Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Tentang Hati


__ADS_3

Lima bulan telah berlalu.


Seiring berjalannya waktu, jarak antara Kayla dan Alex semakin jauh. Meski setelah pertunangan mereka diputuskan secara paksa lima bulan yang lalu, dan keduanya sepakat untuk saling menjauh.. tidak ada yang berubah pada hati seorang Mr Strawberry. Mr Strawberry tetap mencintai Miss Kissable nya, ia bertahan dengan cintanya sebagaimana keinginannya yang ia utarakan pada Miss Kissable lima bulan yang lalu. Hanya saja, ia tidak lagi berjuang ataupun melakukan sesuatu yang bisa mendekatkannya kembali dengan Miss Kissable. Karena itulah yang Miss Kissable inginkan, maka meski berat Mr Strawberry tetap menuruti keinginan Miss Kissable nya.


Menjalani hari-hari tanpa Kayla, membuat hidupnya terasa hampa dan tak berwarna. Meski ketiga teman setianya selalu berada disampingnya, tetap saja mereka tidak berhasil mengubah suasana hatinya menjadi lebih baik. Alex mungkin bisa tersenyum dan ceria kadangkala, ia juga bangkit dari berkabungnya setelah Kayla benar-benar meninggalkannya, ia menjalani hidupnya sebagaimana semestinya yang diinginkan oleh papanya. Namun, tetap saja.. senyumnya, kesenangannya, keberhasilannya, dan kelancaran jalan hidupnya saat ini tidak membuat hatinya puas. Sebagian hatinya tetap hampa, seolah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Bahkan mungkin hatinya memang tidak berada ditempatnya, karena hati itu telah dimiliki oleh Kayla.


Alex mungkin sukses dalam bisnis yang belum lama ia geluti, tapi ia gagal dalam cinta yang diimpikannya. Alex mungkin terlihat baik-baik saja diluarnya, tapi hancur didalamnya. Terlebih satu bulan terakhir, ia begitu tertekan dan tidak rela atas yang terjadi. Lebih tepatnya ia terpaksa menjalani apa yang ditentukan oleh papanya. Karena yang terjadi dalam hidupnya saat ini.. semuanya dibawah kendali sang papa. Alex merasa seperti robot tak bernyawa yang harus menuruti perintah, dan tidak bisa membantah. Sebenarnya jika ia mau ia bisa memberontak, tapi ia tidak bisa mengecewakan cintanya dengan berubah menjadi pribadi yang buruk.


Sementara Kayla, kini telah pindah ke sekolah yang baru. Sebenarnya ia berat meninggalkan SMA Putra Bangsa yang telah memberikan banyak pengalaman dan perubahan dalam hidupnya, meninggalkan teman-teman baik yang mewarnai hari-harinya selama berada disana, dan meninggalkan Alex yang telah membuat tempat dihatinya, juga menciptakan banyak perubahan pada diri Kayla.


Pindah sekolah adalah alternatif yang dipilihkan Mami dan Om nya demi menjauh dari Alex. Demi kebaikan dan ketenangan hati Kayla, juga menghindari hujatan dan cibiran para lidah tajam teman-teman sekolahnya, dikarenakan putusnya pertunangan Kayla dengan Alex.


Hingga kini Kayla masih berusaha untuk move on dari Alex. Nyatanya menghapus rasa yang ada dihatinya untuk Alex sangat sulit, tidak seperti yang dulu bisa ia lakukan ketika menepis perasaannya untuk Kenzo. Kenapa? Kenapa batinnya seolah bertentangan dengan dirinya sendiri dalam hal ini, kenapa ia belum bisa menghapus perasaannya untuk Alex! Meski ia telah berusaha, berpaling dari semua celah yang bisa mencegahnya move on, menghapus segala sesuatu yang menghubungkannya dengan Alex, tapi tetap saja.. sampai sekarang ia belum bisa menghilangkan perasaan itu dari hatinya. Mungkin perasaan yang ada saat ini tidak sebesar sebelumnya, tapi tetap saja itu mengusik ketenangan Kayla.


Kamu dimana Mr Strawberry?


Sebenarnya kamu berada dimana?


Kamu berada dihatiku bagian mana, sehingga aku merasa tersesat saat ingin menyingkirkanmu dari sana.


