Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Dibalik Boneka Teddy Bear


__ADS_3

Kayla termenung, hampir satu jam ia duduk bersandar di kasurnya. Seharian ini ia tidak bisa menyingkirkan Alex dan kata-katanya itu dari pikirannya.


Kayla menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya. la tidak menyangka akan jadi serumit ini. Kayla pikir setelah ia menolak cinta Alex, pria itu akan memahaminya. Meski Kayla tahu perasaan Alex tidak berubah setelah ditolak, Kayla pikir lambat laun Alex akan mengerti dan merasa cukup jika mereka hanya berteman saja. Tapi ternyata Alex merencanakan sesuatu yang lebih serius dari itu. Jauh dari dugaan Kayla, Alex ternyata malah berniat melamarnya.


Entah bagaimana jalan pikirannya, Kayla tidak mengerti. Apa dia sudah berpikir matang-matang untuk niatnya itu, atau dia menganggap pernikahan itu sesimpel soal ujian?


Dia bahkan belum bicara pada orang tuanya, bisa-bisanya dia mengambil keputusan sepihak seperti itu. Belum tentu kan papanya setuju dia menikah sedini ini, dan juga belum tentu papanya merestui jika dia memilih Kayla sebagai pendamping hidupnya. Bagaimanapun juga, kelas mereka berbeda. Kayla hanya seorang gadis biasa dari keluarga kelas menengah. Sedangkan Alex, tak perlu dijelaskan lagi seperti apa kekayaan orang tuanya, dan setinggi apa kelasnya. Mereka tidak setara.


Tentang perasaan..


Kayla perlu menelaah. Sebelumnya Kayla acuh tak acuh soal ini, Alex adalah salah satu temannya, dan Kayla memperlakukannya seperti teman, itu saja. Mungkin.


Mungkin lebih. Mungkin Kayla mengabaikan banyak hal atau kejadian yang ia alami saat bersama Alex. Sehingga ia tidak menganggap semua itu serius, atau akan jadi sebuah perkara, seperti sekarang ini. Kayla ingat saat beberapa kali hatinya merasakan sesuatu yang berbeda saat bersama Alex.


Saat pertama kali mereka bertemu.. Saat Alex mengajaknya bicara dan berkenalan setelahnya... Bahkan saat itu juga Alex sempat menyentuh wajahnya kan, ah bagaimana Kayla bisa mengabaikan itu!


Kemudian saat mereka bertemu di sekolah untuk pertama kalinya.. saat itu juga terjadi skinship antara Kayla dan Alex kan! Yah walaupun tidak ada unsur kesengajaan, tetap saja. Tapi itu tidak penting bagi Kayla, karenanya ia mudah melupakannya. Entah bagaimana saat ini ia bisa mengingat bagian itu juga.


Berkali-kali Alex mengganggunya dan bahkan menyakitinya, tidak ada yang Kayla rasakan selain kebencian dan kesedihan. Tapi setelah semua itu.. Alex mulai menunjukkan sisi berbedanya, semakin lama Alex semakin menunjukkan dirinya yang sebenarnya, meski tanpa disadari oleh Alex sendiri. Kayla juga baru menyadari bahwa ia memperhatikan Alex selama ini. Terlebih saat-saat dimana Alex menunjukkan perhatiannya pada Kayla, bahkan sebelum dia mengenali bahwa Kayla adalah Miss Kissable, dan setelahnya juga.


Entah bagaimana Kayla bisa mengabaikan semua itu dengan mudah. Dan sekarang.. Kayla menyadari bahwa memang ada sesuatu yang mungkin berbeda pada hatinya, saat ia memikirkan Alex. Tapi ia masih tidak bisa memahami sepenuhnya, perasaan apa yang ia rasakan ini.


"Seenggaknya.. aku pengen tau, gimana perasaan kamu ke aku"


Kalimat yang Alex ucapkan tadi pagi kembali terngiang-ngiang dibenak Kayla. Kayla tidak bisa menjawabnya. Bukan karena ia tidak mau menjawab, tapi karena ia memang tidak memiliki jawaban untuk itu.


Kayla mendesah pelan, ia gelisah memikirkan ini. Tapi apa yang bisa ia lakukan untuk menenangkan pikirannya. Tidur.. tidak bisa. Jalan-jalan.. sudah malam. Curhat.. ah tidak, Kayla malu membicarakan ini pada mami.


