Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Kayla Dan Kenzo


__ADS_3

Kenzo duduk santai dengan sebelah tangan yang ia tumpu pada meja, telapak tangannya menopang sisi kepalanya. Sedangkan tangan yang lainnya memainkan sedotan minuman yang tengah ia nikmati. Sebelah kakinya ia lipat ke atas kaki yang lainnya. Bukan playboy namanya jika matanya tidak jelalatan. Sambil minum dengan santai ia mengedarkan pandangan ke seluruh isi kantin, tepatnya ke paras-paras cantik para siswi. Senyuman mautnya dengan bangga ia tampilkan ke arah mata mata para gadis yang tengah meliriknya. Sesekali ia mengedipkan matanya pada gadis yang terlihat salah tingkah ketika mata mereka bertubrukan.


"Ehemm.." tegur Kayla, membuat fokus Kenzo teralih padanya.


"Ken, tujuan kamu pindah ke Jakarta, trus sekolah disini tuh apa?"


"Elu"


Kayla mendengus, "Kamu nggak niat cari mangsa kan?"


"Itu pertanyaan, apa sindiran Kay?"


"Bagus kalo kamu paham." timpal Kayla cuek.


"Gue udah tobat, Kay"


"Oh ya!" cibir Kayla.


"lya. Selama dua bulan di Jakarta gue gak pernah pacaran. Sekarang juga gue masih jomblo."


"lya aku percaya. Gimana mau punya pacar, kamu aja sekolahnya gak bener. Selama dua bulan berapa kali kamu pindah sekolah?"


"Empat kali. Ini sekolah yang kelima, dan yang terakhir. Gue bakal ngerayain kelulusan disini bareng elu."


"Owh.. jadi maksudnya karena kamu bakal netap di sekolah ini kamu bakal nyari pacar baru, gitu?"


"Enggak. Gue mau cari calon istri"


Kayla tertawa geli, Nia dan yang lainnya pun ikut tertawa. "Kamu mau cari calon istri?! Kamu pikir istri itu mainan kayak mantan-mantan kamu apa, hidup kamu aja nggak serius, sekolah juga gak karuan, dan kamu bilang mau cari calon istri! Ya ampun Ken.. Hahahaa...."


"Puas-puas aja ketawa!" timpal Kenzo santai.


Tiba-tiba Kenzo berdiri mendadak, sehingga menimbulkan bunyi sentakan yang mengejutkan dari meja dan kursi yang ia duduki tadi, gelas minumannya pun jadi tumpah. Kayla dan teman-temannya lantas berhenti tertawa, mereka menilik heran ke arah Kenzo yang terlihat tegang.


"Aaaaaaaaawh...."


Jeritan seorang gadis yang tubuhnya limbung dan hampir terjatuh membuat Kayla dan teman-temannya menoleh ke asal suara. Dialah yang membuat Kenzo beranjak seketika dari tempat duduknya. Gadis itu baru saja terpeleset, tubuhnya terayun ke belakang, kedua tangannya berusaha menggapai-gapai sesuatu yang berada didekatnya untuk menopang tubuhnya, namun ia tidak dapat menjangkau apapun. la menjerit panik membayangkan tubuhnya sebentar lagi akan menghantam lantai, ia terpaksa harus merelakan tubuhnya menanggung rasa sakit di detik berikutnya, matanya reflek terpejam.


Namun setelah beberapa detik dalam ketegangan, ia tak merasakan sakit, punggungnya tak menyentuh lantai, tapi malah ia merasakan sesuatu melingkar di pinggangnya sehingga ia seolah-olah mengapung beberapa meter di atas lantai. la membuka matanya perlahan, dan tertegun ketika melihat pemandangan yang berada tepat beberapa senti di depan matanya.


Kenzo lega ia dapat menyelamatkan gadis itu dari hantaman lantai, senyum Kenzo perlahan terbit. Situasi ini juga menguntungkan untuk Kenzo, dimana ia memegang seorang gadis dengan posisi yang bisa dibilang intim, saat gadis itu hampir terjatuh kemudian ia menahannya. Kenzo dapat memandang gadis itu dari jarak dekat, dan menghirup parfum khas elegan dari tubuh gadis itu. Tangan Kenzo memegang erat pinggang gadis itu, memastikan bahwa gadis itu sudah aman ditangannya.


Meski raut wajahnya masih tegang, gadis dalam dekapan Kenzo ini terlihat sangat cantik. Hidungnya mancung, garis wajah yang indah dan perfect. Sepertinya dia gadis blasteran, sangat kentara jika dia adalah bule, rambutnya juga indah dengan warna pirang alami.