Tempat macam apa yang kamu buat didalam hatiku, sehingga aku tidak bisa mengeluarkanmu dari sana.


Jujur, aku merasa senang saat menyadari kamu masih betah berada disana. Tapi terkadang aku merasa tersiksa, karena kehadiranmu disana menggangu ketenanganku.


Aku ingin melepaskanmu, tapi aku juga enggan kehilanganmu.


Aku ingin terbebas darimu, tapi aku juga merasa hampa tanpamu.


Jangan kamu kira aku merindukanmu ya!


Mataku mungkin mendamba melihatmu, tapi pikiranku semuanya adalah kamu. Jadi..


mana mungkin aku merindukanmu.


Kenanganmu lekat di memoriku,


jejakmu bahkan enggan beranjak dari ruang hatiku.


Mungkin kamu juga telah menapaki tiap sudut didalam hatiku, sehingga sulit bagiku menghapusmu dari sana.


Cukup Mr Strawberry!


Sampai kapan aku harus begini, aku tidak suka.


Aku merasa jadi makhluk paling bodoh di dunia, karena gagal mengelola perasaan ini."


Kayla menutup buku diary nya setelah selesai menggoreskan pena curhatnya disana. Kayla terkekeh geli, entah sejak kapan dirinya menjadi puitis sendiri. Akhir-akhir ini ia jadi sering menulis bait-bait kata hatinya didalam buku diary nya itu. Entah bagaimana kabar Alex sekarang, Kayla benar-benar memutus hubungan diantara mereka. Mungkin jika mereka mau berteman baik itu tidak masalah, jika mereka bertemu pun mungkin tidak buruk, karena mereka bukan dua orang yang bermusuhan. Tapi Kayla takut goyah akan prinsip yang sudah ia pegang.


Pernah beberapa kali Alex menelponnya, tangan Kayla begitu gatal ingin mengangkat telpon itu, hasratnya juga mendorongnya untuk melayani panggilan itu, tapi hati dan akalnya tetap berusaha teguh pada pendiriannya. Jika sekali saja ia mengangkat telpon itu dan menuruti keinginan dirinya, maka mungkin ia tidak akan bisa berpaling, mungkin ia akan ketagihan dan enggan menghentikan dirinya. Kayla tidak mau itu terjadi, ia tidak mau tersakiti lagi dengan perasaan-perasaan seperti itu. Saat ini saja ia masih belum bisa benar-benar move on dari Alex, lalu bagaimana jika ia membiarkan celah seperti panggilan masuk ke ponselnya itu menciptakan jalan baru untuk dirinya dan Alex!


"Hhuuufft......" Kayla mendesah nafas panjang. Ia tahu betul semenyedihkan apa dirinya saat ini, tapi ia tidak sudi mengakui bahwa ia gagal move on dari Alex.


Derrtt...drrt....


Ponsel Kayla berdering, ia lantas meraih benda pipih itu dan melihat siapa yang menghubunginya.


"Kenzo?!" gumamnya senang.


Wajah lesunya lantas berubah sumringah. Kenzo melakukan video call dengannya kali ini, Kayla terkekeh kecil sebelum menjawab panggilan Kenzo.


"Halo Ken..!"


Wajah Kenzo muncul dilayar ponsel Kayla, dia tersenyum lebar sedangkan perempuan disamping Kenzo nampak pucat dan lemas tapi juga menampilkan senyumannya pada Kayla.


"Kay.. Kenzo junior udah lahir..!" pekik Kenzo girang.


Kayla terperangah takjub, apalagi setelah Kenzo mengalihkan kameranya ke arah bayi merah yang tidur anteng didalam box bayi. Rupanya Kenzo dan Chika berada dirumah sakit, dan Chika sudah melahirkan anaknya.

__ADS_1


"Ya Allah Ken...! Alhamdulillah.. hmm... gemes banget..! Selamat ya Ken.. Chik.. ya ampun kalian..!" jerit Kayla kegirangan sekaligus terharu.


"Congrats Ken, Chik, welcome baby boy..!" seru Kayla lagi. Sungguh Kayla sangat senang dengan kabar baik ini.


"Makasih Kay.." ucap Chika terdengar pelan.


