Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Teman Ngobrol?


__ADS_3

Alex mengingat-ingat kembali tentang keseluruhan isi surat itu, ia juga mengingat-ingat perasaan apa yang ia rasakan saat membaca surat itu. Meski ia masih tidak mengerti, apa yang sebenarnya ingin diketahui Miss Kissable.


Cukup lama Alex terdiam berpikir, ia bahkan sampai memejamkan matanya dan menautkan alisnya saking kerasnya berpikir. Setelah ia membuka mata, ia mendongak ke atas, tepatnya ke arah kamarnya di lantai atas restoran. Alex meletakkan suratnya disana, ingin sekali rasanya ia mengambil surat itu saat ini juga dan membacanya sekarang. Alex merasa gregetan sendiri karena tidak bisa mengingat keseluruhan isi surat itu, padahal di hari minggu itu ia terus memandangi tulisan tangan Miss Kissable itu dan membaca suratnya berkali-kali saking senangnya.


Ah iya, apa Alex bilang saja ya pada Miss Kissable kalau ia merasa sangat senang ketika membaca suratnya? Bagaimana jika bukan itu jawaban yang ingin didengar Miss Kissable?


Kayla mengulum senyum melihat ekspresi Alex yang lucu menurutnya. "Dia beneran mikir? Ya ampun gitu banget sih mukanya." Kayla tertawa dalam hati.


"Kamu ngetawain aku ya?" tanya Alex gemas.


"Sorry. Kamu udah kayak mikirin soal ujian aja. Yaudah gak usah dipikirin lagi"


Alex menaikkan alisnya, "Miss Kissable, tega ya kamu, aku udah mikir banget, sekarang kamu bilang gak usah dipikirin lagi?" Alex menggeleng gregetan.


Kayla tertawa kecil, "Maaf... justru karena aku gak tega liat kamu mikirnya sampe kayak gitu, makanya aku bilang gak usah dipikirin lagi. Mr Strawberry, kalo aku bisa ngelupain sesuatu yang penting buat kamu, kamu juga bisa ngelupain sesuatu yang penting buat aku. Gak masalah kok."


"Bukan gitu Miss Kissable, suratnya masih ada kok, aku juga udah baca berkali-kali. Cuman aku lupa aja sekarang, kayaknya ini efek aku grogi deh." Kayla lantas tertawa mendengarnya.


"Bisa aja ngeles nya." gumam Kayla, membuat Alex tersenyum jahil.


"Trus, kamu sendiri kenapa sampe lupa kalo ada janji sama aku?"


"Apa aku harus jujur?"


"Hm." singkat Alex seraya mengedikkan bahunya.


"Mr Strawberry, sesuatu yang penting buat kamu belum tentu penting juga buat aku, sebaliknya sesuatu yang penting buat aku belum tentu penting juga buat kamu kan. Kenapa kita bisa lupa? Karena kita mikirin sesuatu yang lebih penting buat kita daripada sesuatu yang kita lupain itu. lya kan?"


Alex mengangguk setuju. "Oke, aku ngaku deh... emang ada yang aku pikirin lebih dari surat kamu hari minggu itu."


Kayla hanya menanggapinya dengan anggukan. "Kamu gak penasaran gitu apa yang lebih penting dari surat kamu?"


"Apa?" tanya Kayla.


"Kamu"


Kayla mendengus geli. "Bener loh.. kamu sendiri itu lebih penting Miss Kissable, aku terlalu mikirin kamu sampai aku lupa sama isi surat itu." ujar Alex.


"Gombal!"


"Eh gak percaya..? Kamu sendiri, apa yang lebih penting dan yang kamu pikirin?"


Kayla sempat terdiam sebelum menjawab. "Banyak yang terjadi seminggu ini, hal-hal yang gak pernah aku alamin sebelumnya...akhir-akhir ini aku alamin. Jelas dong itu jadi pengaruh besar buat diri aku, itu lumayan nyita pikiran aku sih. Jadi aku sampe lupa sama janji yang aku buat sama kamu."


