Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Oh Miss Kissable


__ADS_3

Dengan kebimbangan Kayla perlahan mengangkat tangan kanannya, meraih salah satu tangan dari dua pria didepannya.


Grepp


Ada binar di wajah pria itu, sedangkan yang lainnya nampak lesu. Adit merasa yakin Kayla akan menerima uluran tangannya, mengingat kecemburuan dan kekesalan Kayla pada Alex. Tapi Adit salah, meski sedang cemburu Kayla tetap menerima uluran tangan Alex, bukan dirinya.


Alex membantu Kayla bangun, dan Adit hanya bisa memperhatikannya. Adit tertegun beberapa saat, kemudian ia menarik kembali tangannya dan mengepalkannya tertahan.


"Makasih."


Yang mengherankan, Kayla dan Alex mengucapkan kalimat yang sama secara bersamaan. Mereka sama-sama berterima kasih! Ah sudahlah, untuk apa Adit berlama-lama berdiri diantara mereka berdua. Adit memilih beringsut dari sana.


"Aku duluan." ujar Adit sambil berbalik.


Kayla seperti tersadar akan sesuatu, ia pun berbalik untuk menghentikan Adit.


"Tunggu Dit!"


Langkah Adit pun terhenti. Sementara Alex menatap tanya pada Kayla. "Aku mau ngomong sama Adit."


"Tapi aku mau ngomong sama kamu, Miss Kissable."


"Kayaknya yang mau aku omongin sama Adit lebih penting deh daripada yang mau kamu omongin sama aku" ujar Kayla acuh.


"Hei, kamu kenapa sayang?"


"Stop call me 'sayang' !!" tegur Kayla tegas, dengan ekspresi yang serius.


Adit terdiam di tempat, menyaksikan interaksi keduanya. Terdengar helaan nafas Alex, Kayla kemudian memanggil Adit lagi, sehingga Adit berbalik.


"Al,"


Kayla memberi kode pada Alex, yang menurut pemahaman Adit itu menunjukkan sebuah perintah, matanya seolah mengatakan 'pergilah Al, aku mau ngomong berdua sama Adit'. Benarkah seperti itu?


Alex nampak keberatan. "Ngomong aja." ujarnya kemudian sambil mengedikkan bahu.


"Kamu bisa balik ke sana." kata Kayla sambil menunjuk dimana teman-teman mereka duduk.


"Tuh, kamu liat kan ada yang nyariin kamu" kata Kayla lagi.


Alex mendengus malas. Ya, dia bisa melihat itu. Gadis yang baru kemarin mengajaknya berkenalan itu kini tengah melambaikan tangan ke arahnya. Yang membuat Alex tidak mengerti, kenapa sikap Kayla jutek begini terhadapnya. Apa dia begitu merasa terganggu dengan kehadiran Alex, disaat ia tengah mengobrol berdua dengan Adit? Memangnya apa saja yang mereka bicarakan, seserius itukah sampai Kayla agaknya keberatan jika Alex berada diantara mereka berdua?


Cemburu. Alasan itulah yang membuat Alex berdiri disini sekarang. Dia berkali-kali mencari kesempatan untuk menjauh dari Rini, agar dia bisa menghabiskan waktu dengan Miss Kissable nya. Tapi sekarang gadis dihadapannya ini malah bersikap acuh padanya.


"Kamu kenapa sih..?" tanya Alex lembut.


"l'am Okey, Al" sahutnya santai.


Alex melirik Adit, Adit mengalihkan pandangannya. Kayla juga melakukan hal yang sama. Ck, Alex mulai kesal.


"Kamu nyembunyiin apa dari aku?" tanya Alex menahan kekesalannya.


Kayla tidak menjawabnya. "Aku salah apa sih, kok kamu gini sama aku?" ujar Alex mulai gusar


"Gini gimana, biasa aja kok. Aku cuman bilang kalo aku mau ngomong sama Adit, kamu keberatan?"


Alex menatap Kayla lekat, buru-buru Kayla mengalihkan pandangannya dari Alex.


"Ayo Dit!" katanya kemudian, sambil beranjak meninggalkan Alex.


