
Alex masih menatap sengit ke arah Kayla, kelihatan sekali kalau dia sangat marah. Kayla menghapus air matanya dan mencoba menguatkan dirinya.
"Mau apa lagi kamu?" tanya Kayla bergetar dan lirih.
"Kalian berdua gak bakal bisa lepas dari gue!"
"Mau sampai kapan kamu nyekap kita disini?" tanya Kayla lagi.
"Sampe kalian jera dan hancur!" teriak Bima geram.
"Kurung aja Al! Biarin mereka nginep disini, tidur sama setan sekolah malam ini!" ledek Vicky kesal.
"Puas-puasin aja dulu kita ngehukum mereka. Sampe mereka jadi sampah!" timpal Sandi tak kalah geramnya.
Siswi malang itu semakin ketakutan, ia memegang erat lengan Kayla dengan gemetar. Kayla menarik nafas dan menghelanya panjang, mencoba mengumpulkan kekuatannya lagi.
"Ide yang bagus! Tapi inget ya, aku gak akan segan-segan laporin kalian ke polisi! Liat ini, ini bisa jadi bukti kejahatan kalian!" Kayla menunjuk tangan kiri siswi malang itu yang lebam di bagian sikunya.
"Kak.." lirih siswi malang itu panik, ia merasa kesal pada Kayla karena masih saja menantang mereka, padahal ia sudah sangat ketakutan.
Kayla menangkap aura kegentaran dari wajah Bima, Sandi, dan Vicky saat ia mengatakan tidak segan untuk melaporkan mereka ke polisi. Tapi tidak dengan Alex, entah apa yang ada dipikirannya, sehingga dia tidak takut akan ancaman Kayla.
"Aku kenal papa kamu, Al. Aku bisa nemuin dia buat ngelaporin semua kejahatan anaknya ini ke dia!" ancam Kayla, yang hanya ditertawakan oleh Alex.
"Oh ya? Kalo berani laporin aja, yang ada juga elu yang bakal masuk penjara gara-gara ngefitnah gue!" ancam Alex balik.
Kayla kesal dan terdiam, memikirkan bagaimana caranya agar ia dan siswi malang bersamanya ini bisa keluar dari sini dan lepas dari mereka.
Ah iya, Kayla kan masih memegang tongkat Bima. Kayla gunakan saja tongkat itu untuk melindungi dirinya dan mengancam Alex seperti yang Kayla lakukan pada Bima, Sandi, dan Vicky tadi.
Kayla pun mengarahkan tongkat itu ke lengan Alex secara mendadak. Sehingga membuat Alex reflek menjauhkan dirinya satu langkah dari pintu.
"Aww! Kurang ajar lu! Gue juga bisa nuntut elu ya, atas pasal penganiayaan!" bentaknya seraya memegang lengannya yang baru saja terkena tongkat.
Kayla memutar bola matanya malas, "Halaaah.. lebay! Cuman kena dikit doang, emangnya dia pikir bisa ngebodohin aku apa?!" gerutu Kayla dalam hati.
"Minggir!" geram Kayla seraya mengarahkan tongkat itu lagi pada Alex sehingga membuat Alex menghindar dan semakin menjauhi pintu.
Tapi Alex tidak tinggal diam. Saat tangan Kayla meraih knop pintu, Alex menyergahnya dan mencoba merebut tongkat dari tangan Kayla. Sehingga terjadilah rebutan tongkat.
"Lu gak bisa keluar!"
"Lepasin tongkatnya! Alex?!"
Bima, Sandi dan Vicky pun beringsut, membantu Alex merebut tongkat dari Kayla. Kayla memegang tongkatnya dengan sangat erat dan tidak membiarkan siapapun merebut tongkat itu darinya. Sementara siswi yang malang itu hanya berdiri ketakutan, ia memundurkan langkahnya dari aksi rebutan itu. la hanya bisa menyaksikan kejadian itu saja, tanpa berani melakukan apapun. Sampai hal yang tidak diinginkan terjadi.
