
Ssreeeengg........
Suara roda pintu gerbang sekolah yang bergesekan dengan aspal ketika diseret. Pak Daus sang satpam menutup gerbang sesaat setelah bel masuk berbunyi. Baru saja Pak Daus hendak mengunci pintu gerbang, sebuah mobil sport merah yang sudah familiar berhenti didepan gerbang.
"Pak, udah bel ya?"
"Den Alex? lya Den, maaf.. bapak bukain sebentar ya!"
Pak Daus mengurungkan maksudnya mengunci gerbang, dan kembali menggeret pintu besi besar itu, membukakannya untuk Alex.
"Al, kita telat.." kata Kayla cemas.
"Enggak papa telat dikit. Masih keburu kok ikut pelajaran pertama, kan bel nya belum lama."
"Tapi tetap aja telat, untung Pak Daus mau bukain gerbangnya."
"Silahkan Den..!" ucap Pak Daus.
"Makasih Pak!"
Setelah mobil memasuki area sekolah, Alex langsung meminta Kayla turun dari mobil lebih dulu agar dia sempat mengejar kelas, sebelum guru yang masuk lebih dulu ke kelas. Tapi Kayla enggan meninggalkan Alex yang tentu akan masuk kelas lebih belakangan darinya, mungkin Alex tidak akan sempat mengejar kelas karena harus memarkirkan mobil dulu. Karena Kayla bersikeras, Alex pun ikut turun. Alex pikir daripada mereka berdua terlambat karena saling berdebat, lebih baik ia mengalah saja, dan mengejar kelas bersama-sama. Alex menitipkan mobilnya pada Pak Daus untuk diparkirkan.
... ....
... ....
... ....
Alex, Bima, Sandi, dan Vicky berjalan di koridor menuju kantin sekolah.
"Tumben telat." ujar Bima pada Alex.
"Gue nganterin Kenzo." sahut Alex.
"Nganterin Kenzo? Serius lu, kemana emangnya?" tanya Vicky tak yakin.
"What?? Elu nganterin Kenzo, sejak kapan elu bergaul sama tuh anak?" sewot Sandi.
"Dia balik ke Bandung pagi ini."
"Balik?" Bima, Sandi, dan Vicky bermonolog.
Bima tertawa meremehkan, "Jangan bilang gara-gara diskors dia milih berhenti sekolah trus baik ke Bandung"
"Kamp**t tuh anak! Ngehindarin masalah? Cemen amat." umpat Sandi.
"Elu pada ngomongin apa sih, jangan bilang masih soal perkara sama Pak Bayu tempo hari?" tanya Alex.
"Ya iya lah. Btw, elu udah klarifikasi belum sama Kayla? Masalah sebenarnya tuh gimana sih?" ujar Vicky.
"Masalah sebenarnya.. PAK BAYU SALAH PAHAM. Udah, gitu aja." terang Alex singkat.
"Jadi yang sebenarnya gimana, kok bisa Pak Bayu salah paham?" tanya Vicky lagi.
Perhatian mereka berempat teralihkan pada kerumunan di depan sana. Tepatnya di pintu kelas XII IPS, banyak siswa-siswi yang menyumpal di pintu kelas itu, berdesak-desakan entah apa yang terjadi.
"Apaan tuh?" kata Alex bingung.
"Heh... palingan juga cewek-cewek yang bikin pertunjukan alay kayak biasanya." sahut Sandi remeh.
Alex sebenarnya tidak terlalu peduli dengan keributan tak jelas seperti ini, jika saja yang diduga Sandi benar. Tapi, itu kan kelas Kayla. Alex jadi tertarik untuk mencari tahu ada apa sebenarnya di sana, sehingga para siswa dan siswi rela berdesak-desakan di pintu yang hanya satu setengah meter lebarnya itu.
"Samperin yuk!" ajak Alex seraya berjalan mendahului ketiga temannya.
"Woy..! Ada apaan nih?" pekik Alex didekat kerumunan itu, membuat mereka yang mendengarnya menoleh serentak kearahnya.
Keributan mereka yang menyumpal pintu ini hening seketika, mengetahui Alex yang menegur. Sementara keributan di dalam kelas sana malah terdengar jelas ditelinga Alex.
"Kayla sama Jessica berantem." jawab seorang siswi takut-takut.
"Apa??" kaget Alex.
