Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Restu Dan Pernikahan


__ADS_3

Pagi ini Kayla berangkat sekolah dengan semangat, karena ada kabar baik yang baru ia dapatkan tadi malam. Sesampai Kayla di sekolah, ia langsung mencari Alex ke kelasnya. Rasanya tidak sabar Kayla mau membagi kabar baik ini pada Mr Strawberry nya.


Kayla berdiri di depan kelas Alex, ia edarkan pandangannya ke seisi kelas namun yang dicari tidak ada di sana.


"Hmm... belum dateng ya." gumamnya sendiri.


"Udah kok." jawab suara familiar dari belakang Kayla.


Kayla lantas berbalik dan mendapati Alex berdiri di belakangnya, bersama ketiga teman setianya.


"Mr Strawberry, aku punya kabar baik!" katanya antusias dengan ekspresi yang begitu senang.


"Kabar baik apa nih?" tanya Sandi nimbrung, bahkan sebelum Alex sempat menjawab.


"Umm.. maaf ya, ini cuman buat Alex." kata Kayla pada Sandi.


"Ciyee.. pake rahasia-rahasiaan..." celetuk Vicky.


"Sorry nih bro, zona privasi. Gue cabut" kata Alex seraya menaik turunkan alisnya. la lalu menarik tangan Kayla dan melenggang meninggalkan ketiga temannya.


Gantian Kayla yang menarik tangan Alex agar langkahnya lebih cepat, ia tidak sabar membagi kabar baiknya pada Alex. Alex tertawa kecil melihat tingkah Kayla.


"Nggak sabar banget nih, ada apa sih?" tanya Alex setelah mereka duduk di pojok taman.


"Kenzo. Papanya Chika udah ngerestuin Kenzo sama Chika!" kata Kayla antusias.


"Oh ya?" kaget Alex takjub, Kayla mengangguk cepat.


"Alhamdulillah.."


"Aku senang banget, Mr Strawberry.. aku lega."


"Aku juga lega. Akhirnya perjuangan Kenzo berhasil. Jadi, Kenzo udah dapet restu buat nikahin Chika?"


"Iya. Trus kamu tau nggak mereka kapan nikahnya?"


"Kapan?" tanya Alex tak kalah semangatnya.


"Besok!" jawab Kayla singkat.


"What?! Besok?" Kayla mengangguk.


"Besok, sayang? Hari Minggu besok?" tanya Alex lagi, saking tak menyangkanya.


"lya, besok. Aku juga sama kagetnya kayak kamu pas Kenzo ngasih tau semalam."


"Astaga... secepat itu?" Alex terkekeh geli. "Kapan Kenzo ngabarin?"


"Semalam dia video call. Aku senang banget liat muka sumringahnya dia, kayak nggak ada beban lagi dia sekarang." Kayla menghela nafas lega.


"Alhamdulillah kalo gitu. Jadi, besok kita ke Bandung nih?" tanya Alex.


"lya dong, wajib! Bisa ngamuk Kenzo kalo kita nggak dateng" Kayla tertawa kecil. Alex pun tertawa sambil mengangguk-angguk.


"Mr Strawberry, kata Kenzo besok acara akad nikahnya siang, jadi kita bisa berangkat pagi kalo naik mobil."


"Siap, sayang!" Kayla mendorong pelan lengan Alex karena salting dipanggil sayang lagi.


"Mami ikut, boleh kan?" tanya Kayla.


"Ya harus dong, Kenzo kan udah kayak anak mami kamu juga. Masa' mami nggak hadir di pernikahan anaknya sendiri." jawab Alex, Kayla mengangguk-angguk.


..._________________...


Pukul 08.15, Alex sampai di rumah Kayla dengan mobil SUV hitam miliknya. Fita dan Sita ikut bersamanya, dan ini pertama kalinya kedua anak itu mengunjungi rumah Kayla.


"Wah.. bonekanya Kak Kayla banyak ya." kata Sita sembari melihat-lihat isi kamar Kayla.


Kayla yang sedang duduk di depan meja riasnya lantas menoleh ke arah Sita dan Fita, yang nampak senang sekali diajak masuk ke kamarnya.


"Kalo Sita suka, boleh kok dibawa pulang. Fita juga, kalo mau"


"Kita main disini aja Kak. Aku lebih suka main masak-masakan sih, Kak Kayla punya nggak?" tanya Fita polos.