Alex mendengarkannya dengan seksama, kemudian ia mengangguk. Alex juga merasakan hal yang sama. Banyak yang terjadi satu minggu ini, setelah dia bertemu Miss Kissable dan utuk pertama kalinya menatap wajahnya secara langsung. Mulai dari birthday cake dan surat itu, sampai kejadian-kejadian di sekolah yang berkali-kali melibatkan perasaannya. Itu cukup menyita pikiran Alex.


"Mr Strawberry? panggil Kayla saat melihat Alex melamun.


"Oh, sorry."


"Ada apa? Ada yang ganggu pikiran kamu ya?Apa aku salah ngomong lagi?"


"Enggak. Aku cuman mikir yang sama kayak kamu. Seminggu ini aku juga sering mikirin sesuatu dan ngalamin sesuatu yang gak pernah terjadi sebelumnya."


"Alex mikirin apa ya? Apa ada hubungannya sama kejadian di depan markas waktu itu? Atau jangan-jangan yang dimaksud Alex ini ada hubungannya sama kejadian tempo hari, waktu dia nolongin aku dari jebakan Jessica?" gumam Kayla dalam hati.


"Oh ya? Hal yang baik, atau buruk?" tanya Kayla.


"Baik" singkat Alex, membuat Kayla sedikit takjub dan tersenyum tipis.


"Itu bagus dong"


Alex mengangguk, "Karena itu semua ada hubungannya sama kamu, Miss Kissable.."


Kayla jadi sedikit tegang mendengarnya, "Apa maksudnya ada hubungannya sama aku? Apa jangan-jangan.. dia udah ngenalin aku?" batin Kayla.


"Kenapa ada hubungannya sama aku?" tanya Kayla was-was.


"Karena aku gak bisa berhenti mikirin kamu. Aku bisa liat kamu dimana-mana, aku bisa ngerasain kalo kamu tuh kayak udah deket banget sama hati aku. Gimana ya aku jelasin nya."


Kayla membulatkan matanya ketika Alex mengatakan itu. "Apaan sih, aku gak ngerti. Jadi bukan karena dia ngenalin aku!" batinnya lagi.


"Mungkin gak itu efek samping dari jatuh cinta?" tanyanya polos.


"Hah? Kamu ngomong apa sih?"


"Ngomongin sesuatu yang aku rasain. Sekarang, kamu yang ngomong!"


Kayla terdiam. "Hal yang kamu alamin, itu baik atau buruk?" tanya Alex balik.


"Ada yang baik, ada juga yang buruk. Semuanya bikin aku bingung." jawab Kayla seraya menggeleng.


"Apa ada hubungannya sama aku?"


"Ya." sahut Kayla langsung, setelahnya ia menyadari bahwa seharusnya ia tidak menjawab seperti itu.


Alex terlihat senang mendengar jawaban singkat Kayla, Kayla jadi merutuki kecerobohannya sendiri karena mengatakan Ya.


Sekarang Kayla bingung mau mengatakan apa, Alex juga hanya diam dan tersenyum saja. Sepertinya Alex ingin mendengar kelanjutan dari kata-kata Kayla.


Baiklah, Kayla akan mengatakannya sekarang. Sesuatu yang sempat terpikir oleh Kayla akan ia katakan saat berhadapan dengan Mr Strawberry. Tapi sebelum Kayla sempat mengucapkan satu kata, Alex tiba-tiba bertanya.


"Kenapa ada hal yang buruk juga?"


"Hah?"


"lya, tadi aku tanya kamu ngalamin hal yang baik atau buruk? Trus kamu jawab, dua-duanya. Kamu ngalamin hal buruk yang berhubungan sama aku?"


Astaga.. Kayla harus menjawab apa? Gregetan sekali rasanya, mulut Kayla jadi tidak sabar ingin mengatakan semua hal buruk tentang Alex.