Kayla mengedarkan pandangannya ke seluruh isi kamarnya. Pandangannya lalu terhenti pada sebuah boneka yang masih terbungkus rapi. Itu adalah hadiah ulang tahunnya dari Adit kemarin. Kayla memang belum membukanya, karena sejak acara ulang tahun usai, Alex sudah merusak moodnya. Sehingga sampai sekarang Kayla belum membenahi kado-kadonya. Kayla tersenyum dan beranjak, meraih beberapa kado lainnya juga yang masih terbungkus rapi.


Kayla membukanya satu persatu. Terakhir, boneka Teddy Bear yang kemarin membuatnya sangat terpukau saat melihat Adit membawakan itu untuknya. Kayla mendekap boneka itu hangat, ia lalu memandanginya penuh kasih, bagai seorang ibu memandang anaknya.


"Hei.. aku kangen!" gumamnya pelan.


Kayla lalu mendekapnya lagi.


"Orang bilang.. kalo perasaan kita lagi gelisah atau pikiran kita lagi ruwet, nyentuh benda yang lembut bisa bikin kita lebih rileks"


Kata-kata itu..


kata-kata yang Dia ucapkan dulu, dan kata-kata yang sama yang Adit ucapkan pada Kayla kemarin. Bagaimana mereka berdua bisa mengatakan sesuatu yang sama persis. Ah, sekarang melihat Adit membuat Kayla seolah melihat Dia lagi. Bukan Adit saja, tapi boneka Teddy Bear dalam dekapan Kayla ini juga. Kayla jadi merindukan Dia.


Ah, Dia.


Kayla memejamkan matanya beberapa saat. Ketika Kayla membuka matanya, tampaklah lukisan indah yang terpajang di dinding kamarnya. Lukisan yang Alex berikan kemarin pada Kayla sebagai hadiah ulang tahun. Setelah beberapa menit memandangi lukisan dirinya, Kayla memutar bola matanya malas.


"lih... kenapa sih mikirin Alex mulu!" rutuknya sambil menepuk pelan kepalanya sendiri.


Lagi-lagi Kayla teringat akan ucapan Alex kemarin, dan pagi ini. Alex bilang dia serius, bagaimana Kayla harus menanggapinya. Bukannya Kayla tidak percaya, hanya saja ini terlalu mengejutkan. Perihal perasaannya pada Alex saja Kayla belum punya jawabannya, sekarang Alex mau melamarnya!


Mungkin mudah saja jika Kayla ingin menjawab asal, atau berkata jujur bahwa ia tidak menganggap itu penting. Atau bahkan langsung ia tolak saja Alex yang menyebalkan itu. Tapi.. jika Kayla melakukan itu, artinya Kayla tidak menghargai Alex sama sekali kan!


Mana bisa Kayla melakukan itu. Meski seburuk apapun perlakuannya dulu pada Kayla, sekarang dia telah berubah dan tobat. Meski Alex nampak terlalu jujur bahkan nekat, Kayla tidak bisa menyalahkannya. Kayla marah dan sangat terusik dengan niat melamar nya itu, tapi Kayla tidak tega membentaknya. Bagaimana pun juga.. Kayla tidak mungkin melupakan kebaikan Alex padanya. Jika mengingat kekurang ajarannya dulu, itu memang menyedihkan. Lagipula kekurang ajaran Alex yang melampau batas itu juga dipicu oleh kesalahan Kayla sendiri, Kayla yang terlalu nekat sekaligus ceroboh karena telah memancing amarah Alex. Kayla menyadarinya akhir-akhir ini.


Tapi, meski Alex pernah melecehkannya, itu bukan alasan bagi Kayla melupakan perjuangan dan pengorbanan Alex untuknya.


Alex pernah merusak kehormatannya, tapi dia juga pernah menyelamatkan kehormatan Kayla. Alex pernah menyakiti dan mengganggunya, tapi dia juga pernah menjaga dan melindungi Kayla. Alex dulu bagai musuh dan petaka bagi Kayla, tapi kini dia adalah teman yang baik, juga penyelamat Kayla.


Ceklekk


Kayla terkesiap saat mendengar suara dari arah pintu kamarnya. Kepala mami menyembul menengok ke dalam kamar Kayla.


"Mami?"


"Belum tidur, sayang?"


