Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Tiada Hari Tanpa Dibully


__ADS_3

Dengan sigap seseorang yang memberinya air itu menahan tangan Kayla dengan tangan kirinya, agar Kayla tidak menumpahkan seluruh air yang ia pegang, dan tangan kanannya menahan bahu Kayla agar ia tetap pada posisinya.


Mata mereka bertemu pandang.


*Degg


Degg*


"P-..Pak Bayu?"


"Hati-hati! tuh airnya tumpah kan.." ucapnya santai.


Kayla terkesiap, ia baru menyadari kalau ia barusan menumpahkan air ke roknya sendiri. Pak Bayu melepaskan tangannya dan Kayla memperbaiki posisi duduknya kembali.


"Terima kasih, Pak" ucap Kayla canggung.


"Hm, minum dulu" Kayla mengangguk lalu meminum airnya.


"Apa hukuman yang saya berikan terlalu berat?"


"Hah? Eh, enggak Pak.." sahut Kayla cengo.


"Saya kan emang salah, jadi harus dihukum kan" lanjutnya.


Pak Bayu tersenyum tipis.


"Kayla?"


"Iya Pak"


"Nama kamu.. Kayla?"


"Iya Pak.." Pak Bayu kembali tersenyum, membuat Kayla bingung.


"Kenapa Pak?"


"Enggak papa, saya cuman ngerasa ada yang beda sama diri kamu."


"Beda? Maksudnya apa Pak? Kita kan-.. emm maksud saya, Bapak kan baru pertama kali ketemu saya."


"Bukan. Maksud saya.. kamu beda sama cewek-cewek lainnya. Saya gak tau apa yang bikin kamu keliatan beda, tapi saya ngerasain itu saat pertama kali liat kamu." tuturnya jujur.


Kayla bingung, "Pak Bayu ini ngomong apa sih.." gumamnya dalam hati.


"Saya gak ngerti maksud Bapak."


Pak Bayu terkekeh, "Udah lah.. gak usah dipikirin"


Sebenarnya Kayla merasa aneh dan agak risih, karena guru olahraganya duduk disampingnya dan memberikan minum padanya setelah ia menyelesaikan hukuman. Puluhan pasang mata yang memperhatikan mereka berdua, dan Kayla menyadari tatapan mereka nampak tak bersahabat. Tapi tak mungkin kan Kayla menghindari Pak Bayu, bisa tersinggung nanti guru olahraganya itu.


... ....


... ....


... ....


Sembari menunggu Bu Weni masuk, seperti biasa kelas gaduh, masing-masing para murid sibuk dengan aktivitas mereka, ada yang saling mengobrol dan terkadang tertawa bersama.


"Kay, tadi kamu sama Pak Bayu....?" Nia tidak melanjutkan kata-katanya, ia hanya menatap Kayla berharap agar Kayla mengerti.


"Kenapa Ni?" tanya Kayla bingung, sepersekian detik kemudian baru Kayla paham maksud Nia.


Iya, Nia pasti juga penasaran kenapa Pak Bayu menghampiri Kayla dan bahkan mengajaknya bicara.


"Aku sama Pak Bayu gak ngomongin apa-apa kok"


"Semua orang juga liat kalian ngobrol Kay.."


"Tapi gak ada yang serius kok Ni, Pak Bayu cuman ngasih aku minum doang. Kasian kali liat aku kecapekan abis lari."


Nia mengernyit, menatap Kayla menyelidik.


"Emangnya ada apa?" tanya Kayla.


"Kamu pasti sadar kan, banyak yang gak suka liat kamu sama Pak Bayu?"


Kayla mengangguk bingung, dan penasaran tentunya apalagi Nia menjeda ucapannya.


"Mereka cemburu."


Kayla membulatkan matanya heran. "Cemburu?"


"Iya, secara.. selama ini Pak Bayu gak pernah lakuin itu sama siapa pun. Tapi hari ini.. sama kamu.."


