Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Cenderamata


__ADS_3

Alex terbangun, ia lihat di sampingnya Kayla sudah tidak ada. la pun membuka matanya lebar-lebar, mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis yang sebelumnya duduk di dekatnya dan menemaninya.


"Miss Kissable?"


Alex beranjak, rasa gelisah mulai muncul dihatinya. Saat matanya menangkap sosok yang dicarinya, ia pun lega.


Tapi apa yang dilakukan Kayla di sana? Tiba-tiba Alex melihat sebuah pohon kelapa yang bergerak-gerak limbung, pohon itu tidak jauh dari Kayla. Jika pohon itu sampai tumbang, maka bisa saja menimpa Kayla. Dan benar saja, pohon itu semakin bergerak menunduk, membuat Alex panik seketika.


"Miss Kissable...!" pekiknya seraya berlari cepat ke arah Kayla.


Alex melambaikan tangannya bermaksud meminta Kayla menjauh dari sana, tapi Kayla nampaknya tidak mengerti.


"Minggir...!"


Alex melihat lurus ke arah pohon kelapa yang semakin merunduk itu, bagaimanapun caranya Kayla tidak boleh sampai tertimpa pohon itu!


"Aaaaaa...." jerit Kayla saat menyadari sebuah pohon tumbang dan hampir menimpanya.


Dengan cepat Alex mendorong tubuh Kayla menjauhi pohon, tapi naasnya Alex terjatuh dan membuatnya tertimpa pohon itu.


"Aaaaaakkhh...!!" Alex mengerang kesakitan.


"ALEEEX...!!" jerit Kayla histeris. la bergegas menghampiri Alex yang tengah kesakitan.


"AI..." lirih Kayla saat melihat betis kanan Alex tertindih batang pohon kelapa. Sementara kaki kirinya tidak sempat terkena, karena Alex terjatuh saat sedang berlari tadi dan posisinya tengkurap, jadi sebelah kakinya aman.


Wajah Alex memerah, urat-urat lehernya menegang, ia mendongak menilik Kayla yang berjongkok di depannya. "Miss Kissable, kamu gak papa?"


Kayla tidak bisa menahan air matanya melihat kondisi Alex. "Kamu apa-apaan sih, sempet-sempetnya nanyain aku?! Ngapain kamu kesini, harusnya tuh kamu istirahat!"


"Kalo kamu baik-baik aja, aku juga baik-baik aja." ucap Alex seraya menahan sakitnya.


"Jangan bohong! Kalo kamu gak nyusulin aku, kamu gak bakalan kayak gini, Al! Kamu tuh sakit, sekarang gara-gara aku kamu jadi makin sakit." lirih Kayla terisak.


"Kalo aku gak nyusulin kamu, bisa-bisa kamu yang celaka. Dan aku bakalan nyesel kalo sampe itu terjadi." Alex meringis.


"Gak terjadi apa-apa sama aku, Al! Kamu berlebihan, harusnya kamu gak ngelakuin ini. Kamu gak harus celaka gini gara-gara nolongin aku!" kesal Kayla.


"Aku cuman mastiin gak terjadi apa-apa sama kamu. Kalo aku gak nyusulin kamu, kalo sampe kamu kenapa-napa, itu salahku."


"Diam! Gak usah lebay deh, sekarang kamu yang bikin aku ngerasa bersalah!" sungut Kayla, air matanya sudah berderai.


"Pliss.. jangan nangis Miss Kissable, aku gak papa, tapi kalo kamu nangis gini aku jadi kenapa-napa dong." Alex tersenyum ditengah-tengah kesakitannya.


"Kamu ngomong apa sih? Disaat kayak gini kamu gombalin aku?! Ini kaki kamu gimana Al..?"


Kayla menghapus air matanya dan berusaha menyingkirkan batang pohon itu dari kaki Alex. Kayla berusaha sekuat tenaga, meski tenaganya tidak besar. la tidak tega melihat Alex kesakitan seperti ini, bagaimanapun caranya Kayla harus bisa mengeluarkan kaki Alex dari bawah batang pohon ini.