Kayla tersenyum tipis, "Belum. Tapi ini udah mau tidur kok."


Mami melangkah masuk dan duduk ditepi ranjang Kayla. "Lagi mikirin apa sayang?"


Kayla mengernyit, "Enggak kok mi. Enggak ada apa-apa." kilah Kayla.


"Nggak usah ditutup-tutupin sayang, mami ngerti kok. Sebagai sesama cewek, mami ngerti pikiran kamu sekarang. Lamaran itu adalah hal yang besar dalam hidup kita, dan itu gak main-main. Jadi wajar kalo kita kepikiran."


"Mami apaan sih.." rengek Kayla malu.


"Ayo cerita.." rayu mami.


"Cerita apa?"


"Mana mami tau. Kamu dong yang jawab mau cerita apa?"

__ADS_1


"Kan mami yang minta cerita. Mana Lily tau mami maunya Lily cerita apa"


"Dongeng sebelum tidur!" sahut mami asal, membuat Kayla tertawa. "Ya soal kamu sama Alex dong, sayang.."


Kayla lantas menghentikan tawanya, dan mendengus malas. "Jangan itu lah Mi.. Lily gak mau ngomongin soal Alex ah."


"Eh kenapa, dia kan kemarin-.."


"Lupain aja, Mi!"


"Mana bisa mami lupain, sayang"


Kayla diam dengan wajah mematut. "Hari ini.. katanya kamu mau ngomong sama Alex. Udah?"


Kayla mengangguk. "Jadi gimana?" tanya mami.


"Enggak gimana-gimana." sahut Kayla datar, ia menyembunyikan wajahnya.


Mami mendengus panjang. "Kalo enggak gimana-gimana, kok anak mami masih badmood gini?"


Kayla pun mengubah mimik wajahnya. "Lily happy kok mi, liat kan!"


"Lagian bener ya mi, abis ngelus-elus si Teddy lembut ini.. pikiran tuh rasanya plong gitu. Kayak ngeringanin beban." ujar Kayla sambil mengelus-elus bonekanya.


Pandangan mami pun beralih ke benda berbulu lembut di tangan Kayla. Mami tersenyum penuh arti.


"Kata siapa?" tanya mami memancing.


"Kata K-.." Kayla mengulum bibirnya, "Emm..kata Adit, kemarin. lya kan?"


Mami tersenyum jahil. "Kenapa gak mau nyebut namanya?" goda mami.


"Mami ih.. kan emang Adit kemarin yang ngomong gitu."


"Hmm..." Mami mencibir menggoda Kayla.


Kayla mengedikkan bahu seraya mendengus. "Enggak papa kan kalo Lily nggak sebut dia. Enggak disebut juga Lily gak lupain dia kok, Mi." ujar Kayla santai.


"Oh ya..? Bukannya kamu baru inget dia pas Adit ngasih Teddy ini?" goda mami lagi.


Kayla memutar bola matanya, gemas dengan godaan mami. Ya, mami paling tahu bagaimana Kayla dan Dia itu dulu. Di ulang tahun Kayla yang ke 14, Dia memberikan hadiah seperti ini pada Kayla. Sebuah boneka Teddy Bear berwarna baby violet, dengan pita mengkilap di lehernya, dan bantalan hati berwarna merah di bagian dadanya. Karena itulah, saat melihat Adit membawakan boneka ini untuk Kayla kemarin, Kayla jadi terpukau dan terkejut. Bayangan Dia langsung muncul dihadapan Kayla, seolah dia benar-benar datang dihadapan Kayla. Kayla menjadi emosional, terlebih saat Adit mengucapkan kata-kata yang sama seperti yang Dia ucapkan dulu ketika memberikan hadiah pada Kayla.


Dibalik boneka Teddy Bear Kayla yang dulu, banyak tersimpan kenangan manis bersama Dia. Dan sekarang Kayla memiliki Teddy Bear yang baru, menggantikan Teddy Bear nya yang telah terpisah dari Kayla.


"Apa..?" tanya mami menggoda.


"..tambah kangen aja sama dia." lanjut Kayla pelan, membuat mami tertawa mendengarnya.


"Masa'..?" ledek mami.


"lih... mami!"


"Ini pertama kalinya ya sayang, kamu ngerayain ulang tahun tanpa dia." kata mami setelah menghentikan tawanya.