Buru-buru Alex masuk ke kelas itu setelah sebelumnya para siswa yang berkerumun itu membuka jalan untuknya saat ia datang. Dan benar saja, Kayla dan Jessica tengah bertengkar. Alex hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya, mereka saling beradu mulut dengan suara yang tak kalah kerasnya. Jessica merenggut rambut Kayla, dan Kayla berusaha melepaskannya sambil mendorong-dorong bahu Jessica. Di tengah mereka ada Adit yang berusaha melerai namun kewalahan, Adit malah berkali-kali kena pukulan kedua gadis itu.
Saat Alex berjalan mendekat ke arah mereka, Kayla berhasil melepaskan tangan Jessica dari rambutnya. Jessica marah karena tubuhnya terdorong ke belakang oleh perlawanan Kayla, lalu ia pun maju untuk balas mendorong tubuh Kayla.
"Munafik lu!!" bentak Jessica sambil mendorong Kayla, membuat Kayla yang kaget atas tindakan mendadak Jessica itu tak sempat menghindar.
Grepp
Kayla jatuh ke pelukan Alex yang berada tepat di belakangnya. Alex memandang Kayla sejenak, rambutnya acak-acakan, bajunya juga. Jessica mendengus kesal melihat pemandangan di depan matanya. Kayla merasa lega, ia tidak sampai jatuh menghantam lantai. Alex beralih melihat Jessica, setelah melepaskan Kayla.
"Apa-apaan sih nih?" tanya Alex dingin, sedingin ekspresi wajahnya.
Dari suara dan ekspresinya Kayla bisa menyimpulkan bahwa Alex marah, namun Alex berusaha untuk tidak bertindak ataupun berkata kasar.
"Kenapa tanya gue, tanya dia!" jawab Jessica sinis.
Jessica lalu tertawa, "Oh owh... gue lupa. Gue lupa kalo elu juga bersekongkol ya, elu tau semuanya kan soal Kenzo?!" kata Jessica penuh sindiran.
__ADS_1
Alex mengernyit, "Owh.. jadi ini soal Kenzo." gumamnya dalam hati.
"Apa maksud lu?" tanya Alex.
"Elu tau Kenzo balik ke Bandung, elu tau alasan dia balik, dan KALIAN.. sengaja nyembunyiin itu dari gue!" geramnya.
Alex menoleh ke arah Kayla. "Kenzo nitip surat buat Jessica. Dan dia mutusin hubungan mereka lewat surat itu" jelas Kayla pada Alex.
Sekarang Alex mengerti pokok permasalahannya. la lalu menoleh ke arah semua penonton yang berkerumun di sana.
"Bubar!" titahnya, membuat mereka bingung dan saling melirik satu sama lain. Bahkan Bima, Sandi, dan Vicky pun bereaksi sama.
"BUBAR!" titahnya lagi, mutlak.
Kali ini para siswa dan siswi itu langsung tunduk, dan membubarkan diri dalam hitungan menit. Luna dan Erin pun ikut beranjak untuk keluar kelas. Alex tidak mencegahnya, namun ketika ketiga temannya, Bima, Sandi, dan Vicky hendak keluar, Alex menahan mereka.
"Kalian tetap disini! Tutup pintunya!" kata Alex, membuat mereka bertiga bertahan, dan Vicky menutup pintu kelas.
"Apa-apaan nih?!" protes Jessica geram, ia berpikir mungkinkah Alex dan teman-temannya akan mengkroyok dirinya karena telah mengganggu Kayla?
"Jadi elu marah sama Kayla, setelah elu baca surat dari Kenzo?" tanya Alex memperjelas.
"Jelas gue marah. Apa yang sebenarnya kalian sembunyiin dari gue?!"
"Apa yang Kenzo tulis di surat itu, itulah yang sebenarnya. Apa kurang jelas?" timpal Kayla.
"Jelas lu bilang? Heh, gue gak bego. Kenzo nggak mungkin mutusin gue tanpa alasan"
"Alasannya juga udah dia kasih tau kan disurat itu, apa lagi yang kamu mau?"
"Alasan yang gak masuk akal sama sekali! Surat ini pasti palsu!!" pekik Jessica tak tahan.
"Terserah. Aku cuman berharap kamu bisa terima kenyataannya." timpal Kayla datar.
"Apa Kenzo bilang semuanya ke Jessica?" tanya Alex berbisik.
