Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Tamu Dari Bandung


__ADS_3

Seorang gadis berdiri di dekat pintu gerbang sekolah SMA Putra Bangsa. Dia memakai kaos yang dipadukan sweater berwarna pink, dan juga celana jeans. Dia menutupi kepalanya dengan topi dan menutupi wajahnya dengan masker. Sudah satu jam dia stand by di sana, menunggu seseorang yang sejak kemarin dia tunggu. Yakin orang itu ada di sekolah ini, dia pun memasang penglihatannya mengawasi dan mengamati wajah setiap murid yang lewat. Namun sampai sekolah mulai sepi, dia belum juga menemukan orang yang dia cari.


"Hhh...." desahnya lelah, dia melepas topinya dan menyeka keringat yang membasahi pelipisnya.


Kemudian netra nya menangkap sosok yang dia kenal, dia mengamati seorang siswi yang tengah berjalan menuju keluar bersama seorang temannya. Saat siswi itu dekat dengan jaraknya, dia kembali memakai topi dan menutupi wajahnya.


Hari ini Kayla piket kelas, karena itu ia pulang belakangan. Jadi tidak perlu lama duduk di halte menunggu angkot nya. Tidak jauh dari posisinya duduk di halte tadi, ia melihat seorang gadis yang tidak jelas wajahnya karena tertutup topi dan masker. Gadis itu memakai sweater pink dan celana jeans, sepertinya Kayla baru melihatnya di daerah sini. Dan sekarang gadis itu juga naik angkot yang sama dengan Kayla. Tidak ada komunikasi atau sapaan diantara mereka karena Kayla tidak mengenalnya dan gadis itu juga agak misterius, jadi Kayla enggan untuk menyapanya.


Angkot berhenti di depan rumah Kayla, Kayla pun turun dan mengeluarkan uang dari sakunya untuk membayar ongkos. Namun tiba-tiba gadis bersweater pink tadi lebih dulu mencegatnya.


"Ini Pak, berdua sama Kayla." katanya tanpa ragu, sambil menyodorkan selembar uang lima puluh ribuan pada Mang Ucup, si supir angkot.


Tentu saja Kayla kaget dan heran. Kayla mengernyit dalam sambil memperhatikan gadis yang kini berdiri di sampingnya. Kenapa gadis ini membayarkan ongkos Kayla, dan bahkan dia tau nama Kayla! Apa jangan-jangan gadis ini sebenarnya sejak tadi sengaja mengikuti Kayla?


Kayla tersadar dari lamunannya saat angkot telah berlalu, dan gadis itu menyapanya.


"Emm.. makasih, tapi..." bingung Kayla.


Gadis itu membuka topinya dan melepas masker yang menutupi wajahnya. Dia tersenyum pada Kayla.


"Chika?!" seru Kayla agak ragu.


"Kamu Chika kan?" tanya Kayla lagi.


Kalau Kayla tidak salah ingat, gadis ini adalah Chika teman sekelasnya dulu saat sekolah di Bandung. Dia anak yang pendiam, dan Kayla tidak terlalu akrab dengannya.


Gadis itu mengangguk. "lya, aku Chika. Apa kabar Kay?"


"Hmm.. baik." sahut Kayla masih agak bingung dengan kehadiran Chika.


"Kamu.. disini?" Kayla tidak tahu harus berkata atau bertanya apa, jadi hanya kalimat itu yang keluar dari mulutnya.


Chika tersenyum tipis. "lya. Aku baru kemarin sampe di Jakarta."


Chika kemudian diam menunduk, sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu tapi ragu. Dan tidak baik kan jika Kayla membiarkannya begitu saja, mereka memang tidak terlalu akrab sebelumnya tapi bukan berarti tidak pernah saling bicara. Dan kini Chika datang pada Kayla, entah ada alasan apa, tapi Kayla harus menyambut dengan baik tamunya yang datang jauh-jauh dari Bandung ini.