"Woww.. so beautiful!" gumam Kenzo dalam hati.


Sedangkan gadis itu masih tertegun pada posisinya. Jantungnya yang semula berdebar tegang akibat terpeleset dan hampir jatuh, kini berubah menjadi debaran yang berbeda namun sama gilanya. Dia mengerjap beberapa kali, memastikan penglihatannya. Dia tidak salah lihat, didepan matanya ini memanglah seorang pria yang sangat tampan. Tatapannya matanya membius, senyumannya membuat gadis itu terpana nyaris tak sudi mengedip lagi.


"Gue.. gue gak mimpi kan? Astaga... jantung gue kenapa gini amat sih." gumamnya dalam hati.


Tangan Kenzo terangkat untuk menyibakkan rambut gadis itu yang menutupi sebagian wajah cantiknya. Sentuhan lembut Kenzo membuat gadis itu menelan salivanya, wajahnya memerah malu, tapi matanya masih enggan beralih dari paras rupawan Kenzo.


"Are you okey?"


Ya Tuhan.. suara halus Kenzo hampir saja membuat urat-uratnya melemah, tapi untunglah ia berhasil menyadarkan dirinya dari buaian pria tampan ini.


"A.. i.. iya.. i'am okey" sahutnya gugup.


Kenzo melepaskan pegangannya dari pinggang gadis itu, hingga keduanya berdiri dengan sempurna.


"Kenzo Putra Kurniawan." Kenzo mengulurkan tangannya.


"Jessica Shenaitara Wilson." balas gadis cantik yang tak lain adalah Jessica, dia menjabat tangan Kenzo dengan senang hati.


Kenzo mengernyit lalu mendongak ke atas, membuat Jessica ikut melirik ke arah yang sama meskipun tidak mengerti.


"Jatuh dari kayangan ya? Kok bisa sih ada bidadari secantik ini."


Kayla mendengus tawa sambil menutup mulutnya mendengar gombalan Kenzo. Sedangkan Jessica, wajahnya semakin memerah. Dia terkekeh kecil sambil menggigit bibir bawahnya, membuat Kenzo tersenyum menang.


"Jess, elu gak papa?" Luna dan Erin berlari kecil mendekati Jessica.


Jessica memutar bola matanya malas, "Lama amat sih kalian." gerutunya.


"Sorry! Tadi kata anak-anak elu kepeleset ya, sakit nggak?" tanya Erin.


"Ya sakit lah, kayak gak pernah kepeleset aja lu!" timpal Luna.


"Enggak kok" jawab Jessica seraya tersenyum melirik Kenzo.


"Enggak sakit?" heran Erin.


Luna memandangi lantai di sekeliling Jessica, "Jatuh gak sakit?" gumamnya kecil.


"Gue kepeleset bukan berarti jatuh juga kali."


"Trus?"


"Jatuhnya ke pelukan cowok sekeren gue ya gak sakit lah." ujar Kenzo pede.


Luna dan Erin lantas beralih melihat Kenzo. "Aww, anak baru ya?" tanya Luna, "Gila, ganteng banget. lanjutnya dalam hati.


"Hai, gue Erin." Erin memperkenalkan dirinya.


"Kenzo." balas Kenzo ramah.


"Kenalin, gue Luna. Eka Dwi Syeriluna." Luna pun tak mau kalah.


"Kenzo."


Saat Kenzo menatap Luna, malah seseorang yang nampak mencibir di belakang Luna yang menarik perhatian Kenzo. Kenzo tersenyum geli, dia berpikir orang itu iri karena dia dikelilingi gadis cantik. Kenzo menunjuk orang itu dengan telunjuknya, membuat Jessica, Luna, dan Erin melihat kearah yang ditunjuk Kenzo.


"Sandi?" bingung Luna, kenapa Kenzo menunjuk Sandi.


"Kalian kenal mereka?" tanya Kenzo, tentu saja ketiga gadis cantik itu mengangguk.


"Ya. P-four. Mereka most wanted di sekolah ini" jawab Jessica.

__ADS_1


"Bukan." Tentu saja satu kata dari bibir Kenzo itu membuat mereka heran.


"P-five" ralat Kenzo.


"Maksudnya?" tanya Erin.


"Gue anggota baru geng itu." ujar Kenzo dengan pede'nya.


"Serius??" tanya Jessica tak percaya, Luna dan Erin pun menatap takjub.