Kayla tertawa kecil. "Kalo itu Kakak nggak punya. Kita mainnya nanti aja ya, kan kita mau ketemu Bang Kenzo"


"Yheeey.. ketemu Bang Kenzo..!" seru kedua anak kembar itu riang.


Setelah selesai bersiap-siap, Kayla keluar dari kamarnya bersama Sita dan Fita. Ternyata mami sudah siap duluan dan tengah mengobrol dengan Alex.


"Miss Kissable, Tante, maaf ya aku bawa dua bocil ini. Soalnya Kenzo yang mau"


"Kenzo kenal ya sama Sita dan Fita?" tanya Nadia.


"lya. Kita baru kenalan sih Tante, waktu Abang video call sama Bang Kenzo malam party itu" jawab Sita ceria.


"Oh ya?" kata Nadia seraya tersenyum.


"He'em... makanya hari ini kita ikut ke Bandung, biar ketemu langsung sama teman Abang yang ganteng itu." timpal Fita, membuat Nadia dan Kayla tertawa renyah.


Alex meringis kecil, "Kecil-kecil udah tau cowok ganteng.." gumamnya geli.


"Jadi Kenzo yang minta bawa mereka?" tanya Kayla.


"Bukan minta sih, tapi maksa." sahut Alex.


Kayla mengernyit seraya tersenyum geli. Alex memberikan ponselnya kepada Kayla, menunjukkan chattingan Kenzo semalam.

__ADS_1


📱


"Al, besok dateng dong ke nikahan gue?"


📱


"Yo'i.. Enggak lu undang juga gue tetap dateng. Masa' iya gue biarin calon istri gue sama calon mertua gue pergi ke Bandung tanpa ada yang ngawal."


📱


"Sip! Jangan lupa bawa adik kembar lu yang cantik manjalita itu ya..!"


📱


"What?! Rempong bawa bocil bro, ini ke Bandung loh.."


📱


"Ah elaah.. nggak jauh-jauh amat kok Bandung. Pokonya elu harus bawa adek-adek lu itu, titik!"


📱


"Gue pikir-pikir dulu deh."


📱


"Kalo sampe elu datang tanpa mereka, gue suruh pulang lu!" 😡


📱


🙄😪


Kayla terkikik geli membaca chattingan Alex dan Kenzo. "Dasar Kenzo"


.......


.......


.......


Selama di perjalanan Sita dan Fita terus berceloteh, mereka suka sekali mengobrol dengan Kayla. Terlebih lagi setelah Kayla menceritakan tentang masa kecilnya bersama Kenzo, Sita dan Fita semakin tidak sabar ingin bertemu dengan Kakak tampan yang baru mereka kenal lewat video call itu.


Alex memutar bola matanya malas melihat interaksi kedua adik kembarnya itu dengan Kayla. Kayla pasti lelah meladeni ocehan mereka, sejak masuk ke mobil sampai sekarang mereka terus mengoceh. Sedangkan Nadia sang mami duduk dengan santai, sesekali ikut tertawa dan menimpali obrolan anak-anak. Nadia duduk di depan, di samping Alex yang sedang mengemudi. Sedangkan Kayla bersama si kembar duduk di belakang. Saat ini mereka sudah memasuki Kota Bandung, dan hampir sampai di tempat tujuan.


Mereka sampai di kediaman Kenzo satu jam sebelum acara dimulai. Sesampai mereka di sana, Tante Lia-mama Kenzo menyambut mereka. Iringan-iringan pengantin tengah bersiap-siap mengantarkan calon mempelai pria ke lokasi acara, yaitu kediaman calon mempelai wanita.


"Assalamu'alaikum Mbak..!"


"Wa'alaikum salam Nad..!" jawab mama Kenzo senang.


"Aku pasti dateng Mbak, udah lama kita nggak ketemu." kata Nadia.


Kayla kemudian menyalami Tante Lia, mereka berpelukan. Kali ini Tante Lia menangis, membuat Kayla cemas seketika. Kayla pun melepaskan pelukan mereka dan melihat wajah sedih Tante Lia.


"Mbak.." lirih Nadia seraya mengelus punggung perempuan yang sudah seperti saudari baginya itu.


"Aku cuman kangen sama kalian" dalih Tante Lia sambil menghapus air matanya.