Adit yang sempat kaget lantas mengangguk, lalu mengikuti Kayla. Sedangkan Alex hanya bisa mendengus, sembari menatap punggung Kayla dan Adit yang semakin menjauh dari pandangannya.


... ....


... ....


... ....


Malam harinya, setelah makan malam dan berbincang-bincang sebentar dengan sang tuan rumah, Alex dan teman-temannya yang menginap di rumah Pak RW kemudian bersiap-siap untuk tidur. Sebelum masuk ke kamar yang telah disediakan, Alex mencegat Adit.


"Ada apa?" tanya Adit bingung.


"Ikut gue." ujar Alex datar.


Alex duduk di teras rumah Pak RW, diikuti oleh Adit yang masih menerka-nerka sendiri di kepalanya apa tujuan Alex memintanya ikut keluar.


"Elu ngomong apa sama Kayla?" tanyanya datar, tanpa melihat Adit.


"Ralat! Kayla yang ngomong sama gue." sahut Adit agak dingin, membuat Alex mendengus.


"Kalian ngomongin apa?"


"Kayaknya elu nggak perlu tau"


"Ngomongin gue ya?" selidik Alex.


Adit terkekeh, "Ya enggak lah."


"Trus?"


Adit mengernyit mendengarnya. "Enggak ada hubungannya kok sama elu" sahutnya.


Alex masih nampak sangat penasaran, tapi Adit tetap pada pendiriannya. "Kayaknya Kayla nggak pengen elu tau deh."


Alex memicing mendengar jawaban Adit. "Maksud Iu?"


"lya kan. Kenapa tadi Kayla gak mau ngomong di depan elu? Dia malah pergi, ngajak gue. Artinya dia nggak pengen elu tau apa yang kita omongin."


Alex mengeraskan rahangnya, mulai terpancing emosi. Ditambah lagi ekspresi wajah Adit yang terlihat menyebalkan dimata Alex.


"****! Bangga banget lu diajak ngomong berdua sama Kayla! Elu pikir elu siapa?!" bentaknya dalam hati.


Alex menahan kalimat kasarnya dalam hati, yang keluar hanya dengusan kesal. Alex berdiri tiba-tiba sambil menggeprak meja, membuat Adit terkesiap kaget.


"Bilang aja nggak mau ngasih tau!" bentaknya dengan mata melotot.


Adit menanggapinya dengan santai, dan Alex pergi setelah itu. Saat Alex melangkah kasar masuk ke rumah, hampir saja ia tertabrak Rini. Untunglah ia sempat mengendalikan dirinya sebelum ia benar-benar menabrak Rini, jika tidak.. pasti gadis itu akan mengambil kesempatan akan situasinya.


"Eh, Al?"


"Sorry" ucap Alex datar.


"Kamu keluar? Kok belum tidur?"


"Cari angin bentar, ini udah mau tidur kok" ujarnya kemudian melanjutkan langkahnya.


"Oh, good night ya Al..!" ucap Rini ketika Alex sudah membelakanginya.


Tidak ada respon dari Alex, ia langsung masuk ke kamar tanpa menghiraukan Rini. Jengkel sekali, bisa-bisanya Adit bicara seperti itu padanya. Dan Kayla, entah ada apa dengannya, sikapnya agak aneh, dia seperti merajuk tanpa alasan. Tanpa alasan atau.. Alex yang tidak menyadari alasannya? Alex harus bicara dengannya besok. Ah, jadi tidak sabar menunggu hari esok tiba, Alex harus tahu ada apa dengan Kayla.


...________________...


Rabu pagi. Rencananya siang ini Kayla dan teman-temannya akan pulang ke Jakarta. Sebelum itu mereka masih menikmati liburan di kampung Cidahu. Hari ini Mang Asep, bapaknya Juleha mengajak mereka semua memancing ke sungai.

__ADS_1


Dan disinilah kini mereka. Para prianya duduk berjejer di pinggir sungai sambil memegangi alat pancing masing-masing, mereka bersiap-siap untuk memancing tentunya. Sedangkan para wanitanya menggelar tikar besar tidak jauh dari area sungai, mereka memasak bersama di sana.


