandi, dan Vicky terhenti seketika.


"Ayo balik! Atau gue hajar kalian semua!" pekik Alex membentak.


Bima, Sand,i dan Vicky kembali melanjutkan langkah mereka. Alex menghela nafas berat, ia mengeraskan rahangnya dan menggeram marah. Jadi teman-temannya benar-benar akan meninggalkannya?


"Bima! Sandi! Vicky! Balik, atau kalian gak bakal bisa liat gue lagi!" bentaknya bergetar.


Tapi mereka tetap maju dan melangkah semakin jauh, sampai mereka hilang dari pandangan Alex. Alex menyerah, tubuhnya yang sudah bergetar dan urat-uratnya yang melemas pun tidak bisa menopang tubuhnya lagi. la akhirnya terduduk lemas dengan tatapan kosong.


... ....


... ....


... ....


... ....


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2