"Kapan lahirnya, Chika baik-baik aja kan?"


"Alhamdulillah Kay. Setengah jam yang lalu, gue hampir tumbang tau nggak liat Chika sekarat." ujar Kenzo sambil menggeleng-geleng mengenang prosesi persalinan istrinya yang menegangkan.


"Eh siapa yang sekarat?! Sembarangan kamu!" sewot Chika.


"Aku baik Kay.. Alhamdulillah. Ini tinggal mulihin kondisiku aja." ujar Chika setelahnya.


"Alhamdulillah...." Kayla menghela nafas lega, senang melihat kebahagiaan diwajah Kenzo dan Chika.


"Kapan ke Bandung nih? Nengokin ponakan baru. Kenzo junior udah kepengen banget digendong sama onty Kayla." lakar Kenzo, membuat Kayla dan Chika tertawa kecil.


"Oke, onty Kayla pasti nyusulin Kenzo junior ke Bandung. Secepatnya Ken, Chik. Aku nanti bilang mami dulu. Ini mami lagi nggak dirumah."


"Oh iya, masih ada satu orang penting lagi yang belum kita kasih kabar baik ini!" ujar Kenzo.


"Siapa?" tanya Kayla dan Chika serentak.


Kenzo terkekeh, lalu melakukan sesuatu pada ponselnya. Kenzo mengundang seseorang masuk ke video call mereka. Layar ponsel Kayla pun terbagi tiga.


Degg


"Alex?" batin Kayla cemas.


Dan benar saja, detik berikutnya wajah Alex muncul dilayar ponsel Kayla. Kayla menegang seketika, jantungnya berdebar-debar kencang.


"Halo Om Alex..!" seru Kenzo antusias sembari menampilkan bayinya ke arah kamera.


Alex sempat terkejut menyadari Kenzo bukan hanya mengundangnya saja untuk video call tapi Kayla juga. Setelahnya Alex tertawa senang melihat kamera Kenzo menampilkan seorang bayi yang menggemaskan disana.


"Wow bro! Congratulation..! Astaga elu jadi bapak-bapak ya sekarang, haha..."


"Boy dong. Liat, mirip kan sama gue?" ujar Kenzo dengan pede'nya, yang hanya ditanggapi Alex dengan tertawaannya.


"Alhamdulillah... gue ikut bahagia bro. Istri lu juga baik-baik aja kan?"


"Baik, nih!" sahut Kenzo seraya mengalihkan kameranya ke arah Chika.


"Selamat Chik, elu hebat. Gue jadi penasaran gimana ekspresi Kenzo pas ngedampingin elu lahiran. Haha..."


"Gue ini suami baik ya! Jangan ngeremehin gue lu, gue udah lulus ujian. Nah.. tinggal elu nih, jaga lu ya!" Kenzo menggoda Alex.


Senyuman diwajah Alex pudar, ia melihat Kayla yang masih memasang wajah tegangnya sejak tadi. Kenzo tidak tahu saja apa yang telah terjadi pada hubungan Kayla dan Alex. Kayla memang tidak pernah memberitahu Kenzo tentang pertunangannya yang sudah putus, dan Alex juga tidak mengatakan apapun karena menurutnya Kayla lah yang berhak memberitahu Kenzo.


"Eh apaan nih, kok pada diem-dieman! Kalian belum saling nyapa loh dari tadi, jangan bilang lagi berantem ya..!" celetuk Kenzo.


"Enggak kok!" sahut Kayla dan Alex serentak.


"Hahaha.. baguslah kalian masih kompak. Udah sehati emang gak bisa bohong ya. Btw, kalian gimana nih?"


Hening. Dan itu membuat Kenzo heran.


"Haloo.... ini gue ngomong sama orang kan bukan sama boneka?!"


"Sorry, tadi kamu nanya apa Ken?" ujar Kayla agak canggung.


"Kalian gimana? Udah ada tanggal nikahnya belum?"


Degg


Mati kutu. Baik Kayla maupun Alex tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan ini. Kayla menyesal meminta Kenzo mengulang pertanyaannya, sekarang apa yang bisa ia katakan untuk menyembunyikan kebenaran dari Kenzo?