Tongkat yang kini berhasil direbut oleh Alex, tanpa sengaja mengenai kening Kayla dan membuatnya berdarah, aksi rebutan itu pun lantas terhenti ketika Kayla menjerit.
"Aakh..." Kayla limbung dan mereka membiarkannya jatuh ke lantai.
"Kak Kayla..." lirih si siswi malang.
"lisshhh..! Sialan!" umpat Alex kesal seraya membuka pintu dan keluar dari kelas itu.
"Ck, dasar cewek! Banyak drama!"' Bima menyusul Alex.
Sandi dan Vicky pun ikut mengumpat kesal seperti kedua temannya, seraya berlalu meninggalkan Kayla dan siswi itu.
..._________________...
Kayla duduk di depan meja riasnya sembari menatap pantulan dirinya di cermin. la menyentuh perban kecil yang menutupi kening bagian kirinya. Akibat terkena pukulan tongkat tadi, kening Kayla jadi terluka dan harus dijahit dengan tiga jahitan.
Masih sangat lekat di ingatan Kayla saat mereka berebut tongkat tadi siang. Apa daya Kayla dibandingkan empat orang pria yang bersatu melawannya sendirian. Kayla hanya ingin melindungi dirinya dan siswi malang itu dengan menggunakan tongkat, tanpa berniat menyakiti mereka sedikitpun. Tapi mereka tidak membiarkan Kayla dan siswi itu pergi, keterlaluan.
Ketika tongkat berpindah tangan ke Alex, dengan tenaga yang dia kerahkan sebelumnya untuk merebut tongkat, tanpa sengaja tongkat itu mengenai Kayla yang berada disebelah kanan Alex, dengan cukup kencang. Sehingga Kayla terjatuh, Kayla menjerit dan reflek menyentuh keningnya. Ketika Kayla merasakan sesuatu yang basah dikeningnya, Kayla melepaskan tangannya yang menempel pada keningnya dan ia melihat darah.
Kayla menghela nafas berat, seraya menatap lemas dirinya di cermin. Cukup lama Kayla terdiam, termenung di depan cermin.
"Aku akan tetap datang. Mr Strawberry, siapapun kamu.. aku pasti nepatin janji aku."
Ya, sebelumnya Kayla memang berniat untuk mengungkapkan identitas dirinya yang sesungguhnya. la akan melakukannya dengan baik-baik, berbicara seperti biasa dan mengejutkan Alex. Meskipun itu beresiko, Kayla pasti akan melakukannya, karena ia tidak ingin menipu ataupun menutupi faktanya dari Alex.
Tapi setelah insiden hari ini, Kayla sempat berniat untuk tidak akan menemui Mr Strawberry lagi. Karena sifat baik Mr Strawberry dalam diri Alex nyatanya kalah melawan sifat buruknya. Dia bukan Mr Strawberry, tapi Alex. Hanya Alex, seperti yang dikenal orang-orang
Namun, Kayla telah berjanji pada Mr Strawberry untuk menemuinya hari minggu ini dan akan mengungkapkan indentitas dirinya yang sebenarnya di depan Mr Strawberry. Ya, Kayla pasti akan memberitahunya.
"Tapi aku gak akan pake rencana awal. Aku gak bisa bersandiwara lagi didepan kamu!"
Kayla pikir, tidak ada gunanya memberitahu Alex secara baik-baik. Toh nanti Alex pasti akan marah. Dia pasti akan marah saat tahu Miss Kissable ternyata adalah Kayla, dia mungkin tidak akan percaya nantinya. Dan mungkin dia akan menganggap Kayla penipu. Jadi Kayla pikir untuk apa memberitahunya dengan baik-baik jika reaksi yang ia berikan nanti sama.
Hati nurani Kayla menentang niatnya itu, tapi rasa benci dan kecewanya terus mendesaknya untuk membalas kejahatan Alex dan memberinya pelajaran. Kayla dilema, apakah ia akan mengikuti kata hatinya, atau hasrat bencinya itu?
...________________...
