Miss Kissable & Mr Strawberry

Miss Kissable & Mr Strawberry
Ikatan Cinta


__ADS_3

Hampir seluruh siswa-siswi dibuat heran dengan perdebatan Alex dan Kayla yang masih terlihat kejar-kejaran di sepanjang koridor sekolah. Sambil terus melangkah menghindari Alex, Kayla meminta Alex berhenti bicara dan membujuknya namun Alex tetap tidak mau mendengarkan Kayla. Alex ingin Kayla yang mendengarkannya, Alex tidak mau cinta mereka kandas begitu saja.


Tentu siapa saja yang mendengar perdebatan kedua sejoli ini dibuat penasaran akan apa yang terjadi pada hubungan mereka sebenarnya. Siapa saja yang ingin mendapatkan jawabannya, maka mereka tidak mengalihkan perhatian mereka dari dua sejoli ini.


"Miss Kissable!" Alex menahan tangan Kayla dan membuat langkah Kayla terhenti.


"Harus berapa kali aku bilang, keputusanku udah final. Hubungan kita cukup sampe disini, dan aku akan jauhin kamu." Kayla menghela nafas kemudian melanjutkan, "Aku akan pindah sekolah Al."


Duarr........


"Apa?!"


"Miss Kissable, kamu nggak serius kan! Kamu nggak mau ninggalin aku kan?" tanya Alex tercekat.


"Maaf Al.." Kayla melepaskan tangannya dari Alex kemudian pergi.


"Enggak Miss Kissable, kamu nggak bisa lakuin itu ke aku. Aku tau hati kamu nggak ngizinin kamu ninggalin aku. Jangan ngelakuin sesuatu dengan terpaksa!" sergah Alex sembari kembali mengejar Kayla.


"Cukup Al, jangan ikutin aku lagi!"


Alex tidak mendengarkan, ia malah mempercepat langkahnya hingga ia bisa meraih tangan Kayla lagi. Sayangnya Kayla lagi-lagi menyentak tangannya. Kayla mulai jengah dengan tingkah Alex, ia lantas menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Al, tolong hargain keputusan aku! Kalo kamu nggak bisa terima kenyataan, dan kamu nggak rela sama apa yang terjadi, seenggaknya jangan bikin aku ngerasa bersalah."


"Ngerasa bersalah?" bingung Alex.


"Aku tau kamu nggak setuju sama keputusanku, tapi kamu pasti tau seperti apa perasaanku saat ini. Kalo kamu terus-terusan kayak gini gimana aku bisa tenang Al. Keputusan yang aku pilih.. itu demi kebaikan kita dan ketenangan hatiku. Ini nggak mudah buat aku, dan aku tau ini berat buat kamu, tapi tolong jangan makin ngeberatin aku dengan sikap kamu gini Al."


Degg


Jantung Alex berdesir lirih. Sakit sekali. Alex mengerti maksud Kayla, tapi ia tetap tidak mau menerima kenyataan bahwa hubungannya dengan Kayla harus berakhir. Alex pikir ia bisa membujuk Kayla untuk membatalkan keputusan gadis nya ini, tapi sepertinya gadis nya ini tidak akan mundur. Dia tidak mau mendengarkan Alex


Jika Alex terus bersikeras seperti ini.. maka Alex akan membuat Kayla tertekan bukan! Tentu saja Alex tidak mau memberatkan Miss Kissable nya. Egois rasanya jika Alex tidak menghargai keputusan Kayla, jahat rasanya jika Alex terus memaksakan kehendaknya, meski untuk mempertahankan cinta mereka.


Disini, Alex mulai merasa berkecil hati dan tersia-siakan. Sepertinya Alex memang telah kalah dalam perjuangan cintanya. Gadis nya sendiri menyerah, Kayla sendiri memilih menerima keputusan orang tuanya, Miss Kissable.. dia mulai mencoba menutup hati dari Mr Strawberry nya. Ah Ya Tuhan... ini menyakitkan sekali.


Alex tertegun dengan tatapan yang semakin nanar. Kayla berbalik dan melenggang pergi, namun Alex masih tidak bisa membiarkan perdebatan mereka berakhir sampai disini. Alex tidak diam, ia menyusul Kayla lagi.


"Tapi Miss Kissable, kamu harus dengerin aku dulu!"


Para siswa-siswi yang kian penasaran pun berbondong-bondong mengikuti Kayla dan Alex, sambil bergosip dan berasumsi masing-masing.


"Woyy stop!!" Sergah Vicky memekik, membuat mereka menoleh ke arahnya.


