
Kayla merasa kesal dan jengah, melihat Alex menitikkan air matanya setelah Kayla menunjukkan keningnya yang terluka. Namun jauh di lubuk hatinya, ia sedih dengan yang telah terjadi.
"Apa yang kamu tangisin?" tanya Kayla.
Alex terkesiap dan langsung memalingkan wajahnya seraya menghapus air matanya. Sialnya, dia merasa malu dan bersalah, sehingga sekarang dia berdiri menyamping dan tidak berani memandang Miss Kissable.
Ini situasi yang sulit bagi Alex. Gadis yang berdiri disini bersamanya adalah Miss Kissable nya, yang ternyata dia juga gadis yang sama yang sering membuatnya emosi di sekolah. Gadis yang nekat menantangnya, dan satu-satunya gadis yang pernah dia sentuh dengan kasar.
Disatu sisi, dia mencintai Miss Kissable dan ingin selalu membuat Miss Kissable merasa nyaman disisinya. Tapi disisi lain, ternyata Miss Kissable adalah Kayla, gadis cupu di sekolahnya yang sering dia bully dan dia sakiti. Betapa bodohnya dia, kenapa selama ini dia tidak menyadarinya! Dia tidak mengenali bahwa Miss Kissable dan Kayla adalah satu orang yang sama. Dia tidak menyadari bahwa Miss Kissable yang telah lama dicarinya dan selalu dirindukannya, sebenarnya mereka sering bertemu di sekolah. Bahkan mereka sering terlibat cekcok dan masalah.
Alex merasa begitu bodoh dan ingin mengutuk dirinya sendiri. Dia telah menyakiti gadis yang paling ingin dia jaga, dan dialah penyebab air mata gadis yang dia cintai itu. Sekarang, Alex mulai membenci dirinya sendiri karena hal itu.
"****! Kenapa gue baru sadar?! Kenapa jadi kayak gini sih?!" sesalnya dalam hati, dan yang keluar hanya sebuah ******* frustasi.
Kayla menghela nafas panjang, "Mungkin kamu butuh waktu, aku pergi!" ucapnya sebelum berbalik.
Alex menoleh cepat, "Gak usah khawatir, kita bisa sering ketemu, kita juga punya banyak waktu buat ngomong." lanjut Kayla sebelum berlalu.
"Gimana gue bisa gak ngenalin dia? Gimana mungkin Miss Kissable itu, dia? Apa-apaan nih, apa dia sengaja nipu gue?" pikiran negatif Alex kembali kumat.
"Sejak kapan?" tanya Alex datar, membuat langkah Kayla terhenti.
Kayla berbalik dan memastikan apakah ia tidak salah dengar, ternyata Alex melihat ke arahnya. "Apanya?" tanya Kayla.
Alex berbalik, berdiri menghadap Kayla. "Sejak kapan elu ngerencanain ini? Elu sengaja main-main sama gue?" selidiknya dengan tatapan sinis.
"Apa? Kamu beneran nganggep aku bisa ngelakuin itu? Aku udah bilang, aku nggak ada niat main-main sama kamu! Aku baru tau kalo Mr Strawberry itu kamu, waktu kamu nyapa aku di pesta ulang tahun kamu!" kesal Kayla sembari berjalan mendekati Alex kembali.
Alex mengernyit berpikir, mengingat saat pertemuan mereka di pesta ulang tahunnya itu. Ya, Alex memang menyapanya duluan, dan dia kelihatan kaget saat melihat Alex. Jadi.. karena itu dia kaget? Alex pikir dia kaget karena begitu senang bisa bertemu Mr Strawberry lagi, sama seperti Alex yang sangat senang bisa bertemu Miss Kissable lagi.
"Trus, kenapa gak bilang? Elu sengaja kan waktu itu gak ngebiarin ngokap lu nyebut nama lu, apa maksudnya itu?" tanyanya sengit.
