
Di keheningan malam yang pekat, Alex masih betah duduk bersandar di teras belakang rumah Kayla. la termenung memikirkan kata-kata Kayla beberapa menit yang lalu.
"Al, kamu pengen keluar dari rasa sakit kamu itu kan? Kamu pengen nyembuhin luka masa lalu yang ngeganggu kamu selama ini kan? Kalo gitu mulai belajar ngendaliin amarah kamu!"
Alex sadar, dirinya memang mudah marah. Sedikit saja diusik, amarahnya langsung tersulut. Sejauh ini ia selalu gagal mengendalikan dirinya ketika amarah sudah membara dalam dadanya. la seringkali berbuat keterlaluan karena amarahnya itu, ia membentak mama, menghukum para asisten rumah tangganya, membully siswa-siswi di sekolah, dan yang terburuk adalah.. dia sampai melecehkan Kayla di depan umum.
Semua itu ia lakukan karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya saat sedang marah. Tidak jarang juga ia menyesali perbuatannya setelah itu, ia juga merutuki kelemahan dirinya itu.
Kayla benar, Alex harus mulai belajar mengendalikan dirinya dengan menahan amarahnya. Telah banyak hal buruk serta kesalahan yang ia lakukan dalam kemarahan, yang akhirnya membuatnya menyesal sendiri. Telah banyak juga orang yang telah ia sakiti akibat kemarahannya itu. Kayla, Mama, dan orang-orang terdekatnya yang lain. Belum lagi parasiswi di sekolahnya, mereka menjadi korban kemarahan Alex.
Lamunan Alex buyar saat pendengarannya menangkap suara kecil di dekatnya, ditengah heningnya malam ini. la menoleh ke samping kanannya, Kayla datang dan meletakkan secangkir teh di depannya.
"Kaget ya?" tanya Kayla menyengir.
Alex tersenyum, "Makasih."
Kayla kembali duduk di samping Alex, ia juga membawa secangkir teh untuknya sendiri. Beberapa menit yang lalu Alex terus merengek padanya, minta ditemani duduk dan mengobrol disini, padahal Kayla mengantuk sekali. Alhasil Kayla pergi ke dapur untuk membuat teh dan mengambil beberapa cemilan, untuk mengusir rasa kantuknya. Teh, dan dua toples kue kering ia letakkan di lantai, didepan mereka. Tidak ada kopi, yang biasa disuguhkan untuk orang yang bergadang atau ronda malam, karena Kayla tidak suka kopi, dan Alex katanya juga tidak ingin minum kopi.
"Jadi Al, apa hal penting yang mau kamu omongin sekarang dan gak bisa nunggu besok?"
Ya, alasan Kayla menuruti keinginan Alex dan mengesampingkan rasa kantuknya adalah hal ini. Hal yang Alex bilang penting, dan harus dibicarakan malam ini juga. Selain itu, Kayla juga ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada Alex. Sesuatu yang harus diketahui dan pertimbangkan oleh Alex.
Alex menatap Kayla serius. "Miss Kissable, kenapa kamu bilang.. kamu pengen yang terbaik buat aku?"
"Karena yang terbaik buat kamu adalah yang terbaik buat semuanya Al! Buat orang tua kamu, dan buat semua siswa-siswi juga guru di sekolah." ucap Kayla berbinar.
"Emangnya apa yang terbaik buat aku, dan buat semuanya?"
"Kamu tinggalin semua kebiasaan buruk kamu! Belajar ngehargain orang dan berhenti ngebully! Aku tau itu gak mudah, tapi dengan kamu bersikap baik sama semua orang, itu bakal bikin mereka ngehargain kamu Al, mereka bakal ngehormatin kamu!"
Alex terdiam. Jadi maksud Kayla.. Alex harus berubah menjadi Alex yang lebih baik, Alex yang Kayla kenal sebagai Mr Strawberry? Jadi ini masih tentang keinginan Kayla sebelumnya, dia ingin Alex berubah untuk kebaikan semua orang, begitu?
"Kamu pengen banget aku berubah?" tanya Alex.
"Sebenarnya bukan berubah Al, tapi kembali. Kembali jadi Alex yang dulu. Sebenarnya kamu udah kembali jadi diri kamu.. saat kita pertama kali ketemu, tapi kamu belum sepenuhnya kembali."
"Miss Kissable, aku kan udah bilang.. aku bisa jadi Mr Strawberry cuman buat kamu. Kamu pengen aku bersikap semanis ini sama semua orang?
Kayla mengangguk, "Kenapa enggak! Menjadi the ruler of school bukan berarti semua orang takut sama kamu, Al. Kamu liat guru-guru, liat papa kamu, mereka dihormatin dan dihargain karena mereka ngehargain orang lain. Mereka bersikap sopan sama semua orang, ramah dan humble. Kamu bisa kayak mereka, Al."