Vicky bersama Sandi dan Bima lantas menghalangi langkah mereka semua. "Gak usah pada kepo deh! Bikin riweh aja tau nggak kalian, biarin mereka ngurus urusan pribadi mereka." Tegur Bima.


"Kalo ada dari kalian yang masih ngikutin.. gue beri nih!" Ancam Sandi seraya menunjukkan kepalan tinjunya.


"Udah, bubar.. bubar..!!" Ketiganya pun menghalau para rombongan kepo itu.


"Huuuuwh.....!!" Sorak mereka pada Bima, Sandi, dan Vicky.


.......


.......


.......


"Cukup Al! Apa kamu nggak capek? Kamu nggak dengerin aku ya, stop ngejar aku, stop ngelakuin sesuatu buat aku! Lupain aku Al!" sungut Kayla sambil terus melangkah tanpa menoleh.

__ADS_1


Alex tidak terima dengan larangan terakhir Kayla, ia mulai emosi tapi hatinya juga semakin terluka. "Aku nggak bisa! Dan aku nggak akan lakuin itu!" Tegas Alex.


Kayla mempercepat langkahnya demi menghindari Alex, ia berpikir harus kemana agar Alex berhenti mengikutinya. Kemudian Kayla melihat ruang kesenian sekolah yang kosong dan pintunya sedikit terbuka, ia pun masuk kesana dan secepatnya menutup pintu. Namun Alex lebih cepat darinya, mereka terpaku beberapa saat dengan aksi sama-sama yang menahan pintu, Kayla di dalam dan Alex berada diluar. Untuk beberapa saat hanya deru nafas mereka yang terdengar, Alex memandangi Kayla yang membuang muka darinya. Saat Alex mendorong kecil daun pintu yang juga dipegang Kayla, gadis itu terlihat mengalah dan membiarkan Alex masuk.


"Aku mohon Al, jangan nyusahin diri kamu buat berusaha lagi. Cinta ini akan nyakitin kamu, dan ngebuang waktu berharga kamu. Aku nggak mau jadi penyebab nggak baik buat kamu."


"Miss Kissable, aku cinta sama kamu tulus. Aku juga udah buktiin keseriusanku kan, kamu tau kan gimana selama ini aku-.."


"Aku tau. Aku tau Al.. tapi kita nggak bisa ngelanjutin hubungan kita tanpa restu orang tua. Aku nggak mau ngecewain Mami sama Om ku dengan tetap mertahanin kamu. Aku juga nggak mau kamu nentang papa kamu."


"Aku akan kasih pengertian ke papa. Dan mamaku dukung kita Miss Kissbale, kamu nggak harus ngambil keputusan kayak gini dan semendadak ini. Hubungan kita masih bisa diperbaikin, aku janj-.."


"Jangan Al, jangan janji! Jangan lakuin apapun buat hubungan kita, karena kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi."


Alex memicing, ia tidak terima dengan yang Kayla katakan. Hatinya sakit saat kalimat itu keluar dari mulut Kayla.


"Seenggaknya dihati kita masih ada perasaan yang sama Miss Kissable, dan ikatan cinta yang ada dihati kita lebih dari sebuah hubungan pertunangan kan!" Alex mengeraskan rahangnya.


"Tapi aku udah mulai nyoba buat ngehapus perasaan itu Al. Seiring pertunangan kita yang diputusin, kita juga harus mutusin ikatan yang ada dihati kita."


"Enggak!" Bantah Alex keras.


Alex menghembuskan nafas ke udara, ia mengusap wajah dan rambutnya, frustasi. "Enggak Miss Kissable, tolong jangan hancurin aku dengan semua itu. Kenapa kamu mau ngehapus perasaan cinta kamu ke aku? Apa perasaan itu nggak lebih berharga buat kamu dibanding restu orang tua?"


Kayla menelan salivanya, ia mengepalkan kedua tangannya demi menahan gejolak didadanya yang terasa mulai menyesakkan. "Aku udah bilang kan Al sama kamu, kalo aku ngerasa beruntung dicintai sama kamu. Aku bersyukur dengan kehadiran kamu dihidupku dan juga dihatiku. Aku nggak bohong soal itu. Tapi.. gimanapun juga aku nggak mungkin jadi anak durhaka dengan nentang orang tuaku Al."


Alex mendengus lesu.


"Berbakti sama orang tua lebih penting dari sekedar cinta dan impian kita. Aku tau kamu tulus, kamu berhak buat dapetin apa yang kamu perjuangin. Tapi Al.. aku nggak mau ngotorin cinta kita dengan durhaka sama orang tua. Aku juga nggak mau kamu durhaka sama papa kamu demi cinta." terang Kayla serius.