Kayla menggeleng.
Melihat interaksi samar mereka Jessica terkekeh sadis. "Gue nggak ngerti ya sama kalian. Kalian sirik, gak suka sama gue, kenapa ngancurin hubungan gue sama Kenzo??"
"Cewek sialan ini selalu ganggu hidup gue! Harusnya lu bersyukur Kay gue nggak ngelakuin apa-apa setelah lu hina. Dan elu Al, gue nggak balas dendam sama lu. Tapi apa sekarang? Kalian ganggu gue disaat gue udah diem, gue udah bahagia sama Kenzo kenapa kalian hancurin?!" bentaknya mengamuk, membuat Alex mendelik marah saat Jessica menyebut Kayla 'cewek sialan'.
"Gue nggak takut ya Al, kalo gue mau.. gue berani nyiksa dia didepan lu!" Jessica menunjuk Kayla dengan tatapan sadisnya.
"JAGA MULUT LU!!" Alex memperingatkan keras.
"Brengsekk..!" pekik Jessica geram, ia melangkah kasar ke arah Alex dan hendak menamparnya. Tapi tentu saja dengan mudah Alex menghentikannya.
Jessica menangis dalam kemarahan, wajahnya merah padam. Ia membentak dan mengumpat di depan wajah Alex, ia juga memberontak karena Alex masih memegang kedua tangannya erat sehingga ia tidak bisa menyerang.
"Enggak mungkin! Kenzo ítu cinta sama gue. Dia nggak bisa ninggalin gue! Kalian sengaja bikin gue sengsara, heh!"
Jessica terus memaki dan berteriak marah, Kayla berusaha bicara dengan baik untuk menenangkannya namun Jessica semakin marah dan merasa dipermainkan. Lama-lama Alex kewalahan juga menahan serangan Jessica, ia melepaskan tangan Jessica dan menyentaknya sampai Jessica jatuh terduduk di lantai.
Alex mendengus kasar, ia menyesal telah memperlakukan Jessica dengan kasar. Tapi mau bagaimana lagi, gadis itu mengamuk frustasi. Setelah Jessica terduduk di lantai, dia akhirnya diam, hanya isak tangisnya yang terdengar. Alex sedikit cemas, Jessica yang angkuh dan tangguh ini terlihat seperti orang yang kehilangan akal, sebesar itukah cintanya pada Kenzo? Apa mungkin ada hal lain yang membuatnya tidak bisa menerima kenyataan?
"Jess, aku tau kamu sakit, tapi inilah kenyataannya." kata Kayla lirih.
Jessica tak menggubris, ia masih pada posisinya dengan wajah yang tertekuk.
"Oke, mungkin kamu emang harus tau. Seperti yang udah Kenzo bilang, dia pulang buat cinta sejatinya. Ya, Kenzo udah punya calon istri, dan dia cinta sama calon istrinya. Aku tau dia nggak seharusnya deketin kamu dan ngasih harapan ke kamu. Aku tau dia salah, tapi mau gimanapun juga, kamu sama Kenzo nggak bisa bersama. Aku harap kamu bakal ngerti itu" lanjut Kayla sembari menahan air matanya.
"Apa dia yang kemarin sama kalian di Ancol?" tanya Jessica dengan suara lemah.
Kayla dan Alex saling melemparkan pandangan. "lya" jawab Kayla.
Amarah Jessica kembali mencuat, wajah gadis chubby bermata bulat dan bertubuh mungil yang ia lihat di Ancol kemarin tergambar jelas di pelupuk matanya. Jadi dia calon istri Kenzo? Dia datang untuk menjemput Kenzo? Dan benar dugaan Jessica, Kenzo tidak bisa dihubungi karena ia memang sengaja menghindar dari Jessica. Jadi gadis itu penyebabnya, gadis itulah masalahnya, gadis itu yang membuat Kenzo mencampakkan Jessica?!
Dalam hati Jessica masih yakin kalau Kenzo memang mencintai dirinya. Kenzo pasti terpaksa pulang ke Bandung karena gadis itu terlanjur menjemputnya. Kenzo juga pasti bohong tentang gadis itu adalah cinta sejatinya, mana mungkin Kenzo lebih memilih gadis pendek itu dibandingkan dirinya yang selalu Kenzo bilang.. sempurna.