Setelah hampir 24 jam merenungi niat serta rencananya, Kayla akhirnya memutuskan untuk datang menemui Mr Strawberry. Kayla telah menyiapkan segalanya yang ia butuhkan, dari segi pakaian, sampai mentalnya. Pukul 16.25 sore Kayla sampai di restoran A.S.W food.
Alex berdiri di depan pintu masuk restorannya, dengan menyilangkan kedua tangannya di bawah dada dan tersenyum lega. Miss Kissable yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang juga.
"Hai Miss Kissable..!"
"Hai." sahut Kayla seadanya.
Alex mengajaknya masuk dan membawanya ke taman resto. Selama perjalanan, Alexterus tersenyum memperhatikan wajah Miss Kissable.
"Kenapa sih kamu?" tanya Kayla risih.
"Lagi seneng aja, akhirnya bisa liat kamu lagi."
"Minggu lalu kan kita baru ketemu."
"Minggu lalu, itu udah lama Miss Kissable.." Kayla mendengus mendengarnya.
"Hey Miss Kissable, kening kamu kenapa?"
Kayla menyentuh perban di keningnya, "Ini?" Alex mengangguk.
"Kamu juga bakalan tau sebentar lagi!" jawab Kayla dalam hati.
__ADS_1
"Ini kemarin aku berantem sama cowok di sekolah, trus luka gini deh."
"Apa? Berantem sama cowok?" Kayla mengangguk.
"Miss Kissable, kamu berantem? Sama cowok? Serius?" Kayla kembali mengangguk, geli rasanya melihat Alex menunjukkan ekspresi kagetnya itu, ingin sekali Kayla tertawa dan memarahinya.
"Wah brengsek tuh cowok! Kasih tau aku siapa orangnya, biar aku kasih pelajaran! Berani-beraninya dia nyakitin Miss Kissable ku"
Kayla tertawa terbahak-bahak mendengarnya, Alex menatapnya merajuk, merasa diremehkan oleh Miss Kissable. Bagaimana Kayla tidak tertawa, Alex bilang ingin memberi pelajaran pada orang yang telah menyakiti Miss Kissable nya sedangkan orang itu adalah dirinya sendiri. Dalam hati Kayla jengkel sekali dengan tingkah Alex, tapi belum saatnya ia menunjukkan reaksinya pada Alex.
Tak terasa, mereka sampai di taman. Alex mengajaknya duduk di gazebo. Di dalam gazebo juga ada sebuah meja, meja panjang lesehan dengan karpet tebal sebagai alas duduknya.
"Udah puas ketawanya? Aku senang liat kamu bisa ketawa lepas gitu, tapi kesel juga. Apanya yang lucu sih?"
"Ya lucu aja. Emangnya mau kamu apain itu cowok rese' yang berantem sama aku?"
"Kamu belum tau, aku bisa lakuin apa aja. Apalagi dia berani nyakitin kamu, suruh dia ngehadap aku! Biar aku bales!"
"Hm? Kamu bisa lakuin apa aja buat aku?"
"lya, kalo kamu mau."
"Oke, aku percaya. Makasih Mr Strawberry, tapi kamu gak perlu lakuin apapun buat ngebalas dia. Dia pasti dapetin karmanya." Kayla tersenyum miring seraya mengingat kejadian kemarin yang membuatnya terluka.
"Apa sakit?"
"Lumayan, tiga jahitan." sahut Kayla lempeng.
"Apa? dijahit?" Kayla mengangguk.
Aku gak bisa terima kalo kayak gini, Miss Kissable!" Alex mulai emosi.
"Ssst...tenang! Kamu cuman ngerusak momen kita kalo kayak gini!"
Alex mendengus kesal, membuat Kayla menggeleng-gelengkan kepalanya. Setelah Kayla bujuk, Alex pun mulai tenang dan meminta pelayan untuk membawakan minuman dan cemilan untuk keduanya.
"Minum." Alex mempersilahkan Kayla.
Kayla tersenyum dan meraih gelas yang berisi jus yang disodorkan Alex dan meminum jusnya. la belum memulai rencananya dan masih menimbang-nimbang kalimat yang akan ia ucapkan.
"Ada apa Miss Kissable?"
"Hm?"
