Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
First Kiss


__ADS_3

Keringatnya mengucur tiada henti, begitu juga air matanya. la melemah dan kehabisan oksigen, penglihatannya sudah kabur. Terlalu lama melepas kacamatanya saja membuatnya pusing, apa lagi ini ditambah dengan tekanan fisik dan batinnya. Tubuhnya beberapa kali merosot ke bawah, karena bekas minyak yang masih menempel diseluruh tubuh dan seragamnya. Tapi pria breng**k ini menahan tubuhnya agar tetap pada posisinya. la sudah tidak berdaya. Tapi pria breng**k ini tak melepaskannya juga.


Alex yang menyadari perubahan Kayla, berusaha melawan gejolak liar dalam dirinya. la harus menghentikan ini, atau ia akan membuat nyawa Kayla dalam bahaya. Saat ini ia memang masih melakukan aksinya, tubuhnya seolah tak mengizinkannya untuk melepaskan tautan itu. Namun hatinya sedang berkecamuk dengan akal dan pikirannya. la berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan dirinya, ia harus menghentikan kekurang ajaran yang ia perbuat sekarang, meski itu akan menyiksanya. la menekan perasaannya dan mendesak dirinya sendiri agar segera melangkah mundur dan melepaskan tautan memabukkan ini.


Sembari berusaha melawan dan mengendalikan dirinya sendiri, Alex menutup matanya erat, ia menekannya kuat sampai kelopak mata dan pelipisnya mengerucut. Kemudian ia membuka matanya mendadak sekaligus memaksa menarik dirinya dengan kasar dan mendadak pula. la menyentak rahang Kayla sampai kepala Kayla menghantam dinding dengan kencang. Kayla langsung limbung, jatuh tergeletak di lantai. Saking lemasnya ia bahkan tidak bisa bereaksi saat Alex melepaskannya tiba-tiba. la tidak meringis atau pun menjerit kesakitan saat kepalanya terhantam dinding atau saat ia jatuh terhempas ke lantai, tapi kesadarannya belum hilang.


Sesaat setelah Alex menarik dirinya secara mendadak, Alex bergegas pergi menjauh dari Kayla. Jika ia tidak melakukan itu dengan cepat maka ia bisa kehilangan kendali lagi dan kembali menyerang Kayla. la berlalu dari sana tanpa melihat Kayla sedikit pun, meskipun ia penasaran apakah gadis itu baik-baik saja atau sudah pingsan akibat ulahnya?


Kayla yang merasa terbebas, kini mencobamengatur nafasnya, menghirup udarasebanyak-banyaknya, sampai ia terbatuk-batuk. Perlahan-lahan ia mulai bisa bernafas dengan baik meski masih lemas dan gemetaran.


Melihat Alex yang pergi terburu-buru, ketiga temannya lantas beranjak untuk mengejar Alex. Sedangkan yang tersisa disana hanya beberapa orang dari fans Alex, yang menatap sinis ke arah Kayla. Mereka juga pergi setelahnya, meninggalkan Kayla seorang diri dalam keadaannya yang memprihatinkan.


.......


.......


.......


Alex menyalakan mesin mobilnya dengan terburu-buru, sebelum ia melajukan mobil sport tanpa atap miliknya, ketiga temannya datang.


"Tunggu bro!" sergah Bima, kemudian masuk ke mobil Alex, diikuti Sandi dan Vicky.


Setelah ketiga temannya duduk dengan benar di mobil, Alex bukannya melajukan mobilnya malah mematikan mesin mobilnya.


"Loh.. kenapa?" tanya Vicky.


"Turun!" ucapnya datar.


Ketiganya saling melemparkan pandangan bingung.


"Turun! Gue mau sendiri!" titahnya setengah berteriak.


Ketiganya pun akhirnya turun mengikuti instruksi Alex, dan Alex segera melajukan mobilnya dengan mengebut.


"Yaudah lah, kita biarin dia tenang dulu" Vicky angkat bicara ditengah kebingungan mereka menatap mobil Alex yang melaju semakin jauh.


