Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Kabar Kenzo


__ADS_3

Kayla duduk bersandar di sofa sambil memainkan ponselnya, ia membuka galeri foto dan memandangi hasil foto acara kemarin malam. Masih tidak menyangka bahwa ia sudah bertunangan, bahkan dengan pria yang dulu sempat ia impikan, kemudian ia benci. Kayla melihat jari manisnya yang tersemat cincin berlian cantik, ia tersenyum geli. Mengingat masa-masa yang telah ia lalui bersama Alex, dari awal pertemuan mereka sampai akhirnya mereka bertunangan. Takdir memang tidak bisa ditebak, teka-teki yang menakjubkan sekaligus lucu bagi Kayla.


Teng tong..


Bel rumah berbunyi, Kayla beranjak dari duduknya. Ternyata Alex yang datang, sebelum membuka pintu Kayla menghela nafas, tiba-tiba saja ia deg-degan setelah melihat Alex.


"Assalamu'alaikum Miss Kissable."


"Wa'alaikum salam Mr Strawberry."


Alex duduk di kursi yang tersedia di teras rumah Kayla, ia tidak masuk karena ia tahu Kayla sendirian di rumah dan tidak mungkin mengizinkannya masuk.


"Sebentar." Kayla hendak masuk kembali untuk membuatkan minuman untuk Alex, tapi Alex mencegahnya.


"Eitts tunggu! Aku bawain milkshake nih buat kamu, nggak perlu bikin minum. Ada martabak keju juga, kamu suka kan."


Kayla menaikkan alisnya sambil melihat tentengan yang ditunjukkan Alex, dua gelas milkshake dan sekotak martabak.


"Ya ampun.. makasih Mr Strawberry" ucap Kayla lalu duduk.


Alex mengeluarkan dua gelas milkshake dari kreseknya, dan membuka kotak martabak yang dibawanya. Beberapa saat mereka hanya saling tersenyum sambil mencicipi martabak bawaan Alex.


"Ada apa kesini?" tanya Kayla.


"Kangen sama calon istri." jawab Alex, membuat Kayla hampir tersedak karena salting.


"Kenapa, nggak boleh?" tanya Alex.


"Ummm... boleh kok" jawab Kayla malu. "Tapi kan tadi di sekolah udah ketemu."


"Apanya? Kamu cuekin aku." rajuk Alex, membuat Kayla tertawa kecil.


"Kamu liat kan, aku ditempelin sama cewek-cewek nggak ada akhlak itu, tapi kamu nggak lakuin apa-apa." kata Alex lagi.


"Mereka kan fans kamu Mr Strawberry, masa' aku harus usir mereka?"


"Justru mereka mancing kamu, mereka nunggu reaksi kamu pas liat aku dideketin sama mereka. Tapi kamu nya cuek, nggak cemburu emang?"


"Ngapain mereka mancing aku? Mereka pengen aku marahin, apa pengen aku jambak? Trus mereka bakal nyimpulin kalo aku posesif, gitu?"


"Aku suka kalo kamu posesif. Daripada kayak tadi, kamu nggak kasian sama aku?"


"Bukan gitu Mr Strawberry. Mereka kan baru tau kita tunangan, pastinya mereka nggak langsung bisa nerima fakta ítu kan, nggak mungkin kalo tiba-tiba mereka harus jaga jarak sama kamu. Aku nggak mau terkesan kayak ngekang mereka, kalo aku ngelarang mereka deketin kamu. Nanti juga mereka ngerti, mereka pasti bisa ngehargain kita kok."


"Kamu nggak cemburu? Kamu nggak risih aku dipegang-pegang sama mereka?"


"Hmm... makanya tadi aku langsung pergi, aku nggak mau liat kalian. Aku nggak mau egois, kamu kan belum jadi milik aku. Sebagai fans kamu, mereka masih berhak nyalurin kesenangan mereka ke kamu kan."


"Kok gitu sih! Miss Kissable, nggak selamanya egois itu nggak baik, dan nggak selamanya juga cemburu itu salah. Kamu tunangan aku, calon istriku, kamu berhak protes sama apapun yang kamu nggak suka dari aku, termasuk dari mereka cewek-cewek rusuh itu. Kamu berhak marah, atau nunjukin keenggak enakan perasaan kamu. Seenggaknya.. kamu ngerti kalo tadi tuh aku bener-bener risih, kamu malah biarin aku kejebak sama mereka."


"Tapi kamu nggak marah sama mereka."


