
"Miss Kissable.."
Degg
Jika saja Alex tidak mengulang panggilannya sampai tiga kali, mungkin Kayla akan menganggap itu hanya halusinasi. Tapi ini, Alex memang memanggilnya. Bahkan pria yang ia coba lupakan selama berbulan-bulan itu telah berdiri disampingnya, kemudian beralih kehadapannya.
Alex terdiam cukup lama sembari menatap Kayla. Sedangkan Kayla masih mematung tegang.
"Are you okey?"
Pertanyaan macam apa itu? Kayla bingung menanggapinya. Perasaan Kayla semakin tak karuan, grogi dan juga resah. Kenapa Alex menemuinya seperti ini, sendirian tanpa Bu Feli, dan ditempat yang sepi. Btw, Kayla masih berada ditempat dimana Arsya tadi membawanya. Ia memang sempat bertahan ditempat setelah Arsya pergi, tapi ia tak menyangka Alex akan menyusulnya kemari.
"Miss Kissable, apa kamu bahagia?"
Kayla mengangkat kepalanya, mencoba melihat Alex meski ia takut tak akan tahan.
"Kamu pasti bisa liat sendiri." Kayla tersenyum tipis, agak kaku. "Kamu sendiri gimana?"
Alex menelan salivanya, "Aku senang liat kamu."
Malah kalimat itu yang keluar dari mulut Alex.
"Aku juga senang, liat kamu bahagia. Selamat ya!"
Degg
Kenapa rasanya sesakit ini hati Alex mendengar ucapan Kayla. Ia merasa tidak terima dengan ucapan Kayla, ia menemui Kayla bukan untuk mendengar kalimat ini!
"Miss Kissable, aku masih sama." kata Alex serius.
Degg
"S..sama? Sama apa Al?"
"Miss Kissable-.."
"Tunggu! Apa selama ini kamu nggak nyoba buat lupain Miss Kissable? Kamu masih manggil aku.. Miss Kissable?"
"Aku masih sama kayak dulu. Mencintai kamu, dan tetap bertahan sama cintaku."
Degg
Kayla terperangah, menatap Alex tak percaya. Haruskah Kayla senang, atau marah? Selama berbulan-bulan Kayla berusaha move on darinya, tapi hari ini dia malah muncul dihadapan Kayla dan mengungkapkan cinta semudah itu? Apa saja yang dia lakukan selama berbulan-bulan jauh dari Kayla, sehingga dia yang bahkan sekarang sudah bertunangan dengan gadis lain, malah mengaku masih sama seperti dulu?! Lalu apa artinya kehadiran Bu Feli sang tunangan disisinya?
Kayla jadi takut. Kayla takut menjadi penghalang antara Alex dan Bu Feli. Apakah hubungan Alex dan Bu Feli baik-baik saja selama ini? Apakah Bu Feli tahu kalau Alex masih mencintai Kayla? Dan.. bagaimana selama ini Alex memperlakukan Bu Feli, jika dia masih mencintai Kayla?
Ya Allah.. kenapa begini? Meski setelah berbulan-bulan saling menjauh, dengan jarak yang membentang diantara mereka, kenapa perasaan Alex pada Kayla tidak berubah? Kayla jadi merasa semua perjuangannya untuk move on, selama ini sia-sia.
Kayla mendengus panjang, "Jadi.. kamu mau bilang kalo usahaku dan jarak yang selama ini ada diantara kita itu nggak ada artinya? Dan Bu Feli, jangan bilang kamu nggak ada perasaan apa-apa sama Bu Feli!" Kayla marah.
"Kamu izinin aku buat nggak berhenti mencintai kamu kan?"
"Kamu pikir aku dengan senang hati izinin kamu? Aku cuman berusaha ngertiin kamu waktu itu Al! Aku nggak mau kamu selamanya bertahan buat cinta yang nggak seharusnya ini Al! Aku pikir.. sekarang kamu udah lupain aku, kamu udah punya Bu Feli."
Alex menunduk seraya menggeleng kecil, kemudian ia mengangkat kepalanya lagi menatap Kayla. "Apa kamu udah nggak punya perasaan apa-apa lagi sama aku? Kenapa kamu marah?"