"Hm, iya mi. Rasanya ada kurang ya. Apa mami ngerasain juga?"


"Yah... emang beda sih, kan kita udah terbiasa sama dia di Bandung. Tapi disini.. kita beruntung sayang, kita punya keluarga, dan kamu punya teman-teman baru juga. Mami cukup bahagia, selama anak mami bahagia"


"Lily juga bahagia, selama mami bahagia."


Mami mengelus kepala Kayla kemudian mengecupnya. "Tidur ya sayang!"


Kayla mengangguk setelah mencium kedua pipi mami. Saat mami berdiri, mami terhenti.


"Ada apa Mi?"


"Enggak jadi cerita?"


"Mami.." rengek Kayla malas.


"Yaudah, mami tunggu loh.. kapan pun kamu mau cerita sama mami, jangan sungkan sayang. Mami siap 24 jam buat kamu, anak kesayangan mami!"


Kayla mendengus senyum, "Thank you mami sayang..."


"Good night sayang.."


"Good night Mi.."


Setelah mami keluar dari kamarnya, Kayla pun berbenah. la membereskan hadiah-hadiah yang berhamburan di tempat tidurnya, kemudian meletakkan boneka Teddy Bear di samping kepalanya. Kayla mengernyit ketika melihat sesuatu di boneka Teddy Bear nya. Di bagian dada boneka itu memang terdapat bantalan kecil berbentuk hati, warnanya merah. Tapi bukan itu yang menarik perhatian Kayla, melainkan sesuatu yang ada dibaliknya. Kayla pun meraih sesuatu itu.


Sebuah kertas berwarna baby violet yang terlipat mungil membentuk sebuah bunga. Warna kertas ini menyatu dengan warna bonekanya, karena itulah Kayla baru menyadari ada kertas di sana. Kayla membolak-balik kertas itu dan memandanginya lekat.

__ADS_1


Muncullah pertanyaan dalam benaknya, kenapa Adit menyelipkan kertas ini di bonekanya, atau mungkin kertas ini tidak sengaja terselip? Rasa penasarannya mendorong Kayla untuk memastikan dengan jelas kertas berbentuk bunga itu. Kayla membuka lipatannya dengan hati-hati agar kertasnya tidak sobek.


Kayla membulatkan matanya saat mendapati dibalik kertas itu ternyata ada tulisan. Tulisan tangan Adit.


...****...


*Happy Birthday Kayla...


Senang bisa jadi bagian dari acara ulang tahun kamu.


Senang bisa kenalan dan dekat dengan cewek sebaik dan secantik kamu.


Maaf kalo aku terkesan gak gentle, dengan nyelipin surat ini di hadiahku.


Aku pengen ngomong langsung, tapi lidahku rasanya kaku buat ngomong ini dengan natap kamu langsung. Yah.. aku emang cemen, aku terlalu takut, Kay!


Ini soal perasaan aku.


Sebenarnya.. aku udah lama suka sama kamu.


Kalo kamu tanya sejak kapan, aku gak tau jawabannya. Karena aku pun gak nyadarin kapan perasaan ini mulai muncul.


Aku selalu ngerasa deg-degan kalo deket kamu, aku sering keinget kamu, setiap hari, bahkan hampir setiap waktu. Kamu juga datang ke mimpi aku kalo aku lagi tidur, seolah aku ngerasa hati aku gak mau kamu pergi sedetik pun dari dalam sana.


Annisa ngetawain aku Kay, karena aku kayak gini. Aku suka senyum-senyum sendiri kalo lagi mikirin kamu. Kalo kamu ngerasa ini aneh atau lucu, ketawain aja, gak papa. Hehehe...


Aku suka sama kamu Kay, aku rasa.. aku jatuh cinta sama kamu. Jujur, aku ngerasa cemas dan gak karuan saat ngeliat kamu sama Alex. Mungkin ini yang namanya cemburu, ya?!


Aku gak tau, apa aku terlambat ngungkapin perasaan aku ke kamu. Aku juga gak tau dihati kamu udah ada cowok yang spesial atau belum. Tapi makin kesini kamu sama Alex makin deket. Jadi aku pikir, gak ada alasan lagi buat aku nunda ngungkapin perasaan aku. Aku takut gak punya kesempatan lagi setelah ini.