"Dasar halu!"


Mereka lantas menoleh ke asal suara yang membantah dengan ledekannya itu. Jessica, Luna, dan Erin menatap remeh ke arahnya. Kayla menarik bibirnya ke bawah, meledek Kenzo.


"Ih, Si cupu ikut-ikutan nimbrung aja!" ujar Erin sewot.


Kenzo tertawa mendengar 'Si cupu'. "Hahaha... Nama lu udah ganti Kay?"


Jessica mengernyit, "Elu.. kenal sama dia?"


Kenzo hanya mengangguk karena ia masih belum puas menertawakan Kayla yang dipanggil 'Si cupu'.


"Ken..." tegur Kayla sambil menunjuk meja yang berantakan.


"Apa?" tanya Kenzo.


"Enggak sadar, ini ulah kamu lah! Minuman kamu tumpah tuh, kamu tiba-tiba aja berdiri tanpa aba-aba."


Kenzo melirik Jessica. "Ya mau gimana lagi Kay kalo udah liat bidadari secantik ini didepan mata."


Jessica sedikit terkesiap karena Kenzo menyebutnya bidadari lagi. Luna dan Erin melting mendengarnya.


"Heeem.... ciye bidadari.." goda kedua teman Jessica itu sambil menyentuh pipi mereka masing-masing.


"Jess, maaf ya! Kamu jangan sampe kemakan sama rayuan gombal dia. Kenzo ini play-.."


Kenzo bergegas membekap mulut Kayla agar sahabatnya itu tak melanjutkan kata-katanya.


"Jangan bongkar aib gue!" bisik Kenzo.


Kayla menepuk lengan Kenzo agar sahabatnya itu melepaskan bekapannya. Setelah Kayla mengangguk menyetujui larangan Kenzo. Barulah Kenzo mau melepaskannya.


"Hehe.. sorry ya, Nona Wilson."


Jessica menaikkan alisnya mendengar Kenzo menyebut namanya pakai nama belakangnya. Belum pernah ada orang yang memanggilnya seperti itu, anggap saja Jessica terlalu ge'er tapi saat ini ia memang merasa tersanjung.


"Jadi.. Si cupu ini, dia sahabat gue."


Kayla menyelis saat Kenzo ikut-ikutan menyebutnya Si cupu. "Gue dari Bandung, dulu gue sama Kayla tetanggaan, satu sekolah dari kecil. Makanya kita akrab."


Jessica dan kedua temannya mengangguk mendengar penjelasan Kenzo. Sedangkan Kayla hanya memasang wajah datar.


"Harus ya Ken kamu jelasin gitu ke dia? Dianya aja gak nanya. Lagian baru kenal juga, udah kayak sama siapa aja." ujar Kayla datar.


"Harus. Karena sebentar lagi gue bakal perjelas siapa dia buat gue" ujar Kenzo pede'.


... ....


... ....


... ....


Pelajaran terakhir telah usai, para murid bersiap-siap untuk pulang. Kenzo memasukkan buku dan alat tulisnya kedalam tas.


"Don, elu kenal Kayla?"


"Kayla yang mana?" tanya Doni balik.


"lya. Emang disini ada berapa Kayla sih?"


"Yang gue tau sih ada dua. Kayla kelas XIA, sama Kayla kelas XIl IPS. Elu cari yang mana?"


"Kayla IPS"


"Owh.." Doni mengangguk, "Kenapa nyari Kayla?"


Belum sempat Kenzo menjawab, Doni bicara lagi. "Elu mau deketin Kayla ya? Mendingan jangan! Bisa abis lu sama Alex."


Kenzo terkekeh, "Alex? Emangnya kenapa, mereka ada hubungan?"


"lya. Kayla itu ceweknya Alex."


"What?!" Kenzo terkejut.


la lalu melirik Alex yang sedang berjalan keluar kelas bersama ketiga temannya.


"Kayla ceweknya Alex?" ulang Kenzo dalam hati.


"Tenang aja Don, Kayla gak bakal nolak kalo gue deketin. Alex mah kecil." ujar Kenzo songong.


"Heh, gila lu! Baru sehari disini, jangan macem-macem lu ya! Lagian kenapa harus Kayla? Banyak cewek cantik disini, embat aja yang lain, jangan Kayla! Elu belum tau Alex, dia bahaya kalo udah emosi"


Kenzo tersenyum miring, ia santai saja mendengar ancaman Doni. la menepuk bahu Doni sambil berkata, "Gak usah bawel. Kasih tau gue dimana kelasnya Kayla!"