"Trus aku harus apa? Yang kamu lakuin ini salah, harusnya kamu sadar kalo mempertahankan cinta ini tuh nggak bener Al. Aku yakin.. nggak ada seorangpun yang akan membenarkan kamu ngelakuin ini."
"Tapi cuman kamu yang ada hatiku, aku cinta sama kamu. Aku nggak ngeharepin apa-apa kok Miss Kissable, aku juga tau kalo ini nggak bener, tapi hari ini aku nggak bisa nahan diriku buat nggak nemuin kamu."
"Aku harap ini terakhir kalinya kita kayak gini Al. Semoga kamu nggak ngulangin kesalahan kamu, dan aku harap nggak akan ada masalah setelah ini. Aku nggak mau menjadi pengganggu di jalan kamu yang baru Al, aku nggak mau berada diantara kamu sama Bu Feli. Dan semoga.. Bu Feli nggak salah paham sama aku." Kayla berbalik setelahnya.
__ADS_1
"Bu Feli nggak akan salah paham. Justru dia ngizinin aku buat nemuin kamu."
Langkah Kayla tercegat, ia mengurungkan niatnya untuk pergi. "Bu Feli sendiri yang ngizinin Alex buat nemuin aku?" Batin Kayla bertanya.
Kayla kembali berbalik menghadap Alex. "Ya, dia tau dan dia ngerti. Jadi dia ngizinin aku buat ketemu sama kamu."
Kayla mengernyit, "Al harusnya kamu lebih ngerti perasaan Bu Feli! Kamu pikir calon istri kamu akan dengan senang hati ngizinin kamu ketemu sama mantan kamu?"
Kayla merasa terluka lagi, ia menelan salivanya setelah mengatakan itu. Rasanya Kayla ingin menangis saat ini. Sementara Alex tertegun, masih menatap Kayla.
"Bu Feli tau soal perasaan kamu ke aku?"
"Iya, dia tau."
Kayla menghela nafas berat, "Bu Feli tau dan mau ngertiin kamu? Apa kamu nggak mikir kalo itu nyakitin Al? Kamu bikin aku jadi ngerasa bersalah, kamu nyakitin Bu Feli Al!"
"Aku tau. Aku tau, ini salah. Aku juga ngerti-.."
"Kamu ngerti apa?" Sergah Kayla kesal. "Kamu ngerti perasaan Bu Feli, dan kamu tetap nyakitin Bu Feli, gitu?"
"Miss Kissable, ini berat buat aku. Aku sama Bu Feli itu dijodohin. Dulu, kamu minta aku nurut kan sama papa aku? Aku turutin, aku terima perjodohan itu demi nggak jadi anak durhaka, meskipun hati aku nolak. Aku cinta sama kamu, tapi aku juga berusaha buat nerima kehadiran dia. Itu nggak mudah Miss Kissable." Alex terdengar mengeluh.
"Kalo gitu kenapa kamu nggak mulai lupain aku Al? Satu-satunya yang ngeberatin kamu adalah cinta dihati kamu itu kan? Trus kenapa masih kamu pertahanin, lepasin Al.. aku aja udah ngelepasin kamu."
Nyuuut.......
Jantung Alex berdenyut ngilu. Yang dikatakan Kayla benar, tapi hati Alex tetap tidak rela menyetujuinya.
"Kamu.. udah nggak punya perasaan apa-apa lagi sama aku?" tanya Alex getir.
Kayla memalingkan wajahnya dari Alex, jangan sampai Alex menyadari perubahan raut wajahnya.
"Mungkin sedikit, tapi itu nggak penting. Aku justru sedih karena kamu belum move on sementara kamu udah punya tunangan." kata Kayla jujur.
"Aku nggak mau apapun dari kamu, selain yang terbaik buat kamu Al. Kamu cukup bijak buat ngerti apa yang aku maksud. Jadi, kamu tau kan apa yang harus kamu lakuin?"
"Sesuatu yang harus aku lakuin.. bukan berarti itu yang aku suka." sahut Alex datar.
"Tapi sesuatu yang harus kamu lakuin itu sesuatu yang baik. Jangan sampe ada penyesalan dikemudian hari, kalo kamu sampe mentingin sesuatu yang kamu mau.. dibandingin sesuatu yang baik Al."