Kayla terkekeh tak percaya. Beberapa menit yang lalu pria sombong dihadapannya ini mengeluarkan air mata, Kayla pikir itu karena dia merasa bersalah. Tapi sekarang dia kembali ke sifat aslinya, dia membentak Kayla lagi dengan tatapan mengintimidasinya itu.
"Aku syok, kamu tau?! Aku gak percaya sama apa yang aku liat dan yang aku dengar waktu itu. Aku pikir kamu yang sengaja ngerjain aku, sok pura-pura gak kenal aku, dan sok ngaku-ngaku sebagai Mr Strawberry!" balas Kayla.
Alex menaikkan alisnya terperangah, "Heh?!" la tertawa geli. "Gila!" gumamnya kesal.
"Dan setelah itu, elu berencana buat ngerjain gue kan? Elu sengaja nyembunyiin identitas lu, biar lu bisa ngawasin gue? lya?" tuduhnya lagi.
"Kamu salah! Aku gak bego dan gak suka gegabah kayak kamu, jadi aku mikir matang-matang. Kamu kira waktu itu aku ke toilet lama, ngapain?"
"Apa maksud lu?" marah Alex.
"Kalo aku kasih tau kamu langsung soal diri aku waktu itu, bisa jadi masalah kan? Kamu punya alasan dan kesempatan buat ngebully aku, kamu bisa aja emosi, atau langsung marah-marah! Itu kan kebiasaan kamu! Sedangkan waktu itu aku di sana gak sendiri, ada mami aku. Aku gak mau mami tau soal masalah aku di sekolah, ataupun soal kamu yang ternyata gak sebaik yang dilihat semua orang di pesta itu. Aku gak mau siapapun terlibat masalah gara-gara aku, makanya aku diem." kata Kayla mencoba memberikan pengertian.
Alex terdiam mencerna dan mencoba mempercayai yang Kayla katakan. Dengan gaya cool dan songongnya ia menatap Kayla curiga. Kayla memutar bola matanya jengah, memangnya Alex akan sebegitu mudah mempercayainya?
"Terserah kamu percaya atau enggak, aku males berdebat sama kamu. Aku cuman mau ngingetin, soal siapa aku dan siapa kamu. Semuanya udah jelas kan? Jadi artinya urusan Miss Kissable dan Mr Strawberry.. udah end! Aku pergi!" terang Kayla.
"Oowhh... gampang banget lu ngomong?? Gak bisa gitu. Urusan kita belum selesai, lu mau kabur aja."
"Aku bilang, urusan antara hubungan Miss Kissable dan Mr Strawberry udah selesai. Gak ada jawaban, gak ada tunggu-menunggu lagi! Ngerti kan?"
Alex membulatkan matanya seketika. la tidak bisa terima ini. Mana mungkin ia bisa melupakan Miss Kissable begitu saja. Alex kembali berpikir dan menelaah perasaannya, apakah perasaannya berubah atau masih sama, setelah ia mengetahui Miss Kissable adalah Kayla.
"Tapi urusan aku sama kamu di sekolah,
sebenarnya baru dimulai! Inget Al, sekarang aku tau kartu As kamu!"
Alex langsung merasa tertantang mendengarnya, "Apa maksud lu?!" bentaknya kesal.
"Coba deh kamu pikir, kalo satu sekolah tau.. kamu ternyata suka stroberi, pura-pura manis di depan Miss Kissable, kamu punya karakter yang bertolak belakang sama kebiasaan kamu di sekolah.. gimana ya reaksi mereka semua?"
Alex mulai geram mendengarnya, "Sialan!"
"Apalagi kalo mereka tau kamu punya panggilan.. Mr Strawberry! Oh iya, aku punya foto kue ulang tahun kamu waktu itu. Kalo aku sebarin-.."
"****!! Licik lu ya!" bentak Alex keras, membuat Kayla berjengkit kaget kemudian tertawa mengejeknya.
"Jangan berani-berani lu lakuin itu, atau-."