"Cari aja sendiri! Gue gak mau ambil resiko ikut campur kalo ada hubungannya sama Alex" Doni beranjak dari tempat duduknya dan pergi duluan.


Kenzo berdecak kesal. "Bahaya apa sih emang? Lagian masa' ia sekarang Kayla pacaran? Ah gue harus interogasi tuh anak."


Setelah puas celingak-celinguk sambil berjalan di koridor, akhirnya Kenzo menemukan sosok yang ia cari. Tanpa peduli sapaan para siswi yang kini banyak meliriknya, Kenzo berjalan melewati mereka dan menghampiri Kayla.


"Kay!"


"Ken."


"Miss Kissable!"


Kenzo menoleh ke samping, dimana seseorang memanggil Kayla dengan nama yang cukup menarik perhatiannya. Lebih mengherankan lagi saat Kayla menjawab panggilan itu. Kenzo pun menatap selidik ke arah dua orang yang berada di depannya.

__ADS_1


"Ikut aku yuk! Ada yang harus kita omongin." ujar Alex.


Kayla tidak langsung merespon. Lagi-lagi Kayla mencari cara agar lebih berjarak dari Alex. Bukan ia tidak suka atau tidak enak bersama Alex, tapi ia hanya menghindari pembahasan tentang niat lamaran Alex. Kayla belum siap untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan itu.


"Emm... tadi kamu mau ngomong apa, Ken?" Kayla beralih pada Kenzo.


"Oh," Kenzo agak bingung. "Banyak yang mau gue omongin. Makanya gue mau ngajak elu pulang bareng" la sedikit melirik ke arah Alex.


"Maaf ya AI, aku pulang bareng Kenzo. Kita bisa ngomong nanti kan?"


Alex tersenyum tipis, agak dipaksakan. "Aku udah lama gak ketemu sahabatku ini." ujar Kayla saat menyadari ada raut kecewa dari wajah Alex. la jadi merasa bersalah.


"Hm. Anything for you" jawab Alex seraya mengangguk.


"Aku duluan"


Kayla tersenyum pada Alex sebelum pria itu berbalik, Alex sempat tersenyum pada Kenzo juga sebelum ia melangkah pergi.


"Dia.. cowok lu?" tanya Kenzo.


Kayla terkekeh geli, "Kamu mikirnya gitu?"


"Gue bisa baca tatapan orang. Jadi sekarang elu pacaran Kay"


Kayla tersenyum miring, "Kalo iya kenapa?"


"Sejak kapan?"


"Sejak ditinggal nikah sama kamu." jawab Kayla asal, membuat Kenzo menatapnya kesal.


"Ya enggak lah Ken. Aku masih pegang prinsip aku kok, aku sama Alex gak pacaran."


"Serius nanya gue." kesal Kenzo.


"Aku gak pacaran, Ken."


"Trus Miss Kissable itu apa?" tanya Kenzo menyelidik.


Kayla hanya tersenyum, membuat Kenzo memandangi wajahnya dengan tatapan curiga. "Kenapa Alex manggil elu Miss Kissable, hayoo...?"


"Tanya aja orangnya langsung!"


"Kay, jujur sama gue!" Kenzo memegang kedua bahu Kayla dan menatapnya serius.


Mata Kenzo memperhatikan lekat ke arah bibir Kayla. "Apa sih Ken, jangan mikir yang aneh-aneh ya!"


Kayla menyentak tangan Kenzo pelan. "Dari awal kita kenalan tuh Alex udah manggil aku Miss Kissable, ngeselin sih. Jadi aku balas, aku manggil dia Mr Strawberry." Kayla tertawa geli setelahnya.


"Masa' gitu? Emangnya pas awal kenalan kamu gak nyebutin nama apa? Trus kenapa juga kamu manggil dia Mr Strawberry?"


Kayla tersenyum geli mengingat pertemuan pertamanya dengan Alex. Bukannya menjawab Kenzo ia malah senyum-senyum sendiri sambil berjalan. Melihatnya tentu Kenzo merasa kesal karena diabaikan. Dari gelagat Kayla, sepertinya ada sesuatu antara Alex dan Kayla.


"Kay?"


"Ya?"


"Kenapa senyum-senyum?"