Meski Tante Lia bilang begitu, Kayla dan Nadia mengerti perasaannya. Ibu mana yang tidak hancur perasaannya mengetahui sang putra telah melakukan dosa dan keburukan yang fatal, yang menimbulkan masalah dan rasa malu dalam keluarga. Kenzo bilang sampai kemarin mamanya ini masih mogok bicara, namun setelah mengetahui Kenzo berhasil memenangkan restu dari papa Chika, barulah sang mama mau bicara.


"Wellcome to all..!" seru Kenzo yang baru muncul di depan pintu.


Kenzo berjalan menghampiri Kayla dan yang lainnya, sembari menebar senyum lebarnya dengan bangga. la baru saja selesai mengenakan pakaian pengantin pria, beskap putih yang dipadukan dengan sarung batik khas Jawa Barat.


"Hwiidiieh.. calon menten kita..!" seru Alex sembari mengamati penampilan Kenzo.


Kenzo merangkul Alex, dan Alex menepuk-nepuk bahu Kenzo. Kayla dan Nadia pun agak terkesima dengan penampilan Kenzo, masih tidak menyangka bahwa Kenzo sebentar lagi akan menikah. Tante Lia sempat tertegun kemudian tersenyum haru melihat sang putra nampak bahagia dengan pakaian pengantinnya.


"Tante." Kenzo beralih ke Nadia, menyalaminya.


"Ya Tuhan.. ganteng banget ya anak Tante pake beskap pengantin." ucap Nadia seraya mengelus kepala Kenzo.


Kenzo beralih ke Kayla yang hanya tersenyum menatapnya sejak tadi. "Apa lu??" tanya Kenzo ketus.


"Kamu nikah Ken..?" pertanyaan tak berfaedah itu keluar dari mulut Kayla, saking sulitnya ia mempercayai calon pengantin pria di depannya ini adalah sahabat kecilnya yang konyol.


Kenzo berdecak, lalu meraih tangan Kayla. la menyentuh cincin berlian yang tersemat apik di jari manis Kayla.


"Elu tunangan Kay? Bisa-bisanya lu ngerayain pertunangan lu tanpa gue, mentang-mentang udah gue kasih restu." sungut Kenzo, sambil melirik Kayla dan Alex bergantian.


Kayla melepaskan tangannya dengan muka cemberut lalu memukul pelan lengan Kenzo. Mereka lalu tertawa bersama-sama, Bahkan kedua ibu yang berdiri di sana pun ikut tertawa bersama mereka.


Kenzo lalu menilik ke arah dua gadis kecil yang saling berbisik sambil cengar-cengir. "Ehemm.. adek cantik..!"


Kedua adik kembar Alex itu nampak tersenyum malu, Kenzo berjongkok di depan mereka berdua.


"Ini Fita, ini Sita. Iya kan?" Kenzo mengamati wajah mereka sambil berusaha mengenali anak kembar itu.


Kedua anak itu mendengus sambil saling melirik. Nasib kembar identik, orang-orang selalu saja salah mengenali mereka. Setiap berkenalan dengan orang baru, mereka harus menjelaskan ciri-ciri perbedaan mereka masing-masing.


"Bukan, aku Sita. Ini Fita" Sita memperkenalkan.


"Owh... oke. Jadi yang ini Sita, yang ini Fita." timpal Kenzo yang diangguki kedua anak itu.


"Inget ya Abang ganteng, Fita yang keriting, trus lebih chubby dari Sita." kata Fita dengan pede'nya.


Kenzo tertawa kecil sambil mencubit pipi temben Fita. Sementara Sita hanya geleng-geleng kepala, ia tentu sudah terbiasa dengan tingkah centil sang kembaran.

__ADS_1


"Ma, kenalin ini Alex yang kemarin Ken ceritain. Ini adik-adikinya Alex, Sita sama Fita."


Alex menyalami Tante Lia, dikuti oleh kedua adik kembarnya.


"Tunangan Kayla?" tanya Tante Lia seraya melirik Alex dan Kayla bergantian.


"lya Tante." jawab Alex, membuat Kayla tersipu malu.


Tante Lia lalu mengajak mereka semua masuk untuk beristirahat sebentar sebelum berangkat ke rumah Chika. Para iring-iringan pengantin yang merupakan sanak saudara Tante Lia dan beberapa tetangga dekat, kini sibuk merapikan seserahan yang akan diberikan kepada Chika sang mempelai wanita. Mereka mulai memasukkan satu-persatu seserahan itu ke dalam mobil.