"Atau apa? Aku gak takut! Kamu pikir aku beneran bakal bongkar semua itu di sekolah?Kamu pikir aku bisa ngelakuin itu, Al?" Kayla menggeleng. "Aku kasih tau ya, tujuan aku nantang kamu dan mau ngelawan kamu..bukan buat itu semua. Tapi kalo kamu keterlaluan, aku bisa lakuin itu!" kata Kayla serius.
Alex menghela nafas panjang, "Apa mau lu sebenarnya? Kenapa selama ini lu diem, lu gak ngomong apapun ke gue dan ke anak-anak di sekolah juga? Elu benci kan sama gue, tapi kenapa lu nutupin ini semua?"
"lya Al, aku diem. Meskipun aku punya kesempatan buat bikin kamu malu atau ngerusak citra kamu di sekolah, tapi aku gak lakuin itu. Karena bukan itu yang aku mau. Aku mau kamu berubah!" ucap Kayla tenang.
Alex mengernyit mendengarnya. "Dari awal aku tau nyembunyiin identitas aku itu gak bener, sama aja aku bohongin kamu kan-.."
"Elu nipu gue! Atau jangan-jangan.. elu itu sebenarnya bukan Miss Kissable? Elu cuman ngaku-ngaku, elu ngerencanain apa, heh?!"
"Kamu masih gak percaya? Aku pastiin Miss Kissable gak bakal nemuin kamu lagi!" kesal Kayla.
"Kurang ajar!" geram Alex pelan, ia melotot tajam dan maju mendekati Kayla.
__ADS_1
Kayla heran, Alex bisa berpikiran seperti itu padanya. Dia sebenarnya belum percaya, atau tidak mau mempercayainya?
"Apa Al? Kamu mau apa?" tantang Kayla saat Alex sudah berdiri di depannya.
"Emangnya kamu mau aku apa, biar kamu percaya? Aku gak mau repot-repot ya Al, kamu percaya atau enggak, itu urusan kamu! Yang penting aku udah jujur" ujar Kayla ketus.
"Miss Kissable bukan penipu, dan dia gak bakal merlakuin gue kayak gini!"
"Mr Strawberry juga gak bakal merlakuin aku kayak gini! Kamu tau Al, aku juga gak bisa percaya pas aku tau Mr Strawberry itu kamu. Jadi aku bisa ngerti kemarahan kamu. Kita bicara lagi nanti!" Kayla berniat pergi lagi, tapi Alex menahannya dengan menghalangi jalan Kayla saat ia berbalik.
Kayla mendongak menatapnya, "Kenapa kamu gak jujur dari awal, kenapa kamu mikir aku bakalan marah kalo tau kebenarannya?" tanya Alex lembut sembari menatap mata Kayla, membuat Kayla terenyuh.
"Karena aku pengen Alex berubah. Aku pengen Alex seperti Mr Strawberry, yang sopan dan baik sama semua orang. Aku pikir kehadiran Miss Kissable bisa bantu kamu buat berubah" jawab Kayla tulus.
Tapi Kayla salah jika mengira Alex telah melembut secepat itu, tak Kayla sangka Alex malah marah. "Berubah apa? Elu pikir bisa bikin gue berubah kayak apa yang lu mau? Heh? Siapa lu berani ngatur-ngatur gue, berani nentuin gue harus gimana, dan nurut sama lu, gitu??" bentaknya lagi.
"Ya, siapa aku, Al? Aku emang bukan siapa-siapa kamu. Tapi aku gak bisa liat pembullyan di sekolahku, aku gak bisa liat ketidak adilan terjadi di depan mataku, makanya aku bertindak. Aku gak peduli siapa kamu, atau siapa aku buat kamu.Tapi seenggaknya aku tau.. siapa Miss Kissable buat Mr Strawberry" Kayla menjeda kalimatnya beberapa detik, melihat respon Alex. "Itu juga kalo kamu jujur."