"Chika, masuk yuk! Biar enak ngobrolnya"


Chika mengangkat kepalanya dan tersenyum senang. Kayla perhatikan sejak Chika masuk ke rumahnya dan duduk, dia terlihat tegang. Tapi Kayla menahan dirinya untuk bertanya, sampai Kayla selesai menyuguhkan minuman untuknya.


"Minum Chik! Kamu kayaknya kecapekan, muka kamu pucet loh."


Chika segera mengusap pelipisnya seraya tersenyum canggung. Ternyata Kayla menyadari dirinya yang terlihat lelah dan pucat.


"Makasih Kay! Apa aku ngerepotin?"


"Enggak kok. Jangan sungkan." jawab Kayla ramah.


Chika meneguk minumannya sampai habis karena ia memang kehausan sejak tadi. Bagaimana tidak, ia berdiri di dekat gerbang sekolah Kayla selama satu jam di bawah terik matahari.


"Maaf ya Kay.." ucapnya canggung setelah menghabiskan minumannya hanya sekali teguk.


Kayla menaikkan alisnya, "Oh gak papa. Aku ambilin lagi ya!"


Chika tersenyum canggung, ia membiarkan Kayla mengambilkan air lagi untuknya. Biarlah menyusahkan tuan rumah sedikit, daripada ia menahan haus lebih lama.


"Maaf Kay, tadi aku emang sengaja nunggu di depan sekolah kamu. Jadi jujur.. hmm...aku haus." ucapnya canggung setelah Kayla kembali dengan membawakan air untuknya.


"Nunggu?" tanya Kayla bingung.


"Kamu.. nunggu siapa?" tanya Kayla lagi karena ia tidak yakin jika Chika menunggunya.


"Kenzo."


Owh... jadi Chika kemari untuk Kenzo? Kayla mengangguk mengiyakan, tapi ia agak bingung kenapa Chika mencari Kenzo. Setahu Kayla dulu Chika tidak akrab dengan Kenzo bahkan mungkin tidak pernah saling menyapa. Apa Chika sekarang sudah tinggal di Jakarta juga dan mengenal Kenzo?


"Kenzo? Aku pikir kamu sama Kenzo...gak akrab. Ada apa Chik, apa Kenzo bikin masalah?" tanya Kayla.


Chika tidak menjawab, ia kemudian tertunduk dengan wajah murung.


"Em... kamu di Jakarta sekarang?" tanya Kayla mencari tahu.


"Aku baru kemarin sampai di Jakarta."


"Kamu ke Jakarta.. sengaja nyamperin Kenzo?" tanya Kayla asal, ia rasa pertanyaan ini agak konyol tapi bukan berarti tidak mungkin.


Tak disangka Chika mengangguk, semakin menimbulkan tanda tanya besar dibenak Kayla. Masalah apa sebenarnya yang ditinggalkan Kenzo di Bandung, sampai Chika harus menyusulnya kemari?!


Tenk..tenk tenk..tenk


"Gado-gado! Soto Betawi! Ketoprak nye bang..mpok.. mas..mbak.. bapak-bapak, ibu-ibu, ketopraknye nyoook.."


Suara tukang ketoprak keliling yang sering lewat di depan rumah Kayla, menarik perhatian Chika. Wajah Chika berbinar, dia mengangkat kepalanya dan menengok keluar sambil menelan salivanya.


"Kamu mau ketoprak?" tawar Kayla.


Chika menggeleng, "Aku mau Soto Betawi." katanya sambil menyentuh perutnya.


Kayla tersenyum samar. Tadi Chika kehausan, sekarang kelaparan juga? Kayla masih belum mengerti maksud kedatangan Chika ini, tapi baguslah dia jujur dan polos, tidak ragu mengatakan apa yang dia inginkan.


"Oke, tunggu sini ya! Aku panggilin mamangnya dulu." ujar Kayla seraya beranjak.