Alex menatap Kayla sendu, dengan matanya yang berembun, "Aku juga nggak sudi ngotorin cintaku dengan hal kayak gitu Miss Kissable. Tapi.. aku nggak bisa kehilangan kamu."


"Papa kamu pasti bilang, kalo dia percaya kamu bisa ngelewatin ini kan Al. Putus cinta nggak akan bikin kita hancur, kehilangan nggak akan bikin kita terpuruk, tapi kita bisa ngambil pelajaran dari pengalaman kita. Pahit manis rasa dalam kehidupan yang kita laluin, akan bikin kita makin kuat dan dewasa. Percaya itu Al.. meskipun kita harus pisah-.."


"Pikirin baik-baik Al.. jangan keras kepala! Enggak akan baik kalo kita ngelawan arus keadaan, kita cuman bakal capek dan sakit. Hubungan kita nggak bisa dipertahanin, cinta kita nggak tepat buat diperjuangin." Kayla menghela nafas, "Aku nggak ngeremehin cinta kamu, aku juga nggak berniat sia-siain kamu Al.. tapi keadaan kita yang kayak gini, kalo kita ngelawan situasi sekarang itu nggak bener Al."


"Tolong kamu ngerti." Suara Kayla semakin lirih dan pelan, ia menunduk.


Hening. Keduanya sama-sama merenungi situasi berat bagi cinta mereka. Melepaskan.. sakit, namun memperjuangkannya akan memperburuk keadaan. Kayla kemudian mengangkat tangan kirinya, ia menyentuh cincin berlian yang tersemat dijari manisnya itu. Pandangan Alex pun lantas teralih pada arah pandang Kayla. Alex melirik wajah Kayla dan cincinnya bergantian.


"Maafin aku Al, tapi keputusanku nggak akan berubah. Hari ini.. aku akhiri semua hubungan diantara kita." Kayla mencoba melepaskan cincin dari jari manisnya, membuat Alex terbelalak tak rela.


"Miss Kissable?" Sergah Alex menahan tangan Kayla. "Aku nggak pernah setuju hubungan kita berakhir, dan aku nggak akan biarin kamu ngelepas cincin ini!"


"Al, cinta seharusnya adalah anugerah. Tapi saat ini aku ngerasa cinta dihatiku ini adalah beban. Aku nggak suka harus ngomong gini, tapi itu yang aku rasain. Karena keadaan yang kayak gini dan nggak ada restu yang ngedukung kita. Jadi aku nggak akan nanggung beban ini lebih lama lagi, dan cincin ini.. kalo aku ngelepasinnya maka aku akan tenang."


Nyuut........


Alex terluka mendengarnya, "Buat aku.. mencintai kamu adalah anugerah, dan melepaskan kamu adalah sebuah bencana dalam hidupku Miss Kissable. Aku nggak bisa biarin kamu mutusin hubungan kita. Kalo kamu lakuin itu.. aku bakal tersiksa."


Degg


Degg


Untuk beberapa saat keduanya terdiam, saling menatap, dengan tangan yang saling bertaut, memegang cincin pengikat hubungan mereka.


"Kamu nggak akan tersiksa kalo kamu mau nyoba buat ngerti keadaan kita sekarang Al." Kayla menjauhkan tangan Alex darinya dan mulai melepaskan cincinnya.


"Miss Kissable.. jangan..!" sergah Alex, tangannya kembali mencegah Kayla melepaskan cincin tapi Kayla menghindarinya.

__ADS_1


"Jangan cegah aku Al. Aku harus pergi dan aku nggak bisa bawa cincin ini bersamaku."


"Aku nggak ngizinin kamu pergi, dan aku nggak akan biarin kamu ninggalin aku! Cincin itu milik kamu, dan akan selalu jadi milik kamu. Sama seperti hatiku Miss Kissable.."


Kayla memundurkan langkahnya sambil terus mencoba melepaskan cincinnya, sementara Alex terus mendekat demi mencegah cincin pertunangan mereka lolos dari jari manis Kayla.


"Aku mulai belajar move on dari kamu Al, dan aku harus ngelepasin cincin ini juga karena pertunangan kita udah putus."


Alex mencelos, langkahnya terhenti. "Move on?! Kenapa Miss Kissable..?"


"Aku nggak bisa bertahan sama hubungan yang udah berantakan, aku nggak mau jadi anak durhaka karena cinta. Dan aku.. nggak mau kamu bertahan juga, aku nggak mau kamu jadi anak durhaka juga. Apa kamu ngerti?"


Tatapan Alex kembali pada tangan Kayla, cincin itu hampir keluar dari jari manis Kayla dan Alex segera menghentikannya.


"Pliss..." mohon Alex.


Kayla menatap mata sendu Alex yang berembun, dan ia berusaha mengendalikan perasaannya.