Alex mendengus, "Aku belajar sabar, ngehargain mereka, dan nggak mau marah-marah"


"Aku bangga sama kamu." ucap Kayla seraya tersenyum.


Alex menatapnya cemberut. "Tapi aku nggak bangga sama kamu. Harusnya tadi kamu nyamperin aku, bilang sama mereka kalo.. 'Alex udah ada yang punya."


Kayla tertawa geli. "Sorry.."


"Mr Strawberry, buat saat ini biarin aja mereka nikmatin hari-hari terakhir sebagai fans kamu. Ntar kalo kita udah nikah, aku nggak bakalan biarin satu orang pun dari mereka nyentuh kamu" kata Kayla setelah berhenti tertawa.


Alex terperangah kecil, lalu tertawa. "Kalo gitu cepet-cepet aja kita nikahnya, aku pengen liat gimana posesifnya kamu sama aku. Aku juga pengen cepet bebas dari cewek-cewek genit itu"


"Aku masih berharap kamu inget dua syarat yang aku ajuin ke kamu waktu itu"


"Aku inget. Kamu nggak mau nikah sebelum lulus SMA kan, trus kamu pengen kuliah setelah nikah. lya. Tapi kita nggak harus terpaku sama syarat itu kan, kalo kamu berubah pikiran aku nggak keberatan."


"Berubah pikiran gimana maksud kamu?"


"Misalnya kayak... kamu pengen kita nikah bulan depan, atau minggu depan juga bisa."


"liih..." Kayla mendorong lengan Alex jengkel, membuat Alex tertawa gemas melihat ekspresi Kayla.


"Miss Kissable, tadi Kenzo nelpon aku"


"Oh ya? Kapan? Trus dia ngomong apa aja?" antusias Kayla.


"Belum lama, tadi sebelum aku kesini. Dia nanya, gimana caranya ngambil hati calon mertua biar direstuin."


Kayla tersenyum tipis, "Trus kamu jawabnya gimana?"


Alex terkekeh, "Aku bercandain dia. Aku bilang.. situasi dan masalah kita beda."


Kayla sedikit sedih mendengarnya. Perjuangan Kenzo untuk mendapatkan restu dari orang tua Chika cukup berat, Kayla teringat saat kemarin malam melakukan panggilan video dengan Kenzo.


(Flashback On)


Malam semakin larut dan para tamu berangsur-angsur pulang masing-masing. Tinggal lah keluarga inti, serta beberapa pelayan yang mulai membereskan ruangan.


Kayla duduk bersama Maminya dan Om Iwan, Riana dan Tante Vina juga ada disini. Sedangkan Pak William masih mengobrol dengan dua rekan bisnis sekaligus teman dekatnya, Om Tio dan Om Steve. Acara yang terbilang mendadak dan tertutup ini hanya dihadiri oleh keluarga dan para manager perusahaan serta mandor-mandor pabrik saja. Hanya pemimpin inti dari masing-masing bidang dan cabang bisnis, itupun jumlah mereka tidak sedikit karena memang bisnis-bisnis yang dimiliki Pak William tidak sedikit.


Selain itu, hanya dua dari cabang bisnis yang semua karyawannya turut diundang diacara ini, yaitu seluruh karyawan dan staf tempat Nadia bekerja, dan seluruh pekerja direstoran A.S.W Food, restoran dimana Alex dilantik sebagai pewaris tunggal dan diserahi aset, sekaligus restoran tempat dimana Miss Kissable dan Mr Strawberry bertemu kembali. Karena para pekerja di restoran satu itu, mereka semua mengenal Kayla.


"Miss Kissable, mau ngomong sama Kenzo?" sapa Alex yang baru ikut bergabung duduk bersama Kayla dan Maminya.


"Kenzo?!" seru Kayla semangat.


"Kenzo nelpon ya? Ya ampun.. kasian itu anak ketinggalan kabar. Kabarin Ly, ntar dia ngamuk lagi nggak dilibatin di acara sepenting ini" celetuk mami.

__ADS_1


Kayla mengangguk. "Aku baru mau ngabarin dia sih Tante, kita video call ya!" kata Alex.


"Yaudah, kalian aja ya! Mami mau kesana dulu." kata Nadia seraya beranjak dari duduknya. Sedangkan Om Iwan sudah lebih dulu pergi untuk menemui rekannya.


Tinggal lah Kayla dan Alex berdua duduk disana. Melihat senyuman Alex, Kayla jadi deg-degan lagi.