Jessica tersenyum smirk, ia menghapus sisa air matanya sembari bangkit berdiri. "Kasih gue alamatnya, gue susul dia ke Bandung." ucap Jessica serius, setiap kata-katanya yang ia tekankan dan suara rendahnya itu membuat Kayla tegang.
"Tenangin diri lu Jess!" ucap Alex tegas.
Alex menggenggam tangan Kayla dan membawanya pergi keluar kelas. Bima, Sandi, dan Vicky yang sejak tadi hanya mematung di sudut kelas lantas mengikuti langkah Alex. Sedangkan Jessica masih berdiri di tempat tanpa berniat mencegat mereka pergi.
... ....
... ....
... ....
Alex membawa Kayla ke UKS untuk mengobati lukanya. Lengannya terluka akibat cakaran Jessica.
"Masih sakit?" tanya Alex, Kayla tersenyum tipis seraya menggeleng.
"Makasih Al"
"Sekarang cerita!" pinta Alex.
__ADS_1
Kayla mendengus panjang. Ia menilik satu persatu wajah orang-orang yang ada bersamanya saat ini di UKS. Selain Alex, ada personil P-four lainnya, Bima, Sandi, dan Vicky. Ada Nia dan Adit juga yang tentu khawatir dengan Kayla sedari dari. Kayla ingin menceritakan yang sejujurnya kenapa Jessica sampai marah besar kepadanya, tapi Kayla tidak ingin membuat mereka sampai menilai buruk Kenzo. Karena disini bukan Jessica saja yang bersalah, tapi Kenzo lah yang lebih bersalah.
"Kenzo itu sahabat terbaikku, dari dulu sampe sekarang dan selalu. Tapi aku nggak ngelak kalo dia emang salah disini. Sebagai sahabatnya aku ngerasa gagal karena terlambat bikin dia berubah. Aku nggak tau bakal kejadian kayak gini, padahal aku udah berusaha buat dia supaya nggak mainin perasaan cewek lagi."
"Jujur aku kasian sama Jessica, tapi aku bisa apa. Nggak mungkin aku minta Kenzo ninggalian calon istrinya buat mertahanin Jessica"
"Tapi gimana kalo Jessica nekat nyusulin Kenzo ke Bandung, Kay?" tanya Bima.
"Ya jangan sampe lah" sahut Alex cepat.
"Biarin aja kali, biar tau rasa tuh si Kenzo. Playboy sih." timpal Sandi, membuat Alex menyelis ke arahnya.
"Jadi elu masih belum ngerti kenapa tadi gue minta kalian tetap di kelas?" kesal Alex.
"Ngerti kok gue." jawab Vicky sambil memukul paha Sandi.
"Ngerti apa?" tanya Sandi polos.
"Gue nggak mau kalian su'uzhon lagi sama Kenzo gara-gara masalah sama Pak Bayu tempo hari. Udah gue bilang Pak Bayu salah paham, ngerti nggak?" tegas Alex.
"Maksud lu, elu nahan kita di kelas biar kita nyaksiin amukan Jessica yang kalian anggap salah itu? Jelas-jelas Kenzo yang brengsek, udah punya calon istri malah macarin cewek lain. Sekarang Jessica patah hati ngamuk-ngamuk itu juga kita nggak boleh su-uzhon sama Kenzo?" kata Bima ketus.
"Bukan gitu Bim, maksud Alex tuh masalah putusnya Kenzo dan Jessica ini tuh nggak ada kaitannya sama perkara Pak Bayu tempo hari. Tadi Kayla juga bilang Kenzo emang salah kan, tapi Alex pengen kita tuh ngerti kalo soal Kenzo berantem sama Pak Bayu tempo hari itu, Kenzo nggak salah, itu murni kesalah pahaman Pak Bayu." terang Vicky menengahi.
Bima pun terdiam, dan Sandi manggut-manggut. Alex lega, ia menepuk bahu Vicky tanda terima kasih. Setidaknya Vicky sudah mengerti, Alex tidak mau teman-temannya ini menilai buruk Kenzo seperti apa yang telah diungkapkan Pak Bayu.