"Udahlah lupain aja, lagian banyakan yang baiknya kok. Ada yang lebih penting dari itu kan?"


"Hm?"


"Kamu mau tau pendapat aku soal perasaan kamu kan? Minggu lalu kamu udah ngungkapinnya ke aku. Dan aku belum ngomong apa-apa waktu itu" ujar Kayla gugup.


Alex mengangguk senang, "Ya!" ucapnya antusias.


"Mr Srtawberry.."


"Ya?" Alex menjadi tidak sabar dan sedikit tegang.


"Sebenarnya aku..." Alex semakin tidak sabar, ia mengetuk-ngetukkan jarinya ke paha.


"Aku..."


Kayla merasa kesal pada dirinya sendiri, kenapa ia bisa bertingkah seperti ini dihadapan Alex. Biasanya di sekolah Kayla menghadapinya dengan percaya diri dan berani kan. Tapi kali ini, ia malah gugup dan susah sekali untuk mengatakan sesuatu.

__ADS_1


Kayla mendesah pelan, "Sebenarnya aku gak ngerti perasaan apa yang aku rasain ini, aku bingung perasaan aku ke kamu tuh gimana."


Akhirnya Kayla bisa bicara setelah lidahnya terasa berat. Kayla sendiri masih tidak percaya ia bisa mengatakan itu pada Alex.


Ketegangan Alex hilang, tapi ia tidak juga lega. Karena yang ingin ia dengar berbeda dengan yang Miss Kissable ucapkan barusan.


Hening.


"Maaf ya Mr Strawberry..."


"Loh, kenapa minta maaf? Kamu kan gak salah apa-apa." ujar Alex seraya tertawa kecil.


"Aku udah ungkapin isi hati aku, itu yang sekarang aku rasain. Maaf aku gak bisa ngasih kamu jawaban yang pasti."


"Enggak papa kok. Apa kamu bisa jelasin, perasaan kayak gimana yang kamu rasain itu?"


"Kalo aku sendiri gak ngerti, gimana aku jelasinnya?" Alex terdiam.


"Oke, menurut aku kamu itu cowok yang baik" Kayla mengingat pertemuan pertamanya dengan Mr Strawberry di pesta topeng. "Aku senang bisa kenal kamu, dan bisa jadi teman kamu"


"Teman?"


"lya, teman. Teman ngobrol, teman berbagi perasaan, ...


"Gak lebih?" tanya Alex lagi.


"Apa aku harus bilang kalo kamu itu juga musuh aku? Alex yang brengsek dan yang aku benci? Udah cukup lah sebagai teman, itu juga.. kalo kamu jadi Mr Strawberry!" gerutu Kayla dalam hati.


"Masa' cuman teman ngobrol sih, Miss Kissable?" tanya Alex dalam hati.


"Kalo kamu gak keberatan aku nunggu, boleh aku nunggu kamu Miss Kissable?"


Kayla bingung, "Sebenarnya apa yang kamu tunggu?"


"Jawaban yang pasti. Aku udah tau isi hati kamu yang sekarang, tapi nanti bisa aja berubah kan? Itu yang aku tunggu."


"Hhhh..dia masih berharap juga?" desah Kayla dalam hati.


Kayla memandangi Alex dengan sedikit menelengkan kepalanya. "Mr Strawberry, maaf kalo aku terkesan gak ngehargain kamu. Jujur, aku masih gak percaya soal cinta pada pandangan pertama."


Alex mendengus senyum, "Apa itu alasannya kamu ragu sama aku?"


"Enggak, aku gak ragu kok sama kamu. Karena aku bisa ngerasain ketulusan kamu."


Kayla tidak bohong kan? Saat Mr Strawberry menunjukkan perhatiannya dan sikap manisnya pada Kayla, Kayla merasa tersentuh meskipun itu juga terasa aneh.


Hati Alex rasanya menghangat mendengar itu. Benarkah? Miss Kissable bisa merasakan ketulusannya, artinya yang Alex lakukan selama ini, ia mengikuti kata hatinya, itu sudah benar?