Chika semakin senang, ia mengikuti Kayla keluar untuk melihat sendiri si penjual menyiapkan Soto Betawi yang sangat ingin ia makan. Kayla terus memperhatikannya, Chika sebenarnya malu tapi ia tidak tahan ingin sekali makan Soto Betawi yang memang bikinan orang Betawi asli.


"Maaf ya Kay, aku ngerepotin kamu." ucap Chika saat mereka sudah kembali duduk diruang tamu Kayla.


"Gak papa Chik, kebetulan aku juga belum makan siang. Yuk makan bareng!"

__ADS_1


Chika mengangguk dan langsung menyantap Soto Betawi nya dengan tak sabar. "Hmm... Alhamdulillah.. beneran enak banget. Beneran beda."


Chika terus berkomentar tentang makanan yang ia nikmati itu dengan wajah yang bersemangat. Apa dia tidak pernah makan Soto Betawi, bukankah di Bandung juga ada yang jual Soto Betawi?


"Kamu pernah makan Soto Betawi yang dipersimpangan dekat sekolah kita dulu gak?" tanya Kayla.


"Pernah. Tapi beda."


"Beda?" bingung Kayla.


"Aku suka makan Soto Betawi di sana. Tapi kali ini aku pengen makan Soto Betawi gerobakan yang dibikin sama orang Betawinya langsung.


Kayla terkekeh, "Emang rasanya beda ya?"


"Beda Kay. Itu juga salah satu alasan aku ngotot pengen ke Jakarta"


"Hah?" Kayla semakin tidak mengerti. Alasan macam apa itu, hanya ingin makan Soto Betawi saja sampai harus pergi ke Jakarta? Padahal kan di Bandung juga ada orang Betawi.


Kayla tersenyum melihat cara makan Chika yang rada rakus. "Kamu laper apa doyan sih Chik, apa jangan-jangan ngidam..." celetuk Kayla


Uhukk!


Chika tersedak. la buru-buru minum dan melirik Kayla dengan canggung. "Maaf.. aku bercandanya kelewatan ya."


"Enggak papa Kay, cuman kebetulan aja akunya keselek."


Akhirnya setelah selesai makan siang, Kayla menanyakan sesuatu yang sejak tadi ia tahan.


"Jadi Chik, kamu ke Jakarta buat nemuin Kenzo? Ada apa?"


"Emm... kamu sama Kenzo gimana?" tanyanya balik.


Kayla mendengus senyum. "Baik. Masih kayak dulu kok, ya kamu tau lah.."


"Masih kayak dulu?" bingung Chika.


Kenapa dia harus bingung? Bukankah dulu di Bandung satu sekolah tau tentang keakraban Kayla dan Kenzo, tak terkecuali Chika yang pendiam.


"Hm." Kayla mengangguk dengan tatapan bertanya pada Chika.


Chika sempat terdiam sebelum kembali bertanya. "Apa Kenzo gak ngomong sama kamu?"


"Ngomong apa?"


"Dia ke Jakarta buat kamu Kay, bahkan sebelumnya dia terus nyariin kamu di Bandung"


"Oh, dia bilang kok." Kayla tertawa geli.


"Bahkan dia sempat keliling Jakarta dua bulan sebelum ketemu aku. Hahaha.."


"Oh iya, dia bahkan nekat pergi ke Jakarta buat nemuin kamu padahal dia gak tau alamat kamu. Jadi.. kalian ketemu setelah dia dua bulan di Jakarta?"


"lya." jawab Kayla masih tertawa.


"Apa dia juga ngomong soal alasan dia datang buat kamu Kay?"


Kayla menghentikan tawanya dan berpikir. "Buat nyari aku kan?" ujar Kayla kemudian.


"Dia gak ngomong soal perasaannya?" tanya Chika lagi.