Alex mendengar Kayla terisak, "Udah.. kalo gak bisa jangan dipaksain. Itu berat Miss Kissable, biarin aja. Aku kuat kok nahannya."


"Diam! Bukannya nyemangatin aku, kamu malah nyepelein usaha aku. Jangan ngeremehin aku Al, aku kuat kok, ini juga udah gerak dikit pohonnya." kesal Kayla.


Alex tersenyum getir melihat usaha keras Kayla untuk membebaskannya dari tindihan batang pohon kelapa ini, tapi Alex juga merasa buruk karena membiarkan Kayla melakukannya. Mau bagaimana lagi, Alex sangat kesakitan karena tertimpa batang pohon itu, kaki kanannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Dan rasa sakitnya menjalar ke anggota tubuhnya yang lain. Mata Alex mulai berkaca-kaca, karena melihat Kayla yang terus memaksakan dirinya untuk menggerakkan batang pohon yang berat itu, juga karena menahan kakinya yang sakit.


... ....


... ....


... ....


"Bro, gue kepikiran omongin Jessica semalam deh. Apa iya Alex sering merhatiin Kayla akhir-akhir ini? Trus dia ngilang gara-gara nyari Kayla? Masuk akal gak sih?" ujar Vicky sembari berjalan.


"Ngakak sih gue, tapi kok kayak ada benernya juga ya omongan Jessica." sahut Bima.


"Istirahat dulu yuk, capek nih!" ujar Sandi seraya mendudukkan dirinya di sebuah batu besar.


Bima dan Vicky pun mengikutinya. Sejak pagi setelah sarapan, Pak Erwin dan yang lainnya pun melanjutkan pencarian. Mencari keberadaan Kayla dan juga Alex. Kemarin mungkin Bima, Sandi, dan Vicky enjoy-enjoy saja mendengar Kayla hilang dan mereka juga tidak tertarik untuk ikut mencarinya.Tapi ini, Alex juga menghilang entah kemana, jadilah mereka ikut menyusuri hutan untuk mencari teman kesayangan mereka itu.


"Menurut lu gimana, San?" tanya Vicky.


"Ya gak mungkin lah. Jessica aja yang lebay. Dia cemburu berat kan, Gara-gara jebakan gagalnya itu" sahut Sandi.


"Kalo inget-inget kejadian itu sih.. mungkin gue juga berpendapat yang sama kayak Jessica. Coba deh lu mikir, kenapa tiba-tiba waktu itu Alex balik trus langsung nolongin Kayla? Siapa yang gak kaget, it's magic.. bro!" kata Vicky.


"lya juga ya. Ditanyain Alex malah gak mau bahas itu, apa dia nyembunyiin sesuatu?" Bima pun menaruh curiga.


"Aneh sih, tapi masa' ada sesuatu yang Alex sembunyiin dari kita? Lagian ngapain juga Alex perhatian sama Kayla? Ah, gak nyampe otak gue mikirnya." ujar Sandi.


"Gue jadi curiga.."


"Apaan Bim?"


"Gue curiga, dugaan Jessica itu benar. Alex emang nyari Kayla, karena Kayla kenal sama Miss Kissable! Kalo alasan ini agak masuk akal kan?"


Vicky dan Sandi mengangguk setuju. "Tapi Bim, soal Alex perhatian sama Kayla gimana?"


"Gak usah dipikirin San! Lupain aja omongan Jessica yang itu. Kita cari Alex lagi!"


Ketiganya pun beranjak dan melanjutkan pencarian.


... ....


... ....


... ....


Setelah berusaha keras akhirnya Kayla berhasil mengangkat sedikit batang pohon itu dan mengeluarkan kaki Alex dari bawah sana. la kemudian membantu Alex bangun dan membawanya duduk bersandar di bawah pohon mangga yang lebat.


Alex mengulurkan tangannya untuk membuka celana panjangnya, ia ingin melihat luka akibat tindihan pohon tadi.


"Jangan AI, kalo luka kamu kena debu atau kotoran lainnya bisa infeksi loh. Biarin aja ketutup, kamu tahan aja dulu sakitnya ya.."