"Aku cuman bingung, karena aku belum pernah ngerasain jatuh cinta, apalagi pacaran. Jadi aku gak ngerti semua ini."


"Aku juga." kata Alex, membuat Kayla menaikkan satu alisnya sebagai tanda tanya.


"Aku juga belum pernah jatuh cinta sebelum ini, aku juga belum pernah pacaran."


Kayla jadi heran, masa' sih Alex tidak pernah pacaran? Lalu bagaimana ia bisa jatuh cinta pada pandangan pertama?


"Trus, gimana kamu tau kalo kamu jatuh cinta pada pandangan pertama?" tanya Kayla.


"Awalnya aku juga gak tau. Aku cuman curhat ke teman-teman aku soal perasaan yang aku rasain ke kamu waktu itu. Trus mereka jelasin ke aku tentang cinta, dan dari mereka aku sadar.. kalo aku jatuh cinta."


"Dan kamu percaya gitu aja sama teman-teman kamu?"


"Sejak kapan?"


"Sejak aku liat kamu di pesta topeng waktu itu?"


"Tapi kan kamu liat aku pake topeng"


"lya, tapi aku liat kamu gak cuman sama mataku ini aja, tapi sama hati aku juga. Dan aku yakin itu cinta."


Kayla melongo, ia merasa aneh. Apa yang dikatakan Alex itu benar? Apa memang itu yang Alex rasakan dihatinya? Kayla harus percaya padanya atau tidak?


Kalaupun benar, bagaimana jika Alex tahu bahwa Miss Kissable yang ia cintai adalah Kayla? Apa perasaannya masih sama? Sepertinya mustahil. Mana mungkin Alex bisa mencintai Kayla, siswi cupu di sekolahnya yang berani menentangnya dan sering bermasalah dengannya.


Lagipula, bagi Kayla itu tidak ada bedanya. Setelah nanti Alex mengetahui siapa Miss Kissable sebenarnya, perasaannya tetap sama atau tidak, itu tidak ada bedanya bagi Kayla. Yang Kayla pikirkan saat ini adalah bagaimana caranya Kayla akan memberitahu Alex tentang dirinya yang sebenarnya.


Bagaimana pun juga, Alex harus tahu kalau Miss Kissable adalah Kayla. Kayla tidak mau dianggap sebagai penipu jika ia terus menyembunyikan kebenaran dirinya dari Alex. Dan bagaimana pun jahatnya Alex, Kayla tidak akan membuat Mr Strawberry kecewa.


"Mr Strawberry!"


Alex tersenyum, "Apa yang kamu pikirin? Kamu masih mikirin jawaban yang aku tunggu? Kalo itu berat, gak usah dipikirin. Aku gak mau ngebebanin pikiran kamu. Lagian kan aku cuman minta izin buat nunggu kamu, kamu bisa nolak kalo kamu gak suka."


Kayla tertegun sesaat, ia hampir tidak percaya bahwa pria yang bicara didepannya ini adalah Alex.


"Makasih pengertiannya, tapi bukan itu yang aku pikirin. Sebenarnya aku mau ngasih tau kamu soal diri aku."


Alex melebarkan senyumannya, "Ya!"


"Sebelum aku kasih kamu jawaban, aku pengen kamu tau tentang jati diri aku yang sebenarnya."


Alex mendengus senyum, "Jati diri kamu?Emangnya yang didepan aku ini bukan kamu?"


"Bukan."


Alex mengernyit bingung. "Mr Strawberry, kamu belum tau siapa aku sebenarnya. Dan sebelum kamu dapetin jawaban yang kamu mau dari aku, kamu harus tau dulu siapa aku."


"Oh ya? Emangnya kamu sendiri tau aku siapa?"


"Tau lah!"


"Siapa?"