Ketiganya pun beringsut menuju motor mereka masing-masing.


"Gue pikir dia udah gak emosi lagi abis nyium tu cewek, eh ternyata masih."


"lya Vick, gue juga mikirnya begitu. Keliatannya dia frustasi gitu ya pas di mobil tadi, ya gak?"


"Masih emosi kali." timpal Sandi.


"Frustasi lah itu. Gue yang liat paling deket, dia ngelepasinnya aja kayak terpaksa gitu."


"Belum puas kali." lakar Sandi.


"Gile bener Alex... gue gak pernah ngebayangin dia bisa begitu, bro."


"lya Vick, gue pikir tadi dia mau nyekik tu cewek."


"Panas banget gak sih itu tadi, bro?" ucap Bima pelan sambil menaik turun kan alisnya.


"Hooh.." sahut Sandi dan Vicky mengiyakan.


"Mana lama banget lagi durasinya."


"Kira-kira setengah jam ada kali ya.."


"Lebih lah itu, gue aja sampe kesemutan."


"Apa lu yang kesemutan?" celetuk Bima.


"Kesemutan apa kesemutan, San..?" ledek Vicky.


Mereka bertiga pun tertawa bersama-sama.

__ADS_1


.......


.......


.......


Kayla berusaha bangun, mendudukkan tubuhnya yang masih lemas dan kepalanya yang berdenyut pusing. Setelah berhasil duduk dengan usaha kerasnya, Kayla mengedarkan pandangannya ke seluruh tubuhnya dan juga ke sekelilingnya. la lihat kondisi dirinya sendiri yang benar-benar berantakan, berlumuran minyak, pasir dan lumpur yang sedikit luntur karena terakhir diguyur dengan air es yang bersih.


Perlahan Kayla mengangkat tangannya yang masih gemetaran, ia menyentuh wajahnya yang masih basah oleh air mata dan keringatnya sendiri. la mengusap-usap bibirnya dengan kasar berulang kali meski tenaganya kecil. Air matanya kembali luruh, terbayang-bayang perlakuan kurang ajar Alex padanya.


Kayla menangis pilu. Hatinya begitu terpukul, harga dirinya dihancurkan, ia dilecehkan di depan umum. Kayla terus mengusap bibirnya sambil menangis, rasanya jejak sentuhan menjijikan Alex yang kasar itu masih tertinggal disana dan tidak bisa ia hapus.


Setelah puas menangis meratapi nasib malangnya, Kayla termenung di tempat, menatap nanar genangan air yang bercampur minyak, pasir dan lumpur di depannya. Kacamata dan tas Kayla tertimbun disana. la mengumpulkan tenaganya, berusaha bangkit dengan bertumpu pada dinding, perlahan ia mulai melangkah mendekati genangan air di depannya, meraih tasnya yang bertambah berat karena basah, dan kacamatanya yang ternyata sudah pecah.


Kayla berjalan gontai menyusuri koridor sekolah yang sudah sangat sepi, ia berjalan menuju gerbang sekolah, terlihat jalanan di depan sana nampak sepi, bahkan Pak Satpam juga tidak ada di tempatnya. Semua orang sudah pulang sepertinya. la duduk di halte dekat sekolah, termenung sambil menunggu angkot. Tidak ada angkot yang berhenti di depannya, padahal tadi ada beberapa angkot yang lewat. Kayla menghela nafas berat.


"Mana ada angkot yang mau nampung aku, aku kotor... berantakan banget gini." gumamnya getir.


la kemudian beranjak, terpaksa harus pulang jalan kaki, padahal ia masih lemas.


Setelah kurang lebih satu jam berjalan kaki, akhirnya Kayla sampai di rumah. Kayla bergegas masuk untuk membersihkan dirinya, sebelum mami pulang dan melihat kondisi buruknya. Kayla menyalakan shower dan duduk meringkuk dibawahnya, membiarkan air mengguyur seluruh tubuhnya.