Alex mengangguk samar, Kayla lalu beranjak untuk mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk mengurangi rasa sakit di luka Alex. Setelah berjalan-jalan cukup lama, Kayla kembali pada Alex dengan membawa selembar daun lidah buaya.


"Kamu sebenarnya ngapain sih?"


"Nyari obat"


"Nyari obat?" Alex terkekeh, "Obat apa yang ada di hutan gini?"


"Obat tradisional lah, tumbuhan-tumbuhan kan juga punya khasiatnya, alami lagi. Kayak lidah buaya ini, kandungan Vitaminnya bisa ngobatin rasa sakit, juga bisa cegah infeksi loh"


"Kamu mau ngobatin luka aku pake itu?"


Kayla mengangguk, ia kemudian memotong lidah buaya itu menjadi dua bagian.

__ADS_1


"Sekarang kamu bisa buka kaki kamu!"


Alex menelan salivanya, "Bakalan perih gak ya? Kok gue jadi ngeri sih liat lidah buaya itu" gumam Alex dalam hati.


Alex mencoba mengangkat kakinya yang terluka tapi tidak bisa, ia mencoba mengangkatnya dengan bantuan tangannya tapi rasanya sangat sakit saat kakinya bisa bergerak sedikit. Alex meringis kesakitan.


"Bisa?" tanya Kayla, Alex hanya diam ia malu untuk mengakui kalau ia tidak bisa menggerakkan kakinya. Alex paling benci terlihat lemah.


"Bisa kok"


"Aku bantu!"


"Gak usah, bisa kok!" tolak Alex, tapi Kayla tidak mendengarkannya.


Kayla memegang ujung kaki Alex untuk membantunya, sedangkan Alex memegang bagian pahanya. Dan mereka mencoba mengangkatnya lagi dengan pelan.


"Aww! Pelan-pelan!" bentak Alex.


"lya maaf, ini udah pelan kok."


Setelah kaki Alex bisa terangkat, Kayla menyangganya dengan kaki Kayla sendiri yang ia letakkan di bawah tumit Alex. Kemudian dengan pelan ia menaikkan celana Alex dari bawah sampai ke lutut, sampai lukanya terlihat. Alex kembali meringis, luka di betis kanan Alex ini kelihatannya tidak terlalu besar. Tapi rasa sakitnya luar biasa bagi Alex, kakinya membiru dan bengkak, ada sedikit darah akibat kulitnya yang sobek.


Kayla kemudian mengoleskan lendir dari lidah buaya yang ia belah dua tadi ke luka Alex. Kandungan Vitamin B6 pada lidah buaya berperan mengobati rasa sakit dan menciptakan antibodi untuk melindungi sistem kekebalan tubuh.


Alex kembali terdengar meringis, "Tahan bentar ya, Al!"


"Biarin kering dulu ya baru ditutupin lagi" kata Kayla setelah selesai mengolesi luka Alex dengan lendir lidah buaya itu.


Setelah beberapa menit, Kayla menutupi kaki Alex kembali dengan mengulurkan celananya. Kemudian ia letakkan kembali kaki Alex dengan pelan.


"Istirahat aja dulu!"


"Hm."


Alex memperhatikan Kayla sejak tadi, ia terharu melihat Kayla menunjukkan perhatian padanya. Padahal tadi dia menangis dan memarahi Alex saat Alex tertimpa pohon kelapa karena melindunginya dari pohon yang tumbang itu, tapi sekarang dia mau mengobati Alex.


"Terima kasih Miss Kissable."


Kayla menoleh ke wajah Alex. Sempat terpikir oleh Kayla, meski Alex tahu Miss Kissable adalah Kayla.. tetap saja dia memanggil Kayla dengan panggilan Miss Kissable? Haruskah Kayla menanggapinya atau melarangnya memanggil dengan panggilan itu?


"Miss Kissable?" panggil Alex saat melihat Kayla nampak melamun.


"Hm, maaf ya Al.. gara-gara aku, kamu-.."


"Udah.. aku gak mau denger kamu nyalahin diri kamu lagi!" sela Alex.