"Kayla.. Kayla.. kayak nggak pernah disenyumin Alex aja, kok deg-degannya minta ampun.." gerutunya dalam hati.


Setelah beberapa detik Alex melakukan panggilan ke nomer Kenzo, video call mereka pun tersambung. Wajah Kenzo muncul di layar ponsel Alex. Baru saja Kayla ingin menyapa, ia dibuat terkesiap dengan pemandangan yang ia lihat.


"Malam, bro!" seru Alex.


"Hai..! Wah apa kabar nih, kok pada pake baju bagus? Kay, elu cantik banget!" cerocos Kenzo, sedangkan Kayla terdiam sejak melihat wajah Kenzo.


"Ken, kamu kenapa? Muka kamu kok babak belur gitu, itu juga kening kamu kenapa diperban?" tanya Kayla cemas.


Kenzo tertawa kecil, "Nyantai Kay, cuman luka kecil. Ini sambutan dari calon mertua gue, papanya Chika."


"Kamu dihajar sama papanya Chika?" tanya Kayla lagi.


"Hm. Yah.. mau gimana lagi, gue pasrah sih makanya sampe bonyok gini. Kalo gue lawan sih bisa-bisa papanya Chika yang babak belur. Hahaha...." lakarnya.


Kayla menatapnya lirih, padahal baru kemarin Kenzo curhat tentang yang dia alami setelah jujur pada kedua orang tuanya. Dia bertengkar hebat dengan kedua orangtuanya, sampai dihajar oleh ayahnya sendiri. Belum hilang bekas luka pukulan sang ayah di wajah dan tubuhnya, kini ia mendapat hukuman lagi. Semoga Kenzo kuat.


Alex mengelus pundak Kayla setelah menyadari kecemasan gadisnya, Kayla mendongak menatap Alex lalu Kenzo bergantian. Sebentar lagi air matanya akan keluar, tapi ia masih berusaha menahannya.


"Ken, apa kamu udah dapetin restunya?" tanya Kayla.


"Belum nih." sahut Kenzo seraya memanyunkan bibirnya. "Ternyata dapetin restu itu nggak segampang dapetin cewek ya."


"Om sama Tante gimana?" tanya Kayla lagi, maksudnya adalah kedua orang tua Kenzo.


"Nyokap masih mogok ngomong, kalo Bokap.. yah.. susah lah. Bawaannya baku hantam mulu kalo ketemu. Tapi masih untung sih gue nggak jadi diusir"


Kayla tercekat. "Kalo Chika, gimana?" tanyanya lagi sembari menahan air mata.


"Chika baik. Kemarin dia sama nyokapnya ke Dokter kandungan, Alhamdulillah baby gue juga sehat. Sayangnya.. gue cuman bisa ngintip dari jauh doang, nyokapnya Chika juga eneg sama gue." terangnya semangat.


"Aacee'eleeeh.. yang bentar lagi punya baby.." celetuk Alex.


"Iri bilang bos..! Hahaa..." timpal Kenzo seenaknya, membuat Alex tertawa. Kayla pun tersenyum memperhatikan mereka.


"Woy.. btw kalian lagi dimana sih? Itu di belakang dekorasi pesta kan, ada acara apaan? Trus Kayla juga kok bisa dandan secantik gini, haha.. ini Kaylily gue bukan sih?" tanya Kenzo diiringi dengan lakar tawanya.


Kayla dan Alex saling bertukar pandang. Senyuman Kayla sirna seketika, ia tidak sanggup memberi tahu Kenzo, melihat kondisi Kenzo sekarang Kayla pikir tidak pantas ia berbahagia diatas penderitaan sahabatnya sendiri. Di sana Kenzo mengalami banyak masalah dan cobaan, sedangkan Kayla disini tertawa bahagia. Tidak! Tiba-tiba Kayla berdiri dan pergi meninggalkan Alex dan Kenzo begitu saja. la berlari kecil sambil mengusap wajahnya.


"Miss Kissable..!" seru Alex kaget, iapun reflek berdiri.


"Eh kemana Kay?" tanya Kenzo bingung.


"Bentar bro, elu jangan kemana-mana ya!" kata Alex lalu pergi menyusul Kayla.


"Yeeelah... ada apaan sih tuh berdua? Gue disuruh jangan kemana-mana, tapi mereka yang kemana-mana. Jadi ini gue ngomong sama siapa dong, sama kursi?" gerutu Kenzo sendiri.


"Miss Kissable.."


"Aku nggak tega liat Kenzo Al, kasian dia."