"Elu ngeremehin gue? Denger ya, meskipun gue jahat tapi gue gak munafik! Gue gak suka sandiwara apalagi bohong!" Alex menekankan kalimat terakhirnya seraya berteriak di wajah Kayla.
"Elu kira gue bakal ngikutin apa mau lu, lu bisa ngendaliin gue?"Alex berdecih, "Jangan mimpi!" lanjutnya.
Kayla tersenyum penuh arti. la memang sempat berpikir ingin mengendalikan Alex dengan menggunakan nama Miss Kissable sebelumnya, tapi sekarang tidak lagi.
"Aku udah gak berharap itu semua lagi sekarang, karena aku udah tau aku berhadapan dengan siapa. Aku juga bakal ngelupain kalo aku pernah kenal sama cowok.. yang aku sebut Mr Strawberry" tutur Kayla tenang.
Alex terdiam, "Apa maksudnya, dia mau ngelupain Mr Strawberry gitu aja? Apa dia gak nganggep gue spesial selama ini? Enggak! Gue harus bisa ngendaliin diri gue, gue gak boleh lupa kalo dia.. Miss Kissable." batin Alex.
"Jadi, Al? Apa aku bisa pergi?"
Alex masih diam tak menjawab, saat ini ia hanya ingin memandang wajah Miss Kissable. Seolah-olah ia akan berpisah dengan Miss Kissable nya sebentar lagi. Benarkah Miss Kissable akan melupakan Mr Strawberry? Alex tidak bisa terima itu.
Kayla memutuskan untuk pergi meski tanpa persetujuan Alex, mata Alex terus mengikuti langkah Kayla dan tak melepaskan pandangannya sedikit pun. Tanpa ia sadari, tangannya terangkat seolah ingin menghentikan Kayla yang melangkah semakin menjauh.
Alex merasakan sesuatu yang aneh dihatinya, seperti rasa sedih, mencelos, sakit, tak rela dan takut, apa ini yang namanya patah hati?
... ________________...
"Hey bro! Tumben lu?!" Seru Sandi senang.
Alex berjalan cepat ke arah tiga temannya yang duduk di sofa, mereka berada diruang VIP Cafe keluarganya Sandi. Begitu Alex duduk di dekat mereka, dia langsung meraih botol anggur yang ada di meja dan menenggaknya tiba-tiba. Bima, Sandi, dan Vicky terperangah kaget melihatnya, mereka merasa Alex tidak sedang baik-baik saja, sehingga dia bersikap aneh seperti ini. Alex sangat jarang datang ke tempat ini, dan malam ini dia datang tanpa diundang. Dia datang tiba-tiba dan nampak sedang marah, dia bahkan tidak mengatakan sepatah katapun pada mereka dan langsung menenggak anggur, yang tidak dia sukai.
"Eh bro, lu kenapa?" sergah Bima seraya menahan botol yang dipegang Alex, berusaha menghentikannya. Karena mereka tahu, Alex pasti akan muntah jika meminumnya.
Vicky mengelus-elus punggung Alex dan Sandi memberikannya minum air putih. Setelah Alex merasa lebih baik, barulah mereka mengomelinya.
"Ck, cari mati apa lu?!" kesal Bima.
"Ada masalah apa sih, sampe lu nekat minum gini?" tanya Vicky.
"Iya nih, apa-apaan lu Al, gila?" sambung Sandi.
"Hhh.. ya gue gila! GILA!" jawab Alex seraya mendesah frustasi.
Sejak tadi Alex tidak bisa duduk dengan tenang. Bagaimana tidak, sejak bertemu Miss Kissable tadi sore ia tidak bisa berhenti memikirkannya. Mengetahui fakta bahwa Miss Kissable adalah Kayla saja sudah membuatnya syok. Ia bukan tidak percaya, tapi sangat sulit baginya untuk menerima kenyataan itu. Bagaimana mungkin Miss Kissable adalah dia, Kayla si gadis cupu yang keras kepala dan sok berani menantangnya di sekolah. Sampai saat ini pun Alex masih memikirkan fakta mengejutkan yang beberapa jam lalu berujung perdebatannya dengan Miss Kissable, dan kini membuatnya stres.