Alex terdiam. Kayla pun diam, berpikir cukup lama.
Kemudian Kayla menarik sudut bibirnya perlahan. "Mungkin perlu kamu tau juga Al, aku lega karena kamu bakal didampingin sama cewek sebaik Bu Feli. Mungkin kamu nggak akan dapetin cewek sesempurna Bu Feli lagi diluaran sana. Kamu beruntung Al, aku yakin pilihan orang tua kamu nggak salah, jadi.. tetaplah jadi anak yang baik buat orang tua kamu, dan jadi cowok terbaik buat Bu Feli!"
Degg
Alex mangernyit, terperangah atas kata-kata yang keluar dari mulut Kayla. Ia hampir tidak percaya Kayla mengatakan itu, tapi ia juga takjub dengan kebijaksanaan Kayla menyikapi dirinya. Kalimat-kalimatnya terdengar tenang, serius, dan ikhlas. Jujur saja, Alex terluka mendengarnya. Meski jarak diantara mereka sudah sejauh ini kenyataannya, hati Alex masih tidak siap mengakhiri cinta yang ia miliki untuk Kayla.
Benarkah Kayla mengikhlaskan Alex dimiliki gadis lain? Benarkah Kayla baik-baik saja dan sudah move on dari Alex?
Senyuman simpul dari wajah teduh Kayla seolah-olah membuktikannya, tapi sebagian diri Alex tetap tidak rela menerima semua ini.
(Flashback Off)
Kayla tertegun sembari memandangi seutas cincin berlian yang tersimpan apik didalam kotak kaca mungil di atas meja riasnya. Ya, cincin itu masih disini. Sebenarnya Kayla menyimpan rapat semua barang-barang pemberian Alex, maupun benda-benda yang bisa mengingatkannya akan Alex. Ia menjauhkan semua barang itu dari pandangannya. Namun sesekali ia mengeluarkan kotak cincin berliannya dari laci, meletakkannya di atas meja rias, dan memandanginya.
Seperti yang ia lakukan saat ini. Jika saja mami tahu Kayla melakukan ini maka mami tidak akan suka. Tapi Kayla melakukannya bukan untuk mengenang luka lamanya, melainkan mengenang pengalaman berharga yang ia dapatkan, juga hal-hal yang menyenangkan lainnya. Kayla tahu ini tidak benar, untuk apa mengenang Alex yang sudah jelas memiliki pengganti dirinya! Tapi hati kecil Kayla tetap ingin melihat cincin penuh makna ini sesekali. Terutama dalam suasana sepinya begini.
Lagipula hati Kayla tidak sakit lagi saat ia teringat tentang luka hatinya dulu. Kayla rasa ia sudah bisa move on dari Alex.
Entahlah. Tapi Kayla merasa demikian. Ia sudah bisa mengendalikan hatinya sehingga tidak sakit lagi ketika ia teringat Alex. Mungkin perasaan cinta yang ia miliki untuk Alex sudah berubah menjadi sesuatu yang lebih biasa, namun tetap berharga. Kayla rasa ia berhasil move on dari Alex, meski ia tidak mungkin melupakannya. Pria yang pernah ia panggil Mr Strawberry.
__ADS_1
Move on itu tentang menghapus rasa, bukan melupakan ingatan. Karena ingatan adalah bagian dari kaidah hidup, tidak mungkin kita bisa menjalani hidup tanpanya, dan tidak akan hilang sampai kapanpun. Namun jika pengalaman itu menyakitkan, kita bisa mengubahnya menjadi pelajaran kalau kita mau. Ingatan tentang luka tidak akan selamanya menyakiti kita, jika kita mau mencoba mengobatinya, bukan membiarkannya terus menganga. Move on itu memang tidak mudah bagi sebagian orang, namun juga tidak sulit bagi yang bisa menerima takdir dengan lapang dada, bukan menerima takdir dengan terpaksa.