"Kenzo emang bukan cowok baik, tapi dia selalu jadi sahabat yang baik buat aku. Aku bukannya belain dia, tapi dia juga berhak dihargain. Dia playboy, tapi sekarang nggak lagi. Dia salah, tapi dia udah nyadarin kesalahannya dan mau berubah. Dan hubungannya sama Jessica.. adalah bagian dari kesalahan itu. Aku tau itu nggak baik, dan nggak adil buat Jessica. Tapi Jessica udah jadi bagian dari masa lalu Kenzo. Semua orang punya masa lalu, dan itulah masa lalu Kenzo. Dia udah keluar dari masa itu, dia sekarang lagi belajar buat mulai hidup barunya.
"Aku cuman berharap.. Jessica bisa terima kenyataan ini, dan bisa move on secepatnya" tutur Kayla mengakhiri curahan hatinya.
"Ini jadi pelajaran juga buat Jessica, semoga dia sadar kalo dia nggak seharusnya nyia-nyiain cowok yang selalu berusaha bikin dia bahagia, cowok yang rela nunggu dia sampe dia mau buka mata dan hatinya. Dan dia malah ngejar cowok yang dia idam-idamin dengan ngorbanin harga dirinya. Dia harus ngerti, kalo cinta itu nggak bisa diukur oleh tampang ganteng ataupun dompet tebal. Semoga sifat sombongnya itu berkurang berkat pengalaman pahitnya ini" tutur Alex.
Beberapa saat mereka semua saling diam.
Hening.
Kayla teringat akan isi surat Kenzo yang ia berikan pada Jessica. Surat yang awalnya membuat Jessica bahagia ketika menerimanya, namun kemudian membuat Jessica terguncang dan sedih setelah membacanya.
Isi suratnya...
*Dear Jessica
Apa kabar sayang..?
Maaf aku harus nulis surat buat kamu, aku nggak suka lakuin ini tapi aku nggak bisa ngomong langsung sama kamu, ataupun nemuin kamu.
Saat kamu baca surat ini, aku udah nggak di Jakarta lagi. Aku balik ke Bandung, dan menetap di kota kelahiranku.
Maaf, aku pergi nggak ngabarin kamu sebelumnya. Maaf juga karena mungkin aku bikin kamu nangis. Tapi inilah takdir kita, kita dipertemukan cuman buat sebuah pengalaman, bukan buat disatukan.
Maaf, hubungan kita cukup sampai disini ya sayang..
Maaf, seribu maaf pun nggak bakal bisa ngerubah rasa penyesalan aku ataupun rasa sakit kamu. Tapi ini yang terbaik buat kita.
Aku sayang sama kamu, tapi aku nggak bisa kasih cintaku buat kamu. Cintaku bukan disini dan bukan kamu, dia di Bandung dan dia adalah calon istriku.
Dia cinta sejatiku, aku pulang buat dia.
Sekali lagi.. maaf. aku nggak bisa kasih kamu kebahagiaan yang kamu mau.
Aku bukan cowok yang baik, apalagi yang tepat buat kamu. Aku ini brengsek, aku egois, kamu tau itu kan. Kamu tau aku cowok seperti apa sebelum kita memulai hubungan kita, dan aku harap kamu ngerti kenapa aku bisa lakuin ini ke kamu sekarang.
Lupain aku ya..!
Aku nggak bisa bahagiain kamu, aku cuman nyakitin kamu. Lupain aku.. karena masih banyak cowok-cowok diluar sana yang siap buat bahagiain kamu. Lupain aku.. kita jalanin kehidupan kita masing-masing, aku bersama cinta sejatiku, dan kamu bersama cinta sejatimu kelak.
Terima kasih udah hadir dan ngasih kesan dalam hidupku. Terima kasih kamu sudi singgah dan jadi bagian dari hidupku. Terima kasih.. atas cinta dan perhatian kamu ke aku.
Kamu adalah mantan terindahku.. sekaligus mantan terakhirku.
Kamu adalah pengalaman yang sangat berarti buat aku. Kamu bakal selalu jadi bagian dari hidupku, meskipun itu bagian dari masa lalu.
Kamu itu sangat berharga sayang.. kamu sempurna. kamu bisa menjadi apa aja dan bisa dapetin apa aja yang kamu mau. Kamu bisa dapetin cowok yang jauh lebih baik dari aku.
Semoga kamu selalu bahagia. Cuman itu yang aku mau.
^^^ TTD: ^^^
^^^ Kenzo Putra Kurniawan*.^^^
... ....
... ....
... ....
... ....
... Bersambung...
__ADS_1