__ADS_1


"Haloo... Miss Kissable.. Mr Strawberry...!!" panggil Kenzo menyadarkan Kayla dan Alex dari lamunan masing-masing.


Degg


Panggilan itu.. sudah lama sekali rasanya indera pendengaran Kayla tidak mendengar panggilan itu. Kayla dan Alex sama-sama terkesiap saat Kenzo memanggil, tapi keduanya masih terdiam.


"Hey, jangan bilang kalian nyembunyiin sesuatu dari gue!"


"Emm...-"


Kayla dan Alex sama-sama hendak memulai bicara tapi ternyata suara keduanya bertabrakan lagi.


"Eh gantian dong ngomongnya." Kenzo tertawa kecil.


"Ken, sorry ya aku leave duluan. Mami kayaknya udah dateng deh." kata Kayla menghindar.


"Eh kok leave sih? Kalo Tante Nadia dateng bagus dong, ajak sini!" sahut Kenzo.


"Enggak, emm.. maksud aku.. nanti aku hubungin lagi, Oke!"


Kayla tidak membiarkan Kenzo menjawabnya, ia langsung keluar dari panggilan video mereka. Kayla menghembuskan nafas panjang ke udara sembari memejamkan matanya. Sebenarnya Kayla tidak suka menghindar seperti ini, tapi ia tidak tahan berlama-lama pada situasi seperti tadi.


Melihat wajah Alex membuat perasaannya campur aduk, sedih dan senang dalam satu waktu saling berbenturan, membuat dadanya sesak. Rasanya Kayla ingin menangis, tapi tidak tahu menangis karena apa. Sudah lama sekali ia tidak melihat Alex, dan tidak mendengar suaranya. Kayla tidak menyangka Kenzo akan mempertemukannya dengan Alex hari ini, meski secara virtual saja.. itu sangat membuat perasaan Kayla tak karuan. Entah bagaimana dengan Alex sendiri, Kayla tidak memiliki keberanian dan kekuatan melihat Alex lebih lama meski tidak secara langsung bertemu.


Tangan Kayla terangkat untuk menyentuh dadanya, debaran jantungnya yang kencang terasa mengganggu pernafasannya, Kayla menarik nafas sambil memejamkan matanya demi menenangkan hatinya. Seketika wajah Alex yang berhias keceriaan tadi muncul dipelupuk matanya.


"Mr Strawberry, gimana kabar kamu? Kamu baik kan, aku senang liat kamu ketawa."


.......


.......


.......


Alex duduk di tengah ranjangnya, satu detik yang lalu panggilan videonya dengan Kenzo berakhir, ia menghempaskan ponselnya reflek seiring dengan tangannya yang jatuh gontai kesisi tubuhnya. Perasaannya masih tak karuan, ia tegang dan bingung selama beberapa menit yang lalu. Alex menghembuskan nafas ke udara, menelan salivanya berkali-kali. Bagaimanapun juga emosi dan gejolak hatinya tidak stabil saat ini.


Hari ini Kenzo memberinya kabar baik sekaligus kejutan, kabar baik kelahiran anaknya dan kejutan yang begitu tak disangka-sangka oleh Alex. Alex begitu merindukan Kayla, dan hari ini Kenzo membuat rindunya terobati. Namun disamping itu, berbagai rasa lainnya juga mendera perasaan Alex, mengingat bagaimana jarak yang tercipta antara dirinya dengan Kayla. Alex senang sekali melihat wajah Kayla, tapi ia juga merasa tercekik dalam waktu bersamaan. Taman hatinya yang gersang terasa hidup kembali, dan hatinya yang entah dimana sebelumnya kini menemukan jalannya. Namun ia juga mencelos serta kaku dalam waktu bersamaan. Alex juga merasa seperti orang linglung dalam waktu yang bersamaan, saat layar ponselnya terbagi tiga dan menampakkan wajah gadis yang ia cintai. Otaknya berhenti berfungsi selama beberapa detik, dan lidahnya kelu seketika. Menunjukkan reaksi akan obat rindu yang merasuk ke dalam jiwanya. Jiwa seorang pecinta, yang hampa.