"Miss Kissable!" panggil Alex yang sudah berdiri di dekat tikar.


Yang dipanggil pun menoleh, nampak heran. "Kamu nggak ikutan mancing? Katanya suka mancing."


"Ada yang lebih penting dari mancing." sahutnya.


"Apa? Miss Kissable..?" bingung Rini mendengarnya.


"Ayo, aku mau ngomong" ujar Alex tanpa menghiraukan Rini.


"AI, liat ini! Aku sibuk, tangan aku kotor tuh" Kayla menunjuk dengan dagunya, ia tengah memotong sayur.


"Enggak papa Neng Kayla, tinggalin aja ini. Biar ibu yang urus! Tangan kamu juga masih sakit kan?" tawar Ibu Juleha.


"Enggak bu, tangan aku udah mendingan kok. Lagian ini bentar lagi selesai, biar aku aja ya."


"Eh.. masa' den Alex nya dibiarin nunggu."


Kayla tersenyum masam. Sedangkan Rini yang bingung sendiri kini berdiri. "Bentar deh, Al kamu manggil Kayla? Ada sesuatu yang penting?" Alex hanya mengangguk.


Rini terkikik, membuat Kayla mengernyit bingung karena Rini tertawa sambil menutup mulutnya sedangkan matanya tertuju pada Kayla.


"Kemarin sama Adit, ngomong berdua. Sekarang.. sama Alex? Kamu ini orang penting ya, kok kalian pada harus ngomong umpet-umpetan gitu sih?" nadanya sih terdengar bercanda tapi kata-katanya itu cukup menyindir bagi Kayla.


Kayla akhirnya berdiri. "Al, ngomongnya nanti aja ya! Ini hari terakhir kita disini, nikmatin liburannya!"


Alex ingin protes, tapi raut wajah Kayla yang terlihat keberatan itu membuatnya terpaksa mengalah. Padahal ia ingin sekali bertanya perihal sikap Kayla yang agak aneh ini, juga tentang Kayla dan Adit kemarin. Alex menghela nafas gusar dan berusaha menampilkan senyuman tipisnya. la mengangguk dan mengedip sekali, kemudian pergi tanpa kata.


Sesampainya Alex di pinggir sungai, ia pun ikut memancing bersama teman-temannya yang lain. Sesekali teman-temannya berceloteh dengan kelakaran yang menggelikan, membuat suasana semakin bagus dan adem. Namun tidak dengan suasana hati Alex, ia sama sekali tidak menikmati acara memancing ini. Bukan karena umpan pancingannya tidak disambar ikan, tapi memang ia yang tenggelam dalam pikirannya sendiri.


"Woi, ngelamun bro? Ntar kesambet loh."


Alex terkesiap ketika Vicky mencolek bahunya, dan ia hanya mendelik kesal, membuat Vicky heran.


"Ada apa?" tanya Vicky.


"Kayla dari kemarin tuh kayak ngehindarin gue tau nggak Vick."


"Masa?"


"Gue lagi nggak mood bercanda ya!" sungut Alex.


"Oke oke."


"Dia ngambek?" tanya Vicky kemudian.


Alex nampak berpikir, "Ngambek kenapa ya, perasaan gue nggak ngomong sesuatu yang bikin dia kesel deh." Alex mengingat-ingat lagi.


"Apa karena dia gak suka gue panggil sayang?"


"Selain itu?"


"Selain itu.. ah nggak ada kayaknya. Justru gue kali yang harusnya ngambek, dia ngobrol berduaan sama Adit trus nggak suka gue tengahin."


Vicky mengernyit, "Apa iya gara-gara itu?"


Alex mengedikkan bahunya seraya mendengus. Setelah beberapa saat Vicky terpikir sesuatu.


"Apa jangan-jangan.. dia cemburu?"


"Cemburu? Maksud lu?"


Alex menepuk kepalanya gregetan. Sial, kenapa ia tidak terpikir akan hal itu. Sangat masuk akal kan jika Kayla ngambek gara-gara melihat Alex bersama Rini. Tapi benarkah Kayla cemburu? Haruskah Alex senang, atau khawatir?