Kayla tersenyum haru memandang Alex, membuat Alex menghangat. Karena merasa salah tingkah Alex lantas mengalihkan pandangannya dari Kayla. Alex melepaskan jaketnya setelah badannya sudah merasa lebih nyaman setelah tidur tadi. Walaupun suhu badannya belum normal, ia sudah merasa baikan dan tidak meriang lagi. Saat Alex melepas jaketnya ada sesuatu yang terjatuh, lalu Kayla mengambilnya.


"Apa nih?" tanya Kayla sambil mengambil benda itu.


Sebuah ranting pohon yang terpotong sepanjang kurang lebih 5-7 cm, besarnya seukuran pipa keran.


"Cuman sebelah?" gumam Kayla, karena ranting itu sepertinya sengaja dibelah memanjang menjadi dua bagian, ranting itu juga memiliki salah satu ujung yang agak runcing.


Kayla lalu membalik ranting yang dipegangnya, menampakkan sisi dalam dari ranting itu. Dan Kayla terperangah takjub melihat sisi dalamnya, yang ternyata telah terukir sesuatu yang indah. Sebuah nama,


"Miss Kissable" Kayla membaca ukiran yang tertera di ranting itu.


Alex tersipu, "Kamu yang bikin ini Al?" tanya Kayla.


"Hm."


"Suka?"


"Hmm" Kayla mengangguk antusias.


"Kalo suka, simpan aja!"


"Serius? Apa kamu bikin ini buat aku?"


"Enggak" jawab Alex datar.


"Trus kenapa tulisannya Miss Kissable?"


"Iseng aja. Ini sebelahnya!" Alex mengeluarkan bagian lain dari ranting itu yang ternyata juga ada ukiran di sana.


"Mr Strawberry" gumam Kayla membaca tulisan pada ukiran yang satunya. "Wow Al, kamu bikinnya sepasang?" Kayla tertawa kecil.


Kayla dibuat takjub dengan hasil keterampilan tangan Alex yang sekarang ia pegang ini. Sebuah ranting pohon yang dibelah menjadi dua bagian, dan di masing-masing sisi dalamnya terukir nama Miss Kissable, dan Mr Strawberry.


Jika ditangkupkan kedua sisi ranting itu, nama keduanya tertutup dan menyatu. Dan jika dibuka, maka ukiran nama yang indah itu akan terlihat. Ini lebih indah dari liontin hati yang Kayla lihat di film.


Kalian pernah lihat? Ada adegan di sebuah film yang menceritakan tentang sepasang kekasih memiliki sebuah liontin berbentuk hati yang terbagi menjadi dua bagian, masing-masing bagiannya memiliki magnet, yang jika didekatkan kedua bagian itu maka akan menempel karena tarikan magnet keduanya, sehingga membentuk sebuah hati yang sempurna.


Kayla takjub dengan adegan seperti itu difilm, tapi di dunia nyata Alex membuat yang lebih menakjubkan dari itu. Bahkan kedua sisi ranting ini memiliki tanda di bagian luarnya yang bisa menjadi bukti bahwa masing-masing kedua bagian ini adalah satu. Ujung rantingnya yang runcing dibagian atas dan sebuah goresan berbentuk hati yang terpotong jika kedua bagian ini dipisahkan, dan akan menyatu jika kedua bagian ini ditangkupkan. Dan ada ukiran lainnya di bagian bawah ranting ini, ASW. Itu melambangkan nama Alex, tulisan itu hanya akan terbaca jika kedua bagian ranting ini disatukan.


"Wow Al, ide sekeren ini. Gimana bisa kepikiran di otak kamu?" tanya Kayla asal.


"Apa lu bilang? Sembarangan, lu ngeremehin kecerdasan gue?" sewot Alex.


Nah, itu dia sifat aslinya yang nyebelin keluar lagi. Kayla mendengus senyum menanggapinya.


"Aku harus akuin, kamu punya bakat yang luar biasa."


Alex terkekeh, "Itu hobi gue."


"Jadi selain ngelukis, ngukir-ngukir kayak gini juga hobi kamu?"