Kayla meringis, sambil menyentuh perlahan area leher, rahang serta pipinya yang terasa perih. Ia kemudian beringsut ke depan cermin di kamar mandinya. Kayla terkesiap getir melihat pantulan dirinya di cermin, lehernya memerah akibat cekikan Alex yang kuat, dan ada luka cakaran kuku Alex juga disana. Bukan hanya di leher, bekas cakaran kuku Alex juga terukir di area rahang dan pipi Kayla, karena Alex mencengkeramnya begitu kuat dengan amarah yang menggebu-gebu.


Bibir Kayla juga terasa perih dan bengkak, Alex begitu kasar menyentuhnya. Kayla pun tidak bisa menahan air matanya kembali tumpah. la terduduk kembali di bawah shower, sambil menangisi kemalangannya. Menangis dan merintih sepuasnya, mengeluarkan segala gemuruh yang memenuhi hatinya. Rasa sakit, sedih, kesal, dan marah tercampur aduk dalam suara lirihnya.


"Breng**k..!!" jeritnya diantara tangisannya.


Alex telah merampas hak ciuman pertamanya, yang selama ini Kayla jaga dan tidak ingin Kayla berikan pada siapapun selain suaminya kelak. Alex telah menghancurkan prinsip Kayla, juga kesucian bibirnya. Kayla merasa hancur, ia dipermalukan sebegitu buruknya. Kayla terpukul, ia merasa kehormatannya direnggut meski Alex tidak menyentuh bagian tubuhnya yang lain.


Setelah puas menangis dan menumpahkan segala rasa yang mengganggu hati dan pikirannya, yang menyakiti fisik dan jiwanya, Kayla segera membersihkan dirinya dan juga pakaiannya. Selesai mandi, ia langsung mencuci seragamnya yang begitu kotor, menghilangkan jejak pembullyan yang ia alami hari ini. Jangan sampai mami mengetahuinya.


Derrrt... Derrrt...


"Assalamu'alaikum.. sayang.."


"Sayang, mami harus lembur hari ini. Maaf ya.. mami bakal pulang malam, kamu makan duluan aja nanti, gak usah nunggu mami. Gak papa ya?" Lanjut mami dari seberang telpon.


"Oh, Lily pikir kenapa Mami nelpon, tumben banget, jadi Mami mau lembur..? lya gak papa Mi."


"lya sayang.. mendadak banget soalnya besok ada proyek baru yang harus cepet dihandle, jadi mami harus lembur deh hari ini."


"Gak papa Mi.. Mami yang semangat yah..jangan lupa makan. Lily gak mau loh mami sampai sakit gara-gara kecapekan kerja."


"Hehee.. iya sayang. Makasih anak mami yang cantik.." Kayla terkekeh mendengarnya.


"Eh, Lily? Kok suara kamu..." Mami mengernyit bingung.


"Kamu kenapa, sayang ? Abis nangis yah?" tanya mami terdengar mulai khawatir.


"Ah enggak kok Mi." elak Kayla gelagapan.


"Lily.. Lily cuman pilek dikit." Kayla menggigit bibirnya reflek karena kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya. Eh, tapi ia beneran pilek kan sekarang, karena kelamaan menangis. Kayla kemudian meringis seketika saat merasakan perih di bibirnya.


"Bener cuma pilek? Eh, itu kenapa lagi?" tanya mami setelah mendengar suara ringisan Kayla.


"Enggak mami sayang.. Lily gak papa, beneran Lily cuman pilek.. ini mau minum obat trus istirahat."


"Yaudah.. kamu istirahat ya, sayang. Mami cuman mau ngabarin kamu kalo mami lembur"


"lya mi."


"Assalamu' alaikum."


"Wa'alaikum salam."


Kayla menghela nafas panjang seraya menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Ada rasa lega dihati Kayla setelah mami bilang hari ini lembur dan akan pulang malam. Seandainya mami pulang sekarang, dan mami melihat matanya yang sembab, bibirnya yang membengkak, dan bekas cakaran di pipi juga lehernya... Mami pasti khawatir, dan Kayla tidak bisa mengelak kalau ia memang habis menangis.