Maaf Kay, aku ungkapin ini lewat surat. Kamu boleh anggap aku pengecut karena gak berani ngomong langsung. Tapi aku pengen kamu tau, satu-satunya alasan akugak ngomong langsung adalah.. karena aku takut.


Sebelumnya aku mendam perasaan ini karena aku tau, kalo kamu gak mau pacaran. Kamu lebih ngutamain pendidikan daripada perasaan. Jadi aku gak mau ganggu kamu, dan aku hargain prinsip kamu.


Dan yang aku takutin adalah.. Aku takut kehilangan kamu. Sejauh ini kita akrab sebagai teman. Aku takut kamu nganggep aku berubah setelah tau kalo aku suka sama kamu. Aku takut kehilangan kamu sebagai teman kalo kamu nolak aku. Aku juga takut sikap kamu berubah ke aku kalo kamu nolak aku.


Ya itu kalo aku ditolak. Kalo diterima.. aku pasti ngerasa jadi orang paling beruntung sedunia. Sorry kalo lebay..


Tapi dengan cara ini.. aku harap aku gak akan pernah kehilangan kamu Kay. Mau kamu terima aku ataupun enggak, seenggaknya kita tetap bisa temenan. Aku bisa ngerasa cukup dengan cuman jadi teman kamu, ketimbang kita ngerenggang dan canggung setelah kamu tau perasaan aku. Aku gak mau sampe kamu jauhin aku gara-gara ini. Aku sayang sama kamu, Kay!


Aku tau, kamu mungkin bakal tetap sama prinsip kamu. Tapi ngeliat kamu makin deket sama Alex, aku jadi gak bisa nahan diri aku buat nulis surat ini dan ngungkapin perasaan aku ke kamu, Kay.


Aku gak minta kamu balas surat ini. Aku juga mungkin bakal malu kalo ada yang tau soal surat ini selain kamu. Yah.. dasar pecundang.


Aku cuman pengen tau respon kamu soal suratku ini Kay. Tapi satu hal yang penting, tolong.. jangan ada yang berubah dari sikap kamu ke aku, kalo kamu nolak aku.


Kalo kamu terima, kamu bisa kasih tanda lewat chatting. Kalo kamu nolak aku, anggap aja surat ini gak pernah ada. Dan hubungan pertemanan kita tetap kayak biasa. Ok?


Mungkin setelah ini, aku bakal lebih gugup saat ketemu kamu. Tapi tolong jangan sampe kamu ngerasa keganggu ya Kay! Aku gak mau kamu risih deket aku setelah tau ternyata teman kamu ini diam-diam suka sama kamu.


Kalo kamu nerima aku...


Ah aku gak tau harus gimana. Aku cuman bisa janji, kalo aku bakal jadi cowok yang baik buat kamu, dan aku gak bakal bikin kamu kecewa.


Aku emang gak seganteng Alex ataupun sekaya dia. Tapi aku tulus sayang samakamu Kay. Aku bakal ngejagain kamu, dan berusaha buat bikin kamu bahagia.


Thanks udah luangin waktu buat baca surat aku.


Inget ya Kay, kalo kamu nolak aku, sikap kamu jangan berubah di depan aku. Dan kalo kamu terima, aku tunggu chat dari kamu. Kalo aku gak bisa jadi cowok yang spesial buat kamu, seenggaknya aku masih berharap bisa jadi teman yang baik buat kamu.


^^^With Love ^^^


^^^Aditama Suryananda* ^^^


...****...


Kayla terperangah dan melongo. la tidak menyangka, benarkah ini Adit? Adit menulis surat cinta untuknya? Berkali-kali Kayla meyakinkan dirinya bahwa ini memang benar tulisan tangan Adit, dan memang benar surat ini ditujukan untuk dirinya.


Kayla menilik boneka Teddy Bear nya. Ah, seharusnya Kayla memperhatikan raut wajah Adit saat kemarin ia memberikan hadiah ini pada Kayla.


"Adit..?" gumamnya.


Kayla merasa takjub sekaligus geli. la tidak mengerti harus bereaksi seperti apa, untunglah Adit tidak mengucapkan kata-kata itu secara langsung. Jika tidak, Kayla pasti bingung, dan hanya akan mematung dihadapannya.


Perlahan senyuman tipis terbit dari bibir kissable nya. Wajahnya merona merah, ia menggeleng-geleng sambil menggigit bibir bawahnya.


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... ....


... Bersambung...


__ADS_2