"Aku gak ngerti, ada apa sih? Pak Bayu gak lakuin apa-apa kok sama aku"


"Kayla.. Pak Bayu yang ganteng dan single itu banyak yang naksir, selama ini walaupun Pak Bayu ramah dan murah senyum, tapi juga terkenal tegas dan tegaan sama muridnya. Pak Bayu selalu ngehukum murid yang bikin salah atau teledor, dia gak pernah maafin kesalahan apa pun. Tapi hari ini dia maafin kamu, itu bikin kita semua gak percaya" jelas Nia panjang lebar.


"Tapi aku dihukum kok"


"Iya, tapi kamu diizinin ikut mapelnya. Belum pernah lho ada yang seberuntung kamu gitu"


Kayla terdiam. Jadi itu alasan teman-temannya bertepuk tangan dan bersorak saat Pak Bayu memberikannya hukuman?


Meskipun ia tetap mendapat hukuman, Pak Bayu mengizinkannya mengikuti mata pelajarannya dan olahraga bersama yang lain. Apa alasannya karena ia murid baru? Atau mungkin ada alasan lain, karena tadi Pak Bayu bilang ada yang beda dari diri Kayla? pikir Kayla.


"Assalamu'alaikum.."


Ucapan salam Bu Weni membuyarkan lamunan Kayla.


"Wa'alaikum salam..Bu"

__ADS_1


... __________________...


Setelah pelajaran terakhir selesai, Nia mengajak Kayla ke halte untuk menunggu angkot langganan mereka. Namun sebelumnya Kayla mengajak Nia ke ruangan loker terlebih dahulu, untuk mengambil baju olahraga Kayla yang kotor, ia akan membawa baju itu pulang untuk dicucinya di rumah.


Dari kejauhan, keduanya mendapati seseorang tengah berdiri di depan pintu loker Kayla yang terbuka, dan dia kelihatan melakukan sesuatu.


"Kay.. itu loker kamu bukan sih?"


Kayla membetulkan letak kacamatanya, melihat seksama ke arah seseorang di dekat lokernya itu. "Iya, benar. Tapi kok ada cowok sih?" bingung Kayla.


Langkah mereka semakin dekat, dan seorang siswa yang berdiri di depan loker Kayla itu menyadari kedatangan keduanya. Ia tersentak kaget dan bergegas menutup pintu loker Kayla dan berusaha kabur, tapi Nia buru-buru menahannya dengan menarik kerah baju bagian belakangnya.


"Anto?!"


"Kamu kenal dia, Ni?"


Nia mengangguk. Kayla memperhatikan siswa itu, Kayla mengingat-ingat sesuatu, ia rasa ia pernah melihatnya. Dia kan siswa bertubuh mungil yang pendiam itu, kemarin Kayla melihatnya dibully oleh Alex dan teman-temannya.


"Maaf Kayla.." lirihnya seraya menangkupkan kedua tangannya dan menunduk.


"Ngapain kamu di lokernya Kayla?" tanya Nia ketus sambil melepaskan pegangannya pada kerah baju Anto.


"Aku..." Dia terlihat gugup.


Pintu loker Kayla yang sedikit terbuka membuat Kayla bisa melihat sesuatu yang aneh di dalamnya, karena penasaran Kayla pun membukanya.


"Hah? Sampah lagi?" ujar Kayla terbelalak, begitu juga dengan Nia.


Detik berikutnya Kayla dan Nia beralih menatap Anto dengan tak percaya.


"Kamu yang naroh sampah-sampah ini?" tanya Kayla.


"Maaf... maafin aku.." mohonnya, tanpa mengangkat kepala.


"Kamu? Ck..ck ck.. aku gak nyangka.." ujar Nia seraya menggeleng. Pasalnya, siswa bernama Anto ini terlihat cukup introvert dan tidak dikenal banyak orang, seharusnya dia tak punya musuh kan? Tapi hari ini dia membuat masalah?