"lya aku tau. Tapi ini perjuangan dia, pasti ada cobaan yang mesti dia laluin. Makanya kita kasih dia support ya! Kamu percaya kan kalo dia nggak bakalan nyerah?"


Kayla mengangguk, "Tapi sampe kapan dia harus nanggung cobaan begitu Al? Aku takut dia nggak tahan..."


"Hei.. bukannya dia HeroKenzo kamu? Dia itu jagoan kan, mana mungkin dia nggak bisa nahan rasa sakit yang kayak gitu doang. Kamu liat kan tadi, dia masih bisa ketawa. Artinya kondisinya gak terlalu buruk"


"Gimana kalo dia cuman pura-pura baik-baik aja? Aku tau Kenzo itu nggak mau liat aku sedih, makanya dia ketawa-ketawa kayak biasanya di depan aku."


"Kalo gitu kamu jangan sedih, senyum..! Kamu tau, senyuman tulus dari kamu mungkin bisa ngurangin beban dan rasa sakit yang Kenzo alamin"


"Kamu kok bisa mikir kayak gitu sih?"


"Aku aja kalo liat senyum kamu tuh senang banget, beban berat jadi ringan, hati gusar jadi tenang. Kenzo pasti juga ngerasa begitu"


"Kamu lebay ah. Emangnya senyum aku obat, apa?" kata Kayla sambil mempoutkan bibirnya.


Alex tertawa kecil, "Yaa.. bisa dibilang begitu"


"Yaudah yuk, kita samperin Kenzo lagi! Video call nya nggak aku matiin loh, Kenzo pasti nungguin." ajak Alex seraya berdiri.


"Tapi.." Kayla bimbang.


"Ada apa Miss Kissable?"


"Dalam kondisi dia kayak gini, apa mendingan kita nggak ngasih tau dia dulu soal pertunangan kita? Aku nggak mau terkesan kayak bahagia diatas penderitaan sahabat aku sendiri."


Alex terdiam sebentar. "Tapi Kenzo berhak tau. Nggak baik kan kalo dia sampe tau kabar ini dari orang lain, dia bisa aja tersinggung."


"lya aku ngerti. Tapi aku nggak mau sampe kondisi dia tambah drop kalo tau."


Alex mendengus panjang. "Oke, kalo menurut kamu itu lebih baik."


Kayla tersenyum kaku, ia merasa tidak enak dengan Alex.


"Udah.. aku ngerti kok. Ayo!" Alex tersenyum seraya meraih tangan Kayla dan menggandengnya masuk ke dalam ruangan kembali.


Kayla dan Alex saling melirik heran saat melihat Sita dan Fita duduk di tempat mereka tadi, dan kedua gadis kecil itu nampak bergurau dengan seseorang lewat ponsel yang ada didepan mereka. Apa Sita dan Fita bicara pada Kenzo?


Setelah Kayla dan Alex menghampiri mereka, ternyata benar mereka bicara dengan Kenzo. Kayla jadi tegang, bagaimana jika kedua anak ini memberitahu Kenzo kalau...


"Nah ini dia anaknya! Jahat lu Kay..!" seloroh Kenzo saat menangkap sosok Kayla didepan kamera.

__ADS_1


Kayla terkesiap, lalu menilik Sita dan Fita bergantian. Kedua gadis kecil itu cengar-cengir, dan menggoda Kayla.


"Nah ini Bang Alex sama Kak Kayla nya udah dateng" kata Sita memberitahu Kenzo.


"Bang Alex sama calon istrinya, Sit!" ulang Fita meralat, ia tertawa kecil sambil menutup mulutnya.


"Heh anak kecil, ngapain sih.. ngerecokin aja nih, udah sana kalian, ntar dicariin mama loh!" tegur Alex seraya menurunkan kedua adiknya itu dari kursi.


"Ih Bang Alex, kita masih mau ngobrol sama teman baru kita." timpal Fita.


"Teman baru? Dia?" Alex menunjuk Kenzo, yang diangguki oleh kedua adiknya itu.


"Bang Kenzo lucu ya, pasti seru temenan sama Bang Kenzo." timpal Sita.


Alex mengernyit, "Bang Kenzo..? Sok akrab banget sih lu sama adek gue!"


Kenzo terkekeh, "Adek lu cantik-cantik bro, kenapa nggak pernah bilang! Tau gitu kemarin sempet dong gue main sama mereka"


Sita dan Fita mendekat ke kamera, ingin naik ke kursi lagi dan mengobrol dengan Kenzo.