Kayla mengernyit bingung. "Apa dia udah ngomong kalo dia suka sama kamu, apa dia juga ngomong soal dia serius pengen berubah? Demi kamu!"


Kayla terkekeh geli. "Berubah? Berubah apanya, dia masih kayak dulu kok. lya awalnya dia bilang pengen tobat, pengen serius dalam hidup, tapi.. yah namanya Kenzo, ya tetap aja kayak gitu."


"Maksud kamu? Apa dia..." Chika terhenti sambil berpikir.


"Ya, kamu pasti bisa nebak. Dia punya gebetan baru lagi"


"Apa?" Chika tidak percaya. "Kenzo punya pacar lagi? Kamu yakin?" histeris Kayla.


"Ya yakin lah Chik, orang ceweknya itu sekelas aku kok."


Chika tertegun.


"Kay, aku ikhlasin Kenzo pergi cuman buat kamu. Dia kesini cuman buat kamu. Gak mungkin dia pacaran lagi, sedangkan cewek itu bukan kamu."


"Kamu ngomong apa sih Chik, aku nggak ngerti."


"Kenzo itu suka sama kamu, dari dulu. Apa dia gak ngomong? Huh aku gak percaya." Chika mulai jengkel.


"Hah?" Kayla menaikkan alisnya.


"lya Kay. Bahkan cuman kamu satu-satunya cewek yang dia cintai."


Kayla tentu kaget mendengarnya, tapi ia tidak langsung mempercayai ungkapan itu, karena itu terdengar mustahil untuk seorang playboy seperti Kenzo.


"Kenzo cuman cinta sama kamu, Kay. Dia mungkin playboy, gonta ganti cewek, tapi mereka semua cuman pelarian, termasuk aku"


"Kamu juga?" tanya Kayla tak menyangka.


"lya. Aku baru tau semua kebenaran itu setelah aku pacaran sama dia. Dia milih pacaran karena dia tau kalo dia gak siap buat serius ngejalin hubungan sama kamu. Saking cintanya dia sama kamu, dia gak mau sampe nyakitin kamu Kay, karena itu dia ngelampiasin perasaannya dengan pacaran."


Kayla terperangah heran. Apa-apaan semua itu? Apa yang dikatakan Chika, Kenzo hanya mencintai Kayla, dan lebih memilih gonta-ganti pacar demi tidak menyakiti Kayla. Begitu?!


"Dia mutusin aku dua hari sebelum dia berangkat ke Jakarta." Chika tertunduk setelahnya.


"Apa dia juga bilang kalo dia mutusin kamu karena mau nyari aku ke Jakarta?" tanya Kayla mulai merasa kesal dengan kelakuan Kenzo.

__ADS_1


"lya. Dia jujur sama aku, dan mungkin cuman sama aku. Karena dia bilang.. cewek-cewek dia yang sebelumnya gak ada yang mau denger kalo dia ngomongin kamu. Dan apa kamu tau Kay, setiap kali dia putus sama ceweknya, alasannya cuman satu. Yaitu.. dia selalu ngomongin kamu di depan mereka bahkan banding-bandingin kamu sama mereka, sampe mereka sendiri yang cemburu dan bosan. Trus akhirnya putus."


"Apa??!" Kayla tidak percaya Kenzo bisa melakukan itu.


Apa semua yang dikatakan Chika ini benar? Kayla tidak suka mengetahui semua itu, Kayla tidak pernah menyangka Kenzo seperti itu. Apa mungkin.. Chika hanya menghasud Kayla saja? Ah, Kayla tidak boleh su'uzhon.


"Asal kamu tau Kay, dia berubah sejak kamu pergi. Dia jadi sering ngelamun dan murung. Saat itu aku beraniin diri buat deketin dia dan nyemangatin dia. Karena aku.. emang udah lama suka sama dia"


Kayla baru tahu itu, ternyata gadis pendiam dan tidak populer seperti Chika pun menaruh hati pada si playboy Kenzo. Bahkan sampai pacaran pula dengan Kenzo.