"Lucu aja, keingat pas pertama kali ketemu Alex. Kamu tau Ken, meskipun kita satu sekolah aku baru sadar kalo Alex itu Mr Strawberry, sebulan setelah kita pertama kali ketemu"


Kenzo mengernyit tak mengerti. "Dan parahnya lagi, Alex sama sekali gak ngenalin kalo aku Miss Kissable. Kalo gak aku kasih tau mungkin sampe sekarang dia masih gak ngenalin aku" Kayla tertawa geli, sedangkan Kenzo masih bingung.


Meski Kenzo belum mengerti, ia bisa menyimpulkan bahwa memang ada sesuatu antara Alex dan Kayla. Kini pertanyaan dikepala Kenzo bertambah, dan ia tidak bisa tahan dengan rasa penasarannya itu terlalu lama. Setelah ini juga ia harus mendapatkan jawabannya dari Kayla. Kayla harus menjelaskan segalanya.


... ....


... ....


... ....


Kayla dan Kenzo pulang bareng berboncengan mengendarai motor. Tapi Kayla tidak langsung memutuskan untuk pulang, karena Kenzo mendesaknya harus menjawab rasa penasaran sahabatnya itu. Kayla tidak mau mengobrol berdua dengan Kenzo di rumah, karena mami tidak ada di rumah, nanti jadi fitnah. Padahal Kenzo bersikeras ingin segera bertemu mami Kayla dan juga melihat tempat tinggal baru Kayla.


Alhasil, kini keduanya duduk di sebuah restoran outdoor yang lokasinya tepat berdampingan dengan taman. Sehingga mereka bisa makan siang sekaligus mengobrol santai sambil melihat-lihat pemandangan taman yang cukup ramai siang ini.


Kayla menjawab semua rasa penasaran Kenzo, mulai tentang alasan kepindahannya ke Bandung secara mendadak, kemudian kehidupannya bersama mami di Jakarta. Tak lupa juga tentang kronologi pertemuannya dengan Alex, bagaimana mereka tidak saling mengenal dan kemudian akrab, hingga sampai sejauh mana hubungan mereka. Kenzo begitu ingin tahu tentang ada apa antara Alex dan Kayla, tapi Kayla hanya menceritakan tentang Alex yang bagian positifnya saja. Perihal sikap buruk Alex dan pembullyan nya, cukup di skip saja menurut Kayla. Alex sudah berubah dan menyesali perbuatan buruknya di masa lalu, jadi tidak pantas kisah kelam itu diungkit-ungkit lagi.


Setelah Kenzo puas mendengar penjelasan Kayla, Kenzo pun bercerita tentang bagaimana hampa dirinya tanpa Kayla di Bandung. Tidak ketinggalan cerita tentang papi Kayla yang berkal-kali menanyakan keberadaan Kayla dan maminya pada Kenzo, bahkan papi Kayla sampai mengancam Kenzo tapi untunglah Kenzo memang tidak tahu apa-apa.


"Tapi kamu gak papa kan Ken?"


"Enggak. Kan gue emang gak tau. Gak ada bukti juga yang bikin papi lu curiga sama gue, makanya gue dilepasin."


"Kapan terakhir papi nemuin kamu Ken?" ujar Kayla terdengar cemas.


"Sekitar satu bulan sebelum gue ke Jakarta, Kay. Elu tenang aja, aman kok, Om Arman gak tau gue ke Jakarta, apalagi buat nyari elu"


Kayla menatap cemas Kenzo, dan Kenzo meyakinkannya bahwa papinya tidak akan berhasil menemukannya dan maminya.


Mengingat tentang papinya, Kayla jadi teringat tragedi itu kembali. Tragedi yang membuat dirinya dan sang mami trauma. Kayla takut papinya tahu keberadaannya dan mencoba untuk mengulangi kejahatan itu lagi. Kayla khawatir jika papinya menemukannya dan maminya, semoga saja tidak.


"Kay.."


Kayla terkesiap, "lya Ken?"


"Gue disini, elu gak perlu takut. Gue gak akan kecolongan lagi kayak dulu, gue gak bakal biarin Om Arman nyentuh lu sama Tante Nadia. Jangankan nyentuh, gue gak bakal biarin dia sampe tau keberadaan lu."


Kayla menangkap keseriusan dan penyesalan dari mata Kenzo. Ia terenyuh, sangat jarang ia melihat tatapan seperti ini dari sahabat konyolnya. Namun Kayla tahu, Kenzo sangat menyayanginya dan selalu berusaha menjaganya. Dia HeroKenzo nya, sejak kecil dan selamanya.


"Makasih Ken."


... ....


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... Bersambung...


__ADS_2