Alex diam, ia masih menunjukkan ekspresi enggannya.
"Al, kamu kan anaknya pemilik sekolah, kamu bisa nguasain sekolah. Kamu bisa jadi image baik ataupun buruk buat sekolah dan buat orang tua kamu juga. Kamu bisa jadi teladan yang baik dan bisa juga jadi contoh yang buruk buat semua orang di sekolah. Kamu punya kekuatan dan pengaruh yang besar di sekolah, kamu bisa ngendaliin semua keadaan yang terjadi di sekolah. Nama baik orang tua kamu selaku pemilik sekolah.. itu ada ditangan kamu." ucap Kayla serius.
"Mr Strawberry mungkin cuman buat aku, tapi Alex.. buat semua orang kan?" kata Kayla seraya tersenyum.
"Sorry kalo aku kedengarannya maksa kamu Al, aku cuman nyampein apa yang menurut aku harus disampein ke kamu. Sekarang terserah kamu, kalo kamu keberatan gak papa kok. Yang penting jangan jadiin ini beban pikiran kamu ya!"
Alex mengernyit berpikir. "Kalo aku berubah, apa anggapan mereka tentang aku? Aku ngerendahin diriku, aku lemah, cemen, dan gak diseganin lagi?!"
"Bukan ngerendahin diri tapi ngerendahin hati Al, sombong itu kan gak baik. Kalo kamu mikirnya dengan sikap sombong bisa bikin orang hormat sama kamu, itu salah. Kita bersikap rendah hati, sopan, ramah, banyak ngalah, gak akan bikin kita terlihat hina kok. Justru itu bikin orang segan sama kita, karena mereka akan ngerasa dihargain dengan sikap kita itu."
Alex masih mendengarkan. "Bersikap ramah gak berarti ngehilangin ketegasan kita Al, gak juga bikin orang ngeremehin kita, selama kita bisa nempatin sikap kita di setiap situasinya." lanjut Kayla.
"Aku tau, kamu gak akan biarin siapapun , ngeremehin kamu, nganggep kamu lemah, ataupun gak tegas. Kamu akan tetap dihargain dan dihormatin kok selama kamu bisa bersikap sesuai situasi yang kamu hadapin, tapi bukan berarti kamu selalu nunjukin kekuatan kamu yang bikin orang ngerasa terancam loh." Alex menyimaknya dengan seksama.
"Kamu pikir aku bisa kayak gitu?" tanya Alex.
"Bukan pikir lagi Al, aku yakin! Aku yakin kamu bisa kayak gitu, karena kamu adalah figur sekolah. Kamu anak dari seorang yang terpandang di Kota ini, dan kamu akan jadi seorang pemimpin nantinya kan! Bahkan sekarang kamu udah ngewarisin sebagian bisnis papa kamu. Mau gak mau kamu harus belajar dari sekarang, iya kan?"
"Pemimpin?" monolog Alex.
__ADS_1
Alex terkekeh geli, ia baru sadar kalau ia telah diserahi tanggung jawab sebagai seorang pemimpin oleh papanya sendiri. Dan ia seharusnya mulai belajar menjadi pemimpin yang baik dan bertanggung jawab kan, baik menjadi CE0 perusahaan ataupun Owner restoran, jabatan itu tidak main-main. Apalagi perusahan dan aset-aset yang ia tangani bukan hanya satu atau dua, tapi banyak. Papanya memang menginginkan dirinya belajar dewasa agar bisa meneruskan berbagai bisnis papanya yang tersebar di seluruh negeri. Karena memang dirinya lah satu-satunya pewaris sang papa.
Ya, Alex harus belajar mulai sekarang! Menjadi pemimpin tidak hanya membutuhkan kecerdasan saja, tapi juga wibawa dan kebijaksanaan. Jika sifat pemarahnya tidak bisa ia kendalikan, bagaimana ia bisa mengendalikan situasi dan mengatasi masalah nantinya di masa depan.
Alex menatap takjub pada Kayla, bagaimana bisa Kayla berpikir sejauh itu utuk Alex. Kayla memikirkan yang terbaik untuknya, untuk sekarang dan juga masa depannya. Kayla memberikan solusi untuk masalahnya, semua permasalahan Alex kini sudah menemui titik terang, tinggal Alex saja yang memutuskan akan memulainya atau tidak.
Baiklah, Alex akan mencobanya. Belajar mengendalikan dirinya dan menahan amarahnya, itu memang tidak mudah tapi Alex percaya pada Kayla, Kayla akan membantunya dan mendukungnya. Menjadi dirinya yang dulu, Alex yang lembut dan ramah, yang memiliki kasih sayang dan kepedulian terhadap orang di sekelilingnya. Alex yang dulu, sebelum kejadian traumatis yang menyakitkan menimpanya.