"Kenapa? Apa kamu disuruh Alex?" tanya Kayla.


Sontak Anto mengangkat kepalanya, terkesiap atas pertanyaan Kayla barusan.


Dari kejauhan, Alex dan ketiga temannya memperhatikan mereka. Mereka menatap kesal ke arah Anto yang bertingkah bodoh di depan Kayla dan Nia.


"Ah, si krempeng itu cemen amat sih.. didepan cewek mohon-mohon begitu." gerutu Sandi.


"Pengecut emang, gak bisa di andelin" sambung Bima.


"Kita samperin!" ujar Alex seraya melangkah mendahului ketiga temannya.


Alex berdehem saat langkahnya berhenti di depan Anto, Nia, dan Kayla. Ketiganya pun menoleh ke arah Alex yang sudah berdiri santai sambil menyilangkan kedua tangannya bersidekap.


"Ck.. baru segitu udah ke gep.." Alex berdecak malas menatap Anto yang mulai memucat.


"Sana lu, pergi!" bentak Alex seraya mendorong bahu Anto, membuat pria mungil itu terhuyung karenanya.


Kayla tersenyum miring melihat Alex dan teman-temannya.


"Kenapa lu?" tanya Alex ketus.


"Tumben main belakang, pake nyuruh orang segala buat lakuin kerjaan kalian."


Sontak saja mereka terkesiap dan mengerutkan kening mereka. Berani-beraninya si cupu ini ngomong begitu, apa dia gak takut sama The ruler of school?


Alex maju mendekati Kayla, membuat Kayla menjauhkan langkahnya mundur.


Bima mengisyarat pada Nia agar pergi, Nia pun berlalu sembari melirik Kayla.


Karena Alex terus maju mendesaknya, Kayla pun terus memundurkan langkahnya sampai ia menubruk lemari loker di belakangnya.


"Salahku apa sih?" tanya Kayla kesal karena Alex terus melangkah maju dan menatapnya tajam. Alex lalu menggeprak pintu loker yang berada disisi wajah Kayla, membuat Kayla reflek memejamkan matanya karena kaget. Ia meletakkan kedua tangannya di pintu itu dan menatap Kayla tajam.


Anehnya, dalam posisi sedekat ini dan dalam keadaan kesal seperti ini, indera penciuman Alex malah menangkap aroma kesukaannya yang beraroma manis dan menenangkan.


"Sial!! Ni cewek pake parfum stroberi?! Mana wanginya enak banget lagi!" rutuk Alex dalam hati, ia menelan salivanya dan memejamkan matanya.


Alex berusaha menekan perasaannya dengan mengepalkan kedua tangannya dan membuka matanya mendadak serta melotot ke arah Kayla.


"Barusan elu ngomong apa?" ucapnya datar tapi menggeram.


"Salahku apa?" Kayla mengulangi kata-kata yang terakhir ia ucapkan, membuat Alex dan teman-temannya kesal.


"Idiot!" bentak Alex sambil menggeprak pintu lagi.


"Eh cupu, bukan yang itu!" timpal Bima.


"Elu ngomong soal kita nyuruh orang lakuin kerjaan kita." Vicky mengingatkan, dengan nada ketusnya.


"Owh..itu" sahut Kayla lempeng, membuat Alex tambah kesal.


"Maksud lu apa ngomong gitu?! Lu niat nantangin gue?" bentaknya lagi.


"Eh cupu! Lu pikir kita udah gak gentle? Kita nyuruh si krempeng yang numpuk sampah di loker lu itu, karena kita gak sudi ya megang-megang barang jorok begitu" jelas Sandi.


Kayla terkekeh, membuat Alex semakin geram atas keberaniannya. Tapi, disisi lain Alex masih berusaha menekan perasaanya yang bertolak belakang dengan situasinya itu, perasaan yang ditimbulkan oleh aroma stroberi dari tubuh Kayla.