__ADS_1


"Alhamdulillah.. seenggaknya mami gak akan liat aku sampai besok pagi, mami gak boleh tau soal ini." gumamnya lirih seraya memegang kedua rahangnya sendiri.


Kayla berbaring di kasurnya, sesekali ia bergerak gelisah, karena ia sudah mencoba tidur sejak tadi, tapi tidak juga bisa tertidur. Masih terbayang-bayang dengan jelas perlakuan kurang ajar Alex padanya, ketika Kayla menutup matanya atau pun membukanya. Lelah berbaring, Kayla pun bangun, menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang.


Masih tergambar jelas di ingatannya, saat Alex mendorongnya dengan cengkeraman kuat di rahangnya, dan mendesaknya kedinding. Alex mengunci pergerakannya kemudian menciumnya secara paksa dan dengan kasar. Alex menyerangnya tanpa ampun sampai Kayla kesulitan bernafas. Dan lagi, Alex melakukan itu di depan umum, semua siswa dan siswi yang ada di tempat itu menyaksikannya. Sungguh memalukan! Kayla merasa jijik, dengan Alex.. dan juga dengan dirinya sendiri. la kembali mengusap-usap bibirnya yang sudah membengkak itu dengan kasar, air matanya kembali luruh.


"Breng**k!! Gak punya hati! Gak tau malu!" rutuk Kayla disela-sela rintihannya.


"Alex kejam! Aku benci!! Aku benci Alex!"


..._______________...


Sejak pulang sekolah sampai malam ini, yang Alex lakukan hanya mondar mandir tak karuan di kamarnya. Sesekali ia duduk dan merenung, lalu kembali berjalan mondar-mandir, karena memang pikirannya sedang tidak tenang.


Saat baru sampai ke rumah tadi saja ia langsung bergegas menuju dapur, membuka kulkas dan mengambil sebotol air serta menenggaknya dengan rakus sampai habis.Tak puas dengan itu, Alex mengambil sebotol air lagi dan menyiramkannya ke kepalanya sendiri, ia lalu duduk sembari mengatur nafasnya. la mengacak-acak rambutnya frustasi.


Beberapa ART dirumahnya yang kebingungan melihatnya pun bertanya, tapi Alex malah marah-marah dan beranjak menuju kamarnya, mengunci dirinya di sana dan tak keluar sampai malam. la tak ingin diganggu, saat ART nya mengetuk pintu untuk menawarkan makan, Alex membentaknya kesal. Setelah lelah mondar mandir, kini Alex duduk bersandar di kepala ranjangnya, ia menyilangkan kedua tangannya di dada sembari termenung dan mematung, dengan wajah yang mematut. Pikirannya masih berkecamuk.


Alex merutuki kebodohannya sendiri, bagaimana bisa ia kehilangan kendali dan menjadi begitu bengis. la merasa malu dengan perbuatannya hari ini. la merasa menjadi pria yang benar-benar kurang ajar dan jahat karena perbuatan melampaui batasnya hari ini. la tidak bisa menjauhkan pikirannya sedikitpun dari insiden memalukan tadi siang. la meremas tangannya sendiri sembari termenung, karena ia masih saja merasa buruk. Telapak tangannya yang selama ini tidak ia biarkan menyentuh gadis manapun, hari ini telah menganiaya seorang gadis.Telapak tangannya yang selama ini ia jaga dari semua gadis menyebalkan itu, hari ini telah begitu lancang memegang wajah seorang gadis, gadis yang akhir-akhir ini selalu membuatnya kesal dan berani menantangnya.


"Ck! Sialan!!"


Alex membetulkan posisi duduknya yang mulai merosot, kini ia mengangkat sebelah kakinya dan menumpu sikunya pada lutut, dan membiarkan sebelah kakinya yang lain menjulur bebas. Sesekali Alex mendecakkan lidahnya kesal, sembari termenung. Dan sesekali ia mengumpat geram pada dirinya sendiri.