Sudah hampir dua bulan sejak pertemuan Kayla dengan Alex dan Bu Feli di pernikahan Mami dan Om Tio. Perasaan Kayla semakin tenang, terlebih setelah ia bisa menyadari bahwa kenyataan mengenai pertunangan Alex dengan Bu Feli itu bukanlah sesuatu yang harus disesali. Kayla harusnya tidak terluka apalagi menangisi kenyataan itu. Ya, Kayla sudah mengerti sekarang. Ia bersyukur setidaknya gadis yang menjadi pengganti dirinya untuk Alex adalah Bu Feli. Seorang gadis dewasa yang lembut dan bijaksana, Bu Feli yang merupakan guru keseniannya itu adalah orang tepat untuk menjadi pendamping Alex dan juga menantu di keluarga Pak William. Kayla percaya itu.
Semoga saja sekarang Alex juga sudah bisa move on dari Kayla. Semoga sekarang Alex sudah bisa menerima Bu Feli, didalam hidupnya dan juga didalam hatinya. Semoga saja Alex bahagia sekarang, sebagaimana Kayla bahagia dengan kehidupan barunya di rumah Ayah Tio.
... ____________________...
Alex bersama Feli baru saja pulang dari pesta bisnis, dan seperti biasa Alex mengantar tunangannya itu terlebih dahulu. Sesampai mobil mereka didepan rumah Feli, Alex menoleh ke samping kirinya dimana Feli duduk. Ternyata gadis itu tertidur.
"Fel, kita udah sampai."
Biasanya jika diajak bicara, Feli langsung merespon meski matanya terpejam, tapi kali ini tidak. Alex menepuk pundak Feli pelan, Feli mengernyit kecil dalam tidurnya namun tak lantas terbangun. Sepertinya gadis ini kelelahan, sehingga tidurnya nyenyak sekali. Selama dua hari berturut-turut Feli menemani Alex kesana-kemari mengurus bisnis. Alex jadi tidak tega memaksanya bangun.
"Maafin aku Fel." ucap Alex pelan.
Semakin hari Alex semakin merasa bersalah pada Feli, karena sampai saat ini ia masih memperlakukan Feli seperti asisten pribadi bisnisnya saja, tidak selayaknya seorang tunangan. Alex mendengus panjang kemudian turun dari mobilnya. Ia berjalan mengitari depan mobilnya, lalu membuka pintu bagian sisi Feli duduk. Alex menunduk melihat Feli sebentar, karena jika ia berlama-lama melihat Feli ia akan semakin merasa bersalah. Banyak hal yang Feli lakukan untuk Alex demi membuat hubungan mereka dekat seperti pasangan pada umumnya. Feli akhir-akhir ini suka memasak makanan untuk Alex, membuatkannya bekal, hingga memakai sesuatu yang Alex sukai. Seperti memakai parfum strawberry fresh mint kesukaan Alex, hingga lipstik beraroma stroberi. Namun bukannya Alex menyukainya, Alex malah teringat Miss Kissable.
"Maafin aku Fel." gumam Alex dalam hati.
Perlahan Alex menyelipkan tangannya kebagian belakang tubuh Feli untuk kemudian menggendongnya. Feli melenguh kecil namun tak lantas terbangun dari tidurnya. Kemudian Alex membawanya masuk, ART Feli mempersilahkan Alex langsung membawa Feli ke kamar gadis itu.
Sesampai Alex didekat ranjang Feli, ia menurunkan gadis itu perlahan ke tempat tidur. Feli mengernyit merasakan sesuatu yang aneh, ia membuka matanya perlahan dan terkejut menyadari dirinya digendong oleh Alex. Ia reflek meletakkan kedua tangannya dibahu Alex, karena merasa hampir jatuh padahal Alex memegangnya cukup erat.
Degg
Jantung Feli berdetak berkali-kali lipat lebih kencang, apalagi saat netranya bertemu dengan netra Alex yang mempesona. Alex melepaskan tangan kirinya dari tubuh Feli setelah meletakkan gadis itu ke tempat tidurnya, sementara tangan kanannya masih berada dibahu Feli. Alex sebenarnya bersiap untuk meletakkan bagian kepala Feli ke bantal, namun ternyata gadis itu sudah membuka matanya.