"Aku bikin kamu takut ya sama kemarahan aku tadi?"
Kayla tertawa kecil, "Kamu sampe segitunya."
"Sorry kalo aku berlebihan."
Kayla terdiam.
"Terima kasih, kamu dateng dan ngobatin rasa rindu aku" tiba-tiba kalimat itu yang Kayla dengar dari Alex, membuatnya mendengus senyum paksa.
"Mr Strawberry, apa kamu nunggu aku lagi?"
"Maksud aku, kamu udah lama nungguin aku datang hari ini?"
"Yah... dari pagi. Waktu itu kan kamu bilang hari Minggu doang, aku juga lupa nanya hari minggu nya jam berapa? Pagi, siang, atau sore? Jadi aku tungguin kamu dari pagi"
"Sorry..."
"No problem."
"Mr Strawberry, apa yang paling kamu tunggu dari kedatangan aku hari ini?"
"Kamu."
Kayla mengernyit bingung. "lya, aku nungguin kamu nya." ulang Alex.
"Kamu gak penasaran sama jawaban aku, atau janji aku buat ngasih tau kamu soal diri aku?"
"Rasa rindu aku lebih besar dari rasa penasaran aku."
Kayla mengedikkan bahunya seraya terkekeh, "Gombal!"
"Beneran..."
"Jadi kamu gak penasaran sama apa yang aku bilang minggu lalu? Aku janji ke kamu buat ngasih tau identitas diri aku yang sebenarnya."
Alex tersenyum, "Miss Kissable, kan udah aku bilang.. aku gak mentingin soal itu, siapapun kamu, aku cinta sama kamu dan aku serius."
"Tapi ini sangat penting buat aku."
"Kenapa segitunya, apa masalah kalo aku gak tau siapa kamu sebenarnya?"
"Ya, masalah besar. Aku gak mau nantinya aku terkesan sebagai seorang pembohong kalo aku nyembunyiin hal penting ini dari kamu."
Alex tertawa kecil, "Miss Kissable, kalo kamu ngerasa sebagai seorang pembohong, maka aku adalah pembohong besar."
Kayla membulatkan matanya mendengar ucapan Alex. "lya, aku juga nyembunyiin hal penting dari kamu. Tapi semua orang punya privasi masing-masing kan Miss Kissable?"
Apa yang Alex maksud adalah... dia menyembunyikan sifat buruknya dari Kayla?Kenapa dia mengatakan itu, pembohong besar?
"Apa yang kamu sembunyiin itu sangat privasi?" tanya Kayla.
"Sekarang kamu penasaran sama hal itu?"
"Rasa yang mengganjal di hati aku sekarang itu lebih besar dari rasa penasaran aku, Mr Strawberry"
"Emangnya apa yang mengganjal dihati kamu?"
"Aku harus ngasih tau kamu soal jati diri aku yang sebenarnya."
"Oke, jadi kamu ngotot mau ngasih aku kejutan nih? Aku gak keberatan." kata Alex dengan senang hati.
"Apa aku pernah bilang kejutan? Kan aku bilang kamu bakalan kaget kalo tau siapa aku sebenarnya."
__ADS_1
"Oke, ayo kita buktiin, aku bakalan kaget atau enggak?"
"Emm.. Mr Strawberry!"
"Ada apa? Aku udah siap dengernya." ucapnya santai.
"Bagus" gumam Kayla dalam hati.
"Aku mau ke toilet dulu ya!"
"Hah? Oh oke. Silahkan!" Kayla beranjak.
"Kalo mau deket, kamu pake toilet di dapur aja. Eh tapi jangan deh, pake toilet di tengah aja, lebih bersih." kata Alex yang diangguki oleh Kayla.
Setelah Kayla menghilang di balik pintu, Alex tertawa kecil. "Kamu nervous ya Miss Kissable? Tiba-tiba mau ke toilet."
Kayla pergi ke toilet bukan untuk buang air kecil apalagi buang air besar, tapi untuk bersiap-siap. Bersiap memulai rencananya, untuk mengungkapkan identitasnya yang sebenarnya. Alex harus tahu bahwa Miss Kissable adalah Kayla, dan sekarang adalah waktunya.