Tapi.. bagaimana Kayla tahu bahwa dulu Alex adalah anak yang baik dan tidak brandal seperti sekarang? Bukankah Alex tidak pernah memberitahunya tentang ini, tidak ada yang tahu tentang masa lalunya itu selain ketiga temannya, itupun tidak seluruh kisahnya Alex ceritakan pada mereka. Lantas, darimana Kayla tahu?
"Miss Kissable, kamu tau kalo aku dulunya gak kayak gini?"
Kayla mengangguk, "Hm.. aku tau. Kamu adalah Alex yang aku kenal sebagai Mr Strawberry. Sebelum kamu kenal sama aku, kamu udah jadi Mr Strawberry yang baik hati buat semua orang"
Alex terenyuh mendengar kalimat baik hati yang Kayla ucapkan, "Tapi gimana kamu bisa tau?"
"Papa kamu yang kasih tau" jawab Kayla jujur.
"Papa?" kaget Alex. "Papa aku kasih tau kamu tentang itu, kapan, kok bisa??"
Kayla tertawa kecil, "Jadi Om William benar-benar gak cerita ke Alex kalo udah ngomong banyak sama aku?" gumam Kayla dalam hati.
"Pas papa kamu nganter aku pulang dari rumah sakit waktu itu, Al."
"Oh ya?" Alex tidak menyangka. "Papa aku ngomong apa aja sama kamu?"
"Banyak!"
"Apa aja?" tanya Alex sedikit tegang.
"Masa' aku harus flashback ceritanya, males ah!"
"Miss Kissable, papa aku ngomong apa aja? Bongkar semua aib aku ya?!" Alex semakin penasaran.
Alex terdiam, ia tak mengira papanya yang selalu terkesan tegas dan tak banyak bicara itu, ternyata bisa bicara terbuka dan serius seperti itu pada Kayla. Papanya bahkan menceritakan tentang masa lalu mereka juga. Apa jangan-jangan.. papa meminta sesuatu juga pada Kayla? Papanya itu kan orang yang paling tidak suka membuang-buang waktu ataupun berbicara yang tak penting.
"Miss Kissable, apa papa aku juga minta sesuatu dari kamu?"
Kayla menaikkan alisnya, "Kok kamu mikirnya gitu sih?"
"Papa aku itu bukan orang yang humble kalo bukan sama rekan-rekan bisnisnya, jadi ya aneh aja kalo papa cerita semua itu ke kamu tanpa ada maksudnya, kalian kan baru kenal!"
Kayla mengangguk, "Kamu bener, papa kamu itu pebisnis yang profesional. Tapi dia juga bisa jadi teman ngobrol kok, walaupun rada awkward.. kita nyambung kok."
Alex mengernyit cemberut menanggapinya, membuat Kayla tertawa kecil karena ekspresi wajahnya itu terlihat menggemaskan dimata Kayla.
"lya Al, papa kamu pengen aku.. dampingin kamu" ucap Kayla serius membuat Alex menaikkan alisnya heran.
"Papa kamu juga ngerasain ada perubahan dalam diri kamu, dan dia bahagia liat itu. Dia pikir aku yang kasih pengaruh positif ke kamu, jadi dia pengen aku bantu kamu buat berubah."
Alex mendengus, "Jadi.. papa aku yang minta kamu buat bantu aku? Kamu pengen aku berubah itu karena papa aku yang minta?"
Kayla menggeleng, "Enggak Al. Kamu tau, jauh sebelum aku ketemu papa kamu, sebelum papa kamu yang minta, aku emang udah pengen kamu berubah, aku niat mau bantu kamu itu dari diri aku sendiri. Saat papa kamu minta aku, aku ngerasa dapet dukungan besar. Itu aja."
Alex menatap Kayla dalam, "Kamu serius?"
"Hm. Tapi inget Al, aku gak pengen kamu berubah kok, aku cuman pengen liat kamu kembali jadi diri kamu sendiri, diri kamu yang dulu! Intinya aku pengen yang terbaik buat kamu, dan itu juga yang ternyata papa kamu mau."
Hati Alex rasanya menghangat mendengar ucapan Kayla. Ucapan itu menambah semangat dalam diri Alex, dan menambah keyakinannya akan keputusannya. Tidak sia-sia mereka mengobrol panjang malam ini, Alex merasa lebih baik dan relaks. la sudah menemukan solusi untuk masalah peliknya, dan ia akan memulai prosesnya.
Ini adalah sebuah awal dari perubahan.