Setelah duduk-duduk sambil mengobrol sebentar, Kayla dan yang lainnya pun bersiap-siap. Masing-masing mereka mengganti pakaian santai mereka, kemudian mengenakan pakaian resmi. Nadia dan Kayla memakai kebaya modern sama seperti Tante Lia, meski bukan seragaman kebaya mereka memliki corak warna yang senada. Sedangkan Alex memakai baju atasan batik seperti umumnya para pria di keluarga mempelai pengantin. Sementara Sita dan Fta memakai gaun yang baru saja Kenzo berikan. Rupanya Kenzo sudah mempersiapkan gaun untuk kedua gadis kecil itu, Kayla mencibirnya saat dia memberikan gaun cantik itu pada Sita dan Fita.


"Gitu ya Ken sekarang, udah lupa sama aku..? Mana gaun buat aku?" rajuk Kayla.


Kenzo terkekeh remeh. "Siapa lu?" tanyanya seraya mengangkat kedua alisnya, membuat Kayla semakin merajuk.


"Owh.. elu yang kemarin tunangan nggak ngundang gue..?" ledeknya.


"Ken..." rengek Kayla merengut.


"Diundang kok kata Bang Alex, kalo Bang Kenzo ada di Jakarta." ujar Sita nimbrung.


"Tuh.. denger kata Sita!" timpal Kayla sambil menatap Kenzo sewot.


Kenzo terkekeh, "Curang nih, kamu belain dia. Mentang-mentang calon ipar" gerutu Kenzo pada Sita, membuat anak itu menyengir kuda.


Tante Lia dan Nadia lantas tertawa mendengar percakapan anak-anak itu. Beberapa saat kemudian suasana berubah tegang, terutama bagi Kenzo. Mereka berangkat bersama-sama menuju lokasi akad nikah Kenzo dan Chika. Kenzo duduk dengan kaku, gugup dan terus berkeringat, meski mobil yang ia naiki ini full AC. Sang mama yang duduk di sampingnya pun menenangkannya meski dia sendiri juga merasa gugup.


... ....


... ....


... ....


Sekitar lima belas menit mengendarai mobil, mereka sampai di rumah Chika yang merupakan lokasi acara akad nikah. Iringan mempelai pria disambut baik oleh keluarga mempelai wanita. Setelah menjalani segelintir prosesi adat yang cukup singkat, sesampai mereka di lokasi, tibalah saat yang paling mendebarkan bagi Kenzo.


Kenzo duduk berhadapan dengan penghulu, Chika sang pengantin wanita pun dituntun untuk duduk di samping kiri Kenzo. Dengan jantung yang berdebar-debar Kenzo memberanikan diri melirik Chika, setelah melirik papa Chika yang duduk di sisi kanannya terlebih dahulu. Kenzo tahu, papa Chika mungkin memberinya restu dengan setengah terpaksa, demi kebahagiaan Chika. Melihat wajah datar papa Chika saat ini, membuat ketegangan Kenzo semakin kentara.


Lupakan wajah datar papa Chika yang menambah ketegangan itu, Kenzo tetap melirik calon istrinya meski sang calon mertua tak sudi melihat wajahnya. Setidaknya Kenzo berharap dengan melihat wajah pengantinnya, ketegangannya bisa berkurang dan ia bisa mengucapkan ijab kabul dengan lancar.


Chika tersenyum samar saat mereka bersitatap, nampaknya Chika juga sangat gugup. Kenzo bisa merasakan itu dari nafas Chika yang terdengar agak bergetar, dan wajah cantiknya yang agak tegang.


Kayla dan Alex duduk bersimpuh bersama yang lainnya, di sisi kiri kedua mempelai. Mami Kayla dan Mama Kenzo pun duduk bersampingan di dekat Kayla. Sedangkan kedua orang tua Chika duduk di sisi kanan kedua mempelai.


"Miss Kissable, aku jadi ikutan gugup." bisik Alex samar.


Kayla meliriknya dan tersenyum kaku, "Aku juga"


Dan keduanya pun mendengus senyum geli.


"Bismillahirrahmanirrahim..."


Penghulu mulai membacakan muqaddimah pernikahannya, diringi dengan khutbah nikah, kemudian bagian intinya yaitu ijab kabul.


"SAH"


"SAH"


Satu kata yang terlontar dari mulut dua orang saksi, serta para hadirin semuanya memecah ketegangan seketika. Kenzo memejamkan matanya sambil menghela nafas lega, setelah ia membuka mata dan mendapati Chika tersenyum, barulah ia juga bisa tersenyum, lega. Kayla pun merasakan hal yang sama leganya, rasanya beban di dalam dada hilang begitu saja setelah melihat Kenzo dan Chika menikah.