"Menurut lu dia cemburu Vick?"


"Ya.. mungkin."


"Berarti dia suka dong sama gue?" girang Alex.


Vicky melebarkan senyumannya. Membuat Alex semakin berbinar, dan rasanya ada sesuatu yang membuncah di dadanya. Desahannya terdengar begitu lepas dan lega.


"Vick, Kayla cemburu! Dia udah suka sama gue! Cinta gue terbalas, Vick. Cinta gue..hhh... Oh Miss Kissable, i love you..!" racau Alex kegirangan.


Sungguh ia begitu bahagia dan merasa lega, sampai tak sadar kalau ia baru saja meneriakkan kalimat itu saking berbunga-bunga hatinya. Karena teriakannya itu para pemancing jadi menilik ke arahnya, tak terkecuali Adit. Alex bahkan sampai mengguncang-guncang pundak Vicky saking senangnya.


Sayangnya, suara teriakan itu tidak sampai begitu jelas terdengar oleh para wanita yang saat ini sibuk memasak. Hanya sedikit dengungan suaranya saja yang sampai ke telinga mereka, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan. Jika tidak, Nia pasti jadi orang pertama yang antusias menggoda Kayla. Dan Kayla tentu tidak akan setenang sekarang, yang terfokus mengaduk sayurannya di atas wajan.


Sepanjang acara santap-santap makan siang, Alex terus memperhatikan gelagat Kayla, begitu pula sebaliknya.


"Alex ngapain sih, kok kayak ngeliatin aku mulu" gumam Kayla dalam hati.


"Oh Miss Kissable.. kamu cemburu ya, aku seneng deh." batin Alex.


Keduanya sama-sama salah tingkah, dan gelagat keduanya tak luput dari manik awas milik Adit. Jika kemarin Kayla cemburu pada Alex, kini Adit yang merasa cemburu pada Kayla.


Dan untuk yang kesekian kalinya hati Adit bertanya, "Kenapa dia sih Kay? Kenapa harus Alex?"


... _________________...


Setelah sholat Zuhur, Kayla dan teman-temannya bersiap-siap untuk pulang. Setelah berpamitan dengan bapak dan ibu Juleha, mereka Kayla, Nia, Annisa, dan Bang Oki selaku supir, berangkat dari rumah Juleha ke rumah Pak RW, menjemput Adit. Dan mereka akan berangkat dari sana berbarengan bersama Alex dan yang lainnya.


Mobil kijang Nia berhenti di depan rumah Pak Rw. Di halaman sana Alex dan teman-temannya tengah sibuk memasukkan barang-barang mereka ke bagasi. Kayla dan yang lainnya pun turun dari mobil, dan Juleha yang tadi ikut di mobil Nia juga turun. Mereka semua berpamitan kepada Pak Rw sekeluarga, tak terkecuali kepada Rini.


Terlihat Rini yang tengah merengek pada Alex, entah apa yang dia inginkan. Kayla jengah melihatnya, jadi Kayla lebih memilih menyibukkan dirinya dengan melihat-lihat ponselnya, membuka aplikasi facebook, instagram, atau apa saja, yang penting tidak melihat mereka berdua.


"Jangan lupa hubungin aku ya Al!" katanya setelah mengetik sesuatu di ponsel Alex.


Alex menilik layar ponselnya sesaat setelah ponselnya dikembalikan oleh Rini ke tangannya. la lalu berkata, "Sorry Rin!"


Rini mengernyit tak mengerti. "Mungkin gue nggak bakal hubungin elu lagi." ucap Alex.


Raut wajah Rini seketika berubah, "Ke-..kenapa?"


"Karena gue gak mau terkesan ngasih harapan ke elu" sahut Alex jujur.


Lagi. Rini merasa ada sesuatu yang retak di dalam hatinya. Sedangkan Kayla dan yang lainnya agak heran dengan yang mereka dengar.


"M..maksudnya?"


"Gue udah netapin pilihan gue ke satu orang, dia udah ngisi hati gue."