"Alexander Smith William anaknya bapak Elfattar Smith William yang seorang bigboss. Kamu pewaris tunggal PT SWill Group dan semua kekayaan papa kamu. Saat ini 50% nya udah dipindah tanganin ke kamu. Kamu anak tunggal, umur kamu 17 tahun dan meskipun kamu masih muda kamu udah punya aura kepemimpinan-.."


"Wow Miss Kissable, kamu tau banyak tentang aku ya!" ucap Alex seraya tertawa kecil.


Ya, Kayla tahu banyak tentang Alex, bahkan masih banyak yang Kayla tahu. Alex sudah memotong kata-katanya sebelum Kayla selesai menyebutkan yang ingin ia sebutkan.


"Oke, sekarang kasih tau aku siapa kamu sebenarnya." ujar Alex seraya menyilangkan kedua tangannya ke dada.


"Nggak sekarang, Mr Strawberry."


"Loh?"


"lya, karena kamu bakalan kaget setelah tau siapa aku yang sebenarnya."


"Owh... jadi ceritanya kamu mau ngasih aku kejutan?"

__ADS_1


Kayla mendengus senyum geli. "Bukan kejutan, tapi bikin kamu bener-bener kaget gak percaya." jawab Kayla dalam hati.


"Jadi kapan aku dapet kejutannya, Miss Kissable?"


"Minggu depan."


"Hah? Minggu depan lagi?"


"Hm, karena yang mau aku kasih tau ke kamu ini bakalan bikin kamu kaget, dan mungkin terganggu. Aku gak mau kamu terganggu kalo aku kasih taunya sekarang. Hari senin ini kamu udah mulai ujian kan di sekolah? Jadi aku gak mau ngeganggu konsentrasi kamu pas ujian."


Alex mendesah nafas panjang. "Kamu gak mau ngasih tau sekarang soal diri kamu, karena kamu khawatirin ujian aku?" Kayla mengangguk.


"Justru aku gak bakal bisa konsentrasi Miss Kissable, kalo kamu gak kasih tau sekarang. Aku bakal terganggu sama rasa penasaran aku soal diri kamu yang sebenarnya."


Kayla tertawa, ia benar-benar tertawa sampai ia menutup mulutnya sendiri.


Alex menatapnya gemas. "Apa coba yang lucu?" gumam Alex.


"Nggak bakalan, Mr Strawberry! Kalo pun kamu penasaran, efeknya gak bakal seburuk itu buat konsentrasi kamu nanti pas ulangan. Justru kalo kamu tau sekarang, siapa aku sebenarnya... efeknya bisa ngeganggu kamu."


"Kok gitu?"


Kayla mengubah mimik wajahnya jadi lebih serius, "Karena...


..aku gak bisa ngasih tau sekarang."


"Ih ya ampun Miss Kissable, sumpah aku penasaran!"


"Kalo kamu bisa nunggu jawaban dari aku yang gak pasti kapan kamu tau, kenapa kamu gak bisa nunggu satu minggu buat tau siapa aku sebenarnya?!"


"Oke deh aku ngalah." ujar Alex pasrah, membuat Kayla tertawa kecil.


"Seneng banget ya kamu bikin aku kayak gini? gumam Alex seraya memandangi Kayla yang tertawa.


"Miss Kissable, buat aku.. siapa pun kamu itu gak terlalu penting. Yang jelas aku serius suka sama kamu, aku cinta sama kamu, dan aku gak mau sia-siain kamu."


Degg


"Enggak setelah kamu tau siapa aku Al."


jawab Kayla dalam hati.


Kayla sempat terdiam sebelum menjawab, "Mr Strawberry, aku juga serius pengen kamu tau siapa aku. Aku percaya sama apa yang kamu bilang barusan, makanya aku gak mau nutup-nutupin apapun dari kamu. Cuman.. ini bukan waktu yang tetap buat kamu tau sekarang."


"Apa itu lebih penting dari jawaban kamu? Kenapa kamu bilang.. aku harus tau dulu siapa kamu sebenarnya, sebelum kamu ngasih aku jawaban?"