"E'eeh... kan Abang udah bilang, sana ke mama! Jangan ganggu urusan orang gede" sergah Alex sambil menahan bahu mereka.


Dengan cemberut mereka pun menurut, "Dah Bang Kenzo..! Kapan-kapan main ke Jakarta ya..!" seru Fita seraya melambaikan tangan.


Sita pun melakukan hal yang sama. "Dah Bang Kenzo.. sampe jumpa..!"


Kenzo membalas lambaian tangan kedua gadis kecil itu sebelum mereka berlalu. "Dadah adek cantik..!"


Alex kembali duduk sedangkan Kayla masih berdiri dengan kaku. Alex pun menariknya untuk duduk, ia tersenyum meyakinkan Kayla bahwa tidak perlu cemas.


"Apa-apaan nih, tiba-tiba tunangan aja nggak ngasih kabar? Kalo gue di sana, udah gue beri lu!" sungut Kenzo.


"Sorry bro, agak dadakan sih. Kalo elu disini pasti gue undang kok. Tapi nggak buat ngacauin kayak yang sebelumnya loh ya..."


"Ck, alibi lu!" cibir Kenzo.


"Keterlaluan ya, masa' gue harus tau kabar baik lu dari orang lain sih, dari anak kecil lagi!"


"Ken, kalo kamu mau marah, marahin aja dia! Aku nggak tau apa-apa loh, ini tuh benar-benar the real surprise buat aku"


"Ciyee ciyee... yang dikasih surprise.. Gimana rasanya Kay, elu nggak nangis kan..?" goda Kenzo.


"Nangis bahagia" timpal Alex singkat.


Kenzo mendesah sembari tersenyum. "Selamat deh kalo gitu, gue ikut bahagia kalo elu bahagia, Kay"


Kayla tersenyum kaku. "Maaf ya Ken.."


"Kok maaf sih, makasih dong..!" sahut Kenzo.


"Makasih.. Maaf juga karena aku harus ngerayain hari ini tanpa kamu. Kamu di sana semangat ya Ken! Aku selalu dukung kamu, aku selalu do'ain kamu"


Kenzo tersenyum. "Thank you Kay. Elu nggak perlu khawatir, gue nggak bakalan putus asa lagi kok, gue bakal perjuangin Chika sampe berhasil."


"Kegigihan lu bakal berbuah manis bro, bravo!" timpal Alex.


"Thanks.. sukses lu ya!"


"Elu juga, bentar lagi sukses." balas Alex.


"Aamiin.." ucap Kenzo dan Kayla bersamaan.


(Flashback Off)


"Miss Kissable.."


Kayla terkesiap ketika Alex menyentuh bahunya. "Oh, maaf Al."


"Kamu mikirin Kenzo ya?"


"lya. Jadi gimana kabar dia? Apa dia dihajar lagi sama papanya Chika?"


"Enggak sih Alhamdulillah. Tapi papanya Chika masih nggak mau dengerin Kenzo."


"Trus, kamu support dia kan?" tanya Kayla penuh harap.


"lya dong, sayang. Dia minta solusi ke aku, dia curhat, masa' aku nggak support"


Kayla tersenyum mendengarnya. "Jadi kamu kasih solusi apa, biar papanya Chika luluh sama Kenzo?"


Alex terkekeh, "Aku bingung juga sih sebenarnya. Waktu Mami kamu sama Om kamu marah sama aku kan kamu sendiri yang ngasih pengertian ke mereka, bukan aku. Makanya aku bilang ke Kenzo kalo masalah kita beda. Tapi.. aku kasih dia saran kok, sebisanya aku aja."


"Saran apa?"


"Elu harus nunjukin keseriusan lu, sama penyesalan lu. Elu juga mendingan ngerendahin diri lu di depan orang tuanya Chika, biar mereka mau ngebuka hati mereka buat pertimbangin elu. Seenggaknya mereka mau dengerin lu, itu udah titik terangnya sih"


"Aku bilang gitu, yang menurut aku bener aja sih. Semua usaha ada di dia, semoga dia berhasil"


"Aamiin..." ucap Kayla penuh harap.


"Tau nggak Mr Strawberry, Kenzo bilang ke aku sebelum dia balik Bandung, dia tuh yakin banget kalo dia bisa dapetin restu dari orang tuanya Chika dalam waktu seminggu."


"Wow.. boleh juga tuh nyalinya." Alex terkekeh, "Kita tunggu kabar baiknya aja kalo gitu!"


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... ....


... Bersambung...


__ADS_2