Cukup. Alex tidak akan tahan berlama-lama di posisinya saat ini, bisa-bisa ia terbius dengan aroma favoritnya itu.


Alex memundurkan langkahnya seraya mengulurkan tangan kanannya ke samping, mengisyarat sesuatu pada Bima. Bima pun menyodorkan sebuah kresek yang dimaksud Alex.


Alex mengeluarkan sesuatu dari dalam kresek, membuat Kayla mengernyit heran. Air yang dibungkus dalam sebuah balon kecil transparan? Atau plastik tipis? Kayla kurang tahu itu, tapi bentuknya bulat dan sekecil bola pimpong.


Bima, Sandi dan Vicky pun melakukan hal yang sama. Perasaan Kayla mulai tidak enak,

__ADS_1


"Apaan nih.. jangan-jangan mereka mau lemparin aku pake-.."


Baru saja Kayla menduganya bahkan belum selesai dengan gumamannya, mereka sudah melempari Kayla dengan balon-balon kecil berisi air tersebut. Dan balon langsung pecah begitu mengenai Kayla, membuat air di dalamnya tersembur membasahi wajah dan baju Kayla.


"Aww...


Uffth...


Iiih...." jerit Kayla disela-sela serangan mereka.


Sedangkan mereka menertawakan Kayla dan terus menyerangnya dengan balon-balon itu, bahkan balon yang mereka lempar itu bukan hanya berisi air biasa, tapi berwarna-warni.


Tentu itu membuat wajah dan baju Kayla pun bukan hanya basah tapi berubah warna, hijau, biru, merah, kuning, bahkan hitam.


Setelah semua balon habis ditangan mereka, mereka beranjak pergi meninggalkan Kayla.


"Udah kayak ondel-ondel gak sih?" celetuk Vicky.


"Enggak lah.. bagusan ondel-ondel daripada dia!" timpal Bima.


"Hahahahaaa...." mereka tertawa puas.


Kayla meringis menyadari seluruh tubuhnya basah dengan berbagai warna.


Menyebalkan sekali. Kayla yang sebelumnya berniat akan mencuci baju olahraganya yang kotor tertimbun sampah, kini malah harus mencuci baju seragam sekolahnya juga, yang sudah basah penuh warna itu.


"Kenapa sih..mereka suka gangguin aku!?" gerutu Kayla sendiri sambil menghentakkan kakinya.


Sejujurnya Kayla merasa jengah menghadapi Alex dan ketiga temannya itu, belum lagi Jessica yang suka ikut campur. Ia lelah terus dibully, setiap hari, tak ada liburnya kecuali hari minggu seperti libur sekolah.


Kayla masih ingat, ketika ia tak sengaja memperhatikan para pria menyebalkan itu sedang membicarakan tentang pesta topeng, yang berujung Kayla harus meladeni mereka main basket. Dan akhirnya Kayla kembali mendapat hukuman dari mereka karena gagal menangkap bola yang mereka lemparkan.


Mereka benar-benar menghukum Kayla waktu itu, dengan menjadikan Kayla pelayan mereka seharian, yang harus bolak balik kantin membawakan mereka makanan, minuman, atau hanya sekedar menyuruhnya mengambilkan barang-barang tak penting. Kayla harus bolak balik lebih dari 20 kali waktu itu, sedangkan para pria menyebalkan itu hanya duduk santai di kelasnya.


Keterlaluan memang.


... _______________...


Sekarang sudah lebih 3 minggu Kayla tinggal di Jakarta, dan sudah 3 minggu ia bersekolah di SMAN Putra Bangsa yang merupakan milik keluarga Alex itu. Dan sudah 3 minggu juga Kayla jalani lika-likunya di sekolah yang tidak pernah bebas dari bullyan Alex dan teman-temannya.


Selama 3 minggu ini, Kayla jarang khusyu' dalam belajar, sering badmood dan tak bersemangat. Seperti malam ini misalnya, ia tak berselara menyantap makanannya.