__ADS_1
Solusi yang diberikan Kayla, akan Alex ambil untuk memulai sebuah awal dalam dirinya. Untuk memulai perubahan, yang sebenarnya sudah dimulai. Perubahan pada dirinya, pada sudut pandang orang tentangnya, dan juga pada nama sekolah. Untuk kebaikan semua orang, terutama dirinya sendiri.
"Terima kasih, Miss Kissable." ucapnya sepenuh hati.
"Hmm.." gumam Kayla tanpa bergerak.
Alex mendengus senyum melihat Kayla. Kayla duduk bersila sambil bertekan dagu dengan tangan yang ia tumpu pada lututnya, matanya terpejam rapat dan sepertinya ia begitu mengantuk.
"Udah tidur ya?" tanya Alex pelan.
Kayla tak merespon. Alex menggeleng-geleng sendiri, merasa jahat karena meminta Kayla bergadang untuk menemaninya bicara. Kasihan gadis kesayangannya ini, ia sampai tertidur dalam posisi duduk begini karena menuruti keinginan Alex. Perlahan Alex merangkul Kayla dan melepaskan tangan Kayla dari dagunya. Alex kemudian menyandarkan Kayla ke pundaknya, dengan perlahan dan hati-hati tanpa mengganggu tidur Kayla.
"Maafin aku Miss Kissable, tidur yang pules ya..!" gumamnya pelan.
Alex pun mulai memejamkan matanya, ia tersenyum sambil menghirup aroma manis stroberi dari rambut Kayla. la menelan salivanya berkali-kali, sesekali ia membuka matanya dan melirik Kayla. Dasar Mr Strawberry!
Alex sangat bahagia bisa sedekat ini dengan Miss Kissable nya. Perasaannya begitu lega dan tenang, mengingat banyak hal yang terjadi diantara mereka. Banyak masalah yang ia hadapi, dan Miss Kissable adalah tumpuannya saat ini. Miss Kissable hadir di dalam hidupnya, memberikan pengaruh besar pada dirinya, menemaninya, mendukungnya, dan menjadi sandaran hatinya. Alex sangat bersyukur, ia berharap bisa selalu seperti ini bersama Miss Kissable.
Alex melirik Kayla lagi, menelengkan kepalanya dan memandangi wajah Kayla yang polos, yang tertidur di pundaknya. la terkekeh kecil.
"Miss Kissable, kok bisa sih kamu tidur di depan aku? Kamu kenal aku, tapi kamu gak takut dan gak ragu sama sekali kayak gini di depan aku? Segitu percayanya ya kamu sama aku, emangnya gak takut kalo aku apa-apain?"
"Kamu itu cantik, aku juga cowok normal. Kamu pikir aku gampang apa nahan diri di deket kamu? Singa mana yang nolak kalo disuguhin mangsa menggugah selera kayak gini, aku bisa nerkam kamu kapan aja loh." bisiknya.
... ....
... ....
... ....
Kayla mengernyit dengan mata yang masih terpejam, ia merasakan sesuatu yang hangat dipipinya. la lalu membuka matanya perlahan sambil menyentuh pipinya yang terhalang sesuatu hangat itu. Saat Kayla membuka mata, ia terbelalak melihat wajah Alex yang begitu dekat dengannya, menatapnya intens dan.. sesuatu yang hangat itu adalah telapak tangan Alex yang sedang membelai wajahnya. Kayla terkejut, ia sontak mengangkat kepala seraya mundur dari posisi duduknya, dan langsung menampar pipi Alex.
Plakk!
"Brengs*k!" Kayla berdiri dengan marah.
Alex yang terkejut akan reaksi Kayla pun lantas berdiri sambil memegang pipinya yang panas akibat tamparan Kayla.
"Aku percaya sama kamu, Al! Walaupun kamu pernah kurang ajar sama aku, tapi aku percaya kamu bisa berubah, kamu cowok baik. Tapi apa yang kamu lakuin ini, kamu udah ngerusak kepercayaan aku! Aku benci sama kamu! Pergi kamu!" ucapnya seraya memalingkan wajah.
"Miss Kissable..." sesal Alex.
"Jangan tunjukin muka kamu di depan aku lagi!" peringatkan Kayla lagi.
"Pliss dengerin aku dulu..!"
"Enggak! Aku udah banyak dengerin kamu, aku udah ngalah sama kamu, aku udah kasih kamu kesempatan berkali-kali Al, tapi kamu ngecewain aku lagi!"
"Miss Kissable.. maafin aku.." lirih Alex seraya meraih lengan Kayla.
Kayla menyentaknya dan pergi tanpa mengatakan apapun lagi.
"Miss Kissable..!"
... ....
... ....
... ....
... ....
__ADS_1
... Bersambung...