"Hm"


"Saku jaket kamu udah kayak kantong Doraemon ya Al. Kemarin roti sama botol air kamu bawa, nah sekarang ternyata ada ini juga. Trus ada apa lagi di dalamnya?" Kayla tertawa kecil.


Alex memutar bola matanya jengah seraya tersenyum miring. Alih-alih kesal, Alex malah merasa gemas melihat Kayla.


"Btw, kapan kamu bikin ini?"


"Baru."


"Kapan?" Kayla berpikir, "Kemarin ya, dekat air terjun itu?"


Kayla ingat kemarin saat teman-teman yang lain bersenang-senang bermain air, Alex hanya duduk sendirian sambil melakukan sesuatu yang Kayla tidak mengerti, ia duduk tidak jauh dari keramaian.


"Bukan dekat air terjun, tapi dekat danau."


"Oh..jadi kemarin kamu ke danau juga?"

__ADS_1


"Bukan kemarin, kemarinnya lagi. Hari pertama camping."


Kayla mengernyit, Alex ada di dekat danau hari itu? Padahal hari itu kan Kayla bersama Nia dan Anggita juga kesana, tapi mereka tidak melihat Alex. Jangan-jangan memang benar hari itu Alex yang menyelamatkannya saat tenggelam? Waktu itu kan Kayla hanya mendengarnya menyebut Miss Kissable, jadi ia langsung mengira itu Alex. Namun, Kayla tidak tahu itu benar-benar Alex atau bukan karena ia tidak bisa melihat wajahnya dan kondisinya saat itu juga sangat syok.


"Apa kamu yang nyelamatin aku waktu aku tenggelam?"


Alex agak terkesiap, ia merasa canggung sekaligus kesal. Tiba-tiba Kayla menanyakan soal itu, apa dia tidak menyadari bahwa yang menolongnya itu Alex? Padahal waktu itu dia menyebut nama Mr Strawberry. Dan Alex juga merasa canggung karena waktu itu dia memeluk Kayla begitu erat karena kecemasannya.


"Nyelamatin lu? Gue? Mana gue tau lu tenggelam." jawabnya cuek.


"Oh ya? Trus kalo itu bukan kamu, siapa yang tau kalo aku Miss Kissable?"


Alex mati kutu, apa yang harus ia katakan. "Emm.. apa? Miss Kissable? Emangnya siapa yang tau itu selain gue?"


"Ngaku aja deh Al..!"


"Apaan?"


"Itu kamu kan? Berbuat baik kok malu, kamu ngebully orang gak malu tuh."


"Ck, siapa juga yang malu?!" kesal Alex.


Kayla tersenyum, membuat Alex tersipu dan lantas mengalihkan pandangannya.


"Terima kasih Al.."


"B-..buat apa?"


"Semuanya. Termasuk nyelamatin aku di danau."


"Sebenarnya elu liat gak sih siapa yang nyelamatin lu?"


"Enggak. Aku gak bisa liat kalo gak pake kacamata, apalagi waktu itu kan aku sempet tenggelam. Jadi penglihatan aku bener-bener buram."


Alex mendengus, "Pantesan.." gumamnya dalam hati.


"Jadi Al, aku beneran boleh nyimpan ini?" Kayla menanyakan tentang sepasang ranting pohon yang terukir namanya dan nama Alex di sana.


Alex sempat terdiam, ia memang sengaja membuat itu untuk Kayla. Saat tempo hari ia melukis di dekat danau, ia melihat Kayla lewat bersama dua orang temannya. Saat itulah ia berinisiatif untuk membuat sebuah cenderamata spesial yang ia dedikasikan untuk Miss Kissable dan Mr Strawberry


Kayla meletakkan masing-masing dua bagian cenderamata itu di kedua telapak tangannya yang terbuka. Lalu Alex mengambil salah satunya.


"Kamu simpan yang itu, aku yang ini!"


"Aku simpan yang nama kamu?" tanya Kayla setelah Alex mengambil cenderamata yang berukir nama Miss Kissable.


"Hm."