Beberapa saat keduanya terdiam, saling menatap dengan sorot mata yang menyiratkan arti yang berbeda. Feli merasa sangat bahagia bisa sedekat ini dengan Alex, sementara Alex merasa iba pada gadis yang sering ia abaikan ini. Disamping itu Alex juga merasa terusik dengan aroma stroberi dari tubuh Feli yang menguar merasuki indera penciumannya, namun ia masih dalam keadaan sadar. Tapi mungkin akan buruk jika ia berlama-lama pada posisi ini, aroma favoritnya ini bisa membiusnya kapan saja. Alex takut insiden yang dulu pernah terjadi padanya dan Kayla, akan terulang hari ini.
Karenanya, Alex segera melepaskan tangannya dari bahu Feli dan memundurkan tubuhnya dari gadis itu. Namun tanpa diduga Feli malah menahannya dengan kedua tangan gadis itu yang tetap memegang bahu Alex. Alex pun terhenti.
Degg
Tidak ada pilihan lain selain Alex kembali melihat Feli. Apa yang gadis ini lakukan!
Perlahan Feli mendekatkan wajahnya pada Alex, Alex menyadarinya tapi entah kenapa ia tidak bereaksi. Hati Alex berdebat dengan logikanya, namun tubuhnya masih tidak bereaksi. Sementara Feli yang hatinya menaruh harapan besar akan perubahan Alex terhadapnya, malah menginginkan sesuatu yang diluar pemikirannya selama ini. Feli ingin jujur bahwa ia memang menyukai kedekatan seperti ini dengan Alex, tapi ia tidak mau mengakui bahwa sebenarnya ia menginginkan lebih dari ini. Sementara gejolak dalam dirinya mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.
Tatapan Feli tertuju pada mata dan bibir Alex bergantian, dan sepertinya Alex juga demikian. Sehingga Feli tidak ragu untuk melanjutkan aksinya. Meski akalnya memaksa untuk berhenti, tubuh Feli tidak mau menyetujui itu. Memalukan rasanya, mengakui kalau Feli memang menginginkan satu ciuman saja dari Alex. Disaat kesempatan ini datang, Feli tidak menyia-nyiakannya.
Degg
Saat wajah keduanya semakin dekat hingga hembusan nafas masing-masing dapat terasa menerpa wajah mereka berdua, Alex langsung merasakan seluruh tubuhnya tersambar petir tiba-tiba, hingga reflek ia berdiri tegak dengan tegang. Ia terperanjat sendiri menyadari dirinya hampir saja melakukan kesalahan. Feli yang hampir memejamkan matanya pun sontak terkesiap kaget.
Alex menelan salivanya seraya memejamkan mata sekejap, "Maaf." ucapnya seraya menggeleng.
Feli terdiam.
Alex melirik Feli sekilas, "S..sorry!" ucapnya lagi kemudian berbalik, keluar dari kamar Feli.
Feli menghembuskan nafas panjang. Seharusnya ia bersyukur Alex sadar dan tidak sampai melakukan kesalahan padanya, tapi apa mencium calon istri juga sebuah kesalahan? Entah kenapa malah pertanyaan itu yang muncul dibenak Feli. Jika boleh Feli jujur, hatinya merasa kecewa dengan penolakan Alex tadi. Apa alasan Alex menolaknya? Apa karena Alex memang ingin menghormatinya sehingga menjaga batasan mereka, atau.. karena alasan yang lain. Apa mungkin Alex menolaknya karena tidak mau menduakan cinta yang dia miliki terhadap Kayla? Bahkan Feli masih ragu kalau Alex memang mencoba melupakan Kayla.
Feli mendengus nafas berat. Hubungannya dengan Alex hanya terlihat baik didepan publik saja, berbeda dengan yang sebenarnya. Tanggal pernikahan mereka semakin dekat, namun Alex masih belum menerima kehadiran Feli sepenuh hatinya. Feli bahkan selalu bertanya pada dirinya sendiri..
Adakah Alex memberikan tempat untuk Feli didalam hatinya, walaupun sedikit? Atau masih Kayla yang memenuhi tempat itu? Atau mungkin... memang hanya Kayla saja yang ada disana?
... ....
... ....
... ....
__ADS_1
... ....
... Bersambung...