"Lily sayang.. kok makannya di aduk-aduk doang sih, makan dong.." ujar mami yang sejak tadi memperhatikan Kayla hanya melamun.


"Mikirin apa sih, sayang?"


"Eh, enggak mi, gak papa." dalih Kayla.


"Sayang.. kalo lagi ada masalah cerita dong!"


"Enggak mi, Lily cuman pusing mikirin pr yang susah"


"Beneran cuman itu?"


"Iya mami sayang.."


"Yaudah.. makan dulu, nanti mami bantu ngerjain pr nya."


Kayla mengangguk seraya tersenyum. Kayla tidak pernah menceritakan pada mami tentang pembullyan yang ia alami di sekolah, ia tidak mau mami khawatir. Kayla pikir, ia bisa mengatasinya sendiri tanpa harus merepotkan mami.


Selama 3 minggu ini juga, Kayla menyaksikan aksi bullying Alex dan ketiga temannya, yang didukung Jessica Cs. Mereka tidak ada bosan-bosannya membully Kayla, bukan hanya Kayla, mereka juga membully siswi yang lain, tanpa alasan yang jelas.


Pernah Kayla temui, mereka melempari puluhan telur ke kepala seorang siswi sehingga menyebabkan wajah dan baju siswi itu becek berlumuran telur, mereka membullynya dengan alasan siswi itu sedang membicarakan kebaikan ibunya, yang didengar langsung oleh Alex.


Memang apa masalahnya dengan itu? Sehingga mereka sampai mempermalukannya seperti itu.


Aneh!


Bahkan mereka tak segan membully siapa pun yang mereka suka tanpa alasan sama sekali. Keterlaluan!


Korban bullying mereka juga pasti dari kalangan siswi. Sejauh ini, Kayla hanya menyaksikan mereka membully seorang saja dari kalangan siswa, yaitu Anto. Pria pendiam bertubuh mungil yang waktu itu mereka suruh meletakkan sampah di loker Kayla.


Kayla tak habis pikir, begitu berkuasanya mereka di sekolah, sampai para murid yang menjadi korban bullying mereka tak bisa membela diri, bahkan di hadapan para guru. Benar kata Nia, para guru lebih memilih menyelamatkan posisi mereka sendiri ketimbang berurusan dengan Alex.


Tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka termasuk Kayla, dari bullyan Alex. Benar-benar ya, tiada hari tanpa dibully.


Kayla cukup merasa galau menghadapi keusilan mereka yang kian keterlaluan, ditambah lagi sekarang ada Pak Bayu, yang nampak terobsesi pada Kayla dan selalu berusaha mendekatinya akhir-akhir ini.


Dari mengajak jalan, makan, dan mengantarnya pulang. Itu sangat membuat Kayla risih, bukan hanya karena Pak Bayu adalah gurunya, tapi juga para siswi yang menyukai Pak Bayu sering menatap sinis padanya dan mencemoohnya karena cemburu.


Kayla menghela nafas berat dan panjang, seolah-olah ada sesuatu yang mengacaukan pikirannya, atau ada beban berat yang ia tanggung.


Ya mau bagaimana lagi. Jika tiada hari tanpa dibully, tentu Kayla tidak bisa bernafas bebas kan?


Pak Bayu juga, bukannya membantu Kayla menghilangkan beban pikirannya, malah menambah pusing pikiran Kayla.


Seharusnya ada seseorang yang bisa menjinakkan Alex, atau ada cara yang bisa mengubahnya. Mengubah kenakalannya menjadi kepatuhan, keburukan sikapnya menjadi kebaikan, dengan begitu teman-temannya yang lain akan mengikutinya.


Jika ada sesuatu yang melatar belakangi kenakalan atau sikap buruknya, maka pasti ada cara yang bisa mengubahnya kan?


... ....


... ....


... ....


... ....


... ...


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2