"Dia mau terbuka dan curhat tentang semuanya ke aku. Aku senang. Sampe akhirnya.. dia nembak aku. Aku tau dia nggak bener-bener suka sama aku, dia cuman butuh aku karena aku selalu ada buat dia. Tapi aku tetap ngerasa beruntung bisa jadi bagian dari hidupnya. Dia nggak pernah berhenti ngomong soal kamu ke aku, dia selalu muji-muji kamu, bahkan dia jujur ke aku soal perasaannya yang sebenarnya ke aku. Jujur aku cemburu, tapi aku gak mau kehilangan dia"


"Kamu bertahan sama cowok kayak gitu?"


Kayla bertanya bukan karena ia kesal mengetahui perilaku Kenzo, tapi karena ia merasa kurang percaya dengan pernyataan Chika.


"Aku sama Kenzo tuh cukup lama Kay, bahkan paling lama dibandingin hubungan dia sama mantan-mantannya sebelum aku. Selama kamu gak di Bandung, dia cuman sama aku."


"Sampe aku ngerasa.. lama-lama tuh Kenzo beneran sayang sama aku. Dia ngelakuin banyak hal yang bikin aku ngerasa istimewa buat dia. Dia nunjukin cintanya, bahkan pernah berkorban buat aku" Chika tertawa kecil, tapi terdengar isakan kecil dari suaranya.


"Aku bodoh, karena aku.. sampe ngerasa hati Kenzo udah berpindah dari kamu ke aku. Bego, mana mungkin Kenzo bisa berpaling dari kamu." Kayla masih menyimak, suara Chika mulai parau.


"Sampe akhirnya Kenzo dapat kabar kalo kamu ada di Jakarta. Waktu itu aku takut banget dia bakal ninggalin aku. Dan benar, sehari setelah itu dia mutusin aku, dua hari setelahnya dia pamit pergi buat nyusul kamu ke Jakarta."


Chika menundukkan kepalanya sambil mengusap wajahnya yang basah dengan air mata. Kayla terus memperhatikan Chika, ia harap Chika tidak sedang mempermainkannya saat ini.


"Apa Chika jujur? Apa Kenzo kayak gitu? Kenzo.. cinta sama aku? Kalo iya, kenapa dia gak pernah bilang?" batin Kayla bertanya-tanya.


Kayla teringat saat hari ulang tahun Kenzo, saat itu Kenzo mengerjainya dengan menyatakan perasaannya pada Kayla. Tidak tanggung-tanggung Kenzo bahkan mengatakan ingin serius menjalin hubungan dengan Kayla. Kayla saja sampai baper dan menangis dibuatnya. Tapi... waktu itu dia hanya bercanda kan, seperti biasanya meskipun bercandanya sangat keterlaluan. Atau jangan-jangan.. sebenarnya dia memang serius?


Kayla terperangah saat menyadari itu. Jika waktu itu Kenzo serius, kenapa dia tertawa dan menjahili Kayla setelahnya. Kenapa dia meralat ucapannya dan bilang kalau itu sebuah prank. Dia bilang itu adalah hadiah ulang tahun yang dia ambil dari Kayla. Kenapa dia melakukan itu jika dia memang serius dengan perasaannya?


"Kenapa Ken...?" tanya Kayla dalam hati. Kayla sampai menutup mulutnya sendiri saking sulitnya mempercayai itu.


"Kalo Chika jujur, artinya Kenzo emang serius. Tapi.. kenapa Kenzo malah jahilin aku abis itu, bukannya bersikeras ngeyakinin aku?" Kayla terus bertanya-tanya dalam hatinya.


"Kay, jadi Kenzo bohong sama aku? Kenzo bilang dia ke Jakarta buat kamu, demi cintanya dan impiannya. Dia bilang pengen berubah, dia pengen ngejalanin kehidupan yang normal dan serius sama kamu, dia juga bilang kalo dia mau ngelamar kamu. Apa dia gak ngomong sama sekali soal itu?"