Kayla tersenyum, "Oke, Mr Strawberry!"


"Emm... denger!" Alex ingin mengatakan sesuatu tapi dia ragu.


"lya?"


"Duh... kok susah ya mau ngomong langsung?! Miss Kissable, aku sengaja bikin cenderamata ini spesial buat kamu. Buat kita, biar kamu gak ngelupain aku. Kamubakal terus inget sama Mr Strawberry!" Alex mengatakannya dalam hati.


"Apa Al?"


"Emm... gak papa. Kamu simpan aja itu"


... ....


... ....


... ....


Sembari beristirahat, Kayla memetik beberapa buah mangga yang sebelumnya ingin ia petik, yang sempat tertunda karena insiden kecelakaan yang tak terduga tadi. Setelahnya mereka makan siang bersama, meskipun hanya makan buah mangga yang belum matang. Sesekali Alex mengeluh karena mangganya terasa asam, tapi meski begitu ia tetap memakannya. Setelah cukup beristirahat, keduanya pun melanjutkan perjalanan.


Dengan kakinya yang terluka, Alex kesulitan berjalan. Karenanya Kayla membantunya, Kayla merangkul bahu Alex dan memegang lengannya. Awalnya Alex merasa canggung, ia malu harus bergantung pada seorang gadis. Tapi mau bagaimana lagi, tidak ada cara lain yang bisa mereka lakukan. Alex harus membiarkan Kayla memapahnya yang bertubuh besar, sedangkan postur tubuh Kayla lebih kecil darinya. Alex merasa menyesal harus merepotkan Kayla seperti ini, apalagi setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, Kayla kelelahan tapi ia tidak mengeluh pada Alex.


Alex tidak tega jika harus membiarkan Kayla memapahnya sepanjang perjalanan. Dan lagi, Alex tidak tahu perjalanan mereka masih jauh atau sudah dekat. la tidak yakin dengan jalan yang mereka lalui, karena waktu kemarin Alex melewati jalan ini, hari sudah gelap.


Alex tidak bergantung sepenuhnya pada tenaga Kayla, sebelah kakinya masih baik-baik saja dan bisa ia gunakan untuk menopang tubuhnya. Tapi tetap saja Alex tidak tega melihat Kayla yang sudah kelelahan, keringat yang bercucuran membasahi wajah dan lehernya, juga nafasnya yang tersengal-sengal.


"Miss Kissable, maafin aku ya.."


"Maaf apa sih Al?"


"Kayaknya kamu bener deh, harusnya aku gak nyusulin kamu pas tadi pohon itu mau tumbang. Jadi kamu gak perlu susah-susah mapah aku gini. Kalo kamu yang terluka, aku kan gampang gendong kamu."


"Apa maksudnya kamu ngomong gitu?Mendingan aku yang terluka, atau kamu minta digendong?"


Alex tertawa. "Ya enggak lah, justru aku gak mau kamu kenapa-napa makanya mendingan aku yang terluka. Tapi aku gak tega biarin kamu ngelakuin ini buat aku."


"Kan aku udah bilang gak papa, Al."


"Stop!" ucap Alex tiba-tiba.


Alex mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ia semakin ragu akan jalan yang mereka lalui.


"Ada apa AI?" Kayla lalu melepaskan Alex dan membiarkannya duduk.


"Aku gak yakin ini jalannya bener."


"Maksud kamu?"


"Aku gak tau, Miss Kissable. Kayaknya aku kemarin gak lewat sini deh"


"Al, kamu jangan bikin aku parno. Kita gak nyasar kan?"


"Sorry... aku juga bingung, kita udah jalan sejauh ini tapi belum keliatan juga tanda di pohon-pohon yang kemarin dikasih Pak Erwin. Harusnya kita udah deket loh, ini udah jam tiga, harusnya kita hampir sampai."


Mata Kayla mulai berkaca-kaca, ia khawatir jika mereka tersesat dan harus menghabiskan malam di tengah hutan dalam kegelapan lagi.


"Jadi kita nyasar?" lirih Kayla.


... ....


... ....


... ....


... ....


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2