Sungguh, Alex tidak pernah berpikir akan berbicara sekasar itu pada Miss Kissable nya. Tapi hari ini ia melakukannya. la tidak pernah berpikir untuk menyakitinya, bahkan ia sangat ingin melindungi gadis nya itu dari siapa pun yang bisa menyakitinya. Tapi ternyata, kebodohan dan keangkuhannya telah membuat Miss Kissable nya tersakiti. Bukan sekali, tapi berulang kali. Alex merasa sangat menyesal dan membenci dirinya sendiri.
Yang membuatnya merasa sangat terganggu sekarang adalah Kayla bilang bahwa dia akan membongkar rahasia Alex di depan semua orang di sekolah, dia mau mencemarkan dan merusak citra Alex di sekolah? Alex berpikir, jika semua orang tahu bahwa dia menyukai stroberi, maka itu adalah aib terbesarnya. Dan mereka pasti menertawakannya dan menganggapnya banci, itu memalukan. Jika mereka semua mengetahui rahasia yang tidak pernah diberitahukannya kepada siapa pun selain Miss Kissable itu, mereka bisa saja meremehkannya dan tidak takut lagi padanya. Mungkin tidak akan ada yang mengelu-elukan namanya lagi, imagenya akan menjadi buruk dan harga dirinya bisa hancur.
"Ada apa Al, nyokap lu lagi ya?" Alex memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan Sandi.
"Kalo bukan nyokap lu, siapa dong yang bisa bikin lu kayak gini?" tanya Bima.
Alex menilik satu persatu wajah temannya, ia ragu untuk berbagi masalah yang dihadapinya saat ini pada mereka. Apa mereka akan menertawakannya jika ia bilang kalau Miss Kissable yang ia kejar selama ini ternyata adalah Kayla, si cupu sialan yang sering mereka bully?
"Miss Kissable udah-.."
"Apa? Miss Kissable yang bikin lu stres kayak gini, Al?" sergah Sandi cepat.
"Dengerin gue dulu, pe'ak!" bentak Alex kesal, membuat Vicky menepuk paha Sandi, dan Bima menyenggolnya.
"Oh iya, hari ini kan elu ketemuan sama Miss Kissable ya. Jadi gimana Al?" ujar Vicky mencoba meredakan tatapan sengit Alex kepada Sandi.
Alex mendengus panjang. "Miss Kissable udah tau semuanya. Dia tau soal gue di sekolah, termasuk kejadian kemarin di kelas XA." ujar Alex getir seraya mengusap wajahnya.
"What?!" kaget ketiganya. Alex mengangguk getir.
"Gimana bisa? Dia tau semua tentang lu Al?" tanya Bima memastikan, Alex kembali mengangguk.
"Termasuk... insiden ciuman itu?" tanya Vicky hati-hati, membuat Alex menelan salivanya berat.
"Iya." singkatnya getir.
"Wah parah! Pantesan lu stres. Trus gimana, dia nolak lu?" lagi-lagi Sandi membuat Alex kesal.
__ADS_1
"Ck, dia gak bahas soal itu" jawab Alex malas.
"Tuh kan, Miss Kissable pasti ngambek sama lu, makanya dia nggak kasih lu jawaban juga?" kata Sandi lagi membuat Alex menyelis ke arahnya.
"Tapi Al, dari mana dia bisa tau semuanya? Pasti ada yang ngasih tau dia kan?" tanya Vicky.
Alex sempat tertegun sebelum menjawab. "Nah itu dia masalahnya! Gara-gara dia...huh!!" geram Alex.
"Siapa Al?"