Kayla hanya menunjukkan raut gelisah nya, ia diam seribu bahasa.


"Aku gak akan ngelepasin dia kalo tau dia bakal pacaran lagi sama cewek lain. Aku ikhlasin dia cuman buat kamu, Kay!"


"Aku rasa kamu salah paham Chik, atau Kenzo yang bohong. Kalo dia serius, dia gak akan pacaran lagi kan sekarang. Tapi aku udah liat sendiri, dia masih sama kayak dulu"


"Bahkan lebih bebas dan nakal" lanjut Kayla dalam hati.


Chika menghapus air matanya dan mencoba menormalkan kembali ekspresinya. "Maafin aku Kay.."


"Maksud kamu Chik?"


"Tadinya aku nemuin kamu buat minta kembali Kenzo dari kamu. Tapi sekarang Kenzo malah sama orang lain, apa kamu masih bisa bantu aku, supaya Kenzo balik ke aku?" Kayla terperangah bingung.


"Kalo aku bisa milih, aku cuman pengen Kenzo bahagia sama kamu. Kalo aku gak bisa dapetin cintaku, seenggaknya Kenzo bisa dapetin cintanya, dan usaha dia selama ini gak sia-sia"


Kayla jadi merasa bersalah. Kenapa jadi begini, kenapa harus Kayla yang menjadi penghalang antara Kenzo dan Chika?


Chika menunduk, "Aku terpaksa nemuin kamu karena Kenzo ngehindarin aku Kay. Aku kira Kenzo udah berhasil dapetin kamu, karena itu dia ngehindarin aku. Sebenarnya aku juga malu harus kayak gini sama kamu, tapi aku gak punya pilihan lain."


"Kamu ngomong apa sih Chik..?"


Kayla merasa iba pada Chika. Sepertinya Chika ini memiliki cinta yang tulus pada Kenzo, bahkan Chika sampai menyusul ke Jakarta demi melihat kebahagiaan Kenzo dengan cinta yang menjadi alasan Kenzo meninggalkannya. Tega-teganya Kenzo membohonginya, dan bahkan menyia-nyiakan dia. Dengan alasan ingin mengejar Kayla dan ingin berubah, dia meninggalkan Chika yang tulus, dan sekarang malah menjalin hubungan dengan Jessica.


"Balikin Kenzo ke aku ya Kay, aku butuh dia." pintanya memohon.


Kayla terperangah bingung saat Chika memohon padanya sambil memegang tangannya.


"Chik apa yang kamu lakuin? Jangan bodoh, kamu masih mau sama cowok yang udah nyakitin kamu, bohongin kamu, bahkan nyia-nyiain kamu?!"


"Aku gak masalah. Aku cinta sama dia, dan aku butuh dia."


"Kamu bisa dapetin cowok yang lebih baik dari dia, jangan sia-siain tenaga dan perasaan kamu buat cowok kayak gitu. Meskipun dia sahabat aku, aku gak suka sikap dia yang suka mainin cewek. Dia gak pantes dapetin cewek sebaik kamu, Chik!"


Chika menangis sambil mengalihkan tangannya dari Kayla, kemudian menyentuh perutnya dan menunduk.


"Ada apa Chik? Aku minta maaf kalo aku salah ngomong." Kayla menyentuh pundak Chika yang bergetar.


"Aku gak punya pilihan lain Kay. Aku dan dia.. butuh Kenzo." ucapnya disela isakannya.


Kayla mengernyit, "Dia?"


Chika menuntun Kayla untuk melirik perutnya yang ia peluk. la lalu mengusap perutnya sembari terus menangis.


"Aku hamil, Kay..."


Degg


Duaaaarrrrrrr........


.......


.......


.......


.......


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2