Sembari pembacaan do'a oleh penghulu untuk kedua mempelai, Tante Lia terisak haru. Nadia yang duduk di sampingnya pun mengelus bahunya untuk menyalurkan perasaan keibuan mereka. Selesai do'a yang berarti acara akan nikah telah usai, sang kedua mempelai diarahkan untuk melakukan ritual kecil yang masyhur sesaat setelah sah sebagai pasangan suami istri, yaitu sang istri mencium punggung tangan suami sebagai penghormatan, dan sang suami mencium kening istri sebagai kasih sayang.


Alex malah melamun membayangkan dirinya dan Kayla berada di posisi itu. Kayla menepuk pundaknya dan membuatnya terkesiap.


"Kenapa kamu?" tanya Kayla.


"Ngebayangin aja, kita yang ada di posisi mereka" jawab Alex jujur.


Kayla menaikkan alisnya lalu mengalihkan pandangannya dari Alex seraya tersenyum salting.


Pernikahan Kenzo dan Chika terlaksana dengan lancar, acara syukurannya diadakan secara sederhana dan cukup tertutup. Dihadiri oleh sanak keluarga dan beberapa kerabat serta tetangga dekat mereka saja, karena bagaimanapun juga pernikahan anak seusia mereka yang bahkan masih berstatus pelajar itu bukanlah pernikahan yang wajar dimata khalayak. Namun kebahagiaan sebagai pengantin tetap meliputi hati kedua mempelai, meski orang tua dari kedua belah pihak agak canggung disamping wajah lega mereka. Karena restu dan pernikahan yang mendadak seperti ini bukanlah impian orang tua untuk anaknya, namun kesalahan dan kelalaian mereka jugalah yang menyebabkan anak-anak mereka terjebak pergaulan yang tidak stabil, sehingga takdir inilah yang harus mereka jalani.


Nadia berdiri di sudut ruangan dekat pintu samping ruangan, sambil mengambil menu makanan yang akan ia santap. Kemudian ia mengedarkan pandangannya mencari tempat untuk duduk, sekalian mencari keberadaan Kayla dan Alex. Sorot mata Nadia pun menangkap sosok Tante Lia yang duduk sendirian di kursi pelaminan sebelah kanan Kenzo dan Chika, Nadia lihat saudarinya itu agak melamun. Sedangkan di kursi pelaminan sebelah kiri, kedua orang tua Chika duduk berdampingan menyalami para tamu undangan. Nadia mengerti, ketidak hadiran papa Kenzo pasti berpengaruh dan kentara dalam acara keluarga seperti ini, dan mungkin itulah yang tengah membuat senyuman Tante Lia nampak tertahan, tak lepas bebas seperti biasanya.


Nadia berniat menghampiri Tante Lia dan mengajaknya makan, sebelum itu ia berbalik ke meja menu untuk mengambil minuman. Sekilas ekor matanya menangkap sosok seseorang yang ia kenal berdiri dekat pintu, namun seketika Nadia membulatkan matanya kaget, dan jantungnya pun berdesir cemas. la menoleh ke arah sosok itu kembali untuk memastikan penglihatannya yang hanya sekilas tadi, namun ia tidak melihat siapapun.


Meski was-was, Nadia memberanikan dirinya untuk mendekat ke arah pintu yang terbuka lebar itu dan menengok ke luar, untuk memastikan penglihatannya. Beberapa saat setelah ia mengedarkan pandangannya mencari sosok itu, ia tak menemukan sosok yang membuatnya hampir jantungan tadi. Nadia menghela nafasnya yang sempat tercekat, namun ia tidak merasa lega begitu saja. Karena kemungkinan penglihatannya benar tidaklah mustahil, namun bisa saja salah.


"Aku pasti salah liat. Ya, semoga aja aku cuman salah liat." gumamnya.


Nadia pun kembali masuk ke ruangan. Sementara seseorang yang bersembunyi dibalik pohon di halaman samping rumah Chika, terlihat tersenyum smirk. Manik jelaganya masih mengamati Nadia dari belakang punggung ibu satu anak itu.


"Kamu nggak salah liat, sayang!" gumamnya dengan nada yang horor.


... ...


... ....


... ....


... ....


... ....


... ...


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2