Setelah sepuluh menit, Kayla kembali ke taman. Alex terlihat fokus pada ponselnya, Kayla sengaja melangkah pelan agar Alex tidak langsung menyadari kehadirannya. Saat Kayla sudah berdiri di depan gazebo, Alex mengangkat kepalanya dan mengalihkan fokusnya dari ponsel ke arah Kayla.
Awalnya Alex menilik bingung ke arah gadis yang berdiri di depan gazebo itu. Dia memakai kaos putih lengan pendek dengan overall jeans rok sepanjang tiga per empat, rambutnya dikepang satu dan berponi, serta memakai kacamata tebal. Pakaian yang sama tapi dandanan yang berbeda.
Kayla masih diam, menunggu respon Alex. Alex beranjak, untuk memastikan penglihatannya. la melangkah mendekati gadis yang ditunggunya sejak tadi, benarkah ini dia?
Duaaaarrr.......
Mata Alex membuat seketika, jantungnya berdetak berkali-kali lebih cepat, saat menyadari siapa gadis yang berdiri dihadapannya ini. Dengan langkah dan gerak tubuh yang gelagapan karena syok, ia turun dari gazebo untuk melihat lebih dekat dan memastikan penglihatannya sekali lagi. Ia bahkan sampai mengerjap beberapa kali demi memastikan penglihatannya.
"Gak mungkin." gumamnya hampir tanpa suara, saat ia berdiri dihadapan Kayla.
Alex memejamkan matanya dan menekannya, berharap saat ia membuka mata ia melihat Miss Kissable nya dengan benar.
"Ada apa?" tanya Kayla datar.
Alex membuka matanya, dan pemandangan di depannya tetap sama.
"Kamu mau buktiin kan, aku bikin kamu kaget atau enggak? Jadi.. kamu kaget, atau enggak?" tanyanya lagi.
"Apa-apaan nih?" gumamnya pelan dalam kebingungan dan keterkejutan.
"Ini aku. Kayla Aurelly si cewek cupu yang sering kamu bully!"
Duaaarr......
Alex memalingkan wajahnya seraya tertawa terbahak-bahak saking syoknya. "Ayolah Miss Kissable, kejutan macam apa ini? Gak lucu!" katanya disela-sela tawanya.
"Emang gak ada yang lucu" sahut Kayla datar dan serius.
Alex mengentikan tawanya dan mendekat ke arah Kayla. Menatapnya seksama, hingga kedua alisnya bertaut. Alex menangkupkan kedua tangannya ke kedua sisi wajah Kayla. Kayla sempat terkesiap karena gerakan mendadak Alex, tapi ia membiarkannya.
Kayla diam dengan ekspresi seriusnya, dan Alex pun memandanginya dengan serius seolah berpikir keras. Cukup lama Alex memandanginya, sampai mata Alex berkaca-kaca. Kayla menyentak tangan Alex dan melepaskannya.
"Apa sekarang udah sadar?" tanya Kayla ketus.
Alex terperangah bingung bak orang linglung. la menggeleng-gelengkan kepalanya seraya mengalihkan pandangannya dari Kayla. Kemudian kembali menatapnya, berharap kalau ia salah lihat.
"Gak mungkin!" ucapnya dalam, bersamaan dengan itu, mimik wajahnya mulai berubah.
"Kamu gak buta kan? Jadi kamu pasti bisa lihat! lya, Miss Kissable adalah Kayla. Dan Kayla adalah Miss Kissable!" ucap Kayla tegas.
"Impossible!" bantahnya keras.
Kayla terkekeh, "Gak percaya? Aku juga gak percaya kalo Mr Strawberry itu kamu!"
"Mr Strawberry dan Alex, sangat jaaauh....berbeda. Siapa yang bisa percaya?" lanjut Kayla.
Alex mendesah nafas berat, menunduk dan mencengkeram rambutnya frustasi. Air mata yang sejak tadi menggenang di pelupuk matanya kini menetes membasahi pipinya.