"Bukannya kamu bilang.. belum punya pacar ya?"


"Hm. Dia emang bukan pacar gue, tapi lebih dari itu. Dia bidadari gue"


Degg


Hei, apa ini?! Jantung Kayla berdetak begitu kencang saat mendengar kata-kata Alex. Kayla segera menepis perasaannya dan kembali fokus pada ponselnya. Lebih tepatnya pura-pura fokus, karena ia sama sekali tidak bisa fokus, di pikirannya hanya ada Alex, dan itu sangat menyebalkan.


"lya. Gue udah punya bidadari yang bertahta di hati gue. Dan dia.. nggak akan pernah tergantikan."

__ADS_1


Duaarr......


Kayla yang tengah pura-pura fokus pada ponselnya pun tidak bisa menahan pandangannya lagi untuk tidak melihat Alex. la reflek menoleh setelah Alex mengucapkan kalimat itu. Sedangkan Rini, tangannya sudah terkepal kuat, namun ia mencoba untuk tetap tersenyum.


"Owh..." Rini tertawa hambar. "Aku kira kenapa. Ya.. nggak papa, tapi kita masih bisa temanan kan!"


Alex tersenyum tipis, "Makasih. Selama itu nggak bikin bidadari gue ngerasa terganggu, kita bisa temenan."


Rini terkekeh geli, "Apa bidadari kamu itu orangnya cemburuan? Aku kan cuman pengen temenan"


Kayla yang sempat tertegun lantas mengernyit tak suka mendengar Rini mengatakan 'cemburuan'.


"Enggak juga. Gue cuman ngejaga perasaan dia"


Entah kenapa hati Kayla menghangat setelah mendengar ucapan Alex kali ini.


"Wow.. beruntung banget dia." gumam Rini agak pelan.


Alex beralih pada Pak RW dan Rizki, ia berpamitan kemudian beranjak masuk ke mobil, diikuti teman-temannya. Sebelum benar-benar masuk ke mobil, manik tajam Alex mencari sosok bidadari yang dicintainya, Kayla. Kayla lantas terkesiap saat netranya bertemu dengan mata Alex, karena sedari tadi Kayla terpaku memperhatikan gerak-gerik Alex.


Kayla buru-buru berbalik dan hendak masuk ke mobil. "Kayla ikut gue."


Semua mata sontak mengarah pada si pemilik suara, Alex. la mendekat ke arah supir Nia, Bang Oki, dan mengulangi kalimatnya lagi.


"Kayla ikut gue."


Kayla jadi kaku sendiri, ia bingung harus merespon bagaimana. Sedangkan Bang Oki dan teman-temannya menunggu jawaban darinya.


"Enggak usah, aku disini aja." jawab Kayla akhirnya.


"Ikut aku, Miss Kissable!" pintanya halus.


"Emm.." bingung Kayla.


"Lokasi rumah Kak Kayla kan yang paling jauh dari kalian, kalo Kak Kayla ikut kita lebih cepat nyampe nya, soalnya kita searah." Annisa nimbrung, ia menggigit bibir bawahnya was-was saat Alex menyelis sekilas ke arahnya.


"Ah iya, benar. Thanks Al, aku sama mereka aja."


Alex terdiam beberapa saat tapi ia masih enggan beranjak. Kayla jadi merasa semakin bimbang untuk masuk ke mobil.


"Ikut aku ya, aku pengen ngomong" pintanya lagi.


Kali ini, entah mengapa Kayla tidak bisa menolak. Tatapannya itu membuat Kayla tidak bisa berkutik selain menurutinya. Ah tidak, mungkin lebih tepatnya Kayla yang tidak tega menolaknya. Akhirnya Kayla pulang bersama Alex.


... ....


... ....


... ....


Berjam-jam mobil melaju, membelah jalanan dari desa hingga ke kota. Alex mengantar Sandi lebih dulu, karena lokasi rumahnya yang paling dekat. Kemudian Bima, dan Vicky. Terakhir Alex akan mengantar Kayla, ia membanting setir mengubah jalur perjalanan. Karena memang rumah Kayla berada di jalur yang berlawanan dengan ketiga temannya. Sengaja, agar ia bisa berlama-lama bersama Kayla, dan Kayla mengerti itu.