"Si cupu sialan!" singkat Alex.
la sengaja tidak memberitahukan yang sebenarnya dulu pada ketiga temannya ini, karena ia belum siap. Ia tahu menyembunyikan kebenaran dari teman-teman setianya ini adalah kesalahan, tapi ia tidak siap melihat reaksi dan tanggapan mereka tentang kebenaran itu.
"Si cupu? Maksud lu Kayla?" Bima memastikan.
"Ya, cewek kurang ajar itu!" Dan Bima, Sandi, Vicky lebih terkejut mendengarnya.
"Apa? Dia? Gimana bisa?"
"Serius lu Al? Kok dia sih?"
"Jadi maksudnya.. Kayla sama Miss Kissable saling kenal gitu?"
Alex mendengus kesal, "Dia licik! Gue juga gak nyangka kalo dia ternyata-.." hampir saja Alex keceplosan.
"Gue gak tau gimana, dia ngadu ke Miss Kissable. Sekarang hubungan gue sama Miss Kissable jadi berantakan!" geram Alex seraya mengingat kejadian tadi sore.
"Wah bener-bener ya tuh cewek! Maunya apasih, cari masalah mulu!"
"Gak bisa dibiarin! Kita harus kasih perhitungan ke dia!"
"Gondok amat gue sama tuh cewek! Diapain lagi coba biar kapok?"
"Kalian tau alamatnya? Atau nomer hp nya?" tanya Alex tiba-tiba.
"Hah?" Bingung Vicky.
"Ngapain nanya itu?"
"Gue harus kasih perhitungan ke dia! Gue harus ngomong sama dia sekarang juga!"
"Sabar dulu lah Al, besok juga ketemu di sekolah" ujar Vicky.
"lya, yakali lu mau nyamperin ke rumahnya malam-malam gini?" sambung Bima.
"Kalian tau alamatnya gak?" tanya Alex memburu saking marahnya.
"Ya gak tau lah." sahut Bima.
"Nomer hp nya, pasti ada kan?" tanya Alex lagi.
"Al, otak lu udah gesrek ya? Elu nanya nomernya Kayla ke kita?" kesal Bima yang disetujui oleh Sandi dan Vicky.
Alex berdecak kesal sambil beranjak dari duduknya. la berjalan mondar-mandir, saking tidak sabarnya ingin memarahi Kayla dan memberinya peringatan.
"Pokoknya gue harus ngomong sama cewek licik itu malam ini juga! Kalo nggak, dia bisa bikin satu sekolah heboh besok." gumam Alex dalam hati.
"Al, relaks dulu lah.. besok juga pasti ketemu di sekolah. Dia gak bakal kabur dari lu!" kata Vicky yang ikut pusing melihat Alex mondar-mandir gelisah.
"Bantu gue mikir kek! Gimana caranya gue bisa nemuin dia malam ini juga?!l" sungut Alex.
"Kalo lu samperin dia ke rumahnya malam-malam gini, trus marah-marah, yang ada lu bikin keributan doang Al! Ntar urusannya sama orang tuanya lagi!" kesal Bima.
"Kalo gitu, cariin nomer hp nya! Gue harus ngomong sekarang juga!"
"Besok aja Al..!" bujuk Vicky lagi.
"Gak bisa!" bantah Alex keras.
"Elu udah kayak orang kesetanan tau Al, elu harus tenangin diri dulu lah! Bener kata Vicky, besok kan bisa diurus, jangan kayak orang gila gini dong! Ntar kita ikutan gila nih." ujar Sandi
"Dia emang udah bikin gue gila! Kalo nunggu besok, yang ada dia bisa ngehancurin hidup gue!" teriak Alex bak orang kesurupan, sambil menegangkan jari-jari tangannya seolah bersiap untuk mencekik siapa saja.
Bima, Sandi dan Vicky berjengkit kaget saking ngerinya melihat keadaan Alex.
... ....
... ....
... ....
... ....
... Bersambung...
__ADS_1