Alex tidak bisa mempercayai ini, apa yang ia lihat ini, gadis yang dihadapannya ini.. Kayla?
Tidak mungkin! Yang datang sebelumnya adalah Miss Kissable nya, bukan gadis ini.Tapi kenapa sekarang dia yang muncul dihadapan Alex? Bahkan mereka memakai pakaian yang sama, hanya dandanan mereka yang berbeda.
Alex mengusap wajahnya dari bawah ke atas sampai ke kepalanya. Mendongak, melihat sekali lagi gadis yang berdiri dihadapannya ini. Tapi matanya tetap menangkap sosok yang sama. Dada Alex berdenyut nyeri, benarkah yang ia lihat?
"Gak mungkin! Siapa lu sebenernya? Jangan main-main sama gue!!" geram Alex.
"Aku gak pernah niat buat main-main sama kamu! Kamu aja yang gak sadar. Aku gak ngerti kenapa kamu gak bisa ngenalin aku? Kamu gak bisa ngenalin cewek yang pernah kamu lecehin? Aku pikir kamu gak punya hati, makanya kamu ngelupain aku. Tapi dari mana kamu belajar buat mencintai Miss Kissable kalo kamu gak punya hati??" ucap Kayla kesal tapi terdengar lirih.
Entah kenapa Kayla merasakan nyeri dihatinya, nafasnya juga terasa berat saat mengatakan itu pada Alex, apalagi melihat wajah frustasi Alex. Bukankah dulu... saat Kayla bertekad untuk merubah keadaan di sekolah dan memberi pelajaran pada Alex, dia sangat ingin melihat ekspresi begini dari wajah Alex? Setelah Alex melecehkannya dan menyakitinya, dia sangat ingin melihat Alex hancur?
Alex mendesah nafas berat mendengar ucapan Kayla. la masih tidak bisa mempercayai ini. Gadis yang ia cintai, adalah gadis yang sama yang sering ia bully dan ia sakiti? Hati Alex rasanya sakit dan nafasnya tercekat saking tidak bisa menerima kenyataan ini.
la harap ini hanya mimpi buruk. Alex maju lagi mendekati Kayla, ia ingin sekali lagi memastikan, benarkah Miss Kissable adalah Kayla? Alex mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah Kayla, tapi Kayla segera menampiknya dan memundurkan langkahnya.
Alex menelan salivanya berat, ia menatap lurus ke mata Miss Kissable nya. "Buktiin! Buktiin kalo kamu emang orang yang sama!" lirihnya berat.
"Kalo kamu pikir aku bukan Kayla, gimana aku bisa datang kesini dan ngomong soal jawaban sama janji ke kamu?"
Alex terdiam, Kayla lalu menyibakkan poni yang menutupi keningnya, memperlihatkan perban yang masih menempel di bagian kiri keningnya.
"Dan kamu pikir gimana Miss Kissable bisa dapetin luka ini? Kamu belum lupa kan sama kejadian kemarin di sekolah?"
Alex menatap kening Miss Kissable yang berbalut perban itu. Alex mengingat kembali kejadian kemarin di sekolah yang cukup heroik untuk dilupakan. Biasanya Alex akan mudah melupakan kejadian-kejadian apapun yang berhubungan dengan pembullyan nya, tapi yang ini, kejadiannya baru kemarin dan Alex bisa mengingatnya. Apalagi kejadian itu ada hubungannya dengan Miss Kissable.
Hati Alex kembali berdenyut ngilu saat ia mengingat kalau kemarin ia lah yang mengukir luka itu di kening Kayla. Kejadian itu murni ketidak sengajaan, Alex bisa mengabaikannya dengan mudah. Tapi ternyata, tanpa ia sadari ia malah melukai gadis nya sendiri.
la menyakiti Miss Kissable nya? Alex terperangah ketika menyadari itu.
Tanpa diminta, sebutir kristal bening lolos dari matanya. la kembali menitikkan air matanya, melihat luka dikening Miss Kissable yang ternyata disebabkan oleh tangannya sendiri.
... ....
... ....
... ....
... ....
__ADS_1
... Bersambung...