Ya, sebagian dari hatinya merasa hampa meskipun bagian lainnya merasa bahagia setiap kali ia mengingat Miss Kissable nya. Mungkin karena selama ini ia terlalu tenggelam dalam lautan cinta hatinya yang ia ciptakan sendiri. Saat melihat wajah Kayla tadi, ia merasa memiliki daya untuk mengayuh dan mengeluarkan dirinya dari lautan hatinya itu. Namun sekejap kemudian ia kembali kehilangan kekuatan itu, sehingga ia kembali terpaku dan pasrah akan apa yang terjadi padanya.


Alex menyadari bahwa tadi ia tidak menanggapi Kenzo dengan benar, ia sendiri tidak tahu apa saja yang keluar dari mulutnya saat menjawab Kenzo. Mungkin Kenzo menyadari kejanggalan itu, sehingga Kenzo sempat berpesan...


"Bro, elu lebih bijak dari gue. Gue nggak tau ada apa antara elu sama Kayla, yang jelas gue liat ada yang nggak beres. Elu nggak akan diem aja kan? Perbaikin apapun yang masih bisa diperbaikin! Elu cukup cerdas buat nggak biarin diri lu nyesel nantinya, dan cinta lu ke Kayla juga nggak egois kan, jangan sampe gue yang nyesel karena percayain Kayla sama lu!"


Peringatan terakhir dari Kenzo memang agak mengancam, tapi Alex mengerti kekhawatiran Kenzo. Seharusnya Alex lebih bisa mengendalikan dirinya tadi, sehingga tidak menimbulkan kejanggalan dan pertanyaan dikepala Kenzo. Kenzo memberikan kabar gembira pada Alex dan Kayla, tapi mereka berdua malah merusak kebahagiannya dengan meninggalkan kekhawatiran diwajah Kenzo.


Sebenarnya dalam beberapa bulan belakangan banyak perubahan terjadi pada kehidupan Alex, namun semua itu tidak mengubah sedikitpun perasaan cinta dihatinya. Sebenarnya beberapa minggu terakhir Alex mencoba memberanikan dirinya untuk mengubah sedikit dari perasaannya itu, namun ia malah merasa tersiksa sendiri. Karena melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan hati memang berat. Sangat sulit baginya menerima takdir cintanya yang seperti ini, namun ia selalu mencoba bersikap dewasa dan tidak melulu menuruti keinginan hatinya. Bagaimanapun juga ia tidak akan memberikan kesempatan bagi papanya mengeluh tentang kelemahan dirinya, apalagi menyalahkan cintanya, apapun yang terjadi.


"Miss Kissable, aku selalu pengen cintaku menjadi kekuatanku, tapi nyatanya aku selemah ini tanpa kamu. Aku nggak tau sampe kapan aku akan begini."


"Tapi aku nggak akan biarin papa nganggep cintaku ini salah. Selama ini aku nggak biarin papa menyangkut pautkan kamu kedalam masalahku, dan nggak akan pernah."


"Miss Kissable, tadi sebelum aku nerima video call dari Kenzo.. aku masih yakin sama tekadku yang nyoba buat ngurangin sedikit perasaanku ke kamu. Ya.. aku nggak pernah mau lakuin itu kamu tau kan, tapi aku maksain diriku." Alex terkekeh miris.


"Aku masih bertahan Miss Kissable, meskipun keadaanku saat ini nggak membenarkan itu. Aku pikir nggak ada salahnya kalo aku nyoba buat ngurangin perasaan itu sedikit, tapi.. aku malah ngerasa sakit. Kamu tau, sebelum aku ngambil tekad bodoh itu aku nggak ngerasain sakit begini waktu aku nginget kamu. Jadi aku simpulin, usahaku ngurangin perasaanku ke kamu itu salah, nggak bener sama sekali." Alex terkikik geli.


"Tapi Miss Kissable, setelah aku liat kamu tadi.. aku jadi ragu buat ngerubah perasaan itu dari hatiku."


"Kamu ngehindarin aku kan tadi? Kenapa, kamu masih ngehindarin aku setelah lima bulan komunikasi kita putus? Apa perasaan kamu juga masih sama?"


"Kamu nggak akan bersikap kayak tadi kan kalo kamu udah move on dari aku?"


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... ....


... Bersambung...


__ADS_2