"Katanya mau ngomong" ujar Kayla, setelah lama mereka hanya saling bungkam.


"Aku masih nunggu kamu."


Kayla mengernyit bingung. "Nunggu.. apa?"


Alex hanya tersenyum, membuat Kayla kesal saja. "Al, bukan ini kan yang dari kemarin mau kamu omongin?"


"Bukan sih, sebenarnya sampe pagi ini aku punya banyak pertanyaan buat kamu. Tapi kamu ngasih aku waktu sampe akhirnya aku sadar sendiri, dan gak butuh jawaban lagi buat semua pertanyaan itu."


"Aku gak ngerti." jawab Kayla menyerah setelah berpikir mengenai kata-kata Alex yang tidak jelas itu.


"Intinya.. aku sekarang cuman butuh satu jawaban dari kamu."


"Aku belum mikir kesana Al." sahut Kayla malas.


Tentu Kayla faham ke arah mana pembicaraan Alex. Apa lagi kalau bukan tentang niat melamarnya.


"Aku ngerti kok, makanya aku bilang kan aku masih nunggu kamu. Tenang aja Miss Kissable, aku sabar nunggu kok."


Kayla menghela nafas panjang sambil menggeleng-geleng. "Aku heran deh sama kamu, kok bisa sih kamu mikirin sesuatu sebesar itu, itu bahkan diluar kewajiban kamu saat ini Al, agenda kamu aja belum selesai."


Alex mengernyit, "Maksud kamu?"


Kayla tak menjawab. "Kewajiban saat ini maksudnya sekolah?" tanya Alex.


Kayla menggeleng, "Bukan itu"


"Apa dong? Trus juga agenda aku yang mana yang belum selesai? Aku kan udah minta maaf ke semua orang"


"Oh ya? Coba deh kamu inget-inget, agenda mana yang kamu lewatin."


Alex terdiam berpikir. "Ingetin aku dong Miss Kissable." ujarnya saat sudah memutar otak tapi tak menemukan sesuatu yang bisa ia jadikan jawaban.


"Kamu pikirin sendiri, Al! Kewajiban kamu yang mana yang paling penting, yang sampe sekarang belum kamu jalanin. Agenda kamu yang paling utama, yang kita lewatin sejak awal" Alex semakin berpikir serius.


"Masih ada sesuatu yang ngejanjel kan Al dihati kamu?" Alex menilik Kayla serius. "Itu yang aku maksud."


Ya, Alex mulai mengerti maksud Kayla. Kewajiban yang paling penting, dan agenda yang paling utama yang ia lewatkan. Itu adalah sesuatu yang selama ini masih mengganjal di hati Alex.


Trrreett........


"Aakh...." jerit Kayla kaget.


Alex menginjak rem tiba-tiba, membuat mereka berdua terhuyung ke depan seketika. Alex sendiri pun kaget sampai ia terpaksa mengerem mendadak.


"Pelan-pelan dong Al.."


"Sorry sayang, aku kaget."


"Kamu sih ngelamun."


"Eh! Cukup ya, jangan panggil aku sayang lagi!" tegur Kayla kemudian. Alex tak menanggapinya selain kekehan kecil.


Mata mereka berdua lantas tertuju pada objek di depan mereka. Di depan sana, ada kerumunan yang tiba-tiba muncul menghalangi jalanan. Itulah yang membuat Alex menghentikan laju mobilnya. Karena penasaran, Kayla turun dari mobil untuk melihat apa yang terjadi di sana. Alex pun menyusul.


Kayla menengok-nengok dan berusaha menemukan objek yang tengah dikerumuni itu. Tapi hanya suara riuh yang ia dapati, belum terlihat apa yang tengah mereka perdebatkan.


Saat mata Kayla berhasil menangkap sosok yang tengah terduduk tak berdaya di tengah sana, ia terbelalak.


"D-..dia..?"


... ....


... ....


... ....


... ....


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2