"Apa apaan sih gue?!" gumamnya sambil meletakkan telunjuknya di antara gigi depan dan bibirnya, sesekali ia menggigit kukunya seraya merutuk.


"Kenapa jadi gini sih..?!"


"Ck, mau ditaroh dimana muka gue??"


Alex mendengus nafas berat. la merasa frustasi sendiri, ia berpikir bagaimana reaksi anak-anak di sekolah besok setelah melihat kelakuannya tadi siang? Apa mereka masih segan dan takut padanya, atau justru malah memandang rendah karena kelakuan The ruler of school mereka sebrutal itu!


"Ck, masa bodo ah! Ngapain peduliin mereka." gumamnya.


Alex kembali merenung, ia sendiri bahkan hampir tidak percaya dengan apa yang sudah ia lakukan hari ini. la tidak pernah berpikir kalau ia akan melakukan itu pada gadis sialan yang paling menyebalkan itu. la selalu bermimpi akan memberikan ciuman pertamanya pada gadis pujaannya Miss Kissable, sejak pertama kali ia bertemu dengan gadis pemilik bibir indah dan senyuman mempesona itu. Tapi apa yang terjadi?


"Ck, kenapa dia sih?! Sialan!"


la kembali merutuk pada dirinya sendiri, bagaimana bisa ia membayangkan Miss Kissable nya disaat ia sedang menghadapi gadis sialan itu. Bagaimana mungkin ia membandingkan Miss kissable nya dengan gadis sialan itu? Damn!!


"****! Gila!! Kenapa sih gue??" makinya sendiri, sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Ck, Ah...!!" teriaknya frustasi sambil merebahkan tubuhnya di kasur, menumpu kepalanya dengan kedua telapak tangan yang ia letakkan diantara bantal dan kepalanya.


"Miss Kissable..." rengeknya.


Alex rindu gadis nya itu, Selama ini ia selalu berusaha mencari tahu keberadaan Miss Kissable nya itu, tapi sampai sekarang ia belum menemui titik terang dari pencariannya. Entah dimana gadis itu? Dan kapan Alex bisa menemuinya lagi? Kira-kira apa kabar gadis pujaannya itu, apa yang dia lakukan sekarang? Apa dia juga merindukan Alex seperti Alex merindukannya? Pertanyaan-pertanyaan itu selalu muncul di benak Alex setiap hari.


Ya, Alex memang selalu merindukannya. Tapi Alex tidak rela pada dirinya sendiri ketika ia sampai merindukan gadis pujaannya itu disaat ia beberapa kali berhadapan dengan Kayla. Gadis cupu sialan itu memakai parfum yang sama dengan gadis pujaannya, sampai membuat Alex sulit mengendalikan dirinya. Alex memaki dan mengutuk dirinya sendiri setelah insiden memalukan tadi siang di sekolah.


Kenapa? Kenapa ia begitu lemah dan tidak bisa mengendalikan dirinya seperti sebelumnya? Dan kenapa harus gadis sialan itu? Kenapa bukan Miss Kissable nya yang mendapatkan first kiss darinya? Alex semakin frustasi memikirkannya. Kepalanya sudah pusing, ia memijat dahinya sendiri sambil memejamkan mata, masih merenung sampai akhirnya tertidur.


...________________...


"Lily.? Sayang, kamu belum bangun?"


Mami yang sejak tadi berdiri di depan pintu kamar Kayla kini beringsut mendekati putrinya yang masih betah bersembunyi dibalik selimut. Disingkapnya selimut yang menutupi seluruh tubuh putrinya itu, sampai terbuka setengah. Kayla mengerjapkan matanya, membukanya perlahan dan menatap mami dengan sendu. Kemudian Kayla terkesiap seraya buru-buru membetulkan syal yang membalut lehernya untuk menutupi bekas cekikan Alex semalam.


Seketika mami berteriak kaget melihat keadaan Kayla, mami terbelalak dan reflek meletakkan telapak tangannya ke mulut untuk menutupi mulutnya yang terbuka karena saking kagetnya.


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2