"lya, karena aku gak mau ada penyesalan."


"Kamu mikir kayak gitu?" mimik wajah Alex mulai berubah.


"Tolong jangan salah paham dulu! Aku percaya sama kamu, aku ngehargain kamu, tapi sebelum aku ngasih tau kamu tentang diri aku, aku gak bakal bisa tenang. Baik nanti aku nerima kamu atau aku nolak kamu, aku gak bisa nutupin soal jati diri aku.. dari kamu."


Alex mengangguk mengerti. Beberapa saat berikutnya keduanya sama-sama terdiam.


"Mr-.."


Miss-.."


Seru keduanya serentak tanpa sengaja. Kemudian keduanya tertawa.


"Kamu duluan!" Lagi-lagi keduanya mengatakannya dengan serentak tanpa sengaja.


"Oke, kamu duluan Miss Kissable!"


"Enggak, Mr Strawberry. Kamu aja yang duluan!"


Alex menggeleng, "Kamu duluan"


Baiklah, Kayla yang akan bicara lebih dulu.


"Btw, kamu lebih deket sama papa kamu, atau sama mama kamu?"


"Ya sama papa lah."


Jadi maksudnya.. kamu gak deket sama mama kamu?" Alex menggeleng.


"Kenapa?"


"Karena dari kecil aku tinggal sama papa"


Kayla sempat terdiam, "Pasti ada alasan lain."


"Miss Kissable, kamu kan udah ketemu sama papa aku dan udah ketemu sama mama aku juga. Pasti kamu bisa liat kalo aku lebih akrab sama papaku dibanding sama mama, karena emang aku tinggalnya sama papa."


"Mr Strawberry, aku penasaran, waktu itu mama kamu kayak ngehindar gitu pas aku nawarin diri buat ngasih birthday cake nya ke kamu. Kayak ada yang ditakutin gitu loh sama mama kamu, kenapa ya?"


"Hhh... kenapa ngebahas dia lagi sih Miss Kissable..?" desah Alex dalam hati.


"Masa' sih?" tanya Alex membuat Kayla mengangguk.


"Kenapa kamu nanyain itu? Kok aku ngerasa kamu lebih tertarik sama mama aku ya dibanding sama aku?"


"Hah?" bingung Kayla.


"lya, kamu nanyain soal mama aku terus. Waktu di pesta minggu lalu kamu nanyain mama aku, di dalam surat kamu ngebahas mama aku, trus tadi pas kita baru ngobrol kamu juga langsung ngebahas mama aku aja." Kayla mendengus tawa.


"Gak ada gitu yang mau kamu tanyain soal aku? Atau yang bikin kamu penasaran soal aku??"


Kayla tertawa kecil sebelum menjawab, "Emangnya apa yang harus aku tanyain soal kamu, aku kan udah tau semuanya tentang kamu"


"Hah? Apa kamu bilang?" kaget Alex.


Kayla jadi tegang seketika, "Ops.. astaga, aku keceplosan! Gimana nih?? Duh Kayla.. kamu ceroboh banget sih, kamu lupa yang didepan kamu ini Mr Strawberry bukan Alex?!" batin Kayla panik.


Kayla merutuki kebodohannya sendiri karena mengatakan kalau ia sudah tahu semua tentang Alex. Bagaimana jika Alex curiga padanya?


Tentu saja Alex kaget, karena dia pasti berpikir, bagaimana mungkin Miss Kissable tahu semua tentangnya? Mereka kan baru bertemu beberapa kali.


Alex menatap Kayla dengan penasaran, ia bahkan sampai mencondongkan kepalanya ke hadapan Kayla, Seolah ingin Kayla mengulangi perkataannya barusan dan ingin memastikan yang ia dengar tadi. Alex khawatir, jika Miss Kissable bilang dia tahu semua tentang Alex, apakah itu artinya Miss Kissable juga tahu tentang kelakuannya disekolah??


... ....


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... Bersambung...


__ADS_2