"Miss Kissable, aku nggak suka maksa kamu tapi situasi ini bikin aku harus egois. Aku nggak bisa kehilangan kamu, dan aku nggak rela kamu ngelepasin cincin ini dari jari manis kamu. Cincin ini simbol hubungan kita, bukti keseriusanku sama kamu-.."


"Tapi hubungan kita udah berakhir Al. Ngebiarin cincin ini tetap dijariku.. bakal bikin aku berat ninggalin kamu. Sedangkan aku-.."


"Itu bagus kan, itu yang aku mau. Aku nggak mau kamu ninggalin aku."


"Aku harus lakuin itu Al!" Kayla melanjutkan kata-katanya yang sempat disela oleh Alex. "Kalo kamu bisa egois, aku juga bisa. Dan aku juga harus egois kali ini. Aku nggak akan ngerubah keputusanku." Tegas Kayla.


Kayla mundur selangkah mengambil jarak dari Alex agar ia bisa segera melepaskan cincinnya. Alex mencelos dan gelagapan, ia meraih tangan Kayla dengan gerakan reflek tiba-tiba. Sehingga tak sengaja kakinya menyenggol kaki Kayla, membuat Kayla terhuyung ke belakang. Karena keseimbangan tubuhnya terganggu akibat tindakan reflek Alex, Kayla tanpa sengaja melepaskan cincin yang sudah ia pegang di genggaman tangannya. Cincin itupun jatuh menggelinding di lantai.


Kayla dan Alex terpaku kaget, dengan pandangan mengikuti cincin yang terus menggelinding hingga keluar melewati pintu. Keduanya lantas beranjak ketika cincin itu hilang dari pandangan mereka berdua, karena terhalang pintu. Alex membuka pintu lebar-lebar dan segera keluar untuk mencari cincin berlian yang baru saja menggelinding keluar dan entah kemana sekarang. Kayla pun mengikutinya.


Triring.. ting tingg...


Cincin berlian mungil itu berhenti tepat didepan seseorang yang langkahnya juga terhenti melihat benda berkilau di lantai. Alex dan Kayla pun berhenti dijarak beberapa meter dari cincin berliannya juga dari orang yang tengah berdiri didekat cincin itu. Mereka bertiga saling melirik canggung.


"Bu Feli." Kayla menyapa seraya tersenyum pada Bu Feli, demi menyamarkan ketegangan dirinya juga kegugupannya.


Bu Feli pun tersenyum kaku, merasa canggung dengan situasi yang dihadapinya. Karena Bu Feli juga sudah mendengar kabar bahwa terjadi masalah pada hubungan dua sejoli didepannya ini. Dan sekarang entah ada apa, seutas cincin berlian yang Bu Feli ketahui adalah cincin tunangan Alex dan Kayla kini berada didepan kakinya. Melihat raut mereka yang tegang Bu Feli pun jadi canggung, merasa tidak enak berada diantara pasangan yang mengalami masalah ini.


Bu Feli lantas menunduk, mengambil cincin berlian didepan kakinya. Kemudian melangkah mendekati Alex dan Kayla yang masih berdiri mematung.


"Emm.. ini cincin kamu kan?" Ujar Bu Feli menyodorkan cincin itu pada Kayla.


Kayla hanya diam menatap cincinnya yang saat ini berada ditangan Bu Feli. Alex menilik wajahnya lekat, menunggu reaksi gadis yang ia cintai itu. Bu Feli juga menunggu Kayla mengambil cincin itu darinya, namun Kayla masih diam.


"Ambil!" Ujar Bu Feli hati-hati sambil melirik Kayla dan Alex bergantian.


Kayla mengepalkan kedua tangannya. Kemudian tanpa disangka oleh Alex dan Bu Feli, Kayla malah pergi dengan langkah yang agak terburu-buru, tanpa mengambil kembali cincinnya yang ada ditangan Bu Feli.


"Kayla?"


"Miss Kissable?!"


Alex dan Bu Feli menatap heran pada Kayla yang langkahnya semakin jauh dari pandangan mereka. Alex mengeraskan rahangnya, marah sekaligus sakit hati atas tindakan Kayla. Ia merebut dengan kasar cincinnya dari tangan Bu Feli, membuat Bu Feli berjengkit kaget. Dan Alex segera berlari menyusul Kayla, dengan menggenggam cincin berlian yang sangat berarti baginya itu. Tentu bukan karena berliannya yang mewah dan mahal, tapi karena ikatan cinta Alex dan Miss Kissable nya terhubung dengan cincin itu.


... ....


... ....


... ....

__ADS_1


... ....


... Bersambung...


__ADS_2